Amar
Ma’ruf Nahi Munkar
Oleh : Yusup. S.Pd. MM
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةُُ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ
وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلاَئِكَ هُمُ
الْمُفْلِحُونَ {104}
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ
لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ
بِاللهِ وَلَوْءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ مِّنْهُمُ
الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرَهُمُ الْفَاسِقُونَ {110}
Dan hendaklah ada di
antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang
ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung.
(QS. 3:104)
Kamu adalah umat yang
terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan
mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab
beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman
dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. 3:110)
Hadrin
sidang sholat jum’at Rokhimakumullah
Marilah kita panjatkan
puji dan syukur kehadirat Illahi Robi yang mana telah memberikan kita
nikmat,diantaranya nikmat iman nikmat islam dan nikmat yang tidak kalah
pentingnya ialah nikmat sehat,sholawat dan slam marilah kita smapaikan pada
junjungan kita Nabi Muhammad SAW ,selaku khotib saya berpesan pada diri saya
dan hadirin sekalian marilah kita tingkatkan ketakwaan pada Allah SWT
Hadirin sidang sholat
Jumat Rokhimakumullah
Marilah kita perhatikan
firman Allah pada Surat Al Imron ayat 104 dan 110 (Baca dan terjemahkan) Ayat
tersebut dengan jelas mengisyaratkan :
Orang beragama
baru dikatakan mereka berislam kalau dia berorganisasi atau berjamaah dan
mereka dikatakan telah berjamaah kalau dia melakukan Amar Ma’ruf Nahi Mun kar
dengan demikian dapat dikatakan mereka
tidak berislam kalau tidak melakukan Amar ma’ruf nahi munkar .Pertanyaannya adalah
: Apa yang dimaksud dengan berorganisasi ? dan apa yang dimaksud dengan Amar ma’ruf nahi
munkar ? Naluri Manusia selalu ingin diakui status berkomunitas, hidup
bertetangga,berkeluarga,berjamaah,pengakuan hidup berkelompok sangat diperlukan oleh manusia,lalu bagaimana
hidup berjamaah itu yang sesuai dengan ajaran islam oleh karena itu orang merasa tidak nyaman hidup menyendiri ,selain
naluri manusia ingin hidup berkelompok,manusia juga mempunyai naluri kebutuhan
adanya sebuah kekuatan yang gaib bahkan
orang atheis sekalipun dia merasa adanya kekuatan lain sebagai pengendali
manusia , manusia punya naluri sebagai Status Hamba artinya dia membutukan
kekuatan yang maha tinggi dan manusia sebagai status sosial,ia memiliki
ketergantungan dengan sesama manusia, apakah ada orang yang bisa hidup sendiri
tanpa bantuan orang lain ? ternyata semua orang pasti membutuhkan oarang lain !
maka untuk mengikat itu semua diperlukan perkumpulan atau organisasi dan fasilitas
hidup berkelompok yang paling kecil adalah kelompok sholat berjamaah,dan
kelompok yang lebih besar sperti majlis ta’lim,organisasi masyarakat,organisasi
islam,organisasi mulai tingkat daerah sampai nasionnal.
berorganisasi adalah berkelompok
atau badan hukum,atau partai,atau kumpulan atau jamaah yang memiliki visi yang
sama jadi dalam berislam bila tdk ada
kerjasma dan visi yang sama ini belum dikatakan berorganisasi sedangkan dalam
ayat tersebut yang dimaksud dengan Amar ma’ruf artinya mengajak kepada
kebaikan,Nahi munkar artinya mencegah keburukan dalam opini umum Al ma’ruf adalah apa2 yang disukai oleh orang
banyak dan Al munkar adalah apa2 yang
tidak disukai oleh orang banyak dengan
demikian kalau organisasi atau masyarakat atau jamaah tidak adalagi orang yang
mengajak kepada kebaikan,dan membiarkan orang berbuat buruk berarti komunitas
islam sudah mati,apalagi kalau ada keburukan di depan rumahnya atau di dalam
lingkungan ia bekerja dia biarkan saja berarti orang islam tersebut sudah mati dalam hidup sebab ciri orang
berislam adalah berjamah dan ber amar ma’ruf nahi mun kar .Dalam S Al imron
ayat 112 lanjutan dari ayat tadi yaitu ضُرِبَتْ
عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلاَّ بِحَبْلٍ مِّنَ اللهِ وَحَبْلٍ
مِّنَ النَّاسِ
Mereka diliputi
kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali
(agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat
kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena
mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang
benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas. (QS. 3:112)
jadi bukti adanya iman adalah interaksi kita dengan
manusia jika interaksi itu tdk ada amar ma’ruf nahi munkar maka itu belum
beriman ,jelas sekali kan ayat ini namun mengapa manusia enggan mencegah
kemunkaran ? karena orang mengajak kebaikan tidak mendapatkan hambatan tetapi
ketika mencegah keburukan akan menghadapi tantangan,biasanya kita merasa
sungkan,merasa ga enak,mmerasa takut meluruskan teman kita yang menyimpang
inilah yang harus dibiasakan ditegakan, dan Dalam Surat tersebut juga dinyatakan
kata Al ma’ruf didahulukan daripada kata iman artinya
iman itu sumber kehidupan iman baru diakui Allah jika dibuktikan dalam
kehidupan sehari-hari jika iman itu
sumber kehidupan sedangkan Amar ma’ruf bentengnya iman, iman itu menyangkut
individu,sedangkan Amar menyangkut dimensi sosial dan Nahi Munkar menurut
Prof.Dr. HAMKA adalah pokoknya Tauhid yaitu mencegah syirik
Dalam Surat Alamidah
ayat 78-79 Allah menyatakan telah dilaknati orang2 kafir dari Bani Israil
melalui lisan Nabi Daud dan Isa putra maryam yang demikian itu disebabkan
mereka durhaka dan selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat
jadi jelas jika masyarakat atau jamaah,atau organisasi tidak melakukan amar
ma’ruf nahi munkar akan mendapat kehinaan dan kehancuran
Dalam sebuah kisah
tamsil dari Rosulullah : kaum yang berundi di dalam kapal laut
diantara mereka ada dibagian bawah kapal,jika mereka mengambil air mereka akan
melewati orang2 yang ada di atasnya,tetapi jika mereka melubangi kapal utk
mengambil air mereka tdk mengganggu orang2 yang ada diatasnya tsb.jika orang di
atas tidak mencegahnya maka yang celaka orang2 yang ada di atas dan orang2 yang
ada dibawahnya.tetapi kalau dicegah semuanya selamat.
Dalam sebuah negara kalau korupsi tidak
dicegah oleh orang2 pemegang kekuasaan ini akan celaka,kalau korupsi atau
penyimpangan di lingkungan kita hidup,dan bekerja,serta berjamaah tidak kita
cegah ini akan menimbulkan kehancuran dan jika orang orang rakyat biasa tdk
diajak berbuat ma’ruf atau berbuat baik mereka yang awam tidak dicerdaskan maka
mereka akan melakukan tindaka2an yang merugikan orang lain.karena mereka tidak
mengerti ,Sekecil apapun kita memiliki kekuasaan dan pekerjaan maka kita kita
punya kewajiban menegakan amar ma’ruf nahi mun kar terhadap orang2 di
lingkungan kekuasaan dan pekerjaan kita, di situlah kita membuktikan iman kita, jadi kasus
seperti MK yang ketuanya korupsi,itu adalah bukti tidak melibatkan iman untuk mau melakukan
upaya prefentif atau pencegahan,artinya Amar ma’ruf nahi mun kar tidak
ditegakkan, Apalagi kasus seperti MK yang seharusnya menjadi penegak hukum
malah ketuanya melakukan korupsi,hukuman Allah di dunia dan di akhirat lebih
berat lagi,padahal pengadilan adalah benteng terakhir dari sebuah penegakan
hukum,kalau orang2 yang berkepentingan terhadap MK membiarkan korupsi
terjadi,berarti mereka tak punya iman,kita patut prihatin terhadap korupsi yang
dilakukan oleh pejabat2 korupsi, daging sapi dikorupsi,tak puas dengan daging
sapi daging wanita mahasiswa dan pelajarpun digarapnya juga,harga bawang
melambung tinggi pengusaha tahu tempe harus gulung tikar karena harga impor
kedelai ,sehingga ibarat peristiwa tadi yaitu orang yang melubangi kapal laut
yang mengakibatkan semua penunmpang kapal tewas ,inilah kalau kita punya pemimpin orang filsafat yang suka membuat
retorika,membuat logika tanpa cepat bertindak,bangsa kita benar2 berada ditepi
jurang kehancuran ala sa fa hufrotim mi nan nar
Maka khotib mengajak marilah kita
mencegah keburukan sesuai peran kita masing2, cobalah kita perhatikan dan
hubungkan surat al imron ayat 110 dan 112 itu mengajak kpd kebaikan salah
contoh konkritnya adalah membuktikan kerja kita dengan cara mengajak orang
berbuat baik menjalin komunitas berjamaah kalau ia kepala sekolah maka yang di
jalin adalah masyarakat atau wali murid dan steakholdere atau orang yang
berkepentingan dengan sekolah tersebut, dan steakholder tersebut melakukan nahi
mun kar apabila terjadi penyimpangan di sekolah tersebut.kalau ia pemimpin partai
maka yang di jalin adalah konsituwennya dan orang2 yang ada di garis depan pembuat kebijakan
kalau
pemerintahan,Parlemen,pengadilan,kepolisian,departemen dan pengusaha
melakukan penyimpangan maka upaya pencegahan Nahi munkar harus dilakukan inilah
bukti iman kita ,kalau kondisinya sebaliknya steakholder ga mau mencegah perbuatan
kepsek yang korupsi atau tdak melakukan kerja dengan baik maka Allah
mempertanyakan iman kita,kalau ia pegawai,kepala bagian di perusahaan,apapun
jabatan kita ,jika kita biarkan keburukan terjadi ini akan dipertanyakan oleh
Allah masih punya imankah kita? Maka khotib menyimpulkan kita tidak berislam karena
ciri beriman islam adalah berjamaah,dan ciri berjamaah adalah amar ma’ruf nahi
munkar
Jika kehancuran terjadi
ini adalah jawaban dari arogansi kita yang telah memimpin yang buruk ,membiarkan
pemimpin yang buruk itu melakukan penyimpangan.orang2 yang mentaklidkan itu
tadi tampil dengan wajah2 tanpa salah dan senyum yang manis,maka sekarang ini
banyak terdapat kesombongan dalam keramahan,kesombongan dalam kebodohan,dan
kesombongan daam kemiskinan, dan kemiskinan dalam kekayaan. Kita sering
saksikan bagaimana pejalan kaki yang jalan seenaknya memenuhi badan jalan
ketika terjadi keramaian begitu tertabrak yang berkendaraan di slahkan,begitu
juga yang berkendaraan bermotor dengan seenaknya ketika tretabrak mobil ,yang
berkendaraan mobil yang disalahkan ,kesombongan orang2 awam karena telah
memilih pemimpin yang buruk karena uang Rp.20.000
Untuk itu khotib mengajak marilah kita kuatkan iman kita,cerdaskan
akal kita,mantapkan langkah dan lembutkan perasaan kita ,ternyata sebagai
rakyat biasa sekalipun kita punya kewajiban menegakan kebenaran,mencegah
keburukan,dan kita punya kewjiban mengajak kpd kebaikan
Orang2 yang mengakkan
amar ma’ruf nahi munkar akan deberikan oleh Allah :
1.ditinggikan
derajatnya (s Al Imron 110),orang2 yang hidupnya bersih dari
Penyimpangan dan berupaya membersihkan
penyimpangan dialah yang
Memiliki harga diri sebagai orang yang takwa
yang tinggi derajatnya di hadap
an Allah dan di mata manusia
2.Terhindar dari
kebinasaan,karena hidayat/rahmat Allah itu hanya diberikan ke
Pada hamba2 yang taat.dan taat pada Allah
itu mestinya berjamaah,taat pada
Allah itu harus berimplikasi pada penegakan
hukum Allah yaitu Amar ma’ruf
Nahi mun kar
inna sholata tan ha a nil fa sha i wal mun kar sesungguhnya
Sholat itu mencegah perbuatan keji dan mun
kar
3.Anugrah yang besar
4.Terhindar dari laknat
Allah SWT
Amieeen................. Barokallahu li wa
lakum..........................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar