Selasa, 29 Desember 2015

Tuna Moral



TUNA MORAL
Oleh : YUSUP, S.Pd, MM.
Khutbah Pertama
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. قَالَ تَعَالَى
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
} إِنَّكُمْ لَفِي قَوْلٍ مُّخْتَلِفٍ {8} يُؤْفَكُ عَنْهُ مَنْ أُفِكَ {9} قُتِلَ الْخَرَّاصُونَ {10} الَّذِينَ هُمْ فِي غَمْرَةٍ سَاهُونَ {11} يَسْئَلُونَ أَيَّانَ يَوْمُ الدِّينِ {12}

Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Illahi Robi yang mana telah memberikan kita nikmat,diantaranya nikmat iman, nikmat islam, dan nikmat yang tidak kalah pentingnya ialah nikmat sehat,sholawat dan salam marilah kita sampaikan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW ,selaku khotib saya berpesan pada diri saya dan hadirin sekalian marilah kita tingkatkan ketakwaan pada Allah SWT
Marilah kita perhatikan Surat Adzariat ayat 8 - 12
} إِنَّكُمْ لَفِي قَوْلٍ مُّخْتَلِفٍ {8} يُؤْفَكُ عَنْهُ مَنْ أُفِكَ {9} قُتِلَ الْخَرَّاصُونَ {10} الَّذِينَ هُمْ فِي غَمْرَةٍ سَاهُونَ {11} يَسْئَلُونَ أَيَّانَ يَوْمُ الدِّينِ {12}
sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berbeda-beda pendapat, (QS. 51:8)
dipalingkan daripadanya (Rasul dan al-Qur'an) orang yang dipalingkan. (QS. 51:9)
Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta, (QS. 51:10)
(yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan lagi lalai, (QS. 51:11)




Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Bangsa ini adalah bangsa yang berketuhanan berdasarkan landasan Pancasila yang diciptakan oleh para perumusnya dengan diilhami oleh ajaran Islam maka sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan yang maha Esa pada hakekatnya berasal dari ajaran Islam karena aslinya sila pertama tersebut adalah berkewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk-pemeluknya,tetapi apakah yang terjadi cita-cita serta palsafah yang mulia dan luhur itu dinodai oleh pejabat-pejabat negeri ini dengan Tuna moral atau bahasa ajaran Islam tidak berakhlak,jahiliyah,dan dzolim. Tuna Moral adalah fotret negeri sekarang ini dimana pemimpin-pemimpin Indonesia benar-benar tidak malu berbuat salah,tidak malu melakukan korupsi,penyalahgunaan kekuasaan,penyimpangan anggaran sepertinya menjadi hal yang biasa,tokoh-tokoh yang baik terilhat santun,pemahaman agama cukup memadai tiba-tiba tersangkut kasus pidana dan perdata,tidak puas dengan itu lalu persidanganpun menjadi ajang tipu-tipu,hakim jaksa bisa dibeli disogok dengan uang,pengacara,polisi,TNI juga tidak luput dari kasus pelanggaran hukum, dahulu jendral sangat karismatik berwibawa menjadi contoh tetapi sekarang jendral ada yang menjadi dalang korupsi,begitu juga hakim yang seharusnya memutuskan perkara hukum dengan benar,malah putusan direkayasa,pengacara yang sejatinya membela yang benar tetapi pengacara malah membela yang bayar. Penyakit Tuna Aksara Moral begitu memprihatinkan Ketua Umum Muhammdiyah, Din Syamsuddin mengatakan Muhammadiyah berupaya membantu negara dalam memberantas "Tuna Aksara Moral". Menurutnya, perkembangan penyakit "Tuna Aksara Moral" begitu memprihatinkan menggejala serta menjadi gurita pada bangsa ini.Penyakit "Tuna Aksara Moral" telah meruntuhkan karakter bangsa. hukum legal tidaklah cukup untuk menyembuhkan masyarakat tetapi juga membutuhkan penyembuh lain yaitu pendekatan sosial dan budaya. Dengan pendekatan ini diharapkan mampu menonjolkan isi substantif ketimbang legal formalistik hukum.        
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Marilah kita lihat tunak aksara moral yang terjadi pada masyarakat kita yang merusak uhuwah islam dan merusak tatanan kehidupan umat islam
Pertama tuna moral hukum diantaranya mafia persidangan, hukum dipermainkan mereka membuat peraturan tetapi itu untuk dilanggar mereka siapkan juga anti body untuk menangkal peraturan yang mereka buat tadi demi kelompoknya dan demi keuntungan pribadi dan kroninya lalu mereka mneyebutnya ini sebuah jihad agar keompok lain yang mereka fitnah sebagai perusak system,yang tidak turut serta membangun dan mempelopori mengapa harus turut serta menikmati point-point keuntungan dan point-point kepemimpinan.bukankah mafia peraturan ini juga ada di dekat kehiupan kita, diantaranya pemilihan ketua RT,RW, pemilihan pemimpin organisasi.organisasi apapun,pemilihan pemimpin lembaga kepala sekolah perusahaan LSM, kepanitian-kepanitiaan yang mengasilkan point-point uang,pemimpin kelompok-kelompok kerja,pemimpin lembaga ekonomi koperasi dll.semuanya itu umat sering tidak menyangkutpautkan prosedur dan peraturan yang mereka buat dengan ajaran islam sehingga selalu ada rekayasa intrik dan politik oportunis (pemuja kepentingan) Taufik Ismail berpuisi yang mengelak dari pengadilan lari keluar negeri dibiarkan Semua tergantung kecil besarnya uang sogokan
Di RRC koruptor dipotong kepala, di Arab Saudi koruptor dipotong
tangan,di Indonesia koruptor dipotong masa tahanan
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Kedua tuna moral dalam memilih pemimpin diantaranya  pilkada,penyakit yang menurut hemat khotib terparah adalah tuna moral pemilihan kepala daerah dan pemilihan anggota dewan mengapa terparah ? karena anggota dewan adalah perumus peraturan peraturan yang sangat dekat dan bersentuhan langsung dengan warga masyarakat begitu juga kepala daerah sebagai pelaksana peraturan daerah maka beliaulah yang dapat menjaga eksistensi kwalitas dan moral masyarakat tetapi apakah yang terjadi pemilihan kepala daerah dan anggota dewan banyak yang menjadi ajang tipu-tipu Kini politik ideologi kekuasaan disembah sebagai tuhan,orang-orang kehilangan teladan orang-orang baik tak mendapat perlindungan prestasi,tak akan dipilih jadi pemimpin,orang-orang berprestasi jadi korban-korban kemunafikan kini dominasi materi menggantikan tuhan.
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Ketiga tuna moral kejujuran diantaranya mafia anggaran,orang terpilih sebagai pemimpin harus mengeluarkan baiya untuk suksesnya kepemimpinan misalkan anggota dewan agar dirinya terpilih maka ia harus menyiapkan dana untuk satu TPS sekian juta,maka dana yang sudah dikeluarkan itu harus kembali kepadanya.Jika dari honor jabatanya mungkin tak terbayarkan maka dia menjadi mafia anggaran dengan berkongkolingkong dengan pengusaha untuk menggolkan proyek-proyek,contoh lain mafia anggaran belanja BOS (bantuan operasional Sekolah),mafia anggaran kepanitiaan,penggelembungan dana anggaran agar menguntungkan yang lebih besar, dan penyimpangan yang sudah menjadi budaya adalah dalam penerimaan proyek pembangunan contohnya dari anggaran full  100 .000.000 untuk pembangunan RKB (ruang kelas baru) diterima oleh sekolah hanya 70 % anggaran jika ingin lancar mendapatkan bantuan.
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Keempat tuna moral dalam bidang pendidikan misalnya contoh Guru bersertifikasi tidak bisa meningkatkan mutu pendidikan,uang serifikasi yang diterimanya sedikit sekali digunakan untuk meningkatkan dirinya lebih berkompeten seperti membeli buku,memperbaiki KBM dengan mempelajari IT,informasi dll tetapi guru-guru kita lebih banyak yang konsumtif daripada produktif Pedidikan terjadi mafia prestasi.Prestasi bukan dilahirkan tetapi dikondisikan sehingga pegawai/guru yang berprestasi bisa dibentuk sesuai kepentingan kondisi yang diinginkan jadi prestasi bisa dibentuk bukan dipupuk karena didalamnya ada motivasi yang kuat bukan menegakan kebenaran tetapi motivasi ingin menyingkirkan dan motivasi keinginan mengisi jabatan,pegawai atau guru yang penuh dedikasi yang baik mengajar didalam kelas dengan baik tak mendapatkan kesempatan menjadi kepala sekolah tetapi guru yang sering datang kekantor mencari muka(baca loyalitas) dan mau manut(baca mampu bekerjasama),oprtunis(pemuja kepentingan) dan tak pernah memikirkan kemajuan pendidikan sikapnya selalu asal bapak senang dialah yang menjadi kepala sekolah
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Kelima tuna  moral  dalam kedisiplinan contoh disiplin berlalulintas berkendaraan, cobalah kita bayangkan hanya demi mengejar setoran orang lebih berani menabrak kereta api daripada menabrak kucing,padahal menabrak kereta api mengakibatkan banyak manusia tewas
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Keenam Tuna moral dalam bidang lingkungan.Allah menciptakan alam dengan penuh hikmah dan keseimbangan tetapi manusia merusaknya dengan pembakaran huntan hanya untuk mendapatkan ladang untuk perkebunan dengan jalan pintas dia tak punya moral bahwa itu merusak kehidupan banyak manusia,dan ada lagi tuna moral merusak kontur tanah,membuang sampah ,meruusak permukaan gunung dengan membangun vila-vila mewah sehingga terjadilah kebanjiran semuanya itu merugikan orang lain
Ketujuh Tuna moral prostitusi & pornografi  kawin cerai dikalangan artis menjadi hal yang biasa,menjual tubuh bagi mereka hal yang halal,ditambah lagi dengan regulasi peraturan pemerintah yang longgar sehingga penyebaran pornografi,narkoba,semakin mudah maka ahlaq bangsa menjadi taruhan bagi bangsa indonesia. Pornografi hp dan internet bagian dari gerakan sahwat kebebasan
Seks tanpa aturan gaya neoliberal kini anak-anak SMP/SMA/mahasiswapun seks merajalela
Setiap 15 detik seorang bayi diaborsi di ujung jalan jauh disana
kini negeri ini penuh dengan wong edan gendheng dan sinting

Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Bagaimanakh caranya agar tuna moral tidak terus melaju dikehidupan bangsa ini hukum formal,peraturan pemerintah tidak bisa mengatasi itu semua,coba bayangkan korupsi semakin menjadi-jadi walaupun sudah banyak pejabat masuk penjara,pornografi,mafia hokum,membodohi rakyat tetap saja terjadi dimana-mana. Solusi yang paling efektif adalah dengan ajaran Islam melalui pendekatan social dan budaya; pembiasaan hidup jujur mulai sejak dini pendidikan menjadi peran utam dalam membudayakan hidup jujur . lah kalau di sini terjadi korban-korban kemunafikan siapa yang tidak baik dan tidak berprestasi sebaiknya dibna dulu dan siapa yang berprestasi dialah yang diangkat jadi pemimpin, berikutnya ada pendekatan social ada jaringan yang kuat perlindungan terhadap kader-kader,perlindungan terhadap dai,perlindungan terhadap guru,tenaga kerja,petani,dan lain-lain soasialisasi sadar hokum pendekatan perhatian pada keluarga makanya Allah berfirman :
} يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلآئِكَةٌ غِلاَظٌ شِدَادُُ لاَّيَعْصُونَ اللهَ مَآأَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَايُؤْمَرُونَ {6}
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. 66:6

Berikutnya Pemimpinnya semestinya jujur dan ikhlas, memperjuangkan kebenaran
mereka secara pribadi tidak menumpuk numpuk harta dan kekayaan
Ciri utama yang tampak adalah kesederhanaan
Hubungan kemanusiaannya adalah kesantunan dan kesetia kawanan
Semuanya ini fondasinya adalah keimanan
           
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.

Khutbah kedua:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}. ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ

Rabu, 02 Desember 2015

Problema umat dan Solusinya



PROBLEMA UMAT DAN SOLUSINYA
Oleh : YUSUP, S.Pd, MM.
Khutbah Pertama
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. قَالَ تَعَالَى
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
لاَيُقَاتِلُونَكُمْ جَمِيعًا إِلاَّ فِي قُرًى مُّحَصَّنَةٍ أَوْ مِن وَرَآءِ جُدُرٍ بَأْسَهُم بَيْنَهُمْ شَدِيدٌ تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًا وَقُلُوبُهُمْ شَتَّى ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لاَّيَعْقِلُونَ {14}

Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Illahi Robi yang mana telah memberikan kita nikmat,diantaranya nikmat iman, nikmat islam, dan nikmat yang tidak kalah pentingnya ialah nikmat sehat,sholawat dan salam marilah kita sampaikan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW ,selaku khotib saya berpesan pada diri saya dan hadirin sekalian marilah kita tingkatkan ketakwaan pada Allah SWT
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Marilah kita perhatikan Surat Al-Hashr  ayat 14
لاَيُقَاتِلُونَكُمْ جَمِيعًا إِلاَّ فِي قُرًى مُّحَصَّنَةٍ أَوْ مِن وَرَآءِ جُدُرٍ بَأْسَهُم بَيْنَهُمْ شَدِيدٌ تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًا وَقُلُوبُهُمْ شَتَّى ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لاَّيَعْقِلُونَ {14}
Mereka tiada akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok.Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat.Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati mereka berpecah belah.Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti. (QS. 59:14)



Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Ayat tersebut dengan jelas menceritakan umat lain sangat takut jika umat islam bersatu padu,problema umat islam yang tertinggal sekarang ini digambarkan bersatu di dalam simbol-simbol tetapi hati kita berpecah belah.hati yang berpecah belah seperti itu dahulu dimiliki oleh musuh islam tetapi sekarang malah terjadi pada umat islam
Selayaknya umat islam sekarang ini memperhatikan posisinya,keadaannya di tengah umat lain,di tengah pergaulannya dengan manusia,sesama muslim,sesama saudara,dalam bertetangga,dan dalam kehidupan berjamaah pada umumnya, sebaiknya umat islam mulai mengidentifikasi problema umat yang sedang dihadapi dan dirasakan sekarang ini bagaimana kemauan umat ?,kemana arah pergerakan umat ?, Bagaimana kekuatan atau potensi umat?, apa kelemahan umat?,apakah tantangan umat Islam ?, serta siapa teman dan lawan umat islam ?. Khotib mengajak marilah kita mencoba membaca pemetaan umat islam dan mencari solusinya untuk kemajuan umat islam agar tidak tergilas oleh roda zaman
Marilah kita lihat problema umat islam dan solusinya :
Pertama  persoalan yang sangat mendasar sekarang ini pada umat islam adalah masalah persatuan internal umat,ekonomi umat Islam dan ketertinggalan umat Islam dari pergaulan dunia,andai saja umat Islam punya kalender tersendiri yang disepakati secara bersama-sama dan dilaksanakan secara komitmen,maka persatuan umat islam akan terjalin mesra,umat Islam memang punya kalender hijriah namun pada tahap pelaksanaan banyak umat islam yang tidak komitmen khususnya dalam menentukan bulan baru.Maka langkah pertama yang harus dilakukan umat islam di masing-masing kelompok adalah mendata jamaah secara detail.Mengapa mulai dari data ? karena sekarang ini kita buta potensi dan kekuatan umat islam,sehingga kita cenderung hidup individual,padahal menyembah Allah secara berjamaah,tetapi ketika masuk intraksi sosial kita individualistis. Bukankah ajaran Islam memerintahkan kita mencatat segala kegiatan hidup ? seperti anak kita yang menikah Islam mengajarkan kita untuk mengumumkan pada halayak ramai,disakasikan orang lain dan dicatat dalam buku nikah dan kependudukan ,bukankah ajaran Islam juga mengajarkan kita bahwa anak yang baru lahir harus dicatat dan di aqiqohkan?,bukankah Nabi juga mengabsen jamaahnya yang sholat berjamaah,dan yang hadir dalam majlis? Ketika ada jama’ah yang tidak hadir Nabi mengayomi,menanyakan dan memperhatikannya, Kesemuanya itu agar jamaah bisa dipastikan kekuatan dan diperhatikan kekurangannya.
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Kedua membangun komunikasi antar umat islam yang sudah terdata tadi. Jadi kelompok-kelompok Islam yang telah tumbuh biarkanlah mereka tumbuh ini sebuah sunatullah yang tak bisa dibendung,ada perbedaan masalah hilafiyah diantara kelompok jangan diperdebatkan. maka tugas kita adalah membangun komunikasi secara intens baik internal kelompok maupun eksternal sesama kelompok dan bila perlu membangun komunikasi dengan kelompok lain di luar Islam bila itu bermanfaat why not ? (mengapa tidak). Kalau Nabi Muhammad tadi mengabsen peserta sholat berjamaah mereka yang hadir,dan mereka yang tidak hadir diperhatikan oleh Nabi Muhammad SAW,mereka yang tidak hadir Nabi tidak serta merta su’udzon, mungkin mereka sakit,mungkin ada kesulitan hidup.hal seperti itu mestinya ada perhatian dari pemimpin-pemimpin kelompok. Tetapi ternyata Sepertinya umat islam banyak yang belum terbiasa membahas hal ini yaitu setelah sholat berjamaah berdialog membahas individual umat,membahas masalah keluarganya,ekonominya,membahas pekerjaannya, kondisi keluarga umat islam,kehidupan pribadi individu-individu jamaah,disamping itu jamaah sendiri belum terbuka membicarakan hal tersebut pada orang lain padahal disinilah kelemahan kita yang menjadi kendala di dalam membangun kekuatan umat islam.

Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Ketiga membangun ekonomi umat Islam,ekonomi umat Islam sangat tertinggal jauh dengan umat lain dan terbelakang dalam bisnis global,dan kita cenderung menjadi pengguna produk umat lain ketimbang kita memproduksi sendiri,kita menjadi obyek perdagangan bebas kaum kafitalis borjuis,contoh produk danone aqua, air minum /air putih yang diekplorasi dari bumi Indonesia dan dijual di Indonesia sementara pemiliknya adalah orang yahudi,bagaikan ia mengambil air di sumur belakang rumah kita dan menjual di depan rumah kita,itulah perumpaan perusahaan air minum di Indonesia coba bayangkan hampir tak ada negara yang tak terdapat KFC Perusahaan perdagangan ayam goreng yang menjamur di masyarakat kita,dan juga hampir di seluruh negara terdapat perusahaan retail  MD, Coca cola dll, belum lagi Perushaan Preefot di Papua yang telah mengeruk emas Indonesia demikian besarnya mengapa Indonesia tak mengelola Sendiri.dimanakah produk umat Islam ? Khotib mengajak sebaiknya umat Islam mulai merapatkan diri membentuk Jaringan ekonomi umat,Selanjutnya setelah kita mendata umat,kemudian membangun komunikasi lalu yang ketiga kita membangun ekonomi umat,para pedagang,pengusaha kecil dan menengah,semestinya ada komunikasi,walaupun berbeda-beda jenis usaha dan tempat bekerja,semestinya diantara kita ada jaringan kerja (net work) yang dibangun secara intensif,usaha-usaha apapun jenisnya sebaiknya umat Islam ada komunikasi,ada persatuan  yang kuat dalam berekonomi,Khotib mengajak marilah kita mencoba memperkuat ekonomi kita dengan mengendalikan perputaran uang pada komunitas umat islam oleh karenanya marilah kita berpihak pada produk-produk khas daerah di Indonesia membudayakan makan gado-gado pengganti KFC,combro,dodol pengganti MD dll. Kemudian para pegawai,para karyawan punya hubungan yang erat di Instansi manapun ia berada, sejatinya ia terhubung dan terjalin silaturahmi islami,andaikan pegawai tersebut adalah anggota koperasi selayaknya mereka terjalin hubungan yang akrab dalam bisnis islam dan mampu menopang ekonomi teman-temannya di tempat lain,apabila ada kesulitan hendaknya mereka saling substitusi,dan saling memberi dan menerima,apabila ada surplus,maka saling investasi,inilah yang belum terjadi pada umat Islam dewasa ini,dan umat lain telah lama terjalin hubungan bisnis sesama mereka, sehingga khotib menyatakan umat islam individualistis,ekonomi kita tak kuat.Padahal bila masing-masing kita mampu membangun sinergi maka tak akan ada lagi yang dapat menghalangi kemajuan dan keunggulan eknomi umat islam.Allah berfirman dalam Surat Al Imron ayat 110
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَلَوْءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرَهُمُ الْفَاسِقُونَ {110}
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. 3:110)

Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Keempat membangun kekuatan politik,mengapa umat islam harus membangun kekuatan politik ? karena dengan kekuatan politik umat islam dapat berda’wah secara intensif,contoh bagaimana sulitnya memberantas minuman keras,perjudian dan pelacuran di kota Tangerang bahkan para da’i mulutnya sampai berbusa berceramah tentang  minuman keras,perjudian dan pelacuran tidak bisa dibersihkan di muka bumi kota Tangerang tetapi dengan kebijakan politik pemimpin Kota Tangerang melalui Perda yang dibuatnya Miras,perjudian,dan pelacuran dengan mudah dihentikan maka  khotib mengajak sekecil apapun sebaiknya umat islam memiliki kekuasaan sekalipun harus menjadi ketua RT sekalipun, karena dengan kekuasaan itulah umat islam mampu berda’wah secara intensif,oleh karena itu orang islam bila mendapatkan kesempatan memilki kekuasaan seharusnya diambil dan berusaha untuk meraih tampil dan menjadi tauladan mempengaruhi serta mewarnai kehidupan dengan ajaran islam,bila ada teman kita atau jama’ah kita mendapatkan kesempatan tampil menjadi pemimpin harus kita dukung,kita kaderisasi kearah itu bila perlu kita perjuangkan dan kita biayai bila memerlukan biaya perjuangan.coba kita kalkulasikan apa saja dapat kita bentuk dengan potensi yang kita miliki itu bila kita menginginkan yang menjadi anggota dewan dari kalangan kita. kita hanya mengkomunikasikannya kepada semua RT di kota ini karena RT di kota ini adalah orang-orang yang sudah  kita kader tadi dengan jaringan yang sudah kita bentuk dengan rapih, begitu juga bila kita menginginkan sang wali kota yang benar-benar membela islam dari kalangan umat islam dengan mudah dapat kita pilih,karena  kita hanya  mengkomunikasikannya kepada semua ketua RT di seluruh kota,yang Networknya sudah kita bentuk tadi,bahkan bila perlu kita persiapkan sampai kita memilih presiden dari kalangan umat islam,Inilah pemikiran sederhana agar kita dapat memilki Pemimpin Negara juga Pemimpin umat  
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Kelima membangun peradaban umat Islam,dan hal yang sangat mendesak bagi umat Islam sekarang ini adalah umat islam selayaknya memlilki kalender hijriah internasional.coba kita bayangkan komunitas kecil saja memiliki peradaban yang jelas sepeti peradaban bangsa maya,suku inca,china kuno,maupun Mesir purba mempunyai sistem kalender yang pasti,dan peradaban Nasrani sekarang ini melahirkan kalender gregorian yang mempunyai sistem yang pasti sehingga nyaris dipakai hampir diseluruh umat manusia.kita mengenal kalender ini sebagai kalender masehi.bagaimana dengan umat islam? Umat islam memang sudah sepakat memulai perhitungan tahun pertama dan urutan bulan setiap tahun,namanya kalender hijriah, namun umat islam masih berselisih tentang cara menentukan tanggal satu setiap bulan oleh sebab itu umat islam sering berbeda memulai ramadhan,dan tanggal 1 syawal serta hari raya idul fitri dan idul adha.maka menyamakan persepsi ini secara internasional ini menjadi penting dalam pemetaan umat islam dan membangun peradaban dan ekonomi.Hal yang harus disepakati adalah menentukan kriteria dan metode sehingga muncul kalender hijriah dan waktu-waktu yang sama.dan khotib mengajak kita harus sama-sama melepaskan ego kelompok dan egoisme beragama.
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Pada masa Nabi jumlah umat Islam tidak banyak secara kuantitas namun mereka (umat Islam) pada waktu itu amat berkualitas. Pencapaian (achieved performance) sebagai "khairu ummah" (the best people) dimasa Nabi dikarenakan umat Islam benar-benar memeluk Islam secara kaffah. Al Quran yang merupakan wahyu Allah menjadi petunjuk umat Islam dalam beraktivitas, contoh dan hadist Nabi membimbing umat dalam menjalankan kehidupan. Apabila terjadi persoalan maka penyelesaiannya selalu merujuk pada al Quran dan Hadist Nabi. Allah sendiri berjanji akan menolong umat Islam dan menegakkan kedudukan atau kejayaannya jika menolong agama Allah dengan menyebarkan berdakwah menegakkan kalimat tauhid. "Intanshurullah yan shurkum wa yutsabbit aqdamakum"
Para sahabat sungguh-sungguh "samina wa atona". Mereka tidak banyak macam. Jika terjadi persoalan mereka kembali pada apa yang diajarkan dalam al Quran. Sekiranya mereka belum merasa paham maka mereka segera bertanya kepada Nabi. Apabila Nabi telah memutuskan tentang hal dan perkara yang diajukan dengan sertamerta mereka pun taat mematuhinya. Demikianlah kondisi umat Islam di masa Nabi, tidak neko-neko dan tidak membuat sesuatu yang mudah menjadi sulit. Demikian tertib dan patuhnya mereka sehingga kejayaan Islam mudah diraih. Apakah umat Islam (khususnya di Indonesia) yang secara kuantitas demikian banyak itu telah benar-benar mencontoh perilaku para sahabat itu? Kita bisa lihat sendiri kualitas mereka baik melalui teknologi media maupun melihat langsung dengan mata kepala sendiri.
Sesungguhnya umat Islam di Indonesia sekarang ini tidak perlu aneh-aneh dan selalu "nyinyir" dengan logika, akal pikiran semata dalam menyikapi persoalan kehidupan di dunia baik sosial, politik, ekonomi ataupun budaya. Islam telah sangat sempurna memberikan arah tentang mengapa, bagaimana dan seperti apa menjalani kehidupan di dunia ini. Untuk itulah sejatinya umat Islam dimana pun berada mesti mengikuti ajaran Islam yang telah lengkap tersebut. Dalam konteks inilah kita cermati apa yang di sabdakan Nabi Muhammad berikut ini:
"Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selamanya selama berpegang teguh dengan keduanya, Kitabullah dan Sunnah" (HR. Malik).
Memang dimungkinkan seumpama ada sesuatu persoalan yang tidak diungkap secara rinci maka dibolehkan menggunakan ijtihad dengan memanfaatkan dalil "aqliyyah" yang bersandarkan logika berpikir. Tetapi penggunaan dalil ini tidak boleh melenceng substansi al Quran. Atas dasar kebebasan berpikir, prinsip liberalisme kemudian sejumlah umat Islam secara berani "nyeleneh" dari nilai Islami yang amat jelas terang benderang termaktub didalam kedua sumber itu. Biasanya mereka yang hatinya "berontak", ada penyakit didalam hatinya oleh karena terbiasa melahap buku karya manusia "bebas", berani mengungkapkan pikiran nyeleneh bertentangan nilai-nilai luhur yang dijlentrehkan secara terang benderang dibanyak ayat-ayat Allah.


بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.
Khutbah kedua:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}. ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ

Jumat, 16 Oktober 2015

Penyalahgunaan Kekuasaan (abuse of Power)



PENYALAHGUNAAN KEKUASAAN (abuse of power)
Oleh : YUSUP, S.Pd, MM.
Khutbah Pertama
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. قَالَ تَعَالَى
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
} وَلاَتُؤْتُوا السُّفَهَآءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللهُ لَكُمْ قِيَامًا وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلاً مَّعْرُوفًا {5}

Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Illahi Robi yang mana telah memberikan kita nikmat,diantaranya nikmat iman, nikmat islam, dan nikmat yang tidak kalah pentingnya ialah nikmat sehat,sholawat dan salam marilah kita sampaikan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW ,selaku khotib saya berpesan pada diri saya dan hadirin sekalian marilah kita tingkatkan ketakwaan pada Allah SWT
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Marilah kita perhatikan Surat An Nisa ayat 5
} وَلاَتُؤْتُوا السُّفَهَآءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللهُ لَكُمْ قِيَامًا وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلاً مَّعْرُوفًا {5}
Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (QS. 4:5)



Hadirin Sidang sholat jum’at rokhimakumullah.....
Penyebab kehancuran umat adalah karena banyak umat Islam ketika mendapatkan jabatan tidak amanah,banyak umat Islam tidak menghubungkan jabatan dan kekuasaan adalah amanah dari Allah SWT,dia mengira semua yang ia dapatkan adalah usaha dirinya semata-mata tanpa ada peran serta Allah.
Ayat tersebut dengan jelas melarang kita untuk menyerahkan harta dan kekuasaan pada orang yang tidak tepat.Bila kita belajar dari kasus tersebut maka orang yang mengemban kekuasaan itu menyalahgunakan wewenangnya secara tidak bertanggung jawab abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan)
Contoh penyalahgunaan kekuasaan adalah ,orang bekerja tidak sesuai dengan TUFOKSINYA masing-masing, TUFOKSI adalah (tugas pokok dan fungsi).contoh detil diantaranya Pejabat provinsi dengan kekuasaannya dia menunjuk adiknya sebagai pemimpin proyek-proyek provinsi,oleh karenanya setiap ada proyek-proyek pembangunan sang kontraktor harus mengkomunikasinya pada adik pejabat tersebut dan adik pejabat tersebut mengambil keuntungan karenanya.inilah penyalahgunaan jabatan (abuse of power) yang merusak pembangunan wilayah dan akhirnya korupsi merajalela dimana mana, contoh lain Seorang Pejabat sangat tergantung pada pengindorsnya artinya siapa pembisiknya,maka yang jadi pemimpin akan sangat tergantung temannya,keluarganya,atau koleganya yang menjadi pengatur sehingga ia bertindak tergantung para pembisik(pengindoors) inilah yang disebut abuse of power (penyalahgunan kekuasaan) itu tadi.Ia tidak punya visi yang jelas,ia tidak punya wawasan serta pergaulan yang luas,Ia tidak punya program kerja,sehingga bekerja tergantung pengindors tadi,disamping itu ada lagi contoh abuse of power misalnya Pejabat bagian keuangan yang seharusnya mengurusi keuangan tetapi mengurusi kepegawaian,pejabat bagian sarana Prasarana yang seharusnya mengurusi masalah bangunan equity (perlengkapan) tetapi mengurusi pendidikan dan kurikulum,dan sebaliknya pejabat bagian kepegawaian tidak mampu mengurusi masalah kepegawaian sehingga yang ia perhatikan masalah tehnis yang seharusnya diurus bagian pelaksana atau staf. Dan ternyata overlaping seperti sudah banyak terjadi dimana-mana,bahkan telah menjangkit menahun bagaikan gurita yang mencengkeram sulit untuk dilepaskan. Contoh lain yaitu Pejabat pegawai pajak merekayasa pajak dengan kekuasaan jabtannya yang seharusnya digunakan untuk mengurus rakyat tetapi ia memanipulasi dan merekayasa pajak demi keuntungan pribadinya,seorang pengurus partai dia juga mengurus jamaah dia gunakan jabatannya sebagi pengurus untuk menipu jamaah demi partainya mendulang suara dan populeritas .Apakah penyebab abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan) tersebut ?
1.Pengangkatan jabatan tidak sesuai dengan prosedur dan peraturan yang ber
   laku,seharusnya pengangangkatan pemimpin sesuai prestasi,karir dan atur
  an tidak menggunakan kedekatan dan nepotisme.
2.Kekuasaan yang tidak terbatas,sehingga menyentuh dan menabrak wilayah kerja dan wi
   layah orang lain. Allah saja membagi-bagi kekuasaanya walaupun Allah maha kuasa ,
  seperti malaikat penyampai wahyu adalah malaikat jibril,malaikat pencabut nyawa adalah
  malaikat izrail dll,disamping itu untuk sampai wahyu Allah menjadi ajaran yang dapat
  bermanfaat bagi manusia Allah menugaskan para Nabi untuk menyampaikannya,kekua
 saan yang tidak terkontrol akan menimbulkan kecurangan dan ketidakadilan,jangan sam
 pai ada pemimpin yang tidak berani mengontrol kekuasaan,karena kedekatan,keluarga,
 dan atau pemimpinnya sendiri terlibat kecurangan tersebut

Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Marilah kita perhatikan contoh Nabi Muhammad SAW, bagaimana Nabi menggunakan dan mendelegasikan kekuasaannya secara adil dan bijaksana
Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama kali di Gua Hira, kira-kira saat beliau berusia 40 tahun. Setelah kurang lebih 13 tahun mengajak manusia untuk bertauhid kepada Allah secara murni dan meninggalkan berhala-berhala. Prinsip kehidupan yang dibangun Nabi SAW sendiri basisnya didasarkan pada prinsip Tauhid yang meletakkan manusia berkedudukan setara di hadapan Allah dan hukum-hukumNya. Maka dari itu keadilan dipandang sebagai satu elemen yang sangat mendasar dan senantiasa ditegaskan oleh Allah. dalam beberapa ayat-ayat Al-Quran  seperti dalam QS. Al-Nisā: 58, QS. Al-Māidah : 8 , QS. Al-An`ām:153 dan lain-lain. Dalam surat An nisa ayat 58 Allah menegaskan :
}* إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا اْلأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا {58}
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. 4:58)

Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Keberadaan Nabi SAW sendiri di masyarakat-negara Madinah saat itu jika dilihat dari konsep ketatanegaraan modern,Nabi Muhammad tidak otoriter menggunakan kekuasaannya sendiri tetapi menggabungkan ketiga institusi trias politica,yang mana Jon Lock Pemikir Perancis itu mengadopsi manajemen Nabi tersebut yaitu pertama kekuasaan legislatif (sulţah tashrī`iyah artinya penyusun Undang-undang), kedua kekuasaan eksekutif (sulţah tanfīdziah artinya orang atau kelembagaan yang melaksanakan undang-undang) dan yang ketiga kekuasaan judikatif (sulţah qadlāiyah artinya lembaga yang menjadi pengawas pelakasnaan undang-undang) Nabi Muhamad SAW merupakan satu-satunya sumber segala hukum dan tata aturan. Bahkan segala perbuatan dan ucapannya juga diposisikan sebagai sumber legislasi yang harus ditaati. Sedangkan unsur kekuasaan eksekutif Rasulullah dapat dilihat dari pelaksanaan beliau dan pengejawantahan hukum-hukum Allah/syariat Islam serta menegakkannya dalam berbagai aspek kehidupan sosial, ekonomi maupun politik.
Adapun kekuasaan judikatif Rasulullah diperlukan dalam kerangka penegakan keadilan dan pemeliharaan hak-hak masyarakat waktu itu yang terkadang mengalami perselisihan atau persengketaan antar pemiliknya. Tiga kekuasaan judikatif, legislatif dan eksekutif sekaligus di kedua tangan seorang Nabi SAW ini tidaklah menimbulkan kekhawatiran tejadinya penyalahgunaan kekuasaan atau tuntutan pemisahan jabatan dengan alasan-alasan kekhawatiran lainnya karena jaminan ke-ma`şum-an Rasulullah (terjaga dari dosa) dan sekaligus sebagai teladan bagi umat.

Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Pendelegasian Tugas sahabat Nabi
Nabi SAW pernah menunjuk beberapa orang sahabatnya untuk menyelesaikan kasus-kasus persengkataan tertentu. Sebagai contoh Nabi pernah mendelegasikan Hudzaifah ibn al-Yamān al-`Absy untuk menyelesaikan perselisihan dua orang bersaudara yang memperebutkan hidhār  atau jidār rumah mereka. Nabi juga diriwayatkan pernah meminta `Amru ibn al-`Āş untuk memberi keputusan pada sebuah masalah yang dibawa oleh dua orang yang datang kepada Nabi mengadukan persengketaan mereka.
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Nabi SAW tidak pernah mengangkat seorangpun yang secara khusus mengemban tugas “profesi” sebagai qādli maupun memberikan mandat jurisdiksi (qadlā’) secara penuh kepada sahabat-sahabat beliau untuk melakukan tugas tersebut secara multak tanpa batasan tempat dan waktu. Akan tetapi pemberian otoritas jurisdiksi oleh Nabi kepada sahabatnya tersebut paling tinggi terjadi saat beliau menujuk wakilnya untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintahan di daerah tertentu sebagai bagian dari wilayah `āmmah. Hal itu sebagai tuntutan dari konsekuensi dari semakin meluasnya daerah-daerah kekuasaan Islam.
Sumber Hukum Peradilan
           Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Sebagai seorang Qādli (pemegang otoritas jurisdiksi) Nabi SAW telah menjalankan perannya dengan baik dalam memutuskan berbagai persoalan yang terjadi pada zaman itu. Diantara putusan Nabi ada diantaranya yang merupakan implementasi langsung dari aturan-aturan wahyu yang terdapat dalam al-Quran, seperti saat Nabi SAW memerintahkan pemotongan tangan seorang perempuan Bani Makhzūm yang mencuri, sebagai pelaksanaan kandungan ayat QS. Al-Mā’idah: 38
Namun, Nabi SAW terkadang juga memutuskan suatu perkara dengan ijtihad belaiu dalam beberapa hal ketika tidak terdapat naş-nya secara eksplisit dalam al-Quran seperti ketika beliau memberikan kebebasan kepada seorang anak yang telah dewasa untuk memilih ikut ibu atau bapaknya ketika keduanya bercerai. Mengenai keberadaan ijtihad sebagai salah satu sumber hukum peradilan di zaman ini secara lebih tegas diungkapkan oleh  Nabi sendiri ketika memberikan putusan kepada dua orang yang bersengketa tentang sebuah masalah waris. Nabi SAW bersabda:
“Sesungguhnnya aku memetutuskan berdasarkan pandanganku, dalam perkara yang belum ada wahyu yang diturunkan kepadaku”.
Putusan Nabi berdasarkan ijtihad ini bagi umatnya dengan sendirinya tentu saja menjadi bagain dari sumber hukum itu sendiri karena posisi Nabi sebagai penyampai tashrī`` dari Allah atau sebagai musharri`.Persoalan ini bisa lebih dilihat secara lebih jelas melalui sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Mu’ādz ibn Jabal. Salah seorang sahabat yang pernah ditugaskan oleh Nabi sebagai qādli ini meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW ketika akan mengirimnya ke Yaman bertanya: “Bagaimana caranya engkau memutuskan perkara yang dibawa orang kepadamu?”. “Saya akan memutuskannya menurut yang tersebut dalam Kitabullah.” Jawab Mu’ādz. Rasulullah SAW bertanya lagi: “Kalau engkau tak menemukan hal itu dalam Kitabullah, bagaimana?”. Mu’ādz menjawab: “Saya akan memutuskannya menurut Sunah Rasul-Nya”. Lalu Rasulullah SAW bertanya lagi: “Kalau hal itu tidak ditemukan juga dalam Sunnah Rasulullah dan tidak pula dalam Kitabullah, bagaimana?”  Lalu Mu’adz menjawab: “Jika tidak terdapat dalam keduanya saya akan berijtihad sepenuh kemampuan saya.”  Mendengar jawaban itu, Rasulullah SAW lalu menepukkan kedua tangannya ke dada Mu’ādz dan berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi taufiq utusan Rasulullah, kepada apa yang diridlainya.”

Hadirin sidang sholat jum’at rohimakumullah
Momentum ini sebaiknya menjadi pelajaran buat kita bahwa Nabi tidak melakukan abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan),apa-apa yang diamantkan Allah kepadanya benar-benar Nabi jalankan sesuai aturan titah Allah, sehingga masyarakat tertata dengan aturan oleh karenanya mereka disebut masyarakat madani,masyarakat yang memiliki aturan yang benar dan melaksanakan aturannya secara bersama-sama sehingga terwujudnya kesejahteraan dan keadilan


بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.
Khutbah kedua:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}. ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ