Mudik macet ( Brexit/brebes exit) dan
padang mahsyar
Yusup, SPd. MM
Khutbah Pertama
Bismillaahirrahmaanirrahiim.Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ
عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ
الْقِيَامَةِ. قَالَ تَعَالَى
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا
اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ
الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ
مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ
بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
ســـــــــــــــــــورة
الفاتحة
هُنَالِكَ تَبْلُوا كُلُّ
نَفْسٍ مَآأَسْلَفَتْ وَرُدُّوا إِلَى اللِه مَوْلاَهُمُ الْحَقِّ وَضَلَّ عَنْهُم
مَّاكَانُوا يَفْتَرُونَ {30}
Hadrin sidang sholat
jum’at Rokhimakumullah
Marilah kita
panjatkan puji dan syukur kehadirat Illahi Robi yang mana telah memberikan kita
nikmat,diantaranya nikmat iman nikmat islam dan nikmat yang tidak kalah
pentingnya ialah nikmat sehat,sholawat dan salam marilah kita sampaikan pada
junjungan kita Nabi Muhammad SAW ,selaku khotib saya berpesan pada diri saya
dan hadirin sekalian marilah kita tingkatkan ketakwaan pada Allah SWT
Hadirin sidang
sholat Jumat Rokhimakumullah
Trending
topic hari raya idul fitri 1437 H adalah brexit (brebes eksit) bukan british
raya exit (inggris keluar dari Eropa) brebes exit (brexit) adalah kondisi mudik
yang macet khususnya di jalan tol cipali pintu keluar brebes exit,kondisi macet
di pejagan yang mencapai 30 km dan brebes mencapai 6 km sungguh melelahkan, mau
lari kemana ? saat itu tidak bisa,tidak bisa maju tidak bisa mundur, anak-anak
banyak yang menangis, panas ramai ,sopir-sopir gelisah dan marah mau buang air
hawatir kendaraan akan jalan dihidupkan terus mesin mobil agar ac tetap hidup
hawatir kehabisan bahan bakar posisi serba salah menyalahkan pemerintah pada saat
itu juga tidak ada gunanya .kondisi ini mengingatkan kita pada peristiwa yang
akan kita jalani di alam lain yaitu padang mahsyar.dimana amalan diminta
pertanggungjawaban,minta tolong dengan siapa ? tidak bisa,minta
pertanggungjawaban pada orang tua,pada istri atau suami semua itu tidak bisa,
sejangkal kaki saja untuk kita tempatkan tumit kita rasanya susahnya bukan
main,berdiri salah duduk salah ,kita sibuk mengurus diri kita masing-masing.dan
gambaran seperti ternyata sudah ada di dunia ini,khusunya dalam peristiwa mudik
di hari raya kemarin,semua orang ingin kembali ke kampung halaman ingin melihat
saudara silaturahim,kengen,rasa haru rasa suka ria gembira,semua manusia
merindukan kembali kembali pada apa ? rindu kembali pada kesucian, kesucian itu
fitrah bersih dari dosa kesucian itu kebutuhan dasar manusia tetapi manusia
menodainya dengan ulahnya sendiri sehingga mereka celaka.rindu kembali kepada
kebenaran,pada hakekatnya semua manusia itu ingin tenang ingin hidup baik
sekalipun ia pencuri.komunis saja mengakui bahwa ada kekuatan lain aitu Tuhan
Di padang mahsyar kita menunggu antrian milyaran manusia dalam rangka
memperhitungkan semua amal manusia.
Dalam
hadits tirmidzi Rosulullah berkata tidak ada sejengkal tanahpun saat itu
(padang mahsyar) sebelum Allah telah memperhitungkannya : yang pertama
‘bagaimana umurmu kau habiskan ? ‘bagaimana
ilmumu kau amalkan’ darimana hartamu berasal,kemana kamu gunakan hartamu
itu dan tubuhmu kamu gunakan untuk apa ?
Hadirin
sidang sholat jum’at rokhimakumullah,
Marilah
kita perhatikan Q S.Yunus ayat 30 dan
Surat Ibrahim ayat 21
هُنَالِكَ
تَبْلُوا كُلُّ نَفْسٍ مَآأَسْلَفَتْ وَرُدُّوا إِلَى اللِه مَوْلاَهُمُ الْحَقِّ
وَضَلَّ عَنْهُم مَّاكَانُوا يَفْتَرُونَ {30}
Di tempat itu (padang
Mahsyar),tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya
dahulu dan mereka dikembalikan kepada Allah Pelindung mereka yang sebenarnya
dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan. (QS. 10:30)
وَبَرَزُوا
لِلَّهِ جَمِيعًا فَقَالَ الضُّعَفَاؤُا لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا كُنَّا
لَكُمْ تَبَعًا فَهَلْ أَنتُم مُّغْنُونَ عَنَّا مِنْ عَذَابِ اللهِ مِن شَىْءٍ
قَالُوا لَوْ هَدَانَا اللهُ لَهَدَيْنَاكُمْ سَوَآءٌ عَلَيْنَآ أَجَزِعْنَآ أَمْ
صَبَرْنَا مَالَنَا مِن مَّحِيصٍ {21}
Dan mereka semuanya (di
padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah
orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong:"Sesungguhnya kami
dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari pada
kami azab Allah (walaupun) sedikit saja Mereka menjawab:"Seandainya Allah
memberi petunuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu.Sama
saja bagi kita apakah kita mengeluh ataukah bersabar.Sekali-kali kita tidak
mempunyai tempat untuk melarikan diri". (QS. 14:21)
Hadirin sidang sholat Jumat Rokhimakumullah
Dalam kehidupan manusia, pada umumnya masyarakat awam mengikuti para
pemimpinnya. Ketika pemimpinnya bukan orang baik, maka masyarakat akan rusak.
Namun, Allah Swt tidak pernah mengizinkan perbudakan di antara manusia. Dan
tiada yang bisa ditaati secara absolut selain Tuhan, bahkan orang tua
sekalipun. Pada Hari Kiamat, hal ini tidak bisa dijadikan alasan.
Ayat ini mengatakan, "Mereka yang di dunia mengikuti secara buta dan
menuruti keinginan para pemimpinnya, maka pada hari kiamat akan disatukan
dengan mereka dan mereka tidak memiliki jalan keselamatan." Orang yang
congkak di dunia mengatakan kepada para nabi dan pendakwah kebenaran, "Bagi
kami tidak ada bedanya kamu menasehati ataupun tidak, kami akan tetap
melanjutkannya." Di akhirat pun ketika menjawab protes orang yang
mengikutinya pada hari kiamat, mereka mengatakan, "Tiada bedanya bersabar
atau tidak, tidak ada jalan keselamatan".
Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:
1. Petunjuk atau kesesatan pemimpin sebuah masyarakat berperan terhadap
kebahagiaan mapun penderitaan rakyat.2. Orang yang di dunia merasa berkuasa dan dirinya mampu melakukan apa saja, pada hari kiamat menyatakan ketidakmampuannya dan hidup terhina serta sengsara.
Banyak orang yang abs (asal bapa senang),banyak orang munafik dia buat kebijakan dia menyalahkan orang lain
Artinya:
Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. (14: 22)
Hadirin sidang sholat Jumat Rokhimakumullah
Berdasarkan ayat ini, orang yang berdosa dan bersalah pada Hari Kiamat
selalu mencari alasan. Setiap orang mengatakan orang lain sebagai penyebab
kesesatannya. Dalam ayat sebelumnya, orang yang bersalah menyebut pemimpin
buruk turut andil dalam kesesatan mereka. Ayat ini menjelaskan ulah para
pendosa yang mengalungkan dosa kepada setan sebagai penyebab utamanya. Tapi
setan tidak menerima tuduhan tersebut dengan mengatakan,"Jika aku
menjanjikan kalian kepada masa depan yang lebih baik, Tuhan pun memberikan
janji tersebut, lalu mengapa kalian mengikuti ajakanku dan meninggalkan
perkataan para nabi?"
Selain itu, aku pun tidak memaksa kalian melakukan dosa, tapi hanya
mengajak dan membisikkan saja. Dengan pilihan sendiri kalian melanggarnya.
Lalu, mengapa mencelaku. Pada Hari Kiamat, aku menyesali segala perbuatanku
terdahulu dan aku berlepas diri dari perbuatan kalian yang menyekutukan Allah
dan menjadikanku sebagai Tuhan kalian.
Dalam hal ini, salah satu karakteristik ahli neraka adalah saling
berlepas diri antara satu dengan yang lainnya. Di dalam neraka, antara satu
dengan yang lain saling melaknat dan mengecam.
Dari ayat tadi terdapat tiga pelajaran yang dapat dipetik:
1. Pekerjaan setan, menipu manusia dengan bisikan bukan dengan paksaan
melakukan dosa. Maka sebagai alasan, jangan mengalungkan dosa-dosa sendiri pada
setan.2. Menaati selain Allah, dari apa yang tidak disenangi-Nya termasuk syirik.
3. Mengikuti setan pada hakikatnya kezaliman kepada diri sendiri dan para nabi ilahi yang telah bersusah payah memberikan petunjuk pada umat manusia. (IRIB Indonesia)
Hadirin sidang sholat Jumat Rokhimakumullah
(Dan mereka akan berkumpul menghadap) semua makhluk itu menghadap.
Ungkapan pada ayat ini dan ayat sebelumnya memakai fi`il madhi, dimaksud untuk
memberikan pengertian kepastian bahwa hal itu benar-benar akan terjadi (kepada
Allah semuanya, lalu berkatalah orang-orang yang lemah) yakni para pengikut
(kepada orang-orang yang sombong) yaitu orang-orang yang diikuti
("Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikut kalian) lafal taba`an
merupakan bentuk jamak dari kata tunggal tabi`un (maka dapatkah kalian menghindarkan)
menolak (daripada kami azab Allah walau sedikit saja?") huruf min yang
pertama tadi bermakna lit-tabyin atau untuk menjelaskan, sedangkan huruf min
pada ayat ini bermakna lit-tab`idh atau menunjukkan makna sebagian. (Mereka
berkata) orang-orang yang diikuti itu ("Seandainya Allah memberi petunjuk
kepada kami niscaya kami dapat memberi petunjuk kepada kalian) artinya nicaya
kami akan menyeru kalian ke jalan hidayah. (Sama saja bagi kita, apakah kita
mengeluh atau bersabar, sekali-kali tidak mempunyai) huruf min di sini adalah
zaidah (tempat untuk melarikan diri.") tempat berlindung dari azab-Nya.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ
وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ
الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.
Khutbah kedua:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ
شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ
عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا
كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ
حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ
تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ
اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}. ثُمَّ اعْلَمُوْا
فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ:
{إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ
الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا
وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا
اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ
عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا
مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ
إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى
الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ