Keseimbangan Dalam Hidup(Tawazun)
Yusup, SPd. MM
Khutbah Pertama
Bismillaahirrahmaanirrahiim.Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ
سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ
الْقِيَامَةِ. قَالَ تَعَالَى
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا
اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ
الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ
مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ
بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
ســـــــــــــــــــورة
الفاتحة
} الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا مَّاتَرَى
فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِن تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِن فُطُورٍ
{3}
Hadrin sidang sholat jum’at Rokhimakumullah
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Illahi
Robi yang mana telah memberikan kita nikmat,diantaranya nikmat iman nikmat
islam dan nikmat yang tidak kalah pentingnya ialah nikmat sehat,sholawat dan salam
marilah kita smapaikan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW ,selaku khotib
saya berpesan pada diri saya dan hadirin sekalian marilah kita tingkatkan
ketakwaan pada Allah SWT
Hadirin sidang sholat Jumat Rokhimakumullah
Salah satu di antara karakteristik agama Islam adalah tawazun
(keseimbangan).Allah dan Rosulnya mengajarkan tentang keseimbangan, keseimbangan
merupakan kehidupan yang simbang dan selaras, dengan sisi-sisi kehidupan
material,dan non materal.Matahari,rembulan bintang-bintang di langit planet
–planet dan benda-benda jagat raya Allah ciptakan tak ada yang
bertabrakan,semuanya berjalan berputar berotasi dengan orbitnya(relnya)
masing-masing.Kemudian pada planet bumi(Ardh) Allah menciptakan dengan isinya
juga memiliki karakteritik keseimbangan,Allah ciptakan
tanah,air,udara,manusia,hewan dan tumbuh-tumbuhan semuanya dengan teratur dan
sistematisYang ingin khotib sampaikan adalah manusia telah merubah,melawan dan merusak keseimbangan yang Allah ciptakan itu,seperti air hujan turun dan mengalir sesuai alur aturan Allah,tetapi manusia merusak system Allah dengan menghilangkan kontur tanah, daerah resapan air menjadi bangunan-bangunan seenak hawa nafsu manusia sehingga munculnya bencana-bencana seperti banjir,gempa bumi tsunami,penyakit-penyakit akibat rendaman air. Contoh lainnya Allah yang maha pengasih dan penyayang telah menciptakan aturan hidup untuk melindungi fisik,jiwa,ketenangan,ketentraman hidup tetapi manusia merusaknya
Marilah kita perhatikan firman Allah pada Surat 67(Al-Mulk)
ayat 3 :
} الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ
سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا مَّاتَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِن تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ
الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِن فُطُورٍ {3}
Dia yang telah
menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada
ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu
lihat sesuatu yang tidak seimbang (QS. 67:3)
Hadirin
sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Totalitas
keseimbangan ajaran islam terakomodasi dalam akidah, syariah, dan akhlak.
Antara satu dan yang lainnya terdapat nisbat atau hubungan yang saling
berkaitan dan kesemuanya berfokus dan menuju pada keesaan Allah atau bertauhid.
Ajaran tauhid inilah yang menjadi inti, awal, dan akhir dari seluruh ajaran
Islam[ 1].
Islam itu
sendiri, secara totalitas, merupakan suatu keyakinan bahwa nilai-nilai
ajarannya adalah benar dan bersifat mutlak karena bersumber dari Yang Maha mutlak.
Dengan demikian, segala yang diperintahkan dan diizinkan-Nya adalah suatu
kebenaran, sedangkan segala sesuatu yang dilarang-Nya adalah kebatilan.
Di samping
itu, Islam merupakan hukum atau undang-undang (syariah) yang mengatur tata cara
manusia dalam berhubungan dengan Allah (vertikal) dan hubungan antarsesama
manusia (horizontal)., yaitu pertama bidang ibadah mahdah yang meliputi tata
cara shalat, puasa, zakat, dan haji. Kedua, bidang ibadah ghair mahdah yang
meliputi muamalat, munakahat, siyasat, jinayat, dan sebagainya. Sebagai standar
dan ukuran dalam pelaksanaannya yaitu, wajib, haram, mubah, mandhub, dan
makruh. Ketiga aspek aqidah syariah dan akhlaq tersebut dalam operasionalnya
bersumber kepada Al-Quran dan Sunnah Rasul. bertujuan membebaskan manusia dari
berbagai belenggu penyakit mental-spiritual dan stagnasi berpikir, Itulah Islam
sebagai agama yang sempurna.
Hidup yang
seimbang ini jangan dilawan,kita butuh aturan,kita butuh makan,kita butuh
beribadah,kita kerja,kita juga butuh istirahat dan hiburan
Ayyuhal Hadirun Rahimakumullah
Pada suatu hari salah seorang sahabat Rasulullah SAW lewat di sebuah lembah
dengan mata air yang jernih dan segar. Lembah itu sangat mempesona, sehingga
sahabat itu berfikir untuk mengasingkan diri dari masyarakat dan menghabiskan
waktunya untuk beribadah di lembah tersebut. Kemudian Rasulullah SAW bersabda :
“Jangan kamu lakukan itu, kedudukanmu di jalan Allah jauh lebih mulia daripada shalat yang engkau lakukan di lembah
tersebut selama 70 tahun, maka berjuanglah di jalan Allah”. hiduplah di
tengah-tengah masyarakat dengan mempertahankan aqidah dan menyebarkannya kepada
yang lain itulah umatan washata (umat yang seimbang).dia mengira dengan
mengasingkan diri akan mendapatkan keseimbangan dan ketenangan diriKisah yang lainnya :
Dikisahkan oleh Ibnu Sa’ad bahwa suatu hari istri Utsman bin Madz’un datang kepada istri Rasulullah dengan keadaan yang sangat memprihatinkan. Istri Rasulullah pun berkata kepadanya, “Kenapa kamu terlihat seperti ini, bukankah tidak ada orang Quraisy yang lebih kaya daripada suamimu?”
Istri Utsman bin Madz’un menjawab, “Saat ini keadaan itu sudah tak tersisa lagi! Ketika malam hari dia (Utsman bin Madz’un) menghabiskannya dengan shalat malam, sedangkan siangnya dia selalu berpuasa.”
Tak lama setelah itu, Rasulullah SAW masuk ke rumah. Istri Utsman pun menceritakan keadaan ini kepada beliau. Rasulullah kemudian menemui Utsman bin Madz’un lalu bertanya, “Wahai Ustman bin Madz’un, tidakkah kamu menjadikanku sebagai contoh?”
“Ada apa wahai Rasulullah, sehingga engkau berkata demikian?” ujar Utsman balik bertanya.
“Apakah kamu selalu puasa pada siang hari dan menghabiskan malammu dengan shalat malam?” Rasul kembali bertanya.
“Iya, saya sungguh melakukannya, wahai Rasulullah,” jawab Utsman.
“Jangan kamu lakukan itu,” sabda Nabi kepadanya. “Sesungguhnya matamu memilki hak atasmu, tubuhmu memiliki hak atasmu dan keluargamu juga memiliki hak atasmu. Maka shalatlah dan tidurlah. Dan puasalah lalu berbukalah.” (HR Bukhari).
Riwayat di atas adalah salah satu keistimewaan ajaran Islam yang menganjurkan kepada Kaum Muslim untuk selalu hidup seimbang. Seimbang antara ibadah dan bekerja, seimbang antara ruh dan raga, seimbang antara akal dan hati,seimbang antar hak dan kewajiban antara peraturan dan pelaksanaan. Islam melarang umatnya untuk berlebihan dalam membatasi gerak hidup (tafrith) sehingga mengharamkan kenikmatan-kenikmatan yang Allah halalkan.
Dan sebaliknya jangan sampai dibiarkan manusia seakan-akan semua hukum adalah halal, sehingga berlaku sekehendak hatinya dan membolehkan segala cara. Islam adalah agama fitrah, dan fitrah manusia selalu menginginkan keseimbangan.
Keseimbangan dan keharmonisan ajaran Islam mengandung implikasi bahwa
Islam selalu berada pada garis tengah, tidak ekstrim pada salah satu pandangan,
tidak materialistis, dan tidak pula sosialis. Islam memandang hidup secara utuh
dan seimbang antara konsep dan kenyataan. Islam tidak hanya mengetengahkan
urusan individu penganutnya, melainkan juga urusan masyarakat, negara, bahkan
hubungan antarbangsa. Ia diturunkan Allah untuk seluruh manusia
dari bangsa dan golongan mana pun perbedaan-perbedaan yang ada di antara mereka
jika mereka konsisten tidak akan melahirkan perpecahan.
Sekarang ini kita disuguhkan
pertengkaran di DPR yang berjuang untuk
kelompoknya bukan untuk rakyatnya sebagai pemilih dan orang sering meninggalkan
persatuan sebagai pegangan
Pabila terjadi keributan carilah
penyelesaiannya pada Alqur’an Allah pasti memberikan solusi,
فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى
اللهِ وَالرَّسُولِ....
Kemudian jika kamu
berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah
(al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya),……
Bukan
ke blok kanan atau ke blok kiri bukan berpihak pada koalisi A atau koalisi B
tetapi lihatlah aturannya. Kemana kita harus berpihak jawabanya adalah kita
harus berpihak kepada Allah (kebenaran). Dalam bekerja jika mengacu pada aturan
Allah.maka yang menggunakan aturan Allahlah yang selamat,
Hadirin
sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Kita
lihat keseimbangan dalam berpasangan suami istri
Ada
orang berceloteh,kalau Cuma satu istri tidak akan seimbang contohnya sepeda
rodanya kalau cuma satu maka tidak akan seimbang kecuali dilatih seperti para
acrobat dan pesulap,tetapi ketika rodanya 2 atau 4 dia akan seimbang ini
hipotesa yang bisa salah kita harus hati 2 saat berkomunikasi dalam pergaulan
dengan celoteh dan canda,
Tetapi islamlah yang kemudian menjawab
solusi tentang lebih banyaknya jumlah wanita bayangkan dengan
peristiwa-peristiwa bencana yang mengakibatkan banyak anak-anak dan suami-suami
yang tewas,seperti korban bencana tsunami Aceh,yang mengakibatkan banyaknya
janda-janda dan anak-anak terlantar,hanya islamlah yang punya solusi,yaitu
dengan mengambil janda-janda dan anak-anak terlantar untuk dilindungi,berbeda
dengan ajaran agama lain jangankan seorang juru da’wah beristri lebih dari satu
istri satu saja tidak boleh oleh
karenanya justru islamlah kesempurnaan solusi keseimbangan islamlah.
Hadirin sidang sholat jum’at
rokhimakumullah
Contoh lain kalau kita memilih pemimpin
pasti terjadi akan ada friksi-friksi dan kubu-kubu maka solusinya adalah
tengoklah peraturan gunakan peraturan,fa ruduhu illahi wa rosul ,kembalikan
pada peraturan jangan menebar opini,jangan menebar pencitraan,jangan mengakali
aturan ,jangan mengancam,berbuat adilah,jangan memprofokasi,dan memfitnah
inilah keseimbangan yang Allah ciptakan antara peraturan dan
implementasi(pelaksanaan) contoh lain kalau harga BBM naik,seharusnya sebelum
diputuskan naik ada kajian yang mendalam gunakan peraturan,benarkah harga
bensin naik akan membela rakyat kecil ? benarkah kenaikan harga premium untuk
mensubsisdi rakyat kecil alas an klasik yang selalu digunakan untuk memindahkan
subsidi kepada rakyat kecil nyatanya memsubsisdi pupuk,bagus pupuk disubsidi
tetapi hasil pertanian harus didistribusikan ,mendistribusikan produk pertanian
juga menggunakan bensin, ongkos kendaraan jadi naik , bukankah akhirnya membela
kafitalis yang memborong produk-produk pertanian dan perdagangan, padahal
rakyat kecil yang hidup dari hasil perdagangan yang lebih banyak menjerit
dengan kenaikan harga BBM
Allah telah mengajarkan kepada kita agar
menjaga keseimbangan antara membela rakyat kecil dengan kebutuhan- kebutuhan
Negara(APBN),Nabi Muhammad telah mengatur forsi-forsi penggunaan garam pada
tambak garam umum sehingga tidak mengambil seenaknya secara berlebihan, nabi
berpesan gunakan secukupnya
Hadirin yang Dimuliakan Allah
Sungguh
indah kehidupan ini ketika menjadi Ummatan wasathon, yaitu umat tengah-tengah
(keseimbangan) mengatur hidup manusia yang harmonis tidak hanya keseimbangan
antara hak dan kewajiban,antar pelaksana(bawahan) dan atasan,pengurus dan
anggota,pemimpin dan rakyat,semuanya diatur secara seimbang disamping itu Allah
juga mengatur hubungan pribadi manusia dengan Allah,juga Allah mengatur
hubungan antara kehidupan dunia dan akhirat, firman Allah dalam al-Qur’an;
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ
الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
“Dan
carilah apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu tentang negeri akhirat dan
janganlah kamu melupakan bagianmu dari keduniawian”.
Ayyuhal Hadirun Rahimakumullah
Berbeda dengan agama lainnya yang memisahkan hidup manusia secara tegas
bahwa agama hanya berkaitan dengan masalah penyembahan saja. Islam tidak hanya
mengetengahkan urusan individu penganutnya, melainkan juga urusan masyarakat,
negara, bahkan hubungan antarbangsa.
Islam tidak membedakan ras, suku, dan bangsa. Ia diturunkan Allah untuk
seluruh manusia dari bangsa dan golongan mana pun. perbedaan-perbedaan yang ada
di antara mereka jika mereka konsisten tidak akan melahirkan perpecahan.
Sikap yang
perlu kita pahami adalah sering diantara kita ada rasa tidak suka,benci pasti
ada dalam sebuah kelompok,jika rasa tidak suka,benci dimunculkan maka ruskalah
system kerja rusaklah keseimbangan yang Allah sudah gariskan,ini yang harus
kita hindari bagaimana caranya jika ia benar walaupun kita tidak suka maka kita
harus membiasakan diri menerima dengan jiwa besar,inilah yang khotib sebut
kembali kepada aturan
Agama Islam adalah agama yang menebarkan perdamaian, persaudaraan, dan
persamaan. Oleh karena itu, hal-hal yang dapat menjadi pemicu lahirnya
ketidakstabilan dan permusuhan antar manusia harus dihindari. Salah satu yang
tidak diperkenankan dalam ajaran Islam adalah pemaksaan satu kelompok kepada
kelompok lain. Agama bagi Islam adalah keyakinan yang harus datang dari
kesadaran diri terhadap eksistensi dan kekuasaan Tuhan. Apa yang baik dan buruk
sudah sangat jelas diperlihatkan Allah dalam ayat-ayat-NYA, baik yang tersurat
dalam Al-Quran maupun yang tersirat dalam alam ciptaan Tuhan. Manusia tinggal
melihat, memahami, mempercayai dan meyakininya melalui proses berpikir yang
benar. Islam mendorong umatnya untuk bekerjasama dalam berbagai segi kehidupan
dengan siapa saja, termasuk dengan umat beragama lain sepanjang kerja sama
dilakukan untuk kebaikan. Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang harus
berusaha untuk saling menguntungkan dan tidak melanggar hukum. Umat Islam
dituntut untuk melakukannya dengan baik dan adil.
Sungguh menderita manusia yang tidak memahami Islam dan tak mendapat
petunjuk untuk memeluknya. Islam adalah satu-satunya agama yang telah
menggariskan metode kehidupan secara utuh. Di dalamnya diatur segala urusan dan
segala aspek kehidupan. Ia bukan metode bikinan manusia yang mengandung unsur
benar dan salah, akan tetapi metode Illahi yang dapat mengantarkan orang yang
mengikutinya kepada kebahagiaan, ketenangan, dan ketentraman jiwa di dunia,
serta sukses meraih surga dan menggapai kenikmatan abadi pada hari kiamat.
Allah SWT. Berfirman : Kami tidak menyia-nyiakan sesuatupun dalam al-Kitab
(Al-Quran)
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Seorang Guru besar Fropesor dosen berprestasi unggul,serta wakil rector harus terlibat narkoba ada apa ?karena
narkoba bukan hanya profit sharing tetapi memang ada upaya dalam suplay niat yang
jahat untuk menghancurkan negeri ini . Yang Sejak lama berbagai solusi telah
dikeluarkan untuk mengatasi gerak laju HIV/AIDS. Mengapa narkoba begitu mudah
menyerang pada tokoh – tokoh besar karena dalam penyelesaiannya selalu yang
jadi focus adalah korban padahal dalam bisnis selalu ada suplay and demand
ternyata dalam kasus di Indonesia bukan hanya menyangkut fpropit sharing bukan
hanya masalah keuntungan tetapi memang ada upaya dari pensuplay unsure
penghancuran mental bangsa inilah yang harus dibenahi.hukum seberat-beratnya
pensuplay dan yang memproduksi.pada kasus HIV Bagi mereka yang berisiko tinggi
melalui kontak seksual, disarankan untuk menggunakan kondom saat berhubungan
seksual. Solusi ini mengundang kontroversi karena dianggap melegalkan perzinaan.
Bahkan, pakar kejiwaan, Adapun bagi
pengguna narkotika suntik, kerapkali didengung-dengungkan solusi bahwa
penggunaan jarum suntik tidak dilakukan secara bersama-sama. Jarum suntik hanya
boleh digunakan oleh pribadi yang bersangkutan. Namun, sekali lagi solusi ini
juga mengundang kontroversi karena bagaikan mengesahkan penggunaan narkotika di
kalangan masyarakat. Mengapa hal itu bisa terjadi? Sekali lagi, solusi yang
ditawarkan tersebut jelas tidak menyentuh akar masalah yang dihadapi, tetapi
hanya bersifat jangka pendek. Padahal, solusi yang dibutuhkan adalah bagaimana
caranya menghindarkan masyarakat dari penyakit HIV/AIDS tersebut dengan pola
hidup yang baik, benar, beradab, bukan memberi solusi dengan memunculkan
masalah baru. Misalnya, menggunakan kondom mungkin aman, tetapi apa jadinya
kalau prostitusi malah semakin menjadi-jadi. Atau, menggunakan jarum suntik
hanya untuk pribadi dan sekali pun memang aman, namun bagaimana jika dengan hal
itu penggunaan narkoba jenis suntik malah menjadi marak. Belum lagi kita bisa
memperoleh vaksin atau obat yang bisa mengatasi HIV/AIDS, masalah sosial baru
sudah pasti akan timbul. Dalam hal ini, untuk mengatasi sesuatu, harus dicari
faktor penyebab utamanya. Karena itu, di sinilah titik tolak solusi itu ditawarkan.
Jika faktor penyebab itu tidak dikaji lebih dulu, tindakan apa pun yang
dilakukan hanya akan bersifat sementara. Kita lihat bahwa sebagian besar
penyebab HIV/AIDS adalah karena berhubungan seks di luar nikah atau faktor
berzina. Karena itu, upaya untuk menanggulanginya yang efektif adalah mencegah
perzinaan itu sendiri. Mustahil dapat diatasi jika zina itu mewabah di
tengah-tengah masyarakat, apabila dilegalkan dengan membuat lokalisasi. Karena
itu, sebaiknya kita mencegahnya daripada mengobati. Artinya, menghilangkan
sebab lebih baik dari mengobati penyakit yang diakibatkan oleh sebab itu
sendiri
Akibat disingkirkannya nilai-nilai agama dalam kehidupan modern, kita
menyaksikan semakin meluasnya kepincangan sosial, seperti : merebaknya
kemiskinan, dan gelandangan di kota-kota besar; mewabahnya pornografi dan
prostitusi; HIV/AIDS; meratanya penyalahgunaan obat bius, kejahatan
terorganisasi, pecahnya rumah tangga hingga mencapai 67 % di negara-negara
modern; kematian ribuan orang karena kelaparan di Afrika dan Asia, di tengah
melimpahnya barang konsumsi di sementara bagian belahan dunia utara
Agama adalah Solusi yang tepat bagi penanganan Korban narkoba.
Penanggulangan masalah moral, sosial, dan kemanusiaan melalui program berbasis
agama adalah solusi paling baik dan tepat untuk dilakukan dalam kondisi apa
pun. Karena agama menjadi faktor penting dalam membangun watak, kepribadian dan
kesalehan bagi umat manusia
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ
وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ
الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.
Khutbah kedua:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ
شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ
عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا
كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ
حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ
تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ
اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}. ثُمَّ اعْلَمُوْا
فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ:
{إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ
الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ،
وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،
إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا
اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا
آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ
أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ
الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلَّى
اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar