EKONOMETRIK
Oleh :
Yusup, S P d MM
NBM.871677
HP.081381237000/ 085920008661
FAI
Perbankan Syariah
Universitas Muhammadiyah Tangerang
(UMT)
Buku Referensi Utama
•
Damodar N.Gujarati.Basic
Econometrics. Professor Emeritus of
economics
•
United States Military Academy,West Point
•
Dawn C.Porter University of Southern
California
TATA CARA
PERKULIAHAN
- Perkuliahan
akan dilakukan dalam 16 kali pertemuan 14 kali Tatap muka dan 2 kali ujian
yakni: Ujian Tengah Semester(UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS).
- Pokok
bahasan untuk setiap pertemuan disusun sesuai jadwal. Dan mendapatkan Hand
out
- Setiap
Tugas yang diberikan harus dikerjakan dan disetorkan dengan tepat waktu
Kriteria
Penilaian
Nilai akhir ditentukan dengan memperhitungkan
komponen sebagai berikut:
- Ujian Tengah Semester (UTS) : 25%
- Ujian Akhir Semester (UAS) : 35%
- Tugas : 20%
- Keaktifan/Absensi : 20%
Tema Silabus
Ekonometrik
1.
Bab
I Dasar-dasar Ekonometrika
- Bab II.Konsep Dasar Analisis Regresi
- Bab III.Classical Normal Linear Regression Model(CNLRM)
- Bab IV. Pengujian hipotesis Regresi
- UTS
- Bab V.Penduga Maksimum Likelihood
- Bab VI .Model Regesi Variabel Dummy
- Bab VII. Multicollinearity,
- Bab VIII. Heteroscedasticity
- UAS
Bab.I Dasar-dasar Ekonometrika
Ekonometrika berarti
“pengukuran secara ekonomi” (economic measurement)
Ekonometrik
merupakan aplikasi statistika matematis kedalam data ekonomi yang memberikan
dukungan empiris dalam pembentukan model dengan matematika ekonomi dan untuk
mendapatkan hasil numeriknya.
Ekonometrik
didefinisikan sebagai analisis kuantitatif fenomena ekonomi nyata berdasarkan
pengembangan teori berkelanjutan dan pengamatan, sehubungan dengan metode
inferensi yang sesuai.
Ekonometrik itu
sebagai ilmu sosial dimana piranti teori ekonomi, matematika, dan statistika
inferensi dipakai untuk menganalisa fenomena ekonomi.
Statistik Ekonomi: Berhubungan dgn pengumpulan, pemrosesan dan penyajian data ekonomi dalam
grafik dan tabel.
Statistik Matematis (Statistik Inferensi): Didasarkan pada Teori Probabilitas melalui
metode-metode pengukuran yang dibangun atas dasar ekperimen/percobaan yang
terkendali dan terencana dengan cermat.
Ekonometrika
mengkombinasikan keempat ilmu diatas untuk mengetahui kondisi riil dari
hubungan-hubungan kuantitatif di dlm kehidupan ekonomi modern.
Mengapa menjadi
disiplin ilmu tersendiri ?
Teori ekonomi
menghasilkan pernyataan atau hipotesis yang kebanyakan bersifat kualitatif.
Perhatian utama dari
matematika ekonomi adalah mengekspresikan teori ekonomi dalam bentuk matematis
tanpa memperhatikan keterukuran atau verifikasi empiris dari teori.
Statistika ekonomi
terutama berkenaan dengan penghimpunan, pemrosesan, dan penyajian data ekonomi
dalam bentuk diagram dan tabel. (GNP, harga, pengangguran, dll.)
Meskipun statistika
matematis (teori statistika) menyediakan berbagai alat inferensi, ahli
ekonometri sering memerlukan metode khusus untuk melihat kekhasan data ekonomi
secara alami, karena data tidak dibangkitkan dari hasil percobaan yang
terkendali. (Data konsumsi, pendapatan, investasi, tabungan, harga, dll.). Data
tersebut dengan demikian mengandung kesalahan pengukuran.
Konsep dasar Ekonometrik
Ekonometrika merupakan suatu ilmu tersendiri yang merupakan penggabungan
dari teori ekonomi,
statistik dan matematik, dalam upaya untuk menggambarkan suatu fenomena.
TUJUAN EKONOMETRIKA
Membantu dalam mencapai 3 tujuan berikut:
Membuktikan (verifikasi) atau menguji validitas Teori
Ekonomi.
Menghasilkan dugaan-dugaan numerik bagi
koefisien-koefisien hubungan ekonomi.
Meramalkan nilai besaran-besaran ekonomi berdasarkan
probabilitas tertentu.
M O D E L
Penyederhanan dan
abstraksi dari realitas perilaku ekonomi menjadi bentuk yang lebih sederhana
dengan menerapkan prinsip kehati-hatian.
Model tidak sama dengan Realitas
Model tidak sama dengan Realitas
Tapi model yang baik
dapat menerangkan dan meramalkan sebagian besar dari apa yang terjadi dengan
realitas.
Bentuk-bentuk Model:
Matematis Grafis
Skema Diagram
Model Ekonomi:
Konstruksi teoritis
atau kerangka analisis ekonomi yang terdiri dari himpunan konsep, definisi,
asumsi, persamaan, kesamaan (identitas) dan ketidak-samaan darimana kesimpulan
akan diturunkan.
CIRI-CIRI MODEL EKONOMETRIKA
1
Theorytical Plausibility
1
Explanatory ability
1
Accuracy of the estimated of the parameters
1
Forecasting ability
1
Simplicity
Metodologi
Ekonometrika
- Pernyataan suatu teori atau hipotesis
- Spesifikasi model matematik dari teori
- Spesifikasi model ekonometrik dari teori
- Penghimpunan data
- Estimasi parameter model ekonometrik
- Pengujian hipotesis
- Peramalan atau prediksi
- Penggunaan model untuk keperluan
pengendalian atau kebijakan
Bab II Konsep Dasar Analisis Regresi
Ide kunci di
belakang analisis regresi adalah ketergantungan secara statistik dari satu
variabel, yaitu variabel dependen, terhadap satu atau lebih variabel lainnya.
yaitu variabel penjelas.
Tujuan dari analisis
tersebut adalah unluk membuat estimasi dan atau membuat perkiraan dari nilai
rerata atau nilai rata-rata dari variabel dependen atas dasar nilai dari
variabel penjelas yang telah diketahui atau telah ditetapkan.
Dalam praktiknya,
kesuksesan dari analisis regresi bergantung pada ketersediaan data yang tepat.
sifat alam, sumber, dan keterbatasan dari sebuah data secara umum, yang
tersedia untuk penelitan. khususnya ilmu sosial.
Konsep utama sebagai
dasar dari analisis regresi adalah konsep fungsi ekspektasi kondisional conditional
expectation function (CEF), atau fungsi regresi popular (FRP).
Tujuan kita dalam analisis regresi adalah untuk mencari tahu bagaimana nilai
rerata dari variabel dependen (atau regresan) bervariasi berdasarkan variabel
penjelas (regresor) pada nilai tertentu.
Materi ini
menitikberatkan diskusi pada FRP linear, yaitu regresi yang linear pada
parameternya. Parameter-parameter ini bisa linear atau tidak linear terhadap
regresan atau regresornya.
Untuk kepentingan
empiris, FRP stokastik merupakan perhatian utama. Faktor gangguan
stokastik, memiliki peranan penting dalam mengestimasi FRP.
FRP merupakan konsep
ideal karena pada praktiknya seseorang jarang untuk dapat menjangkau
keseluruhan populasi yang menjadi objek penelitian. Oleh karena itu, seseorang
bisa menggunakan fungsi regresi sampel (FRS) stokastik untuk
mengestimasi FRP.
Model Regresi Linear
PENGERTIAN KORELASI DAN REGRESI
KORELASI dan REGRESI
merupakan metode yang dapat digunakan untuk mengukur hubungan yang terjadi
antar variabel-variabel ekonomi. Misal antara variabel X dan variabel Y.
KORELASI
Korelasi mengukur derajat
hubungan antara 2 atau lebih variabel.
Hubungan antara 2
Variabel (Misal X dan Y) dapat linear, non-linear, positif
atau negative
Model Regresi Sederhana
b0 dan b1 : parameter dari fungsi yg nilainya akan diestimasi.
Bersifat stochastik ð untuk setiap nilai X terdapat suatu
distribusi probabilitas seluruh nilai Y atau Nilai Y
tidak dapat diprediksi secara pasti karena ada faktor stochastik mi yang
memberikan sifat acak pada Y.
Adanaya variabel mi disababkan karena:
Ketidak-lengkapan teori
Perilaku manusia yang bersifat random
Ketidak-sempurnaan spesifikasi model
Kesalahan dalam agregasi
Kesalahan dalam pengukuran
MODEL REGRESSI
LINIER BERGANDA
Model yg
memperlihatkan hubungan antara satu variable terikat (dependent variable) dgn
beberapa variabel bebas (independent variables).
Yi = b0 + b1 X1i + b2
X2i + … + bk Xki + mi
dimana: i = 1, 2, 3, …. N (banyaknya pengamatan)
b0, b1, b2, …, bk adalah parameter yang nilainya diduga
melalui model: Yi = b0 + b1
X1i + b2 X2i + … + bk Xki
REGRESI LINEAR
SEDERHANA
Y = ß0 + ß1 X
Pengujian
statistik SECARA PARSIAL mendasarkan pada hipotesis :
Uji Konstanta
Intersep H0 : ß0 = 0
H1 :
ß0 ≠ 0
Uji Koeff.
X H0
: ß1 = 0
H1 :
ß1 ≠ 0
Pengujian
statistik model secara keseluruhan dilakukan dengan uji-F.
Uji F
mendasarkan pada dua hipotesis, yaitu :
H0 :
Semua koefisien variabel bebas adalah 0 (nol)
H1 :
Tidak seperti tersebut di atas
REGRESI LINEAR
BERGANDA
Y = ß0 + ß1 X + ß2 X + …. + ßn Xn
Dalam konsep
dasarnya pengujian statistik SECARA PARSIAL mendasarkan
pada hipotesis :
Uji Konstanta
Intersep H0 : ß0 = 0
H1 :
ß0 ≠ 0
Uji Koeff. Xi H0 : ßi = 0
H1 :
ßi ≠ 0
Contoh :
Tujuan untuk mengetahui pengaruh (kontribusi) proses/ mekanisme yang disusun dalam praktikum
terhadap pencapaian nilai ujian akhir praktikum, yaitu melalui penilaian atas
latihan di kelas dan penilaian atas laporan praktikum.
Dengan
demikian dapat dibuat spesifikasi modelnya sebagai berikut :
Y = ß0 + ß1X1
+ ß2X2
--------------------- (model 1)
Dimana :
Y :
Nilai ujian akhir
X1 : Nilai pretest
X2 :
Nilai Laporan
Interpretasi
Hasil :
Dari hasil di
atas selanjutnya dapat disusun persamaan berikut :
N_Akhir =
-25.450 + 0.542 Latihan
+ 0.771 Laporan R2 = 0.702
SE (9.351) (0.089)
(0.132)
T-Hit. 2.722 6.067 5.828
F-hit = 73,02 Df = 62
Pengujian
statistik baik uji keseluruhan (Uji-F) dan uji koefisien variabel dalam model
(Uji-t) memiliki kesamaan dengan analisis regresi linear sederhana. Hipotesis uji-F adalah : H0 : ß0 = ß1 = ß2 =
0
H1 :
ß0, ß1, ß2 ≠ 0
Sedangkan uji
koefisien atau pengujian secara parsial memiliki hipotesis sebagai berikut :
Pengujian
untuk intersep : H0
: ß0 = 0
H1 : ß0 ≠ 0
Pengujian
untuk ß1 : H0 : ß1 = 0
H1 : ß1 ≠ 0
Pengujian
untuk ß2 : H0 : ß2 = 0
H1 : ß2 ≠ 0
Hasil analisis di atas menunjukkan bahwa model secara statistik adalah
memang dapat digunakan, terbukti dari nilai F-hit sebesar 73.02 yang signifikan
pada tingkat alpha 5% atau 0.05 Artinya
bahwa ß0, ß1, ß2 mempengaruhi secara nyata terhadap N_Akhir (nilai Akhir).
Kekuatan pengaruh dari kedua variabel dalam menjelaskan variabel N_Akhir
sebesar 70.2 % sedangkan sisanya yaitu sekitar 29.8% merupakan pengaruh dari
variabel lain yang tidak dipertimbangkan dalam model.
Koefisien
latihan 0.542 dapat diartikan jika Nilai Laporan tetap maka kenaikan 1 satuan nilai latihan akan
cenderung menaikkan nilai ujian sebesar 0.542.
Demikian juga
untuk pengaruh nilai Laporan. Jika nilai
laporan naik 1 satuan maka akan cenderung meningkatkan nilai ujian Akhir
sebesar 0.771.
Hal yang lebih
menarik sebenarnya adalah faktor apa yang tersembunyi di balik angka-angka
tersebut. Hal ini memerlukan informasi
yang bersifat kualitatif untuk mengungkap :
Bab III classical linear regression (CLRM).
Beberapa topik dan
konsep penting yang dikembangkan
dalam bab ini dapat dilihat sebagai berikut :
Kerangka kerja dasar dari analisis regresi adalah classical linear
regression n (CLRM). CLRM didasarkan atas beberapa set asumsi.
Berdasarkan asumsi-asumsi ini, estimator-estimator kuadrat terkecil ini
meniliki sifat-sifat yang dirangkum dalam teori Gauss-Markoy, yang menyatakan
bahwa di kelas estimator yang linear dan tidak bias, estimator kuadrat terkecil
memiliki variabel minimum. Atau, secara singkatnya, dikenal sebagai BLUE.
Keakuratan dari
estimator OLS diukur oleh standard error-nya. Dalam Bab ini kita akan melihat bagaimana standard
error ini memungkinkan seseorang membuat infe dari parameter populasi atau
koefisien-koefisien
Fungsi Regresi Populasi
Metode
estimasi yang sering digunakan adalah Ordinary Least Square (OLS). Dalam
regresi populasi dikenal pula adanya istilah PRF (Population Regression
Function) dan dalam regresi sampel sebagai penduga regresi populasi dikenal
istilah SRF (Sample Regression Function).
Penaksir
kuadrat terkecil adalah mempunyai varian yang minimum yaitu penaksir tadi
bersifat BLUE (Best Linear Unbiased
Estimator). Asumsi yang harus dipenuhi dalam penaksiran metode OLS
adalah sebagai berikut :
1. mi adalah
sebuah variabel acak atau random yang riil dan memiliki distribusi
normal.
2. Nilai harapan dari mi yang timbul karena variasi nilai Xi
yang diketahui
harus sama dengan nol. E(mi/ Xi) = 0
3. Tidak
terjadi autokorelasi atau serial korelasi. Artinya,
Cov(mi, mj) = E[mi – E(mi)][ mj – E(mj)]
= E(mi, mj)
= 0 .................... i ¹ j
4. Syarat Homoskedastisiti. Artinya bahwa varian dari mi adalah konstan dan
sama dengan s2.
Var (mi / Xi) = E[mi – E(mi)]2
= E(mi)2
= s2
5. Tidak terjadi multikolonieritas. Yaitu
tidak ada korelasi antara m dengan
variabel bebasnya Xi atau : Cov(mi , Xi) = E(mi – E(mi))(Xi – E(Xi)) = 0
Estimasi Parameter
Model Regresi Sederhana Yi = b0
+ b1
Xi + mi
Metode Kuadrat Terkecil (Ordinary Least Square – OLS):
Prinsip: Meminimumkan nilai error – mencari jumlah
penyimpangan kuadrat (Smi2)
terkecil.
mi =
Yi - b0
- b1
Xi
mi2 =
(Yi - b0
- b1
Xi)2
Smi2 = S (Yi - b0 - b1 Xi)2
Smi2
minimum jika:
¶Smi2 /¶b0 = 0 ð 2 S(Yi
- b0
- b1
Xi) = 0
¶Smi2 /¶b1 = 0 ð 2 S
Xi (Yi - b0
- b1
Xi) = 0
Sederhanakan, maka didapat : S (Xi – X) (Yi
– Y) b1 =S (Xi – X)2
b0 = Y - b1X
dimana b0
dan b1 nilai penduga untuk b0 dan b1. X dan Y adlh nilai rata2 pengamatan X dan Y
Standar error: s2 ½ SE(b1) = S
(Xi – X)2
SE(b0) = S
Xi2 ½
/ N S(Xi – X)2 s
diduga dengan s, dimana: s =
(Smi2 /n-2)2
dan mi2 = (Yi – Y)2
Metode Ordinary Least Squares (OLS)
Yi = b1 + b2 Xi + mi
Yi = b1
+ b2
Xi + mi
Ŷi = b1 + b2 Xi
Yi = Ŷi + mi
mi =
Yi - Ŷi
Persamaan umum Regresi sederhana
b1
dan b2
adalah nilai estimasi untuk parameter
Ŷi = nilai estimasi model
mi = nilai residual n åXiYi
– åXi
åYi
b2
= n å Xi2 – (åXi)2 å(Xi – X)(Yi – Y)
= å(Xi
– X)2 n åxiyi
= å xi2
å(Xi
)2 åYi
– åXi
åXiYi
b1
= n å Xi2 – (åXi)2
= Y
– b2X Koefisien parameter untuk b1 dan b2
Contoh :
Sehingga dapat
disajikan hasil sebagai berikut : Konsumsi
= 24.455 + 0.509*Income R2
= 0.962
S.E (6.414)
(0.036)
t-hitung = 3.813
14.243
F hit = 202,868
Df = 8
Dalam
pengertian ekonomi dapat dikatakan bahwa jika terdapat kenaikan income
sebesar $ 1 per bulan maka akan mempengaruhi kenaikan
pula pada konsumsi sebesar $ 0.509.
Demikian juga bila terjadi penurunan
income sebesar $ 1 per bulan maka
akan berdampak pada penurunan konsumsi sebesar $ 0.509.
Standard error of the estimates
Var(b2) = s2 / å Xi2 s2 s
Se(b2) =
Var(b2)
= å Xi2 å Xi2 å
Xi2
Var(b1) = s2 n å xi å
Xi2
Se(b1) =
Var(b1)
= s2
n å xi2
å mi2 s2 = å mi2 = å yi2 – b22 å
xi2 n – 2 å
(xi yi) 2 = å yi2 –
å xi2
Model ini berbeda dari CLRM, yaitu bahwa model ini
mengasumsikan secara spesifik bahwa faktor gangguan u1 yang masuk
dalam model regresi terdistribusi secara norma. CLRM tidak mensyaratkan asumsi
mengenai distribusi probabilitas dari uβ model ini hanya
mensyaratkan bahwa nilai rata-rata dari u1, adalah nol dan
variansnya adalah sebuah konstanta yang terhingga.
Justifikasi secara teoretis dari asumsi normalitas ini
adalah teori limit terpusat (central limit theorem—CLT).
Tanpa asumsi normalitas, di bawah asumsi-asumsi lainnya
yang kita bahas pada Bab 3, teori Gauss-Markow memperlihatkan bahwa estimator
dari metode OLS adalah BLUE.
Dengan asumsi tambahan mengenai normalitas, estimator OLS
tidak hanya merupakan estimator tidak bias dan terbaik (BUE), tetapi juga
mengikuti distribusi probabilitas yang di dikenal luas. Estimator OLS dari
intercept dan kemiringan secara sendirinya terdistribusi secara normal. Dan,
estimator OLS dari varians u1(= ) berhubungan dengan
distribusi chi-square.
Salah satu asumsi classical linear regression model
(CLRM) adalah tidak ada multikolinearitas di antara variabel penjelas.X.
Singkatnya, multikolinearitas mengacu pada situasi di mana terdapat hubungan
linear yang hampir sempurna di antara variabel X.
Konsekuensi dari multikolinearitas adalah sebagai
berikut: Jika terdapat kolinearitas sempurna di antara variabel X, koefisien
regresi tidak dapat ditentukan dan standard error-nya tidak dapat
didefinisikan. Jika kolinearitas tinggi, tetapi tidak sempurna estimasi dari
koefisien regresi masih dimungkinkan, namun nilai standard errornya cenderung
besar. Sebagai hasilnya, nilai populasi dari koefisien-koefisien tidali dapat
diestimasi dengan tepat. Namun demikian, jika tujuannya adalah mengestimasikan
kombinasi linear dari koefisien-koetisien tersebut, yang dapat diestimasi,
hal inij dapat dilakukan bahkan pada keberadaan multikolinearitas sempurna.
Bab IV Pengujian hipotesis Regresi
Keynes stated
(Theory of consumption):
The fundamental
psychological law … is that men [women] are disposed, as a rule and on average,
to increase their consumption as their income increases, but not as
much as the increase of their income (John Maynard Keynes, The General
Theory of Employment, Interest, and Money. Hartcourt Brace Jovanovich, New
York, 1936 p. 96)
Secara ringkas
Keynes membuat postulat tentang marginal propensity to consume (MPC),
yaitu laju perubahan konsumsi untuk satu unit perubahan (misalkan
sepuluh ribu rupiah, atau satu dollar AS) dalam pendapatan lebih besar dari
nol tetapi kurang dari satu.
0 < MPC < 1
Spesifikasi
model konsumsi secara matematis
Meskipun Keynes
berpostulat bahwa terdapat hubungan yang positif antara konsumsi dan
pendapatan, ia tidak menyatakan secara tepat bentuk hubungan fungsional
diantara keduanya.
Bentuk fungsi
konsumsi Keynes
Y = pengeluaran untuk konsumsi
X = pendapatan
b1 = intersept
b2 = slope yang mengukur MPC
Model persamaan
tunggal (Single Equation Model)
Model persmaan ganda
(Multiple Equation Model)
Spesifikasi
model konsumsi secara ekonometrik
Sedikit agak berbeda dengan model matematis, model ekonometrik (model
statistik) mempertimbangkan adanya
pengganggu / disturbance atau keslahan / error yang merupakan
variabel acak yang memiliki sifat-sifat peluang tertentu.
Model ekonometrik
Bila diamati seribu
orang (disposable income dan consumption expenditure nya)
kemudian diplotkan datanya dengan absis disposable income dan ordinatnya
consumption expenditure maka kita tak akan berharap bahwa pengamatan
tersebut dalam sebuah garis lurus. Ada
faktor lain yang dapat mempengaruhinya, misalnya: ukuran keluarga, umur anggota
keluarga, agama yang dianut, dll.
Spesifikasi Model
Model Matematika : Teori yang sudah dinyatakan dispesikasikan ke dlm bentuk model (persamaan) matematika
Fungsi konsumsi Keynes: C = a + b Y
a = parameter konstanta, a > 0.
b = parameter slope, 0<MPC<1.
ð Model persamaan tunggal
ð Konsumsi berhubungan linear, positif
ð Bersifat deterministik (pasti)
ð Penetapan restriksi sangat penting
Estimasi Model
Identifikasi Model:
Prosedur utk
mendapatkan koefisien parameter
Menentukan apakah
hubungan dpt diestimasi secara
statistik
Berhubungan dg
masalah perumusan model
Misal: Qd = f(P) : Demand
Qs = f(P) : Supply
Qd = Qs : Market clearance
Model diatas
meragukan, krn apakah koefisien parameter milik Qd atau Qs.perlu penambahan
variabel shifter
Estimasi Model
Agregasi dalam Model
: Agregasi terhadap individual, Agregasi
komoditi ,Agregasi periode waktu
Agregasi spasial ,Misagregasi dalam model
menyebabkan: agregasi yang bias ,estimasi
yang bias,
Estimasi Model
Pemilihan teknik yang tepat:
Single equation : Ordinary Least Squares (OLS),
Indirect Least Squares (ILS)’Two
Stage Least Squares (2SLS),Limited
Information of Max. Likelihood (LIML)
Simultaneous equation : Three Stage
Least Squares (3SLS),Full Information
of Max. Likelihood (FIML)
Estimasi Model
Pemilihan teknik estimasi tergantung : Bentuk hubungan dan syarat identifikasi
Persyaratan estimasi : - Unbiasedness ,-
Consistency, - Efficiency, Tujuan penelitian ekonometrika
Kesederhanaan teknik ,Waktu dan biaya
Evaluasi Model
Kriteria a priori ekonomi : Didasarkan atas prinsip-prinsip
ekonomi
Kriteria Statistik
(first order test) : Didasarkan
atas interpretasi nilai-nilai statistik ,Standar deviasi,
Koefisien.
Determinasi (R2) Nilai F dan
nilai t.
Kriteria ekonometrika (second order test): Didasarkan atas teori ekonometrika untuk
apakah ,nilai estimasi memiliki sifat unbiasedness, consistency
dan efficiency.
Penghimpunan Data
dan Estimasi
Tahun
|
X
|
Y
|
1996
|
3776.3
|
2447.1
|
1997
|
3843.1
|
2476.9
|
1998
|
3760.3
|
2503.7
|
1999
|
3906.6
|
2619.4
|
2000
|
4148.5
|
2746.1
|
2001
|
4279.8
|
2865.8
|
2002
|
4404.5
|
2969.1
|
2003
|
4539.9
|
3052.2
|
2004
|
4718.6
|
3162.4
|
2005
|
4838.0
|
3223.3
|
2006
|
4777.5
|
3260.4
|
2007
|
4821.0
|
3240.8
|
Teladan
Data
Y (personal consumption expenditure) dan X (Gross Domestic Product),
1996-2007 dalam Milyar dollar (2003)
IHK menyebabkan inflasi
Menghitung
inflasi
=
IHK tahun berjalan - IHK tahun lalu x
100
IHK
tahun lalu
= 4821
- 4777,5 x
100 = 0,9 %
4777,5
|
|
|
|
|
|
|
Penghimpunan Data
dan Estimasi
Teladan
Data Y (personal
consumption expenditure) dan X (Gross Domestic Product), 1996-2007
dalam Milyar dollar (2003)
Pengujian Hipotesis
Apakah hasil
estimasi ini sudah “setuju” dengan teori yang ada ?
A theory or
hypothesis that is not verifiable by appeal to empirical evidence may not be
admissible as a part of scientific enquiry.
Sebagaimana telah
disebutkan sebelumnya bahwa secara teori 0 < MPC < 1. Kita telah
memperoleh hasil estimasi dari data yang ada bahwa nilai MPC kita 0.72. Secara matematis memang angka tersebut
terletak diantara 0 dan 1. Kita perlu
menguji, dengan perkataan lain, apakah 0.72 secara statistik memang kurang dari
1 berdasarkan data yang kita miliki tersebut ?
Konfirmasi teori
ekonomi ini berdasarkan bukti dari sampel / observasi yang kita dapatkan dan
perlu dilakukan suatu pengujian hipotesis statistik.
Pengujian Hipotesis
Menguji apakah hasil
estimasi parameter sesuai dengan yang diharapkan teori.
Misal:C = 230 + 0.45 Y Ini
berarti selama periode pengamatan:
1. Meskipun tidak ada pendapatan, jumlah
konsumsi rata-rata sebesar Rp. 230 (dissaving).
2. Kenaikan pendapatan sebesar Rp. 1000,
maka konsumsi meningkat rata-rata
sebesar Rp. 450. Tapi apakah nilai-nilai tersebut secara statistik significant?
Peramalan atau
Prediksi
Jika seandainya
model yang dipilih memenuhi teori yang ada setelah dilakukan pengujian
hipotesis, maka kita dapat gunakan untuk meramal atau memprediksi nilai personal
consumption expenditure di masa mendatang berdasarkan nilai explanatory
variable yang telah diketahui atau harapan nilai mendatangnya.

Misalkan GDP sesungguhnya diharapkan bernilai 6000 USD pada tahun 2010.
Berapakah ramalan atau taksiran pengeluaran konsumsi perorangan (personal
consumption expenditure) pada tahun 2010 ?
Aplikasi Model
Peramalan (forecasting) Misal: Berapakah pengeluaran
konsumsi jika tingkat pendapatan masyarakat sebesar Rp. 2000.
Model yang sudah
dievaluasi:
C
= 230 + 0.45 Y
C
= 230 + 0.45 (2000)
C
= 1130.
Analisis kebijakan.
Koefisien korelasi ini memiliki nilai yang berkisar antara –1 sampai 1.
Bila yang diduga adalah koefisien korelasi sampel maka :
Pengujian Korelasi
Meskipun mungkin telah diperoleh nilai koefisien korelasi dari hasil
perhitungan di atas, namun keberartian nilai tersebut perlu di uji secara statistik. Hipotesis yang diuji adalah :
Ho : Koefisien korelasi adalah
sama dengan nol
Ha : Koefisien korelasi tidak sama dengan nol, atau berarti
Pengujian koefisien ini dilakukan dengan uji-t, sehingga :
............. dengan derajat bebas = n – 2
Kriteria pengujiannya :
Ho ditolak jika nilai t-hitung lebih besar daripada t-tabel dengan
derajat bebas n-2, dan demikian pula sebaliknya.
Beberapa catatan tentang nilai
r:
Secara empiris, hampir tidak pernah ditemukan korelasi sempurna (semua
titik terpencar tepat pada garis).
Nilai r yang mendekati nol menunjukkan derajat hubungan yang
lemah.
Koefisien r merupakan estimasi sampel terhadap koefisien korelasi
populasi, r.
Nilai r mengandung error, sehingga perlu diuji reliabilitasnya.
Kita akan memperlihatkan bagaimana pengetahuan kita akan topik ini
berguna dalam menghasilkan inferensi mengenai nilai dari parameter populasi.
Sebuah alternatif dari metode kuadrat terkecil adalah metode maximum
likelihood (ML). Untuk menggunakan metode ini, bagaimanapun,
seseorang harus membuat sebuah asumsi mengenai distribusi probabilitas dari
faktor gangguan u1. Dalam konteks regresi, asumsi yang paling populer
dibuat adalah bahwa mengikuti distribusi normal.
Di bawah asumsi normalitas, estimator ML dan OLS parameter intercept dan
kemiringan dari model regresi adalah identik. Namun demikian, yarians u1,
dari estimator OLS dan ML berbeda. Dalam sampel yang besar, bagaimanapun, kedua
estimator ini berkonvergensi.
Jadi, metode ML ini umumnya dikenal sebagai metode sampel besar.
Metode ML ini merupakan aplikasi yang lebih luas dalam hal bahwa bisa
diaplikasikan dalam model regresi yang tidak linear dalam suatu parameter.
Dalam kasus-kasus selanjutnya, metode OLS biasanya tidak digunakan.
Dalam kasus ini sebagian besar akan mengacu pada metode OLS untuk alasan
yang praktis: (a) dibandingkan dengan ML, metode OLS lebih mudah
diaplikasikan; (b) estimator ML dan OLS dari 31 dan 32
identik (yang juga berlaku untuk regresi majemuk); dan (e) bahkan untuk sampel
yang cukup besar, estimator ML dan OLS dari <r tidak berbeda secara jauh.
Pengujian estimasi dan hipotesis membentuk dua cabang utama statistika
klasik. Pengujian hipotesis menjawab pertanyaan ini: Apakah hasil yang
diperoleh sesuai dengan hipotesis yang dinyatakan atau tidak?Terdapat dua
pendekatan yang saling melengkapi satu sama lain untuk menjawab pertanyaan
sebelumnya: Interval kepercayaan dan pengujian signifikansi.
Yang mendasari pendekatan interval kepercayaan adalah konsep dari
estimasi interval. Sebuah estimasi interval adalah sebuah interval atau jarak
yang dibentuk dengan memiliki probabilitas yang telah dibentuk, termasuk
mencakup batasan dari nilai parameter sebenarnya yang tidak diketahui. Interval
tersebut dikenal sebagai interval kepercayaan, yang sering dinyatakan
dalam bentuk persentase, seperti 90% dan 95%. Interval kepercayaan menyediakan
sekelompok hipotesis yang dapat diterima mengenai nilai sebenarnya dari
parameter yang tidak diketahui. Apabila nilai hipotesis nol berada di interval
kepercayaan, maka hipotesis tidak ditolak. Sebaliknya, apabila berada di luar
interval, maka hipotesis nol dapat ditolak.
Dalam prosedur pengujian signifikansi, seseorang menyusun sebuah
pengujian statistik dan memeriksa distribusi sampling dibawah hipotesis nol.
Pengujian statistik umumnya mengikuti sebuah distribusi probabilitas yang telah
dibentuk, seperti distribusi normal, t, F, atau chi-square. Apabila
sebuah pengujian statistik (misal: t statistik) dihitung berdasarkan
data yang kita miliki, maka nilai p dapat dengan mudah diperoleh; nilai p
memberikan probabilitas yang tepat untuk mendapatkan estimasi dari uji
statistik yang dinyatakan dalam hipotesis nol. Jika nilai p kecil,
seseorang dapat menolak hipotesis nol, namun demikian, jika nilainya besar,
hipotesis nol tidak dapat ditolak. Apakah hal yang dapat membuat nilai p
ini besar atau kecil diserahkan sepenuhnya kepada si peneliti. Dalam memilih nilai
p, peneliti harus selalu mengingat kemungkinan terjadinya kesalahan
tipe I dan kesalahan tipe II.
Pada praktiknya, seseorang harus berhati-hati dalam menetapkan nilai a,
yaitu : probabilitas melakukan kesalahan tipe I, yang dinyatakan
dalam sebuah nilai acak 1,5, atau 10%. Lebih baik lagi untuk menyatakan kembali
nilai p dari uji statistik tersebut. Demikian juga, signifikansi
statistik dari estimasi yang seharusnya tidak tertukar dengan signifikansi
praktisnya.
Bab V.Penduga
Maksimum Likelihood
Penduga bagi µ dan
Σ dipilih sedemikian
sehingga fungsi likelihood tsb maksimum.Memilih penduga µ dan Σ yang paling mungkin bagi sampel acak.Diperoleh
dari solusi ketika turunan parsial fungsi (ln) likelihood terhadap µ dan
Σ sama dengan nol
Bab VI. Model Regressi (Penggunaan
Dummy Variable)
Variabel Dummy adlh variabel yg
merepresentasikan kuantifikasi dari
variabel kualitatif. Misal: jenis kelamin, pendidikan, lokasi, situasi, musim,
& kualitas.
Jika data kualitatif tsb memiliki m kategori,
maka jumlah variabel dummy yg dicantumkan didlm model adalah (m-1).
Kesimpulan yg diambil dari keberadaan variabel
dummy didlm model adlh perbedaan nilai antar kategori ybs.
Variabel dummy sering juga disebut variabel
boneka, binary, kategorik atau dikotom.
Dummy memiliki nilai 1 (D=1) utk salah satu
kategori dan nol (D=0) untuk kategori yang lain.
MODEL REGRESI LINEAR DENGAN DUMMY VARIABEL
Variabel dummy digunakan sebagai upaya untuk
melihat bagaimana klasifikasi-klasifikasi dalam sampel berpengaruh terhadap
parameter pendugaan. Variabel dummy juga mencoba membuat kuantifikasi dari
variabel kualitatif.
Kita pertimbangkan model berikut ini:
I. Y = a + bX + c D1 (Model Dummy Intersep)
II. Y = a + bX + c (D1X) (Model Dummy Slope)
III. Y = a
+ bX + c (D1X) + d D1 (Kombinasi
Dummy sebagai Variabel Bebas:
Interpretasi:
Apakah jenis kelamin dan masa kerja berpengaruh thdp peng-hasilan. Pada
masa kerja ter-tentu, brp perbedaan penghasilan antara Laki dan wanita.
Bab VII.Multikolinieritas
Jika suatu model mempunyai beberapa variable,
dan sebagian dari variable diantara
mereka akan menjelaskan hubungan linier secara pasti, maka hal ini dikenal
sebagai multikolinierity.
Hubungan yang erat antara variabel independen akan berdampak pada bias
pendugaan parameter dan semakin tingginya nilai standart error yang dihasilkan
dalam analisis. Kemungkinan paling jelas dari hal ini adalah besarnya peluang
untuk ditolaknya hipotesis alternatif berkenaan dengan pendugaan parameter.
Permasalahan dalam
Model Regresi Linier Berganda
1. Multikolinieritas
Multikolinieritas terjadi bila paling tidak salah satu var. bebas
berkorelasi dgn var. bebas lainnya.
Multikolinieritas sempurna terjadi bila tdpt hubungan linear antar
variabel bebas.
Akibatnya ?
ü Jika tdpt Multikolinieritas sempurna,
parameter tidak dapat diduga dgn metode OLS.
ü Nilai varians besar ð standar error besar ð selang kepercayaan lebar.
ü Uji-t tidak signifikan
ü Tanda (sign) parameter bisa berlawanan.
ü R2 tinggi, tp banyak variabel yang
tidak signifikan
Cara mendeteksi ?
Regresikan setiap variabel bebas Xi dgn variabel bebas lainnya
yg ada dalam persamaan (auxiliary regression).
Jika uji F menunjukkan hasil yang signifikan berarti terdapat
kolinearitas antara variabel Xi dengan variabel bebas lainnya. Cek
korelasi antar variabel bebas ð matrik korelasi.
Cara mengatasi ?
R Gunakan informasi a priori, berdasarkan
keyakinan atau hasil penelitian terdahulu.
R Lakukan regresi elementer, kemudian tambahkan
satu per satu variabel yg diduga relevan mempengaruhi var terikat.
R Menggabungkan data cross-section dan time
series
R Mengeluarkan salah satu variabel yang
kolinier.
R Mentransformasikan variabel.
R Mencari data tambahan atau data baru
R Permasalahan dalam
Model Regresi Linier Berganda
Heteroskedastisitas
Heteroskedastisitas terjadi bila varians mi tidak konstan, tapi berubah-ubah pada setiap pengamatan i.
Untuk model Yi = b0 + b1 X1i + mi
Var(mi ) bisa kemungkinan semakin besar atau semakin
kecil dengan semakin besarnya nilai X1i. Var(mi ) = si2
Misal:
(1) Model Konsumsi = ao + a1 Pendapatan + m
(2) Model Learning process:
Jumlah kesalahan ketik = b0 + b1 pengalaman + m
Akibat
Heteroskedastisitas ?
Karena Var(mi ) tdk konstan, tapi ditentukan oleh X1i ,
maka:
S xi2 si2.
Var(b1)
=.
(S xi2)2.
Besarnya Var(b1) menyebabkan nilai SE(b1) juga akan
besar, sehingga interval kepercayaan menjadi lebih besar dan pada uji-t
variabel menjadi tidak signifikan.Kesimpulan yang diambil dapat menyesatkan.
Hasil pendugaan tetap tak bias dan konsisten, akan tetapi varians dr
parameter dugaan tdk bisa minimum shg dikatakan tidak efisien
ð tidak memenuhi syarat BLUE
Model Persamaan Simultan
R Merupakan suatu sistem persamaan yg
menggambar-kan saling ketergantungan antar variabel
R Estimasi parameter suatu persamaan tidk dpt
dilakukan tanpa mempertimbangkan irformasi pada persamaan lainnya.
Hubungan dua-arah atau simultan antar bbrp Variabel
Y1i = b10 + b11Y2i + b12 Xi + m1i
Y2i = b0 + b1Y1i + b3 Xi + m2i
Y1, Y2 = Variabel Endogen (Saling terikat) –
stochastic
X1 =
Variabel eksogen
m1i, m2i = Error - stochastic
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH TANGERANG
FAKULTAS
AGAMA ISLAM
Jln Perintis Kemerdekaan
I/33 Cikokol – Tangerang Telp./021 55736926
TUGAS
Mata Kuliah : Ekonometrik
Waktu : 90
menit
Hari : 27 - 29 Nopember 2015
Nama Dosen : Yusup,S Pd MM
BAB V. PENDUGA MAKSIMUM LIKELIHOOD
Pendahuluan
Pengambilan keputusan merupakan
kegiatan yang cukup krusial bagi setiap umat manusia di muka bumi ini,
khususnya bagi seorang manajer di sebuah perusahaan. Contoh pengambilan
keputusan tersebut diantaranya adalah (1) keputusan melakukan
ekspansi/perluasan perusahaan, (2) keputusan menambah kapasitas produksi, (3)
keputusan memilih lokasi usaha, (4) dan lain-lain. Bagi seorang manajer, salah
dalam mengambil keputusan maka akan berdampak buruk bahkan fatal yaitu tutupnya
perusahaan. Contoh konkrit adalah kasus yang terjadi pada perusahaan IBM yang
pada awalnya menguasai pasar computer dunia sebesar 70%, namun karena salah
mengambil keputusan yaitu memberikan harga yang tinggi dan tidak mau
memproduksi komputer jenis notebook
atau labtop, maka IBM kalah bersaing
dengan pesaingnya seperti HP, Acer, Toshiba, dan lain-lain sehingga pangsa
pasarnya menurun drastis hingga menyisakan 24% saja. Walaupun IBM melakukan perbaikan
dan strategi yang baru, namun untuk kembali ke angka 70% masih sangat jauh.
Saat ini pangsa pasar IBM hanya mencapai 30-an% saja.
Metoda Pengambilan Keputusan
Terdapat 4 metoda pengambilan
keputusan yaitu pengambilan keputusan menggunakan tabel keputusan, tabel
keputusan/decision table (1) maximax, (2) minimax
regret, (3) hurwich, dan (4) equal likelihood.
LATIHAN 6
Microcomp merupakan salah satu
perusahaan yang bergerak dalam bidang personal
computer (PC). Perusahaan ini merencanakan untuk melakukan ekspansi ke
beberapa negara yang dianggap akan memberikan keuntungan yang optimal. Setelah
melakukan penelitian yang mendalam, maka terdapat 5 negara yang akan dipilih
salah satunya. Adapun keuntungan (dalam jutaan dollar AS) yang didapatkan dari
masing-masing negara tersebut adalah sebagai berikut:
Negara
|
Kondisi Ekonomi
|
|
Buruk
|
Stabil
|
Naik
|
Korea Selatan
|
15.2
|
19.1
|
21.7
|
China
|
17.6
|
18.5
|
19.0
|
Taiwan
|
14.9
|
17.1
|
19.2
|
Philipina
|
13.8
|
16.8
|
22.5
|
Mexico
|
12.5
|
21.2
|
25.0
|
Tentukan negara mana yang sebaiknya
dipilih perusahaan sehingga keuntungannya dapat optimal.(gunakan Metode Minimax
regreet
Jawab :
Metoda Minimax Regret
Langkah pertama adalah membuat regret yaitu dari masing-masing kondisi
dipilih yang paling besar angkanya kemudian angka tersebut dijadikan sebagai
pembanding angka-angka lainnya dari kondisi tersebut, misalkan, kondisi ekonomi
buruk memiliki angka masing-masing 15.2; 17.6; 14.9; 13.8; dan 12.5 sehingga
angka yang paling besar adalah 17.6. Angka tersebut kemudian dijadikan
pembanding dan dicari selisihnya untuk semua angka di kondisi tersebut.
Maka: 17,6 – 15,2 = 2,4
17,6 – 17,6 = 0 ….. lanjutkan pada semua kondisi masing-masing Negara
masing-masing kondisi dengan cara mencari pembandingnya terlebih dahulu
Negara
|
Kondisi Ekonomi
|
|
Buruk
|
Stabil
|
Naik
|
Korea Selatan
|
2.4
|
|
|
China
|
0
|
|
|
Taiwan
|
|
|
|
Philipina
|
|
|
|
Mexico
|
|
|
|
Setelah itu, pilihlah angka terbesar
di masing-masing negara kemudian pilihlah angka yang paling kecil.dari pilihan terbesar
masing-masing negara tersebut tadi !
CATATAN : kuliah tetap berlangsung
Selamat
bertugas KuliahVia on line (Kuliah via dunia maya)
tugas ini dikumpulkan minggu depan saat pertemuan kuliah berikutnya
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG
FAKULTAS
AGAMA ISLAM
Jln Perintis Kemerdekaan
I/33 Cikokol – Tangerang Telp./021 55736926
TUGAS (latihan 10)
Mata Kuliah
: Ekonometrik
Nama Dosen
: Yusup,S Pd MM
Waktu
: 90
menit
Hari
: Jum'at, Sabtu ,Minggu : 25,26,27 Desember 2015 (kelas/semester 3 A-E)
Sifat : Open
book mandiri ( boleh buka buku tetapi tidak boleh kerja sama )
Prodi : Perbankan
Syariah
Perhatikan tabel dibawah ini
!
Rerata Upah per jam berdasarkan jumlah Diklat/Kompetensi Pegawai
|
Jumlah diklat/kompetensi pegawai
|
Reratah Upah perjam berdasarkan kompetensi/jumlah diklat (Rp)
|
Keterangan
|
|
4
|
5,5567
|
|
|
5
|
6,8700
|
|
|
6
|
7,7787
|
|
|
7
|
8,5317
|
|
|
8
|
7,9182
|
|
|
9
|
8,5844
|
|
|
10
|
9,6182
|
|
|
11
|
9,8351
|
|
|
12
|
11,0223
|
|
|
13
|
12,4738
|
|
|
14
|
13,8361
|
|
|
15
|
14,7150
|
|
|
16
|
15,5310
|
|
|
Jumlah
|
|
|
1.Tentukan persamaan regresi estimasi tingkat pendidikan terhadap upah !
2.Tentukan Parameternya !
CATATAN : kuliah tetap berlangsung
Selamat
bertugas KuliahVia on line (Kuliah via dunia maya)
tugas ini dikumpulkan minggu depan saat pertemuan kuliah berikutnya