Selasa, 29 Mei 2018

Sholat menjadikan pemimpin terhindar dari perbuatan Fahsya dan munkar


Khutbah Jum’at:
SHOLAT MENJADIKAN PEMIMIPIN TERHINDAR DARI PERBUATAN FAHSYA
DAN MUNKAR
Oleh : YUSUP, S.Pd, MM.
Khutbah Pertama
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. قَالَ تَعَالَى
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

اتْلُ مَآأُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ وَاللهُ يَعْلَمُ مَاتَصْنَعُونَ {45}]

Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Illahi Robi yang mana telah memberikan kita nikmat,diantaranya nikmat iman, nikmat islam, dan nikmat yang tidak kalah pentingnya ialah nikmat sehat,sholawat dan salam marilah kita sampaikan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW ,selaku khotib saya berpesan pada diri saya dan hadirin sekalian marilah kita tingkatkan ketakwaan pada Allah SWT
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Sholat menjadikan pemimpin terhindar dari perbuatan fahsya wal munkar
Semua orang sholat harus menjadikan dirinya terhindar dari perbuatan fahsya wal munkar,karena semua kita adalah pemimpin.lihatlah Hadits Riwayat Bukhori dibawah ini
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ , قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ , فَالإمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ, وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ, وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَهِيَ مَسْئُولَةٌ, وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ. أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ
“Dari Abdullah, ia berkata: Nabi saw. bersabda: Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawabannya. Maka seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawabannya. Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya dan ia akan dimintai pertanggung jawabannya. Seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya, dan ia pun akan dimintai pertanggung jawabannya. Dan seorang budak juga pemimpin atas harta tuannya dan ia juga akan dimintai pertanggung jawabannya. Sungguh setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya” Sahih al-Bukhori: 4789
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Pada diri kita minimal kita memimpin diri kita sendiri agar terhindar dari perbuatan dosa dan memimpin keluarga kita mencegah dari perbuatan fahsya wal munkar ,apakah kita sebagai Ayah atau sebagai Ibu pembina keluarga maka kita harus meneruskan sholat kita pada diri kita masing-masing agar sholat kita dalam kehidupan setelah sholat ritual masuk ke dalam sholat sosial yaitu mengjak kepada kebaikan dan mencegah diri kita dari perbuatan fahsya wal munkar, maka ruh sholat masih tetap kita jaga dengan memelihara keluarga kita menjaga keluarga kita dari apai neraka dari perbuatan keji perbuatan yang buruk fahsya wal munkar, seperti pergaulan bebas,pakaian yang tidak sopan mengumbar aurat,perzinahan,Narkoba,miras,idiolgi yang sangat sesat,sekulerisme,LGBT,ketidakjujuran,malas,jorok,Judi,Korupsi,prilaku brutal,pembunuhan karakter,pembunuhan sadis dan lain-lain
Begitu juga bagi orang-orang yang mempunyai tugas tambahan sebagai pemimpin mulai dari yang terkecil RT ,RW dan tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai jamaah,pemimpin organisasi yang mempunyai anggota yang masif,Lurah,Camat,Walikota,Gubernur,Menteri,Presiden serta perangkatnya semua steakholder Dewan dan yang menyertai kepemimpinan mereka masing-masing,maka setelah sholat, diluar sholat. sholat mereka harus berimplikasi pada pencegahan amar ma’ruf nahi munkar
Allah Ta’ala berfirman,
اتْلُ مَآأُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ وَاللهُ يَعْلَمُ مَاتَصْنَعُونَ {45}]
 Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (al-Qur'an) dan dirikanlah shalat.Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 29:45)

Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Perhatikan ayat tersebut ! Sholat itu bukan dikerjakan tetapi sholat itu didirikan yang namanya didirikan seperti membangun rumah maka akan banyak barang komplementer yang dibutuhkan untuk memperkuat bangunan tersebut seperti semen dan pasir,paku dan lain-lain untuk menguatkan pondasi dan tiang,Nah sholat sebagai tiangnya agama tanpa disertai perangkatnya yaitu amar ma’ruf dan nahi munkar maka dia belum disebut sholat.
Dalam Tafsir Al Adzim dijelaskan“Dalam shalat ada tiga hal di mana jika tiga hal ini tidak ada maka tidak disebut shalat. Tiga hal tersebut adalah ikhlas, rasa takut dan dzikir pada Allah. Ikhlas itulah yang memerintahkan pada yang ma’ruf (kebaikan). Rasa takut itulah yang mencegah dari kemungkaran. Sedangkan dzikir melalui Al Qur’an yang memerintah dan melarang sesuatu.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 6: 65).
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Dalam tafsir Ibnu Katsir QS Al Ankabut ayat 45 tersebut juga menafsirkan hal yang sama yaitu ” tidak disebut sholat jika tidak ada 3 hal dalam sholatnya itu yaitu ikhlas,yang mendorong orang yang sholat untuk mengajak kepada yang ma’ruf jadi kalau dia seorang profesional maka ia berbuat dan mengajak kepada kebaikan untuk profesional, jujur, dan bertanggung jawab atas pekerjaannya maka dia sedang mendirikan sholat dan kedua khusu Ibnu katsir menerjemahkan khusu artinya sholat yang mendorong rasa takut berbuat dosa senada dengan tafsir Al adzim yaitu mencegah perbuatan keji,perbuatan dosa, fahysa walmukar (seperti korupsi,perzinahan,judi miras,narkoba,pembunuhan,teroris,dll) maka jika sholatnya tidak mencegah perbuatan fahsya dan munkar  menurut tafsir Al adzim dan Tafisr Ibnu katsir ia belum sholat.ketiga zikrullah yaitu menggunakan petunjuk al quran untuk melaksanakan aktifitas mana yang termasuk larangan mana yang termasuk perintah orang yang sholat akan menegakan aturan Al Quran tersebut dalam kehidupannya ini adalah masih bagian dari sholat,menggunakan kebenaran/aturan Allah untuk setiap lini kehidupannya.
Dimana sholat berfungsi seperti itu ? sholat yang seperti itu harus ada kelembagaaan dan kepemimpinanlah yang paling utama berfungsi biyadihi(kekuasaannya)  agar da’wah efektif.Pemimpinlah yang menjadi point penting dalam penegakan sholat.sehingga dengan kekuasaannya dia mencegah perbuatan fahsya walmunkar,contoh betapa sulitnya membersihkan pelacuran dan perjudian oleh ulama para ustazt tetapi dengan membuat perda oleh Walikota bersama Dewan maka pelacuran,miras dan perjudian dengan cepat dapat dihentikan karena mereka punya kewenangan memberikan sangsi hukum.inilah yang disebut pemerintah sedang sholat dan sebaliknya jika pemerintah membiarkan fahsya walmunkar maka dia dikatakan oleh Ibnu katsir dalam menfasirkn surat Al ankabut ayat 45 dia belum sholat

عن أبي سعيد الخدري قال: سمعت رسول الله صل الله عليه وسلم يقول
من رأى منكم منكرا، فليغيره بيده، فإن لم يستطع فبلسانه، فإن لم يستطع فبقلبه، وذلك أضعف الإيمان
Dari Abu Sa’id Al Khudri Radhiyallahu ‘anhu : saya mendengar Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka ubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya, dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman” (HR. Muslim).
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah......
Fungsi pemimpin adalah bukan mengutuk dan mengecam,karena mengutuk dan mengecam itu pekerjaan Guru, ustazt dan ulama fa bi lisani (dengan lisan),sedangkan fungsi pemimpin adalah membuat kebijakan aturan yang mengekang yang mengcut terjadinya fahsya walmunkar biyadihi (dengan kekuasaan) dan untuk masyarakat awam dan ibu-ibu rumah tangga dengan hatinya melakukan pembinaan dan itulah selemah lemahnya iman
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Pejabat yang tidak bisa menghentikan perbuatan fahsya dan munkar padahal dia punya otoritas (biyadihi) maka dia belum sholat,khotib mengajak mari dalam rangka sholat sosial kita cut jaringan teroris yang jelas jelas melakukan perbuatan keji jelas-jelas menanamkan idiologi yang sesat tentang jihad yang bertentangan denga ajaran Islam bahkan bertentangan dengan ajaran manapun jangan biarkan tanpa pencegahan dengan piranti hukum yang jelas,khotib mengajak mari kita hentikan Narkoba,mari kita selamtkan generasi muda,bebaskan merela dari miras,pergaulan bebas,LGBT,hentikan pelacuran,perzinhan perjudian,mari kita didik bngsa ini dengan Pendidikan karakter,kejujuran ,hentikan korupsi yang meraja lela,dengan kekuasaannya maka solusinya pemimpin harus sholat ritual dan sholat sosial harus dapat mengaplikasikan sholatnya dalam kehidupan sehari hari dan kita sedapat mungkin kita menggunakan potensi kita untuk meneruskan sholat kita dalam kehidupan sehari-hari


بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.
Khutbah kedua:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}. ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَة

Senin, 14 Mei 2018

tekhnik penulisan Soal UTS,UAS,UKK


PANDUAN PENYUSUNAN SOAL UTS, UAS ,DAN UKK
PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI
Pengertian : Penilaian berbasis kompetensi merupakan teknik evaluasi yang harus dilakukan guru dalam pembelajaran di sekolah. Teknik dan pelaksanaannya diatur di dalam:
  1. Undang-­Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  2. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
  3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi
  4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan
  5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan
Bentuk dan Proses Penilaian
n  Tes meliputi tes lisan, tertulis (bentuk uraian, pilihan ganda, jawaban singkat, isian, menjodohkan, benar-salah), dan tes perbuatan yang meliputi: kinerja (performance), penugasan (projek) dan hasil karya (produk).
n  Non-tes contohnya seperti penilaian sikap,  minat, motivasi, penilaian diri, portfolio, life skill. Tes perbuatan dan penilaian non tes dilakukan melalui  pengamatan (observasi).
Langkah-langkah pengembangan tes
n  menentukan tujuan penilaian,
n  menentukan kompetensi yang diujikan
n  menentukan materi penting pendukung kompetensi (urgensi, kontinuitas, relevansi, keterpakaian),
n  menentukan jenis tes yang tepat (tertulis, lisan, perbuatan),
n  menyusun kisi-kisi, butir soal, dan pedoman penskoran,
n  melakukan telaah butir soal.
Langkah-langkah pengembangan non tes
n  menentukan tujuan penilaian,
n  menentukan kompetensi yang diujikan,
n  menentukan aspek yang diukur,
n  menyusun tabel pengamatan dan pedoman penskorannya,
n  melakukan penelaahan.
Kriteria Bahan Ulangan/Ujian
  1. adanya kesesuaian materi yang diujikan dan target kompetensi yang harus dicapai melalui materi yang diajarkan. Hal ini dapat memberikan informasi tentang siapa atau peserta didik mana yang telah mencapai tingkatan pengetahuan tertentu yang disyaratkan sesuai dengan target kompetensi dalam silabus/kurikulum dan dapat memberikan informasi mengenai apa dan seberapa banyak materi yang telah dipelajari peserta didik.
  2. bahan ulangan/ujian hendaknya menghasilkan informasi atau data yang dapat dijadikan landasan bagi pengembangan standar sekolah, standar wilayah, atau standar nasional melalui penilaian hasil proses belajar-mengajar.
Soal yang Bermutu
SAHIH (valid), dan HANDAL
n  Sahih maksudnya bahwa setiap alat ukur hanya mengukur satu dimensi/aspek saja. Mistar hanya mengukur panjang, timbangan hanya mengukur berat, bahan ujian atau soal PKn hanya mengukur materi pembelajaran PKn bukan mengukur keterampilan/kemampuan materi yang lain.
n  Handal maksudnya bahwa setiap alat ukur harus dapat memberikan hasil pengukuran yang tepat, cermat, dan ajeg. Untuk dapat menghasilkan soal yang sahih dan handal, penulis soal harus merumuskan kisi-kisi dan menulis soal berdasarkan kaidah penulisan soal yang baik (kaidah penulisan soal bentuk objektif/pilihan ganda, uraian, atau praktik).
n  Tes yang baik harus memenuhi tiga karakteristik, yaitu: validitas, reliabilitas, dan usabilitas.(Linn dan Gronlund (1995: 47)
Validitas artinya ketepatan interpretasi hasil prosedur pengukuran,
n  reliabilitas artinya konsistensi hasil pengukuran, dan
n  usabilitas artinya praktis prosedurnya
TEKNIK PENILAIAN DAN PROSEDUR PENGEMBANGAN TES
Teknik penilaian adalah metode atau cara penilaian yang dapat digunakan guru untuk rnendapatkan informasi. Teknik penilaian yang memungkinkan dan dapat dengan mudah digunakan oleh guru, misalnya:
(1) tes (tertulis, lisan, perbuatan),
(2) observasi atau pengamatan,
(3) wawancara.
Teknik penilaian melalui tes
a.            Tes tertulis
Tes tertulis adalah tes yang soal-soalnya harus dijawab peserta didik dengan memberikan jawaban tertulis. Jenis tes tertulis secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:
1)            tes objektif, misalnya bentuk pilihan ganda(jamak), jawaban singkat atau isian, benar ­salah, dan bentuk menjodohkan;
2)            tes uraian, yang terbagi atas tes uraian objektif (penskorannya dapat dilakukan secara objektif) dan tes uraian non-objektif (penskorannya sulit dilakukan secara objektif).
Tes lisan
Tes lisan yakni tes yang pelaksanaannya dilakukan dengan mengadakan tanya jawab secara langsung antara pendidik dan peserta didik.
Kelebihannya adalah:
(1) dapat menilai kemampuan dan tingkat pengetahuan yang   
dimiliki peserta didik, sikap, serta kepribadiannya karena dilakukan secara berhadapan langsung;
(2)bagi peserta didik yang kemampuan berpikirnya relatif lambat sehingga sering mengalami kesukaran dalam memahami pernyataan soal, tes bentuk ini dapat menolong sebab peserta didik dapat menanyakan langsung kejelasan pertanyaan yang dimaksud;
(3) hasil tes dapat langsung diketahui peserta didik.
Kelemahannya adalah
(1) subjektivitas pendidik sering mencemari hasil tes,
(2) waktu pelaksanaan yang diperlukan relatif cukup lama.
Teknik penilaian melalui observasi atau pengamatan
n  Observasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan pendidik untuk mendapatkan informasi tentang peserta didik dengan cara mengamati tingkah laku dan kemampuannya selama kegiatan observasi berlangsung. Observasi dapat ditujukan kepada peserta didik secara perorangan atau kelompok. Dalam kegiatan observasi perlu disiapkan format pengamatan. Format pengamatan dapat berisi: (1) perilaku-perilaku atau kemampuan yang akan dinilai, (2) batas waktu pengamatan.
n  Tes perbuatan
n  Tes perbuatan yakni tes yang penugasannya disampaikan dalam bentuk lisan atau tertulis dan pelaksanaan tugasnya dinyatakan dengan perbuatan atau unjuk kerja. Penilaian tes perbuatan dilakukan sejak peserta didik melakukan persiapan, melaksanakan tugas, sampai dengan hasil yang dicapainya. Untuk menilai tes perbuatan pada umumnya diperlukan sebuah format pengamatan, yang bentuknya dibuat sedemikian rupa agar pendidik dapat menuliskan angka-angka yang diperolehnya pada tempat yang sudah disediakan. Bentuk formatnya dapat disesuaikan menurut keperluan.
Teknik penilaian melalui wawancara
n  Teknik wawancara pada satu segi mempunyai kesamaan arti dengan tes lisan yang telah diuraikan di atas. Teknik wawancara ini diperlukan pendidik untuk tujuan mengungkapkan atau menanyakan lebih lanjut  hal-hal yang kurang jelas informasinya. Teknik wawancara ini dapat pula digunakan sebagai alat untuk menelusuri kesukaran yang dialami peserta didik tanpa ada maksud untuk menilai.
n  KRITERIA KOMPETENSI/
n  PENENTUAN MATERI PENTING
1. Urgensi: KD/indikator/materi yang secara teoretis, mutlak harus dikuasai oleh siswa.
2. Kontinuitas: KD/indikator/materi lanjutan yang merupakan pendalaman materi sebelumnya.
3. Relevansi: yang diperlukan untuk mempelajari dalam bidang studi lain.
4. Keterpakaian: memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari.
PENYUSUNAN KISI-KISI DAN BUTIR SOAL
  1. Jenis Perilaku yang Dapat Diukur
         Ranah kognitif yang dikembangkan Benjamin S. Bloom adalah: (1) Ingatan di antaranya seperti: menyebutkan, menentukan, menunjukkan, mengingat kembali, mendefinisikan; (2) Pemahaman di antaranya seperti: membedakan, mengubah, memberi contoh, memperkirakan, mengambil kesimpulan; (3) Penerapan di antaranya seperti: menggunakan, menerapkan; (4) Analisis di antaranya seperti: membandingkan, mengklasifikasikan, mengkategorikan, menganalisis; (5) Sintesis antaranya seperti: menghubungkan, mengembangkan, mengorganisasikan, menyusun; (6) Evaluasi di antaranya seperti: menafsirkan, menilai, memutuskan.
Keterampilan berpikir yang dikembangkan Linn dan Gronlund :
a.            Membandingkan
-              Apa persamaan dan perbedaan antara ... dan...
-              Bandingkan dua cara berikut tentang ....
b.            Hubungan sebab-akibat
-              Apa penyebab utama ...
-              Apa akibat …
c.             Memberi alasan (justifying)
-              Manakah pilihan berikut yang kamu pilih, mengapa?
-              Jelaskan mengapa kamu setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang ....
d.            Meringkas
-              Tuliskan pernyataan penting yang termasuk ...
-              Ringkaslah dengan tepat isi …
e.            Menyimpulkan
-              Susunlah beberapa kesimpulan yang berasal dari data ....
-              Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa berikut ....
f.             Berpendapat (inferring)
-              Berdasarkan ..., apa yang akan terjadi bila
-              Apa reaksi A terhadap …
Mengelompokkan
-              Kelompokkan hal berikut berdasarkan ....
-              Apakah hal berikut memiliki ...
h.            Menciptakan
-              Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang ....
-              Lengkapilah cerita ... tentang apa yang akan terjadi bila ....
i.              Menerapkan
-              Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah ....
-              Tuliskan ... dengan menggunakan pedoman....
j.             Analisis
-              Manakah penulisan yang salah pada paragraf ....
-              Daftar dan beri alasan singkat tentang ciri utama ....
k.            Sintesis
-              Tuliskan satu rencana untuk pembuktian ...
-              Tuliskan sebuah laporan ...
l.              Evaluasi
-              Apakah kelebihan dan kelemahan ....
-              Berdasarkan kriteria ..., tuliskanlah evaluasi tentang...
Kisi-kisi adalah suatu format atau matriks yang memuat informasi yang dapat dijadikan pedoman untuk menulis tes atau merakit tes
*      Fungsi
–        Pedm. penulisan soal
–        Pedm. perakitan soal
*      Syarat kisi-kisi
–        Mewakili isi kurikulum
–        Singkat dan jelas
–        Soal dapat disusun sesuai dengan bentuk soal.
*      Komponen Kisi2:
–        Identitas
–        SK/KD/IP atau KI dan KD
–        Materi Pembel.
–        Indikator Soal
–        Bentuk Tes
–        Nomor Soal
HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PENYUSUNAN INDIKATOR SOAL
*      Indikator soal sebagai pertanda atau indikasi pencapaian kompetensi
*      Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur
*      Indikator mengacu pada materi pembelajaran sesuai kompetensi
KATA KERJA OPERASIONAL
*      Dapat diukur/measureble dari jenjang terendah – tertinggi.
LIFE SKILL
*      Kemampuan dan keberanian menghadapi/mengatasi problema kehidupan:
*      -Kecakapan Akademik
*      -Kecakapan Pribadi
*      -Kecakapan Sosial
*      -Kecakapan Vocasional
TIDAK MEMBEDAKAN JENIS KELAMIN
*      Ilustrasi gambar, nama, dll.
*      -Bapak pergi ke ….
*      -Ibu pergi ke ….
*      Menghargai keberagaman dalam kebersamaan: Suku, Agama, Ras, dan sejenisnya
*      BILA SOAL TERDAPAT STIMULUS
*           Rumusan indikatornya:
*           Disajikan …, siswa dapat menjelaskan ….
*      Rumusan indikator:
*      A = audience
*      B = behaviour
*      C = condition
*      D = degree


SOAL OBYEKTIF (PILIHAN GANDA)
n  JENIS SOAL PG
¨  Pokok Soal (stem) pertanyaan
¨  Pokok soal (stem) pernyataan
n  Komponen soal PG
¨  Stem (pokok soal)   diakhiri dengan tanda tanya (?)
¨  Option  diakhiri dengan tanda titik-titik (….)
CARA MEMBUAT OPTION YANG BAIK
n  Jawaban yang paling umum dimengerti oleh peserta didik
n  Gunakan kata2 yang kedengarannya sama (atmosfer, troposfer, biosfer, dll)
n  Gunakan yang kira2 ada kaitannya (ilmu politik, politikus, dll)
n  Gunakan bahasa baku
Contoh : Perhatikan iklan berikut!
 Dijual sebidang tanah di kota Metro, luas 4 ha. Baik untuk industri. Hubungi telp. 7777777.
Iklan di atas termasuk jenis iklan ....
a. permintaan
b. propaganda
c. pengumuman
 d. penawaran*
KAIDAH PENULISAN SOAL PG
  1. Soal harus sesuai dengan indikator
  2. Pengecoh harus berfungsi
  3. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar
  4. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.
  5. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar.
  6. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.
  7. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi.
  8. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama
  9. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah/benar”.
  10. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya.
  11. Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi.
  12. 12. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya, umumnya, kadang-kadang.
  13. 13. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.
  14. 14. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
  15. 15. Bahasa yang digunakan harus komunikatif,  sehingga pernyataannya mudah dimengerti warga belajar/siswa.
  16. 16. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional.
  17. 17. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu  kesatuan pengertian. Letakkan kata/frase pada pokok soal.
  18. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat
Contoh "Aturan lalulintas itu harus ditaati bukan dijadikan  momok
 kata ibu guru. Kata momok dalam kalimat itu berarti ....
a. pemberat
b. setan
c. beban *
d. lawan
SOAL URAIAN
SOAL URAIAN adalah soal yang jawabannya menuntut peserta tes untuk mengorganisasikan gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan gagasan tsb dalam bentuk tulisan.
  1. Soal sesuai dengan indikator
  2. Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai
  3. Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran
  4. Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas
  5. Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian
  6. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal
  7. Ada pedoman penskorannya
  8. Tabel, gambar, grafik, peta, atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca
  9. Rumusan kalimat soal komunikatif
  10. Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku
  11. Tidak menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian
  12. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu
  13. Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat     menyinggung perasaan siswa