Jumat, 23 September 2016

Tax Amnesty dan Taubat



Tax Amnesty dan Taubat
Yusup, SPd. MM
Khutbah Pertama
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. قَالَ تَعَالَى
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
ســـــــــــــــــــورة الفاتحة
 يَحْلِفُونَ بِاللهِ مَاقَالُوا وَلَقَدْ قَالُوا كَلِمَةَ الْكُفْرِ وَكَفَرُوا بَعْدَ إِسْلاَمِهِمْ وَهَمُّوا بِمَا لَمْ يَنَالُوا وَمَانَقَمُوا إِلاَّ أَنْ أَغْنَاهُمُ اللهُ وَرَسُولُهُ مِن فَضْلِهِ فَإِن يَتُوبُوا يَكُ خَيْرًا لَّهُمْ وَإِن يَتَوَلَّوْا يُعَذِّبْهُمُ اللهُ عَذَابًا أَلِيمًا فِي الدُّنْيَا وَاْلأَخِرَةِ وَمَالَهُمْ فِي اْلأَرْضِ مِن وَلِيًّ وَلاَنَصِيرٍ {74}
Hadrin sidang sholat jum’at Rokhimakumullah
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Illahi Robi yang mana telah memberikan kita nikmat,diantaranya nikmat iman nikmat islam dan nikmat yang tidak kalah pentingnya ialah nikmat sehat,sholawat dan salam marilah kita sampaikan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW ,selaku khotib saya berpesan pada diri saya dan hadirin sekalian marilah kita tingkatkan ketakwaan pada Allah SWT
Hadirin sidang sholat Jumat Rokhimakumullah
Tax Amnesty adalah pegampunan pajak,mengampuni orang-orang yang lupa membayar pajak ,suatu kebijakan yang buruk karena telah membenarkan orang orang yang melanggar aturan,dan memanjakan orang-orang yang telah melarikan uangnya keluar negeri menghindari membayar pajak,bila semua orang berusaha berkelit dan menghindar dari tanggung jawabnya maka runtuhlah Negara ini,tujuannya menjaring pesawat (pejabat-pejabat)yang melarikan uang negara keluar negeri malah akhirnya menjaring sepeda motor (rakyat kecil)
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Lagi-lagi Indonesia melakukan perbuatan dosa,perbuatan dosa yang sengaja dan bersifat masif serta berdampak sistemik mulai dari adanya ketidakadilan,KKN,koncoisme,pelegalan pelacuran,Narkoba,Miras, korupsi yang menjadi-jadi beras dikorupsi,daging sapi dikorupsi,kasus nakal Pemilihan umum,Pilkada,sekuleritas dalam Pilkada yang mengajak memilih pemimpin muslim dianggap berpikir sempit,ingatlah ketika tahun 2013 pemilihan Gubernur DKI dimana ulama,ustazt,politikus muslim telah menyuarakan jangan pilih pemimpin kafir sementara ada pemimpin muslim disekitarmu,jika kamu melakukan itu maka lepaslah kalian dari petolongan Allah,tetapi ulama, tokoh-tokoh yang menyuarakan itu dicaci maki dianggap rasisme,dianggap menjegal demokrasi,dianggap berpikir sempit,sukuisme padahal larangan memilih non muslim adalah fardu ain sama dengan mengerjakan sholat artinya jika tidak dikerjakan akan mendapatkan dosa, mereka saat itu sudah memperkirakan bahwa jakarta nantinya akan ditinggalkan gubernurnya dan wakilnya yang non muslim akan berkuasa,tetapi masyarakat telah sakit berani melawan yang Allah perintahkan dan target yang akan datang jika non muslim tersebut menang memimpin jakarta tahun 2017,Jakarta sebagai miniatur Indonesia maka kedepan tidak mustahil non muslim tersebut akan menjadi Presiden Indonesia sungguh sangat mengenaskan dan akhirnya murka Allahpun datang bertubi-tubi . bisa jadi musibah-musibahpun berdatangan longsor gempa bumi kesulitan hidup karena siapa yang menghindar dari hukum Allah maka lepaslah dia dari pertolongan Allah
} لاَ يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللهِ فِي شَيْءٍ إِلآَّ أَن تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللهِ الْمَصِيرُ {28}
Janganlah orang-orang mu'min mengambil orang-orang kafir menjadi wali /pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mu'min. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu). (QS. 3:28)



Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Kemudian perbuatan dosa bangsa ini telah meruntuhkan ajaran islam diantaranya pejabat-pejabat banyak sekali yang ramah,berislsam tetapi korupsi, tidak ada kapok-kapoknya,kasus korupsi dana haji,kasus korupsi pengadaan kitab suci,korupsi impor daging sapi,dan lain lain ,ahlak pejabat makin menjadi jadi buruknya,kemudian  kita dikejutkan dengan kasus korupsi impor Gula pasir oleh Ketua DPD DPRRI. sebaiknya Indonesia melaksanakan taubat Nasional seperti kebijakan Tax Amnesti yang mengampuni para pengemplang pajak dan pelanggar pajak baik yang melarikan uangnya keluar negeri atau yang berbuat nakal  dalam instrumen pajak
Dalam ajaran Islam kita mengenal perintah memaaafkan,perintah taubat atau pengampuan.Manusia tidak lepas dari kesalahan, besar maupun kecil, disadari maupun tanpa disengaja. Apalagi jika hawa nafsu mendominasi jiwanya. Ia akan menjadi bulan-bulanan berbuat kemaksiatan.Taubat adalah memohon ampunan Allah dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi
Manusia diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Yaitu dengan bertaubat dari perbuatan-perbuatan yang bisa mengantarkannya ke jurang neraka.
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Marilah kita perhatikan Allah firman Allah dalam surat At Taubah ayat 74
} يَحْلِفُونَ بِاللهِ مَاقَالُوا وَلَقَدْ قَالُوا كَلِمَةَ الْكُفْرِ وَكَفَرُوا بَعْدَ إِسْلاَمِهِمْ وَهَمُّوا بِمَا لَمْ يَنَالُوا وَمَانَقَمُوا إِلاَّ أَنْ أَغْنَاهُمُ اللهُ وَرَسُولُهُ مِن فَضْلِهِ فَإِن يَتُوبُوا يَكُ خَيْرًا لَّهُمْ وَإِن يَتَوَلَّوْا يُعَذِّبْهُمُ اللهُ عَذَابًا أَلِيمًا فِي الدُّنْيَا وَاْلأَخِرَةِ وَمَالَهُمْ فِي اْلأَرْضِ مِن وَلِيًّ وَلاَنَصِيرٍ {74}
Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam, dan menginginkan apa yang mereka tidak dapat mencapainya; dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), kecuali karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka denga azab yang pedih di dunia dan di akhirat; dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi. (QS. 9:74)



Hadirin sidang sholat Jumat Rokhimakumullah
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
كُلُّ بَنِيْ آدَمَ خَطَاءٌ وَ خَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّبُوْنَ. رَوَاهُ التِّرْمـِذِيُّ
Setiap anak adam (manusia) berbuat kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yang bertaubat. [2]
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
Taubat  nashuha, adalah kembalinya seorang hamba kepada Allah dari dosa yang pernah dilakukannya, baik sengaja ataupun karena ketidaktahuannya
Hadirin sidang sholat Jumat Rokhimakumullah
Berdasarkan dosa-dosa di atas terhadap bangsa ini marilah kita instrospeksi apa penyebab semuanya itu
Pertama umat islam cinta dunia hampir semua aktifitas kehidupan umat islam orientasinya harta dan jabatan,sesorang yang dihargai dan dinilai berdasarkan harta dan jabatan sehingga kwalifikasi,nilai tidak lagi mementingkan islam memisahkan urusan dunia dengan Islam menganggap politik itu bukan urusan umat islam.Mereka berkata : jangan bawa bawa agama dalam politik
Kedua  umat islam meninggalkan jihad  banyak orang lari dari kepentingan agama,tidak mau berjuang untuk kepentingan islam,jihad harta tidak mau,jihad tenaga tidak bersedia,jihad memperbaiki keadaan tidak mau,jihad memilih pemimpin muslim diperdebatkan dan dilaksanakan,
Ketiga umat islam berkubang kemaksiatan sepertinya dosa itu seperti bukan bencana mereka meremehkan Tuhan terjadinya bencana tidak mereka kaitkan dengan dosa-dosa yang mereka lakukan bersahabat dengan dosa ditempat kerja ajaran islam ditinggalkan,di keluarga,di masyarakat dalam pergaulan dikiranya Tuhan ada dia mengir Allah hanya ada di masjid lalu berkubang kemaksiatan menjadi kebiasaan sehari-hari

Keempat umat islam menyerahkan setiap urusan bukan pada ahlinya menempatkan orang dalam jabatan dan pekerjaan bukan berdasarkan kemampuan tetapi berdasarkan kedekatan,like in this like maka kehancuran selalu ada pada umat islam
Kelima umat islam bodoh dalam hal agama dari tahun ke tahun pengajian membahas thaharah selesai hari raya idul Fitri kembali penutupan pengajian bertemu lagi thaharah,pembahasan ekonomi umat,gerakan islam,gerakan persatuan umat,profesionalisme tidak diperhatikan yang mengenaskan dalam hal politik banyak sekali umat islam yang mengharamkan untuk dibahas padahal Islam dibangun dimaulai dari gerakan politik menundukan romawi jajirah arab afrika dan erofa
Sebaiknya dalam mengambil kebijakan harus memperhatikan dan menempuh hal-hal sebagai berikut :
Pertama adanya landasan hukum, dalam ajaran islam adanya dalil/nash yang digunakan apapun pekerjaan apapun tindakan apakah mau melahirkan pemimpin muslim ekonomi,pekerjaan semua ada dalil umat islam dari sini jangan kita berdepat kalau memang sudah diperintahkan Allah ya laksnakan
Kedua secara prosedur bisa dilaksanakan secara umum ajaran islam masih banyak yang abstrak lalu kalau harus dilaksnakan dalam kehidupan sehari-hari dalam bekerja mislnya maka harus dibuatkan aturan agar bekerja secara islami
Ketiga secara kebijakan (politik) bisa diterima setiap kebiajkan harus memperhatikan unsure manusia masyrakat secara fisik kejiwaan dan mental serta kemampuan manusia apakah bisa dilaksnakan
Keempat adanya rasa keadilan setiap kebijakan harus dibagi-bagi secara adil efek dan akibat dari kebijakan itu harus memenuhi rasa keadilan
Kelima adanya manfaat setip kebijakan harus ada kemaslahatan dan mafaatnya pada masyarakat jangan samapai kebijakan justru menyiksa dan menjajah umat islam itu sendiri

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.

Khutbah kedua:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}. ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ