PENENTU BUKAN PEMBANTU
Oleh :
YUSUP, S.Pd, MM.
Khutbah Pertama
Bismillaahirrahmaanirrahiim.Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ
عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ
الْقِيَامَةِ.
قَالَ تَعَالَى
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا
اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ
مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا
رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا
وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ
تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
بِسْمِ اللَّهِ
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
}
وَلاَتَدْعُ مَعَ اللهِ إِلَهاً ءَاخَرَ لآإِلَهَ إِلاَّ هُوَ كُلُّ شَىْءٍ
هَالِكٌ إِلاَّ وَجْهَهُ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ {88}
Hadirin sidang sholat
jum’at rokhimakumullah……..
Marilah kita panjatkan puji dan syukur
kehadirat Illahi Robi yang mana telah memberikan kita nikmat,diantaranya nikmat
iman, nikmat islam, dan nikmat yang tidak kalah pentingnya ialah nikmat
sehat,sholawat dan salam marilah kita sampaikan pada junjungan kita Nabi
Muhammad SAW ,selaku khotib saya berpesan pada diri saya dan hadirin sekalian
marilah kita tingkatkan ketakwaan pada Allah SWT
Hadirin sidang sholat
jum’at rokhimakumullah……..
Selayaknya Umat Islam
menjadi Penentu bukan Pembantu pada bangsa ini demikianlah Pesan singkat Buya
Prof.Dr Syafii Maarif, Umat Islam sebagai Pembantu yaitu membantu Pememrintah
dalam membangun bangsa seperti mencerdaskan bangsa dengan cara membangun
Sekolah- sekolah swasta mulai dari Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi,membangun
Rumah Sakit,Klinik,lembaga informasi ,dan lembaga-lembaga swasta lainnya,berbeda
dengan posisi umat islam sebagai Penentu maka umat islamlah yang mennetukan
arah pembangunan bangsa melalui tokoh-tokohnya di Parlemen, di Pemerintahan,
dan di lembaga yudikatif, sebagai penentu umat islamlah yang menjadi pemain
bukan penonton sehingga tokoh islam di dewan menentukan kebijakan pendidikan
membangun rukh ketuhanan menurut persi ajaran islam,umat Islam melalui
tokoh-tokohnya menentukan kebijakan politik sehingga melahirkan
pemimpin-pemimpin muslim yang kaafah (totalitas keislamannya tidak hanya islam
pribadinya tetapi semua kebijakan menentukan kebijakan politik,ekonomi,mental,pendidikan,budaya,perdagangan
SDA,SDM,dll).Umat turut serta memerdekan dan mendirikan bangsa ini,mulai dari
Mendirikan Pererakan Nasional,merumuskan dasar negara,hingga menentukan Siapa
pemimpin-pemimpin di Negara Republik Indonesia mengapa sekarang umat islam
hanya menjadi penonton bukan penuntun,sejatinya umat Islam menjadi Penentu
bukan Pembantu
Marilah kita
perhatikan surat Al Qasas(28) ayat 88
} وَلاَتَدْعُ مَعَ اللهِ إِلَهاً
ءَاخَرَ لآإِلَهَ إِلاَّ هُوَ كُلُّ شَىْءٍ هَالِكٌ إِلاَّ وَجْهَهُ لَهُ
الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ {88}
Janganlah kamu sembah
di samping (menyembah) Allah, ilah-ilah apapun yang lain.Tidak ada Ilah (yang
berhak disembah) melainkan Dia.Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali
Allah.Bagi-Nyalah segala penentuan,
dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan (QS. 28:88)
Hadirin sidang sholat
jum’at rokhimakumullah……..
Apabila
umat islam sebagai pembantu maka umat islam hanya menjadi pecundang Jika selalu
ingin dibantu,maka umat islam selalu mengandalkan profosal dalam membangun
apapun sehingga posisi berada dibawah tangan pemberi,bukan diatas tangan
memberi dan tidak mempunyai daya tawar yang kuat,seorang pembantu itu sangat
setia dengan majikannya,bahkan bila dia disakiti dia ingin melakukan perlawanan
dia tidak punya potensi,dia tidak punya modal untuk melawan,Lihatlah kemunkaran
yang mendera pada bangsa ini kita tak punya kemampuan apa-apa untuk melawannya
dalam posisi sebagai pembantu,khotib mengajak marilah kita perhatikan kondisi
bangsa sekarang ini : PHK buruh yang semakin masif sehingga jumlah penangguran
semakin banyak bukankah mayoritas mereka adalah umat islam,partai yang
mengklaim visinya adalah partai wong cilik malah menjadi biang keladi maraknya
PHK,outcorsing tenaga kerja bagaikan hewan yang diperas tenaganya hanya karena dalam
hitungan bulan melalui cara system outcorsing dia harus menganggur lagi, karena
kontraknya habis bekerja dianhantui PHK bagaimana hidup bisa tenang di Indonesia
system outcoursing sungguh sangat dzolim ,coba kalau kita umat islam yang di
posisi penentu bukankah bisa kita melindungi mereka dengan upaya padat karya
sehingga mereka tak menganggur,Nilai tukar rupiah yang semakin rendah tak
pernah ada nilai tukar rupiah serendah ini kecuali di zaman ini,ternyata da’wah
kita belum menyentuh persoalan-persoalan yang mendera umat kita, katanya kita
bersaudara bagaikan satu tubuh ada bagian tubuh yang satu sakit maka bagian
tubuh yang lainnya ikut merasakan,sejatinya kita menjadi “Penentu bukan Pembantu” kenyataannya kita hanya menjadi pembantu,umat
islam hanya menjadi skrup pemerintah yang hanya menjadi pembantu turut serta
melegalkan menderitakan rakyat kita
hanya menjadi pecundang hanya karena profosal kita dikabulkan kita tak berani
mencegah kemunkaran yang dilakukan pemerintah. marilah kita lihat ketika sang
tokoh reformasi meruntuhkan rezim orde baru ,sang tokoh reformasi sangat
didukung oleh rakyatnya artinya umat islam mendukung penuh,tetapi ketika sang
tokoh reformasi ikut kontes pilpres( pemilihan Presiden) umat islam tak
mendukung malah mereka mendukung tokoh lain yang membela kaum kafitalis menjadi
presiden dan mencari kesalahan-kesalahan kecil sang tokoh reformasi untuk tidak
dipilih.bukankah kejadian-kejadian tersebut sering terjadi pada kehidupan yang
dekat dengan kehidupan kita seseorang yang berjuang untuk islam,kader islam
yang berjuang tak pernah dijadikan penentu tetapi malah dijadikan pembantu
Hadirin sidang sholat
jum’at rokhimakumullah……..
Bagaimana sejatinya
kita harus berbuat agar umat islam ini kuat
Yang
pertama : kita harus mendelegasikan kader – kader/tokoh-tokoh islam pada setiap
lini kehidupan yang vital
mengapa demikian ? karena kelompok kekuatan kemunkaran mengorganisir
kemunkarannya pada setiap lini kehidupan jadi kemunkaran yang terorganisir
harus dilawan dengan kebaikan yang terorganisir, karena yahudi punya konsep dia
harus masuk konsepnya dimanapun dia berada walaupun ia komuitasnya kecil
seperti bangsa israil yang tidak punya tanah wilayah negara sekalipun tetapi
kekuasaannya merambah dunia.di Parlemen Amerika 2/3 nya adalah bangsa
israil,begitu juga di negara Inggris,Australia dan hampir dibanyak Negara
Israil memimpin peradaban,bahkan di Negara- Negara muslim ia turut campur dalam
menentukan pemimpin di sana dengan cara menentukan pemimpin yang dapat berpihak
kepadanya. Bila ada point-point kekuasaan semestinya diberikan pada kader-kader
islam yang berkwalitas bila perlu organisasilah yang membiayai biaya perjuangan
itu, bila ada point tokoh berpeluang memimpin dewan,bila ada peluang tokoh kita
memimpin pemerintahan,bila ada point tokoh kita memimpim amal usaha merekalah
orang-orang terbaik yang memimpin jika umat islam ini ingin kuat,dalam
kehidupan yang dekat kader-kader islam memimpin lembaga –lembaga seperti memimpin
Dinas,Dinas apapun,memimpin,memimpin perusahaan dan lembaga-lembaga lainnya,sehingga
umat islamlah yang menjadi contoh menentukan arah pendidikan di sebuah
kota,membela tenaga kerja,memberantas kemunkaran. bahkan tokoh islam yang berpeluang menjadi
ketua RT sekalipun umat islam mestinya punya kepedulian akan hal tersebut
Hadirin
sidang jum’at rokhimakumullah….
Yang
kedua Kita harus merubah pandangan dan menyamakan pandangan tanpa harus
kehilangan identitas seringkali kita terbentur pada persoalan-persoalan
dimana persoalan-persolan tersebut ditangani secara liar atau spontanitas tanpa
ada aturan yang digunakan sebagai pedoman,sehingga kita kehilangan jati diri
kita karena kita tidak konsisten mengikuti aturan.Contoh AlQuran dan Hadits
masih bersipat abstrak mengatur mengenai memilih pemimpin,lalu organisasi
membuat aturan dan prosedur berupa Qoidah tetapi di lapangan pasti ada
persoalan –persoalan yang tidak terakomodasi oleh Qoidah dan aturan secara
detil dan tepat oleh karena di akar rumput sering terjadi ada kesepakatan-kesepakatan
yang menguntungkan sekelompok orang. Diperparah dari sikap pemimpin yang tidak
tegas menentukan pemimpin tersebut .Pada bidang yang lain dalam berumah tangga
dalam kehidupanberjamaah,dalambidangekonomi,politik,,berbudaya,berdagang,berkesenian
semuanya sudah ada rambu-rambunya .hanya persoalannya di lapangan hal-hal
tersebut sering terjadi bentrok yang menimbulkan suasana tidak nyaman maka
khotib mengajak marilah kita ikat dengan silaturahmi yang kita buat dan kita
lembagakan secara rinci sampai urusan yang sekecil apapun hendak kita mencoba
mengaturnya dalam prilaku kita
Hadirin
sidang shiolat jum’at rokhimakumullah
Banyak
cara menuju syurga, namun di balik itu banyak jalan justru membawa manusia
menuju ke neraka. Niatnya baik, tapi cara atau metode dan prosedurnya salah,
niatnya mengajak orang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, tapi cara
yang digunakannya tidak prosedural
Seakan
syurga dia yang punya dan pihak lain yang tak sepaham dengannya masuk neraka
semuanya. Jadi kebenaran ada di tangannya sendiri, pihak lain yang sama-sama
muslim ketika berbeda pendapat dengannya justru dimaki-maki, dihina dijadikan
bahan gunjingan yang mengaksyikan,
Islam
adalah agama rakhmatan lil alamin, rakhmat bagi seluruh alam. Kalimat ini akan
menjadi boomerang manakala cara yang digunakan salah dan menafikan orang-orang
yang berkwalitas serta mengkafirkan pada sesama muslim yang tidak sepaham. Bila
cara ini terus berlanjut, pantas saja Islam tidak maju-maju, karena
ummatnya tak mau bersatu dan membatu ! umat sejatinya yang jadi penentu
bukan pembantu.
Yang
ketiga Kita harus membaca Peta umat Islam secara detil dan konkret
Sekali
lagi khotib tegaskan Islam adalah agama rakhmatan lil alamin, rakhmat bagi
seluruh alam.tak selayaknya dalam tubuh islam ada ekslusifisme dan konglomerasi.Ekslusifisme
artinya hanya orang-orang tertentulah yang bisa menjadi pemimpin yang bersikap
diskriminasi dan konglomerasi artinya hanya orang-orang tertentulah yang
mendapatkan point-point keuntungan. Hal ini akan menjadi boomerang manakala
kita tak menguasai umat islam secara konkret dan detil,artinya potensi jamaah
tidak terdata,tidak terakomodasi secara menyeluruh konkret,adil,merata dan
sejahtera jangan sampai terjadi siapa yang berjuang ? siapa yang dibuang ?
potensi umat kita punya data
ekonominya,kehidupannyadalamberkeluarga,bertetangga,pekerjaannya,kemampuannya,kekurangannya,ilmunya,pendidikannya,pemahaman
agamanya jangan sampai putus untaian
sejarah.bukankah Rosul di utus dari kaummu sendiri (Surat At taubah ayat 128)
artinya Rosul itu orang yang sudah dikenal sudah teruji kemampuannya,sudah
teruji kejujuranaya,dan sudah teruji pribadinya, lah kita menjadikan pemimpin
orang yang sangat menentukan kwalitas masyarakat adalah orang yang tidak
dikenal luas masyarakat,tidak menguasai medan wilayah tak mampu menggerakan
masa alamat akan rusak system,bagaimana dia bisa menentukan arah pembangunan
lah dia adalah pembantu yang selalu butuh bantuan,yang selalu setia pada
majikannya ibarat presiden yang yang menaikan harga BBM rakyat disuruh mengerti
bukan presiden yang berusaha mengerti rakyatnya, khotib mengajak pada dirinya
dan hadirin sekalian semoga kita dapat mengarahkan mata pedang,semoga kita
berada di jalan yang benar,semoga kita tidak salah menentukan kebijakan, semoga
kita tidak salah membantu,dan semoga kita ikhlas menerima pemberian Allah
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ
وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ
الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.
Khutbah kedua:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ
شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ
عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا
كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ
حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ
تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ
اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}. ثُمَّ اعْلَمُوْا
فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ:
{إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ
الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ،
وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،
إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا
اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا
آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ
أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ
الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar