Minggu, 26 Januari 2014

Islam itu Totalitas



ISLAM ITU TOTALITAS
YUSUP,  SPd MM


يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينُُ {208}
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. 2:208)

      Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang mana pada kesempatan hari ini kta masih diberikan nikmat iman,nikmat islam dan nikmat yang tidak kalah pentingnya dalam menjalankan tugas kita sehari-hari khususnya pada hari ini dalam menjalankan ibadah sholat jum’at ialah nikmat sehat
      Sholawat dan salam marilah kita sampaikan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW Selaku Khotib saya berwasiat pada diri saya dan khadirin sekalian marilah kita tingkatkan ketaqwaan pada Allah SWT
     Banyak orang yang ingin memisahkan urusan dunia dengan agama oleh sebab itu pemerintah ingin membatasi ruang gerak kehidupan beragama khususnya Organisasi islam ,dengan munculnya      R UU Ormas yang mana RUU tersebut menganulir  UU No.8 tahun 1985 pada masa Orba itu yang disebut UU Anti Subversif  akan diganti RUU ormas yang pada hakekatnya juga berpotensi mengebiri dan membelenggu Oganisasi islam
Banyak orang yang menjadi bulan2an pemerintah hanya karena ia berpegang teguh pada islam/nilai2 alqur’an ,untuk bekerja,berpendapat, berorganisasi,solah-olah ia membawa sara/kelompok padahal islam itu totalitas,menyeluruh menyentuh juga pada persoalan-persoalan politik, perdagangan ,pendidikan,pemerintahan,ekonomi ,keuangan,kesehatan dan lain-lain

 Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. 2:208)
  
  Islamis itu nasionalis artinya seorang yang melaksanakan ajaran islam, seorang yang berprilaku islami,berkomunikasi,berpolitik dan bekerjasama dengan menggunakan nilai2 dan nash Alqur’an dengan sendirinya ia pasti akan bersikap nasionalis yaitu ia akan mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi ,ia akan mengutamakan kesejahteraan bersama,dan tidak akan merugikan orang lain serta tidak akan merugikan kaum minoritas.
tetapi kalau dibalik Nasionalis itu belum tentu islamis.
    Dengan alasan itu Pada saat sekarang ini menurut hemat khotib ada 3 hal yang ingin memperlemah kekuatan umat islam ,
 pertama  : Jumlah umat islam akan diupayakan berkurang oleh orang kafir dengan cara mendirikan perumahan2 mewah ,karena mereka tau mereka tidak akan dapat mengganggu aqidah umat islam  karena itu akan sulit maka hal yang sangat efektif mereka lakukan adalah dengan mendirikan rumah2 mewah dengan adanya perumahan2 mewah umat islam tak akan mampu membeli, maka sebagian besar yang mengisi rumah2 tersebut adalah orang2 non muslim  sehingga kota tangerang yang islamis berakhlaqul karimah lambat laun 15 tahun yad jumlahnya akan berimbang fifty-fifty dengan orang kafir dan akan miring lebih kecil pada dasawarsa tertentu  Kedua pada bidang politik orang2 non muslim punya strategi yang efektif utk memperlemah kekuatan umat islam yaitu  dalam momen pilkada di daerah2 mereka manfaatkannya  dengan cara menggandengkan tokoh non muslim dengan tokoh muslim ,umat islam yang lugu awam mampu mereka beli bahkan dengan uang Rp.20.000 utk memilih pemimpin yang non muslim atau pemimpin muslim yang berkarakter kafir  seperti yang terjadi pada wali kota solo yang telah ditinggalkan wali kotanya dan wakilnya nasrani ,bupati di provinsi babel,dan yang terakhir di Jakarta yang juga wakilnya adalah non muslim Dalam kasus memilih pemimpin seperti yang terjadi dalam pilkada Jakarta umat islam harus menelan pil pahit karena harus dipimpin oleh non muslim. dalam memilih pemimpin jelas kita harus berdasarkan Nash, bagi umat Islam wajib hukumnya,jadi kalau berda’wah terhadap umat islam bukan dalam forum yang umum tetapi forum khusus orang yang menjadi audiens homogen maka syah syah saja kita mengajak umat islam untuk tidak memilih pemimpin yang  non muslim. jadi kita harus dapat memilah milah mana yang termasuk Nash/syariah? mana yang termasuk Muamalah? Memilih pemimpin sama dengan kewajiban melaksanakan sholat karena termasuk syariat ,yang termasuk syariah tidak diperlukan penafsiran yang termasuk Muamalah perlu penafsiran contoh yang termasuk Syariah : ibadah Yang 5 rukun islam itu,termasuk didalam menentukan kapan mulai puasa dan kapan mulai sholat ini syariah jadi Negara atau pemerintah tidak punya hak untuk membuat jusmen/vonis intruksi yang menyuruh kita kapan kita mulai utk beribadah, contoh lain yang termasuk syariah ialah memilih pemimpin tentu ini harus mengikuti perintah Allah  dalam surat Al-Imon ayat 28 } لاَ يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللهِ فِي شَيْءٍ إِلآَّ أَن تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللهِ الْمَصِيرُ {28}
Janganlah orang-orang mu'min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu'min. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu). (QS. 3:28)

Allah telah menentukan criteria dalam memilih pemimpin berdasarkan ayat teersebut,seperti pilihlah pemimpin yang pertama: si calon harus Islam,yang kedua sidik,fatonah,tablig dan amanah , tetapi dalam bermuamalah kita diperintahkan untuk berbuat baik dengan suku apapun,jadi yang bersifat aqidah tidak boleh ada toleransi bahkan Rosulullah sangat baik dengan kaum non muslim tetapi tegas terhadap orang2 kafir, tegas terhadap orang2 yang menolak kebenaran,strategi lain dalam bidang politik dan social dengan adanya RUU Ormas dalam RUU tersebut umat islam dalam berorganisasi dibatasi ruang geraknya seperti organisasi tidak boleh go internasional tetapi harus nasional, padahal islam itu besifat menyeluruh,islam itu bersifat universal dan membumi artinya islam bisa tumbuh di tanah dan di suku jenis manapun, kemudian hal keuangan melalui RUU ormas tsb keuangan Ormas islam diawasi dg ketat oleh pemerintah jika keuangan ormas islam harus dicampuri pemerintah,bagaimana dengan hadits yang menyatakan jika beramal atau bersedekah tangan kanan maka tangan kiri tak boleh tau, padahal banyak sekali orang islam yang besedekah atas nama hamba Allah bahkan sampai milyaran rupiah lah kalau harus dilaporkan kepada pemerintah ini yang keliru maka tanggung jawab pemipin organisasi bukan kepada pemerintah tetapi kepada jamaahnya
Hadirin siding sholat jum’at Rokhimakumullah…….
Ketiga  Pada bidang pedagangan dan ekonomi,Dalam bidang perdagangan adanya perdagangan bebas yang mengakibatkan umat islam tak mampu bersaing dengan mereka sehingga da’wah islam tertatih-tatih,padahal mestinya pemerintah bisa mengendalikan perdagangan bebas dengan regulasinya .icon brand2 yahudi telah mendarah daging dari mulai mainan anak2 ampai alat pekerjaan orang dewasa semuanya produk bangsa asing  yang mana setiap 1 % dari satu produk disumbangkan utk perjuangan orang2 yahudi membantai umat islam di timur tengah ,kemudian perdagangan retail pedagang eceran semuanya dikuasai orang2 non muslim sampai ke gang2 kecil yang mematikan kios pedagang2 kecil  milik kaum pribumi
Mengapa umat islam tak memiliki kekuatan kehidupan berjamaah ?,mana komunitas islam dalam bentuk yang utuh kumpul dalam satu perkampungan atau kota malah justru orang2 non muslimlah yang meaktualisasikan prinsip2 sholat berjamaah,ia memiliki cluster2 perumahan2,sampai Kota modern,pertanyaan berikutnya mana pemimpin islam,kita sebuah Negara penduduk muslim terbesar tetapi kita tak memiliki pemimpin yang muslim secara kaffah, mana ajaran islam yang tentang menolong orang lain terlaksana dengan baik kalau umat islam sendiri tidak memiliki kekuatan ekonomi, bagaimana kita bisa melaksanakan hadits  yang menyatakan Al ya dul ul ya artinya tangan diatas lebih mulia daripada tangan dibawah, kalau masih berhutang dengan orang2 kafir pasti kita akan lebih rendah hadits nabi tadi jelas terbukti orang yang berhutang/meminta lebih rendah daripada yang menghutangkan,
Hadirin semua ini karena umat islam tidak  yakin, kalau diri kita punya ajaran yang mampu membentuk masyarakat yang memiliki kekuatan politik,ekonomi,dan perdagangan, orang islam banyak yang menjadi peragu katanya ah sudahlah say amah yang penting bekerja dengan baik tidak menyakiti orang,pikiran egosi ini yang terjadi, padahal kita diperintahkan oleh Allah untuk memperbaiki masyarakat yang tergilas ekonominya oleh ekonomi kapitalis, anak2 yang mentalnya rusak terjangkiti fornografi,fornoaksi dengan merebaknya di internet, wajarlah jika prilaku generasi muda seperti hewan apakah kita umat islam diam saja ? pikiran egois selalu berkata ah anak orang ini yang penting anakku tidak, Allah mengecam sholatmu tidak berfungsi,
Di sisi lain marilah kita pikirkan kalau kita acuhkan saja dalam hal memilih pemimpin betapa sulitnya seorang dai berceramah mulutnya smapai berbusa untuk memberantas perjudian dan pelacuran tidak dapat berhasil, tapi dengan kebijakan pemimpin, dengan adanya UU yang dirumuskan oleh para pemimpin pelacuran perjudian akan dapat ditumpas dengan mudah,oleh sebab itu kita butuh pemimpin yang islamis, maka khotib mengajak kita punya kewajiban utk memilih pemimpin yang islamis pada sisi ini kita tak boleh takut, jangan ragu, jangan mengaburkan ajaran islam bahwa sesungguhnya politik, ekonomi,pendidikan,kesehatan dll semuanya adalah bagian dari islam yang dimana kita harus berperan aktif mempedulikannya, Ud hu lu fi silmi kaaf fah
Khotib mengajak Marilah kita tengok sejarah, Dalam pembaharuan di kerajaan Usmani,turki dapat dilihat adanya tiga golongan pembaharuan. Pertama, golongan Barat yang ingin mengambil peradaban Barat sebagai dasar pembaharuan.ini jelas ia yang kafir idiologinya kafir   Golongan yang kedua, golongan Islam, yang ingin menjadikan dasar islam sebagai dasar pembaharuan ini juga jelas ia ingin nilai2 islam yang diinginkan dan ketiga, golongan nasionalis Turki, yang mana mereka ingin menjadikan dasar pembaharuan bukan peradaban Barat dan bukan Islam, tetapi nasionalisme Turki. ini yang tidak jelas dalam peumusan pancasila konsep sila pertama kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk-pemeluknya,ini islamis tetapi pasti nasionalis  tetapi gagal dapat dikalahkan oleh orang nasionalis, ya begini jadinya sebab nasionalis itu belum tentu islamis, kalau islam ajarannya tidak digunakan pasti kehancuran akan terjadi, korupsi merajalela, polisi, jaksa, hakim, anggota dewan, pejabat, semua berjamaah korupsi ,  masyumi selalu berusaha menyusun kekuasaan dengan konsep islamis itu nasionalis tetapi Soekarno membuat konep NASAKOM (nasionalis,agama, dan komunis) inilah pertarungan iman iman itu kan percaya ,percaya kalau islam ditanamkan aman dan sejahtera, 
      Inilah awal awalnya pengaburan Islam yang mana adanya bias dalam melaksnakan ajaran islam,kelompok abu-abu inilah yang akhirnya melahirkan islam liberalis menganggap Alqur’an perlu direvisi,menganggap alquran perlu disesuaikan dengan zaman ,munculnya kelompok yang mengatasnamakan plurasisme,nasionalis dan kebhinekaan .
Hudzaifah bin Al-Yaman radhiallahu anhuma berkata:             (baca tejemahannya saja)

كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنْ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ قَالَ نَعَمْ وَفِيهِ دَخَنٌ قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ قَالَ قَوْمٌ يَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ قُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ عَلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا قَالَ هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلَا إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ
“Orang-orang biasa bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang kebaikan sementara aku biasa bertanya kepada beliau tentang keburukan karena khawatir jangan-jangan aku terkena keburukan itu.
Maka aku bertanya, “Wahai Rasulullah, dahulu kami dalam masa jahiliah dan keburukan, lantas Allah datang dengan membawa kebaikan ini, maka apakah setelah kebaikan ini akan ada keburukan lagi?” Nabi menjawab, “Ya.” Saya bertanya, “Apakah sesudah keburukan itu akan ada kebaikan lagi?” Beliau menjawab, “Ya, tapi ketika itu sudah ada kabut.” Saya bertanya, “Apa yang anda maksud dengan kabut itu?” Beliau menjawab, “Adanya sebuah kaum yang memberikan petunjuk dengan selain petunjuk yang aku bawa. Engkau kenal mereka namun pada saat yang sama engkau juga mengingkarinya.”
Saya bertanya, “Adakah setelah kebaikan itu akan ada keburukan lagi?” Nabi menjawab, “Ya, yaitu adanya dai-dai yang menyeru menuju pintu jahannam. Siapa yang memenuhi seruan mereka, niscaya mereka akan menghempaskan orang itu ke dalam jahannam.”

Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, tolong beritahukanlah kami tentang ciri-ciri mereka!” Nabi menjawab, “Mereka memiliki kulit seperti kulit kita, juga berbicara dengan bahasa kita.”

Hadirin siding sholat jum’at rokhimakumullah
Bandingkan hadits ini dengan kasus kehidupan sehari-hari ketika seorang tokoh islam  berda’wah mengajak memilih pemimpin dengan criteria yang telah diamanatkan Allah orang-orang yang
Abu-abu tadi dengan bahasa Alquran yang sama dengan kita mari kita fastabihul khoirot bukan membicarakan sara dan agama, ketika porno aksi merajalela kemudian ada umat islam yang protes mereka dengan bahasa Alquran mari kita jangan jorok kalau pikiran kita ga ngeres meskipun melihat yang forno ga nafsu apa-apa? Yang porno jadi pahlawan disanjung2 yang korupsi jadi pahlawan dengan senyum lepas bangga dengan dosa2 karena mereka dibela dengan uu yang ada yang sangat longgar, coba kalau hokum islam yang digunakan tidak akan seperti ini inilah yang saya maksud islamis pasti nasionalis, bukan hanya kaum minoritas yang terlindungi negarapun akan terlindungi, marilah kita gunakan dan kembangkan ajaran islam utk kehidupan 
Banyak sekali kan sekarang ini orang yang seperti ini.
Saya bertanya, “Lantas apa yang tuan perintahkan kepada kami ketika kami menemui hari-hari seperti itu?”

Nabi menjawab, “Hendaklah kamu selalu bersama jamaah kaum muslimin dan imam (pemimpin) mereka!” Aku bertanya, “Kalau pada waktu itu tidak ada jamaah kaum muslimin dan imam bagaimana?”

Nabi menjawab, “Hendaklah kamu jauhi seluruh firqah (kelompok-kelompok) itu, sekalipun kamu menggigit akar-akar pohon hingga kematian merenggutmu dalam keadaan kamu tetap seperti itu.”
(HR. Al-Bukhari no. 7084 dan Muslim no. 1847)


 inilah 3 jenis hal yang harusnya umat islam dapat melawan dan merebutnya dengan cara2 yang benar ,pertama umat islam akan menjadi tamu dinegrinya sendiri dengan berdirinya perumahan2 mewah, kedua umat islam akan dipimpin dan ada yang sudah dipimpin oleh orang non muslim, yang ke tiga sejak zaman Belanda umat islam berada pada kondisi ekonomi yang tidak kuat, Bagaiman umat islam harus berbuat sesungguhnya Allah mengajarkan Kuntum Khoiro umat, Kamu adalah umat terbaik, Antum a lau na, jangan takut jangan lemah kamu adalah umat yang memilik derajat yang tinggi jika kamu beriman,dan beramal sholeh
Khotib mengajak  :
Petama Kita harus fungsikan iman kita pada tugas2 kehidupan kita shari hari apapun jabatan, status social mulai dari punya jabatan sebagai RT, RW, sampai jabatan tertinggi, polisi, pedagang, pemimpin perusahaan, ekeonom, guru, dosen,wiraswastawan sebagai umat islam harus menggunakan status sosialnya itu dengan kekuasaan yang kita miliki yang mampu menolong orang lain kekuasaan yang kita warnai dengan sikap islamis, jika kita pedagang pedagang yang jujur, kita pejabat pejabat yang jujur yang dapat mengembangkan islam menjadi contoh, bukan korupsi daging sapi, korupsi simulator sim korupsi dll sehingga islam tidak kuat dan yang akan mengambil kesempatan itu yang tidak digunakan oleh umat islam di masing2 lini kehidupannya adalah orang lain
Kedua merubah main set bawahan ,anggota,jamaah di mana kita berada , artinya merubah nya kea rah pemahaman islam bahwa islam itu Kaafah, oleh sebab itu dimanapun kita berada upayakan adakan pengajian walaupun beberapa menit saja dalam sehari,atau sepekan sehingga umat islam itu ada satu hati, satu aqidah satu perintah dan nyambung walaupun kita beda tempat tinggal beda tempat kerja dan beda organisasi tetapi kita satu kekuatan ,dimana apabila ada kesulitan, kekurangan bisa langsung tertangani, atau bisa dibenahi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar