YUSUP,S Pd MM
وَاعْبُدُوا اللهَ وَلاَتُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ
وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنبِ وَابْنِ
السَّبِيلِ وَمَامَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللهَ لاَيُحِبُّ مَن كَانَ
مُخْتَالاً فَخُورًا {36}
Sembahlah Allah dan
janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah
kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin,
tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba
sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan
membangga-banggakan diri. (QS. 4:36)
Untuk mencapai kebahagiaan hidup umat
manusia dalam kehidupannya,memerlukan daya tahan mental dan spiritual yang
disebut dengan akhlaq , baik di dunia maupun akhirat. Jika seseorang dapat
menjaga kualitas mu’amalah ma’allah ( Hubungan dengan Allah) dan mu’amallah
ma’annas ( Hubungan dengan sesama manusia) , insya Allah akan memperoleh
rida-Nya. Orang yang mendapat rida Allah niscayaakan memperoleh jaminan
kebahagiaan hidup baik duniawi maupun ukhrawi.Ayat tersebut di atas mengisyaratkan kepada
kita pola-pola akhlaqul karimah . Akhlak ialah instuisi yang bersemayam di hati
tempat munculnya tindakan-tindakan suka rela, tindakan yang benar atau yang
salah. Menurut tabiatnya, instuisi tersebut siap menerima pengaruh pembinaan
yang baik, atau pembinaan salah kepadanya. Jika instuisi tersebut dibina untuk
memilih keutamaan, kebenaran, cinta kebaikan, cinta keindahan, dan benci
keburukan, maka itu menjadi trade-mark-nya dan perbuatan-perbuatan baik muncul
daripadanya dengan mudah. Itulah akhlak yang baik, misalnya akhlaq lemah
lembut, akhlaq sabar, akhlaq dermawan, akhlaq berani, akhlak adil, akhlak
berbuat baik, dan lain sebagainya dariakhlak-akhlak yang baik, dan
penyempurnaan diri.
Maka Sebaliknya, jika instuisi tersebut disia-siakan,
tidak dibina dengan pembinaan yang proporsional, bibit-bibit kebaikan di
dalamnya tidak dikembangkan, dan dibina dengan pembinaan yang buruk hingga
keburukan menjadi suatu yang dicintainya, kebaikan menjadi sesuatu yang
dibencinya, dan perbuatan serta perkataan buruk, misalnya berkhianat, bohong,
keluh-kesah, rakus, kasar, dengki, jorok, dan lain sebaginya.
Akhlakul karimah merupakan manivestasi keimanan
dan keislaman paripurna seorang Muslim. Akhlakul karimah dalam pengertian
luasnya ialah perilaku, perangai, ataupun adab yang didasarkan pada nilai-nilai
wahyu sebagaimana dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW. Akhlakul karimah
terbukti efektif dalam menuntaskan suatu permasalahan serumit apa pun.
Langkah-langkah
menentukan akhlaq mulia
Oleh karenanya kemuliaan akhlak itu
terwujud dengan memberikan apa yang dipunyai kepada orang lain, menahan diri
sehingga tidak menyakiti, dan menghadapi gangguan atau tekanan dengan penuh
kesabaran. Hal itu akan bisa digapai dengan membersihkan jiwa dari sifat-sifat
rendah lagi tercela dan menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji. Simpul
kemuliaan akhlak itu adalah: kamu tetap menyambung hubungan dengan orang yang
memutuskan hubungan denganmu, memberikan kebaikan kepada orang yang tidak mau
berbuat baik kepadamu, dan memaafkan kesalahan orang lain yang menzalimi
dirimu.
Banyak cara
yang dapat dilakukan seseorang untuk menjadi insan yang berakhlak mulia,
beberapa diantaranya terdiri dari satu pemahaman inti dan tiga langkah konkret
yaitu : pahami secara mendasar nilai-nilai akhlakul karimah sebagaimana
dicontohkan oleh Rosulullah SAW. Ajarkan kepada orang lain dalam setiap
kesempatan mengenai akhlakul karimah tersebut. Secara sistemtik dan
sungguh-sungguh menerapkan/melaksanakan hal-hal yang dipahami tersebut dalam kehidupan
sehari-hari, dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana pada lingkungan yang
paling dekat bersifat privat, serta segerakan mulai dari saat ini.
Dengan
pemahaman dan langkah-langkah tersebut diharapkan dapat tercipta suatu
kebiasaan yang pada akhirnya bila kita lakukan secara konsisten maka akan
terbentuk karakter/integrasi akhlakul karimah dalamdiri kita, dan mampu
menjawab problematika yang sedang diderita umat saat ini, baik permasalahan
social, politik maupun ekonomi dalam kehidupan kita sehari-hari di lingkungan,
masyarakat maupun negara.
Bagaimana
membentuk akhlaqul karimah
1.
Orang yang baik
adalah orang yang baik akhlaknya
Kriteria Orang Baik
Nabi Muhammad SAW. Diutus Allah unuk
mrnyrmpurnakan Akhlak manusia. Beliau lahir dan tumbuh di masyarakat Arab
jahiliyah yang berakhlak buruk dan tidak beradab Rasulullah SAW. Diutus untuk
mengajar dan mendidik masyarakat agar berakhlak sesuai dengan ajaran Islam,
akhlak yang baik menurut Islam antara lain; sabar, mawas diri, hormat terhadap
orang tua, slalu menjaga tali silaturahmi teguh pendirian, jujur, simpati, dan
rela berkorban,
Rasulullah mengajar dengan memberi teladan,
apapun yang Allah perintahkan, pastilah Rasulullah yang melakukan pertama kali.
Selain itu Rasulullah mengajar umatya dengan pembiasaan.
Sebagai uamtnya kita harus bias mengikuti
Akhlak Rasulullah SAW. Namun jika kita ingin menjadi sesempurna beliau memang
sulit, akan tetapi kita bisa meneladaninya dengan bertahap dan perlahan-lahan.
Yang penting kita kontinu atau istiqamah. Rasulullah berkata bahwa ia amat
menyayangi mereka yang berakhlak baik.
"Nabi SAW. Berkata: "orang yang
paling ku sayangi adalah orang yang memiliki Akhlak yang baik."
Disamping itu juga Rasulullah mengatakan bahwa
akhlak yang baik mencerminkan keimanan seseorang, orang yang imannya paling
sempurna adalah yang akhlaknya baik.
عن عبدالله بن عمر العاص رضي الله عنهما قال: لم
يكن رسول الله صلعم. فاحشة ولا متفاحشا وكان يقول: إن من خياركمأحسنكم أخلاقا
(متفق عليه
"Abdullah bin Ash R.A berkata: Akhlak
Rasulullah bukanlah orang yang keji dan bukan orang yang jahat, bahkan dia
bersabda "sesungguhnya orang yang paling baik diantara kalian adalah yang
paling baik budi pekertinya." (H.R. Bukhari dan Muslim)
Ada beberapa sasaran akhlak dalam Islam :
1. Akhlak terhadap Allah :
Titik tolak akhlak terhadap Allah adalah pengakuan dan kesadaran bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dia memiliki sifat-sifat terpuji. Bertasbih kepada-Nya. Memuji kepada-Nya. Bertawakal kepada Allah. Bersyukur kepada Allah. Bersabar atas segala Ujian dan cobaan yang diberikan Allah.
2. Akhlak terhadap sesama manusia :
Pilar-pilar yang merupakan kunci kemuliaan akhlak :
-Jujur terpercaya :
Kejujuran merupakan pondasi terpenting dalam bangunan akhlak. Tanpa kejujuran akan hilang kepercayaan. Selembut apapun sikap seseorang, seramah apapun tutur katanya, bahkan seproduktif apapun kegemarannya menolong orang lain, tetap saja semua itu tidak banyak membantu jika tidak jujur. Orang lemah lembut tapi tidak jujur akan diprasangkai punya maksud buruk di balik keramahannya itu.
Adapun cara untuk bisa jujur terpercaya hal-hal yang mesti dilakukan adalah:
Jujur perkataan : Pastikanlah bahwa setiap perkataan yang keluar dari lisan kita terlebih dulu telah melalui proses pertimbangan yang matang. Jangan sampai kita tergelincir dengan mengatakan sesuatu berupa kebohongan, sengaja atau tidak. Ketika sekali saja berbohong, maka kebohongan itu akan terus menghatui dan memenjarakan dirinya. Dia akan ketakutan jika sewaktu-waktu kebohongannya akan terbongkar. Dia akan terus menutupi kebohongannya dengan berbohong kembali agar kehormatannya selamat.
1. Akhlak terhadap Allah :
Titik tolak akhlak terhadap Allah adalah pengakuan dan kesadaran bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dia memiliki sifat-sifat terpuji. Bertasbih kepada-Nya. Memuji kepada-Nya. Bertawakal kepada Allah. Bersyukur kepada Allah. Bersabar atas segala Ujian dan cobaan yang diberikan Allah.
2. Akhlak terhadap sesama manusia :
Pilar-pilar yang merupakan kunci kemuliaan akhlak :
-Jujur terpercaya :
Kejujuran merupakan pondasi terpenting dalam bangunan akhlak. Tanpa kejujuran akan hilang kepercayaan. Selembut apapun sikap seseorang, seramah apapun tutur katanya, bahkan seproduktif apapun kegemarannya menolong orang lain, tetap saja semua itu tidak banyak membantu jika tidak jujur. Orang lemah lembut tapi tidak jujur akan diprasangkai punya maksud buruk di balik keramahannya itu.
Adapun cara untuk bisa jujur terpercaya hal-hal yang mesti dilakukan adalah:
Jujur perkataan : Pastikanlah bahwa setiap perkataan yang keluar dari lisan kita terlebih dulu telah melalui proses pertimbangan yang matang. Jangan sampai kita tergelincir dengan mengatakan sesuatu berupa kebohongan, sengaja atau tidak. Ketika sekali saja berbohong, maka kebohongan itu akan terus menghatui dan memenjarakan dirinya. Dia akan ketakutan jika sewaktu-waktu kebohongannya akan terbongkar. Dia akan terus menutupi kebohongannya dengan berbohong kembali agar kehormatannya selamat.
Akhlak adalah perangai seseorang
yang tercermin dalam perkataan dan perbuatan. Adapun sebagian tanda orang yang
memiliki akhlak yang baik, antara lain;
1. Berbicara dengan kata-kata yang
baik, baik kepada Orang tua/keluarga ataupun tetangganya. Melindungi dan
menghormati orang tua, senang melakukan silaturrahmi, dan senang membantu orang
lain terutama orang tuanya.
2. Tidak menyakiti tetangga, tidak
mengambil hak orang lain, tidak meneyebarkan aib orang lain, mampu memelihara
amanat (rahasia) yang meneyebakan orang lain atau dirinya malu.
3. Selalu membina tali persaudaraan,
senang tolong menolong (gotong royong), selalu waspada terhadap sesuatu yang
merugikan orang lain dan dirinya, berlaku adil dan bijaksana terhadap hukum dan
kesenangan, serta berlomba-lomba dalam melakukan perbuatan baik.
4. Memberikan dan mengucapkan salam
dengan hormat, dan tidak berbicara yang bukan mengenai dirinya dengan
berlebihan, tidak berbicara tentang masalah kepada orang lain pada saat yang
tidak tepat, selalu memaafkan kesalahan orang lain, dan menjauhkan diri dari
perkataan (omong) kosong.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar