Senin, 18 Mei 2015

Akhlaqul Karimah



YUSUP,S Pd MM

 وَاعْبُدُوا اللهَ وَلاَتُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَامَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللهَ لاَيُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالاً فَخُورًا {36}

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (QS. 4:36)

Untuk mencapai kebahagiaan hidup umat manusia dalam kehidupannya,memerlukan daya tahan mental dan spiritual yang disebut dengan akhlaq , baik di dunia maupun akhirat. Jika seseorang dapat menjaga kualitas mu’amalah ma’allah ( Hubungan dengan Allah) dan mu’amallah ma’annas ( Hubungan dengan sesama manusia) , insya Allah akan memperoleh rida-Nya. Orang yang mendapat rida Allah niscayaakan memperoleh jaminan kebahagiaan hidup baik duniawi maupun ukhrawi.Ayat tersebut di atas mengisyaratkan kepada kita pola-pola akhlaqul karimah . Akhlak ialah instuisi yang bersemayam di hati tempat munculnya tindakan-tindakan suka rela, tindakan yang benar atau yang salah. Menurut tabiatnya, instuisi tersebut siap menerima pengaruh pembinaan yang baik, atau pembinaan salah kepadanya. Jika instuisi tersebut dibina untuk memilih keutamaan, kebenaran, cinta kebaikan, cinta keindahan, dan benci keburukan, maka itu menjadi trade-mark-nya dan perbuatan-perbuatan baik muncul daripadanya dengan mudah. Itulah akhlak yang baik, misalnya akhlaq lemah lembut, akhlaq sabar, akhlaq dermawan, akhlaq berani, akhlak adil, akhlak berbuat baik, dan lain sebagainya dariakhlak-akhlak yang baik, dan penyempurnaan diri.
Maka Sebaliknya, jika instuisi tersebut disia-siakan, tidak dibina dengan pembinaan yang proporsional, bibit-bibit kebaikan di dalamnya tidak dikembangkan, dan dibina dengan pembinaan yang buruk hingga keburukan menjadi suatu yang dicintainya, kebaikan menjadi sesuatu yang dibencinya, dan perbuatan serta perkataan buruk, misalnya berkhianat, bohong, keluh-kesah, rakus, kasar, dengki, jorok, dan lain sebaginya.
Akhlakul karimah merupakan manivestasi keimanan dan keislaman paripurna seorang Muslim. Akhlakul karimah dalam pengertian luasnya ialah perilaku, perangai, ataupun adab yang didasarkan pada nilai-nilai wahyu sebagaimana dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW. Akhlakul karimah terbukti efektif dalam menuntaskan suatu permasalahan serumit apa pun.

Langkah-langkah menentukan akhlaq mulia
Oleh karenanya  kemuliaan akhlak itu terwujud dengan memberikan apa yang dipunyai kepada orang lain, menahan diri sehingga tidak menyakiti, dan menghadapi gangguan atau tekanan dengan penuh kesabaran. Hal itu akan bisa digapai dengan membersihkan jiwa dari sifat-sifat rendah lagi tercela dan menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji. Simpul kemuliaan akhlak itu adalah: kamu tetap menyambung hubungan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, memberikan kebaikan kepada orang yang tidak mau berbuat baik kepadamu, dan memaafkan kesalahan orang lain yang menzalimi dirimu.
Banyak cara yang dapat dilakukan seseorang untuk menjadi insan yang berakhlak mulia, beberapa diantaranya terdiri dari satu pemahaman inti dan tiga langkah konkret yaitu : pahami secara mendasar nilai-nilai akhlakul karimah sebagaimana dicontohkan oleh Rosulullah SAW. Ajarkan kepada orang lain dalam setiap kesempatan mengenai akhlakul karimah tersebut. Secara sistemtik dan sungguh-sungguh menerapkan/melaksanakan hal-hal yang dipahami tersebut dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana pada lingkungan yang paling dekat bersifat privat, serta segerakan mulai dari saat ini.
Dengan pemahaman dan langkah-langkah tersebut diharapkan dapat tercipta suatu kebiasaan yang pada akhirnya bila kita lakukan secara konsisten maka akan terbentuk karakter/integrasi akhlakul karimah dalamdiri kita, dan mampu menjawab problematika yang sedang diderita umat saat ini, baik permasalahan social, politik maupun ekonomi dalam kehidupan kita sehari-hari di lingkungan, masyarakat maupun negara.

Bagaimana membentuk akhlaqul karimah
1.      Orang yang baik adalah orang yang baik akhlaknya
Kriteria Orang Baik
Nabi Muhammad SAW. Diutus Allah unuk mrnyrmpurnakan Akhlak manusia. Beliau lahir dan tumbuh di masyarakat Arab jahiliyah yang berakhlak buruk dan tidak beradab Rasulullah SAW. Diutus untuk mengajar dan mendidik masyarakat agar berakhlak sesuai dengan ajaran Islam, akhlak yang baik menurut Islam antara lain; sabar, mawas diri, hormat terhadap orang tua, slalu menjaga tali silaturahmi teguh pendirian, jujur, simpati, dan rela berkorban,
Rasulullah mengajar dengan memberi teladan, apapun yang Allah perintahkan, pastilah Rasulullah yang melakukan pertama kali. Selain itu Rasulullah mengajar umatya dengan pembiasaan.
Sebagai uamtnya kita harus bias mengikuti Akhlak Rasulullah SAW. Namun jika kita ingin menjadi sesempurna beliau memang sulit, akan tetapi kita bisa meneladaninya dengan bertahap dan perlahan-lahan. Yang penting kita kontinu atau istiqamah. Rasulullah berkata bahwa ia amat menyayangi mereka yang berakhlak baik.
"Nabi SAW. Berkata: "orang yang paling ku sayangi adalah orang yang memiliki Akhlak yang baik."
Disamping itu juga Rasulullah mengatakan bahwa akhlak yang baik mencerminkan keimanan seseorang, orang yang imannya paling sempurna adalah yang akhlaknya baik.
عن عبدالله بن عمر العاص رضي الله عنهما قال: لم يكن رسول الله صلعم. فاحشة ولا متفاحشا وكان يقول: إن من خياركمأحسنكم أخلاقا (متفق عليه
"Abdullah bin Ash R.A berkata: Akhlak Rasulullah bukanlah orang yang keji dan bukan orang yang jahat, bahkan dia bersabda "sesungguhnya orang yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik budi pekertinya." (H.R. Bukhari dan Muslim)


Ada beberapa sasaran akhlak dalam Islam :

1. Akhlak terhadap Allah :

Titik tolak akhlak terhadap Allah adalah pengakuan dan kesadaran bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dia memiliki sifat-sifat terpuji. Bertasbih kepada-Nya. Memuji kepada-Nya. Bertawakal kepada Allah. Bersyukur kepada Allah. Bersabar atas segala Ujian dan cobaan yang diberikan Allah.

2. Akhlak terhadap sesama manusia :

Pilar-pilar yang merupakan kunci kemuliaan akhlak :

-Jujur terpercaya :

Kejujuran merupakan pondasi terpenting dalam bangunan akhlak. Tanpa kejujuran akan hilang kepercayaan. Selembut apapun sikap seseorang, seramah apapun tutur katanya, bahkan seproduktif apapun kegemarannya menolong orang lain, tetap saja semua itu tidak banyak membantu jika tidak jujur. Orang lemah lembut tapi tidak jujur akan diprasangkai punya maksud buruk di balik keramahannya itu.

Adapun cara untuk bisa jujur terpercaya hal-hal yang mesti dilakukan adalah:

Jujur perkataan : Pastikanlah bahwa setiap perkataan yang keluar dari lisan kita terlebih dulu telah melalui proses pertimbangan yang matang. Jangan sampai kita tergelincir dengan mengatakan sesuatu berupa kebohongan, sengaja atau tidak. Ketika sekali saja berbohong, maka kebohongan itu akan terus menghatui dan memenjarakan dirinya. Dia akan ketakutan jika sewaktu-waktu kebohongannya akan terbongkar. Dia akan terus menutupi kebohongannya dengan berbohong kembali agar kehormatannya selamat.
Akhlak adalah perangai seseorang yang tercermin dalam perkataan dan perbuatan. Adapun sebagian tanda orang yang memiliki akhlak yang baik, antara lain;
1.      Berbicara dengan kata-kata yang baik, baik kepada Orang tua/keluarga ataupun tetangganya. Melindungi dan menghormati orang tua, senang melakukan silaturrahmi, dan senang membantu orang lain terutama orang tuanya.
2.      Tidak menyakiti tetangga, tidak mengambil hak orang lain, tidak meneyebarkan aib orang lain, mampu memelihara amanat (rahasia) yang meneyebakan orang lain atau dirinya malu.
3.      Selalu membina tali persaudaraan, senang tolong menolong (gotong royong), selalu waspada terhadap sesuatu yang merugikan orang lain dan dirinya, berlaku adil dan bijaksana terhadap hukum dan kesenangan, serta berlomba-lomba dalam melakukan perbuatan baik.
4.      Memberikan dan mengucapkan salam dengan hormat, dan tidak berbicara yang bukan mengenai dirinya dengan berlebihan, tidak berbicara tentang masalah kepada orang lain pada saat yang tidak tepat, selalu memaafkan kesalahan orang lain, dan menjauhkan diri dari perkataan (omong) kosong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar