Jumat, 10 Juni 2016

Memfungsikan iman dalam puasa



Mensinergikan iman dalam puasa untuk mencapai takwa
Oleh :Yusup,S Pd MM
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. أَمَّابَعْدُ؛
M} يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ
 مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ {183}
Wahai orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaiman diwajibkan orang –orang sebelumkamu mudeah-mudahan kamu bertakwa


Hadrin sidang sholat jum’at Rokhimakumullah
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Illahi Robi yang mana telah memberikan kita nikmat,diantaranya nikmat iman nikmat islam dan nikmat yang tidak kalah pentingnya ialah nikmat sehat,sholawat dan salam marilah kita sampaikan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW ,selaku khotib saya berpesan pada diri saya dan hadirin sekalian marilah kita tingkatkan ketaqwaan pada Allah SWT
Hadirin sidang sholat Jumat Rokhimakumullah
Pada bulan Ramadhan ini juga Allah SWT menurunkan Alquran yang menjadi petunjuk bagi umat manusia, dan terutama bagi orang-orang yang bertakwa. Yakni, orang-orang senantiasa menginginkan hidupnya dapat meraih kebahagiaan dan kesuksesan hakiki, baik didunia maupun diakhirat.Sungguh merupakan sebuah kenikmatan yang sangat luar biasa, karena saat kita mulai memasuki dan berada di bulan Ramadhan 1437 H. Bulan yang penuh dengan keberkahan, ampunan, rahmat dan kasih sayang Allah SWT. Di bulan ini pula, Allah SWT mewajibkan kepada seluruh orang yang beriman, untuk melaksanakan ibadah shaum (puasa), dengan tujuan untuk membentuk pribadi Muslim yang bertakwa.

Hadirin sidang sholat Jumat Rokhimakumullah marilah kita perhatikan surat albaqoroh ayat 183
} يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ
 مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ {183}
Wahai orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaiman diwajibkan orang –orang sebelumkamu mudeah-mudahan kamu bertakwa (Al baqoroh ayat 183)
Kata a manuu yang merupakan kata kerja diawali dengan isim mausul amanu artinya orang yang mesinergikan atau memfungsikan imannya sehingga ia mendapatkan takwa (terpelihara dari dosa) ,dengan demikian pada saat bulan puasa yang lalu dan 11 bulan berikutnya kita buktikan iman kita saat bekerja , saat kegiatan kehidupan apapun maka takwa itu menjadi refleksi sikap yang pasti terbentuk, selanjutnya kalimat yang Allah sambungkan dalam surat Al baqoroh ayat 183 itu adalah  la a la kum tat taquun artinya mudah-mudahan atau agar kamu bertaqwa jadi disini ga ada jaminan orang yang puasa akan menjadi takwa  jika ia tidak mensinergikan imannya itu dalam ibadah sahum kedalam kehidupan keseharian,.lalu bagaimana kata “amanuu” dapat berfungsi ? ,dan bagaimana konkritnya ?
Hadirin sidang sholat Jumat Rokhimakumullah
Pertama :
Seseorang yang bertaqwa harus membina dirinya rajin ibadah,karena apa kita harus melakukan ini karea orang yang bertaqwa adalah orang selalu mmohon petunjuk dan allah selalu menjawab permohonan kita dengan memberikan petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa sebagaimana tertulis dalam surat Albaqoroh ayat 2-3
} ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ ِفيهِ هُدَى لِلْمُتَّقِينَ {2} الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا ْ  {3}رَزَقْنَاهُم يُنْفِقُونَ
Kitab (al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (QS. 2:2)
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, (QS. 2:3)

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seeluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (QS. 3:133)

Hadirin sidang sholat Jumat Rokhimakumullah
Kedua :  
Seseorang yang bertaqwa harus membia dirinya  menjadi orang yang jujur
Ibadah puasa adalah ibadah sir artinya orang yang berniat ingin berbohong saat mislakan saat berwudlu ia menegukan air wudlu maka orang yang berada disebelahnya tidak akan tahu tetapi ia tidak mau melakukan itu karena  ia merasakan Allah pasti tahu ia berpuasa padahal jika ia tidak berpuasa bisa ia lakukan orang lain tak akan tahu tetapi ia tak melakukan itu ini artinya ia ikhsan ia meyakini Allah melihatnya inilah dasyatnya puasa,Cuma persoalannya sekarang ini banyak orang yag tidak mensinergikan imannya itu bahwa ia dilihat Allah saat bekerja,sat melakukan kegiatan-kegiatan hidup ia tidak melibatkan Allah dlam bekerja sehigga sering tidak jujur,sering serakah,sering diskriminasi,dan tidak adil ,sama halnya sodakoh bagaiman mungkin menurut akal manusia orang miskin yang kita berikan sodakoh itu mendoakan kita agar banyak rezeki ? padahal ia miskin kenapa dia saja yang memohon agar diberikan rezeki oleh Allah,tetapi malah mendoakan kita supaya banyak rezeki ,tetapi apah yang terjadi  teryata do’anya itu benar2  dikabulkan Allah,karena di dalam tubuh orang-orang duafa ada Allah yang melihat kita inilahdahsyat sodaqoh .
Hadirin sidang sholat Jumat Rokhimakumullah
Ketiga :
Sesorang yang bertaqwa harus membina diriya menjadi orang yang professional
Wa qu li’ ma lu fasaya yar Allahu walmukminuun bekerjalah kamu niscaya Allah Rosul dan orang mukmin melihatmu.ayat ini dengan jelas Allah memberikan pesan bahwa bekerja itu aallah yang mengawasinya,serta rosul dan orang-orang mukmin.artinya orang-orang islam jika ia bekerja fungsi controlnya adalah Alqur’an dan sunnah (al Hadits) tentunya ini sebuah aturan sisem hidup yang berupa barang dia bisa hidup jika kita yang mensinergikannya itu jadi kita puya kendali hidup yang harus kita rancang berdasarkan firman dan itu tadi.makany da’wah,pengajian,majlis harus terus menerus di hidupkan,karena bekerja itu bertanggung jawab secara moril kepada Allah SWT bukan kepada manusia.pertanggungjawaba pekerjaan kita kepada pimpinan hanya sebatas pertanggungjawaban secara adminstrasi,tetapi pertanggungjawaban pekerjaan kita secra moral bertanggug jawab kepda allah SWT

Hadirin sidang sholat Jumat Rokhimakumullah
Keempat :
Sesorang yang bertaqwa harus menjadi pemimpin yang adil
}* إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا اْلأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا {58}
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. 4:58)

Hadirin sidang sholat Jumat Rokhimakumullah
Kelima :
Sesorang yang bertaqwa harus berupaya menciptakan dirinya menjadi orang yang bertanggung jawab, dalam Al Qur’an kata iman selalu bergandengan dengan kata amal jadi orang yang beriman pasti bertanggung jawab dalam setiap pekerjaannya orang bertanggung jawab dalam pekerjaannya dia belum beriman
Keenam :
seseorang yang bertaqwa harus menciptakan dirinya menjadi orang yang sopan ramah dan berempati dalam kehidupan social
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. 3:134)

Hadirin sidang sholat Jumat Rokhimakumullah
Ketujuh :
Seseorag yang bertaqwa harus dapat membina dirinya menjadi orang yang tidak serakah, sombong dan egois
Allah berfirman ”sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukannya berbuat baiklah kepada kedua orangtua,karib kerabat,tetangga dekat,tetangga yang jauh, teman ,anak yatim, ibnu sabil ,fakir miskin dan hamba sahaya sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.
Khutbah kedua:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}. ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar