Minggu, 06 September 2015

Penentu bukan Pembantu



PENENTU BUKAN PEMBANTU
Oleh : YUSUP, S.Pd, MM.
Khutbah Pertama
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. قَالَ تَعَالَى
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
} وَلاَتَدْعُ مَعَ اللهِ إِلَهاً ءَاخَرَ لآإِلَهَ إِلاَّ هُوَ كُلُّ شَىْءٍ هَالِكٌ إِلاَّ وَجْهَهُ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ {88}


Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Illahi Robi yang mana telah memberikan kita nikmat,diantaranya nikmat iman, nikmat islam, dan nikmat yang tidak kalah pentingnya ialah nikmat sehat,sholawat dan salam marilah kita sampaikan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW ,selaku khotib saya berpesan pada diri saya dan hadirin sekalian marilah kita tingkatkan ketakwaan pada Allah SWT
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Selayaknya Umat Islam menjadi Penentu bukan Pembantu pada bangsa ini demikianlah Pesan singkat Buya Prof.Dr Syafii Maarif, Umat Islam sebagai Pembantu yaitu membantu Pememrintah dalam membangun bangsa seperti mencerdaskan bangsa dengan cara membangun Sekolah- sekolah swasta mulai dari Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi,membangun Rumah Sakit,Klinik,lembaga informasi ,dan lembaga-lembaga swasta lainnya,berbeda dengan posisi umat islam sebagai Penentu maka umat islamlah yang mennetukan arah pembangunan bangsa melalui tokoh-tokohnya di Parlemen, di Pemerintahan, dan di lembaga yudikatif, sebagai penentu umat islamlah yang menjadi pemain bukan penonton sehingga tokoh islam di dewan menentukan kebijakan pendidikan membangun rukh ketuhanan menurut persi ajaran islam,umat Islam melalui tokoh-tokohnya menentukan kebijakan politik sehingga melahirkan pemimpin-pemimpin muslim yang kaafah (totalitas keislamannya tidak hanya islam pribadinya tetapi semua kebijakan menentukan kebijakan politik,ekonomi,mental,pendidikan,budaya,perdagangan SDA,SDM,dll).Umat turut serta memerdekan dan mendirikan bangsa ini,mulai dari Mendirikan Pererakan Nasional,merumuskan dasar negara,hingga menentukan Siapa pemimpin-pemimpin di Negara Republik Indonesia mengapa sekarang umat islam hanya menjadi penonton bukan penuntun,sejatinya umat Islam menjadi Penentu bukan Pembantu
Marilah kita perhatikan surat Al Qasas(28) ayat 88
} وَلاَتَدْعُ مَعَ اللهِ إِلَهاً ءَاخَرَ لآإِلَهَ إِلاَّ هُوَ كُلُّ شَىْءٍ هَالِكٌ إِلاَّ وَجْهَهُ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ {88}
Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, ilah-ilah apapun yang lain.Tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia.Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah.Bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan (QS. 28:88)

Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Apabila umat islam sebagai pembantu maka umat islam hanya menjadi pecundang Jika selalu ingin dibantu,maka umat islam selalu mengandalkan profosal dalam membangun apapun sehingga posisi berada dibawah tangan pemberi,bukan diatas tangan memberi dan tidak mempunyai daya tawar yang kuat,seorang pembantu itu sangat setia dengan majikannya,bahkan bila dia disakiti dia ingin melakukan perlawanan dia tidak punya potensi,dia tidak punya modal untuk melawan,Lihatlah kemunkaran yang mendera pada bangsa ini kita tak punya kemampuan apa-apa untuk melawannya dalam posisi sebagai pembantu,khotib mengajak marilah kita perhatikan kondisi bangsa sekarang ini : PHK buruh yang semakin masif sehingga jumlah penangguran semakin banyak bukankah mayoritas mereka adalah umat islam,partai yang mengklaim visinya adalah partai wong cilik malah menjadi biang keladi maraknya PHK,outcorsing tenaga kerja bagaikan hewan yang diperas tenaganya hanya karena dalam hitungan bulan melalui cara system outcorsing dia harus menganggur lagi, karena kontraknya habis bekerja dianhantui PHK bagaimana hidup bisa tenang di Indonesia system outcoursing sungguh sangat dzolim ,coba kalau kita umat islam yang di posisi penentu bukankah bisa kita melindungi mereka dengan upaya padat karya sehingga mereka tak menganggur,Nilai tukar rupiah yang semakin rendah tak pernah ada nilai tukar rupiah serendah ini kecuali di zaman ini,ternyata da’wah kita belum menyentuh persoalan-persoalan yang mendera umat kita, katanya kita bersaudara bagaikan satu tubuh ada bagian tubuh yang satu sakit maka bagian tubuh yang lainnya ikut merasakan,sejatinya kita menjadi “Penentu bukan Pembantu”   kenyataannya kita hanya menjadi pembantu,umat islam hanya menjadi skrup pemerintah yang hanya menjadi pembantu turut serta melegalkan  menderitakan rakyat kita hanya menjadi pecundang hanya karena profosal kita dikabulkan kita tak berani mencegah kemunkaran yang dilakukan pemerintah. marilah kita lihat ketika sang tokoh reformasi meruntuhkan rezim orde baru ,sang tokoh reformasi sangat didukung oleh rakyatnya artinya umat islam mendukung penuh,tetapi ketika sang tokoh reformasi ikut kontes pilpres( pemilihan Presiden) umat islam tak mendukung malah mereka mendukung tokoh lain yang membela kaum kafitalis menjadi presiden dan mencari kesalahan-kesalahan kecil sang tokoh reformasi untuk tidak dipilih.bukankah kejadian-kejadian tersebut sering terjadi pada kehidupan yang dekat dengan kehidupan kita seseorang yang berjuang untuk islam,kader islam yang berjuang tak pernah dijadikan penentu tetapi malah dijadikan pembantu
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Bagaimana sejatinya kita harus berbuat agar umat islam ini kuat
Yang pertama : kita harus mendelegasikan kader – kader/tokoh-tokoh islam pada setiap lini kehidupan yang vital  mengapa demikian ? karena kelompok kekuatan kemunkaran mengorganisir kemunkarannya pada setiap lini kehidupan jadi kemunkaran yang terorganisir harus dilawan dengan kebaikan yang terorganisir, karena yahudi punya konsep dia harus masuk konsepnya dimanapun dia berada walaupun ia komuitasnya kecil seperti bangsa israil yang tidak punya tanah wilayah negara sekalipun tetapi kekuasaannya merambah dunia.di Parlemen Amerika 2/3 nya adalah bangsa israil,begitu juga di negara Inggris,Australia dan hampir dibanyak Negara Israil memimpin peradaban,bahkan di Negara- Negara muslim ia turut campur dalam menentukan pemimpin di sana dengan cara menentukan pemimpin yang dapat berpihak kepadanya. Bila ada point-point kekuasaan semestinya diberikan pada kader-kader islam yang berkwalitas bila perlu organisasilah yang membiayai biaya perjuangan itu, bila ada point tokoh berpeluang memimpin dewan,bila ada peluang tokoh kita memimpin pemerintahan,bila ada point tokoh kita memimpim amal usaha merekalah orang-orang terbaik yang memimpin jika umat islam ini ingin kuat,dalam kehidupan yang dekat kader-kader islam memimpin lembaga –lembaga seperti memimpin Dinas,Dinas apapun,memimpin,memimpin perusahaan dan lembaga-lembaga lainnya,sehingga umat islamlah yang menjadi contoh menentukan arah pendidikan di sebuah kota,membela tenaga kerja,memberantas kemunkaran.  bahkan tokoh islam yang berpeluang menjadi ketua RT sekalipun umat islam mestinya punya kepedulian akan hal tersebut
Hadirin sidang jum’at rokhimakumullah….
Yang kedua Kita harus merubah pandangan dan menyamakan pandangan tanpa harus kehilangan identitas   seringkali kita terbentur pada persoalan-persoalan dimana persoalan-persolan tersebut ditangani secara liar atau spontanitas tanpa ada aturan yang digunakan sebagai pedoman,sehingga kita kehilangan jati diri kita karena kita tidak konsisten mengikuti aturan.Contoh AlQuran dan Hadits masih bersipat abstrak mengatur mengenai memilih pemimpin,lalu organisasi membuat aturan dan prosedur berupa Qoidah tetapi di lapangan pasti ada persoalan –persoalan yang tidak terakomodasi oleh Qoidah dan aturan secara detil dan tepat oleh karena di akar rumput sering terjadi ada kesepakatan-kesepakatan yang menguntungkan sekelompok orang. Diperparah dari sikap pemimpin yang tidak tegas menentukan pemimpin tersebut .Pada bidang yang lain dalam berumah tangga dalam kehidupanberjamaah,dalambidangekonomi,politik,,berbudaya,berdagang,berkesenian semuanya sudah ada rambu-rambunya .hanya persoalannya di lapangan hal-hal tersebut sering terjadi bentrok yang menimbulkan suasana tidak nyaman maka khotib mengajak marilah kita ikat dengan silaturahmi yang kita buat dan kita lembagakan secara rinci sampai urusan yang sekecil apapun hendak kita mencoba mengaturnya dalam prilaku kita
Hadirin sidang shiolat jum’at rokhimakumullah
Banyak cara menuju syurga, namun di balik itu banyak jalan justru membawa manusia menuju ke neraka. Niatnya baik, tapi cara atau metode dan prosedurnya salah, niatnya  mengajak orang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, tapi cara yang digunakannya tidak prosedural
Seakan syurga dia yang punya dan pihak lain yang tak sepaham dengannya masuk neraka semuanya. Jadi kebenaran ada di tangannya sendiri, pihak lain yang sama-sama muslim ketika berbeda pendapat dengannya justru dimaki-maki, dihina dijadikan bahan gunjingan yang mengaksyikan,
Islam adalah agama rakhmatan lil alamin, rakhmat bagi seluruh alam. Kalimat ini akan menjadi boomerang manakala cara yang digunakan salah dan menafikan orang-orang yang berkwalitas serta mengkafirkan pada sesama muslim yang tidak sepaham. Bila cara ini terus berlanjut, pantas saja Islam tidak maju-maju, karena ummatnya  tak mau bersatu dan membatu ! umat sejatinya yang jadi penentu bukan pembantu.
Yang ketiga Kita harus membaca Peta umat Islam secara detil dan konkret
Sekali lagi khotib tegaskan Islam adalah agama rakhmatan lil alamin, rakhmat bagi seluruh alam.tak selayaknya dalam tubuh islam ada ekslusifisme dan konglomerasi.Ekslusifisme artinya hanya orang-orang tertentulah yang bisa menjadi pemimpin yang bersikap diskriminasi dan konglomerasi artinya hanya orang-orang tertentulah yang mendapatkan point-point keuntungan. Hal ini akan menjadi boomerang manakala kita tak menguasai umat islam secara konkret dan detil,artinya potensi jamaah tidak terdata,tidak terakomodasi secara menyeluruh konkret,adil,merata dan sejahtera jangan sampai terjadi siapa yang berjuang ? siapa yang dibuang ? potensi umat kita punya data ekonominya,kehidupannyadalamberkeluarga,bertetangga,pekerjaannya,kemampuannya,kekurangannya,ilmunya,pendidikannya,pemahaman agamanya  jangan sampai putus untaian sejarah.bukankah Rosul di utus dari kaummu sendiri (Surat At taubah ayat 128) artinya Rosul itu orang yang sudah dikenal sudah teruji kemampuannya,sudah teruji kejujuranaya,dan sudah teruji pribadinya, lah kita menjadikan pemimpin orang yang sangat menentukan kwalitas masyarakat adalah orang yang tidak dikenal luas masyarakat,tidak menguasai medan wilayah tak mampu menggerakan masa alamat akan rusak system,bagaimana dia bisa menentukan arah pembangunan lah dia adalah pembantu yang selalu butuh bantuan,yang selalu setia pada majikannya ibarat presiden yang yang menaikan harga BBM rakyat disuruh mengerti bukan presiden yang berusaha mengerti rakyatnya, khotib mengajak pada dirinya dan hadirin sekalian semoga kita dapat mengarahkan mata pedang,semoga kita berada di jalan yang benar,semoga kita tidak salah menentukan kebijakan, semoga kita tidak salah membantu,dan semoga kita ikhlas menerima pemberian Allah

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.
Khutbah kedua:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}. ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar