Minggu, 09 November 2014

Amar Ma'ruf na hi mun kar



Amar Ma’ruf Nahi Munkar
Oleh : Yusup. S.Pd. MM

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةُُ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلاَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ {104}

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَلَوْءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرَهُمُ الْفَاسِقُونَ {110}

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung. (QS. 3:104)
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. 3:110)

Hadrin sidang sholat jum’at Rokhimakumullah
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Illahi Robi yang mana telah memberikan kita nikmat,diantaranya nikmat iman nikmat islam dan nikmat yang tidak kalah pentingnya ialah nikmat sehat,sholawat dan slam marilah kita smapaikan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW ,selaku khotib saya berpesan pada diri saya dan hadirin sekalian marilah kita tingkatkan ketakwaan pada Allah SWT
Hadirin sidang sholat Jumat Rokhimakumullah
Marilah kita perhatikan firman Allah pada Surat Al Imron ayat 104 dan 110 (Baca dan terjemahkan) Ayat tersebut dengan jelas mengisyaratkan :
  Orang beragama baru dikatakan mereka berislam kalau dia berorganisasi atau berjamaah dan mereka dikatakan telah berjamaah kalau dia melakukan Amar Ma’ruf Nahi Mun kar dengan demikian  dapat dikatakan mereka tidak berislam kalau tidak melakukan Amar ma’ruf nahi munkar .Pertanyaannya adalah : Apa yang dimaksud dengan berorganisasi ?  dan apa yang dimaksud dengan Amar ma’ruf nahi munkar ? Naluri Manusia selalu ingin diakui status berkomunitas, hidup bertetangga,berkeluarga,berjamaah,pengakuan hidup berkelompok  sangat diperlukan oleh manusia,lalu bagaimana hidup berjamaah itu yang sesuai dengan ajaran islam oleh karena itu  orang merasa tidak nyaman hidup menyendiri ,selain naluri manusia ingin hidup berkelompok,manusia juga mempunyai naluri kebutuhan adanya sebuah kekuatan yang gaib  bahkan orang atheis sekalipun dia merasa adanya kekuatan lain sebagai pengendali manusia , manusia punya naluri sebagai Status Hamba artinya dia membutukan kekuatan yang maha tinggi dan manusia sebagai status sosial,ia memiliki ketergantungan dengan sesama manusia, apakah ada orang yang bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain ? ternyata semua orang pasti membutuhkan oarang lain ! maka untuk mengikat itu semua diperlukan perkumpulan atau organisasi dan fasilitas hidup berkelompok yang paling kecil adalah kelompok sholat berjamaah,dan kelompok yang lebih besar sperti majlis ta’lim,organisasi masyarakat,organisasi islam,organisasi mulai tingkat daerah sampai nasionnal.  
berorganisasi adalah berkelompok atau badan hukum,atau partai,atau kumpulan atau jamaah yang memiliki visi yang sama  jadi dalam berislam bila tdk ada kerjasma dan visi yang sama ini belum dikatakan berorganisasi sedangkan dalam ayat tersebut yang dimaksud dengan Amar ma’ruf artinya mengajak kepada kebaikan,Nahi munkar artinya mencegah keburukan dalam opini umum Al ma’ruf  adalah apa2 yang disukai oleh orang banyak  dan Al munkar adalah apa2 yang tidak disukai oleh orang banyak  dengan demikian kalau organisasi atau masyarakat atau jamaah tidak adalagi orang yang mengajak kepada kebaikan,dan membiarkan orang berbuat buruk berarti komunitas islam sudah mati,apalagi kalau ada keburukan di depan rumahnya atau di dalam lingkungan ia bekerja dia biarkan saja berarti orang islam tersebut  sudah mati dalam hidup sebab ciri orang berislam adalah berjamah dan ber amar ma’ruf nahi mun kar .Dalam S Al imron ayat 112 lanjutan dari ayat tadi yaitu ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلاَّ بِحَبْلٍ مِّنَ اللهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ
Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas. (QS. 3:112)
jadi bukti adanya iman adalah interaksi kita dengan manusia jika interaksi itu tdk ada amar ma’ruf nahi munkar maka itu belum beriman ,jelas sekali  kan ayat  ini namun mengapa manusia enggan mencegah kemunkaran ? karena orang mengajak kebaikan tidak mendapatkan hambatan tetapi ketika mencegah keburukan akan menghadapi tantangan,biasanya kita merasa sungkan,merasa ga enak,mmerasa takut meluruskan teman kita yang menyimpang inilah yang harus dibiasakan ditegakan, dan Dalam Surat tersebut juga dinyatakan kata  Al ma’ruf didahulukan daripada kata iman artinya iman itu sumber kehidupan iman baru diakui Allah jika dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari  jika iman itu sumber kehidupan sedangkan Amar ma’ruf bentengnya iman, iman itu menyangkut individu,sedangkan Amar menyangkut dimensi sosial dan Nahi Munkar menurut Prof.Dr. HAMKA adalah pokoknya Tauhid yaitu mencegah syirik
Dalam Surat Alamidah ayat 78-79 Allah menyatakan telah dilaknati orang2 kafir dari Bani Israil melalui lisan Nabi Daud dan Isa putra maryam yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat jadi jelas jika masyarakat atau jamaah,atau organisasi tidak melakukan amar ma’ruf nahi munkar akan mendapat kehinaan dan kehancuran
Dalam sebuah kisah tamsil dari Rosulullah   :  kaum yang berundi di dalam kapal laut diantara mereka ada dibagian bawah kapal,jika mereka mengambil air mereka akan melewati orang2 yang ada di atasnya,tetapi jika mereka melubangi kapal utk mengambil air mereka tdk mengganggu orang2 yang ada diatasnya tsb.jika orang di atas tidak mencegahnya maka yang celaka orang2 yang ada di atas dan orang2 yang ada dibawahnya.tetapi kalau dicegah semuanya selamat.
Dalam sebuah negara kalau korupsi tidak dicegah oleh orang2 pemegang kekuasaan ini akan celaka,kalau korupsi atau penyimpangan di lingkungan kita hidup,dan bekerja,serta berjamaah tidak kita cegah ini akan menimbulkan kehancuran dan jika orang orang rakyat biasa tdk diajak berbuat ma’ruf atau berbuat baik mereka yang awam tidak dicerdaskan maka mereka akan melakukan tindaka2an yang merugikan orang lain.karena mereka tidak mengerti ,Sekecil apapun kita memiliki kekuasaan dan pekerjaan maka kita kita punya kewajiban menegakan amar ma’ruf nahi mun kar terhadap orang2 di lingkungan kekuasaan dan pekerjaan kita,  di situlah kita membuktikan iman kita, jadi kasus seperti MK yang ketuanya korupsi,itu adalah bukti  tidak melibatkan iman untuk mau melakukan upaya prefentif atau pencegahan,artinya Amar ma’ruf nahi mun kar tidak ditegakkan, Apalagi kasus seperti MK yang seharusnya menjadi penegak hukum malah ketuanya melakukan korupsi,hukuman Allah di dunia dan di akhirat lebih berat lagi,padahal pengadilan adalah benteng terakhir dari sebuah penegakan hukum,kalau orang2 yang berkepentingan terhadap MK membiarkan korupsi terjadi,berarti mereka tak punya iman,kita patut prihatin terhadap korupsi yang dilakukan oleh pejabat2 korupsi, daging sapi dikorupsi,tak puas dengan daging sapi daging wanita mahasiswa dan pelajarpun digarapnya juga,harga bawang melambung tinggi pengusaha tahu tempe harus gulung tikar karena harga impor kedelai ,sehingga ibarat peristiwa tadi yaitu orang yang melubangi kapal laut yang mengakibatkan semua penunmpang kapal tewas ,inilah  kalau kita punya pemimpin  orang filsafat yang suka membuat retorika,membuat logika tanpa cepat bertindak,bangsa kita benar2 berada ditepi jurang kehancuran ala sa fa hufrotim mi nan nar
Maka khotib mengajak marilah kita mencegah keburukan sesuai peran kita masing2, cobalah kita perhatikan dan hubungkan surat al imron ayat 110 dan 112 itu mengajak kpd kebaikan salah contoh konkritnya adalah membuktikan kerja kita dengan cara mengajak orang berbuat baik menjalin komunitas berjamaah kalau ia kepala sekolah maka yang di jalin adalah masyarakat atau wali murid dan steakholdere atau orang yang berkepentingan dengan sekolah tersebut, dan steakholder tersebut melakukan nahi mun kar apabila terjadi penyimpangan di sekolah tersebut.kalau ia pemimpin partai maka yang di jalin adalah konsituwennya dan orang2 yang ada di garis depan  pembuat  kebijakan                                                                                kalau   pemerintahan,Parlemen,pengadilan,kepolisian,departemen dan pengusaha melakukan penyimpangan maka upaya pencegahan Nahi munkar harus dilakukan inilah bukti iman kita ,kalau kondisinya sebaliknya steakholder ga mau mencegah perbuatan kepsek yang korupsi atau tdak melakukan kerja dengan baik maka Allah mempertanyakan iman kita,kalau ia pegawai,kepala bagian di perusahaan,apapun jabatan kita ,jika kita biarkan keburukan terjadi ini akan dipertanyakan oleh Allah masih punya imankah kita? Maka  khotib menyimpulkan kita tidak berislam karena ciri beriman islam adalah berjamaah,dan ciri berjamaah adalah amar ma’ruf nahi munkar
Jika kehancuran terjadi ini adalah jawaban dari arogansi kita yang telah memimpin yang buruk ,membiarkan pemimpin yang buruk itu melakukan penyimpangan.orang2 yang mentaklidkan itu tadi tampil dengan wajah2 tanpa salah dan senyum yang manis,maka sekarang ini banyak terdapat kesombongan dalam keramahan,kesombongan dalam kebodohan,dan kesombongan daam kemiskinan, dan kemiskinan dalam kekayaan. Kita sering saksikan bagaimana pejalan kaki yang jalan seenaknya memenuhi badan jalan ketika terjadi keramaian begitu tertabrak yang berkendaraan di slahkan,begitu juga yang berkendaraan bermotor dengan seenaknya ketika tretabrak mobil ,yang berkendaraan mobil yang disalahkan ,kesombongan orang2 awam karena telah memilih pemimpin yang buruk karena uang Rp.20.000
Untuk itu  khotib mengajak marilah kita kuatkan iman kita,cerdaskan akal kita,mantapkan langkah dan lembutkan perasaan kita ,ternyata sebagai rakyat biasa sekalipun kita punya kewajiban menegakan kebenaran,mencegah keburukan,dan kita punya kewjiban mengajak kpd kebaikan
Orang2 yang mengakkan amar ma’ruf nahi munkar akan deberikan oleh Allah :
1.ditinggikan derajatnya (s Al Imron 110),orang2 yang hidupnya bersih dari
   Penyimpangan dan berupaya membersihkan penyimpangan dialah yang
   Memiliki harga diri sebagai orang yang takwa yang tinggi derajatnya di hadap
   an Allah dan di mata manusia
2.Terhindar dari kebinasaan,karena hidayat/rahmat Allah itu hanya diberikan ke
   Pada hamba2 yang taat.dan taat pada Allah itu mestinya berjamaah,taat pada
   Allah itu harus berimplikasi pada penegakan hukum Allah yaitu Amar ma’ruf
   Nahi mun kar  inna sholata tan ha a nil fa sha i wal mun kar sesungguhnya
   Sholat itu mencegah perbuatan keji dan mun kar
3.Anugrah yang besar
4.Terhindar dari laknat Allah SWT
Amieeen.................   Barokallahu li wa lakum..........................    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar