Mensinergikan
iman dalam puasa untuk mencapai takwa
Oleh :Yusup,S Pd MM
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ
عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ
الْقِيَامَةِ.
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا
اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ
مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا
رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا
وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ
تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا
قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ
وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. أَمَّابَعْدُ؛
M} يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ
عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ
مِن قَبْلِكُمْ
لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ {183}
Wahai orang yang
beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaiman diwajibkan orang –orang
sebelumkamu mudeah-mudahan kamu bertakwa
Hadrin sidang sholat jum’at
Rokhimakumullah
Marilah
kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Illahi Robi yang mana telah memberikan
kita nikmat,diantaranya nikmat iman nikmat islam dan nikmat yang tidak kalah
pentingnya ialah nikmat sehat,sholawat dan salam marilah kita sampaikan pada
junjungan kita Nabi Muhammad SAW ,selaku khotib saya berpesan pada diri saya
dan hadirin sekalian marilah kita tingkatkan ketaqwaan pada Allah SWT
Hadirin sidang sholat Jumat
Rokhimakumullah
Pada bulan Ramadhan ini juga Allah SWT menurunkan Alquran yang menjadi
petunjuk bagi umat manusia, dan terutama bagi orang-orang yang bertakwa. Yakni,
orang-orang senantiasa menginginkan hidupnya dapat meraih kebahagiaan dan
kesuksesan hakiki, baik didunia maupun diakhirat.Sungguh merupakan sebuah
kenikmatan yang sangat luar biasa, karena saat kita mulai memasuki dan berada
di bulan Ramadhan 1437 H. Bulan yang penuh dengan keberkahan, ampunan, rahmat
dan kasih sayang Allah SWT. Di bulan ini pula, Allah SWT mewajibkan kepada
seluruh orang yang beriman, untuk melaksanakan ibadah shaum (puasa), dengan
tujuan untuk membentuk pribadi Muslim yang bertakwa.
Hadirin sidang sholat Jumat
Rokhimakumullah marilah kita perhatikan surat albaqoroh ayat 183
} يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ
مِن قَبْلِكُمْ
لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ {183}
Wahai orang yang
beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaiman diwajibkan orang –orang
sebelumkamu mudeah-mudahan kamu bertakwa (Al baqoroh ayat 183)
Kata a manuu yang merupakan kata kerja diawali dengan isim mausul amanu
artinya orang yang mesinergikan atau memfungsikan imannya sehingga ia
mendapatkan takwa (terpelihara dari dosa) ,dengan demikian pada saat bulan
puasa yang lalu dan 11 bulan berikutnya kita buktikan iman kita saat bekerja , saat
kegiatan kehidupan apapun maka takwa itu menjadi refleksi sikap yang pasti
terbentuk, selanjutnya kalimat yang Allah sambungkan dalam surat Al baqoroh
ayat 183 itu adalah la a la kum tat taquun
artinya mudah-mudahan atau agar kamu bertaqwa jadi disini ga ada jaminan orang
yang puasa akan menjadi takwa jika ia
tidak mensinergikan imannya itu dalam ibadah sahum kedalam kehidupan
keseharian,.lalu bagaimana kata “amanuu” dapat berfungsi ? ,dan bagaimana
konkritnya ?
Hadirin sidang sholat Jumat
Rokhimakumullah
Pertama
:
Seseorang yang bertaqwa harus
membina dirinya rajin ibadah,karena apa kita harus melakukan ini karea orang yang bertaqwa adalah orang selalu mmohon petunjuk dan allah selalu menjawab permohonan kita dengan memberikan petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa sebagaimana tertulis dalam surat Albaqoroh ayat 2-3
} ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ ِفيهِ هُدَى لِلْمُتَّقِينَ {2}
الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا ْ
{3}رَزَقْنَاهُم يُنْفِقُونَ
Kitab (al-Qur'an) ini
tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (QS. 2:2)
(yaitu) mereka yang
beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian
rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, (QS. 2:3)
Dan bersegeralah kamu
kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seeluas langit dan
bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (QS. 3:133)
Hadirin sidang sholat Jumat
Rokhimakumullah
Kedua
:
Seseorang yang bertaqwa harus membia dirinya menjadi orang yang jujur
Ibadah puasa adalah ibadah sir artinya orang yang berniat ingin berbohong saat mislakan saat berwudlu ia menegukan air wudlu maka orang yang berada disebelahnya tidak akan tahu tetapi ia tidak mau melakukan itu karena ia merasakan Allah pasti tahu ia
berpuasa padahal jika ia tidak berpuasa bisa ia lakukan orang lain tak akan tahu tetapi
ia tak melakukan itu ini artinya ia ikhsan ia meyakini Allah melihatnya inilah
dasyatnya puasa,Cuma persoalannya sekarang ini banyak orang yag tidak mensinergikan imannya itu
bahwa ia dilihat Allah saat bekerja,sat melakukan kegiatan-kegiatan hidup ia tidak melibatkan Allah dlam bekerja sehigga sering tidak jujur,sering serakah,sering diskriminasi,dan tidak adil ,sama halnya sodakoh bagaiman mungkin
menurut akal manusia orang miskin yang kita berikan sodakoh itu mendoakan kita
agar banyak rezeki ? padahal ia miskin kenapa dia saja yang memohon agar diberikan rezeki oleh Allah,tetapi malah mendoakan kita supaya banyak
rezeki ,tetapi apah yang terjadi teryata do’anya itu benar2 dikabulkan Allah,karena di dalam tubuh orang-orang duafa ada Allah yang melihat kita inilahdahsyat sodaqoh .
Hadirin sidang sholat Jumat
Rokhimakumullah
Ketiga
:
Sesorang yang bertaqwa harus membina diriya menjadi orang yang professional
Wa qu li’ ma lu
fasaya yar Allahu walmukminuun bekerjalah kamu niscaya Allah Rosul dan orang
mukmin melihatmu.ayat ini dengan jelas Allah memberikan pesan bahwa bekerja itu
aallah yang mengawasinya,serta rosul dan orang-orang mukmin.artinya orang-orang
islam jika ia bekerja fungsi controlnya adalah Alqur’an dan sunnah (al Hadits)
tentunya ini sebuah aturan sisem hidup yang berupa barang dia bisa hidup jika
kita yang mensinergikannya itu jadi kita puya kendali hidup yang harus kita
rancang berdasarkan firman dan itu tadi.makany da’wah,pengajian,majlis harus
terus menerus di hidupkan,karena bekerja itu bertanggung jawab secara moril kepada Allah SWT bukan kepada manusia.pertanggungjawaba pekerjaan kita kepada pimpinan hanya sebatas pertanggungjawaban secara adminstrasi,tetapi pertanggungjawaban pekerjaan kita secra moral bertanggug jawab kepda allah SWT
Hadirin sidang sholat Jumat
Rokhimakumullah
Keempat :
Sesorang yang bertaqwa harus menjadi pemimpin yang adil
}* إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ أَن
تُؤَدُّوا اْلأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ
تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللهَ كَانَ
سَمِيعًا بَصِيرًا {58}
Sesungguhnya Allah
menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh
kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan
adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu.
Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. 4:58)
Hadirin sidang sholat Jumat
Rokhimakumullah
Kelima
:
Sesorang yang bertaqwa harus berupaya menciptakan dirinya menjadi orang yang
bertanggung jawab, dalam Al Qur’an kata iman selalu bergandengan dengan kata
amal jadi orang yang beriman pasti bertanggung jawab dalam setiap pekerjaannya
orang bertanggung jawab dalam pekerjaannya dia belum beriman
Keenam
:
seseorang yang bertaqwa harus menciptakan dirinya menjadi orang yang sopan ramah dan berempati dalam
kehidupan social
(yaitu) orang-orang
yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan
orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah
menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. 3:134)
Hadirin sidang sholat Jumat
Rokhimakumullah
Ketujuh
:
Seseorag yang bertaqwa harus dapat membina dirinya menjadi orang yang tidak
serakah, sombong dan egois
Allah berfirman ”sembahlah
Allah dan janganlah kamu mempersekutukannya berbuat baiklah kepada kedua
orangtua,karib kerabat,tetangga dekat,tetangga yang jauh, teman ,anak yatim,
ibnu sabil ,fakir miskin dan hamba sahaya sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ
وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ
الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.
Khutbah kedua:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ
شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ
عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا
كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ
حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ
تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ
اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}. ثُمَّ اعْلَمُوْا
فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ:
{إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ
الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا
وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا
اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا
وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى
الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar