LAYANAN
PRIMA (EXELLENT SERVICE)
Oleh
: YUSUP, S.Pd. MM
NBM :
871677
No.
Kontak : 081381237000
Email :
yusup_nani@yahoo.co.id
PERBANKAN SYARIAH FAKULTAS AGAMA
ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG
A.PENGERTIAN
PELAYANAN PRIMA (EXCELLENT SERVICE)
Pelayanan prima (excellent
service) adalah pelayanan terbaik
atau sangat baik. Mengapa pelayanan itu disebut terbaik ? disebut terbaik karena
sesuai dengan standar pelayanan yang berlaku atau ketentuan yang dimiliki
lembaga pemberi pelayanan. oleh karena itu selain pelayanan harus sesuai standar pelayanan kita juga harus memperhatikan karakteristik dan prinsip-prinsip pelayanan publik.Karakteristik pelayanan
adalah sebagai berikut :
} a. Pelayanan bersifat tidak dapat diraba, pelayanan sangat
berlawanan sifatnya dengan barang jadi.
} b. Pelayanan
pada kenyataannya terdiri dari tindakan nyata
dan merupakan pengaruh yang bersifat
tindakan sosial.
} c.Kegiatan
produksi dan konsumsi dalam pelayanan tidak dapat dipisahkan secara nyata,
karena pada umumnya terjadi dalam waktu dan tempat bersamaan.
Definisi Customer Service Pelayanan
Nasabah atau yang sering kita dengar sebagai Customer Service Officer berasal
dari dua kata yaitu Customer yang berarti pelanggan dan Service yang berarti
pelayanan. Pelayanan menurut Kasmir, S.E., M.M., diartikan sebagai tindakan
atau perbuatan seseorang atau organisasi untuk memberikan kepuasan kepada
pelanggan atau nasabah. Sedangkan Pelayanan Nasabah atau Customer Service
Officer menurut Buku Operasional Bank Rakyat Indonesia adalah kelompok kerja
pelayanan yang merupakan himpunan dari pegawai yang profesional dibidang
pelayanan dan ditujukan untuk meningkatkan kepuasan kepada nasabah, dengan cara
memenuhi harapan dan kebutuhannya. Customer Service Officer dituntut untuk
selalu berhubungan dengan nasabah dan menjaga hubungan itu tetap baik. Hal ini
tentu saja harus dilakukan karena menjaga hubungan yang baik dengan nasbah juga
berarti menjaga image bank agar citra bank dapat terus meningkat di mata
nasabah. Customer Service Officer harus memiliki kemampuan melayani nasabah
secara tepat dan cepat serta memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik.
Customer Service Officer yang baik harus diikuti dengan tersedianya sarana dan
prasarana yang mendukung kecepatan, ketepatan, dan keakuratan pekerjaannya.
Selain itu, Customer Service Officer dituntut untuk memberikan pelayanan yang
prima kepada nasabahnya, agar pelayanan yang diberikan dapat memuaskan nasabah.
Untuk itu seorang Customer Service Officer harus memiliki dasar-dasar pelayanan
yang kokoh seperti etiket pelayanan, pengenalan produk, dan dasar-dasar
lainnya.
B. DASAR-DASAR PELAYANAN PRIMA
`
Sebelum memberikan pelayanan yang baik karyawan atau pegawai Bank harus memahami tufoksinya masing-masing yaitu tugas pokok dan fungsi dirinya sebagai pegawai Bank tufoksi itu tergambar dalam struktur pembidangannya. Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan yang diharapkan dan diinginkan. Bank Syariah memiliki struktur organisasi yang berbeda, pada tiap-tiap level kantor:
1. Kantor Pusat
2. Kantor Cabang dan Cabang Pembantu
3. Kantor Kas
Tugas dewan
komisaris adalah melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada direksi,
baik mengenai kebijakan maupun jalannya perusahaan.
Tugas direksi
adalah menjalankan pengurusan perusahaan demi tercapainya tujuan perusahaan.
Tugas dewan
pengawas syariah adalah melakukan pengawasan terkait pengembangan maupun
operasional bank syariah.
Pemimpin Cabang:
1. Memimpin
kantor cabang di tempat kedudukannya dan bertindak atas nama direksi baik di
dalam maupun di luar pengadilan dalam hubungannya dengan kegiatan bank.
2. Memegang
rahasia bank.
3. Melaksanakan
misi kantor cabang keseluruhan.
4. Mengelola
pelaksanaan sistem dan prosedur.
5.Merencanakan, mengembangkan,
melaksanakan, serta mengelola bisnis di wilayah kerja kantor cabang.
6. Mengelola kas daerah.
7. Memberikan kontribusi laba yang
nyata terhadap upaya pencapaian laba bank secara keseluruhan.
8. Merencanakan, mengembangkan,
melaksanakan, serta mengelola layanan unggul kepada nasabah.
9. Melaksanakan kepatuhan terhadap
sistem dan prosedur, peraturan BI serta peraturan UU lain yang berlaku.
Tugas bidang pemasaran:
1. Mengelola pelaksanaan sistem dan
prosedur bidang pemasaran, perkreditan, dan jasa bank.
2. Mengelola pemasaran produk dan jasa
3. Memasarkan produk kredit dan jasa
kepada nasabah/bukan nasabah.
4. Melaksanakan kepatuhan terhadap
sistem prosedur, peraturan BI, serta peraturan UU yang berlaku.
Tugas bidang pelayanan:
1. Mengelola pelaksanaan sistem dan
prosedur di bidang pelayanan dan operasi bank
2. Merencanakan, mengembangkan,
melaksanakan, mengelola pelayanan produk jasa dan bank
3. Mengelola pelayanan ATM
Tugas Kepala Cabang Pembantu à kombinasi
tugas kepala cabang, seksi pemasaran, dan seksi operasional tapi dengan skala
yang lebih kecil.
Struktur kantor kas:
1.
Pimpinan kantor
2.
Teller / kasir
3.
Security
4.
Cleaning Service
Fungsi dari
kantor kas hanyalah untuk melayani kegiatan-kegiatan transaksi keuangan tunai
saja.
DPS,
berdasarkan keputusan Dewan MUI:
DPS adalah badan yang ada di lembaga
keuangan syariah dan bertugas mengawasi pelaksanaan keputusan DSN di lembaga
keuangan syariah tersebut. DPS diangkat dan diberhentikan di LKS melalui RUPS
setelah mendapat rekomendasi dari DSN.
Peran utama
para ulama dalam DPS adalah mengawasi jalannya LKS sehari-hari agar selalu
sesuai dengan ketentuan-ketentuan syariah.
DPS harus
membuat pernyataan secara berkala bahwa LKS yang diawasinya telah berjalan
sesuai dengan ketentuan syariah.
DPS meneliti
dan membuat rekomendasi produk baru dari LKS yang diawasinya.
Kepuasan nasabah sangat tergantung pada pegawai bank yang melayaninya.
akan tetapi , agar pelayanan menjadi berkualitas dan memiliki standar yang
jelas,maka setiap Customer Service perlu dibekali dengan pengetahuan yang
mendalam tentang dasar-dasar pelayanan. Kualitas yang diberikan tentunya harus
sesuai dengan standar tertentu yang diinginkan Bank. Tanpa standar tertentu,
Customer Service Officer bank akan sulit untuk memberikan pelayanan yang
berkualitas. Berikut ini adalah dasar-dasar pelayanan yang baik yang harus
dimengerti dan dipahami oleh Customer Service Officer, antara lain sebagai
berikut:
1.
Berpakaian dan berpenampilan yang
rapih dan bersih
Customer Service Officer harus mengenakan seragam yang
sepadan dengan kombinasi yang menarik. Pakaian yang dikenakan harus memberikan
kesan yang benar-benar memikat konsumen.
2.
Percaya diri, bersikap akrab, dan
penuh senyum
Dalam melayani nasabah Customer Service Officer tidak boleh
ragu-ragu, akan tetapi harus memiliki keyakinan dan percaya diri yang tinggi.
Customer Service juga harus bersikap akrab dan penuh senyum dengan raut muka
yang menarik setulus hati serta tidak dibuat-buat.
3.
Menyapa dengan lembut
Menyapa dan berusaha menyebutkan nama nasabah pada saat
nasabah datang, Customer Service Officer harus menyapanya terlebih dahulu.
Usahakan menyapa dengan menyebutkan namanya agar terasa lebih akrab.
4.
Tenang, sopan, dan hormat
Tenang,sopan dan hormat mendengarkan setiap pembicaraan Pada
saat melayani nasabah, Customer Service harus dalam keadaan tenang, tidak
terburu-buru, dan sopan dalam bersikap. Kemudian tunjukkan sikap menghormati
sekaligus berusaha memahami nasabah.
5. Tekun mendengarkan
setiap pembicaraan dan menerima keluhan dengan baik Customer Service harus
tekun mendengarkan pembicaraan nasabah dan berusaha menerima keluhan nasabah
dengan baik. dengan begitu, nasabah akan merasa dihargai dengan baik.
6. Berbicara jelas dengan bahasa yang baik dan benar
Berbicara jelas dengan bahasa yang baik dan benar adalah
dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Suara yang digunakan juga harus jelas
dalam arti mudah dipahami dan jangan menggunakan istilah-istilah sulit yang
tidak dipahami oleh nasabah.
7. Bergairah dalam melayani
dan tunjukkan kemampuan Seorang Customer Service harus meunjukkan pelayanan
yang prima dengan memahami keinginan dan kemauan nasabah. Dalam memberikan
informasi ke nasabah, Customer Service harus memiliki kemampuan dan pengetahuan
tentang produk bank sehingga nasabah dapat terbantu.
8. Jangan menyela atau memotong pembicaraan Saat nasbah
berbicara jangan menyela atau memotong pembicaraannya. Kemudian hindari kalimat
yang bersifat teguran atau sindiran, dan jangan berdebat apabila terjadi
sesuatu dengan nasabah.
9. Mampu meyakinkan nasabah serta memberikan kepuasan Setiap
pelayanan yang diberikan harus mampu meyakinkan nasabah dengan argumen-argumen
yang masuk akal. Customer Service juga harus mampu memberikan kepuasan kepada
nasabah atas pelayanan yang diberikan.
10. Jika tidak sanggup menangani permasalahan yang ada,
mintalah bantuan Dalam praktiknya, terkadang ada hal-hal yang tidak mampu atau
tidak sanggup kita lakukan sendiri. Dalam hal ini, jika tidak sanggup menangani
permasalahan yang ada, mintalah bantuan kepada yang sanggup dan mengerti akan
permasalahan tersebut.
11. Bila belum dapat melayani, beritahukan kapan nasabah
akan dilayani Jika pada saat tertentu Customer Service dalam keadaan sibuk dan
tidak dapat melayani salah satu nasabah, beritahukan kepada nasabah kapan
mereka akan dilayani dengan simpatik.
Service Excellent (Pelayanan Prima) Pelayanan Prima,
sebagaimana tuntutan pelayanan yang memuaskan pelanggan / masyarakat, maka
diperlukan persyaratan agar dapat dirasakan oleh setiap pelayan untuk memiliki
kualitas kompetensi yang profesional, dengan demikian kualitas kompetensi
profesionalisme menjadi sesuatu aspek penting dan wajar dalam setiap transaksi.
Pelayanan prima adalah segala upaya
terbaik dan sempurna dari seseorang yang diwujudkan dalam bentuk memenuhi
kebutuhan orang lain, sehingga orang tersebut merasa puas. Pelayanan prima adalah layanan yang bermutu tinggi, layanan yang
istimewa yang terbaik dan layanan yang prima. Service Excellent menggambarkan
etos/budaya kerja suatu perusahaan/bank/organisasi dan karyawannya. Apapun
pelayanan kepada masyarakat tentunya telah ada suatu ketetapan tata laksananya,
prosedur dan kewenangan sehingga penerima pelayanan puas apa yang telah
diterimanya. Sehubungan dengan itu pelayanan kepada masyarakat harus mempunyai
makna mutu pelayanan yang : Memenuhi standar waktu, tempat, biaya, kualitas dan
prosedur yang ditetapkan untuk penyelesaian setiap tugas dalam pemberian
pelayanan. Memuaskan pelanggan artinya bahwa setiap keinginan orang yang
menerima pelayanan merasa puas, berkualitas dan tepat waktu dan biaya
terjangkau.
Manfaat Pelayanan prima
:
v Meningkatkan rasa loyalitas nasabah/public
v Meningkatkan pangsa pasar
v Meningkatkan penjualan jasa,dan laba
v Meningkatkan reputasi Bank/perusahaan/organisasi
v Menghindari pertentangan
v Menerima pesanan ulang dari si nasabah/pembeli
v Meningkatkan junmlah nasabah utama dan nasabah baru
v Menghemat biaya pemasaran dan budget promosi
v Mengurangi jumlah keluhan
v Meningkatkan moral karyawan
v Meningkatkan produktivitas karyawan
v Meningkatkan hubungan baik antar sesama karyawan
v Hanya beberapa karyawan yang mengeluh
v Hanya beberapa karyawan yang suka absen dan suka terlambat
v Mengurangi jumlah karyawan yang keluar dari perusahaan
Berikut beberapa paradigma ekonomi syariah yang menimbulkan kemaslahatan atas pelayanan Bank Syariah:
1. Tauhid. Dalam pandangan Islam, salah satu misi manusia diciptakan adalah untuk menghambakan diri kepada Allah SWT: ”Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (51:56). Pengambaan diri ini merupakan realisasi tauhid seorang hamba kepada Pencipta-Nya. Konsekuensinya, segenap aktivitas ekonomi dapat bernilai ibadah jika diniatkan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
2. Allah SWT sebagai pemilik harta yang hakiki. Prinsip ekonomi syariah memandang bahwa Allah SWT adalah pemilik hakiki dari harta. ” Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi ” (2:284). Manusia hanya mendapatkan titipan harta dari-Nya, sehingga cara mendapatkan dan membelanjakan harta juga harus sesuai dengan aturan dari pemilik hakikinya, yaitu Allah SWT.
3. Visi global dan jangka panjang. Ekonomi syariah mengajarkan manusia untuk bervisi jauh ke depan dan memikirkan alam secara keseluruhan. Ajaran Islam menganjurkan ummatnya untuk mengejar akhirat yang merupakan kehidupan jangka panjang, tanpa melupakan dunia: ”Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” (28: 77). Risalah Islam yang diturunkan kepada Muhammad SAW pun mengandung rahmat bagi alam semesta: ”Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (23:107). Dengan demikian dalam dimensi waktu, ekonomi syariah mempertimbangkan dampak jangka panjang, bahkan hingga kehidupan setelah dunia (akhirat). Sedangkan dalam dimensi wilayah dan cakupan, manfaat dari ekonomi syariah harus dirasakan bukan hanya oleh manusia, melainkan alam semesta.
4. Keadilan. Allah SWT telah memerintahkan berbuat adil: ”Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil” (4: 48). Bahkan, kebencian seseorang terhadap suatu kaum tidak boleh dibiarkan sehingga menjadikan orang tersebut menjadi tidak adil: ”Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (5:8).
5. Akhlaq mulia. Islam menganjurkan penerapan akhlaq mulia bagi setiap manusia. bahkan Rasulullah SAW pernah menyatakan bahwa: ”Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia” (HR. Malik). Termasuk saat mereka beraktivitas dalam ekonomi. Akhlaq mulia semisal ramah, suka menolong, rendah hati, amanah, jujur sangat menopang aktivitas ekonomi tetap sehat. Contoh terbaik dalam akhlaq adalah Muhammad SAW, sehingga Allah SWT memuji beliau: ”Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung” (68:4). Sebelum diangkat menjadi Rasul, Muhammad sangat dipercaya oleh kaumnya sehingga diberi gelar ’al-Amin’ (yang terpercaya). Hasilnya, beliau menjadi pengusaha yang sukses.
6. Persaudaraan. Islam memandang bahwa setiap orang beriman adalah bersaudara: ”Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara..” (49:10). Konsep persaudaraan mengajarkan agar orang beriman bersikap egaliter, peduli terhadap sesama dan saling tolong menolong. Islam juga mengajarkan agar perbedaan suku dan bangsa bukanlah untuk dijadikan sebagai pertentangan, melainkan sebagai sarana untuk saling mengenal dan memahami: ”Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.” (49:13).
C.STANDAR
PELAYANAN
Standar pelayanan ini
setidaknya-tidaknya berisi tentang:
1.Dasar hukum
2.Persyaratan
3.Prosedur pelayanan
4.Waktu penyelesaian
5.Biaya pelayanan
6.Produk pelayanan
7.Sarana dan prasarana
8.Kompetensi petugas pemberi
pelayanan, pengawasan intern
9.Penanganan pengaduan, saran dan
masukan
10.Jaminan Pelayanan.
Pelayanan yang diberikan akan
berkualitas jika setiap petugas Customer Service Officer dibekali pengetahuan
tentang dasar-dasar pelayanan yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan
dihadapinya, termasuk kemampuannya menguasai pengetahuan tentang segala sesuatu
yang berhubungan dengan bank dan produk yang ditawarkan. B. Ciri-Ciri Pelayanan
yang Baik Banyak bank ingin selalu dianggap baik oleh nasabah karena nasabah
akan menjadi pelanggan setia terhadap produk atau jasa yang ditawarkan.
Disamping itu, bank juga berharap dari pelayanan baik yang diberikan, nasabah
dapat ikut mempromosikan bank kepada nasabah lain. Hal ini merupakan keuntungan
tersendiri bagi bank. Dalam memberikan pelayanan yang baik, bank telah
menetapkan standar yang didukung dengan sarana dan prasarana yang ada sehingga
kepuasan nasabah dapat terpenuhi. Selain itu, pelayanan yang baik memiliki
ciri-ciri tersendiri. Dalam hal ini, Bank menggunakan kriteria untuk membentuk
ciri-ciri pelayanan yang baik yang didorong oleh beberapa faktor pendukung yang
berpengaruh langsung terhadap mutu pelayanan yang diberikan. Yang
pertama adalah faktor manusia yang memberikan pelayanan tersebut.
Manusia (Customer Service Officer) yang melayani nasabah harus memiliki
kemampuan melayani pelanggan secara tepat dan cepat. Disamping itu, Customer
Service Officer harus memiliki kemampuan dalam berkomunikasi, sopan santun,
ramah, dan bertanggung jawab penuh terhadap nasabahnya. Yang kedua adalah faktor
tersedianya sarana dan prasarana yang mendukung kecepatan, ketepatan, dan
keakuratan pekerjaan. Sarana dan prasarana yang dimiliki harus dilengkapi oleh
kemajuan teknologi terkini. Pada akhirnya, sarana dan prasarana ini
dioperasikan oleh manusia yang berkualitas. Sehingga, kedua faktor pendukung di
atas, saling menunjang satu sama lainnya. Setelah ada faktor pendukung yang
berpengaruh terhadap mutu layanan,
Kategori Produk
Bank Syariah
} Produk
Penyaluran Dana (Financing)
} Produk
Penghimpunan Dana (Funding)
} Produk Jasa (Services)
Sumber dana
bank syariah diperoleh dari empat sumber:
1. Modal
2. Titipan
3. Investasi
4. Investasi Khusus
Al-wadiah,
secara bahasa diartikan sebagai meninggalkan atau meletakkan sesuatu pada orang
lain untuk dipelihara dan dijaga.
Teknis
perbankan:
1. Prinsip wadiah yang diterapkan adalah wadiah yad
dhamanah yang diterapkan pada produk rekening giro.
2. Wadiah
dhamanah berbeda dengan wadiah amanah, yakni wadiah dhamanah
boleh dimanfaatkan oleh yang menerima titipan.
} Mudharabah
Mutlaqah , terdapat
pada tabungan dan giro. Pada prinsip ini, tidak ada pembatasan bagi bank dalam
menggunakan dana yang dihimpun.
} Mudharabah Muqayyadah
merupakan
simpanan khusus dimana pemilik dana dapat menetapkan syarat-syarat tertentu
yang harus dipatuhi oleh bank.
Penyaluran Dana
1.
Jual Beli
Skema Bai’ al-Murabahah
Skema Bai’ as-Salam
Skema Bai’ al-Isthisna
} Murabahah adalah jual-beli
barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang disepakati antara pihak
bank dan nasabah.
} Penjualan
barang kepada nasabah dilakukan atas dasar cost-plus profit.
} Definisi akad salam
adalah pesanan barang yang disebutkan sifat-sifatnya, yang dimana pemesan
barang menyerahkan uang seharga barang yang dipesan, dan barang tersebut
menjadi tanggungan penerima pesanan.
} Bai’
al-Isthisna merupakan suatu jenis khusus dari bai’ as-salam, namun
pembayarannya dapat dilakukan oleh bank dalam beberapa kali pembayaran.
2.
Sewa (Ijarah)
} Ijarah adalah
pemindahan hak guna atas barang dan jasa, melalui pembayaran upah sewa, tanpa
diikuti dengan pemindahan kepemilikan.
} Teknis
perbankan:
-
Ijarah ditandai adanya
pemindahan manfaat.
-
Pada akhir masa sewa, bank dapat
menjual barang yang disewakan kepada nasabah (al-ijarah al-muntahia
bit-tamlik)
-
Harga sewa dan harga jual disepakati
pada awal perjanjian antara bank dengan nasabah.
3.
Bagi Hasil
Al-Musyarakah à kerjasama
antara kedua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu di mana masing-masing
pihak memberikan kontribusi dana dengan keuntungan dan risiko akan ditanggung
bersama sesuai kesepakatan.
Al-Mudharabah à akad kerjasama
usaha antara dua pihak dimana bank menyediakan seluruh modal sedangkan pihak
lainnya menjadi pengelola.
Akad Pelengkap
} Al-Hiwalah à memindahkan
hutang dari tanggungan orang yang berhutang (muhil) menjadi tanggungan
orang yang berkewajiban membayar hutang (muhil alaih).
} Ar-Rahn à menahan salah
satu harta milik si peminjam sebagai jaminan atas pinjaman yang diterimanya.
} Al-Qardh à pemberian
harta kepada orang lain yang dapat ditagih atau diminta kembali atau dengan
kata lain meminjamkan tanpa mengharapkan imbalan.
} Al-Wakalah à pelimpahan
kekuasaan oleh seseorang sebagai pihak pertama (nasabah) kepada orang lain
sebagai pihak kedua dalam hal-hal yang diwakilkan.
} Al-Kafalah à jaminan yang
diberikan oleh penanggung (kafil) kepada pihak ketiga untuk memenuhi
kewajiban pihak kedua atau yang ditanggung.
Produk Simpanan BSM
} Consumer
Banking:
1.
Tabungan BSM
-
Tab. Berencana
-
Tab. Simpatik
-
Tab. Investa Cendekia
-
Tab. Mabrur
-
Tab. Dollar
-
Tab. Kurban
-
Tab. Pensiun
2. Giro BSM
- BSM Giro
- BSM Giro Valas
- BSM Giro SGD
- BSM Giro EURO
3. Deposito BSM
- BSM Deposito
- BSM Deposito Valas
Produk
Pembiayaan BSM
} BSM Implan
} Pembiayaan
Peralatan Kedokteran
} Pembiayaan
Edukasi BSM
} Pembiayaan Dana
Berputar
} Pembiayaan
Kepada Pensiunan
} Pembiayaan
Umrah
} Pembiayaan
Kepada Koperasi Karyawan untuk Anggotanya
} Pembiayaan
Griya BSM
} Pembiayaan
Talangan Haji
} BSM Customer
Network Financing
} Pembiayaan
Griya BSM Optima
} Pembiayaan
Griya BSM Bersubsidi
} Pembiayaan
Kendaraan Bermotor
Produk Jasa
} Commercial
Banking:
-
Bank Garansi
-
Letter of Credit
-
Surat Keterangan Dukungan Bank
-
Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN)
D.CIRI – CIRI PELAYANAN TERBAIK
Terciptanya ciri-ciri pelayanan yang baik, antara lain
sebagai berikut :
1. Sarana Prasarana
Sarana physic terdiri dari dua unsur yaitu
tersedianya karyawan yang baik dan tersedianya sarana dan prasarana yang baik.
Customer Service Officer yang baik harus ramah, sopan, menarik, cepat tanggap,
pandai bicara, menyenangkan serta pintar, karena kenyamanan nasabah sangat
tergantung dari Customer Service Officer yang melayaninya. Selain itu, Customer
Service Officer juga harus mampu memikat dan mengambil hati nasabah sehingga
nasabah semakin tertarik. Demikian juga, dengan cara kerja karyawan yang rapih,
cepat, dan cekatan. Salah satu hal yang paling penting yang harus diperhatikan
adalah sarana dan prasarana yang dimiliki bank. Peralatan dan fasilitas yang
dimiliki seperti ruang tunggu dan ruang untuk menerima tamu harus dilengkapi
dengan berbagai fasilitas yang memadai sehingga membuat nasabah merasa nyaman,
betah, dan tidak bosan di ruangan tersebut.
2.
Tanggung Jawab Dalam menjalankan kegiatan pelayanan,
Customer Service
Officer harus mampu bertanggung jawab melayani setiap nasabah dari awal hingga
selesai. Nasabah akan merasa puas jika mereka merasakan adanya tanggung jawab
dari Customer Service Officer tersebut. Apabila ada nasabah yang tidak dilayani
secara tuntas akan menjadi citra yang buruk bagi bank. Nasabah yang tidak puas
tersebut selalu membicarakan hal-hal yang negatif tentang bank, dan biasanya
suatu keburukan akan lebih cepat berkembang dari pada kebaikan.
3.
Responsif Seorang Customer Service
Officer harus mampu melayani saecara cepat dan tepat. Dalam
melayani nasabah, Customer Service Officer harus melakukannya sesuai prosedur
layanan yang ditetapkan bank. Layanan yang diberikan harus sesuai jadwal dan
jangan membuat kesalahan (sesuai prosedur bank dan keinginan nasabah). Melayani
secara cepat artinya melayani dalam batasan waktu yang normal. Pelayanan untuk setiap
transaksi sudah memiliki standar waktu, namun karyawan juga harus pandai
mengatur waktu dan jangan berbicara hal-hal diluar konteks pekerjaan secara
berlebihan pada saat melayani nasabah. Sedangkan melayani secara tepat artinya
jangan sampai terjadi kesalahan baik dalam hal pembicaraan maupun pekerjaan.
Proses yang terlalu lama dan berbelit-belit akan membuat nasabah menjadi tidak
betah dan malas berhubungan kembali.
4. Komunikatif
Komunikatif Mampu berkomunikasi artinya Customer Service
Officer harus mampu dengan cepat memahami keinginan nasabah. Selain itu,
Customer Service Officer harus dapat berkomunikasi dengan bahasa yang jelas dan
mudah dimengerti. Komunukasi harus dapat membuat nasbah senang sehingga jika
nasabah mempunyai masalah, nasabah tidak segan-segan mengemukakannya kepada
Customer Service Officer. Mampu berkomunikasi dengan baik juga akan membuat
setiap permasalahan menjadi jelas sehingga tidak timbul salah paham.
5.Keamanan Pelayanan
Memberikan jaminan kerahasiaan setiap transaksi artinya
Customer Service Officer harus menjaga kerahasiaan informasi data nasabah,
terutama yang berkaitan dengan uang dan pribadi nasabah. Dalam perusahaan
perbankan kerahasiaan nasabah sangat dijunjung tinggi. Bank tidak boleh
sembarangan memberikan informasi kecuali memang dipersyaratkan oleh
undang-undang. Menjaga rahasia nasabah merupakan ukuran kepercayaan nasabah
kepada bank.
6.Kecakapan Customer Service
Untuk menjadi Customer Service Officer yang khusus melayani
nasabah, customer service harus memiliki kemampuan dan pengetahuan tertentu.
Karena tugas customer service selalu berhubungan dengan nasabah. Customer
Service Officer harus dididik khusus mengenai kemampuan dan pengetahuan untuk
menghadapi nasabah maupun kemampuan dalam bekerja.
7. Pemahaman Intensitas nasabah
Berusaha memahami kebutuhan nasabah artinya karyawan hgarus
cepat tanggap terhadap apa yang diinginkan oleh nasabah. Usahakan mengerti dan
memahami keinginan dan kebutuhan nasabah secara tepat.
8. Kredibilitas
Kepercayaan calon nasabah kepada bank mutlak diperlukan
sehingga calon nasabah mau menjadi nasabah bank yang bersangkutan. Kepercayaan
merupakan ujung tombak bank untuk menjalankan aktivitasnya. Sekali pelayanan
yang diberikan dapat memuaskan nasabah, maka akan menimbulkan kepercayaan
kepada nasabah tersebut. Karena meningakatkan kepercayaan lebih berat dari pada
mempertahankan kepercayaan yang sudah diberikan.
9. Keramahan
Keramahan adalah
sikap positif dan perilaku terhormat yang harus ditunjukkan kepada setiap
nasabah. Karyawan bank harus menjalin kermahan dan keakraban kepada nasabah,
agar nasabah merasa senang dan nyaman ketika berhadapan dengan karyawan bank.
10. Hubungan masing-masing bagian dalam Bank
Hubungan masing-masing bagian dalam Bank harus memiliki
kemudahan akses dalam berkomunikasi dengan nasabahnya. Sehingga apabila nasabah
ingin berkomunikasi langsung dengan bagian tertentu nasabah dapat berbicara
langsung dengan karyawan bank yang bersangkutan.
E.UNSUR-UNSUR KWALITAS PELAYANAN
PRIMA
Unsur-unsur pelayanan prima yang hrus diperhatikan adalah
sebagai berikut
1.
Penampilan Personal dan fisik
Sebagaimana layanan kantor depan (resepsionis) memerlukan
persyaratan seperti : wajah harus menawan, badan harus tegap / tidak cacat,
tutur bahasa menarik, familiar dalam perilaku, penampilan penuh percaya diri,
busana harus menarik
2.
Tepat Waktu dan janji
Secara utuh dan prima petugas pelayanan dalam menyampaikan
perlu diperhitungkan janji yang disampaikan kepada pelanggan bukan sebaliknya
selalu ingkar janji. Demikian juga waktu jika mengutarakan 2 hari selesai harus
betul-betul dapat memenuhinya.
3. Kesediaan Melayani Sebagaimana
fungsi dan wewenang harus melayani kepada para pelanggan, konsekuensi logis
petugas harus benar-benar bersedia melayani kepada para pelanggan.
4. Pengetahuan dan Keahlian Sebagai
syarat untuk melayani dengan baik, petugas harus mempunyai pengetahuan dan
keahlian. Disini petugas pelayanan harus memiliki tingkat pendidikan tertentu
dan pelatihan tertentu yang disyaratkan dalam jabatan serta memiliki pengalaman
yang luas dibidangnya.
5. Kesopanan dan Ramah Tamah
Masyarakat pengguna jasa pelayanan itu sendiri dan lapisan masyarakat baik
tingkat status ekonomi dan sosial rendah maupun tinggi terdapat perbedaan karakternya
maka petugas pelayanan masyarakat dituntut adanya keramahtamahan yang standar
dalam melayani, sabar, tidak egois dan santun dalam bertutur kepada pelanggan.
6. Kejujuran dan Kepercayaan
Pelayanan ini oleh pengguna jasa dapat dipergunakan berbagai aspek, maka dalam
penyelenggaraannya harus transparan dari aspek kejujuran, jujur dalam bentuk
aturan, jujur dalam pembiayaan dan jujur dalam penyelesaian waktunya. Dari
aspek kejujuran ini petugas pelayanan tersebut dapat dikategorikan sebaga
pelayanan yang dipercaya dari segi sikapnya, dapat dipercaya dari tutur
katanya, dapat dipercaya dalam menyelesaikan akhir pelayanan sehingga otomatis
pelanggan merasa puas. Unsur pelayanan prima dapat ditambah unsur yang lain.
7. Kepastian Hukum Secara sadar bahwa
hasil pelayanan terhadap masyarakat yang berupa surat keputusan, harus
mempunyai legitimasi atau mempunyai kepastian hukum. Bila setiap hasil yang
tidak mempunyai kepastian hukum jelas akan mempengaruhi sikap masyarakat,
misalnya pengurusan KTP, KK dllbila ditemukan cacat hukum akan mempengaruhi
kredibilitas instansi yang mengeluarkan surat legitimasi tersebut.
8. Keterbukaan Secara pasti bahwa
setiap urusan/kegiatan yang memperlakukan ijin, maka ketentuan keterbukaan
perlu ditegakan. Keterbukaan itu akan mempengaruhi unsur-unsur kesederhanaan,
kejelasan informasi kepada masyarakat.
9. Efisien Dari setiap pelayanan
dalam berbagai urusan, tuntutan masyarakat adalah efisiensi dan efektifitas
dari berbagai aspek sumber daya sehingga menghasilkan biaya yang murah, waktu
yang singkat dan tepat serta hasil kualitas yang tinggi. Dengan demikian
efisiensi dan efektifitas merupakan tuntutan yang harus diwujudkan dan perlu
diperhatikan secara serius.
10. Biaya Pemantapan pengurusan
dalam pelayanan diperlukan kewajaran dalam penentuan pembiayaan, pembiayaan
harus disesuaikan dengan daya beli masyarakat dan pengeluaran biaya harus
transparan dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
11. Tidak Rasial Pengurusan
pelayanan dilarang membeda-bedakan kesukuan, agama, aliran dan politik dengan
demikian segala urusan harus memenuhi jangkauan yang luas dan merata.
12. Kesederhanaan Prosedur dan tata
cara pelayanan kepada masyarakat untuk diperhatikan kemudahan, tidak
berbelit-belit dalam pelaksanaan. Unsur-unsur pelayanan prima Selain standar
kualitas pelayanan,unsure pelayanan prima merupakan salah satu pedoman/ acuan
dalam memberikan pelayanan antara lain :
a. Kesederhanaan Prosedur pelayanan
harus mudah, cepat, tepat, lancar, tidak berteletele, mudah dipahami dan mu dah
dilaksanakan.
b. Kejelasan Ada kepastian, tetap,
tidak meragukan dan nyata.
c. Keamanan Proses serta hasil
pelayanan, dapat memberikan keamanan, kenyamanan dan kepastian hukum, bagi
masyarakat.
d. Keterbukaan Masyarakat memperoleh
informasi yang jelas tentang prosedur, persyaratan, serta pejabat yang
bertanggung jawab, waktu penyelesaian, dan biaya yang wajib dibayar.
e. Efisien Persyaratan yang
diwajibkan hanya yang berkaitan langsung dengan pelayanan dan tidak ada
pengulangan persyaratan.
f. Ekonomis Hemat, pelayanan harus
wajar, sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
g. Keadilan yang merata Semua
konsumen/pelanggan/ masyarakat yang dilayani, harus diperlakukan sama.
h. Ketepatan Waktu Waktu pelayanan
tidak berlarut-larut, petugas datang tepat waktu, (sesuai jadual) dan urusan
pelayanan, selesai tepat waktu. Sikap Dalam Pelayanan Prima Dalam memberikan
pelayanan prima, setiap petugas pelayanan dituntut untuk menampilkan diri/
sikap sebagai customer service sebagai berikut: v Sikap ramah Pelayan dituntut
mampu menciptakan suasana hati yang riang, dalam menghadapi pelanggan, senyum
yang dapat menyejukkan hati orangyang memandangnya, ucapanyang simpatik, tidak
menyinggung perasaan orang lain. v Sikap sopan/ santun Mampu menghargai orang
lain sesuai strata, baik umur, maupun tingkatan sosial lainnya. v Sikap
membantu dan waspada Berusaha memenuhi keinginan pelanggan, atau berusaha mencarikan
solusi atas permasalahan yang disampaikan oleh pelanggan v Sikap yakin dan
meyakinkan Yakin artinya percaya diri, karena telah memiliki ilmu pengetahuan,
ketrampilan, dan penampilan yang sepadan dengan tugas yang dilaksanakan,
sehingga akan mampu meyakinkan dan diyakini orang lain. v Sikap teliti Teliti
atau cemat adalah mampu memperhatikan sampai permasa lahanyang terkecil/ detail
shg tidak ada permasalahanyang disampaikan oleh pelanggan terlewatkan, tanpa
mendapatkan perhatian dari pelayan (respek terhadap pelanggan) v Sikap
informatif Dengan ihklas memberikan informasi, secara cepat, tepat dan akurat,
kepada pelanggan, shg pelanggan tidak kegelapan/ kebingungan. v Sikap
menghargai waktu Tidak membiarkan waktu berlalu tanpa makna yang positif. Tidak
menunda –nunda pekerjaan Langkah-Langkah Pelayanan Prima v Membuat standar
kuwalitas pelayanan (membuat persyaratan, prosedur, batas waktu, dll) baik
dalam bentuk pengumuman/ buku panduan. v Penyelesaian permohonan pelayan
(Sesuai batas waktu yang ditetapkan). v Meniadakan segala macam/ bentuk
pungutan yang tidak resmi. v Melakukan penelitian secara berkala untuk
mengetahui kepuasan pelanggan. v Menata sistem/ prosedur pelayanan secara
berkesinambungan, sesuai dengan tuntutan dan dinamika perkembangan masyarakat.
v Membuka kesempatan kpd masyarakat, untuk menyampaikan saran/ pengaduan
tentang pelayanan yang diberikan (secara langsung/ melalui media).
F.BUDAYA
PELAYANAN PRIMA
Untuk memberikan pelayanan yang
baik, cepat, dan cermat, maka suatu bank perlu memahami dan melaksanakan budaya
pelayanan prima, yaitu suatu system pelayanan yang bertujuan untuk menyenangkan
dan memuaskan nasabah. Budaya pelayanan prima mempunyai ciri-ciri sebagai
berikut :
1. System (method) Mempunyai system
dan prosedur pelayanan yang baik dan efisien melalui operasional.
2. Perlengkapan operasional
(machines) Mempergunakan perlengkapan yang canggih agar dapat memberikan
pelayanan yang cepat dan dengan administrasi yang tertib.
3. Karyawan/pegawai yang professional
a. Memenuhi persyaratan fisik, mental,
kepribadian maupun persyaratan social
b. Mngenal banknya dengan baik
c. Mengenal produk-produk banknya, termasuk
manfaat dan cirri-cirinya
d. Mengenal nasabah dengan keinginan dan
kebutuhannya
e. Memiliki pengetahuan tentang menjual produk
f. Menguasai prosedur pelayanan yang baik
g. Mengetahui etiket pelayanan
h. Memiliki pengetahuan tentang dasar-dasar komunikasi
i. Memiliki
pengetahuan tentang hubungan dengan nasabah
j. Dapat
mengoperasikan perlengkapan operasional dengan baik
k. Mengetahui
ketentuan-ketentuan tentang rahasia bank (nasabah merasa aman)
l. Dapat dipercaya,
bertanggung jawab, cepat tanggap
m. Dapat membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan
yang dihadapi nasabah (solusinya)
4. Pimpinan (Management) Ada
partisipasi dan bimbingan secara aktif dari pimpinan. Dengan memahami dan
melaksanakan budaya pelayanan prima, maka daya saing bank akan meningkat.
Setiap pekerjaan adalah potret diri dari pelakunya. Kadangkala kwalitas yang
berbeda merupakan kegagalan dan keberhasilan dalam melakukan sesuatu mendekati
kebenaran atau melakukannya secara tepat, berkualitas adalah seperti
membubuhkan tanda tengannya sendiri. Jadi, kepuasan customer/nasabah identik dengan
“sukses”.
G.
MENCIPTAKAN CITRA YANG POSITIF DALAM PELAYANAN
Menciptakan citra positif berarti :
} Membantu nasabah melihat keistimewaan produk anda melaui cara yang terbaik
} Melakukan apa saja mungkin, untuk menampilkan citra positif
dari perusahaan dan layanan anda
} Mengembangkan hubungan yang mampu membuat nasabah merasa diistimewakan dan dihargai sebagai
seorang pribadi.
} Setiap kali memberikan layanan kepada nasabah berarti sedang
membangun citra positif bank/perusahaan. · “Membangun Citra” Kesan masyarakat
tentang cara kita melayani (mengatakan) alam situasi tatap muka, muncul lewat penampilan,
dampaknya terutama pada hal-hal :
} Cara anda duduk/berdiri Santunkah atau sebaliknya
} Expresi wajah Kelihatan capai, menggerutu, atau kesediaan
menolong
} Semangat membantu, energik, mau mendengar atau tidak
} Busana, tata rambut sesuai dengan situasinya ? Ataukah tidak
} Keramahan atau kejelasan pembicaran anda menwarkan bantuan
atau sebaliknya
} Lingkungan kantor atau bank Ruang yang tersedia, kenyamanan
dan keamanannya Kesalahan yang sepele dapat menghancurkan semua citra positif
yang telah anda bangun selama ini.
Pelayanan yang memuaskan meliputi 3
kelompok yang mencerminkan citra/image positif, nama baik/goodwill oganisasi
dan bank.
} Kualitas produk dan layanan yang diberikan (keistimewaan
produk anda)
} Cara anda memberikan layanan tersebut (apa saja yang anda
lakukan)
} Hubungan antar pribadi yang terbentuk, melalui layanan
tersebut (nasabah/pelanggan merasa istimewa, dihargai sebagai seorang pribadi)
Penggolongan Jasa Banyak ahli yang
mendefinisikan "jasa" diantaranya adalah : Phillip Kotler Jasa adalah
setiap tindakan atau unjuk kerja yang ditawarkan oleh salah satu pihak ke pihak
lain yang secara prinsip intangibel dan tidak menyebabkan perpindahan
kepemilikan apapun. Produksinya bisa terkait dan bisa juga tidak terikat pada
suatu produk fisik. Adrian Payne Jasa adalah aktivitas ekonomi yang mempunyai
sejumlah elemen (nilai atau rnanfaat) intangibel yang berkaitan dengannya, yang
melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumen atau dengan barang-barang milik,
tetapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan. Perubahan daiam kondisi bisa
saja muncul dan produksi suatu jasa bisa memiliki atau bisa juga tidak
mempunyai kaitan dengan produk fisik. Christian Gronross Jasa adalah proses
yang terdiri atas serangkaian aktivitas intangible yang biasanya (namun tidak
harus selalu) terjadi pada interaksi antara pelanggan dan karyawan jasa dan
atau sumber daya fisik atau barang dan atau sistem penyedia jasa, yang
disediakan sebagai solusi atas masalah pelanggan". Interaksi antara
penyedia jasa dan pelanggan kerapkali terjadi dalam jasa, sekalipun pihak-pihak
yang terlibat mungkin tidak menyadarinya. Selain itu, dimungkinkan ada situasi
di mana pelanggan sebagai individu tidak berinteraksi langsung dengan
perusahaan jasa.
Secara garis besar, klasifikasi jasa
dapat dilakukan berdasarkan tujuh kriteria pokok, yaitu:
} Segmentasi Pasar Berdasarkan segmentasi pasar, jasa dapat
dibedakan menjadi jasa yang dapat ditujukan kepada konsumen akhir (misalnya
taksi,asuransi jiwa, katering, jasa tabungan dan pendidikan dan bagi jasa
konsultasi manajemen). Baik konsumen akhir maupun konsumen organisasional
sama-sama melalui proses pengambilan keputusan, meskipun faktor-faktor determinannya
berbeda.
} Tingkat Keberwujudan Kriteria ini berhubungan dengan tingkat
keterlibatan produk fisik dengan konsumen. Berdasarkan kriteria ini, jasa dapat
dibedakan tiga macam yaitu: a. Rented-goods service Dalam tipe ini, konsumen
menyewa dan menggunakan produk tertentu berdasarkan tarif yang disepakati
selama jangka waktu spesifik. b. Owned-goods service Pada tipe ini.
Produk-produk yang dimiliki konsumen direparasi, dikembangkan atau ditingkatkan
untuk kerjanya atau dipelihara/dirawat oleh perusahaan jasa. c. Non-goods
service Karakteristik khusus pada tipe ini adalah jasa personal bersifat
intangible (tidak berbentuk prosuk fisik) ditawarkan kepada pelanggan.
} Keterampilan Penyediaan Jasa Pada jasa yang membutuhkan
keterampilan tinggi dalam proses operasinya, pelanggan cenderung sangat
selektif dan berhati-hati dalam memilih penyediaan jasa. Hal inilah yang
menyebabkan para penyedia jasa profesional dapat ”mengikat” para pelanggannya.
} Tujuan Organisasi Jasa Berdasarkan tujuan organisasi, jasa
dapat diklasifikasikan menjadi commercial service atau profit service (seperti
jasa penerbangan,bank, penyewaan mobil, biro iklan dan hotel) dan non profit
service (seperti sekolah, yayasan dana bantuan, panti asuhan, panti weda,
perpustakaan umum dan musium).
} Regulasi Dari aspek regulasi, jasa dapat dibagi menjadi
regulated service (misalnya jasa pialang, angkutan umum, media massa dan
perbankan) dan non regulated service (seperti jasa makelar, katering, kost dan
asrama, kantin sekolah serta pengecatan rumah).
} Tingkat Intensitas Karyawan Berdasarkan tingkat intensitas
karyawan (keterlibatan tenaga kerja), jasa dapat dikelompokkan menjadi dua
macam yaitu: equipment-based service (seperti cuci mobil otomatis, jasa
sambungan telepon interlokal dan internasional, mesin ATM, internet banking dan
people based service (seperti pelatih sepak bola, satpam, akuntan, konsultan
hukum, konsultan manajemen, bidan dan dokter anak). Jasa padat karya
(people-based service) dalam proses penyampaian jasa kepada satu orang
pelangggan memakan waktu cukup lama, sehingga perusahaan membutuhkan staf yang
cukup banyak agar dapat pula melayani pelanggan lainnya. Sementara perusahaan
yang bersifat equipment-based service mengandalkan pengggunaan peralatan
cangggih yang dapat dikendalikan dan dipantau secara otomatis atau semi
otomatis. Ini dilakukan dengan tujuan untuk menjaga konsisten kualitas jasa
yang diberikan dan meningkan efisiensi.
} Tingkat Kontak Penyedia Jasa dan Pelanggan Berdasarkan
tingkat kontak ini, secara umum jasa dapat dikelompokkan menjadi high contact
service (seperti universitas, bank, dokter, penata rambut, penasehat perkawinan
dan konsultan bisnis) dan low contact service ( seperti bioskop, jasa PLN, jasa
telekomunikasi serta jasa layanan pos).
Sifat dan Karakteristik Jasa Jasa
memiliki empat karakteristik utama yang membedakannya dari barang, yaitu:
} 1.Intangibility (tidak berwujud) Jasa berbeda dengan barang.
Jika barang merupakan suatu obyek, alat, atau benda, maka jasa adalah suatu
perbuatan, kinerja (performance), atau usaha. Bila barang dapat dimiliki, maka
jasa hanya bisa dikonsumsi tetapi tidak dimiliki. Meskipun sebagian besar jasa
dapat berkaitan dan didukung oleh produk fisik misalnya telepon dalam jasa
telekomunikasi, pesawat dalam jasa angkutan udara, makanan dalam jasa restoran,
esensi dari apa yang dibeli pelanggan adalah kinerja yang diberikan oleh
produsen kepadanya. Jasa bersifat intangible, maksudnya tidak dapat dilihat,
dirasa, dicium, didengar, atau diraba sebelum dibeli dan dikonsumsi. Konsep
intangible pada jasa memiliki dua pengertian, yaitu: a. Sesuatu yang tidak
dapat disentuh dan tidak dapat dirasa. b. Sesuatu yang tidak dapat dengan mudah
didefinisikan, diformulasikan, atau dipahami secara rohaniah. Dengan demikian,
orang tidak dapat menilai kualitas jasa sebelum ia merasakannya/mengkonsumsinya
sendiri. Bila pelanggan membeli suatu jasa, ia hanya menggunakan, memanfaatkan,
atau menyewa jasa tersebut. Pelanggan yang bersangkutan tidak lantas memiliki
jasa yang dibelinya. Oleh karena itu, untuk mengurangi ketidakpastian, para
pelanggan akan memperhatikan tanda-tanda atau bukti kualitas jasa tersebut.
Mereka akan menyimpulkan kualitas jasa dari tempat (place), orang (people),
peralatan (equipment), bahan-bahan komunikasi (communication materials),
simbol, dan harga yang mereka amati. Oleh karena itu, tugas pemasar jasa adalah
“manage the evidence” dan “tangibilize the intangible”. Dalam hal ini, pemasar
jasa menghadapi tantangan untuk memberikan bukti-bukti fisik dan perbandingan
pada penawaran abstraknya.
} 2. Inseparability (tidak terpisahkan) Barang biasanya
diproduksi, kemudian dijual, lalu dikonsumsi. Sedangkan jasa di lain pihak,
umumnya dijual terlebih dahulu, baru kemudian diproduksi dan dikonsumsi secara
bersamaan. Interaksi antara penyedia jasa dan pelanggan merupakan ciri khusus
dalam pemasaran jasa. Kedua pihak mempengaruhi hasil (out come) dari jasa
tersebut. Dalam hubungan penyedia jasa dan pelanggan ini, efektivitas individu
yang menyampaikan jasa (contact-personnel) merupakan unsur penting. Dengan
demikian, kunci keberhasilan bisnis jasa ada pada proses rekrutmen, kompensasi,
pelatihan, dan pengembangani karyawannya.
} 3. Variability (bervariasi) Jasa bersifat sangat variabel
karena merupakan non-standardized output, artinya banyak variasi bentuk,
kualitas dan jenis, tergantung pada siapa, kapan, dan di mana jasa tersebut
dihasilkan. Para pembeli jasa sangat peduli dengan variabilitas yang tinggi ini
dan seringkali mereka meminta pendapat orang lain sebelum memutuskan untuk memilih.
Dalam hal ini penyedia jasa dapat melakukan tiga tahap dalam pengendalian
kualitasnya, yaitu: a. Melakukan investasi dalam seleksi dan pelatihan personil
yang baik. b. Melakukan standardisasi proses pelaksanaan jasa
(serviceperformance process). Hal ini dapat dilakukan dengan jalan menyiapkan
suatu cetak biru (blue-print) jasa yang menggambarkan peristiwa dan proses jasa
dalam suatu diagram alur, dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor
potensial yang dapat menyebabkan kegagalan dalam jasa tersebut. c. Memantau
kepuasan pelanggan melalui sistem saran dan keluhan, survey pelanggan, dan
comparison shopping, sehingga pelayanan yang kurang baik dapat dideteksi dan
dikoreksi.
} 4. Perishability (Mudah lenyap) Jasa merupakan komoditas
tidak tahan lama dan tidak dapat disimpan. Kursi kereta api yang kosong, kamar
hotel yang tidak dihuni, atau jam tertentu tanpa pasien di tempat praktik
seorang dokter, akan berlalu/hilang begitu saja karena tidak dapat disimpan
untuk dipergunakan di waktu yang lain. Hal ini tidak menjadi masalah bila
permintaannya tetap karena mudah untuk menyiapkan pelayanan untuk permintaan
tersebut sebelumnya. Bila permintaan berfluktuasi, berbagai permasalahan muncul
berkaitan dengan kapasitas menganggur (saat permintaan sepi) dan pelanggan
tidak terlayani dengan risiko mereka kecewa/beralih ke penyedia jasa lainnya
(saat permintaan puncak
Perbankan Syariah dihadapkan pada sebuah fakta bahwa
perilaku konsumen semakin cerdas dan selalu berkembang sesuai dengan kondisi
lingkungan baik secara mikro maupun makro. Konsumen tidak hanya memanfaatkan
jasa yang ditawarkan berikut kelebihannya, namun lebih dari itu akan
memperhatikan bagaimana sebuah layanan diberikan.
Kepuasan pelanggan adalah kunci sukses dalam bisnis jasa Perbankan Syariah. Tujuan ini tentunya dapat dicapai salah satunya dengan cara layanan prima (services excellent). Konsep utamanya adalah bagaimana nasabah merasa nyaman dan mudah dalam tiap proses menikmati produk-produk Bank Syariah. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits “Barangsiapa yang memudahkan urusan orang yang mengalami kesulitan maka Allah akan memudahkan urusannya baik di dunia maupun di akhirat” (HR.Muslim).
Seorang calon nasabah yang ingin memanfaatkan jasa Bank Syariah menunjukkan bahwa sebenarnya ia telah memiliki ketertarikan awal pada produk bank syariah. Momemtum inilah yang harus dimanfaatkan oleh Sumber Daya Insani (SDI) pada Bank Syariah untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang keunggulan sistem Perbankan Syariah dibanding sistem Perbankan Konvensional. Sumber Daya Insani Bank Syariah sebenarnya juga menjalankan fungsi dakwah aplikatif dari menyeru dalam hal kebaikan atas prinsip bagi hasil dan memberikan pemahaman akan bahayanya riba. Namun demikian nasabah juga tidak hanya mempertimbangkan kehalalan produk bank syariah tetapi lebih jauh akan menilai seberapa baik pelayanannya.
Pelayanan kepada nasabah meliputi :
1.Kondisi fisik antara lain bangunan, tata letak ruangan, kebersihan dan kenyamanan.
2.Produk yang ditawarkan kepada nasabah melalui proses pengembangan dari produk-produk yang diinginkan nasabah saat ini. Tidak selamanya bank syariah melakukan pemasaran produk melalui pendekatan “halal-haram”. Karena sebenarnya nasabah menginginkan produk yang sudah pasti halal namun memberikan keuntungan yang lebih baik dari bank konvensional serta kemudahannya seperti tersedianya jaringan ATM dan sebagainya.
3.Pelayanan front liner;
-Satpam membukakan pintu dan menyapa dengan salam dan senyuman kepada nasabah yang datang dan pergi.
-Customer Services yang memiliki pemahaman produk (product knowledge) dan mampu berkomunikasi dengan baik dalam menjelaskan kepada nasabah. Mampu menerima pengaduan nasabah baik secara langsung maupun melalui komunikasi jarak jauh.
-Teller : melayani nasabah dengan ramah, cepat dan akurat dalam meng-entry transaksi.
Untuk menjaga kualitas pelayanan hendaknya dilakukan pola pengawasan pelaksanaan serta memberikan penghargaan kepada pegawai atas prestasi terbaiknya memberikan pelayanan kepada nasabah.
Aspek layanan nasabah meliputi :
1.SENYUM
Senyum adalah bahasa tubuh yang paling mudah dipahami. Senyum dalam kaitannya dengan layanan prima adalah senyum dengan menghadirkan hati, sehingga akan memancarkan sinyal ketulusan bagi setiap nasabah. Seorang nasabah yang datang dengan disambut senyuman oleh petugas front office akan merasa nyaman dan diterima kehadirannya.
Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad)
2.SAPA
Segera lanjutkan dengan menyapa nasabah dengan ucapan salam “assalamualaikum....” dan tunjukkan kesiapan untuk membantu dengan mengucapkan “Bapak/Ibu ada yang bisa kami bantu?”
Dari Abu Ayyub Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak halal bagi muslim memutuskan persahabatan dengan saudaranya lebih dari tiga malam. Mereka bertemu, lalu seorang berpaling dan lainnya juga berpaing. Yang paling baik di antara keduanya ialah memulai mengucapkan salam. Muttafaq Alaihi.
3.DENGAR
Beberapa nasabah memiliki tipe dan karakter yang berbeda-beda, ada yang biasa berbicara dan mengemukakan tujuannya datang ke bank syariah, sebagian ada yang sebaliknya atau bahkan cenderung pendiam. Disinilah peran SDI bank syariah untuk berkomunikasi dengan nasabah, sehingga nasabah merasa diarahkan untuk menemukakan tujuan yang sebenarnya telah ia fikirkan. Dengarkan apa yang nasabah sampaikan agar bisa menentukan solusi apa yang akan diberikan.
4.BANTU
Setelah memahami keinginan nasabah, segeralah membantunya. Berikan solusi terbaik dan tercepat agar tercapai kepuasan maksimal bagi nasabah. Sebaik apapun solusi yang diberikan bila tidak dilakukan secara cepat akan mengurangi nilainya. Anggap saja nasabah yang datang ke bank syariah adalah orang-orang yang sibuk dan memiliki banyak urusan yang akan diselesaikan pada kesempatan berikutnya.
Dari Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu, Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa melepaskan seorang mukmin dari kesusahan hidup di dunia, niscaya Alloh akan melepaskan darinya kesusahan di hari kiamat, barang siapa memudahkan urusan (mukmin) yang sulit niscaya Alloh akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat (Hadits dengan redaksi seperti ini diriwayatkan oleh Muslim)
Layanan prima (services excellent) merupakan aspek penting dalam keberhasilan merebut hati nasabah. Nasabah sebagai manusia, apabila mereka juga diperlakukan secara manusiawi (people behavioral oriented) maka mereka tidak sekedar mendapatkan kepuasan tetapi mendapatkan suatu kegembiraan atau kesenangan. Hal ini merupakan sebuah pengalaman emosional yang mengesankan bagi pelanggan dan mendorong terjadinya loyalitas. Oleh karena itu, Perbankan Syariah harus melakukan pengelolaan services quality untuk dapat merebut dan mempertahankan kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Lebih jauh lagi, Perbankan Syariah juga harus membuat pelanggan bukan hanya sekedar merasakan kepuasan (satisfaction). Karena pelanggan yang puas masih terbuka kemungkinan untuk beralih ke produk perusahaan lain atau produk pesaing. Sehingga Perbankan Syariah harus dapat menciptakan perasaan dan pengalaman yang menyenangkan bagi nasabah (customer delight).
Pelayanan kepada Nasabah meliputi : 1.aspek fisik 2.aspek produk 3.aspek front linier
1.Kondisi fisik antara lain bangunan, tata letak ruangan, kebersihan dan kenyamanan.
2.Produk yang ditawarkan kepada nasabah melalui proses pengembangan dari produk-produk yang diinginkan nasabah saat ini. Tidak selamanya bank syariah melakukan pemasaran produk melalui pendekatan “halal-haram”. Karena sebenarnya nasabah menginginkan produk yang sudah pasti halal namun memberikan keuntungan yang lebih baik dari bank konvensional serta kemudahannya seperti tersedianya jaringan ATM dan sebagainya.
3.Pelayanan front liner;
-Satpam membukakan pintu dan menyapa dengan salam dan senyuman kepada nasabah yang datang dan pergi.
-Customer Services yang memiliki pemahaman produk (product knowledge) dan mampu berkomunikasi dengan baik dalam menjelaskan kepada nasabah. Mampu menerima pengaduan nasabah baik secara langsung maupun melalui komunikasi jarak jauh.
-Teller : melayani nasabah dengan ramah, cepat dan akurat dalam meng-entry transaksi.
Untuk menjaga kualitas pelayanan hendaknya dilakukan pola pengawasan pelaksanaan serta memberikan penghargaan kepada pegawai atas prestasi terbaiknya memberikan pelayanan kepada nasabah.
Kepuasan pelanggan adalah kunci sukses dalam bisnis jasa Perbankan Syariah. Tujuan ini tentunya dapat dicapai salah satunya dengan cara layanan prima (services excellent). Konsep utamanya adalah bagaimana nasabah merasa nyaman dan mudah dalam tiap proses menikmati produk-produk Bank Syariah. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits “Barangsiapa yang memudahkan urusan orang yang mengalami kesulitan maka Allah akan memudahkan urusannya baik di dunia maupun di akhirat” (HR.Muslim).
Seorang calon nasabah yang ingin memanfaatkan jasa Bank Syariah menunjukkan bahwa sebenarnya ia telah memiliki ketertarikan awal pada produk bank syariah. Momemtum inilah yang harus dimanfaatkan oleh Sumber Daya Insani (SDI) pada Bank Syariah untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang keunggulan sistem Perbankan Syariah dibanding sistem Perbankan Konvensional. Sumber Daya Insani Bank Syariah sebenarnya juga menjalankan fungsi dakwah aplikatif dari menyeru dalam hal kebaikan atas prinsip bagi hasil dan memberikan pemahaman akan bahayanya riba. Namun demikian nasabah juga tidak hanya mempertimbangkan kehalalan produk bank syariah tetapi lebih jauh akan menilai seberapa baik pelayanannya.
Pelayanan kepada nasabah meliputi :
1.Kondisi fisik antara lain bangunan, tata letak ruangan, kebersihan dan kenyamanan.
2.Produk yang ditawarkan kepada nasabah melalui proses pengembangan dari produk-produk yang diinginkan nasabah saat ini. Tidak selamanya bank syariah melakukan pemasaran produk melalui pendekatan “halal-haram”. Karena sebenarnya nasabah menginginkan produk yang sudah pasti halal namun memberikan keuntungan yang lebih baik dari bank konvensional serta kemudahannya seperti tersedianya jaringan ATM dan sebagainya.
3.Pelayanan front liner;
-Satpam membukakan pintu dan menyapa dengan salam dan senyuman kepada nasabah yang datang dan pergi.
-Customer Services yang memiliki pemahaman produk (product knowledge) dan mampu berkomunikasi dengan baik dalam menjelaskan kepada nasabah. Mampu menerima pengaduan nasabah baik secara langsung maupun melalui komunikasi jarak jauh.
-Teller : melayani nasabah dengan ramah, cepat dan akurat dalam meng-entry transaksi.
Untuk menjaga kualitas pelayanan hendaknya dilakukan pola pengawasan pelaksanaan serta memberikan penghargaan kepada pegawai atas prestasi terbaiknya memberikan pelayanan kepada nasabah.
Aspek layanan nasabah meliputi :
1.SENYUM
Senyum adalah bahasa tubuh yang paling mudah dipahami. Senyum dalam kaitannya dengan layanan prima adalah senyum dengan menghadirkan hati, sehingga akan memancarkan sinyal ketulusan bagi setiap nasabah. Seorang nasabah yang datang dengan disambut senyuman oleh petugas front office akan merasa nyaman dan diterima kehadirannya.
Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad)
2.SAPA
Segera lanjutkan dengan menyapa nasabah dengan ucapan salam “assalamualaikum....” dan tunjukkan kesiapan untuk membantu dengan mengucapkan “Bapak/Ibu ada yang bisa kami bantu?”
Dari Abu Ayyub Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak halal bagi muslim memutuskan persahabatan dengan saudaranya lebih dari tiga malam. Mereka bertemu, lalu seorang berpaling dan lainnya juga berpaing. Yang paling baik di antara keduanya ialah memulai mengucapkan salam. Muttafaq Alaihi.
3.DENGAR
Beberapa nasabah memiliki tipe dan karakter yang berbeda-beda, ada yang biasa berbicara dan mengemukakan tujuannya datang ke bank syariah, sebagian ada yang sebaliknya atau bahkan cenderung pendiam. Disinilah peran SDI bank syariah untuk berkomunikasi dengan nasabah, sehingga nasabah merasa diarahkan untuk menemukakan tujuan yang sebenarnya telah ia fikirkan. Dengarkan apa yang nasabah sampaikan agar bisa menentukan solusi apa yang akan diberikan.
4.BANTU
Setelah memahami keinginan nasabah, segeralah membantunya. Berikan solusi terbaik dan tercepat agar tercapai kepuasan maksimal bagi nasabah. Sebaik apapun solusi yang diberikan bila tidak dilakukan secara cepat akan mengurangi nilainya. Anggap saja nasabah yang datang ke bank syariah adalah orang-orang yang sibuk dan memiliki banyak urusan yang akan diselesaikan pada kesempatan berikutnya.
Dari Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu, Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa melepaskan seorang mukmin dari kesusahan hidup di dunia, niscaya Alloh akan melepaskan darinya kesusahan di hari kiamat, barang siapa memudahkan urusan (mukmin) yang sulit niscaya Alloh akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat (Hadits dengan redaksi seperti ini diriwayatkan oleh Muslim)
Layanan prima (services excellent) merupakan aspek penting dalam keberhasilan merebut hati nasabah. Nasabah sebagai manusia, apabila mereka juga diperlakukan secara manusiawi (people behavioral oriented) maka mereka tidak sekedar mendapatkan kepuasan tetapi mendapatkan suatu kegembiraan atau kesenangan. Hal ini merupakan sebuah pengalaman emosional yang mengesankan bagi pelanggan dan mendorong terjadinya loyalitas. Oleh karena itu, Perbankan Syariah harus melakukan pengelolaan services quality untuk dapat merebut dan mempertahankan kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Lebih jauh lagi, Perbankan Syariah juga harus membuat pelanggan bukan hanya sekedar merasakan kepuasan (satisfaction). Karena pelanggan yang puas masih terbuka kemungkinan untuk beralih ke produk perusahaan lain atau produk pesaing. Sehingga Perbankan Syariah harus dapat menciptakan perasaan dan pengalaman yang menyenangkan bagi nasabah (customer delight).
Pelayanan kepada Nasabah meliputi : 1.aspek fisik 2.aspek produk 3.aspek front linier
1.Kondisi fisik antara lain bangunan, tata letak ruangan, kebersihan dan kenyamanan.
2.Produk yang ditawarkan kepada nasabah melalui proses pengembangan dari produk-produk yang diinginkan nasabah saat ini. Tidak selamanya bank syariah melakukan pemasaran produk melalui pendekatan “halal-haram”. Karena sebenarnya nasabah menginginkan produk yang sudah pasti halal namun memberikan keuntungan yang lebih baik dari bank konvensional serta kemudahannya seperti tersedianya jaringan ATM dan sebagainya.
3.Pelayanan front liner;
-Satpam membukakan pintu dan menyapa dengan salam dan senyuman kepada nasabah yang datang dan pergi.
-Customer Services yang memiliki pemahaman produk (product knowledge) dan mampu berkomunikasi dengan baik dalam menjelaskan kepada nasabah. Mampu menerima pengaduan nasabah baik secara langsung maupun melalui komunikasi jarak jauh.
-Teller : melayani nasabah dengan ramah, cepat dan akurat dalam meng-entry transaksi.
Untuk menjaga kualitas pelayanan hendaknya dilakukan pola pengawasan pelaksanaan serta memberikan penghargaan kepada pegawai atas prestasi terbaiknya memberikan pelayanan kepada nasabah.
Layanan prima (services excellent)
merupakan aspek penting dalam keberhasilan merebut hati nasabah. Nasabah
sebagai manusia, apabila mereka juga diperlakukan secara manusiawi (people behavioral oriented) maka mereka
tidak sekedar mendapatkan kepuasan tetapi mendapatkan suatu kegembiraan atau
kesenangan. Hal ini merupakan sebuah pengalaman emosional yang mengesankan bagi
pelanggan dan mendorong terjadinya loyalitas. Oleh karena itu, Perbankan
Syariah harus melakukan pengelolaan services quality untuk dapat merebut dan
mempertahankan kepuasan pelanggan (customer satisfaction).
Lebih jauh lagi, Perbankan Syariah juga harus membuat pelanggan bukan hanya
sekedar merasakan kepuasan (satisfaction).
Karena pelanggan yang puas masih terbuka kemungkinan untuk beralih ke produk
perusahaan lain atau produk pesaing. Sehingga Perbankan Syariah harus dapat
menciptakan perasaan dan pengalaman yang menyenangkan bagi nasabah (customer delight).