Minggu, 02 Maret 2014

Melahirkan Pemimpin



Melahirkan Pemimpin
Oleh : Yusup. S.Pd. MM
ِسْــــــــمِ اللَّــــــــهِ الرَّحْمَــــــــنِ الرَّحِيــــــــمِ {1} الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ {
.............................................................................................................................................................
ثُمَّ جَعَلْنَاكُمْ خَلاَئِفَ فِي اْلأَرْضِ مِن بَعْدِهِمْ لِنَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ {14}
Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya kamu memperhatikan bagaimana kamu berbuat. (QS. 10:14)


Hadirin siding sholat jum’at Rokhimakumullah….
Puji syukur, kita panjatkan kehadirat Ilahi Rabbi, yang telah menganugerahkan nikmat, berupa nikmat iman,nikmat islam dan nikmat yang tidak kalah pentingnya ialah nikmat sehat sholawat dan salam marilah kita sampaikan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW,Khotib berpesan pada dirinya dan Hadirin sekalian marilah kita tingkatkan Ketakwaan pada Allah SWT
Hadirin sidang sholat jum’at Rokhimakumullah....
Pemimpin itu bukan diciptakan tapi dilahirkan,apa yang dimaksud dengan pemimpin itu dilahirkan dan bukan diciptakan, Mengapa pemimpin itu dilahirkan dan bukan diciptakan ? karena yang berhak menciptakan itu adalah Allah SWT,tetapi mengapa manusia banyak yang bersikap seperti Tuhan ? yaitu menciptakan pemimpin Tetapi sayang mereka menciptakan pemimpin dengan  seenak maunya sendiri, mereka menciptakan pemimpin dengan adanya rekayasa,menyusun siasat,dengan cara politik uang, atau mengkondisikan situasi untuk memunculkan pemimpin yang mereka kehendaki ,bahasa kasarnya mereka ciptakan pemimpin karbitan, dan menjelang pemilu tanggal 9 April 2014 kita disuguhi pemimpin-pemimpin karbitan yang ditampilkan di layar televisi, dengan cara tebar pesona,seolah-olah dia telah berjasa,seolah-olah dia telah berhasil,dia mengaku-ngaku pemimpin yang adil,dengan cara  mengunjungi rakyat seolah2 dekat dengan rakyat,padahal persoalan pokok dan prinsip dia tidak tunjukan pada rakyat, mereka memuji diri sendiri,mengekspos sebanyak2nya dengan uangnya yang banyak, sehingga calon pemimpin yang tidak punya uang tak akan dikenal orang padahal ia punya konsep,padahal ia punya ilmu,ia punya moral yang tinggi dan dia punya keberanian meluruskan kesalahan, oleh sebab itu masyarakat kita sekarang sering terhipnotis,masyarakat kita sekarang ini kerap kali mudah tersihir oleh kondisi yang diciptakan,termangu-mangu,bengong,dan cepat tertarik pada pandangan penyihir politik itu.disamping itu sihir yang berikutnya adalah pencitraan dan sekarang ini masyarakat kita telah buta akan agamanya,padahal agama islam telah jelas bahwa umat islam dilarang memilih pemimpin yang kafir,dan pemimpin muslim berkarakter kafir, umat islam punya kewajiban untuk melahirkan pemimpin yang baik hal ini tertulis dalam S Al imron ayat 28 ,
لاَ يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللهِ فِي شَيْءٍ إِلآَّ أَن تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللهِ الْمَصِيرُ {28}
Janganlah orang-orang mu'min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu'min. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu). (QS. 3:28)

 Pada akhirnya dengan teman yang memperjuangkan ini , memperjuangkan bahwa kita harus melahirkan pemimpin yang baik malah disalahkan,ujung2nya kita saling bertikai  dai yang mengajak untuk memilih pemimpin yang muslim akan dicemoohkan dikucilkan dan apalagi dai yang tampil di layar televisi dia tak akan ditampilkan lagi oleh media TV, maka khotib menyimpulkan mereka berhasil menyihir kita selaku umat islam.,mereka berhasil membuat umat islam ribut,khotib mengajak Marilah kita kembali ke jalan yang benar
Ayat itu sangat jelas surat Al Imron ayat 28 ini tidak perlu penafsiran,orang awampun masuk kedalam akalnya, bahwa Allah melarang kita memilih orang2 kafir jadi pemimpin kita sekalipun ia ktpnya islam tapi prilakunya kafir , keyakinannya pada Tuhan diragukan,dan perjuangannya membela kebenaran juga diragukan !
Lalu bagaimana pemimpin yang dilahirkan itu ? Allah berfirman dalam Surat Yunus ayat 14
ثُمَّ جَعَلْنَاكُمْ خَلاَئِفَ فِي اْلأَرْضِ مِن بَعْدِهِمْ لِنَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ {14}
Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya kamu memperhatikan bagaimana kamu berbuat. (QS. 10:14)

Disinilah Allah mengajarkan kepada kita Allah yang menciptakan pemimpin maka tugas umat islam perhatikanlah bagaimana kamu berbuat ? artinya memilih pemimpin harus lah mengikuti petunjuk Allah ! Inilah tugas umat islam yang dilalaikan yaitu melahirkan pemimpin dan ternyata kita ikut larut menciptakan pemimpin dengan gaya2 kapitalis tersebut.kita ini kan orang beriman mengapa kita menggunakan cara-cara itu ? yaitu memilih pemimpin dengan cara tidak demokratis dan tidak sesuai prosedur,ada yang menggunakan prosedur ,akan tetapi prosedurnya direkayasa, dibuat yang menguntungkan untuk kelompoknya ,prosedur dibuat untuk kelanggengan keluarga dan para kroninya, siapa yang manis ?, siapa yang memberikan uang ? dialah yang dipilih oleh rakyat .
Melahirkan pemimpin adalah menjadikan orang pemimpin untuk memimpin yang mana mereka memang telah lama menggeluti bidangnya secara sungguh-sungguh,dia profesional pada bidangnya,menguasai medan wilayah,memiliki naluri kepemimpinan yang baik,yaitu mampu menggerakan dan mempengaruhi orang lain kearah kebaikan dan kebenaran,mampu bergaul dengan lintas sektoral,mampu berkomunikasi dengan pemerintahan dan rakyat,mampu bekerja sama dengan masyarakat atau stekholder atau orang2 yang berkepentingan dengan lembaga yang ia pimpin,memiliki komitmen yang kuat,Dia telah terbukti kinerjanya,bukan eksperier hanya coba-coba,ujug2 jadi calon pemimpin karena dia punya uang,karena dia dari kelompok mereka,karena dia keturunan mereka, lalu orang tersebut mereka poles,mereka blow up dan diekspos dengan iklan yang menarik mereka ciptakan pemimpin yang buruk, pemimpin yang buruk itu tampil dengan senyum yang manis, padahal di sana ada  kesombongan dalam keramahan. Disamping itu Pemimpin yang dilahirkan itu memiliki visi yang jelas dan tidak ngawur contoh kalau ia pemimpin sekolah ia memang Profesional,dikenal teman2nya sebagai Guru yang memiliki visi yang jelas,tetapi kita  kadang melanggar ini, kalau ia pemimpin Perusahaan ia memang orang yang sudah lama dan tumbuh di perusahaan tersebut ahli dalam bidangnya memiliki kompetensi dan naluri memimpin dengan jelas. Lalu Kalau kita mau melahirkan pemimpin bangsa,pemimpin kota,pemimpin politik maka semestinya dia adalah orang yang menjadi Problem solving(memiliki kemampuan menyelesaikan masalah) contoh kalau sebuah kota atau negara masalah-masalah prinsipnya yang dihadapi kota/negara tersebut adalah masalah kemiskinan,kwalitas pendidikan yang rendah,masalah ketidakjujuran atau korupsi, narkoba maka seorang tokoh calon pemimpin tersebut adalah orang yang mampu menjadi problem solving(mampu menyelesaikan masalah tersebut) ,calon pemimpin itu adalah orang yang sudah dikader, dia orang yang sudah dibina untuk menghadapi masalah-masalah tersebut tadi ,bukan orang yang dipoles dengan kegantengannya, dengan lipstik politik,dikondisikan pribadi yang menawan hati tapi tak mampu menyelesaikan persoalan-persoalan prinsip, hal yang prinsip seperti memerangi korupsi,mengangkat derajat bangsa dengan pendidikan yang baik, dengan akhlaq yang mulia tetapi mereka menjadikan dagangan politik bukan aturan dan komitemen maka karena yang dipegang bukan komitemen yang benar ya akhirnya dia yang mengiklankan jangan korupsi dia yang menjadi tersangka korupsi, Inilah bukti umat islam tidak menyiapkan melahirkan pemimpin tapi menciptakan pemimpin dengan kader dan kondisi yang instan bukan kebutuhan jangka panjang maka tugas umat islam menyiapkan pemimpin yang memang sejak lama ditumbuhkan karakter dan pribadinya yang kuat komitemnya,melakukan pengkaderan sejak lama, membina, mengajarkan, mendelegasikan,  dan  pada    akhirnya  kita memilih  dan  mempercayakan                           mereka   untuk memimpin,baik itu untuk memimpin lembaga atau bangsa sekalipun.
Hadirin sidang sholat jum’at Rokhimakumullah....
Marilah kita perhatikan cara-cara Nabi Muhamamad SAW memimpin :
Ia adalah satu-satunya manusia dalam sejarah yang dengan cemerlang berhasil mengajarkan ajaran-ajaran keduniawian dan keakhiratan”. Ini merupakan nilai istimewa yang dimiliki beliau. Karena secara universal, Nabi Muhammad SAW diakui sebagai pemimpin yang tangguh dan berhasil dalam menjalankan roda pemerintahan Islam. Karena itu kepemimpinan beliau menjadi rujukan hampir seluruh pemimpin di dunia.
Tidak satupun manusia yang dapat menandingi keistimewaanya baik dari sisi sebagai manusia maupun sebagai Nabi. Kedatangan Nabi Muhammad SAW telah dijanjikan pada kitab sebelum diturunya Al Qur’an seperti yang terdapat pada Injil berikut: Nabi Muhammad SAW merupakan pemimpin yang sempurna yang menghadapi kezaliman dunia dengan hanya sedikit pengikut, kendati dia tidak punya guru yang hebat dan tidak pernah memasuki akademi militer. Dengan Akhlaknya yang mulia, dia mampu menaklukkan musuh-musuhnya dan menyebarkan syi’ar Islam. Beliau tidak pernah mengeluh terhadap musibah dan cobaan yang ia terima. Nabi Muhammad selalu tabah dan sabar atas cobaan dari Allah SWT. Jika bukan karena kesabaranya, telah banyak umatnya yang binasa karena tidak senang dengan ajaran yang beliau bawa. Seperti penduduk Thaif melempar Nabi Muhammad SAW dengan batu sehingga kepala Nabi berdarah. Malaikat Jibril tak kuasa melihat kekasih Allah SWT disakiti oleh orang-orang yang zalim. Lalu Jibril meminta izin kepada Nabi Muhammad untuk diperkenankan berdo’a kepada Allah SWT agar penduduk Thaif dibinasakan. Tetapi Nabi Muhammad dengan mulianya mengatakan agar penduduk Thaif tidak diberi azab karena mereka tidak mengetahui.
Namun demikian kita harus yakin walau mereka merekayasa,menciptakan pemimpin dengan seenak nafsunya.suatu saat akan muncul juga pemimpin yang baik   وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللهُ وَاللهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ
Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (QS. 3:54)

Itulah sunnatullah yang tidak pernah berubah sepaniang masa, Allah berfirman dalam surat Al ahzab ayat 62
سُنَّةَ اللهِ فِي الَّذِينَ خَلَوْا مِن قَبْلُ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّةِ اللهِ تَبْدِيلاً {62}
Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu )        “Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapati perubahan pada sunnah Allah,” (QS al-Ahzab: 62).
Jadi sunatullah itu kalau Allah berkehendak menjadikan sebuah kota atau lembaga akan muncul pemimpin yang baik tak kan  ada yang mampu menolak
Jadi tugas kita adalah menyiapakan dan melahirkan dengan pengkaderan pemimpin2 baru dengan waktu yang cukup,konsisten,profesional,adil tidak diskriminatif,sehingga munculah pemimpin 2 baru yang diridhoi Allah SWT
Khotib mengajak,marilah kita siapkan pemimpin sekolah agar tidak terjadi kekeliruan,dengan prosedur yang benar, jangan sampai terjadi sekolah kita tidak punya murid,dan akhirnya mati karena arogansi kita telah menempat pemimpin sekolah yang tidak punya naluri dan daya kepemimpinan yang jelas.
Marilah kita siapkan kader2 pemimpin jamaah,masjid atau gerakan islam karena sesungguhnya masjid harusnya juga memikirkan umat,ekonomi dan kader-kader islam yang siap menjadi tokoh islam yang baik,agar jangan terjadi krisis kader,jadi keder,krisis qori jadi berlari.
Marilah kita siapkan Pemimpin Perusahaan agar jangan sampai gulung tikar
Marilah kita siapkan pemimpin 2 perguruan tinggi,yaitu orang yang mampu memanjemen,mengelola,menghimpun,mempengaruhi orang ke arah kebaikan
Marilah kita siapkan pemimpin bangsa,kota atau pemimpin politik yang jujur yang sesuai dengan gaya kepemimpinan Rosulullah yaitu Tablig,sidik Amanah dan fhatonah.
Sunnatullah inilah yang saat ini sangat mendesak untuk kita pahami dan kuasai bersama, bahwa pemimpin hebat itu “dilahirkan” dari sebuah proses panjang yang me-nuntut konsistensi dan kesabaran, bukan “dicari” dalam siklus rutinitas berkala seperti 3 tahun sekali,5 tahun sekali,atau 4 tahun sekali. Semoga kita berada pada garis yang benar !
Barokallahu....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar