Senin, 16 Oktober 2017

Pentingnya Kekuasaan



PENTINGNYA KEKUASAAN
Oleh : YUSUP, S.Pd, MM.
Khutbah Pertama
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. قَالَ تَعَالَى
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
} وَعَدَ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي اْلأَرْضِ كَمَااسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لاَيُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلاَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ {55}

Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Illahi Robi yang mana telah memberikan kita nikmat,diantaranya nikmat iman, nikmat islam, dan nikmat yang tidak kalah pentingnya ialah nikmat sehat,sholawat dan salam marilah kita sampaikan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW ,selaku khotib saya berpesan pada diri saya dan hadirin sekalian marilah kita tingkatkan ketaqwaan pada Allah SWT
اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumllah
Agama-agama bangkit karena kekuasaan bayangkan agama kristen selama 300 tahun mereka orang-orang kristen dipertandingkan dengan singa dan yang kalah oleh arena gladiator menjadi santapan singa.sampai akhirnya muncul seorang kaisar masuk kristen namanya konstanti dan namanya itu dia abadikan menjadi sebuah kota Konstantinopel Turki, dengan kekuasaanya dia berhasil mengkristenkan Jerman dan negara-negara Erofa lainnya, tetapi kejayaan itu sirna setelah seseorang anak kecil yang setiap mandi didoakan ayahnya jika kamu sudah dewasa nanti kamu kuasai kota itu konstantinopel.Nabi Muhammadlah yang saat itu 1000 tahun yang lalu berprediksi dengan visionernya suatu saat Umat Islam akan menguasai Konstantinopel.Dan Nabi Muhammad dibilang aneh,mana mungkin orang Arab Islam yang terbelakang tidak bisa baca tulis itu akan menguasai Konstantinopel yang begitu kuat dan berjaya ? Dialah yang tadi setiap mandi di sungai didoakan Ayahnya kuasai kota itu,dialah yang disebut Nabi Muhammad  bahwa pahlawan itu sama dengan namaku yang akan menguasai konstantinopel yaitu Muhammad Al Fatih panglima perang yang akhirnya berjaya  membuat Erofa gentar kepada Turki lalu ibu kota Turki, konstantinopel diganti dari nama Islam yaitu Istambul.Mereka mengusai dunia selama 500 tahun sehingga khilafah Islam bangkit kembali berjajar mulai dari Yaman,Saudi Arabia,Yordania,laut merah,Mesir,libiya,Tunisia,Alzazair dan Maroko apa maknanya? Maknanya adalah kekuasaanlah yang memperluas ekspansi da’wah Islam,Allah dan RosulNya menjanjikan dan membuktikan bahwa Islamlah yang berkuasa di bumi ini tetapi dengan syarat beriman,berakhlaq dan beramal sholeh seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat-sahabatnya
Hadirin Sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Marilah kita perhatikan Q S.Annur ayat 55

} وَعَدَ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي اْلأَرْضِ كَمَااسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لاَيُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلاَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ {55}

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merobah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa.Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang yang fasik. (QS. 24:55)

Beriman pada redaksi ayat itu artinya  meyakini bahwa Allah yang memberikan kekuasaan,Allahlah yang memberikan manusia kemampuan menguasai medan wilayah dan  ilmu
Kemudian kata beramal sholeh artinya aplikasi dari iman itu sendiri sesuai redaksi ayat tersebut,dan menjadi syarat bagi orang-orang yang diberikan kekuasaan itu agar  membuktikan imannya itu dengan ahlaq yaitu integritas,visioner, professional, jujur,dan istiqomah
Sedangkan kata berkuasa di bumi artinya Allah  menjadikan umat Islam pemimpin-pemimpin wilayah,bukan orang-orang kafir,munafik dan fasik
Dia akan  meneguhkan agama bagi mereka artinya tujuan Allah memberikan kekuasaan pada orang yang beriman dan beramal shaleh adalah untuk tegaknya agama Allah
Sedangkan redaksi kalimat ketakutan menjadi aman sentosa artinya semua kekuasaan yang Allah berikan berefek menciptakan aman sentosa,menukar ketakutan menjadi ketentraman dan kesejahteraan jika syarat-syarat tadi dipenuhi oleh sang pemimpin
Hadirin sidang sholat Jum’at rokhimakumullah
Khotib mengajak marilah kita ambil pelajaran dari kisah Nabi Muhammad itu untuk dijadikan pola da’wah kita sekarang ini yaitu :
 Pertama  saat Muhammad belum mendapat wahyu dimana sejak kecil sampai dengan Muhammad berumur 40 tahun Muhammad adalah orang yang sudah teruji akhlaqnya semua orang percaya bahwa Muhammad orang yang jujur,amanah Al amin tidak pernah berdusta,semua orang menyanjungnya semua orang memujinya sangat percaya bahwa Muhammad itu tidak pernah berdusta. akhlaq mulia tersebut adalah cikal bakal proses seseorang menjadi pemimpin, berdasarkan karakter Muhamad tersebut mestinya umat islam memiliki sikap akhlaqul karimah,jujur,profesional,memiliki mental pejuang,tangguh, sabar, istiqomah, idialis dan berilmu dengan karakter itu umat islam akan berkuasa dan berjaya,semestinya pengusaha-pengusaha sangat yakin melakukan investasi pada umat islam,karena Saat Nabi berdagang pengusaha-pengusaha non muslim sekalipun percaya melakukan investasi pada Nabi,orang-orang kafir berkata wahai sahabat-sahabatku kalau mau investasi pada Muhammad saja dia mah pasti jujur,akan tetapi yang terjadi sekarang mengapa setelah umat Islam memiliki kekuasaan banyak yang runtuh satu persatu ? karena setelah menjadi pejabat/memiliki kekuasaan ia tidak jujur,tidak tangguh dan tidak istiqomah.jika seluruh Umat Islam berakhlaq mulia dan semua umat Islam mendaptkan gelar terpercaya maka siapa saja terhadap individu-individu orang Islam mereka yakin,mereka percaya bahwa pribadi2 muslim itu jujur bertanggung jawab, dan jujur saja tidak cukup karena akhlaq mulia itu juga mencakup aspek yang lain yaitu profesional,adil,bijaksana dan istiqomah.maka kemakmuran dan kejayaan umat Islam akan diraihnya,tetapi sayang sekali yang terjadi sekarang ini generasi muda calaon pemimpin-pemimpin diracuni narkoba,diracuni pil PCC,diracuni PS(Play station),HP, Internet,pergaulan bebas, video forno,dll maka ketika diajak bicara agama, mereka bingung linglung tak mengerti,
Kedua setelah mendapatkan wahyu selama 13 tahun di Mekah dimana Nabi mulai menyentuh persoalan  tauhid yang berarti mulai menyinggung persoalan-persoalan pribadi,maka orang-orang mulai tidak suka, benci, marah,dan dendam dengan Nabi.  Cobalah kita lihat ketika Nabi di Mekah adakah perintah sholat berjamaah ? tidak ada, siapa yang sholat pada saat itu diancam oleh penguasa Abu jahal, jamaah Nabi diteror dianiaya dibunuh karena apa ? karena Nabi tidak punya kekuasaan,diantaranya yang terancam adalah sumaya ditikam jantungnya oleh Abu jahal keluarga Sumaya ayahnya yasir ketika itu Nabi lewat saat keluarganya mengerang ketakutan mencekam dan dibunuh,kemudian Nabi berdoa dan  memberikan motivasi sobron ya ala yasir sabarlah wahai keluarga yasir kalian dijanjikan Allah surga,Nabi tak dapat menolongnya karena Nabi saat itu tidak punya kekuasaan, Lalu Nabi Muhammad mulai mengajak orang-orang untuk menyembah Allah yang satu,yang saat itu menyembah berhala merupakan keyakinan pribadi-pribadi masyarakat dan merupakan kebiasaan –kebiasaan yang sulit dirubah.
Hadrin sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Pemimpin-pemimpin di daerah lokalpun mengikuti gaya abu Jahal,kekuasaan digunakan dengan penuh ketakutan mereka mengancam pecat saja yang melawan saya,bunuh saja karakternya yang menentang saya,buat skenario agar masuk penjara,buat skenario agar bercitra buruk, kasih saja umpan wanita agar terkesan ia berjinah.jebak saja dengan menyimpan uang di lokernya seolah-olah korupsi,simpan saja narkoba di lemarinya agar bisa tertangkap,karena yang berkuasa bukan orang Islam yang berislam.cobalah jika  sang Gubernur atau walikota yang berkarakter Islam yang jadi pemimpin ada yang tidak sholat berjamaah dia yang mengabsen kemana pak camat ?,kemana lurah?,kemana kepala bidang kemana kepala Dinas ? pasti pertanyaan itu akan efektif dilaksanakan tetapi jika ustazt yang mengancam jamaah yang tidak sholat berjamaah sampai berbusa mulutnya berda’wah belum terlaksana dengan efektif Nabi Muhammad mempersatukan yang terserak, merekrut orang tua yang tangguh dan bijak seperti Abu bakar Sidik, Nabi merekrut orang yang bisa mengamankan da’wah Nabi maka dipilihlah  mantan kepala Preman tetapi yang taat pada Allah yaitu Umar bin Khotob,Nabi merekrut orang kaya tetapi orang kaya yang taat pada Allah yang mau berjuang dengan hartanya seperti Usman bin Affan Nabi Muhammad juga  butuh anak muda yang cerdas, taat pada Allah,dan Nabi merekrut Ali bin Abi Tholib yang muda,jujur,profesional,idialis dan tangguh
Ketiga setelah hijrah di Madinah selama 10 tahun,disinilah dibuktikan Islam yang sebenarnya dengan merubah peradaban dan membangun negara.Jadi dengan kekuasaan itulah da’wah Nabi Muhammad mulai efektif,proaktif dan masif dengan siasat politik, dengan kekuasaan ekspansi da’wah berkembang luas.Jadi umat Islam kalau mau kuat kita harus mempersatukan kekuasaan-kekuasaan,harus punya keberanian melahirkan pemimpin muslim,Nabi Muhammad mempersatukan yang terserak, merekrut orang-orang ,tetapi apakah yang terjadi sekarang ? yang mengamankan Negara atau wilayah,yang seharusnya mengamankan da’wah Islam malah memprofokasi malah meniufkan api perpecahan seperti ada politisi memprofokasi menebar pesona,memfitnah orang dan dia berniat yang penting kelompoknya tercitrakan baik,lembaga penegak hukum ada yang menjadi alat penguasa,Penegak hukum bukan mengamankan malah korupsi, banyak umat Islam yang kaya tetapi dia sangat pelit diajak berda’wah bersembunyi tidak mau menyumbang beramal dia lebih memilih membangun gedung usahanya dibanding membangun masjid. yang terjadi umat islam berserakan tidak diiikat oleh tali Allah maka sering sekali adanya aksi individu,mereka mengatakan masjid terbangun semua ini karena saya,organisasi terbangun ini karena saya,Sekolah terbangun semua ini karena saya,pejabat berkata wilayah ini baik,sejahtera ,jalan instfrastrukturnya baik semua itu karena saya.artinya umat islam banyak yang berbuat secara” one man show” ,banyak umat Islam yang napsi-napsi,individualis dan banyak umat islam yang tergantung pada tokoh-tokoh dan tidak kooperatif maka umat Islam menjadi lemah,mari kita perbaiki.

Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Yang mengaku-ngaku itu karya saya, itu karena jasa saya tanpa menyertakan Allah. Allahlah sebenarnya yang menskenario semua itu dia lupakan tetapi dia mengatakan semua itu karena saya, orang yang seperti itu didalam Al Qur’an adalah Fir’aun,dia yang mengaku inilah saya yang paling kuat saya yang memobilisasi anda semua sayalah yang membuat kalian hidup dan mati sayalah Tuhanmu siapakah itu ? dialah Firaun,siapakah yang mengaku-ngaku lebih hebat lebih mulia? dialah Syetan,siapakah yang mengaku ngaku sayalah yang paling berjasa sayalah yang paling kaya sayalah yang paling tinggi dialah Qorun jadi walaupun itu perbuatan kita sehingga berhasil membangun sesuatu maka di situ status kita cuma menyampaikan amanat dari Allah yang kebetulan dipercaya untuk memberikannya maka tak layak jik kita berbicara semua itu karena saya.Padahal kalau Nabi mau Nabi Muhammad tak perlu berjuang bersama, Nabi tak perlu Abu Bakar Nabi tak perlu Umar bin khotob,tak perlu Usman bin Affan,tak perlu Ali bin Abi Tholib cukuplah Nabi sendiri yang mengerjakannya dia pasti bisa karena fasiltasnya disediakan langsung oleh Allah
إِنَّمَآأَمْرُهُ إِذَآأَرَادَ شَيْئًا أَن يَقُولَ لَهُ كُن فَيَكُونُ {82
Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya:"Jadilah!" maka terjadilah ia. (QS. 36:82)

Jadi hidup ini harus dilakukan secara berjamaah,secara manusiawi berjuang bersama kala susah dan kala senang,kalau saja dunia ini diperintahkan oleh Allah secara one man show,Allah maha kuasa semuanya dibuat baik, semuanya dibuat sempurna tanpa ada perjuangan pasti Allah bisa,misalkan pemimpin bumi adalah Malaikat yang siap perintah suci dan mulia jika ada orang yang mencuri langsung dipotong tangannya,ada orang yang mendengarkan yang buruk langsung dibuat tuli telinganya,ada orang yang melihat yang buruk langsung dibutakan matanya.Allah tidak ingin seperti itu dunia dipimpin oleh mahluk yang tidak manusiawi, dunia dipimpin dengan ketakutan, Allah menginginkan dunia ini dibangun dengan ”KESADARAN”,makanya dikirimlah Nabi terakhir/pemimpin itu Nabi Muhammad SAW,
} مُّحَمَّدُُ رَّسُولُ اللهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّآءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka:
Hadirin sidang sholat Jum’at rokhimakumullah
Dalam kisah-kisah tertulis dalam sejarah bahwa kekuasaan/kepemimpinanlah yang memenangkan kancah da’wah.ketika di Mekah  belum ada perintah zakat yang memberikan sangsi bagi yang tidak berzakat tetapi setelah di Madinah pemerintahan Islam mengancam memerangi  orang yang tidak mau bayar zakat,sehingga da’wah umat islam meluas dari Yaman sampai dengan maroko aprikadan sepanjang 10 negara Islam mencari orang miskin untuk diberikan zakat  tidak ada sehingga zakat di eksodus keluar negara Islam, kita umat Islam baru sampai pada menghimbau, mengajak,dan menghimbau itu tidak ada sangsi,dihimbau agar mengaji,dihimbau agar sholat berjamaah,diajak dihimbau agar sodakoh dan zakat,sehinggadi negara Indonesia tidak ada sangsi bagi orang yang tidak mengerjakan tetapi omongan orang yang punya kekuasaan zaman Nabi dengan tegas memerintahkan saya bakar rumah orang Islam yang tidak sholat berjamaah.dan akibatnya Umat Islam sejahtera dan berjaya
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Umat Islam menolak kebangkitan PKI dan PERPU ORMAS Tugas kita umat islam adalah berseru,berda’wah menyampaikan masukan, kritikan dan membangun opini dan itu adalah hak kita sebegai warga Negara di jamin Undang-undang.
Wallajina jahadu fima lannah diyannahum subulana wainallaha lamaah muhsinin    
Adapun orang2 yang berjuang berkorban berjihad di jalan kami (jalan kebenaran) Allah akan  menunjukan jalan2 itu dan sesungguhnya Allah selalu berada dengan orang2 yang berbuat kebajikan
Khotib mengajak kepada semua yang hadir di sini dan seluruh umat islam mari kita semua yakin terhadap janji Allah itu bahwa umat Islam akan dijadikan pemimpin-pemimpin di muka bumi ini,khotib mengajak mari apapun jabatan kita,sekecil apapun status social kita, pasti Allah mintakan pertanggungajwabannya mari kita gunakan kepemimpinan/status sosial kita itu untuk meneguhkan agama Allah dan untuk menukar dari ketakutan menjadi aman dan sejahtera,karena dalam hadits dinyatakan setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinanmu itu


بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.
Khutbah kedua:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}. ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَة

Minggu, 15 Oktober 2017

Sejarah Peradaban Islam (SPI)



SEJARAH PERADABAN ISLAM
YUSUP,S.Pd.MM
 Pokok Bahasan

1. Pengantar Sejarah Peradaban Islam
a. Arti Sejarah, Peradaban dan Islam
b. Diskursus Kebudayaan dan Peradaban
c. Hubungan Al-Qur’an dan Hadits dengan Peradaban
d. Metodologi Penulisan Sejarah

2. Peradaban Islam Rasulullah Periode Makkah (610 – 622 M)
a. Peradaban Arab Sebelum Islam
b. Dakwah Makkah Nabi Muhammad
c. Pembentukan Sistem Sosial di Makkah

3. Peradaban Islam Rasulullah Periode Makkah (622 – 632 M)
a. Arti Hijrah Nabi ke Madinah
b. Dasar Berpolitik Negeri Madinah
c. Piagam Madinah: Darussalam dan Darul Islam

4. Periode Khulafaur Rasyidin (632 – 661 M)
a. Pembentukan Kekhilafahan dan Sistemnya
1. Abu Bakar (632 – 634 M)
2. Umar bin Khattab (634 – 644 M)
3. Utsman bin Affan (644 – 656 M)
4. Ali bin Abi Thalib (656 – 661 M)
b. Tipe Kepemimpinan Khalifah
c. Kontribusi Khalifah dalam Peradaban Islam

5. Dinasti Umayyah (661 – 750 M)
a. Pendirian Dinasti Umayyah
b. Pola Pemerintahan Dinasti Umayyah
c. Ekspansi Wilayah Dinasti Umayyah
d. Peradaban Islam Pada Masa Dinasti Umayyah

6. Dinasti Abbasiyyah (750 – 1258 M)
a. Pendirian Dinasti Abbasiyyah
b. Pola Pemerintahan Dinasti Abbasiyyah
c. Ekspansi Wilayah Dinasti Abbasiyyah
d. Peradaban Islam Pada Masa Dinasti Abbasiyyah

7. Islam di Andalusia (Spanyol)
a. Sejarah Penguasaan Islam di Spanyol
b. Kemajuan Peradaban Islam Spanyol
c. Kemunduran Peradaban Islam Spanyol

8. Tiga Kerajaan Besar
a. Turki Usmani hingga Mustafa Kemal (1300 – 1922 M)
b. Dinasti Safawi Persia hingga Khumaini (1501 – 1732 M)
c. Dinasti Mugal India hingga Terbentuknya Bangladesh

9. Peradaban Islam Asia Tenggara
a. Sejarah Islam di Asia Tenggara
b. Kemajuan Agama Islam Asia Tenggara
c. Moderenisasi Islam Asia Tenggara

10. Peran Walisongo dalam Peradaban Islam Indonesia
a. Walisongo dan Dakwah Islam
b. Model Penyebaran Islam Walisongo
c. Kemajuan Islam Periode Walisongo

11. Peradaban Islam Indonesia Pra Kemerdekaan
a. Teori Kedatangan Islam di Indonesia
b. Sejarah Awal Masuknya Islam Indonesia
c. Agama dan Kekuatan Politik Masa Kolonialisme

12. Peradaban Islam Indonesia Pasca Kemerdekaan
a. Islam Indonesia dalam Masa Revolusi
b. Peran Islam dalam Kemerdekaan
c. Peradaban Islam dan Negara Pancasila

     MATERI SEJARAH PERADABAN ISLAM 

PENGERTIAN SEJARAH
ETIMOLOGIS
•          Sejarah.   kata sejarah  diambil dari bahasa Arab, yaitu dari  kata syajarah yang berarti pohon, yang melambangkan silsilah orang-orang besar. Dikatakan demikian, karena dulunya sejarah merupakan ceritera yang mengisahkan silsilah orang-orang besar. Kata syajarah atau syajaratun ini masuk bahasa Melayu tidak lama sesudah abad ke-13 dan kemudian mengambil bentuk syajarah yang mirip sekali dengan ucapan bahasa Indonesia modern.
•          Tarikh. Kata tarikh (Arab) diambil dari kata kerja bentuk lampau (fi’il madli’) arrakha yang masdarnya menjadi ta’rikhan dan arrakhan yang bacaannya menjadi tarikh sebagaimana telah kita maklumi bersama. Adapun arti kata tersebut adalah mengetahui waktu. Akan tetapi di samping itu ada yang berpendapat bahwa arti tarikh adalah: “Rentetan ceritera-ceritera atau kejadian-kejadian yang terjadi di masa lampau.”
                Ada juga pandangan bahwa Kata tarikh berasal dari bahasa semit yang mempunyai arti bulan.  Kata bulan tersebut bisa menunjuk pada bulan sebagai benda langit dan juga bisa menunjuk pada  hitungan atau ketentuan masa, zaman, periode atau waktu.   Dalam perkembangan kemudian kata tarikh bermakna sejarah karena dalam kajian sejarah tidak dapat dilepaskan dari faktor temporal atau waktu.  Kata tarikh inilah yang sering digunakan dalam literature kajian  sejarah.
•          Kisah. Secara etimologis kata kisah  berarti menceritakan khabar kepadanya. Kata kisah sesungguhnya berasal dari Bahasa Arab, yaitu dari kata qashshu yang arti dasarnya  adalah mengikuti atau mencari jejak.  Selain mempunyai arti dasar mencari jejak atau mengikuti, kata al-qashshu yang kemudian membentuk kata al-qashshashu juga bisa berarti berita yang kronologis atau berurutan, al-amr (urusan), khabar (berita) dan juga hal (keadaan).  Kisah biasanya berisi gambaran satu keadaan tertentu di mana sebagian peristiwa terkadang didahulukan dan sebagian lagi diakhirkan, sebagian disebutkan dan sebagian lagi dihilangkan. Dibandingkan dengan kata sebelumnya, kata kisah adalah kata  yang sering digunakan al-Qur’an untuk menunjuk pada cerita-cerita ummat terdahulu.
•          Sirah. Kata sirah  secara bahasa mempunyai banyak makna, antara lain  reputasi, tingkah laku (as-suluk), cerita/kisah (at-taariih), jalan atau cara (ath-thariq/al-mahzhab), bentuk rupa, (al-baiah) dan biografi (siratun rajulun).  Dari berbagai makna di atas, kata sirah seringkali dipahami sebagai biografi atau riwayat hidup seseorang.  Kata sirah ini merupakan kata yang popular digunakan dalam kajian riwayat hidup Nabi Muhammad saw. dan para sahabatnya  yang dikenal dengan istilah sirah Nabawiyah dan sirah shahabiyah.
•          Histori/Stori. kata Inggris history, berasal langsung dari bahasa Yunani kuno istoria yang kurang lebih berarti belajar dengan cara bertanya-tanya.
                Istoria, selain berarti belajar dengan cara bertanya-tanya, juga berarti ilmu. Menurut filosof Yunani Aristoteltes, istoria berarti suatu pertelaan sistematis mengenai seperangkat gejala alam, entah susunan kronologi merupakan faktor atau tidak di dalam pertelaan itu. Penggunaan tersebut – meskipun jarang – masih tetap hidup di dalam bahasa Inggris dan di dalam sebutan natural history. Karena perkembangan zaman, kata Latin yang sama artinya Scientea, lebih sering dipergunakan untuk menyebutkan pertelaan sistematis non kronologis tentang gejala alam; sedangkan kata istoria biasanya dipergunakan bagi pertelaan mengenai gejala-gejala (terutama hal ihwal manusia) dalam urutan kronologis.

I  Kelahiran Peradaban Islam
M DISKURSUS KEBUDAYAAN DAN PERADABAN
1.      Pengertian Peradaban
Kata Peradaban seringkali diberi arti yang sama dengan kebudayaan. Tetapi dalam B. Inggris terdapat perbedaan pengertian antara kedua istilah tersebut. Istilah Civilization untuk peradaban dan Culture untuk kebudayaan. Demikian pula dalam B. Arab dibedakan antara kata Tsaqafah (kebudayaan), kata Hadharah (kemajuan), dan Tamaddun (peradaban).
Menurut A.A. Fyzee, peradaban (civilization) dapat diartikan dalam hubungannya dengan kewarganegaraan karena berasal dari kata civies (Latin) atau civil (Inggris) yang berarti seorang warganegara yang berkemajuan. Dalam hal ini peradaban diartikan dalam dua cara:
1)      Proses menjadi berkeadaban, dan
2)      Suatu masyarakat manusia yang sudah berkembang atau maju.
Suatu peradaban ditunjukkan dalam gejala-gejala lahir, mis. Memiliki kota-kota besar, masyarakat telah memiliki keahlian di dalam industri (pertanian, pertambangan, pembangunan, pengangkutan dsb), memiliki tertib politik dan kekuasaan, dan terdidik dalam kesenian yang indah-indah. Adapun kebudayaan diartikan bersifat sosiologis di satu sisi dan antropologis di sisi lain. Istilah kebudayan (culture) pada dasarnya diartikan sebagai cara mengerjakan tanah, memelihara tumbuh2an, diartikan pula melatih jiwa dan raga manusia. Dalam latihan ini memerlukan proses dan mengembangkan cipta, karsa, dan rasa manusia. Maka culture adalah civilization dalam arti perkembangan jiwa.
Peradaban Islam memiliki tiga pengertian yang berbeda. Pertama, kemajuan dan tingkat kecerdasan akal yang dihasilkan dalam suatu periode kekuasaan Islam mulai dari periode Nabi Muhammad Saw. sampai perkembangan kekuasaan sekarang; kedua, hasil-hasil yang dicapai oleh umat Islam dalam lapangan kesusasteraan, ilmu pengetahuan dan kesenian; ketiga, kemajuan politik atau kekuasaan Islam yang berperan melindungi pandangan hidup Islam terutama dalam hubungannya dengan ibadah-ibadah, penggunaan bahasa, dan kebiasaan hidup kemasyarakatan.

2.      Meraih Kejayaan Islam dengan Iptek
Berdasarkan penjelasan Ibnu Khaldun tentang kebangkitan suatu peradaban, jika umat Islam ingin membangun kembali peradabannya, mereka harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa ini, kebangkitan Islam hanya akan menjadi utopia belaka[1][2].
Menurut Ibnu Khaldun, wujud suatu peradaban merupakan produk dari akumulasi tiga elemen penting yaitu, kemampuan manusia untuk berfikir yang menghasilkan sains dan teknologi, kemampuan berorganisasi dalam bentuk kekuatan politik dan militer, dan kesanggupan berjuang untuk hidup. Jadi kemampuan berfikir merupakan elemen asas suatu peradaban. Suatu bangsa akan beradab (berbudaya) hanya jika bangsa itu telah mencapai tingkat kemapuan intelektual tertentu. Sebab kesempurnaan manusia ditentukan oleh ketinggian pemikirannya. Suatu peradaban hanya akan wujud jika manusia di dalamnya memiliki pemikiran yang tinggi sehingga mampu meningkatkan taraf kehidupannya. Suatu pemikiran tidak dapat tumbuh begitu saja tanpa sarana dan prasarana ataupun supra-struktur dan infra-struktur yang tersedia. Dalam hal ini pendidikan merupakan sarana penting bagi tumbuhnya pemikiran, namun yang lebih mendasar lagi dari pemikiran adalah struktur ilmu pengetahuan yang berasal dari pandangan hidup.
Maka dari itu, pembangunan kembali peradaban Islam harus dimulai dari pembangunan ilmu pengetahuan Islam. Orang mungkin memprioritaskan pembangunan ekonomi dari pada ilmu, dan hal itu tidak sepenuhnya salah, sebab ekonomi akan berperan meningkatkan taraf kehidupan. Namun, sejatinya faktor materi dan ekonomi menentukan setting kehidupan manusia, sedangkan yang mengarahkan seseorang untuk memberi respon seseorang terhadap situasi yang sedang dihadapinya adalah faktor ilmu pengetahuan. Dari sini, kita melihat peran vital pendidikan sebagai jalan kebangkitan peradaban Islam.  Menurut satu versi, peradaban adalah kebudayaan yang sudah berkembang dan maju. Disisi lain, Effat Sharqawi menjelaskan bahwa kebudayaan adalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat.

C.    HUBUNGAN AL-QURAN DAN HADITS DENGAN PERADABAN
Dalam keyakinan ummat islam bahwa Al-Quran adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad S.A.W. yang membacanya bernilai ibadah. Disamping Al-Quran, Hadits adalah sabda (perkataan, Qawl), perbuatan (Fi’li), ketetapan ( taqri), dan sifat yang disandarkan kepada Nabi Muhammad S.A.W.  Dalam proses sejarah, ulama dalam berbagai generasi berusaha menangkapkan maksud Allah yang terdapat dalam kitab-Nya. Oleh karena itu, ulama menentukan berbagai cara dalam memahami maksud-maksud Allah. Karena banyaknya cara yang digunakan oleh ulama dalam emahami Al-Quran, ulama kemudian dikelompokkan kedalam berbagai aliran sesuai dengan kecenderungan. Dalam memahami Al-Quran, sebagian ulama cenderung pada pendekatan kualitas keutamaan struktural.
Prosedur penafsiran Al-Quran merupakan produk pemikiran ulama dalam rangka memahami kandungan makna Al-Quran. Oleh keran itu, ia dapat disebut sebagai “kebudayaan” karena produk pemikiran ulama (manusia). Disamping itu, ia pun dapat disebut sebagai peradaban karena prosedur tersebut termasuk maju (terutama dari segi semangat memahami dan  menjalankan kitab suci) dan dilakukan oleh ulama pada jamannya. Akan tetapi, sebagian umat islam tidak sreg (keberatan) apabila ilmu quran (ulum quran) disebut sebagai kebudayaan atau peradaban.
Menurut Nuchcolis Madjid, agama dan budaya adalah dua bidang yang dapat dibedakan tapi tidak dapat dipisahkan. Agama bernilai mutlak, tidak berubah menurut perubahan waktu dan tempat. Tetapi budaya, sekalipun berdasarkan agama, dapat berubah dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat. Sementara kebanyakan budaya berdasarkan agama, namun tidak pernah terjadi sebaliknya, agama berdasarkan budaya. Oleh karena itu, agam adalh primer, dan budaya adalah sekunder. Budaya dapat berupa ekspresi hidup keagamaan.
Dalam pandangan Harun Nasution, agama pada hakikatnya mengandung dua kelompak ajaran. Pertama, ajaran dasar yang diwahyukan Tuhan melalui para Rasul-Nya kepada masyarakat manusia. Ajaran dasar yang demikian terdapat dalam kitab- kitab suci. Ajaran – ajaran yang terdapat dalam kitab- kitab suci itu, memerlukan pennjelasan tentang arti dan cara pelaksanaannya. Penjelasan-penjelasan ini diberikan oleh [emuka-pemuka atau ahli-ahli agama. Penjelasan-penjelasan mereka terhadap ajaran dasar agam adalah kelompok kedua dari ajaran agama. Kelompok pertama, karena merupakan wahyu,dari Tuhan, bersifat absolut, mutlak benar, kekal, tidak berubah dan tidak bisa diubah. Kelompok kedua, karena merupakan penjelasan dan dengan demikkian hasil pemikiran pemuka atau ahli agama, pada hakikatnya tidaklah absolut tidak mutlak benar, dan tidak kekal. Kelompok kedua ini bersifat relatif, nisbi, berubah, dan dapat diubah sesuai dengan perkembangan zaman[2][3].

D.    METODOLOGI PENULISAN SEJARAH
1)      Sejarah Lisan
Merupakan upaya mengetahui kejadian masa lalu yang dilakukan dengan teknik  wawancara   pada   tokoh   atau   pelaku sejarah  yang  berkaitan  dengan  kejadian  atau    tema  tertentu.  Sejarah  lisan  dengan  demikian  memiliki  dua  fungsi,  pertama   ia    sebagai metode  ( cara  penulisan sejarah) dan kedua sebagai sumber sejarah.
2)      Sejarah Sosial
Merupakan penulisan sejarah yang berkaitan  dengan tema - tema  sosial  seperti  kemiskinan, perbanditan, kekerasan, kriminalitas,  pelacuran, perlawanan  terhadap   kolonial, pertumbuhan penduduk, migrasi, urbanisasi dan sebagainya.
3)      Sejarah Kota
Sebagaimana sejarah sosial, permasalahan yang menjadi bidang kajian sejarah kota juga sangat luas. Diantara bidang kajian yang termasuk dalam sejarah kota antara lain, perkembangan ekologi (lingkungan) kota; transformasi atau perubahan sosial ekonomi masyarakat kota (termasuk di dalamnya adalah industrialisasi dan urbanisasi); sistem sosial dalam masyarakat kota; problem-problem sosial seperti masalah kepadatan dan heterogenitas; dan mobilitas sosial masyarakat perkotaan. Sejarawan banyak yang memasukkan sejarah kota juga dalam sejarah sosial atau sejarah lokal.
4)      Sejarah Pedesaan
Sejarah pedesaan adalah sejarah yang secara khusus meneliti tentang desa atau pedesaan, masyarakat petani, dan ekonomi petanian.
5)      Sejarah Ekonomi
Sejarah ekonomi merupakan salah satu unit penulisan sejarah yang mempelajari berbagai faktor yang menentukan jalannya perkembangan perekonomian (produksi, distribusi dan konsumsi) suatu masyarakat.


6)      Sejarah Kebudayaan
Merupakan kajian historis yang membahas tentang pola-pola kehidupan (morfologi budaya) dan kesenian.
7)      Sejarah Lokal
Beberapa tema yang merupakan objek penulisan sejarah lokal adalah dinamika masyarakat pedesaan, interaksi antar suku bangsa dalam masyarakat majemuk, revolusi nasional di tingkat lokal, dan biografi tokoh-tokoh lokal.
8)      Sejarah Wanita
Bidang kajian dari sejarah wanita ini antara lain meliputi: tentang peranan wanita dalam berbagai sektor sosial-ekonomi, biografi tokoh wanita, gerakan-gerakan wanita, sejarah keluarga dimana peran wanita disini sangat dominan, tentang budaya wanita, dan tema tentang kelompok-kelompok wanita. Sebagai spesialisasi dalam kajian sejarah, sejarah wanita dapat dimasukkan dalam sejarah sosial.
9)      Sejarah Agama
Kajian dalam sejarah agama antara lain meliputi, sejarah awal lahirnya agama-agama dunia, aliran-aliran keagamaan pada agama-agama tertentu, gerakan-gerakan keagamaan, pemberontakan ulama dan lain sebaginya.
10)  Sejarah Politik
Sejarah politik merupakan sejarah yang mengkaji tentang masalah-masalah pemerintahan, kenegaraan (termasuk partai-partai politik) dan power (kekuasaan).
11)  Sejarah Pemikiran
Sejarah pemikiran dapat didefinisikan sebagai the study of the role of ideas in historical events and process. Secara lebih kongkrit sejarah pemikiran mencakup studi tentang pemikiran-pemikiran besar, yang berpengaruh pada kejadian bersejarah, serta pengaruh pemikiran tersebut pada masyarakat bawah.
12)  Sejarah Kuantitatif
Sejarah kuantitatif adalah penggunaan metode kuantitatif (teknik matematika) dalam penulisan sejarah. Perbedaannya dengan penulisan sejarah lain (sejarah kualitatif) dengan demikian terletak pada penggunaan data sejarah. Kalau sejarah kualitatif datanya berupa deskripsi (berita), peninggalan (bangunan, foto), pikiran, perbuatan, dan perkataan (sejarah lisan), maka sejarah kuantitatif datanya berupa angka-angka (misalnya: angka kejahatan, jumlah murid), statistik (misalnya: harga sembako, perpajakan) dan sensus (misalnya: penduduk, ternak).
13)  Sejarah Mentalitas
Tema-tema yang menjadi objek studi sejarah mentalitas antara lain meliputi mentalitas revolusioner, kontrarevolusioner, orang-orang militan, kaum anarkis, perbanditan, pelacuran, petualangan, pembunuhan, kriminalitas, konflik desa-kota, fenomena bunuh diri, ketidakwarasan (gila), budaya populer (budaya pop), penindasan perempuan, pertenungan, aborsi, homoseksualitas, dan kematian.
14)  Biografi
Merupakan sejarah tentang perjalanan hidup seseorang. Misalnya biografi Ki Hajar Dewantoro, Soeharto dan lain sebagainya[3][4].
  1. asyarakat Arab Jahiliyah
—  Objek dakwah Rasulullah SAW pada awal kenabian adalah masyarakat Arab Jahiliyah, atau masyarakat yang masih berada dalam kebodohan. Dalam bidang agama, umumnya masyarakat Arab waktu itu sudah menyimpang jauh dari ajaran agama tauhid, yang telah diajarkan oleh para rasul terdahulu, seperti Nabi Adam A.S. Mereka umumnya beragama watsani atau agama penyembah berhala. Berhala-berhala yang mereka  puja itu mereka letakkan di Ka’bah (Baitullah = rumah Allah SWT). Di antara berhala-berhala yang termahsyur bernama: Ma’abi, Hubai, Khuza’ah, Lata, Uzza dan Manar.
2. Pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul
Pengangkatan Muhammad sebagai nabi atau rasul Allah SWT, terjadi pada tanggal 17 Ramadan, 13 tahun sebelum hijrah (610 M) tatkala beliau sedang bertahannus di Gua Hira, waktu itu beliau genap berusia 40 tahun. Gua Hira terletak di Jabal Nur, beberapa kilo meter sebelah utara kota Mekah.
Versi lain menyatakan bahwa peristiwa bi’tsah itu terjadi tanggal 27 Rajab.
Muhamad diangkat Allah SWT, sebagai nabi atau rasul-Nya ditandai dengan turunnya Malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu yang pertama kali yakni Al-Qur’an Surah Al-‘Alaq, 96: 1-5.
—  Iqra’ atau perintah membaca, adalah kata pertama dari wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad Saww. Kata ini sedemikian pentingnya sehingga diulang dua kali dalam rangkaian wahyu pertama.
—  Ketiadaan objek dalam redaksi wahyu menandakan bahwa objeknya bersifat umum. Objek membaca mencakup segala yang dapat terjangkau, baik bacaan suci yang bersumber dari Tuhan maupun yang bukan. Menyangkut ayat2 tertulis maupun yang tidak, sehingga mencakup telaah terhadap alam-raya, masyarakat, diri sendiri, ayat Alquran, majalah, koran, dsb.
—  Kata Iqra juga menunjukkan bahwa peradaban Islam adalah peradaban literer, yang sangat mengagungkan baca-tulis. Dalam konteks Islam, orang yang paling beradab adalah yang paling tinggi ilmunya.
Setelah itu, pada periode Mekah) selama 13 tahun (610-622 M), secara berangsur-angsur diturunkan kepada beliau wahyu Al-Qur’an sebanyak 4.726 ayat, yang meliputi 89 surah. Surah-surah yang diturunkan pada periode Mekah dinamakan Surah Makkiyyah.

Ajaran Islam Periode Mekah
 

Islam lahir di Kota Mekah dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Saat itu Mekah dalam kondisi gelap gulita, budaya jahiliyah berkembang pesat, kesyirikan merajalela. Allah Swt. Mengutus Nabi Muihammad saw. Untuk mengadakan perubahan baik dalam hal akidah maupun tatanan kemasyarakatan. Bagiamana perjalanan Nabi Muhammad saw. Dalam menyiarkan agama Islam di Mekah? Adakah tantangan yang dihadapinya?

A.   Sejarah Nabi Muhammad saw. Periode mekah
Kejahiliyahan (kebodohan) masyarakat arab waktu itu terdapat dalam bidang :
1. AgamaMasyarakat Arab adalah penyembah berhala.  berhala-berhala itu diletakan di Ka’bah
 jumlahnya mencapai 300 lebih. diantara berhala-berhala yang termasyur benama Maabi, Khuzaah, Hubal, Latta, Uzza, dan Manat.
2. Moral masyarakat Arab menjadikan kabilah yang kalah perang menjadi budak,menempatkan perempuan di tempat yang rendah, suka berjudi, dan minum-minumankeras.
3. HukumMasyarakat Arab menganggap bahwa judi, mabuk-mabukkan, bezina, mencuri,merampok, membunuh bukan merupakan perbuatan yang salah.Melihat kondisi masyarakat Mekah dalam kejahiliahan, rasulullah saw. kuranglebih lima tahun terakhir sebelum kenabian selalu berkhalwat mendekatkan dirikepada Allah Swt. di Gua Hira. tujuannya agar Allah Swt. berkenan member petunjuk dalam menghadapi umat. dalam usia 40 Tahun, bertepatan tanggal 17 Ramadhan 610M, Rasulullah Saw. didatangi malaikat Jibril. dan saat itulah turun wahyu yangpertama Surah Al-‘Alaq, 96:1-5 sebagai berikut.
[96:1] Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
[96:2] Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
[96:3] Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
[96:4] Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
[96:5] Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
[96:6] Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,
[96:7] karena dia melihat dirinya serba cukup.
(Q.S. Al-‘Alaq, 96: 1-5)

Peristiwa turunnya wahyu pertama tersebut kemudian diperingati sebagai Nuzulul Qur’an.  Setelah menerima wahyu Rasulullah saw. mengalami kegelisahan dan kebingungan kemudian dihibur Khadijah dan diyakinkan bahwa beliau akan dijadikannabi dan akan mengangkat derajat kaumnya dari kehinaan menuju kebahagiaan abadi.kurang lebih dua setengah tahunsetelah wahyu pertama turun barulah turun wahyu kedua Surah Al-Muddassir, 74:1-7 yang berbunyi :

[74:1] Hai orang yang berkemul (berselimut),
[74:2] bangunlah, lalu berilah peringatan!
[74:3] dan Tuhanmu agungkanlah!
[74:4] dan pakaianmu bersihkanlah,
[74:5] dan perbuatan dosa tinggalkanlah,
[74:6] dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebihbanyak.
[74:7] Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah. (Q.S. Al-Muddassir, 74:1-7)setelah turun wahyu yang kedua ini kemudian Rasulullah saw. diawal kenabian periode Makkah adalah sebagai berikut :

1. Mengajarkan keesaan Allah Swt.
2. Mengajarkan adanya hari kiamat sebagai hari pembalasan
3. Mengajarkan kesucian jiwa.
4. mengajarkan persaudaraan dan persatuan.

Melihat dakwah Rasulullah saw, orang-orang Quraiys berusaha menghentikan dengan berbagai cara, beberapa tindakan (reaksi) orang kafir Quraisy untuk menghentikan dakwah Rasulullah saw. adalah sebagai berikut :

1.Ejekan, hinaan, dan memperolok-olok. perhatikan firman Allah Swt. dalam Q.S. Al-Hijr, 15:6 berikut:
[15:6] Mereka berkata: "Hai orang yang diturunkan Al Qur'an kepadanya, sesungguhnya kamubenar-benar orang yang gila. (Q.S. Al-Hijr, 15:6)
2. Menjelek-jelek ajaran Nabi Muhammad saw. Perhatikan firman allah Swt. dalam Q.S. Al-Furqan, 25:4 berikut: Dan orang-orang kafir berkata: "Al Qur'an ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad dan dia dibantu oleh kaum yang lain maka sesungguhnya merekatelah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar.  “(Q.S. Al-Furqaan, 25:4)
3. Menyodorkan beberapa bentuk penawaran.
4. Melakukan tekanan fisik.

B. Cara Dakwah Rasulullah saw.
1. Dakwah Sembunyi-sembunyi.
lebih kurang selama tiga tahun dimulai dari mengajak anggota keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekat. Perhatikan Firman Alla swt. Berikut:

[74:1] Hai orang yang berkemul (berselimut),
[74:2] bangunlah, lalu berilah peringatan!
[74:3] dan Tuhanmu agungkanlah!
[74:4] dan pakaianmu bersihkanlah,
[74:5] dan perbuatan dosa tinggalkanlah,
[74:6] dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak
[74:7] Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah (Q.S. Al-Muddassir, 74:1-7)

Dari ayat diatas, Allah Swt. Memberikan petunjuk tentang cara menyampaikan agama islam kepada umat manusia, yaitu :
a. Dengan cara sembunyi-sembunyi, sebab orang kafir Quraisy tidak akan senang terhadapagama yang dibawa oleh nabi Muhammad saw.
b. Lemah lembut jangan sampai menyakiti orang.

2. Dakwah Terang-Terangan
Perhatikan firman Allah Swt. Berikut:
[15:94] Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. (Q.S. Al-Hijr, 15:94)

Nabi Muhammad saw. Termenung sejenak memikirkan reaksi keras dari kaumnya, terutama pamannya sendiri Abu Lahab. Kemudian turun wahyu yang menerangkan bahwa yang celaka Abu Lahab sendiri. Perhatikan Firman Allah Swt. Berikut!

1.     Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa
2.     Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.
3.     Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
4.     Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar
5.     Yang di lehernya ada tali dari sabut.

Rasulullah saw. Menyampaikan dak’wah mengajak kepada tauhid, iman  kepada Allah Swt, iman kepada hari kiamat, menantang kurafat dan kemusyrikan, menjelaskan kedudukan berhalayang tidak dapat memberi manfaat atau mudarat. Menyadarkan mereka untuk tunduk dan pasrah total Kepada Allah Swt. Dakwah Rasulullah saw. Yang terang-terangan ini mendapat tentanganyang sangat hebat.

3. Reaksi Kaum Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah SAW
Prof. Dr. A. Shalaby dalam bukunya Sejarah Kebudayaan Islam, telah menjelaskan sebab-sebab kaum Quraisy menentang dakwah Rasulullah SAW, yakni:

1. Kaum kafir Quraisy, terutama para bangsawannya sangat keberatan dengan ajaran persamaan hak dan kedudukan antara semua orang. Mereka mempertahankan tradisi hidup berkasta-kasta dalam masyarakat. Mereka juga ingin mempertahankan perbudakan, sedangkan ajaran Rasulullah SAW (Islam) melarangnya.
2. Kaum kafir Quraisy menolak dengan keras ajaran Islam yang adanya kehidupan sesudah mati yakni hidup di alam kubur dan alam akhirat, karena mereka merasa ngeri dengan siksa kubur dan azab neraka.
3. Kaum kafir Quraisy menilak ajaran Islam karena mereka merasa berat meninggalkan agama dan tradisi hidupa bermasyarakat warisan leluhur mereka.
4. Dan, kaum kafir Quraisy menentang keras dan berusaha menghentikan dakwah Rasulullah SAW karena Islam melarang menyembah berhala.

Usaha-usaha kaum kafir Quraisy untuk menolak dan menghentikan dakwah Rasulullah SAW bermacam-macam antara lain:

- Para budak yang telah masuk Islam, seperti: Bilal, Amr bin Fuhairah, Ummu Ubais an-Nahdiyah, dan anaknya al-Muammil dan Az-Zanirah, disiksa oleh para pemiliknya (kaum kafir Quraisy) di luar batas perik emanusiaan.

- Kaum kafir Quraisy mengusulkan pada Nabi Muhammad SAW agar permusuhan di antara mereka dihentikan. Caranya suatu saat kaum kafir Quraisy menganut Islam dan melaksanakan ajarannya. Di saat lain umat Islam menganut agama kamu kafir Quraisy dan melakukan penyembahan terhadap berhala.

Dalam menghadapi tantangan dari kaum kafir Quraisy, salah satunya Nabi Muhammad SAW menyuruh 16 orang sahabatnya, termasuk ke dalamnya Utsman bin Affan dan 4 orang wanita untuk berhijrah ke Habasyah (Ethiopia), karena Raja Negus di negeri itu memberikan jaminan keamanan. Peristiwa hijrah yang pertama ke Habasyah terjadi pada tahun 615 M.

Suatu saat keenam belas orang tersebut kembali ke Mekah, karena menduga keadaan di Mekah sudah normal dengan masuk Islamnya salah satu kaum kafir Quraisy, yaitu Umar bin Khattab. Namun, dugaan mereka meleset, karena ternyata Abu Jahal labih kejam lagi.

Akhirnya, Rasulullah SAW menyuruh sahabatnya kembali ke Habasyah yang kedua kalinya. Saat itu, dipimpin oleh Ja’far bin Abu Thalib.

Pada tahun ke-10 dari kenabian (619 M) Abu Thalib, paman Rasulullah SAW dan pelindungnya wafat. Empat hari setelah itu istri Nabi Muhammad SAW juga telah wafat. Dalam sejarah Islam tahun wafatnya Abu Thalib dan Khadijah disebut ‘amul huzni (tahun duka cita).

C.  Orang-Orang yang Pertama Kali Masuk Islam
Dakwar Rasulullah saw yang sembunyi-sembunyi berhasil membuat beberapa orangmasuk Islam yang disebut As-Sabiqunal Awwalun (yang pertama dan terdahulu) masuk Islam. Mereka itu adalah : Khadijah binti Kuwailid (istri Rasulullah saw.) Ali bin Abi Talib,Zaid bin Harisah, dan Abu Bakar As-Sidiq.

Kemudian menyusul Umar bin Affan, Zubair bin Awwan, Abdul Rahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqas, dan Thalhah bin Ubaidillah yang kesemuanya hasil dakwah Abu Bakar as-Sidiq. Kemudian menyusul Bilal bin Rabah, Abu Ubaidillah, Amir bin Jarrah, Abu Salamahbin Abdul Asad, Al Arqam bin Abil Arqam, dan lain-lain. Rumah Al Arqam bin Abil Arqamdijadikan pusat pengajaran Al-Qur’an.

D. Misi Dakwah Nabi Muhammad saw.
Dengan kesabarannya, Rasulullah saw. Mendapat pengiku walau baru beberapa orangyang masuk agama Islam. Perjuangan dakwah ini membutuhkan waktu yang lama untuk membentuk manusia yang beriman kepada Allah Swt.Setelah diperjuangkan oleh Rasulullah saw. Selama lebih kurang 13 tahun di Mekah, islam menjadi agama pilihan orang-orang di Jazirah Arab. Kedatangan islam di Jazirah Arab benar-benar menjadi rahmat bagi Bangsa Arab. Mereka yang tadinya bercerai-berai salingbermusuhan berhasil diastukan oleh satu tujuan mulia, yaitu Dinul Islam. Selama lebihkurang 23 tahun agama Islam disebarkan oleh Nabi Muhammad saw. Dengan pengorbananyang luar biasa. Rasulullah saw. Berjuang dengan jiwa, tenaga dan hartanya demi keyakinanIslam. Islam menjadi Agama yang sempurna sebagaimana yang dinyatakan oleh Allah Swt.Dalam Firman-Nya :

Artinya: Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkankepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (Q.S. Al-Maidah, 5:3)

Islam adalah agama yang sempurna karena sebagai berikut.
1.     Agama Islam merupakan agama untuk seluruh manusia,. Berbeda halnya denganagama samawi sebelumnya, terbatas hanya untuk satu kaum saja.
2.      Ajaran Islam meliputi semua aspek kehidupan.
3.     Agama Islam berfungsi sebagai Rahmatan lil alamin.

Dengan ayat tersebut, misi atau dakwah Nabi Muhammad saw. Untuk menyampaikanIslam telah selesai. Nabi Muhammad saw. Menerima wahyu terakhir itu satu tahun sebelumbeliau melakukan haji wada’ (haji perpisahan) yang diikuti oleh lebih kurang 100.000 kaum muslimin. Dihadapan ratusan ribu jamaah itu Rasulullah saw. Mengucapkan pidato penting dan mempunyai nilai-nilai bagi kaum muslimin. Menurut ahli sejarah, ayat tersebut merupakan wahyu terakhirnya yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Setelah ayat itu dibacakan oleh Nabi Muhammad saw. Abu Bakar as-Sidiq menangis. Lalu Nabi Muhammad saw. Bertanya tentang apa yang menyebabkannya menangis. Abu Bakar As-Sidiq menjawab bahwa sesuatu yang telah sempurna tidak ada lagi.
Jawaban Abu Bakar As-Sidiq itu dibenarkan olehRasulullah saw. Setelah turunya ayat tersebut, tidak lama kemudian beliau wafat. Selama lebih kurang 23 tahun beliau menunaikan tugas sebagai Rasul. Menyampaikan berita gembira dan membawa peringatan untuk semua mahluk di dunia ini. Perhatikan firman Allah Swt. Sebagai berikut!

[34:28] Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagaipembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiadamengetahui. (Q.S. Saba, 34:28)

Demikianlah Nabi Muhammad saw. Diutus bukanlah untuk satu golongan bangsa Arab saja, melainkan untuk semua bangsa dengan tidak mengenal warna kulit, suku atau keturunan. Semua umat Nabi Muhammad saw. Sama, yaitu mereka harus taat dan patuh terhadap ajarannya. Bagi yang patuh akan memperoleh balasan baik dan bagi yang tidak patuh akan memperoleh ganjaran di akhirat, berupa siksa.

E. Manfaat dari Dakwah Rasulullah saw. Di Makkah.
Beberapa manfaat yang dapat kita ambil dari dakwah Rasulullah saw. Adalah sebagai berikut.
1.     Iman kepada Allah Swt. Yang kuat dan beramal kebaikan.
2.     Tanggung jawab dan cita-cita yang mulia untuk berdakwah.
3.     Ketabahan dan keteguhan hati (bersabar).

Ajaran Islam periode Mekah, yang harus didakwahkan Rasulullah SAW di awal kenabiannya adalah sebagai berikut:
a. Tauhid
b. Hari Kiamat sebagai hari pembalasan
c. Kesucian jiwa
d. Seruan untuk melawan kezaliman karena syirik dan kezaliman adalah dua hal yang berkorelasi secara kuat.
.      Langkah tahapan dakwah nabi adalah:
a.       Tahapan dakwah secara rahasia selama  3 tahun Orang-orang yang masuk islam pada masa ini adalah orang-orang yang terdekat dengan rasulullah, dan orang-orang yang di anggap mampu memegangrahasia. Orang yang pertama kali masuk islam adalah istrinya sendiri yaitu khadijah, selanjutnya zaid bin haritsah, ali bin abi thalib, dan teman dekat rasulullah yaitu abu bakar as-siddiq.Di antara pendahulu kaum muslimin yang masuk islam pada masa ini adalah bilal bin rabah, abu ubaidah bin abil arqam, utsman bin madz’un dan dua saudaranya, qudamah dan lain-lain. Mereka masuk islam secara rahasia dan rasulullah membimbing mereka pun dengan rahasia pula.
b.      Tahapan dakwah secara terang-terangan terhadap penduduk Makkah (mulai tahun ke-4 kenabian sampai ahir tahun kenabian)
c.       Tahapan dakwah di luar Makkah, berlangsung dari ahir tahun ke-10 kenabian sampai hijrah ke madinah.
      Strategi yang dilakukan rasulullah dalam menjalankan dakwahnya adalah: hijrah ke habsyi yang pertama, hijrah ke habsyi yang kedua, misi ke tha’if,  perjanjian aqobah 1 dan perjanjian aqobah 2.
Ciri pokok pembinaan pendidikan  Periode kota Makkah:
Pokok pembinaan pendidikan islam di kota Makkah adalah pendidikan tauhid, titik beratnya adalah menanamkan nilai-nilai tauhid ke dalam jiwa setiap individu muslim, agar jiwa mereka terpancar sinar tauhid dan tercermin dalam perbuatan dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri pokok pembinaan pendidikan pendidikan Periode kota Madinah:
Pokok pembinaan pendidikan islam di kota Madinah dapat dikatakan sebagai pendidikan sosial dan politik. Yang merupakan kelanjutan dari pendidikan tauhid di Makkah, yaitu pembinaan di bidang pendidikan sosial dan politik agar dijiwai oleh ajaran , merupakan cermin dan pantulan sinar tauhid tersebut.
4.      Faktor yang menentang masyarakat mekkah menentang dakwah nabi adalah:  persaingan merebut kekuasaan, Penyamaan antara hak antara kasta bangsawan dan kasta hamba sahaya, Takut dibangkitkan dari alam kubur , Taklid kepada nenek moyang,memperniagakan patung.
5.      Ada ciri umum yang dapat di definisikan dalam dakwah rasulullah pada periode makkah, yaitu:
a.       Perhatian dakwah terfokus pada upaya untuk menyampaikan dakwah dan meyebarkannya dengan cara sirriyah maupun jahriyah.
b.      Memperhatikan aspek terbiyah (pengkaderan terpadu) bagi orang yang menerima dakwah dengan upaya untuk mensucikan hati orang yang di didik dan menumbuhkan mereka dalam suasana hidayah.
c.        Berusaha agar tidak terjadi kontak fisik dengan musuh dan mencukupkan diri dengan melakukan melakukan jihad dakwah meskipun gangguan dari pihak musuh sukup menyakitkan hati.
d.      Selalu aktif melakukan  dakwah dan tidak terpaku hanya di tempat mulai tumbuhnya rasulullah (di makkah). Melakukan kegiatan dan menentukan strategi yang berkesinambungan untuk dakwah kedepan.
Kutipan artikel tentang korelasi antara kezaliman dan syirik
Kuil Amun sudah berkuasa di Mesir selama tiga ribu tahun. Mereka sangat kaya raya. Di dalam kuil, ada ruangan khusus tempat penyimpanan berpeti-peti uang emas. Mereka punya berhektar-hektar ladang gandum, kebun papyrus, pertambangan batu, peternakan, industri gerabah, dan lain-lain. Dengan kekayaan berlimpah itu, mereka mampu membentuk satuan-satuan tentara Kuil. Para pendetanya memiliki rumah yang bagus dan istri-istri simpanan yang cantik. Dari manakah kekayaan tersebut mereka peroleh?
Modal awalnya hanyalah dari persembahan-persembahan yang diberikan oleh rakyat Mesir yang sebagian besarnya memang menganut ajaran Amun. Dari persembahan-persembahan yang tak pernah berhenti mereka terima itu, merekapun melakukan berbagai macam usaha di bidang peratanian, perkebunan, peternakan, dan industri tersebut. Hebatnya, ketika usaha mereka menghasilkan keuntungan, modal yang mereka peroleh dari persembahan juga tidak pernah berhenti. Maka, Kuil pun menjadi kekuatan ekonomi yang hampir-hampir menyamai kekuatan raja.
Jadi, selain memang ada sistem yang berhasil dibangun, keberhasilan Kuil Amun tersebut betul-betul mengandalkan kepada pemasukan dari persembahan-persembahan. Di sinilah terjadi rekayasa kepercayaan yang dilakukan oleh para pendeta kuil.
Di Kuil Pusat, ada patung Amun yang terbuat dari emas. Setiap pagi, patung itu dimandikan di sungai Nil, didandani, diberi wewangian, serta bersemayam di muka umum. Warga yang datang pada ritual peribadatan di pagi hari, akan mendengar “suara” Amun yang menggelegar dan mistis.
Suara tersebut memberikan perintah harian kepada para pengikut. Perintah harian tersebut diawali dan diakhiri dengan perintah agar para pengikut setia Amun untuk selalu memberikan persembahan kepada Kuil, supaya Amun terus-menerus menurunkan berkahnya kepada warga. Belakangan terungkap bahwa suara Amun tersebut sebenarnya adalah suara Pendeta Kepala bernama Anikhmahu. Ia bicara di sebuah ruangan menara yang didesain sedemikian rupa hingga suara Anikhmahu berubah menjadi keras dan mistis.
Di sinilah letak rekayasa kepercayaannya. Patung Amun, benda mati yang sebenarnya tak mampu melakukan apapun, dikesankan sedemikian rupa agar terlihat sakti, perkasa, memiliki kemampuan mengontrol kehidupan, serta terus-menerus memberikan bimbingan harian. Keajaiban yang ditunjukkan patung Amun itu membuat pengikutnya tunduk secara sepenuhnya terhadap apapun yang ‘dikatakan’ Amun. Padahal, yang memberikan bimbingan dan perintah itu adalah para pendeta. Amun menjadi ‘tuhan-boneka’ yang digerakkan oleh para pendeta.
Ribuan tahun lamanya para pendeta berkuasa, memberikan perintah, serta menerima persembahan. Semuanya dilakukan atas nama Amun dan dewa-dewa lainnya. Otoritas tersebut terkadang digunakan untuk kebaikan, jika tidak bertentangan dengan kepentingan Kuil. Akan tetapi, jika sedikit saja bertentangan dengan kepentingan Kuil dan para pendetanya, otoritas tersebut berubah menjadi instrumen kezaliman. Inilah yang menyebabkan rezim Kuil semakin kaya dan tamak. Kekayaan tersebut diperas dari darah dan keringat rakyat kecil yang kian hari kian susah. Maka, terciptalah disparitas kesejahteraan yang menganga lebar.
Demikianlah kurang lebih potret rezim-rezim syirik sepanjang sejarah yang diperangi oleh para nabi. Ternyata, bendera perang dikibarkan oleh para nabi bukanlah hanya karena rezim-rezim tersebut mengembangkan ajaran kemusyrikan. Lebih dari segalanya, kemusyrikan diperangi karena berkorelasi kuat dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.

Proses Dakwah Rasulullah di Makkah
1. Dakwah secara Sembunyi-sembunyi Selama 3-4 Tahun
Pada masa dakwah secara sembunyi-sembunyi ini, Rasulullah SAW menyeru untuk masuk Islam, orang-orang yang berada di lingkungan rumah tangganya sendiri dan kerabat serta sahabat dekatnya.
2. Dakwah secara terang-terangan
Dakwah secara terang-terangan ini dimulai sejak tahun ke-4 dari kenabian, yakni setelah turunnya wahyu yang berisi perintah Allah SWT agar dakwah itu dilaksanakan secara terang-terangan. Wahyu tersebut berupa ayat Al-Qur’an Surah Asy-Syuara: 214-216.
—  وَأَنذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ
—  وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
—  فَإِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ إِنِّي بَرِيءٌ مِّمَّا تَعْمَلُونَ
Tahap-tahap dakwah Rasulullah SAW secara terang-terangan ini antara lain sebaga berikut:
—  Mengundang kaum kerabat keturunan dari Bani Hasyim, untuk menghadiri jamuan makan dan mengajak agar masuk Islam.
—  Rasulullah SAW mengumpulkan para penduduk kota Mekah, terutama yang berada dan bertempat tinggal di sekitar Ka’bah untuk berkumpul di Bukit Shafa.
Reaksi Kaum Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah SAW
—  Kaum kafir Quraisy, terutama para bangsawannya sangat keberatan dengan ajaran persamaan hak dan kedudukan antara semua orang. Mereka mempertahankan tradisi hidup berkasta-kasta dalam masyarakat. Mereka juga ingin mempertahankan perbudakan, sedangkan ajaran Rasulullah SAW (Islam) melarangnya.
—  Kaum kafir Quraisy menolak dengan keras ajaran Islam yang adanya kehidupan sesudah mati yakni hidup di alam kubur dan alam akhirat, karena mereka merasa ngeri dengan siksa kubur dan azab neraka.
—  Kaum kafir Quraisy merasa berat meninggalkan agama dan tradisi hidup bermasyarakat warisan leluhur mereka.
—  Dan, kaum kafir Quraisy menentang keras dan berusaha menghentikan dakwah Rasulullah SAW karena Islam melarang menyembah berhala.
Hijrah ke Madinah
1.      Alasan nabi memilih kota madinah adalah:
a.    Madinah adalah tempat yang paling dekat dengan Makkah.
b.    Sebelum jadi Nabi, Muhammad telah mempunyai hubungan yang baik dengan penduduk madinah karena kakek nabi, Abdul Mutholib, mempunyai istri orang Madinah
c.    Penduduk Madinah sudah dikenal Nabi bahwa mereka memiiki sifat yang lemah lembut
d.   Nabi Muhammad SAW mempunyai kerabat di madinah yaitu bani Nadjar
e.    Bagi diri Nabi sendiri, hijrah ke Madinah karena perintah Allah SWT.

Hikmah yang dihasilkan dari hijrah ke madinah adalah:
a.       Kemenangan dakwah Rasulullah dan kaum Muslimin terhadap kaum  Quraisy
  1. Terbentuknya agama Islam yang beribukota di Madinah dengan nabi Muhammad SAW sebagai kepala Negara dan kepala pemerintahannya
  2. Tersebarnya agama Islam kepelosok penjuru dunia
1.      Langkah yang dilakukan nabi dalam memperkokohnya adalah dengan cara meletakkan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat yaitu:
a.        Dasar pertama , pembangunan Masjid, selain untuk tempat shalat, juga sebagai sarana penting untuk mempersatukan kaum Muslimin dan mempertalikan jiwa mereka. Masjid pada masa Nabi juga berfungsi sebagai pussat pemerintahan.
b.       Dasar kedua , Ukhuwah Islamiah , persaudaraan sesama musllim. Nabi mempersaudarakan golongan Muhajirin dengan Anshor. Ini berarti menciptakan suatu bentuk persaudaraan yang baru yaitu persaudaraan berdasarkan agama, menggantikan persaudaraan beersasarjan darah.
c.       Dasar ketiga , hubungan persahabatan sengan pihak-pihak lain yang tidak beragama islam.

2.      Untuk lebih memperluas dakwah nabi,dan masyarakat madinah juga sangat mengharapkan kehadiran nabi ke madinah,selain itu juga karena factor rencana-rencana jahat kafir Quraisy terhadap diri Nabi Muhammad dan kaum Muslimin,Fitnah tentang Nabi Muhammad dituduh juru penerang yang memecah belah masyarakat,Abu Jahal sangat memusuhi Nabi Muhammad sehingga dia ingin membunuhnya,Kaum Muslimin yang di Makkah dikucilkan oleh masyarakat Makkah selama tiga tahun.
3.       kaum anshor terhadap kaum muhajirin disambut baik oleh penduduknya atau kaum Anshar. Setiba disana rasul langsung diangkat menjadi kepala agama dan sekaligus kepala negara karena beliau adalah seorang Rasul. Kemudian Rasulullah saw mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan Kaum Anshar dengan mempersilakannya tinggal di rumahnya dan memanfaatkan segala fasilitas yang ada.
aPada tahun ke-12 kenabian, bertepatan dengan tahun 621 M, Nabi Muhammad Saw. menemui rombongan haji dari Yatsrib. Rombongan haji tersebut berjumlah sekitar 12 orang. Nabi Muhammad Saw. menyampaikan dakwahnya. Dakwah Nabi Saw mendapat sambutan yang baik sehingga mereka menyatakan keislamannya di hadapan Nabi Muhammad Saw. Mereka melakukan baiat kepada Nabi di salah satu bukit di kota Mekkah, yaitu bukit Aqabah. Maka baiat ini disebut dengan Bait ‘aqabah pertama, Bai'at Aqabah I Adapun isi baiat adalah sebagai berikut:
1.      Mereka menyatakan setia kepada Nabi Muhammad saw.
2.      Mereka menyatakan rela berkurban harta dan jiwa.
3.      Mereka bersedia ikut menyebarkan ajaran Islam yang dianutnya.
4.      Mereka menyatakan tidak akan menyekutukan Allah swt.
5.      Mereka menyatakan tidak akan membunuh.
6.       Mereka menyatakan tidak akan melakukan kecurangan dan kedustaan. Baiat pertama disebut bai’at wanita karena tidak meliputi perang dan perang tidak terjadi, kecuali setelah pembinaan pikiran dan akidah pada tiap orang. Strategi pengembangan Islam di Yastrib, Nabi Muhammad mengirim Mus’ab bin umair bergabung dengan rombongan yang pulang ke Yasrib. Tugas Mus’ab adalah untuk membantu penduduk Yatsrib yang telah menyatakan keislamannya dalam menyebarkan ajaran Islam di kota tersebut. Dia membacakan Al-Qur’an menjelaskan tentang Islam kepada mereka. Selanjutnya Mus’ab menjadi guru mengaji di Madinah dan imam dalam shalat, karena golongan Aus dan Khazraj membenci kalau salkh satu dari mereka rnenjadi imam. Pada tahun ke-13 kenabian bertepatan dengan tahun 622 M, jamaah Yatsrib datang kembali ke kota Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji. Jamaah tersebut berjumlah sekitar 73 orang. Setibanya di kota Mekkah mereka menemui Nabi Muhammad Saw. dan atas nama penduduk Yatsrib mereka menyampaikan pesan untuk disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw. Pesan itu adalah berupa permintaan masyarakat Yatsrib agar Nabi Muhammad Saw. bersedia datang ke kota mereka, memberikan penerangan tentang ajaran Islam dan sebagainya. Permohonan itu dikabulkan Nabi Muhammad Saw. dan beliau menyatakan kesediaannya untuk datang dan berdakwah di sana. Untuk memperkuat kesepakatan itu, mereka mengadakan perjanjian kembali di bukit Aqabah. Karenanya, perjanjian ini di dalam sejarah Islam dikenal dengan sebutan
Perjanjian Aqabah II. Perjanjian Aqabah II. Adapun Isi Perjanjian Aqabah kedua ini adalah:    
1.       Penduduk Yatsrib siap dan bersedia melindungi Nabi Muhammad Saw.
2.       Penduduk Yatsrib ikut berjuang dalam membela Islam dengan harta dan jiwa. 
3.      Penduduk Yatsrib ikut berusaha memajukan agama Islam dan menyiarkan kepada sanak saudara mereka.
4.      Penduduk Yatsrib siap menerima segala resiko dan tantangan. Setelah pelaksanaan Baiat, Nabi Muhammad Saw. meminta 12 pemimpin sebagai naqib kepada kaum mereka, dalam rangka merealisasikan baiat. Komposisi 12 itu terdiri 9 orang dari Kabilah Khazraj, dan 3 dari kabilah Aus, mereka itu adalah: Naqib-nabib kepada al-Khazraj. 1. As’ad bin Zurarah bin Ads 2. Sa’d bin al-Rabi’ bin Amru 3. Abdullah bin Rawahah bin Tha’labah. 4. Rafi bin Malik bin al-Ajlan 5. Al-Bara’ bin Marur bin Sakhr 6. Abdullah bin Amru bin Hiram 7. Ubadah bin al-Samit bin Qais 8. Sa’d bin Ubbadah bin Dulaim 9. Al-Munzir bin Amru bin Khanis. Naqib-naqib kepada al-Aws 1. Usaid bin Hudhair bin Simak 2. Sa’d bin Khaithamah bin al-Harith 3. Rifa’ah bin Abd al-Munzir bin Zubair. Dengan itu Rasulullah Saw menegaskan kepada mereka dengan sabdanya: “Kamu semua adalah penjamin sebagaimana golongan al-Hawariyun adalah penjamin kepada Isa bin Mariam dan aku adalah penjamin kepada umat ku” Jawab mereka sebulat suara dengan lafaz; “Ya”. Dengan keputusan ini terbukalah di hadapan Nabi Muhammad Saw. harapan baru untuk memperoleh kemenangan karena telah mendapat jaminan bantuan dan perlindungan dari masyarakat Yatsrib. Sebab itu pula, kemudian Nabi Muhammad Saw. memerintahkan kepada sahabat-sahabatnya untuk hijrah ke Yatsrib, karena di kota Mekkah mereka tidak dapat hidup tenang dan bebas dari gangguan, ancaman dan penyiksaan dari orang-orang kafir Quraisy. Selain itu, ada beberapa faktor yang mendorong Nabi Muhammad Saw. memilih Yatsrib sebagai tempat hijrah umat Islam. Faktor-faktornya antara lain: 1. Yatsrib adalah tempat yang paling dekat. 2. Sebelum diangkat menjadi nabi, beliau telah mempunyai hubungan baik dengan penduduk kota tersebut. Hubungan itu berupa ikatan persaudaraan karena kakek Nabi, Abdul Mutholib beristerikan orang Yatsrib. Di samping itu, ayahnya dimakamkan di sana. 3. Penduduk Yatsrib sudah dikenal Nabi karena kelembutan budi pekerti dan sifat-sifatnya yang baik. 4. Bagi diri Nabi sendiri, hijrah merupakan keharusan selain karena perintah Allah Swt. Dengan demikian, langkah-langkah strategis yang sangat menguntungkan bagi dakwah Islam telah dicanangkan. Beliau telah memiliki kesiapan yang sangat matang, selain karena telah mendapat dukungan dari penduduk Yatsrib, juga karena secara fisik dan mental beliau telah siap meninggalkan kota kelahirannya untuk meneruskan perjuangan dalam menegakkan kalimah tauhid.

Faktor yang mendorong hijrahnya Nabi SAW
1.  Ada tanda-tanda baik pada perkembangan Islam di Yatsrib, karena:
—    pada tahun 621 M telah datang 13 orang penduduk Yatsrib menemui Nabi Muhammad SAW di bukit Akabah.
—    pada tahun berikutnya, 622 M datang lagi sebanyak 73 orang Yatsrib ke Mekkah yang terdiri dari suku Aus dan Khazraj. Saat itu mereka tampaknya datang untuk melakukan haji, tetapi sesungguhnya kedatangan mereka adalah untuk menjumpai Rasulullah SAW dan mengundang mereka agar pindah ke Yatsrib. Mereka berjanji akan membela dan mempertahankan serta melindungi Rasulullah besert para pengikut dan keluarganya seperti melindungi keluarga mereka sendiri. Perjanjian ini disebut Perjanjian Aqabah II. Akhirnya, Rasululah SAW menyuruhlah sahabat-sahabat Nabi pindah bersama.
2. Rencana pembunuhan Nabi saw oleh kaum Quraisy yang hasil kesepakatannya diputuskan oleh pemuka-pemuka Quraisy di Darun Nadwah. Mereka menyatakan bahwa :
—  Mereka sangat khawatir jika Muhammad dan pengikutnya telah berkuasa di Yatsrib, psti Muhammad akan menyerang kafilah-kafilah dagang Quraisy yang pulang pergi ke Syam. Hal itu akan mengakibatkan kerugian bagi perniagaan mereka.
—  Membunuh Nabi saw sebelum beliau ikut pindah ke Yatsrib. Dengan cara setiap suku Quraisy mengirimkan seorang pemuda tangguh sehingga apabila Rasulullah SAWW terbunuh, keluarganya tidak akan mampu membela diri di hadapan seluruh suku Quraisy, kemudian mengepung rumah Nabi SAWW dan akan membunuhnya di saat fajar, yakni ketika Rasulullah SAWW akan melaksanakan sholat Subuh. Rencana-rencana tersebut diketaui oleh Nabi SAWW dan para pemuda Qurasy terkecoh. Karena yang tidur adalah Imam Ali as.
Periode Madinah
Fungsi utama dibuatnya “Piagam Madinah” untuk menjamin keamanan dan kedamaian antara kaum muslimin dan golongan quraisy. Piagam madinah merupakan perjanjian yang member kebebasan beragama, anggota masyarakat memiliki hak dalam bidang poloitik, berkewajiban mempertahankan keamanan dari serangan luar. Dalam bidang sosial adanya dasar persamaan antar manusia.
Empat Pilar Penting Pembangunan Peradaban:
  1. Legislasi konstitusi (Piagam Madinah)
  2. Aplikasi konstitusi (pembangunan masyarakat).
  3. Pertahanan (berbagai peperangan)
  4. Kaderisasi (penunjukan pemegang tongkat estafet kepemimpinan)
Pokok-pokok pikiran yang terkandung di dalam Piagam Madinah yaitu :
—  Masyarakat pendukung piagam ini adalah masyarakat majemuk, baik ditinjau dari asal  keturunan, budaya, maupun agama yang dianutnya. Tapi, semuanya dipersatukan dengan cita-cita bersama.
—  Masyarakat yang sangat majemuk itu dapat dikelompokkan kedalam dua kategori: muslim dan non-muslim. Bagi kaum Muslimin mereka diikat oleh ikatan lain, yaitu ukhuwah Islamiyah.
—  Negara mengakui dan melindungi kebebasan menjalankan ibadah bagi orang-orang yang bukan muslim , termasuk kaum Yahudi.
—  Semua warga Negara mempunyai kedudukan sosial yang sama sebagai anggota masyarakat. Semuanya wajib saling membantu, dan tidak boleh seorang pun diperlakukan secara buruk. Kaum lemah bahkan harus dilindungi dan dibantu.
—  Semua warga Negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama terhadap Negara.
—  Semua warga negara mempunyai kedudukan yang sama dihadapan hukum. Siapapun tidak boleh melindungi kejahatan, apalagi berpihak kepada orang-orang yang melakukan kejahatan. Demi tegaknya keadilan dan kebenaran siapapun perilaku kejahatan tanpa pandang bulu harus dihukum.
—  Segala macam tradisi lama yang tidak melanggar keadilan dan kebenaran tetap diberlakukan.
—  Perdamaian adalah tujuan penting. Namun, keadilan dan kebenaran tetap harus diprioritaskan. Artinya, keadilan dan kebenaran tidak boleh dikorbankan demi perdamaian.
—  Hak milik individu semua orang harus dihormati.
Pada saat Festival tersebut ada 6 orang, kemudian setelah mereka kembali ke Yatsrib mereka kembali mengajak kaumnya yang berjumlah 12 orang,yang salah satu di antara mereka adalah seorang perempuan yang bernama Arfa binti Abid ibnu Tsa’labah dari Yatsrib menemui Rasulullah, dan menyatakan masuk agama islam, yang juga bertempat di Aqabah, sehingga pertemuan itu disebut Kesepakatan Aqabah II.
1)      Perjanjian Aqobah pertama, yakni 12 orang penduduk Madinah ke Makkah bertemu Rasulullah SAW, berjanji meninggalkan perkara syirik, mencuri, berzina, membunuh anak, serta taat perintah Rasulullah SAW.
2)       Penerimaam masyarakat yathrib terhadap agama islam, yakni Mus’ab bin Umair diutus ke Yathrib mengajar al-Quran oleh Rasulullah SAW, Dakwah Mus’ab diterima baik penduduk Aus dan Khazraj.
3)       Perjanjian Aqobah kedua, yakni Tahun berikutnya, Mus’ab membawa 73 orang lelaki dan 2 orang wanita Madinah, Mereka berbai’ah akan memelihara dan mempertahankan Rasulullah SAW, berikrar taat setia ketika susah dan senang.
 
4.Perjanjian Hudaibiyah
1.      Perjanjian Hudaibiyyah adalah sebuah perjanjian yang di adakan di sebuah tempat di antara Madinah dan Mekkah pada bulan Maret 628 M atau pada bulan Dzul Qa’dah tahun ke-6 hijriyah. Hudaibiyah itu sendiri adalah nama sebuah tempat yang berjarak 22 km sebelah barat daya Makkah, sisi-sisinya termasuk perbatasan tanah haram Makkah dan sebagian besar tidak termasuk.
2.      Pada tahun 628 M/ 6 H. Ketika ibadah haji telah disyari’atkan, nabi beserta sekitar 1400 Muslim berangkat ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji bukan untuk berperang. Karena itu mereka tidak membawa senjata. Rasulullah menyeru orang-orang Arab para penduduk desa yang berada di sekitar Madinah untuk keluar bersamanya, sehingga mereka menuju Makkah dalam jumlah yang banyak. Sebab beliau khawatir jika orang-orang Quraisy akan menghalangi dan memerangi mereka sebelum tiba di Baitullah. Tetapi banyak juga dari penduduk desa ini yang merespon panggilan ini dengan lambat bahkan menolaknya. Lalu beliau keluar bersama kaum Muhajirin, Anshor dan kabilah-kabilah Arab lainnya.
3.      Kesediaan orang-orang Makkah untuk berunding dan membuat perjanjian dengan kaum muslimin itu benar-benar merupakan kemenangan diplomatik yang besar bagi umat islam. Dengan perjanjian, harapan untuk mengambil alih Ka’bah dan Makkah sudah makin terbuka untuk merebut dan menguasai Makkah agar dapat menyiarkan Islam kedaerah-daerah lain, ini merupakan target utama beliau.
4.      Dua faktor tersebut adalah:
a.       Makkah adalah pusat keagamaan bangsa Arab dan melalui konsolidasi ini, Islam bisa tersebar keluar.
b.      Apabila suku nabi sendiri dapat diislamkan, Islam akan mendapat dukungan yang kuat karena orang-orang Quraisy mempunyai kekuasaan dan pengaruh yang besar
5.      Tidak diragukan lagi bahwa Perjanjian Hudaibiyah adalah suatu kemenangan yang nyata. Sejarah pun mencatat bahwa isi perjanjian ini adalah suatu hasil politik yang bijaksana dan pandangan yang jauh, yang besar sekali pengaruhnya terhadap masa depan Islam dan masa depan orang-orang Arab itu semua. Ini adalah yang pertama kali pihak Quraisy mengakui Muhammad, bukan sebagai pemberontak terhadap mereka, melainkan sebagai orang yang tegak sama tinggi duduk sama rendah. Dan sekaligus mengakui pula berdirinya dan adanya kedaulatan Islam itu. Kemudian juga suatu pengakuan bahwa Muslimin pun berhak berziarah ke Ka’bah serta melakukan ibadah haji, bahwa Islam adalah agama yang sah diakui sebagai salah satu agama di jazirah itu. Selanjutnya gencatan senjata yang selama sepuluh tahun membuat pihak Muslimin merasa lebih aman dari jurusan selatan tidak kuatir akan mendapat serangan Quraisy, yang juga berarti membuka kesempatan bagi Negara Islam Madinah untuk berkonsentrasi menyebarkan dakwah Islam ke arah utara Jazirah Arab.
5.Fathul Makkah
1.      Fathul Mekkah (penaklukan kota Mekkah), yaitu peristiwa jatuhnya kota Mekkah kepada kaum muslimin dan pengampunan Rasulullah SAW terhadap kaum Quraisy.
2.      Fathul Mekkah terjadi akibat dari penghianatan kaum Quraisy yakni melanggar perjanjian Hudaibiyah. Sebab terjadinya adalah orang-orang Bani Bakar meminta bantuan senjata pada para tokoh Quraisy untuk menyerang orang-orang Khuza'ah yang telah menyatakan diri untuk bergabung dengan kaum Muslimin. Padahal dalam perjanjian Hudaibiyah, kaum manapun mendapat perlindungan untuk memilih keyakinan dalam menentukan jalan hidupnya.
Orang-orang Khuza'ah dikepung sehari semalam oleh orang-orang Bani Bakar dan akhirnya 20 orang suku Khuza'ah terbunuh. Peristiwa ini disampaikan oleh Amr bin Salim Al-Khuzai kepada Rasulullah. Setelah mendengar berita duka tersebut Rasulullah menyiapkan pasukan untuk melakukan pembebasan terhadap kota Mekkah yang di kenal dengan peristiwa Fathul Mekkah.
3.      Tujuan diadakannya fathul makkah adalah:
a.     Memberikan pelajaran terhadap kaum Quraisy tentang pentingnya sebuah perjanjian.
b.    Membersihkan kota Mekkah dari kemusyrikan
c.     Membebaskan umat manusia dari kemusyrikan dan kembali dengan menyembah Allah.
4.      Rasulullah berangkat ke Mekkah disertai kaum muslimin yang terdiri dari kaum Anshor, Muhajirin, Bani Aslam, Bani Mazinah, Bani Ghifar, Bani Jahinah dan berjumlah 10.000 orang. Jumlah tersebut ditambah dengan kaum-kaum yang ikut bergabung selama melakukan perjalanan ke kota Mekkah.
5.      Adapun pesan rasulullah adalah:
a.       Tidak boleh melakukan pertengkaran atau peperangan di kota Mekkah. Karena
kota Mekkah adalah tanah Haram. Kecuali untuk mempertahankan diri.
b.      Ketika memasuki kota Mekkah, hendaknya meneriakkan takbir sebagai simbol kemenangan dan keselamatan
Aplikasi
Dengan cara menerapkan berbagai ketentuan yang termaktub dalam Al Quran dan piagam Madinah
Peperangan pada Zaman Rasulullah
  1.  Seluruh perang yang dilakukan di zaman Rasulullah dilakukan dalam rangka mempertahankan diri, atau setelah ada bukti yang sangat kuat yang menunjukkan bahwa musuh telah mengingkari perjanjian atau bersiap untuk melakukan penyerangan.
  2.  Imam Ali selalu menjadi pahlawan penentu dalam setiap perang mayor yang diikutinya. Tapi, ini berakibat kepada munculnya benih kedengkian di pihak musuh yang kemudian secara terpaksa masuk agama Islam
Kaderisasi Imamah atas Ummat
(Peristiwa Al Ghadir)
—  Tak ada satupun peradaban yang terbangun tanpa adanya proses kaderisasi. Ini karena pembangunan peradaban tidak mungkin dilaksanakan dalam satu periode generasi.
—  Rasulullah juga menunjuk penggantinya, yaitu Imam Ali, dalam peristiwa Al Ghadir.
Pasca Wafatnya Rasul
Terjadi peristiwa Saqifah Bani Saidah. Dalam peristiwa itu, sebagian dari orang-orang yang berkumpul membaiat Abu Bakar sebagai khalifah.
Masa Khulafaur Rasyidin (Empat Khalifah)
Abu Bakar
Abu Bakar menjadi khalifah selama dua tahun. Pada masa yang singkat itu, Abu Bakar disibukkan dengan upaya menyelesaikan persoalan dalam negeri terutama tantangan yang disebabkan oleh suku-suku bangsa Arab yang enggan mengakui pemerintahannya. Abu Bakar menyelesaikan persoalan ini dengan apa yang disebut Perang Riddah (perang melawan kemurtadan). Khalid ibn Al-Walid adalah orang yang paling sering diberi tugas memimpin sejumlah Perang Riddah.
Setelah menyelesaikan urusan perang dalam negeri, barulah Abu Bakar mengirim kekuatan ke luar Jazirah Arab. Khalid ibn Walid dikirim ke Iraq dan dapat menguasai wilayah al-Hirah di tahun 634 M. Ke Syria dikirim ekspedisi di bawah pimpinan empat panglima yaitu Abu Ubaidah Bin Jarrah, Amr bin ‘Ash, Yazid bin Abi Sufyan, dan Syurahbil. Sebelumnya, pasukan ini dipimpin oleh Usamah ibn Zaid yang masih berusia 18 tahun. Untuk memperkuat tentara ini, Khalid ibn Walid diperintahkan meninggalkan Irak  menuju Syria.
Abu Bakar meninggal saat berusia 61 tahun pada tahun 634 M akibat sakit yang dialaminya.
1.      Karena empat orang khalifah pertama agama Islam, yang dipercaya oleh umat Islam sebagai penerus kepemimpinan Nabi Muhammad setelah ia wafat. Empat orang tersebut adalah para sahabat dekat Muhammad yang tercatat paling dekat dan paling dikenal dalam membela ajaran yang dibawanya di saat masa kerasulan Muhammad. Keempat khalifah tersebut dipilih bukan berdasarkan keturunannya, melainkan berdasarkan konsensus bersama umat Islam.

2.      Keberhasilan yang dicapai Abu Bakar adalah Pada saat itu kondisi sosial mayarakat menjadi stabil dan dapat mengamankan tanah Arab dari pembangkang dan penyelewengan seperti orang murtad, para nabi palsu dan orang-orang yang enggan membayar zakat.Selain itu keadaan kaum muslimin menjadi tenteram, tidak khawatir lagi beribadah kepada Allah. Perkembangan dagang dan hubungan bersama kaum muslim yang berada di luar Madinah keadaannya terkendali dan terjalin dengan baik. Selain itu juga kemajuan yang dicapai adalah Pembukuan Al-Qur’an.
3.      Diantara perkembangan yang ada pada masa Khalifah Umar adalah :
a.       Pemberlakuan Ijtihad
b.      Menghapuskan zakat bagi para muallaf
c.       Mengahpuskan hukum mut’ahLahirnya ilmu Qira’at
d.      Penyebaran Ilmu Hadits
e.       Menempa mata uang danmenciptakan tahun Hijriah

4.      Diantara perkembangan yang ada pada masa Khalifah Ustman adalah :
§  Penaskahan Al-Qur’an
§  Perluasan Masjid Nabawi dan Masjidil Haram
§  Didirikannya masjid Al-Atiq di utara benteng babylon
§  Membangun Pengadilan
§  Membnetuk Angkatan Laut
    • Membentuk Departemen: Dewan kemiliteran ,Baitrul Mall, Jawatan   Pajak  , Jawatan Pengadilan.

5.      Konflik politik antara Ali Bin Abi Thalib dan Muawiyyah ibn Sufyan di akhiri dengan tahkim, dalam tahkim tersebut pihak ali bin abi thalib dirugikan oleh pihak muawiyyah,karena kecerdikan amr bin ash yang dapat mengalahkan abu musa al asy’ari. Pendukung ali lalu terpecah menjadi dua yaitu kelompok yang secara terpaksa menghadapi hasil tahkim,dan mereka tetap setia mendukung ali,sedangkan kelompok yang kedua adalah kelompok yang menolak hasil tahkim dan kecewa terhadap kepemimpian ali,mereka menyatakan keluar dari kepimpinan ali.


Umar bin Khattab (586-590 – 644 M, menjadi khalifah 634 – 644 M)
Umar adalah khalifah ke-2 dalam sejarah Islam. Pengangkatan Umar bukan berdasarkan konsensus, melainkan surat wasiat yang ditinggalkan oleh Abu Bakar. Umar memerintah selama sepuluh tahun dari tahun 634 hingga 644.
Di zaman Umar, terjadilah gelombang ekspansi (perluasan daerah kekuasaan). Damaskus, ibu kota Syria, jatuh tahun 635 M. Setahun kemudian, setelah tentara Bizantium kalah di pertempuran Yarmuk, seluruh daerah Syria jatuh ke bawah kekuasaan Islam. Dengan memakai Syria sebagai basis, ekspansi diteruskan ke Mesir di bawah pimpinan ‘Amr ibn ‘Ash dan ke Irak di bawah pimpinan Sa’ad ibn Abi Waqqash. Iskandariah, ibu kota Mesir waktu itu, ditaklukkan tahun 641 M. Dengan demikian, Mesir jatuh ke bawah kekuasaan Islam. Al-Qadisiyah, sebuah kota dekat Hirah di Iraq, jatuh pada tahun 637 M. Dari sana, serangan dilanjutkan ke ibu kota Persia, al-Madain yang jatuh pada tahun itu juga. Pada tahun 641 M, Moshul dapat dikuasai. Dengan demikian, pada masa kepemimpinan Umar, wilayah kekuasaan Islam sudah meliputi Jazirah Arabia, Palestina, Syria, sebagian besar wilayah Persia, dan Mesir.
Luasnya daerah kekuasaan yang berlangsung dengan sangat cepat, membuat Umar segera mengatur administrasi negara dengan mencontoh administrasi yang sudah berkembang terutama di Persia. Administrasi pemerintahan diatur menjadi delapan wilayah propinsi: Makkah, Madinah, Syria, Jazirah Basrah, Kufah, Palestina, dan Mesir. Beberapa departemen yang dipandang perlu didirikan. Pada masanya, mulai diatur dan ditertibkan sistem pembayaran gaji dan pajak tanah. Pengadilan didirikan dalam rangka memisahkan lembaga yudikatif dengan lembaga eksekutif. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, jawatan kepolisian dibentuk. Demikian pula jawatan pekerjaan umum. Umar juga mendirikan Bait al-Mal, menempa mata uang, dan membuat tahun hijiah.
Masa jabatannya berakhir dengan kematian. Dia mendapat luka parah setelah terkena sabetan pedang Abu Lu’lu’. Dalam keadaan sakit dan sadar bahwa kematiannya sudah dekat, Umar mencoba menentukan penggantinya. Akan tetapi, ia tidak menempuh cara sebagaimana yang dilakukan Abu Bakar. Dia menunjuk enam orang dan meminta kepada mereka untuk memilih salah seorang di antaranya menjadi khalifah, dengan aturan pemilihan yang ditetapkan ole Umar sendiri. Enam orang tersebut adalah Usman, Ali, Thalhah, Zubair, Sa’ad ibn Abi Waqqash, Abdurrahman ibn ‘Auf. Melalui proses pemilihan tersebut, terpilihlah Ustman sebagai khalifah ketiga.
Utsman bin Affan (573-655 M; menjadi khalifah 644-655 M).
Di masa pemerintahan Utsman, Armenia, Tunisia, Cyprus, Rhodes, dan bagian yang tersisa dari Persia, Transoxania, dan Tabaristan berhasil direbut. Ekspansi Islam pertama berhenti sampai di sini. Pada masa Utsman ini pulalah dilakukan kodifikasi Al Quran.
Pemerintahan Utsman berlangsung selama 12 tahun. Pada paruh terakhir masa kekhalifahannya muncul perasaan tidak puas dan kecewa di kalangan umat Islam terhadapnya. Kebijaksanaannya yang sangat nepotis menimbulkan luka di hati rakyat. Di antara kebijakannya adalah mengangkat Marwan ibn Hakam sebagai pelaksana utama atau yang menjalankan pemerintahan. Utsman dalam hal ini hanya menyandang gelar Khalifah. Setelah banyak anggota keluarganya yang duduk dalam jabatan-jabatan penting, Usman laksana boneka di hadapan kerabatnya itu. Dia tidak dapat berbuat banyak dan terlalu lemah terhadap keluarganya. Dia juga tidak tegas terhadap kesalahan bawahan. Harta kekayaan negara, oleh kerabatnya dibagi-bagikan, tanpa terkontrol oleh Utsman sendiri.
Puncak dari kemarahan kaum Muslimin saat itu diekspreskan dalam bentuk pengepungan yang dilakukan terhadap rumah Utsman. Ali memerintahkan ketiga puteranya, Hasan, Husain dan Muhammad bin Ali al-Hanafiyah mengawal Utsman dan mencegah para pemberontak memasuki rumah. Namun kekuatan yang sangat besar dari pemberontak akhirnya berhasil menerobos masuk dan membunuh Utsman.
Ali bin Abi Thalib
Setelah Utsman wafat, masyarakat beramai-ramai membaiat Ali ibn Abi Thalib sebagai khalifah. Ali memerintah hanya enam tahun. Selama masa pemerintahannya, ia menghadapi berbagai pergolakan. Tidak ada masa sedikit pun dalam pemerintahannya yang dapat dikatakan stabil. Setelah menduduki jabatan khalifah, Ali menon-aktifkan para gubernur yang diangkat oleh Utsman. Dia yakin bahwa pemberontakan-pemberontakan terjadi karena keteledoran mereka. Dia juga menarik kembali tanah yang dihadiahkan Utsman kepada beberapa orang kerabatnya dengan menyerahkan hasil pendapatannya kepada negara, dan memakai kembali sistem distribusi pajak tahunan di antara orang-orang Islam sebagaimana pernah diterapkan Umar.
Tidak lama setelah itu, Ali ibn Abi Thalib menghadapi pemberontakan Thalhah, Zubair dan Aisyah. Alasan mereka, Ali tidak mau menghukum para pembunuh Utsman, dan mereka menuntut bela terhadap darah Utsman yang telah ditumpahkan secara zhalim.
Ali sebenarnya ingin sekali menghindari perang. Dia mengirim surat kepada Thalhah dan Zubair agar keduanya mau berunding untuk menyelesaikan perkara itu secara damai. Namun ajakan tersebut ditolak. Akhirnya, pertempuran yang dahsyat pun berkobar. Perang ini dikenal dengan nama Perang Jamal (Unta), karena Aisyah dalam pertempuran itu menunggang unta. Zubair dan Thalhah terbunuh, sedangkan Aisyah ditawan dan dikirim kembali ke Madinah.
Setelah kondisi perlahan-lahan tenang, Ali. dan pasukannya bergerak menuju Kufah untuk dijadikan sebagai ibukota negara. Sebelum itu, ia mengirim utusan ke sana untuk menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya telah terjadi.
Alasan Ali memilih Kufah sebagai ibukota baru negara Islam dapat diurai sebagai berikut:
1. Perluasan wilayah negeri Islam yang harus diimbangi dengan sebuah ibukota yang terpusat secara administratif dan politis. Untuk itu, ibukota harus berada di wilayah yang strategis sehingga dapat bergerak cepat mencapai semua titik di negeri Islam.
2. Sebelum ditaklukkan oleh pasukan Umar, Kufah adalah salah satu kota ilmu dan peradaban, karena Kufah cukup dekat dengan kota-kota di kawasan Persia. Dengan memindahkan pusat pemerintahan ke Kufah, Ali berharap sistem pemerintahannya menjadi lebih rapi, sistematis, dan modern.
3. Pertimbangan utama lainnya adalah orang-orang yang turut membantu Ali bin Abi Thalib  dalam menumpas pasukan Jamal. Mereka adalah tokoh-tokoh dan warga Irak. Dan bantuan perang yang paling banyak adalah dari Kufah.
4. Perang Jamal telah membuat Madinah menjadi kawasan yang “panas” dan selalu siap bergolak. Tentu saja sulit menjalankan roda pemerintahan di sebuah tempat yang penuh ketegangan.

Akhir Masa Khulafaur Rasyidin
Dari Syam, Mu’awiyah, yang didukung oleh sejumlah bekas pejabat tinggi yang merasa kehilangan kedudukan dan kejayaan, mengobarkan perlawanan. Maka, pecahlah Perang Shiffin. Setelah itu pecah pula Perang Nahrawan. Pada tanggal 19 ramadhan 40 H (660 M), Ali terbunuh oleh salah seorang khawarij yaitu Abdurrahman bin Muljam.
Kedudukan sebagai khalifah kemudian dijabat oleh putra Ali yaitu Hasan selama beberapa bulan. Namun, karena tekanan-tekanan politis, Imam Hasan menyerahkan jabaran kekhalifahan kepada Muawiyah bin Abu Sufyan.
Isi  Perjanjian Damai
Ini adalah pernyataan damai dari Hasan bin ‘Alî kepada Mu’âwiyah bin Abî Sufyân:
—  Hasan menyerahkan kepada Mu’âwiyah wilayah Muslimîn, dan Mu’âwiyah akan menjalankan Kitâb Allâh SWT dan Sunnah Rasûl Allâh saw. dan tata cara Khulafâ’ ur-Râsyidîn yang tertuntun,
—  Mu’âwiyah bin Abî Sufyân tidak boleh mengangkat seseorang jadi khalîfah sesudahnya, tetapi akan diadakan lembaga syura di antara kaum Muslimîn.
—  Masyarakat akan berada dalam keadaan aman di daerah Allâh SWT di Syam, Iraq, Hijaz dan Yaman.
—  Sahabat-sahabat ‘Alî dan Syî’ah-nya terpelihara dalam keadaan aman, bagi diri, harta, para wanita dan anak-anak mereka.
—  Mu’âwiyah tidak akan mengganggu atau menganiaya secara tersembunyi atau terbuka terhadap Hasan bin ‘Alî atau saudaranya Husain bin ‘Alî atau salah seorang ahlu’l-bait Rasûl Allâh saw. dan tidak akan mengganggu mereka di manapun mereka berada.
—  Mu’âwiyah akan menghentikan pelaknatan terhadap ‘Alî.”
1.      Nama daulah Umayyah berasal dari nama Umayyah Ibn ‘Abdi Syams Ibn ‘Abdi Manaf, yaitu salah seorang dari pemimpin kabilah Quraisy pada zaman jahiliyah.  Bani Umayyah baru masuk agama Islam setelah mereka tidak menemukan jalan lain selain memasukinya, yaitu ketika Nabi Muhammad bersama beribu-ribu pengikutnya yang benar-benar percaya terhadap kerasulan dan kepemimpinan beliau menyerbu masuk ke dalam kota Makkah.
Memasuki tahun ke 40 H/660 M, banyak sekali pertikaian politik dikalangan ummat Islam, puncaknya adalah ketika terbunuhnya Khalifah Ali bin Abi Thalib oleh Ibnu Muljam. Pembunuh tersebut disinyalir dari golongan Khawarij yang merasa bahwa perpecahan ummat Islam adalah disebabkan oleh tiga orang, yaitu: Ali bin Abi Thalib, Mu’awiyah, dan ‘Amr bin al ‘Ash.
Setelah khalifah terbunuh, kaum muslimin diwilayah Irak mengangkat al-Hasan putra tertua Ali sebagai khalifah yang sah. Sementara itu Muawiyah sebagi gubernur propinsi Suriah (Damaskus) juga menobatkan dirinya sebagai Khalifah.
2.      Nama-nama khalifah Bani umayyah adalah: 
1.        Muawiyah I bin Abu Sufyan, 41-61H/661-680M
2.      Yazid I bin Muawiyah ,61-64H/680-683M
3.      Muawiyah II bin Yazid,64-65H/683-684M
4.      Marwan I bin al-Hakam, 65-66 H / 684-685 M
5.      Abdul-Malik bin Marwan, 66-86 H / 685-705 M.
6.      Al-Walid I bin Abdul-Malik, 86-97 H / 705-715 M
7.      Sulaiman bin Abdul-Malik, 97-99 H / 715-717 M
8.      Umar II bin Abdul-Aziz, 99-102 H / 717-720 M
9.      Yazid II bin Abdul-Malik, 102-106 H / 720-724 M
10.  Hisyam bin Abdul-Malik, 106-126 H / 724-743 M
11.  Al-Walid II bin Yazid II, 126-127 H / 743-744 M
12.  Yazid III bin al-Walid, 127 H / 744 M
13.  Ibrahim bin al-Walid, 127 H / 744 M
14.    Marwan II bin Muhammad (memerintah di Harran, Jazira), 127-133 H / 744-750M

3.      Pada masa kekuasannya yang hampir satu abad, dinasti ini mencapai banyak kemajuan. Dintaranya adalah: kekuasaan territorial yang mencapai wilayah Afrika Utara, India, dan benua Eropa, pemisahan kekuasaan, pembagian wilayah kedalam 10 provinsi, kemajuan bidang administrasi pemerintahan dengan pembentukan dewan-dewan, organisasi keuangan dan percetakan uang, kemajuan militer yang terdiri dari angkatan darat dan angkatan laut, organisasi kehakiman, bidang sosial dan budaya, bidang seni dan sastra, bidang seni rupa, bidang arsitektur, dan dalam bidang pendidikan.
4.      . Kemunduran dan kehancuran Dinasti Bani Umayyah disebabkan oleh banyak faktor, dinataranya adalah: perebutan kekuasaan antara keluarga kerajaan, konflik berkepanjagan dengan golongan oposisi Syi’ah dan Khawarij, pertentangan etnis suku Arab Utara dan suku Arab Selatan, ketidak cakapan para khalifah dalam memimpin pemerintahan dan kecenderungan mereka yang hidup mewah, penggulingan oleh Bani Abbas yang didukung penuh oleh Bani Hasyim, kaum Syi’ah, dan golongan Mawali.
5.      Sistem pemerintahan Dinasti Bani Umayyah diadopsi dari kerangka pemerintahan Bizantium, dimana ia menghapus sistem tradisional yang cenderung pada kesukuan. Pemilihan khalifah dilakukan dengan sistem turun temurun atau kerajaan, hal ini dimulai oleh Umayyah ketika menunjuk anaknya Yazid untuk meneruskan pemerintahan yang dipimpinnya pada tahun 679 M.

9.Pola dan Pengembangan Wilayah Pada masa Khulafa’ al-Rayidin
1.      Apakah faktor-faktor yang melatarbelakangi timbulnya konflik antara umat Islam dengan bangsa Romawi?
Jawabannya: factor-faktor tersebut adalah karena: pertama, bangsa Romawi dan Persia tidak menaruh hormat terhadap maksud baik islam; kedua, semenjak Islam masih lemah, Romawi dan Persia selalu berusaha menghancurkan Islam; ketiga, bangsa Romawi dan Persia bersikap ceroboh menghasut suku-suku badui untuk menentang pemerintahan Islam dan mendukung musuh-musuh Islam; dan kelima,letak geografis kekuasaan Romawi dan Persia sangat strategis untuk kepentingan keamanan dan pertahanan islam.
2.      Bagaimanakah system pemerintahan ketika Usman Bin affan menjabat sebagai Khalifah?
Jawabannya: Masa pemerintahan Utsman bin Affan termasuk yang paling lama dibandingkan dengan khalifah lainnya, yaitu selama 12 tahun, Pemerintah khalifah Ustman Ibn Affan mengalami masa kemakmuran dan berhasil dalam beberapa tahun pertama pemerintahannya. Ia melanjutkan kebijakan-kebijakan Khalifah Umar. Pada separuh terakhir masa pemerintahannya, muncul kekecewaaan dan ketidakpuasaan dikalangan masyarakat karena ia mulai mengambil kebijakan yang berbeda dari sebelumnya.
3.      Apakah yang menyebabkan terjadinya pemberontakan Thalhah pada masa kepemimpinan Ali ibn Abi Thalib?
Jawabannya: penyebab terjadinya pemberontakan tersebut adalah karena Ali Ibn Abi Thalib tidak mau menghukum para pembunuh Usman dan mereka menuntut bela’ terhadap daerah Usman yang telah ditumpahkan secara dhalim. Perang ini dikenal dengan nama perang jamal. Bersamaan dengan itu, kebijaksanaan-kebijaksanaan Ali Ibn Abi Thalib juga mengakibatkan timbulnya perlawanan dari gubernur di Damaskus, Muawiyah.
4.      Sejak kapankah pengembangan kekuasaan Islam berkembang pesat di masa Khulafa Al-Rasyidin?
Jawabannya: pengembangan kekuasaan islam berkembang pesat dimulai dari timbulnya konflik antara umat Islam dengan Persia yang pada akhirnya mendorong umat  Islam mengadakan penakhlukan negeri romawi dan persia, serta negeri-negeri jajahannya.

11.Dinasti Umayyah Di Andalusia
1.      Pada awal abad ke-8 Masehi, para pendatang baru berdatangan baru berdatangan ke daratan Erofa (spanyol). Pendatang tersebut adalah bangsa arab, yang membawa agama islam, sejak Ekspansi Bani Umayyah Spanyol pada tahun 711 M. Yang di pimpin oleh Thariq bin Ziyad. Spanyol menjadi bagian wilayah kekuasaan islam, umat islam berkuasa di Spanyol hampir delapan abad, yaitu dari tahun 711-1492 M.
2.      Perkembangan islam masuk ke Spanyol melalui beberapa periode yaitu:
a.      Periode Pertama (711-755)Pada periode ini, spanyol berada dibawah pemerintahan paraq wali yang diangkat oleh khalifah bani umayyah yang berpusat di Damaskus.
b.      Periode Kedua (755-912 M )Pada periode ini, Spanyol berada dibawah pemerintahan seorang yang bergelar amir (panglima atau gubernur) tetapi tidak tunduk kepada pusat pemerintahan islam yang ketika itu dipegang oleh khalifah Abbasiyah di Bagdad. Amir   pertama adalah Abdurrahman 1, yang memasuki Spanyol tahun  138H/755 M dan diberi gelar Al-Dakhil (yang masuk ke Spanyol).
c.       Periode Ketiga (912-1013 M)Periode ini berlangsung mulai dari pemerintahan Abd Al-Rahman III yang bergelar “An-Nasir” sampai munculnya “raja-raja kelompok” yang dikenal dengan sebutan Muluk al-Thawaif.  Pada periode ini, Spanyol diperintah oleh penguasa dengan gelar khalifah.
d.       Periode keempatPada periode ini, spanyol terpecah menjadi lebih dari tiga puluh negara kecil dibawah pemerintahan raja-raja golongan atau  Al-Mulukuth-Thawaif, yang berpusat disuatu kota seperti Seville,Cordova, Toledo, dan sebagainya.
e.       Periode kelima (1086-1248 M)  Pada periode ini, Spanyol islam meskipun masih terpecah dalam beberapa negara, tetapi terdapat satu kekuatan yang dominan, yaitu kekuasaan dinasti Murabithun (1086-1143 M) dan dinasti Muwahhidun (1146-1235).
f.       Periode Keenam (1248-1492 M)Pada periode ini, islam hanya berkuasa di daerah Granada, di bawah dinasti bani Ahmar (1232-1492). Peradaban kembali mengalami kemajuan seperti di zaman Abdurrahman  An-Nasir.
3.      Kemajuan-kemajuan yang dicapai adalah dalam bidang:
a.       Filsafat
b.      Sains
c.       Bahasa
d.       Sastra dan Musik
e.       Sejarah dan Geografi
f.       Fiqh
g.      Kemajuan Pembangunan Fisik
4.      Ada beberapa faktor penyebab kemunduran yang akhirnya membawa kehancuran islam di spanyol:
Ø    Munculnya Khalifah-Khalifah yang lemah
Ø    Konflik antara Islam dan kristen
Ø    Munculnya Muluk Ath-Thawaif
Ø    Kemerosotan Ekonomi
Ø    Sistem Peralihan Kekuasaan yang tidak Jelas
5.      Faktor yang mendukung islam atas penguasaan spanyol adalah:
a.       sikap penguasa Ghotic yang tidak toleran terhadap aliran agama yang   berkembang pada saat itu
b.      Perselisihan antara Raja Roderick dengan Witiza
c.       Tentara Roderick tidak mempunyai semangat perang.

12.KEHIDUPAN BERAGAMA PADA MASADINASTI UMAYYYAH
-          Pada masa Dinasti Umayyah pendidikan berpusat di Damaskus, Kufah, Mekkah, Madinah, Mesir, Cordova dan beberapa kota lainnya, seperti: Basrah dan Kuffah (Irak), Damsyik dan Palestina (Syam), Fistat (Mesir).
-          Ilmu-ilmu yang berkembang pada masa dinasti Umayyah, yaitu:
a.       Kedokteran
b.      Filsafat
c.       Astronomi atau perbintangan
d.      Ilmu pasti
e.       Sastra
f.       Seni baik itu seni bangunan, seni rupa, amuoun seni suara.
-          Madrasah-madrasah yang ada pada masa Bani Umayyah adalah sebagai berikut:
1.       Madrasah Mekkah
2.       Madrasah Madinah
3.      Madrasah Basrah
4.       Madrasah Kufah
5.      Madrasah Damsyik (Syam)
6.       Madrasah Fistat (Mesir)
4.      Tokoh-tokoh pendidikan pada masa Bani Umayyah itu adalah:
-          Ulama-ulama tabi’in ahli tafsir, yaitu: Mujahid, ‘Athak bin Abu Rabah, ‘Ikrimah, Sa’id bin Jubair, Masruq bin Al-Ajda’, Qatadah.
-          Ulama-ulama Hadist: Ulama-ulama sahabat yang banyak meriwayatkan hadis-hadis ialah: Abu Hurairah (5374 hadist), ‘Aisyah (2210 hadist), Abdullah bin Umar (± 2210 hadist), Abdullah bin Abbas (± 1500 hadist), Jabir bin Abdullah (±1500 hadist), Anas bin Malik (±2210 hadist)
-          Ulama-ulama ahli Fiqh: Ulama-ulama tabi’in Fiqih pada masa bani Umayyah diantaranya adalah:, Syuriah bin Al-Harits, ‘alqamah bin Qais, Masuruq Al-Ajda’,Al-Aswad bin Yazid
-          Ahli bahasa/sastra: Seorang ahli bahasa seperti Sibawaih yang karya tulisnya Al-Kitab, menjadi pegangan dalam soal berbahasa arab.
5.      Hadits-hadits diriwayatkan dari mulut ke mulut. Dari mulut guru ke mulut muridnya, yaitu dari hafalan guru diberikannya kepada murid, sehingga menjadi hafalan murid pula dan begitulah seterusnya. Setengah sahabat dan pelajar-pelajar ada yang mencatat hadist-hadist itu dalam buku catatannya, tetapi belumlah berupa buku menurut istillah kita sekarang.

13.KEMAJUAN AGAMA ISLAM PADA MASA DINASTI ABBASIYAH DI TIMUR

1.      Daulah abbasiyah memiliki kesamaan dan perbedaan dengan daulah umayyah. Seperti yang terjadi pada masa daulah umayyah, misalnya, para bangsawan daulah abbasiyah cenderung hidup mewah dan bergelimang harta. Mereka gemar memelihara budak belian serta istri pemeliharaan (harem). Kehidupan lebih cenderung pada kehidupan duniawi ketimbang mengembangkan nilai-nilai agam islam. Namun tidak dapat disangkal khalifah memiliki selera seni yang tinggi serta taat beragama. Tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa daulah abbasiyah mengalami pergeseran dalam mengembangkan pemerintahan. Sehingga dapat dikelompokkan masa daulah abbasiyah menjadi lima periode sehubungan dengan corak pemerintahan.
2.      Dalam bidang hadits, pada masa ini hanya merupakan penyempurnaan, pembukuan dari catatan dan hafalan para sahabat. Pada masa ini pula dimulainya pengklasifikasian hadits, sehingga muncul yang namanya hadits dhaif, maudlu’, shahih serta yang lainnya.
3.      Dalam masa ini ilmu metode tafsir  mulai berkembang, terutama dua metode penafsiran, yaitu tafsir bir ra’i dan tafsir bil ma’tsur .
4.      Tokoh perumus pemikiran Mu'tazilah yang terbesar adalah Abu al-Huzail al-Allaf (135-235 H/752-849M) dan al-Nazzam (185-221 H/801-835M).
5.      Sebanyak 5.000 orang Kristen Banu Tanukh didekat Alleppo mengikuti perintah khalifah Al-Mahdi untuk masuk Islam. Proses konversi secara normal berjalan lebih gradual, damai, dan bersifat pasti.

14.MASA DINASTI UMAYYAH DI ANDALUSIA
Berdirinya Bani Umayyah di Andalusia?
Karena adanya ekspansi pasukan kaum muslimin kesemenanjung Lberia (Andalusia), gerbang barat daya Eropa, dan serangan ini merupakan puncak -ekspansi muslim kewilayah Afrika-Eropa. Berhasil memukul mundur pasukan Bizantium selamanya dari wilayah barat kartago dan perlahan-lahan meluaskan penaklukannya sampai ke Atlantik, sehingga memberikan batu loncatan kepada islam untuk menyerang Eropa. Terdorong olrh keberhasilan Tharif, dan melihat adanya konflik penguasa dikerajaan Spanyol Gotik Barat, juga didorong oleh hasrat untuk memperoleh barang rampasan, bukan hasrat untuk menaklukkan, Musa mengutus seorang budak, badar yang sudah dibebaskan, Thariq bin Ziyad pada tahun 711M, ke Spanyol memimpin 7000 pasukan, yang sebagian besar terdiri dari orang-orang Barbar. Thariq bin Ziyad berhasil menguasai hampir seluruh kota yang ada di semenanjung Lberia atas bantuan Musa bin Nusyair. Tujuannya untuk menyebarkan islam di Eropa, dan memasukkannya menjadi bagian pemerintahan islam.
Akhirnya Musa bin Nusyair mendekralasikan semenanjung Lberia sebagai dari kekuasaan Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus. Beliau diberi gelar Ad-dakhil, karena ia adalah pangeran Dinasti Umayyah pertama yang menginjakkan kakiknya disemenanjung Lberia.
 
2.      Sebutkan dan jelaskan kemajuan apa saja yang terjadi di Andalusia pada masa Dinasti Umayyah!
Dalam rentang waktu selama kurang lebih tujuh setengah abad, umat islam di Spanyol telah mencapai kemajuan yang pesat. Baik dibidang ilmu pengetahuan maupun kebudayaan. Berabagai disiplin ilmu berkembang pesat pada masa itu. Hal ini ditandai dengan banyaknya bermunculan figur-figur ilmuwan yang cemerlang dibidangnya masing-masing, dan sampai sekarang buah pikiran mereka menjadi bahan rujukan para akademisi, baik dibarat maupun ditimur. Adapun kemajuan dibidanng ilmu pengetahuan adalah:
1.      Filsafat
2.      Sains
3.      Bahasa sastra dan musik
4.      Sejarah dan geografi
5.      Fiqh

Penyebab terjadinya kemunduran dan kehancuran islam di Andalusia
a.       Munculnya khalifah –khalifah yang lemah .
Setelah Hakam II wafat digantikan oleh Hisyam II yang berusia 11 tahun. Karena tidak mampu mengendalikan roda pemerintahan, jalannya pemerintahan dikendalikan oleh ibunya, dengan dibantu oleh Muhammad Ibn Abi umar yang bergelar Hajib Almansur yang haus kekuasaan dan ambisius. Sejak saat itu khalifah hanya dijadikan sebagai boneka oleh Almansur dan penggantinya.
b.      Konflik islam dan Kristen.
Pertentangan islam dan Kristen tak pernah berhenti sampai jatuhnya kekuasaan islam. Orang –orang slalu merasa bahwa kehadiran umat islam merupakan ancaman bagi mereka. Setelah kekuasaan islam satu per satu kota-kota yang dikuasai umat islam jatuh ke tangan umat Kristen.
c.       Munculnya Muluk Ath-Thawaif.
Secara politis telah menjadi indikasi akan kemunduran islam di Spanyol, karena dengan terpecahnya kekuasaan khalifah menjadi dinasti-dinasti kecil, kekuatan pun terpecah –pecah dan lemah, keadaan ini mambuka peluang bagi penguasa provinsi pusat untuk mempertahankan eksistensinya.
d.      Kemerosotan ekonomi.
Diparuh kedua masa islam Spanyol, para penguasa mementingkan perkembangan fisik dengan mendirikan bangunan-bangunan megah dan monumental. Selain itu, banyak anggaran Negara yang terserap untuk membiayai tentara bayaran demi keamanan Negara.
e.       Sistem peralihan kekuasaan yang tidak jelas.
Adanya perebutan kekuasaan antara elit penguasaan maupun antar putra mahkota. Terjadinya perebutan kekuasaan ini menyebabkan perang antar elit atau keluarga yang pada akhirnya dapat menggorogoti kekuatan dan stabilitas Negara.  
15.DINASTI FATHIMIYAH
1.      Dinasti Fathimiyyah berpusat di lembah Nil, Kairo.
2.      Kekhalifahan ini berkuasa selama lebih kurang 203 tahun yaitu sejak tahun 909 sampai tahun 1171 M.
3.      Persiapan awal yang dijalankan pertama sekali olehnya adalah:
a.       merangkul kelompok yang ingin memberontak
b.      mempersiapkan tentera untuk melakukan penyerangan
c.       membangun jalan raya menuju ke Mesir
d.      menggali sumur-sumur di pinggiran jalan raya menuju ke Mesir
e.       membangun rumah tempat peristirahatan (tentera)
f.       mempersiapkan dana (keuangan guna perbekalan bagi pasukan Fathimiyah.4 Sebagai Panglima yang dipercayakan memimpin tentera pada penaklukan Mesir itu, Jauhar menjalankan aksi politik Fathimiyah bagi penduduk Mesir yaitu dengan :
g.      memberikan keyakinan kepada penduduk tentang kebebasan mereka menjalankan ibadah menurut agama dan mazhab mereka.
4.      Pola pemerintahan yang dijalankan Fathimiyyah mengikuti pola pemerintahan bani Abbasiah di Bahgdad. Kepemimpinan dikonsentrasikan kepada Khalifah dan dibai'ah lewat seremoni yang megah.
5.   Dinasti Fathimiyyah terdiri atas 5 Dewan, yaitu:
a.       Dewan Insya', bertanggung jawab pada pembangunan.
b.      Dewan  Iradah al-Maliah, bertanggung jawab pada bagian keuangan negara.
c.       Dewan  Iradah al-Mahalliyah, urusan pemerintahan Daerah.
d.      Dewan al-Jihad, pada urusan pembangunan angkatan bersenjata
e.       Dewan  Rasail, pelayanan Pos.

17.MASA DAULAH BANI SALJUK
Awal terbentuknya bani saljuk
Bani Saljuk berasal dari beberapa kabilah kecil rumpun suku Ghuz di wilayah Turkistan. Pada abad kedua, ketiga, dan keempat Hijrah mereka pergi ke arah barat menuju Transoxiana dan Khurasan. Ketika itu mereka belum bersatu. Mereka dipersatukan oleh Saljuk ibn Tuqaq. Karena itu, mereka disebut orang-orang Saljuk. Pada mulanya Saljuk ibn Tuqaq Rahimahullah mengabdi kepada Bequ, raja daerah Turkoman yang meliputi wilayah sekitar laut Arab dan laut Kaspia.

Kesultanan bani saljuk sepeninggal Thugril Bek Rahimahullah!
Daulah Saljuk  berturut-turut diperintah oleh :
1. Alib Arselan Rahimahullah (455-465 H/1063-1072),
2. Maliksyah (465-485 H/1072-1092),
3. Mahmud al- Ghozi (485-487 H/1092-1094 M),
4. Barkiyaruq (487 -498 H/1 094-1103),
5. MalikSyah II (498 H/ 1103 M),
6. Abu Syuja’ Muhammad (498-511 H/11 03-1117 M),dan
7. Abu Haris Sanjar (511-522H/1117-1128 M).

Kejayaan yang bisa dilakukan oleh daulah bani saljuk
Kesultanan Saljuk telah ikut membangkitkan semangat ilmiyah di wilayah yang menjadi kekuasaannya. Mereka juga telah mampu menyebarkan rasa aman diwilayah itu.Mereka mampu menghadang gerakan salibisme yang di pimpin Imperium Byzantium,sebagaimana mereka juga telah berusaha untuk menghadang gelombang sebuah Mongolia. Mereka mampu mengangkat tinggi-tinggi panji-panji Madzhab Sunni di wilayah wilayah kekuasaanya.

Maksud bani saljuk membangunn makam yang megah yang terkenal dengan makam model bani saljuk
Bangunan makam yang megah dibangun pada era Saljuk tak hanya ditujukan untuk menghormati para penguasa yang sudah meninggal. Namun, para ulama dan sarjana atau ilmuwan terkemuka pun mendapatkan tempat yang sama.

 Factor  penyebab mundurnya daulah bani saljuk
Faktor – fator itu antara lain:
1.      Perselisihan yang terjadi di dalam keluarga Saljuk antara saudara mereka, paman, keponakan dan cucu.
2.      Masuknya pengaruh kaum wanita dalam pemerintahan.
3.      Dimunculkan api fitnah oleh para pejabat dan menteri.
4.      Lemahnya para Khalifah Bani Abbas dalam menghadapi kekuatan militer Saljuk. Sehingga pemerintahan Bani Abbas tidak mampu menolak siapapun yang duduk di kursi kesultanan Saljuk dan mendengungkan khutbah untuk semua pemenang yang kuat.
5.      Ketidak mampuan pemerintahan Saljuk dalam menyatukan wilayah Syam, Mesir dan Irak di bawah panji kekuasaan Bani Abbas.
6.      Terjadinya friksi di dalam kekuasaan Saljuk sehingga menimbulkan bentrokan militer yang terus menerus. Inilah yang menghancurkan kekuatan Saljuk hingga dia harus kehilangan kesultanannya di Irak.
7.      Konspirasi orang – orang aliran Bathiniyah terhadap kesultanan Saljuk yang mereka lakukan dengan cara membunuh dan menghabisi para sultan dan pemimpin – pemimpin mereka.
8.      Perang Salib yang datang dari belakang samudera serta pertempuran kesultanan Saljuk dengan pasukan Barbarik yang berasal dari Eropa.


Asyura dalam Perspektif Peradaban Islam
Peristiwa Asyura terjadi pada tanggal 10 Muharram tahun 61 Hijriah. Saat itu, Imam Husein  beserta sejumlah sahabat dan kerabatnya gugur syahid di Padang Karbala.  Sebelum gugur syahid, rombongan tersebut disiksa dengan cara tidak diberi air minum selama 3 hari. Setelah dibunuh, kepala Imam Husein dan rombongannya yang juga terbunuh dipenggal dan ditancapkan di atas tombak Kepala-kepala  yang tertancap di atas tombak itu, beserta dengan rombongan sisa yang masih hidup, digiring dari Karbala menuju Kufah, lalu ke Syam.
Situasi yang Melatarbelakangi Kebangkitan Asyura
Muawiyah melanggar seluruh butir perjanjian, damai, terutama point yang terkait dengan penyerahan khilafah kepada ummat pasca meninggalnya Muawiyah. Muawiyah malah menunjuk anaknya, Yazid, sebagai khalifah pengganti. Muawiyah bahkan  membunuh Imam Hasan, melalui istri Imam Hasan sendiri, yaitu Ja’dah bin As’ats Al Kindi.
Akan tetapi, secara lahiriah, selama 20 tahun masa pemerintahannya, Muawiyah masih mempraktekkan ajaran-ajaran Islam. Ia menjadi imam shalat di masjid,  mengelola zakat,  membaca Alquran, memfasilitasi ibadah haji, berkonsultasi dengan para sahabat dalam urusan pemerintahan, mengutip ayat dan hadits ketika berbicara tentang urusan ummat, dll. Hal-hal tadi membuat Islam masih terjaga, meskipun hanya sebatas lahiriah,  itupun dengan motivasi pencitraan semata.
Ketika Yazid naik takhta, situasinya betul-betul berubah.  Kehidupan sehari-hari Yazid sama sekali tidak mencerminkan perilaku seorang mukmin. Sebagian besar waktunya dalam keadaan mabuk. Ia sering secara terang-terangan meninggalkan shalat. Ia juga gemar berpesta,  serta bermain-main dengan monyet dan anjing.
Lebih jauh lagi, ketika ia takhta, langkah politik yang dilakukan Yazid adalah memerintahkan Imam Husein agar berbaiat kepadanya. Jika enggan berbaiat, Yazid akan membunuhnya.
Islam berada dalam bahaya besar. Negeri Muslim yang terbentang dari Persia hingga Mesir ternyata dipimpin (dipersonifikasikan) oleh seorang Yazid dengan segala kepribadiannya seperti itu. Islam terancam hanya tinggal nama. Esensinya sudah lama terkoyak. Kini, wujudnya pun terancam punah, lalu berganti dengan wujud jahiliah dengan nama Islam.
Imam Husein yakin, dalam kondisi seperti itu,  hanya ada satu pilihan, yaitu bangkit melawan. Resiko terbunuh harus ditempuh. Karena dengan demikian, kedok Yazid dan Bani Umayyah secara keseluruhan, akan terungkap.

Nilai-Nilai Asyura
1. Menjaga Islam dari kepunahan secara esensial dan eksistensial.
2. Memberi contoh kepada generasi ummat Islam berikutnya, bagaimana cara berjuang menegakkan ajaran agama Islam.
3. Mengajarkan sejumlah nilai perjuangan seperti kesabaran, keteguhan, pengorbanan, solidaritas, dlsb.
4. Menjadi penebus bagi dosa-dosa ummat manusia.
Peradaban Islam Nusantara
Definisi: Nusantara merupakan istilah yang dipakai untuk menggambarkan wilayah kepulauan yang membentang dari Sumatera sampai Papua.
Teori masuknya Islam ke Nusantara
  1. Teori Gujarat: agama Islam baru masuk ke Nusantara pada abad ke-13 Masehi yang dibawa oleh para pedagang dari Kambay (Gujarat), India.
  2. Teori Persia: agama Islam dibawa oleh para pedagang dari Persia (sekarang Iran) sekitar abad 13
  3. Teori Mekkah (Arab): Islam masuk ke Indonesia langsung dari Arab sebagai pusat agama Islam sejak abad ke-7.
Proses Islamisasi (Penerimaan dan Perkembangan Agama Islam) di Nusantara
1. Melalui perdagangan
2. Melalui pernikahan
3. Melalui Tasawuf
4. Melalui pendidikan
5. Melalui kesenian
6. Melalui politik
Kerajaan-Kerajaan Islam Nusantara
1. Perlak
Kesultanan ini terletak di wilayah Perlak, Aceh Timur, Negeri Aceh. Masa pemerintahan Islam Perlak berlangsung selam 467 tahun dari tahun 225-692 H (839-1293) dengan 13 orang sultan.
2. Kerajaan Samudra Pasai
Kerajaan Samudra Pasai terletak di sebelah utara Perlak di daerah Lhokseumawe (sekarang pantai timur Aceh). Kerajaan Samudra Pasai berdiri pada abad ke- 13 M (1260). Samudera Pasai hancur setelah ditaklukkan Portugis tahun 1521. Sisa-sisa kerajaan bergabung ke Kerajaan Aceh.
3. Kerajaan Aceh
Pendiri kerajaan ini ialah Ali Mughayat Syah (1513-1528 M). Kerajaan Aceh mencapai kejayaannya dibawah Pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636 M). Pada masa kekuasaanya, wilayah Aceh semakin luas yaitu dari pesisir barat samudra sampai Bengkulu, pesisir timur Sumatera sampai Siale, Johar, Pahang dan Pattani.
4. Kerajaan Demak
Kerajaan Demak merupakan Kerajaan Islam pertama di Jawa. Pendirinya ialah Raden Fatah (1478 – 1518 M). Kerajaan ini memiliki wilayah yang luas dan membentang di pesisir utara Jawa, bekas Kerajaan Majapahit.
5. Kerajaaan  Mataram Islam
Pendiri Kerajaan Mataram ialah Kyai Ageng Pamanahan.
Pada tahun 1628 M dan 1629 M Mataram menyerang Batavia, namun tidak berhasil karena kurangnya persiapan logistik. Sultan Agung adalah seorang organisator, ahli politik, ahli filsafat dan ahli sastra. Berikut ini adalah hasil karya Sultan Agung, yaitu :
a.    Tahun 1833 M, Sultan Agung menciptakan Tarikh Jawa Islam yang dimulai 1 Muharam 1043 H.
b.      Mengarang buku ”sastra gending” yang berisi ajaran filsafat mengenai kesucian jiwa.
c.      Membuat buku undang-undang hukum pidana dan perdata yang diberi nama ”surya alam”.
6. Kerajaan Cirebon
Awalnya Cirebon merupakan bagian dari kerajaan Pajajaran. Pada abad ke- 16, Cirebon berkembang menjadi pelabuhan yang ramai dan pusat perdagangan di pantai Jawa Barat bagian utara. Setelah jumlah pedagang semakin banyak dan proses Islamisasi berkembang terus, Sunan Gunung Jati segera membentuk pemerintahan kerajaan Islam Cirebon.
7. Kerajaan Banten
Hasanuddin sebagai anak dari Sunan Gunung Jati dianggap sebagai raja dari Kerajaan/Kesultanan Banten yang pertama. Adapun Sunan Gunung Jati dianggap sebagai pendiri kerajaan Banten.
8. Kerajaan Makassar
Pada abad ke- 16 di pulau Sulawesi berkembang banyak kerajaan diantaranya kerajaan Luwu,Gowa, Wajo, Soppeng, Tallo dan Bone. Diantara kerajaan-kerajaan tersebut terdapat persaingan perebutan hegemoni di Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia bagian Timur. Dua kerajaan berhasil memenangkan persaingan tersebut, yaitu Gowa dan Tallo yang kemudian lebih dikenal sebagai Kerajaan Makassar. Kerajaan Makassar mencapai puncak kejayaannya pada masa Sultan  Hasanuddin (1653-1669 M).
9. Kerajaan Ternate dan Tidore
Kerajaan Ternate dan Tidore merupakan dua kerajaan di kepulauan Maluku. Kedua kerajaan ini bersaing. Persaingan antara kerajaan Ternate dan Tidore diperburuk dengan ikut campurnya bangsa Portugis yang membantu Ternate dan bangsa Spanyol yang membantu Tidore. Setelah memperoleh keuntungan, kedua bangsa barat tersebut bersepakat untuk menyelesaikan persaingan mereka dalam Perjanjian Saragosa ( 22 April 1529). Hasil perjanjian tersebut, Spanyol harus meninggalkan Maluku dan menguasai Philipina, sedangkan Portugis tetap melakukan perdagangan di kepulauan Maluku.


Mengenal Walisongo
Walisongo Periode Pertama
Pada waktu Mehmed I Celeby memerintah kerajaan Turki, Sang Sultan kemudian mengirim surat kepada pembesar Islam di Afrika Utara dan Timur Tengah. Isinya meminta para ulama dikirim ke pulau Jawa. Maka terkumpullah sembilan ulama yang secara umum dinamakan Walisongo.
Hal yang sangat khas dari walisongo adalah sangat intensnya pertemuan di antara mereka saat bersama-sama menjalankan tugas dakwah Islam. Mereka berkali-kali melakukan pertemuan khusus di antara sesama mereka. Dalam pertemuan itu, mereka melakukan sharing strategi. Dan juga yang sangat penting, dalam pertemuan-pertemuan itu, para wali tersebut menetapkan atau menerima anggota walisongo yang baru. Dalam satu kasus, mereka bahkan bersidang dalam rangka memecat keanggotaan wali.
Para wali itu sebenarnya terdiri dari beberapa angkatan. Para Walisongo tidak hidup pada saat yang persis bersamaan, namun satu sama lain mempunyai keterkaitan erat, baik dalam ikatan darah atau karena pernikahan, maupun dalam hubungan guru-murid. Bila ada seorang anggota majelis yang wafat, maka posisinya digantikan oleh tokoh lainnya.
Dari nama para Walisongo tersebut, pada umumnya terdapat sembilan nama yang dikenal sebagai anggota Walisongo yang paling terkenal, yaitu:

Hasil Peradaban
1. Pengukuhan konsep hubungan antar-bangsa yang ideal menurut ajaran Islam.
2. Terjadi revolusi budaya literasi dalam skala yang sangat luas.
3. Perubahan pandangan hidup secara revolutif.





PELAPISAN SOSIAL MENURUT AJARAN ISLAM
1.   yang dimaksud dengan pelapisan social
Pelapisan sosial adalah tingkatan-tingkatan kedudukan manusia dalam suatu lingkungannya. Dalam agama hindu ada dinamakannya kasta yang terdiri dari brahmana, priyayi, dan kesatria.

2.    Pelapisan masyarakat dalam ajaran islam
Manusia sebagai makhluk sosial, posisi atau kedudukan di antara manusia yang lain, dalam pandangan Islam di butuhkan oleh hal-hal yang di perolehnya sebagai hasil proses belajar yaitu keimanan dan amalnya. Sataus sosial yang di perolehnya berdasar status yang di upayakan ikhtiar atau achieved status. Islam lebih menghargai hal-hal yang diperoleh dengan ikhtiar. Bahwa iman perlu di manifestasikan dalam bentuk takwa. Dan Allah SWT memandang ketakwaan merupakan hal yang menetukan derajat manusia sebagai makhlik sosial.

3.      Bagaimana stratifikasi masyarakat dalam islam
Stratifikasi umat Islam berdasarkan ketaqwaan digambarkan Allah sebagai berikut:
            a. Golongan Nabi
            b. Golongan Orang yang Shidiq.
                      Contoh sahabat Nabi yang dapat gelar Ash-Shiddiq: Abu Bakar.
                  c. Golongan Orang yang Mati Syahid
                  d. Golongan Orang yang Sholih.

4.      Bagaimana keadaan masyarakat arab dalam pelapisan masyarakat pra islam
Pada zaman  pra-Islam --sering disebut masa Jahiliyyah-- terdapat dua stratifikasi sosial yang timpang, yaitu masyarakat kelas atas (elit) yang hegemonik --baik secara sosial, politik maupun ekonomi-- dan masyarakat kelas bawah (subordinate) yang tak berdaya. Demikianlah setting sosial-politik yang terjadi pada masyarakat Arab (Makkah-Madinah)  pra-Islam.

Kedudukan Wanita Dalam Rumah Tangga
1.    kodrat seorang wanita
Wanita memiliki kesamaan dalam berbagai hak dengan pria, namun sebagai wanita ia memiliki kodrat dan berbagai keterbatasan dibanding laki-laki. Menurut  Yusuf Qardhawy, wanita telah disiapkan Allah memiliki perasaan yang sensitif untuk mendukung tugas-tugas keibuannya. Rumah tangga sebagai kerajaan kecil dari suatu keluarga, memang sudah selayaknya dipimpin oleh seorang pria.

2.    yang menjadi fungsi dan tugas wanita yang sesuai dengan kodratnya
-Sebagai Kepala Rumah Tangga
 Kepemimpinan dan tugas-tugas keluarga itu lebih banyak dilakukan oleh pihak wanita.  Dengan kelemah-lembutannya, seorang wanita sebagai ibu rumah tangga dapat berperan sebagai faktor penyeimbang kaum pria dalam kehidupan keluarga. Wanita dapat mengerjakan apa yang tidak dapat (sempat) dikerjakan oleh pria, seperti mengatur urusan rumah tangga, memasak, mengasuh, mendidik anak-anak menyiapkan keperluan suami maupun anak-anaknya, dan sebagainya.
-Sebagai ibu dari anak-anaknya
Sebagai seorang wanita, belum sempurna statusnya sebagai seorang istri, bila belum memiliki anak. Hamil dan melahirkan anak-anak adalah anjuran agama. Wanita juga ikut bertanggung jawab untuk mendidik anaknya dengan baik, agar ia cerdasdan berakhlak baik, sehingga menjadi manusia yang berkualitas. Anak yang  cerdas dan berbudi pekerti baik (berkualitas) tidak mungkin akan hidup terlantar dan menjadi beban bagi orang lain di  kemudian hari.
3.      Menurut islam bagaimanakah wanita ideal utuk di peristri?
Dalam islam lebih menekankan dalam mencari calon istri yang solehah dan cerdas, agar kelak bisa menjadi istri yang paham akan perannya sebagai istri  dan ibu yang baik dalam mendidik anak-anaknya, sehingga tercipta generasi yang baik dan melahirkan keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah.

4.      Bagaiman menurut anda potret wanita kontemporer seperti sekarang ini, apakah mereka telah melaksanakan perannya dengan baik?
Kebanyakan sekarang kaum wanita lupa akan perannya sebagai seorang istri, wanita sekarang lebih mengagungkan kesuksesaannya diluar dari pada kesuksesaannya dalam berumah tangga. Dalam islam, wanita dibolekan bekerja dan berkarier atas izin suami, tetapi harus bisa menyeimbangkan kegiatan diluar dan melaksanakan tugas sebagai istri yaitu mengurus rumah tangga dan mendidik
 anak.

5.      Bagaimanakah kedudukan wanita dalam rumah tangga dalam pandangan islam?
Kedudukan wanita dalam rumah tangga menurut islam begitu sangat dimuliakan, karena dalam islam wanita juga memiliki peran yang penting dalam rumah tangga yang sama seperti kaum laki-laki yang memiliki tangung jawab pada keluarganya. Rumah tangga sebagai kerajaan kecil dari suatu keluarga, memang sudah selayaknya di pimpin oleh seorang pria.

Pusat-pusat Perdagangan atau perekonomian pada masa  Dinasti Abbasyiah
1.    rute-rute perjalanan dagang yang dilalui saudagar dalam kegiatan dagang pada masa dinasti abbasiyah
2.    Bidang industri apa saja kah yang sangat terkenal dan berkembang pada masa dinasti abbasiyah
3.      Usaha apa yang dilakukan untuk memajukan perdagangan pada masa abbasiyah?
4.      Barang-barang dagangan apa saja yang diimpor pada saat itu?
5.      Bagaimana gambaran perkembangan ekonomi pada masa dinasti abbasiyah?
1.      rute-rute perjalanan dagang yang dilalui pada saat itu adalah
a.       Dari barat ke timur via Mesir, memakai rute ini Kebanyakan para pedagang Yahudi yang menjadi mitra usaha saudagar muslim dan Irak. Di istahan mereka mempunyai perkampungan dagang yang disebut Havi Yahudi (lorong Yahudi)
b.      Dari Eropa ke Timur Via Antiokh terus ke Baghdad melalui sungai efrat, kemudian teluk Persi, Yaman, India dan China
c.       Dari utara Rusia ke timur melalui laut Kaspia kemudian ke Marx, Balk, Bukhara, Samarkhand, Transoxiana, dan China
d.      Jalur darat dari Eropa ke timur dimulai dari Andalusia, melalui Jabal Tarik ke Maroko, Tunisia, Mesir, Damaskus, Irak (Baghdad, Basrah, dan Kuffah) lalu ke Iran, Kirman, India dan berakhir di China. Para saudagar muslim yang berniaga lewat jalur ini sekarang disebut silk road (jalur sutra). Disebut demikian karena salah satu barang dagangan yang diangkut berupa sutra.
e.       Jalur laut dan Teluk Persi, Gujarat, Selat Malaka, Jawa, Laut China ke Kanton (China)

2.      Bidang industri yang berkembang saat itu adalah:
a.    Industri gelas dan tembikar
b.    Industri tekstil dan tenun terdapat di Myat, Kabul, Transoxiana, Maroko Andalus, Merx dan Mesir mosul sejak awal terkenal dengan pembuatan permadani yang khas, sedangkan kain kepala dari sutra yang hingga kini dikenal dengan sebutan kufiah, Damaskus terkenal dengan pembuatan kain Dumas yang disulami dengan benang emas dan kain-kain tirai yang dibuat dari pintalan sutra.
c.    Kertas telah lama dikenal orang di Cina. Ketika Samarkhand ditaklukkan kaum muslimin (704 M), di kota ini terdapat pabrik kertas tulis yang diproduksinya sangat halus dan bagus, pada akhir ke 8 M. Baghdad telah memiliki pabrik kertas tersendiri. Dari kaum muslimin di Spanyol bangsa Eropa mengenal kertas abad ke 12 dan 13 M
d.    Industri pertimbangan, penggalian perak, kuningan, timah, dan besi terdapat di daerah Afrika dan Andalus.
e.    Penggilingan gula tebu menyebar di sebelah barat daya Persia, Basrah, dan Tusthat, begitu juga pengolahan minyak jaitun yang menjadi pelezat makanan terdapat di Andalus Maroko dan Mesir.
f.     Selain jenis industri yang tercantum di muka dinasti Abbasiyah menggalakan industri pembuatan lilin, sabun kerajinan kulit, galangan kapal perang dan lain-lain
3.      Untuk memajukan usaha perdagangan nasional maupun Internasional, para khalifah Menempuh beberapa usaha antara lain: memperbanyak jumlah sumur-sumur dan tempat peristirahatan para khalifah dagang yang Menempuh rute daratan dan kemudian mendirikan menara-menara, pengontrol armada laut dan membentuk pasukan pengamanan untuk kebutuhan perdagangan jalur laut.Para saudagar, terutama yang berniaga melalui jalur darat dan Asia barat dan tengah hingga ke daratan Cina dan India sangat besar jasanya dalam menyebarkan agama Islam di wilayah-wilayah yang dikunjunginya.

4.      Pada masa dinasti abbasiyah barang dagangan yang mampu diimpor adalah: rempah-rempah, kapur barus,dan sutra, gading, kayu eboni, dll.

5.    Gambaran keadaan perkembangan ekonomi pada saat itu adalah yang mana Ekonomi imperium Abbasiyah digerakkan oleh perdagangan. Sudah terdapat berbagai macamindustri sepertikain linen di mesir, sutra darisyiria dan irak, kertas dari samarkand, serta berbagai produk pertanian sepertigandum dari mesir dan kurma dari iraq. Hasil-hasil industri dan pertanian ini diperdagangkan ke berbagai wilayah kekuasaan Abbasiyahdan Negara lain.Karena industralisasi yang muncul di perkotaan ini, urbanisasi tak dapat dibendung lagi. Selain itu, perdagangan barang tambang juga semarak. Emas yang ditambang dari Nubia dan Sudan Barat melambungkan perekonomian Abbasiyah.Perdagangan dengan wilayah-wilayah lain merupakan hal yang sangat penting. Secara bersamaan dengan kemajuan Daulah Abbasiyah, Dinasti Tang di Cina juga mengalami masa puncak kejayaan sehingga hubungan erdagangan antara keduanya menambah semaraknya kegiatan perdagangan dunia.

.PUSAT-PUSAT ILMU PENGETAHUAN PADA MASA DINASTI ABBASIYAH
1.      Pusat- pusat keilmuan yang terpenting pada masa Dinasti Abbasiyah adalah Hijjaz, Irak ,Mesir, Syam, Isfahan, Bukhara, Thabristan, Ghazanah, Halab, Istana Ibnu Thulun dan Andalusia
2.      Pada masa pemerintahan Khalifah Harun al-Rasyid (786-809M) dan anaknya al-Ma’mun (813-833M) disebut sebagai masa keemasan kota Baghdad karena ketika itu Baghdad menjadi pusat peradaban dan kebudayaan tertinggi didunia. Ilmu pengetahuan dan sastra berkembang secara pesat.Khalifah al-Ma’mun memiliki perpustakan yang dipenuhi dengan beribu-ribu buku ilmu pengetahuan . Perustakaan itu bernama al –Hikmah. Dari kota inilah memancar sinar kebudayaan dan peradaban  islam keseluruh dunia.
3.      Di kota Baghdad ini lahir dan muncul para sintis, ulama, filosof, dan sastrawan Islam terkenal, seperti al-Khawarizm (ahli astronomi dan matematika, penemu ilmu aljabar), al- Kindi (filosof arab pertama), al-Razi (filosof, ahli fisika dan kedokteran), al-farabi(filosof besar yang dijuluki dengan al-Mu’allim al-Tsani,  guru kedua setelah Aristoteles), tiga pendiri manjahab hukum islam (Abu Hanifah, Syafi’I dan Ahmad ibn Hambal), Al-Ghazali (filosof, teolog dan sufi besar dalam islam yang dijuluki dengan Hujjah al-islam), Abd al-Qodir al-Jailani (pendiri tarekat qadiriyah), Ibn Muqaffa’ (sastrawan besar), dan lain-lain.
4.      Pada masa Harun al-Rasyid dan al-Ma’mun perdagangan dan industri berkembang pesat hal ini ditandai dengan meningkatnya kehidupan ekonomi kota ini yang didukung oleh adanya tiga buah pelabuhan yang ramai dikunjungi para kafilah dagang internasional (Cina, India, Asia Tengah, Syiria, Persia, Mesir, dan negeri Afrika lainnya), yaitu dua pelabuhan di Basrah dan pelabuhan Sirat di teluk Persia.
5.      Pada masa dinasti Abbasiyah banyak berdiri akademi, sekolah tinggi dan sekolah biasa yang memenuhi kota itu. Dua diantaranya yang terpenting adalah perguruan Nizhamiyyah, didirikan oleh Nizham al- Mulk, wazir Sultan Seljuk,  pada abad ke-5 H dan perguruan Muntanshiriyah, didirikan dua abad kemudian oleh khalifah al-Muntanshir Billah.

SISTEM PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN PADA MASA DINASTI ABBASIYAH
1.      Secara umum perkembangan ilmu pengetahuan dan filsafat dalam sejarah islam ditempuh dengan beberapa tahap.
-          Pertama tahap penerjemah dari bahasa asing ke dalam bahasa arab. Tahap ini memang berlangsung lebih lama (750-850 M). Kegiatan penerjemah dilakukan oleh kaum muslimin secara terbuka dan bekerja sama dengan penterjemah dari agama yahudi dan nasrani.
-          Tahap kedua, karya-karya ilmiah yang telah diterjemahkan, kemudian diberi syarah atau komentar oleh kaum muslimin dan diberikan persesuaian dengan agama. Oleh sebab itu pada periode tersebut lahir beberapa komentator muslim terhadap karya-karya ilmiah orang-orang yunani dan persia seperti yang telah dilakukan filosof persia.
2.      Cabang ilmu pengetahuan yang berkembang ada dua bidang ilmu yakni ilmu-ilmu naqli dan ‘aqli.
I.                    Perkembangan Ilmu Naqli (ilmu yang bersumber dari al qur’an dan hadist)
a.       Ilmu tafsir
b.      Ilmu hadis
c.       Ilmu kalam
d.      Ilmu hukum (fiqh)
e.       Ilmu tasawuf
f.       Ilmu bahasa
II.                 Perkembangan  Ilmu Aqli (ilmu yang didasarkan kepada pemikiran (rasio))
a.       Filsafat
b.      Al-Thib (kedokteran)
c.       Farmasi dan Kimia
d.      Ilmu falak (astronomi)
e.       Ilmu hitung (matematika)
f.       Ilmu tarikh  (sejarah)
g.       Ilmu jughrafia (geografi)
3.      Para filosof islam itu seperti:
-          Al-Kindi (801-873 M/ 185-260 H)
-          Ar-Razy (864-926M/ 250-313 H)
-          Al-Farabi (872-950 M/ 259-339 H)
-          Ibnu Sina (980-1036 M/ 370-428H)
4.      Ilmu geografi terjadi karena hubungan kota Baghdad sebagai ibukota  negara dengan kota-kota lain, baik hubungan darat maupun laut, pesat sekali. Hal ini menimbulkan kegiatan rihlah ilmiah yang kemudian ditulis dengan diterangkan secara jelas tempat-tempatnya serta hal ihwalnya. Cerita yang berasal dari kisah perjalanan itu akhirnya berkembang menjadi ilmu sehingga menjurus kepada pembuatan peta. Disinilah awal mula munculnya ilmu Geografi.
5.      Di antara para sarjana ilmu falak dan ilmu bintang yang termansyur adalah : Abu Ma’syar al-falaky, Jabir Batany, Abu Hasan, al-Biruny, Al-Farghani, Al-Battani.

23.LEMBAGA-LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA DINASTI ABBASIYAH
Soal
1.      Apa lembaga pendidikan Islam yang pertama? Jelaskan?
2.      Apa saja lembaga pendidikan Islam pada permulaan Daulah Dinasti Abbasiyah?
3.      Pada awal kebangkitan Islam pendidikan Islam terbagi atas dua tingkatan, sebutkan dan jelaskan?
4.      Apa yang melatarbelakangi kemajuan dalam bidang keilmuan pada masa Dinasti Abbasiyah?
5.      Pada masa Abbasiyah bidang pendidikan mengalami masa keemasan. Popularitasnya mencapai puncaknya pada masa khalifah al-Rasyid dan putranya, khalifah al-Makmun. Kemajuan itu ditandai dengan dengan? Jelaskan?
Jawab
1.      Lembaga pendidikan Islam yang pertama adalah mesjid. Di samping sebagai pusat pelaksanaan ibadah shalat maka mesjid berfungsi pula sebagai penyebar ilmu pengetahuan. Di setiap mesjid para ulama mengajar berbagai macam ilmu dan di mesjid telah disiapkan pula ruangan baca atau perpustakaan khusus.
2.      Pada permulaan daulah Abbasiyah ada beberapa lembaga pendidikan Islam antara lain, yaitu :
a.              Kuttab
b.             Halaqah
c.              Masjid
d.             Majelis Munadharah
e.              Baitul Hikmah
f.               Madrasah Nidhamul muluk
3.      Dua tingkatan pendidikan Islam itu adalah:
a.       Maktab/ kuttab dan masjid, yaitu lembaga pendidikan terendah, tempat anak-anak mengenal dasar-dasar bacaan, hitungan dan tulisan; dan tempat para remaja belajar dasar-dasar ilmu agama, seperti tafsir, hadis, fiqih, dan bahasa.
b.      Tingkat pendalaman, para pelajar yang ingin memperdalam ilmunya pergi keluar daerah menuntut ilmu kepada seorang atau beberapa orang ahli dalam agama. Pengajarannya berlangsung di masjid-masjid atau di ulama bersangkutan. Bagi anak penguasa, pendidikan biasanya berlangsung di istana atau di rumah penguasa tersebut dengan mendatangkan ulama ahli.
4.      Yang melatarbelakangi kemajuan dalam bidang keilmuan tersebut adalah:
-          Keterbukaan budaya umat Islam untuk menerima unsur-unsur budaya dan peradaban dari luar, sebagai konsekuensi logis dari perluasan wilayah yang mereka lakukan.
-          Adanya penghargaan, apresiasi terhadap kegiatan dan prestasi-prestasi keilmuan.
-          Terjadinya asimilasi antara bangsa Arab dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu mengalami perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan.
-          Gerakan penterjemahan guna menciptakan tradisi keilmuan yang kondusif.
5.      Kemajuan tersebut ditentukan oleh dua hal:
a. Terjadinya asimilasi antara bangsa Arab dengan bangsa lain yang telah dahulu mengalami perkembangan dalam ilmu pengetahuan.
b. Gerakan penterjemahan guna menciptakan tradisi keilmuan yang kondusif
24.PENGARUH ISLAM TERHADAP DUNIA BARAT
Soal
1.      Bagaimana kondisi Eropa sebelum kedatangan Islam?
2.      Bagaimana proses penerjemahan yang dilakukan ilmuwan muslim dalam  menerjemahkan karya-karya Yunani?
3.      Apa kontribusi terpenting yang telah diberikan Islam terhadap dunia pada masa-masa permulaan perkembangan kekuasaan Islam?
4.      Sebutkan para ilmuwan muslim yang masyhur dan berkaliber internasional?
5.      Apa yang melatarbelakangi Uskup Agung Raymond di Spanyol mendirikan Badan Penterjemah di Todelo?
Jawab
1.      Sebelum Islam datang, menurut Gustav Le Bon, Eropa berada dalam kondisi kegelapan, tak satu pun bidang ilmu yang maju bahkan lebih percaya pada tahayul. Kondisi kegelapan Eropa pada zaman pertengahan (Abad 9 M) bukan hanya pada aspek mental-dimana cenderung bersifat takhayul, demikian pula halnya dalam aspek fisik material.
2.      proses penterjemahan yang dilakukan ilmuwan muslim tidak hanya menterjemahkan karya-karya Yunani secara ansich, tetapi juga mengkaji teks-teks itu, memberi komentar, memodifikasi dan mengasimilasikannya dengan ajaran Islam. Sains, filsafat dan kedoketeran Yunani diadapsi sehingga masuk kedalam lingkungan pandangan hidup Islam. Proses ini menggambarkan betapa tingginya tingkat kreativitas ilmuwan muslim sehingga dari proses tersebut telah melahirkan pemikiran baru yang berbeda sama sekali dari pemikiran Yunani dan bahkan boleh jadi asing bagi pemikiran Yunani.
3.      Pada masa-masa permulaan perkembangan kekuasaan, Islam telah memberikan kontribusi kepada dunia berupa tiga jenis alat penting yaitu paper (kertas), compass (kompas) and gunpowder (mesin).
4.      Para ilmuwan muslim yang mashur dan berkaliber internasional seperti :
-          Al-Biruni (fisika, kedokteran);
-          Jabir bin Hayyan (Geber) pada ilmu kimia;
-          Al-Khawarizmi (Algorism) pada ilmu matematika;
-          Al-Kindi (filsafat);
-          Al-Farazi, Al-Fargani,
-          Al-Bitruji (astronomi);
-          Abu Ali Al-Hasan bin Haythami pada bidang teknik dan optik;
-          Ibnu Sina (Avicenna) yang dikenal dengan Bapak Ilmu Kedokteran Modern;
-          Ibnu Rusyd (Averroes) pada bidang filsafat;
-          Ibnu Khaldun (sejarah, sosiologi). Mereka telah meletakkan dasar pada berbagai bidang ilmu pengetahuan.
5.      Uskup Agung Raymond di Spanyol mendirikan Badan Penterjemah di Todelo adalah sebagai tempat menterjemahkan sebagian besar karangan sarjana-sarjana Muslim tentang ilmu pasti, astronomi, kimia, kedokteran, filsafat, dll, dimana waktu yang dibutuhkan untuk menterjemahkannya yaitu lebih dari satu setengah abad (1135-1284 M).

Organisasi –Organisasi Islam di Indonesia Sebelum Kemerdekaan
1.      Apa yang melatar belakangi berdirinya organisasi- organisasi islam Indonesia?
Pada tahun 1803 tiga orang tokoh haji, yaitu haji miskin, haji sumanik, haji sumanik, dan haji piobang pulang serbuan dari ajakan gerakan Wahabi (gerakan modern pemurni aqidah islam, pimpinan Muhammad bin Abd. Wahab). Pengaruh gerakan gerakan Wahabi sangat besar terhadap ketiga tokoh yang baru pulang dari tanah suci ini, setibanya di kampong halaman dan menyaksikan sejumlah perilaku amoral dari tetua adat seperti menyabung ayam, berjudi dan minum arak.

2.    latar belakang berdirinya Muhammadiyah
Muhammadiyah yang didirikan pada tahun 18 november 1912 M. organisai ini mempunyai karakter tersendiri sebagai gerakan social keagamaan. Titik tekan perjuangannya mula-mula adalah pemurnian ajaran islam dan bidang pendidikan. Muhammadiyah memounyai pengaruh yang berakar dalam upaya pemberantasan Bid’ah Khurafat dan Tahayyul.inti gerakan pemurnian ajaran islam seperti pendahulunya, Ibnu Tamiyah dan Muhammad bin Abdul Wahab cukup bergema. Ahmad Dahlan dan pengikutny akendati mempunyai pendekatan psikologis dalam menerapkan ide-ide pembaruan, namun mereka cukup teguh pendirian dalam upaya menegakkan ajaran islam yang murni sesuai al-quran dan hadis, mengagungkan ijtihad intelektual bila sumber-sumber hokum yang lebih tinggi tidak bisa digunakan lagi, termasuk juga menghilangkan taklid dalam praktik fiqh dan menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar.

3.    latar belakang berdirinya Sarekat Islam
SI merupakan organisasi politik islam modern yang muncul di awal abad ke-20. Titik perjuangannya sangat populis, berbeda dengan budi utomo yang keanggotannya banyak dari kalangan priai Jawa dan Madura, maka SI merekrut keanggotaannya dari kalangan awam dan para petani di pedesaan. Dari sisi ini, tentu saja banyak mendapat sokongan baik moral maupun financial.

4.    aliran apa yang dianut oleh Nahdatul Ulama dan kapan berdirinya
Nahdatul Ulama (NU) sebagai organisasi keagamaan (jam’iyah Islamiyahh) besar, malah mungkin terbesar dalam jumlah aggotanya di Indonesia, sejak berdirinya pada tanggal 31 Januari 1926 M. telah menyatakan diri sebagai organisaiss islam berhaluan ahlusunnah waljama’ah”, yang dalam aqidah mengikuti aliran Asy’ariyah-Maturidiya, dalam syari’ah / fiqih mengikuti salah satu madjhab empat hanafi-maliki-syafi’i dan Hambali, dan dalam tashawwuf mengikuti Al-Junaidi dan Al-Ghozali.

5.    pendiri Muhammadiyah! Dan kapan Muhammaadiyah didirikan
Gerakan Muhammadiyah yang didirikan oleh K.H Ahmad Dahlan pada tahun 18 november 1912 M.

26.Mazhab dan Firqoh dalam Islam Pada Masa Dinasti Umawiyah
1.         Apakah Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kehancuran Daulah Umayyah - faktor
Jawabannya: factor – factor tersebut
·         Ketidakjelasan dalam pergantian kepemimpinan menyebabkan terjadinya persaingan yagn tidak sehat dalam di kalangan keluarga Istana.
·         Latar belakang ternbentuknya dinasti Umayyah tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflik politik. Penumpasan terhadap gerakan-gerakan oposisi banyak menyedot kekuatan pemerintah.
·         Hidup mewah dilingkungan istana, sehingga anak-anak khlaifah tidakk sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka diwarisi kekuasaan.
Munculnya kekuatan baru yagn dipelopori oleh keturunan al-Abbas ibn Abd Al Muthalib. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari bani Hasyim dan golongan Syi’ah, dan kaum mawalli merasa dikelasduakan oleh pemerintah bani Umayyah
2.      Defenisi dari Bani Umayyah
Umaayyah adalah daulah yang pertama kali memperkenalkan system administrasi barat dalam dunia pemerintahan Islam
3.        4 departemen pada masa pemerintahan Abdul Malik
Jawabannya: Empat departemen pokok tersebut
·         Kementrian pakjak tanah, tugasnya mengawasi departemen keuangan.
·         Kementrian Khatam, yang bertugas merancang dan mengesahkan ordonansi pemerintah.
·         Kementrian surat-menyurat, dipercayakn untuk mengontrol pemasalahn di daerah-daerah dan semkua komunikasi dari Gubernur-gubernur.
·         Kementrian urusan perpajakan.

4   system pemerintahan Dinasti  Umayyah
Jawabannya: Pergantian pemerintahan pada Muawiyyah mengakhiri system pemerintahan Demokrasi Syoro, pemerintahan menjadi monarki Heridetis/monarki Absolut. Penggantian khalifah seperti ini dimulai dari sikap Muawiyyah yang mengangkat anaknya, Yazid sebagai putra mahkota.
5.    Kapankah terjadinya  masa kejayaan Umayyah ?
Jawabannya: Kaejayaan Umayyah dimulai pada masa pemerintahn Abdul Malik. Ia dianggap sebagai pendiri daulah Umayyah kedua, karena dapat mencegah disintegrasi yang telah terjadi sejak masa Marawan.

PERANG SALIB
1.      Apa itu perang salib? Dan apa  ide dari perang salib itu ?
Perang salib adalah perang yang di gencarkan orang-orang kristiani dibarat untuk membahaskan tanah tempat yesus hidup dan wafat dari kekuasaan islam.
Ide perang salib adalah perkembangan yang terjadi di Eropa Barat sebelumnya pada abad pertengahan, selain itu juga menurunya pengaruh kekaisaran Byzantium di timur yang disebabkan oleh gelombang baru serangan muslim Turki.

2.      factor terjadinya perang salib
a.       Faktor agama.
b.      Faktor politik.
c.       Faktor Sosial ekonomi.

3.   Perang salib periode pertama
Perang salib pertama pada musim semi tahun 1095M, 1500 orang eropa, sebagian besar bangsa perancis dan norman, berangkat menuju konstantinopel, kemudian ke Palestina. Tentara salib saat itu dipimpin oleh Godfrey,Bohemond, dan Raymond ini memperoleh kemenangan besar. Pada tahun yang sama mereka dapat menguasai bahasa Turki=iznk adalah sebuah kota yang sekarang terletak di Negara Turki. Mereka juga berhasil menduduki bait Al-Maqdis (15 Juli 1095 M).

4.   Perang salib periode kedua
Perang salib kedua dipimpin oleh Paus Eungenius III, dan merupakan perang salib pertama yang dipimpin oleh raja-raja Eropa, seperti Louis VII dari Perancis dan Condrad III dari Jerman, dengan bantuan dari bangsawan-bangsawan Eropa penting lainnya. Louis, Condrad, dan pasukannya berhasil mencapai Yerussalem dan melancarkan serangan yang “keliru” ke Damaskus pada tahun 1148. Perang salib di timur mencapai kemenangan. Tentara salib yang mampu menggapai kemenangan adalah gabungan tentara salib Flandria, Frisia,Normandia, Inggris,Skotlandia,dab Jerman. Mereka berlayar ke tanah suci. Ditengah perjalanan, tentara tersebut berhenti dan membantu bangsa Portugis merebut Lisboa tahun 1147. Sementara itu, perang salib utara dikobarkan sebagai upaya untuk mengubah orang-orang yang manganut paganism menjadi beriman Kristen, dan mereka harus berjuang selama berabad- abad.

5.   Perang salib periode ketiga
Perang salib periode ketiga di pimpin oleh Frederick II (26 des 1194-13 des 1250), adalah salah satu yang paling kuat kaisar Romawi suci pada abad pertengahan dan kepala rumah Hohenstaufen. Ambisi politikdan budaya, yang berbasis di sisilia dan peregangan melalui italia ke jerman, dan bahkan ke Yerussalem. Namun, musuh-musuhnya terutama para pemenang, dan dinastinya runtuh segera setelah kematiannya. Pada tahun 1213M, mereka berhasil melalui dimyat. Raja Mesir pada waktu itu adalah Malik Al kamil membuat perjanjian dengan Federick, isinya antara lain: Federick bersedia melepaskan Dimyat, sementara kerajaan Mesir melepaskan Palestina. Pada perkembangannya Palestina berhasil direbut oleh kaum muslimin pada tahun 1247M.

PENYERBUAN KRISTEN DI SPANYOL (ANDALUSIA)
1.   yang menyebabkan   penyerbuan Kristen dispanyol
Awal mula penyebab terjadinya penyerbuan umat Kristen ke spanyol karena mereka ingin membebaskan kota-kota suci dari tangan –tangan islam, yang terjadi pada perang salib, yang pada masa itu kurang lebih 8 abad kejayaan di spanyol sehingga umat Kristen ingin mengusir umat islam dari spanyol dengan memerangi umat islam.

2.    Pengaruh islam di spanyol
Spanyol merupakan tempat yang paling utama bagi eropa dalam menyerap peradaban islam, baik dalam bentuk hubungan politik, sosial maupun perekonomian dan peradaban abtar Negara. Eksistentsi perkembangan ilmu yang dikembangkan oleh peradaban spanyol islam, mereka dapat melakukan ijtihad keilmuan.

3.       faktor penyebab kemunduran islam di spanyol
a.       Adanya konflik islam dengan Kristen.
b.      Tidak adanya ideologi pemersatu.
c.       Kesulitan ekonomi.
d.      Tidak jelasnya sistem peralihan kekuasaan.
e.        Keterpencilan.

4.    Masuk dan berkembangnya islam di spanyol
Berawal dari Abdur Rahman I yang berhasil melakukan perjalanan menuju Palestina, Mesir, Afrika Utara, dan akhirnya masuk ke Andalusia( Spanyol) yang kemudian tahun 138H/755M didirikanlah kerajaan baru di negeri itu. Abdur Rahman I merupakan anggota keluarga Bani Umayyah yang berhasil lolos dari penyerbuan Bani Abbasiyah. Sejak kepemimpinan beliau, rakyat spanyol hidup tentram sampai kepemerintahan Khalifah Abdur Rahman III bahkan umat islam Spanyol pada masa ini mencapai punjak kemajuan dan kejayaan menyaingi kejayaan daulat Abbasiyah di Baghdad.

5.      Setelah umat islam Kristen berhasil memerangi bagaimana keadaan umat islam di Spanyol
Setelah terjadi perang salib atas reaksi Kristen terhadap umat islam, selanjutnya perpecahan pemerintahan islam di Spanyol pada tahun 1492 seluruh spanyol resmi jatuh ke tangan Kristen. Dan akhirnya pada thun1556 penguasa Kristen melarang  pakaian Arab dan bahkan bahasa Arab dan orang islam berada dan dipergunakan di seluruh wilayah Spanyol.

29.Penyerbuan Bangsa Mongol di Baghdad
1.  Apakah dampak negative yang terjadi pada kota Baghdad setelah jatuh ketangan bangsa mongol pada tahun 1258 M?
Jawabannya: dampak negatifnya yakni bangsa mongol bukan saja mengakhiri khilafah Abbasiyah disana, tetapi juga merupakan awal dari kemunduran politik dan peradaban islam karena Baghdad sebagai pusat kebudayaan dan peradaban islam yang sangat kaya dengan khazanah ilmu pengetahuan.
2.  Terjadinya masa keemasan kota Baghdad
Jawabannya: Masa keemasan kota Baghdad terjadi pada zaman pemerintahan  khalifah Harun Ar Rasyid (786 -809 M) dan anaknya Al Ma’mun (813-833 M) Baghdad ketika itu menjadi pusat peradaban dan kebudayaan yang tertinggi di dunia dalam bidang ilmu pengetahuan dan sastra berkembang pesat.
3.   Asal usul Bangsa Mongol?
Jawabannya: Bangsa Mongol berasal dari daerah pegunungan Mongolia yang membentang dai Asia Tengah sampai ke Siberia utara, Tibet selatan dan Manchuria Barat serta Turkistan Timur. Nenek moyang mereka bernama Alanja Khan yang mempunyai 2 putera kembar Tartar dan Mongol.Kedua putera itu melahirkan 2 suku bangsa besar Mongol dan Tartar.

Organisasi-Organisasi Islam di Indonesia

1.      Nama-nama organisasi islam yang berkembang di Indonesia antara lain:
a.       Serikat Dagang Islam (SDI)
b.      Serikat Islam (SI)
c.       Partai Serikat Islam (PSI)
d.      Muhammadiyah
e.       Persatuan Islam (PI)
f.       Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA)
g.      Persatuan Muslim Indonesia (PERMI)
h.      Partai Islam Indonesia (PII)

2.      Penyebab lahirnya organisasi-organisasi islam lebih banyak karena didorong oleh tumbuhnya sikap patriotisme,dan rasa nasionalisme serta sebagai respon terhadap kepincangan-kepincangan dikemunduran total sebagai akibat ekploitasi politik pemerintah colonial belanda. Langkah pertama diwujudkan dala bentuk kesadaran berorganisasi
Meskipun banyak cara yang ditempuh oleh pemerintah colonial belanda untuk membendung pergolakan rakyat Indonesia melalui dunia pendidikan, namun tidak banyak membawa hasil, bahkan berakibat sebaliknya, yaitu semakin menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan rasa nasionalisme dikalangan rakyat dengan malalui pendidikan. Dengan sendirinya kesadaran berorganisasi yang dijiwai oleh perasaan nasionalisme yang tinggi, menimbulkan perkembangan dan era baru dilapangan pendidikan dan pengajaran.
3.      Nahdatul ulama didirikan pada tanggal 16 Rajab 1344 H (33 januari 1926 M) di Surabaya, pembangunannya ialah Alim Ulama dari Tiap-tiap daerah di jawa timur. Diantaranya:
·         KH. Hasyim  Asy’ari  Tebuireng
·          KH. Abdul wahab Abdullah
·          KH Bisri jombang
·         KH Ridwan semarang
·          KH. Nawawi Pasuruan
·          KH. R. Asnawi kudusKH. R. Hambali kudus
·          K. Nakhrawi Malang
·          KH. Doromuntaha Bangkalan
·         KH. M. Alwi Abdul Aziz, dan lain-lain
 Langkah yang diambil Muhammadiyah antara lain,
·         memperteguh iman, menggembirakan dan memperkuat ibadah, serta mempertinggi akhlak;
·          mempergiat dan memperdalam penyelidikan ilmu agama Islam untuk mendapatkan kemurniannya;
·          memajukan dan memperbarui pendidikan, pengajaran dan kebudayaan serta memperluas ilmu pengetahuan menurut tuntunan Islam;
·         menggiatkan dan menggembirakan dakwah Islam serta amar ma’ruf nahi munkar;
·         mendirikan, menggembirakan dan memelihara tempat ibadah dan wakaf;
·          membimbing kaum wanita ke arah kesadaran beragama dan berorganisasi;
·         membimbing para pemuda agar menjadi orang Islam berarti;
·          membimbing ke arah kehidupan dan penghidupan sesuai dengan ajaran Islam;
·         menggerakkan dan menumbuhkan rasa tolong menolong dalam kebajikan takwa;
·         menanam kesadaran agar tuntunan dan peraturan Islam berlaku dalam masyarakat
5.      tujuannya didirikan serikat dagang islam adalah;
a.       MamajukanPerdagangan,Pendidikan dan Kesejahteraan.
b.      Mengusahakan hidup menurut perintah Agama Islam
c.        Mempertebal rasa persaudaraan dikalangan anggota
d.      bekerja sama dengan perkumpulan-perkumpulan Islam yang sepaham

 ISTRI-ISTRI RASULULLAH
kemukakan alasan rasulullah dalam berpoligami
v  Agar mereka masuk islam
v  Agar para istrinya menerangkan permasalahan beliau kepada orang lain
v  Karena Rasulullah SAW ingin melindungi dan mengurangi beban para istrinya
v  Karena Rasulullah ingin menghibur para istri istri sahabatnya yang ditinggal mati oleh suami mereka.
Nama istrinya serta latarbelakangnya yaitu Khadijah binti khuwalid, latar belakangnya berasal dari lingkungan keluarga suku Quraisy yang terhormat. Lahir 15 tahun sebelum tahun gajah. Ia menikah pertama kali dengan Abu Halah Al-Tamimi, pedagang kaya, kemudian wafat dengan meninggalkan warisan cukup banyak. Kemudian ia menikah lagi dengan Atik bi Aiz suami keduanya ini juga wafat dengan meninggalkan harta yang banyak, sehingga khadijah menjadi orang yang terkaya dan terpandang dikalangan suku Quraisy.
yang melatarbelakangi rasulullah menikah dengan mayoritas janda?Rasulullah menikahi wanita yang mayoritas janda untuk menangkat martabat wanita, dan menjaga kehormatannya.
Nama-nama istri rasulullah adalah: 1. Khadijah binti Khawalid, 2. Saudah binti Juma’ah Ra, 3. Aisyah Binti Abu Bakar, 4. Hafsah binti Umar bin Khattab, 5. Zainab Binti Khuzaimah, 6. Ummu Salamah, 7. Zainab Binti Zahsy ra, 8. Juwairiyah Binti Al-Harits ra 9. Ummu Habibah Ra, 10. Shofiyah Binti Huyay Al- Ahkhob Ra, 11. Maimunah binti Al- Harits Ra.
 Rasulullah menikahi wanita yang masih belia adalah Aisyah binti Abu Bakar.

Kerajaan-Kerajaan Besar Islam Di Nusantara
1.      Kerajaan islam di Indonesia:
a.       Kerajaan Samudra Pasai
b.       Kerajaan Aceh Kerajaan
c.        Demak Kerajaaan  Mataram Islam
d.      Kerajaan Cirebon
e.        Kerajaan Banten
f.       Kerajaan Makassar
g.       Kerajaan Ternate dan Tidore        
2.      Kerajaan Samudra Pasai terletak di sebelah utara Perlak di daerah Lhokseumawe (sekarang pantai timur Aceh). Kerajaan Samudra Pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Nusantara dan berdiri pada abad ke- 13 M. Wilayahnya strategis karena menghadap Selat Malaka. Awal berdirinya kerajaan Samudra Pasai diketahui dari batu nisan makam raja Malik al-Saleh yang wafat tahun 1297 M. Diperkirakan bahwa Sultan Malik al-Saleh (1290-1297) merupakan pendiri dan raja pertama kerajaan Samudra Pasai. Setelah Malik al-Saleh wafat, kerajaan Samudra Pasai dilanjutkan oleh Sultan Muhammad Malik al-Taher (1297 – 1326 M), Sultan Ahmad dan Sultan Zainal Abidin.   Menurut beberapa sumber sejarah, banyak pedagang dari berbagai negara berlabuh di Pelabuhan Pasai
3.      Dengan  adanya kerajaan-kerajaan yang timbul membuat masyarakat menjadi terpecah belah, karena masing-masing dari kerajaan memiliki misi yang berbeda untuk setiap kerajaannya,akan tetapi selain itu dengan adanya kerajaan ini mempermudah pengembangan perdagangan.
4.      Adapun hasil karya sultan agung adalah:
a.         Tahun 1833 M, Sultan Agung menciptakan Tarikh Jawa Islam yang dimulai 1 Muharam 1043 H.
b.        Mengarang buku ”sastra gending” yang berisi ajaran filsafat mengenai kesucian jiwa.
c.         Membuat buku undang-undang hukum pidana dan perdata yang diberi nama ”surya alam”.
5.       Raja-raja yang perna memerintah pada masa  samudra pasai adalah: a.
a.       Sultan Malik Al-saleh berusaha meletakkan dasar-dasar kekuasaan Islam dan berusaha mengembangkan kerajaannya antara lain melalui perdagangan dan memperkuat angkatan perang. Samudra Pasai berkembang menjadi negara maritim yang kuat di Selat Malaka
b.      .Sultan Muhammad (Sultan Malik al Tahir( I) yang memerintah sejak 1297-1326. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Perlak kemudian disatukan dengan Kerajaan Samudra Pasai.
c.        Sultan Malik al Tahir II (1326– 1348 M). Raja yang bernama asli Ahmad ini sangat teguh memegang ajaran Islam dan aktif menyiarkan Islam ke negeri-negeri sekitarnya. Akibatnya, Samudra Pasai berkembang sebagai pusat penyebaran Islam. Pada masa pemerintahannya, Samudra Pasai memiliki armada laut yang kuat sehingga para pedagang merasa aman singgah dan berdagang di sekitar Samudra Pasai.
Haji wada’ dikenal juga dengan nama haji perpisahan.
Isi utama khutbah Rasulluah Saw. pada haji wada’
Pesan pokok dari Rasulluah Saw yaitu mendirikan dan memelihara shalat juga berpedoman hidup pada Al-qur’an dan As-Sunnah. Dalam khutbahbya Rasulluah juga menetapkan Mekkah dan Madinah sebagai tanah suci. Menurut beliau, dengan sucinya tempat ini, maka orang-orang yang berada diwilayah ini harus senantiasa dalam keadaan suci dari segala perbuatan. 

Manfaat haji
Manfaat yang tidak hanya terbatas pada manfaat keagamaan dan keimanan tetapi juga manfaat keduniaan dan materi. dalam  haji Allah membolehkan jemaah haji dalam menggabungkan tujuan akhirat dan kepentingan duniawi.

Bagian 2
Ciri pokok pembinaan pendidikan  Periode kota Makkah:
Pokok pembinaan pendidikan islam di kota Makkah adalah pendidikan tauhid, titik beratnya adalah menanamkan nilai-nilai tauhid ke dalam jiwa setiap individu muslim, agar jiwa mereka terpancar sinar tauhid dan tercermin dalam perbuatan dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri pokok pembinaan pendidikan pendidikan Periode kota Madinah:
Pokok pembinaan pendidikan islam di kota Madinah dapat dikatakan sebagai pendidikan sosial dan politik. Yang merupakan kelanjutan dari pendidikan tauhid di Makkah, yaitu pembinaan di bidang pendidikan sosial dan politik agar dijiwai oleh ajaran , merupakan cermin dan pantulan sinar tauhid tersebut.


Alasan dipilihnya khulafaur rasyidin sebagai pengganti rasulullah
 Karena empat orang khalifah pertama agama Islam, yang dipercaya oleh umat Islam sebagai penerus kepemimpinan Nabi Muhammad setelah ia wafat. Empat orang tersebut adalah para sahabat dekat Muhammad yang tercatat paling dekat dan paling dikenal dalam membela ajaran yang dibawanya di saat masa kerasulan Muhammad. Keempat khalifah tersebut dipilih bukan berdasarkan keturunannya, melainkan berdasarkan konsensus bersama umat Islam.


Sistem pemerintahan Dinasti Bani Umayyah diadopsi dari kerangka pemerintahan Bizantium, dimana ia menghapus sistem tradisional yang cenderung pada kesukuan. Pemilihan khalifah dilakukan dengan sistem turun temurun atau kerajaan, hal ini dimulai oleh Umayyah ketika menunjuk anaknya Yazid untuk meneruskan pemerintahan yang dipimpinnya pada tahun 679 M.

faktor-faktor yang melatarbelakangi timbulnya konflik antara umat Islam dengan bangsa Romawi
factor-faktor tersebut adalah karena: pertama, bangsa Romawi dan Persia tidak menaruh hormat terhadap maksud baik islam; kedua, semenjak Islam masih lemah, Romawi dan Persia selalu berusaha menghancurkan Islam; ketiga, bangsa Romawi dan Persia bersikap ceroboh menghasut suku-suku badui untuk menentang pemerintahan Islam dan mendukung musuh-musuh Islam; dan kelima,letak geografis kekuasaan Romawi dan Persia sangat strategis untuk kepentingan keamanan dan pertahanan islam.

Faktor yang mendukung islam atas penguasaan spanyol adalah:
a.      sikap penguasa Ghotic yang tidak toleran terhadap aliran agama yang   berkembang pada saat itu
b.      Perselisihan antara Raja Roderick dengan Witiza
c.      Tentara Roderick tidak mempunyai semangat perang.


Pada masa pemerintahan dinasti Abbasiyah terjadi Islamisasi Masyarakat secara besaran Sebanyak 5.000 orang Kristen Banu Tanukh didekat Alleppo mengikuti perintah khalifah Al-Mahdi untuk masuk Islam. Proses konversi secara normal berjalan lebih gradual, damai, dan bersifat pasti.