Khutbah
Jum’at:
SHOLAT
MENJADIKAN PEMIMIPIN TERHINDAR DARI PERBUATAN FAHSYA
DAN MUNKAR
Oleh : YUSUP,
S.Pd, MM.
Khutbah Pertama
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
إِنَّ
الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ
بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ
اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ
إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ
اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. قَالَ تَعَالَى
يَا
أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ
إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا
أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا
وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ
اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
اتْلُ مَآأُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ
وَأَقِمِ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ
وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ وَاللهُ يَعْلَمُ مَاتَصْنَعُونَ {45}]
Hadirin sidang
sholat jum’at rokhimakumullah……..
Marilah kita panjatkan puji dan syukur
kehadirat Illahi Robi yang mana telah memberikan kita nikmat,diantaranya nikmat
iman, nikmat islam, dan nikmat yang tidak kalah pentingnya ialah nikmat
sehat,sholawat dan salam marilah kita sampaikan pada junjungan kita Nabi
Muhammad SAW ,selaku khotib saya berpesan pada diri saya dan hadirin sekalian
marilah kita tingkatkan ketakwaan pada Allah SWT
Hadirin sidang
sholat jum’at rokhimakumullah……..
Sholat menjadikan
pemimpin terhindar dari perbuatan fahsya wal munkar
Semua orang sholat
harus menjadikan dirinya terhindar dari perbuatan fahsya wal munkar,karena semua
kita adalah pemimpin.lihatlah Hadits Riwayat Bukhori dibawah ini
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ , قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ , فَالإمَامُ
رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ, وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ,
وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَهِيَ مَسْئُولَةٌ, وَالْعَبْدُ
رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ. أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ
وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ
“Dari
Abdullah, ia berkata: Nabi saw. bersabda: Setiap kalian adalah pemimpin, dan
setiap kalian akan dimintai pertanggung jawabannya. Maka seorang imam adalah
pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawabannya. Seorang laki-laki adalah
pemimpin atas keluarganya dan ia akan dimintai pertanggung jawabannya. Seorang
wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya, dan ia pun akan dimintai
pertanggung jawabannya. Dan seorang budak juga pemimpin atas harta tuannya dan
ia juga akan dimintai pertanggung jawabannya. Sungguh setiap kalian adalah
pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya” Sahih
al-Bukhori: 4789
Hadirin sidang sholat jum’at
rokhimakumullah……..
Pada diri kita minimal kita memimpin
diri kita sendiri agar terhindar dari perbuatan dosa dan memimpin keluarga kita
mencegah dari perbuatan fahsya wal munkar ,apakah kita sebagai Ayah atau
sebagai Ibu pembina keluarga maka kita harus meneruskan sholat kita pada diri
kita masing-masing agar sholat kita dalam kehidupan setelah sholat ritual masuk
ke dalam sholat sosial yaitu mengjak kepada kebaikan dan mencegah diri kita
dari perbuatan fahsya wal munkar, maka ruh sholat masih tetap kita jaga dengan
memelihara keluarga kita menjaga keluarga kita dari apai neraka dari perbuatan
keji perbuatan yang buruk fahsya wal munkar, seperti pergaulan bebas,pakaian
yang tidak sopan mengumbar aurat,perzinahan,Narkoba,miras,idiolgi yang sangat sesat,sekulerisme,LGBT,ketidakjujuran,malas,jorok,Judi,Korupsi,prilaku
brutal,pembunuhan karakter,pembunuhan sadis dan lain-lain
Begitu juga bagi orang-orang yang
mempunyai tugas tambahan sebagai pemimpin mulai dari yang terkecil RT ,RW dan
tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai jamaah,pemimpin organisasi yang mempunyai
anggota yang masif,Lurah,Camat,Walikota,Gubernur,Menteri,Presiden serta perangkatnya
semua steakholder Dewan dan yang menyertai kepemimpinan mereka masing-masing,maka
setelah sholat, diluar sholat. sholat mereka harus berimplikasi pada pencegahan
amar ma’ruf nahi munkar
Allah Ta’ala berfirman,
اتْلُ
مَآأُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ
تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ وَاللهُ
يَعْلَمُ مَاتَصْنَعُونَ {45}]
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu
Al-Kitab (al-Qur'an) dan dirikanlah shalat.Sesungguhnya shalat itu mencegah
dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.Dan sesungguhnya mengingat Allah
(shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan
Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 29:45)
Hadirin sidang
sholat jum’at rokhimakumullah……..
Perhatikan ayat
tersebut ! Sholat itu bukan dikerjakan tetapi sholat itu didirikan yang namanya
didirikan seperti membangun rumah maka akan banyak barang komplementer yang
dibutuhkan untuk memperkuat bangunan tersebut seperti semen dan pasir,paku dan
lain-lain untuk menguatkan pondasi dan tiang,Nah sholat sebagai tiangnya agama
tanpa disertai perangkatnya yaitu amar ma’ruf dan nahi munkar maka dia belum
disebut sholat.
Dalam Tafsir Al
Adzim dijelaskan“Dalam shalat ada tiga hal di mana jika tiga hal ini
tidak ada maka tidak disebut shalat. Tiga hal tersebut adalah ikhlas, rasa
takut dan dzikir pada Allah. Ikhlas itulah yang memerintahkan pada yang ma’ruf
(kebaikan). Rasa takut itulah yang mencegah dari kemungkaran. Sedangkan dzikir
melalui Al Qur’an yang memerintah dan melarang sesuatu.” (Lihat Tafsir Al
Qur’an Al ‘Azhim, 6: 65).
Hadirin sidang
sholat jum’at rokhimakumullah……..
Dalam tafsir Ibnu
Katsir QS Al Ankabut ayat 45 tersebut juga menafsirkan hal yang sama yaitu ”
tidak disebut sholat jika tidak ada 3 hal dalam sholatnya itu yaitu ikhlas,yang
mendorong orang yang sholat untuk mengajak kepada yang ma’ruf jadi kalau dia
seorang profesional maka ia berbuat dan mengajak kepada kebaikan untuk
profesional, jujur, dan bertanggung jawab atas pekerjaannya maka dia sedang
mendirikan sholat dan kedua khusu Ibnu katsir menerjemahkan khusu artinya
sholat yang mendorong rasa takut berbuat dosa senada dengan tafsir Al adzim
yaitu mencegah perbuatan keji,perbuatan dosa, fahysa walmukar (seperti
korupsi,perzinahan,judi miras,narkoba,pembunuhan,teroris,dll) maka jika
sholatnya tidak mencegah perbuatan fahsya dan munkar menurut tafsir Al adzim dan Tafisr Ibnu katsir
ia belum sholat.ketiga zikrullah yaitu menggunakan petunjuk al quran untuk
melaksanakan aktifitas mana yang termasuk larangan mana yang termasuk perintah
orang yang sholat akan menegakan aturan Al Quran tersebut dalam kehidupannya
ini adalah masih bagian dari sholat,menggunakan kebenaran/aturan Allah untuk
setiap lini kehidupannya.
Dimana sholat
berfungsi seperti itu ? sholat yang seperti itu harus ada kelembagaaan dan
kepemimpinanlah yang paling utama berfungsi biyadihi(kekuasaannya) agar da’wah efektif.Pemimpinlah yang menjadi
point penting dalam penegakan sholat.sehingga dengan kekuasaannya dia mencegah
perbuatan fahsya walmunkar,contoh betapa sulitnya membersihkan pelacuran dan
perjudian oleh ulama para ustazt tetapi dengan membuat perda oleh Walikota
bersama Dewan maka pelacuran,miras dan perjudian dengan cepat dapat dihentikan
karena mereka punya kewenangan memberikan sangsi hukum.inilah yang disebut
pemerintah sedang sholat dan sebaliknya jika pemerintah membiarkan fahsya
walmunkar maka dia dikatakan oleh Ibnu katsir dalam menfasirkn surat Al ankabut
ayat 45 dia belum sholat
عن أبي سعيد الخدري قال: سمعت
رسول الله صل الله عليه وسلم يقول
من رأى منكم منكرا، فليغيره بيده، فإن لم يستطع فبلسانه، فإن لم يستطع فبقلبه، وذلك أضعف الإيمان
من رأى منكم منكرا، فليغيره بيده، فإن لم يستطع فبلسانه، فإن لم يستطع فبقلبه، وذلك أضعف الإيمان
Dari Abu Sa’id Al Khudri Radhiyallahu ‘anhu : saya
mendengar Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka ubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya, dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman” (HR. Muslim).
“Barangsiapa melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka ubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya, dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman” (HR. Muslim).
Hadirin sidang
sholat jum’at rokhimakumullah......
Fungsi pemimpin
adalah bukan mengutuk dan mengecam,karena mengutuk dan mengecam itu pekerjaan
Guru, ustazt dan ulama fa bi lisani
(dengan lisan),sedangkan fungsi pemimpin adalah membuat kebijakan aturan yang
mengekang yang mengcut terjadinya fahsya walmunkar biyadihi (dengan kekuasaan) dan untuk masyarakat awam dan ibu-ibu
rumah tangga dengan hatinya melakukan pembinaan dan itulah selemah lemahnya
iman
Hadirin sidang sholat
jum’at rokhimakumullah……..
Pejabat yang tidak
bisa menghentikan perbuatan fahsya dan munkar padahal dia punya otoritas
(biyadihi) maka dia belum sholat,khotib mengajak mari dalam rangka sholat
sosial kita cut jaringan teroris yang jelas jelas melakukan perbuatan keji
jelas-jelas menanamkan idiologi yang sesat tentang jihad yang bertentangan
denga ajaran Islam bahkan bertentangan dengan ajaran manapun jangan biarkan
tanpa pencegahan dengan piranti hukum yang jelas,khotib mengajak mari kita
hentikan Narkoba,mari kita selamtkan generasi muda,bebaskan merela dari
miras,pergaulan bebas,LGBT,hentikan pelacuran,perzinhan perjudian,mari kita
didik bngsa ini dengan Pendidikan karakter,kejujuran ,hentikan korupsi yang
meraja lela,dengan kekuasaannya maka solusinya pemimpin harus sholat ritual dan
sholat sosial harus dapat mengaplikasikan sholatnya dalam kehidupan sehari hari
dan kita sedapat mungkin kita menggunakan potensi kita untuk meneruskan sholat
kita dalam kehidupan sehari-hari
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ
الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ
الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ
وَلَكُمْ.
Khutbah kedua:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ
شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ
عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا
كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ
حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ
تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ
اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}. ثُمَّ اعْلَمُوْا
فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ:
{إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ
الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ،
وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،
إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا
اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا
آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ
أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ
الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَة