Melahirkan
Pemimpin
Oleh : Yusup. S.Pd. MM
ِسْــــــــمِ
اللَّــــــــهِ الرَّحْمَــــــــنِ الرَّحِيــــــــمِ {1} الْحَمْدُ لِلَّهِ
رَبِّ الْعَالَمِينَ {
.............................................................................................................................................................
ثُمَّ جَعَلْنَاكُمْ خَلاَئِفَ فِي اْلأَرْضِ مِن بَعْدِهِمْ
لِنَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ {14}
Kemudian Kami jadikan
kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya kamu
memperhatikan bagaimana kamu berbuat. (QS. 10:14)
Hadirin
siding sholat jum’at Rokhimakumullah….
Puji
syukur, kita panjatkan kehadirat Ilahi Rabbi, yang telah menganugerahkan
nikmat, berupa nikmat iman,nikmat islam dan nikmat yang tidak kalah pentingnya
ialah nikmat sehat sholawat dan salam marilah kita sampaikan kepada junjungan
kita nabi Muhammad SAW,Khotib berpesan pada dirinya dan Hadirin sekalian
marilah kita tingkatkan Ketakwaan pada Allah SWT
Hadirin sidang sholat
jum’at Rokhimakumullah....
Pemimpin itu bukan
diciptakan tapi dilahirkan,apa yang dimaksud dengan pemimpin itu dilahirkan dan
bukan diciptakan, Mengapa pemimpin itu dilahirkan dan bukan diciptakan ? karena
yang berhak menciptakan itu adalah Allah SWT,tetapi mengapa manusia banyak yang
bersikap seperti Tuhan ? yaitu menciptakan pemimpin Tetapi sayang mereka
menciptakan pemimpin dengan seenak maunya
sendiri, mereka menciptakan pemimpin dengan adanya rekayasa,menyusun siasat,dengan
cara politik uang, atau mengkondisikan situasi untuk memunculkan pemimpin yang
mereka kehendaki ,bahasa kasarnya mereka ciptakan pemimpin karbitan, dan
menjelang pemilu tanggal 9 April 2014 kita disuguhi pemimpin-pemimpin karbitan
yang ditampilkan di layar televisi, dengan cara tebar pesona,seolah-olah dia
telah berjasa,seolah-olah dia telah berhasil,dia mengaku-ngaku pemimpin yang
adil,dengan cara mengunjungi rakyat seolah2
dekat dengan rakyat,padahal persoalan pokok dan prinsip dia tidak tunjukan pada
rakyat, mereka memuji diri sendiri,mengekspos sebanyak2nya dengan uangnya yang
banyak, sehingga calon pemimpin yang tidak punya uang tak akan dikenal orang
padahal ia punya konsep,padahal ia punya ilmu,ia punya moral yang tinggi dan
dia punya keberanian meluruskan kesalahan, oleh sebab itu masyarakat kita sekarang
sering terhipnotis,masyarakat kita sekarang ini kerap kali mudah tersihir oleh
kondisi yang diciptakan,termangu-mangu,bengong,dan cepat tertarik pada
pandangan penyihir politik itu.disamping itu sihir yang berikutnya adalah
pencitraan dan sekarang ini masyarakat kita telah buta akan agamanya,padahal
agama islam telah jelas bahwa umat islam dilarang memilih pemimpin yang
kafir,dan pemimpin muslim berkarakter kafir, umat islam punya kewajiban untuk
melahirkan pemimpin yang baik hal ini tertulis dalam S Al imron ayat 28 ,
لاَ يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَآءَ مِن
دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللهِ فِي شَيْءٍ
إِلآَّ أَن تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللهُ نَفْسَهُ وَإِلَى
اللهِ الْمَصِيرُ {28}
Janganlah orang-orang
mu'min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang
mu'min. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan
Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari
mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya
kepada Allah kembali (mu). (QS. 3:28)
Pada akhirnya dengan teman yang memperjuangkan
ini , memperjuangkan bahwa kita harus melahirkan pemimpin yang baik malah
disalahkan,ujung2nya kita saling bertikai dai yang mengajak untuk memilih pemimpin yang
muslim akan dicemoohkan dikucilkan dan apalagi dai yang tampil di layar
televisi dia tak akan ditampilkan lagi oleh media TV, maka khotib menyimpulkan
mereka berhasil menyihir kita selaku umat islam.,mereka berhasil membuat umat
islam ribut,khotib mengajak Marilah kita kembali ke jalan yang benar
Ayat itu sangat jelas surat
Al Imron ayat 28 ini tidak perlu penafsiran,orang awampun masuk kedalam akalnya,
bahwa Allah melarang kita memilih orang2 kafir jadi pemimpin kita sekalipun ia
ktpnya islam tapi prilakunya kafir , keyakinannya pada Tuhan diragukan,dan
perjuangannya membela kebenaran juga diragukan !
Lalu bagaimana pemimpin
yang dilahirkan itu ? Allah berfirman dalam Surat Yunus ayat 14
ثُمَّ جَعَلْنَاكُمْ خَلاَئِفَ فِي اْلأَرْضِ مِن بَعْدِهِمْ
لِنَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ {14}
Kemudian Kami jadikan
kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya kamu
memperhatikan bagaimana kamu berbuat. (QS. 10:14)
Disinilah Allah
mengajarkan kepada kita Allah yang menciptakan pemimpin maka tugas umat islam
perhatikanlah bagaimana kamu berbuat ? artinya memilih pemimpin harus lah
mengikuti petunjuk Allah ! Inilah tugas umat islam yang dilalaikan yaitu
melahirkan pemimpin dan ternyata kita ikut larut menciptakan pemimpin dengan gaya2
kapitalis tersebut.kita ini kan orang beriman mengapa kita menggunakan
cara-cara itu ? yaitu memilih pemimpin dengan cara tidak demokratis dan tidak
sesuai prosedur,ada yang menggunakan prosedur ,akan tetapi prosedurnya direkayasa,
dibuat yang menguntungkan untuk kelompoknya ,prosedur dibuat untuk kelanggengan
keluarga dan para kroninya, siapa yang manis ?, siapa yang memberikan uang ? dialah
yang dipilih oleh rakyat .
Melahirkan pemimpin
adalah menjadikan orang pemimpin untuk memimpin yang mana mereka memang telah
lama menggeluti bidangnya secara sungguh-sungguh,dia profesional pada bidangnya,menguasai
medan wilayah,memiliki naluri kepemimpinan yang baik,yaitu mampu menggerakan
dan mempengaruhi orang lain kearah kebaikan dan kebenaran,mampu bergaul dengan
lintas sektoral,mampu berkomunikasi dengan pemerintahan dan rakyat,mampu
bekerja sama dengan masyarakat atau stekholder atau orang2 yang berkepentingan
dengan lembaga yang ia pimpin,memiliki komitmen yang kuat,Dia telah terbukti
kinerjanya,bukan eksperier hanya coba-coba,ujug2 jadi calon pemimpin karena dia
punya uang,karena dia dari kelompok mereka,karena dia keturunan mereka, lalu
orang tersebut mereka poles,mereka blow up dan diekspos dengan iklan yang
menarik mereka ciptakan pemimpin yang buruk, pemimpin yang buruk itu tampil
dengan senyum yang manis, padahal di sana ada
kesombongan dalam keramahan. Disamping itu Pemimpin yang dilahirkan itu memiliki
visi yang jelas dan tidak ngawur contoh kalau ia pemimpin sekolah ia memang Profesional,dikenal
teman2nya sebagai Guru yang memiliki visi yang jelas,tetapi kita kadang melanggar ini, kalau ia pemimpin
Perusahaan ia memang orang yang sudah lama dan tumbuh di perusahaan tersebut
ahli dalam bidangnya memiliki kompetensi dan naluri memimpin dengan jelas. Lalu
Kalau kita mau melahirkan pemimpin bangsa,pemimpin kota,pemimpin politik maka
semestinya dia adalah orang yang menjadi Problem solving(memiliki kemampuan
menyelesaikan masalah) contoh kalau sebuah kota atau negara masalah-masalah
prinsipnya yang dihadapi kota/negara tersebut adalah masalah kemiskinan,kwalitas
pendidikan yang rendah,masalah ketidakjujuran atau korupsi, narkoba maka
seorang tokoh calon pemimpin tersebut adalah orang yang mampu menjadi problem
solving(mampu menyelesaikan masalah tersebut) ,calon pemimpin itu adalah orang
yang sudah dikader, dia orang yang sudah dibina untuk menghadapi
masalah-masalah tersebut tadi ,bukan orang yang dipoles dengan kegantengannya,
dengan lipstik politik,dikondisikan pribadi yang menawan hati tapi tak mampu
menyelesaikan persoalan-persoalan prinsip, hal yang prinsip seperti memerangi
korupsi,mengangkat derajat bangsa dengan pendidikan yang baik, dengan akhlaq
yang mulia tetapi mereka menjadikan dagangan politik bukan aturan dan komitemen
maka karena yang dipegang bukan komitemen yang benar ya akhirnya dia yang
mengiklankan jangan korupsi dia yang menjadi tersangka korupsi, Inilah bukti
umat islam tidak menyiapkan melahirkan pemimpin tapi menciptakan pemimpin
dengan kader dan kondisi yang instan bukan kebutuhan jangka panjang maka tugas
umat islam menyiapkan pemimpin yang memang sejak lama ditumbuhkan karakter dan
pribadinya yang kuat komitemnya,melakukan pengkaderan sejak lama, membina, mengajarkan,
mendelegasikan, dan pada akhirnya
kita memilih dan mempercayakan mereka untuk memimpin,baik itu untuk memimpin
lembaga atau bangsa sekalipun.
Hadirin sidang sholat
jum’at Rokhimakumullah....
Marilah kita perhatikan
cara-cara Nabi Muhamamad SAW memimpin :
Ia
adalah satu-satunya manusia dalam sejarah yang dengan cemerlang berhasil
mengajarkan ajaran-ajaran keduniawian dan keakhiratan”. Ini merupakan nilai
istimewa yang dimiliki beliau. Karena secara universal, Nabi Muhammad SAW
diakui sebagai pemimpin yang tangguh dan berhasil dalam menjalankan roda
pemerintahan Islam. Karena itu kepemimpinan beliau menjadi rujukan hampir
seluruh pemimpin di dunia.
Tidak
satupun manusia yang dapat menandingi keistimewaanya baik dari sisi sebagai
manusia maupun sebagai Nabi. Kedatangan Nabi Muhammad SAW telah dijanjikan pada
kitab sebelum diturunya Al Qur’an seperti yang terdapat pada Injil berikut:
Nabi Muhammad SAW merupakan pemimpin yang sempurna yang menghadapi kezaliman
dunia dengan hanya sedikit pengikut, kendati dia tidak punya guru yang hebat
dan tidak pernah memasuki akademi militer. Dengan Akhlaknya yang mulia, dia
mampu menaklukkan musuh-musuhnya dan menyebarkan syi’ar Islam. Beliau tidak
pernah mengeluh terhadap musibah dan cobaan yang ia terima. Nabi Muhammad
selalu tabah dan sabar atas cobaan dari Allah SWT. Jika bukan karena
kesabaranya, telah banyak umatnya yang binasa karena tidak senang dengan ajaran
yang beliau bawa. Seperti penduduk Thaif melempar Nabi Muhammad SAW dengan batu
sehingga kepala Nabi berdarah. Malaikat Jibril tak kuasa melihat kekasih Allah
SWT disakiti oleh orang-orang yang zalim. Lalu Jibril meminta izin kepada Nabi
Muhammad untuk diperkenankan berdo’a kepada Allah SWT agar penduduk Thaif
dibinasakan. Tetapi Nabi Muhammad dengan mulianya mengatakan agar penduduk
Thaif tidak diberi azab karena mereka tidak mengetahui.
Namun demikian kita
harus yakin walau mereka merekayasa,menciptakan pemimpin dengan seenak
nafsunya.suatu saat akan muncul juga pemimpin yang baik وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللهُ وَاللهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ
Orang-orang kafir itu
membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah
sebaik-baik pembalas tipu daya. (QS. 3:54)
Itulah sunnatullah yang
tidak pernah berubah sepaniang masa, Allah berfirman dalam surat Al ahzab ayat
62
سُنَّةَ اللهِ فِي الَّذِينَ خَلَوْا مِن قَبْلُ وَلَن
تَجِدَ لِسُنَّةِ اللهِ تَبْدِيلاً {62}
Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas
orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu ) “Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapati
perubahan pada sunnah Allah,” (QS al-Ahzab: 62).
Jadi sunatullah itu
kalau Allah berkehendak menjadikan sebuah kota atau lembaga akan muncul
pemimpin yang baik tak kan ada yang
mampu menolak
Jadi tugas kita adalah
menyiapakan dan melahirkan dengan pengkaderan pemimpin2 baru dengan waktu yang
cukup,konsisten,profesional,adil tidak diskriminatif,sehingga munculah pemimpin
2 baru yang diridhoi Allah SWT
Khotib mengajak,marilah
kita siapkan pemimpin sekolah agar tidak terjadi kekeliruan,dengan prosedur yang
benar, jangan sampai terjadi sekolah kita tidak punya murid,dan akhirnya mati
karena arogansi kita telah menempat pemimpin sekolah yang tidak punya naluri
dan daya kepemimpinan yang jelas.
Marilah kita siapkan
kader2 pemimpin jamaah,masjid atau gerakan islam karena sesungguhnya masjid
harusnya juga memikirkan umat,ekonomi dan kader-kader islam yang siap menjadi
tokoh islam yang baik,agar jangan terjadi krisis kader,jadi keder,krisis qori
jadi berlari.
Marilah kita siapkan
Pemimpin Perusahaan agar jangan sampai gulung tikar
Marilah kita siapkan
pemimpin 2 perguruan tinggi,yaitu orang yang mampu
memanjemen,mengelola,menghimpun,mempengaruhi orang ke arah kebaikan
Marilah kita siapkan
pemimpin bangsa,kota atau pemimpin politik yang jujur yang sesuai dengan gaya
kepemimpinan Rosulullah yaitu Tablig,sidik Amanah dan fhatonah.
Sunnatullah inilah yang
saat ini sangat mendesak untuk kita pahami dan kuasai bersama, bahwa pemimpin
hebat itu “dilahirkan” dari sebuah proses panjang yang me-nuntut konsistensi
dan kesabaran, bukan “dicari” dalam siklus rutinitas berkala seperti 3 tahun
sekali,5 tahun sekali,atau 4 tahun sekali. Semoga kita berada pada garis yang
benar !
Barokallahu....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar