Kamis, 20 November 2014

Keseimbangan hidup (tawazun)



Keseimbangan Dalam Hidup(Tawazun)
Yusup, SPd. MM
Khutbah Pertama
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. قَالَ تَعَالَى
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
ســـــــــــــــــــورة الفاتحة
} الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا مَّاتَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِن تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِن فُطُورٍ {3}

Hadrin sidang sholat jum’at Rokhimakumullah
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Illahi Robi yang mana telah memberikan kita nikmat,diantaranya nikmat iman nikmat islam dan nikmat yang tidak kalah pentingnya ialah nikmat sehat,sholawat dan salam marilah kita smapaikan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW ,selaku khotib saya berpesan pada diri saya dan hadirin sekalian marilah kita tingkatkan ketakwaan pada Allah SWT
Hadirin sidang sholat Jumat Rokhimakumullah
Salah satu di antara karakteristik agama Islam adalah tawazun (keseimbangan).Allah dan Rosulnya mengajarkan tentang keseimbangan, keseimbangan merupakan kehidupan yang simbang dan selaras, dengan sisi-sisi kehidupan material,dan non materal.Matahari,rembulan bintang-bintang di langit planet –planet dan benda-benda jagat raya Allah ciptakan tak ada yang bertabrakan,semuanya berjalan berputar berotasi dengan orbitnya(relnya) masing-masing.Kemudian pada planet bumi(Ardh) Allah menciptakan dengan isinya juga memiliki karakteritik keseimbangan,Allah ciptakan tanah,air,udara,manusia,hewan dan tumbuh-tumbuhan semuanya dengan teratur dan sistematis
Yang ingin khotib sampaikan adalah manusia telah merubah,melawan dan merusak keseimbangan yang Allah ciptakan itu,seperti air hujan turun dan mengalir sesuai alur aturan Allah,tetapi manusia merusak system Allah dengan menghilangkan kontur tanah, daerah resapan air menjadi bangunan-bangunan seenak hawa nafsu manusia sehingga munculnya bencana-bencana seperti banjir,gempa bumi tsunami,penyakit-penyakit akibat rendaman air. Contoh lainnya Allah yang maha pengasih dan penyayang telah menciptakan aturan hidup untuk melindungi fisik,jiwa,ketenangan,ketentraman hidup tetapi manusia merusaknya
Marilah kita perhatikan firman Allah pada Surat 67(Al-Mulk) ayat 3  :
} الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا مَّاتَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِن تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِن فُطُورٍ {3}
Dia yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang (QS. 67:3)
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Totalitas keseimbangan ajaran islam terakomodasi dalam akidah, syariah, dan akhlak. Antara satu dan yang lainnya terdapat nisbat atau hubungan yang saling berkaitan dan kesemuanya berfokus dan menuju pada keesaan Allah atau bertauhid. Ajaran tauhid inilah yang menjadi inti, awal, dan akhir dari seluruh ajaran Islam[ 1].
Islam itu sendiri, secara totalitas, merupakan suatu keyakinan bahwa nilai-nilai ajarannya adalah benar dan bersifat mutlak karena bersumber dari Yang Maha mutlak. Dengan demikian, segala yang diperintahkan dan diizinkan-Nya adalah suatu kebenaran, sedangkan segala sesuatu yang dilarang-Nya adalah kebatilan.
Di samping itu, Islam merupakan hukum atau undang-undang (syariah) yang mengatur tata cara manusia dalam berhubungan dengan Allah (vertikal) dan hubungan antarsesama manusia (horizontal)., yaitu pertama bidang ibadah mahdah yang meliputi tata cara shalat, puasa, zakat, dan haji. Kedua, bidang ibadah ghair mahdah yang meliputi muamalat, munakahat, siyasat, jinayat, dan sebagainya. Sebagai standar dan ukuran dalam pelaksanaannya yaitu, wajib, haram, mubah, mandhub, dan makruh. Ketiga aspek aqidah syariah dan akhlaq tersebut dalam operasionalnya bersumber kepada Al-Quran dan Sunnah Rasul. bertujuan membebaskan manusia dari berbagai belenggu penyakit mental-spiritual dan stagnasi berpikir, Itulah Islam sebagai agama yang sempurna.
Hidup yang seimbang ini jangan dilawan,kita butuh aturan,kita butuh makan,kita butuh beribadah,kita kerja,kita juga butuh istirahat dan hiburan

Ayyuhal Hadirun Rahimakumullah
Pada suatu hari salah seorang sahabat Rasulullah SAW lewat di sebuah lembah dengan mata air yang jernih dan segar. Lembah itu sangat mempesona, sehingga sahabat itu berfikir untuk mengasingkan diri dari masyarakat dan menghabiskan waktunya untuk beribadah di lembah tersebut. Kemudian Rasulullah SAW bersabda : “Jangan kamu lakukan itu, kedudukanmu di jalan Allah jauh lebih mulia  daripada shalat yang engkau lakukan di lembah tersebut selama 70 tahun, maka berjuanglah di jalan Allah”. hiduplah di tengah-tengah masyarakat dengan mempertahankan aqidah dan menyebarkannya kepada yang lain itulah umatan washata (umat yang seimbang).dia mengira dengan mengasingkan diri akan mendapatkan keseimbangan dan ketenangan diri
Kisah yang lainnya :
Dikisahkan oleh Ibnu Sa’ad bahwa suatu hari istri Utsman bin Madz’un datang kepada istri Rasulullah dengan keadaan yang sangat memprihatinkan. Istri Rasulullah pun berkata kepadanya, “Kenapa kamu terlihat seperti ini, bukankah tidak ada orang Quraisy yang lebih kaya daripada suamimu?”
Istri Utsman bin Madz’un menjawab, “Saat ini keadaan itu sudah tak tersisa lagi! Ketika malam hari dia (Utsman bin Madz’un) menghabiskannya dengan shalat malam, sedangkan siangnya dia selalu berpuasa.”
Tak lama setelah itu, Rasulullah SAW masuk ke rumah. Istri Utsman pun menceritakan keadaan ini kepada beliau. Rasulullah kemudian menemui Utsman bin Madz’un lalu bertanya, “Wahai Ustman bin Madz’un, tidakkah kamu menjadikanku sebagai contoh?”
“Ada apa wahai Rasulullah, sehingga engkau berkata demikian?” ujar Utsman balik bertanya.
“Apakah kamu selalu puasa pada siang hari dan menghabiskan malammu dengan shalat malam?” Rasul kembali bertanya.
“Iya, saya sungguh melakukannya, wahai Rasulullah,” jawab Utsman.
“Jangan kamu lakukan itu,” sabda Nabi kepadanya. “Sesungguhnya matamu memilki hak atasmu, tubuhmu memiliki hak atasmu dan keluargamu juga memiliki hak atasmu. Maka shalatlah dan tidurlah. Dan puasalah lalu berbukalah.” (HR Bukhari).
Riwayat di atas adalah salah satu keistimewaan ajaran Islam yang menganjurkan kepada Kaum Muslim untuk selalu hidup seimbang. Seimbang antara ibadah dan bekerja, seimbang antara ruh dan raga, seimbang antara akal dan hati,seimbang antar hak dan kewajiban antara peraturan dan pelaksanaan. Islam melarang umatnya untuk berlebihan dalam membatasi gerak hidup (tafrith) sehingga mengharamkan kenikmatan-kenikmatan yang Allah halalkan.
Dan sebaliknya jangan sampai dibiarkan manusia seakan-akan semua hukum adalah halal, sehingga berlaku sekehendak hatinya dan membolehkan segala cara. Islam adalah agama fitrah, dan fitrah manusia selalu menginginkan keseimbangan.
Keseimbangan dan keharmonisan ajaran Islam mengandung implikasi bahwa Islam selalu berada pada garis tengah, tidak ekstrim pada salah satu pandangan, tidak materialistis, dan tidak pula sosialis. Islam memandang hidup secara utuh dan seimbang antara konsep dan kenyataan. Islam tidak hanya mengetengahkan urusan individu penganutnya, melainkan juga urusan masyarakat, negara, bahkan hubungan antarbangsa. Ia diturunkan Allah untuk seluruh manusia dari bangsa dan golongan mana pun perbedaan-perbedaan yang ada di antara mereka jika mereka konsisten tidak akan melahirkan perpecahan.
Sekarang ini kita disuguhkan pertengkaran di DPR  yang berjuang untuk kelompoknya bukan untuk rakyatnya sebagai pemilih dan orang sering meninggalkan persatuan sebagai pegangan
Pabila terjadi keributan carilah penyelesaiannya pada Alqur’an Allah pasti memberikan solusi,
فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللهِ وَالرَّسُولِ....
Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya),……
Bukan ke blok kanan atau ke blok kiri bukan berpihak pada koalisi A atau koalisi B tetapi lihatlah aturannya. Kemana kita harus berpihak jawabanya adalah kita harus berpihak kepada Allah (kebenaran). Dalam bekerja jika mengacu pada aturan Allah.maka yang menggunakan aturan Allahlah yang selamat,
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Kita lihat keseimbangan dalam berpasangan suami istri
Ada orang berceloteh,kalau Cuma satu istri tidak akan seimbang contohnya sepeda rodanya kalau cuma satu maka tidak akan seimbang kecuali dilatih seperti para acrobat dan pesulap,tetapi ketika rodanya 2 atau 4 dia akan seimbang ini hipotesa yang bisa salah kita harus hati 2 saat berkomunikasi dalam pergaulan dengan celoteh dan canda,
Tetapi islamlah yang kemudian menjawab solusi tentang lebih banyaknya jumlah wanita bayangkan dengan peristiwa-peristiwa bencana yang mengakibatkan banyak anak-anak dan suami-suami yang tewas,seperti korban bencana tsunami Aceh,yang mengakibatkan banyaknya janda-janda dan anak-anak terlantar,hanya islamlah yang punya solusi,yaitu dengan mengambil janda-janda dan anak-anak terlantar untuk dilindungi,berbeda dengan ajaran agama lain jangankan seorang juru da’wah beristri lebih dari satu istri satu saja tidak boleh  oleh karenanya justru islamlah kesempurnaan solusi keseimbangan islamlah.
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Contoh lain kalau kita memilih pemimpin pasti terjadi akan ada friksi-friksi dan kubu-kubu maka solusinya adalah tengoklah peraturan gunakan peraturan,fa ruduhu illahi wa rosul ,kembalikan pada peraturan jangan menebar opini,jangan menebar pencitraan,jangan mengakali aturan ,jangan mengancam,berbuat adilah,jangan memprofokasi,dan memfitnah inilah keseimbangan yang Allah ciptakan antara peraturan dan implementasi(pelaksanaan) contoh lain kalau harga BBM naik,seharusnya sebelum diputuskan naik ada kajian yang mendalam gunakan peraturan,benarkah harga bensin naik akan membela rakyat kecil ? benarkah kenaikan harga premium untuk mensubsisdi rakyat kecil alas an klasik yang selalu digunakan untuk memindahkan subsidi kepada rakyat kecil nyatanya memsubsisdi pupuk,bagus pupuk disubsidi tetapi hasil pertanian harus didistribusikan ,mendistribusikan produk pertanian juga menggunakan bensin, ongkos kendaraan jadi naik , bukankah akhirnya membela kafitalis yang memborong produk-produk pertanian dan perdagangan, padahal rakyat kecil yang hidup dari hasil perdagangan yang lebih banyak menjerit dengan kenaikan harga BBM
Allah telah mengajarkan kepada kita agar menjaga keseimbangan antara membela rakyat kecil dengan kebutuhan- kebutuhan Negara(APBN),Nabi Muhammad telah mengatur forsi-forsi penggunaan garam pada tambak garam umum sehingga tidak mengambil seenaknya secara berlebihan, nabi berpesan gunakan secukupnya 

Hadirin yang Dimuliakan Allah
Sungguh indah kehidupan ini ketika menjadi Ummatan wasathon, yaitu umat tengah-tengah (keseimbangan) mengatur hidup manusia yang harmonis tidak hanya keseimbangan antara hak dan kewajiban,antar pelaksana(bawahan) dan atasan,pengurus dan anggota,pemimpin dan rakyat,semuanya diatur secara seimbang disamping itu Allah juga mengatur hubungan pribadi manusia dengan Allah,juga Allah mengatur hubungan antara kehidupan dunia dan akhirat,  firman Allah dalam al-Qur’an;
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
 “Dan carilah apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu tentang negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari keduniawian”.
Ayyuhal Hadirun Rahimakumullah
Berbeda dengan agama lainnya yang memisahkan hidup manusia secara tegas bahwa agama hanya berkaitan dengan masalah penyembahan saja. Islam tidak hanya mengetengahkan urusan individu penganutnya, melainkan juga urusan masyarakat, negara, bahkan hubungan antarbangsa.
Islam tidak membedakan ras, suku, dan bangsa. Ia diturunkan Allah untuk seluruh manusia dari bangsa dan golongan mana pun. perbedaan-perbedaan yang ada di antara mereka jika mereka konsisten tidak akan melahirkan perpecahan.
Sikap yang perlu kita pahami adalah sering diantara kita ada rasa tidak suka,benci pasti ada dalam sebuah kelompok,jika rasa tidak suka,benci dimunculkan maka ruskalah system kerja rusaklah keseimbangan yang Allah sudah gariskan,ini yang harus kita hindari bagaimana caranya jika ia benar walaupun kita tidak suka maka kita harus membiasakan diri menerima dengan jiwa besar,inilah yang khotib sebut kembali kepada aturan
Agama Islam adalah agama yang menebarkan perdamaian, persaudaraan, dan persamaan. Oleh karena itu, hal-hal yang dapat menjadi pemicu lahirnya ketidakstabilan dan permusuhan antar manusia harus dihindari. Salah satu yang tidak diperkenankan dalam ajaran Islam adalah pemaksaan satu kelompok kepada kelompok lain. Agama bagi Islam adalah keyakinan yang harus datang dari kesadaran diri terhadap eksistensi dan kekuasaan Tuhan. Apa yang baik dan buruk sudah sangat jelas diperlihatkan Allah dalam ayat-ayat-NYA, baik yang tersurat dalam Al-Quran maupun yang tersirat dalam alam ciptaan Tuhan. Manusia tinggal melihat, memahami, mempercayai dan meyakininya melalui proses berpikir yang benar. Islam mendorong umatnya untuk bekerjasama dalam berbagai segi kehidupan dengan siapa saja, termasuk dengan umat beragama lain sepanjang kerja sama dilakukan untuk kebaikan. Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang harus berusaha untuk saling menguntungkan dan tidak melanggar hukum. Umat Islam dituntut untuk melakukannya dengan baik dan adil.
Sungguh menderita manusia yang tidak memahami Islam dan tak mendapat petunjuk untuk memeluknya. Islam adalah satu-satunya agama yang telah menggariskan metode kehidupan secara utuh. Di dalamnya diatur segala urusan dan segala aspek kehidupan. Ia bukan metode bikinan manusia yang mengandung unsur benar dan salah, akan tetapi metode Illahi yang dapat mengantarkan orang yang mengikutinya kepada kebahagiaan, ketenangan, dan ketentraman jiwa di dunia, serta sukses meraih surga dan menggapai kenikmatan abadi pada hari kiamat. Allah SWT. Berfirman : Kami tidak menyia-nyiakan sesuatupun dalam al-Kitab (Al-Quran)
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Seorang Guru besar Fropesor dosen berprestasi unggul,serta  wakil rector harus terlibat narkoba ada apa ?karena narkoba bukan hanya profit sharing tetapi memang ada upaya dalam suplay niat yang jahat untuk menghancurkan negeri ini . Yang Sejak lama berbagai solusi telah dikeluarkan untuk mengatasi gerak laju HIV/AIDS. Mengapa narkoba begitu mudah menyerang pada tokoh – tokoh besar karena dalam penyelesaiannya selalu yang jadi focus adalah korban padahal dalam bisnis selalu ada suplay and demand ternyata dalam kasus di Indonesia bukan hanya menyangkut fpropit sharing bukan hanya masalah keuntungan tetapi memang ada upaya dari pensuplay unsure penghancuran mental bangsa inilah yang harus dibenahi.hukum seberat-beratnya pensuplay dan yang memproduksi.pada kasus HIV Bagi mereka yang berisiko tinggi melalui kontak seksual, disarankan untuk menggunakan kondom saat berhubungan seksual. Solusi ini mengundang kontroversi karena dianggap melegalkan perzinaan. Bahkan, pakar kejiwaan,  Adapun bagi pengguna narkotika suntik, kerapkali didengung-dengungkan solusi bahwa penggunaan jarum suntik tidak dilakukan secara bersama-sama. Jarum suntik hanya boleh digunakan oleh pribadi yang bersangkutan. Namun, sekali lagi solusi ini juga mengundang kontroversi karena bagaikan mengesahkan penggunaan narkotika di kalangan masyarakat. Mengapa hal itu bisa terjadi? Sekali lagi, solusi yang ditawarkan tersebut jelas tidak menyentuh akar masalah yang dihadapi, tetapi hanya bersifat jangka pendek. Padahal, solusi yang dibutuhkan adalah bagaimana caranya menghindarkan masyarakat dari penyakit HIV/AIDS tersebut dengan pola hidup yang baik, benar, beradab, bukan memberi solusi dengan memunculkan masalah baru. Misalnya, menggunakan kondom mungkin aman, tetapi apa jadinya kalau prostitusi malah semakin menjadi-jadi. Atau, menggunakan jarum suntik hanya untuk pribadi dan sekali pun memang aman, namun bagaimana jika dengan hal itu penggunaan narkoba jenis suntik malah menjadi marak. Belum lagi kita bisa memperoleh vaksin atau obat yang bisa mengatasi HIV/AIDS, masalah sosial baru sudah pasti akan timbul. Dalam hal ini, untuk mengatasi sesuatu, harus dicari faktor penyebab utamanya. Karena itu, di sinilah titik tolak solusi itu ditawarkan. Jika faktor penyebab itu tidak dikaji lebih dulu, tindakan apa pun yang dilakukan hanya akan bersifat sementara. Kita lihat bahwa sebagian besar penyebab HIV/AIDS adalah karena berhubungan seks di luar nikah atau faktor berzina. Karena itu, upaya untuk menanggulanginya yang efektif adalah mencegah perzinaan itu sendiri. Mustahil dapat diatasi jika zina itu mewabah di tengah-tengah masyarakat, apabila dilegalkan dengan membuat lokalisasi. Karena itu, sebaiknya kita mencegahnya daripada mengobati. Artinya, menghilangkan sebab lebih baik dari mengobati penyakit yang diakibatkan oleh sebab itu sendiri
Akibat disingkirkannya nilai-nilai agama dalam kehidupan modern, kita menyaksikan semakin meluasnya kepincangan sosial, seperti : merebaknya kemiskinan, dan gelandangan di kota-kota besar; mewabahnya pornografi dan prostitusi; HIV/AIDS; meratanya penyalahgunaan obat bius, kejahatan terorganisasi, pecahnya rumah tangga hingga mencapai 67 % di negara-negara modern; kematian ribuan orang karena kelaparan di Afrika dan Asia, di tengah melimpahnya barang konsumsi di sementara bagian belahan dunia utara
Agama adalah Solusi yang tepat bagi penanganan Korban narkoba. Penanggulangan masalah moral, sosial, dan kemanusiaan melalui program berbasis agama adalah solusi paling baik dan tepat untuk dilakukan dalam kondisi apa pun. Karena agama menjadi faktor penting dalam membangun watak, kepribadian dan kesalehan bagi umat manusia



بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.

Khutbah kedua:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}. ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar