SEJARAH PERADABAN ISLAM
YUSUP,S.Pd.MM
Pokok Bahasan
1. Pengantar Sejarah Peradaban Islam
a. Arti Sejarah, Peradaban dan Islam
b. Diskursus Kebudayaan dan Peradaban
c. Hubungan Al-Qur’an dan Hadits dengan Peradaban
d. Metodologi Penulisan Sejarah
2. Peradaban Islam Rasulullah Periode Makkah (610 – 622 M)
a. Peradaban Arab Sebelum Islam
b. Dakwah Makkah Nabi Muhammad
c. Pembentukan Sistem Sosial di Makkah
3. Peradaban Islam Rasulullah Periode Makkah (622 – 632 M)
a. Arti Hijrah Nabi ke Madinah
b. Dasar Berpolitik Negeri Madinah
c. Piagam Madinah: Darussalam dan Darul Islam
4. Periode Khulafaur Rasyidin (632 – 661 M)
a. Pembentukan Kekhilafahan dan Sistemnya
1. Abu Bakar (632 – 634 M)
2. Umar bin Khattab (634 – 644 M)
3. Utsman bin Affan (644 – 656 M)
4. Ali bin Abi Thalib (656 – 661 M)
b. Tipe Kepemimpinan Khalifah
c. Kontribusi Khalifah dalam Peradaban Islam
5. Dinasti Umayyah (661 – 750 M)
a. Pendirian Dinasti Umayyah
b. Pola Pemerintahan Dinasti Umayyah
c. Ekspansi Wilayah Dinasti Umayyah
d. Peradaban Islam Pada Masa Dinasti Umayyah
6. Dinasti Abbasiyyah (750 – 1258 M)
a. Pendirian Dinasti Abbasiyyah
b. Pola Pemerintahan Dinasti Abbasiyyah
c. Ekspansi Wilayah Dinasti Abbasiyyah
d. Peradaban Islam Pada Masa Dinasti Abbasiyyah
7. Islam di Andalusia (Spanyol)
a. Sejarah Penguasaan Islam di Spanyol
b. Kemajuan Peradaban Islam Spanyol
c. Kemunduran Peradaban Islam Spanyol
8. Tiga Kerajaan Besar
a. Turki Usmani hingga Mustafa Kemal (1300 – 1922 M)
b. Dinasti Safawi Persia hingga Khumaini (1501 – 1732 M)
c. Dinasti Mugal India hingga Terbentuknya Bangladesh
9. Peradaban Islam Asia Tenggara
a. Sejarah Islam di Asia Tenggara
b. Kemajuan Agama Islam Asia Tenggara
c. Moderenisasi Islam Asia Tenggara
10. Peran Walisongo dalam Peradaban Islam Indonesia
a. Walisongo dan Dakwah Islam
b. Model Penyebaran Islam Walisongo
c. Kemajuan Islam Periode Walisongo
11. Peradaban Islam Indonesia Pra Kemerdekaan
a. Teori Kedatangan Islam di Indonesia
b. Sejarah Awal Masuknya Islam Indonesia
c. Agama dan Kekuatan Politik Masa Kolonialisme
12. Peradaban Islam Indonesia Pasca Kemerdekaan
a. Islam Indonesia dalam Masa Revolusi
b. Peran Islam dalam Kemerdekaan
c. Peradaban Islam dan Negara Pancasila
1. Pengantar Sejarah Peradaban Islam
a. Arti Sejarah, Peradaban dan Islam
b. Diskursus Kebudayaan dan Peradaban
c. Hubungan Al-Qur’an dan Hadits dengan Peradaban
d. Metodologi Penulisan Sejarah
2. Peradaban Islam Rasulullah Periode Makkah (610 – 622 M)
a. Peradaban Arab Sebelum Islam
b. Dakwah Makkah Nabi Muhammad
c. Pembentukan Sistem Sosial di Makkah
3. Peradaban Islam Rasulullah Periode Makkah (622 – 632 M)
a. Arti Hijrah Nabi ke Madinah
b. Dasar Berpolitik Negeri Madinah
c. Piagam Madinah: Darussalam dan Darul Islam
4. Periode Khulafaur Rasyidin (632 – 661 M)
a. Pembentukan Kekhilafahan dan Sistemnya
1. Abu Bakar (632 – 634 M)
2. Umar bin Khattab (634 – 644 M)
3. Utsman bin Affan (644 – 656 M)
4. Ali bin Abi Thalib (656 – 661 M)
b. Tipe Kepemimpinan Khalifah
c. Kontribusi Khalifah dalam Peradaban Islam
5. Dinasti Umayyah (661 – 750 M)
a. Pendirian Dinasti Umayyah
b. Pola Pemerintahan Dinasti Umayyah
c. Ekspansi Wilayah Dinasti Umayyah
d. Peradaban Islam Pada Masa Dinasti Umayyah
6. Dinasti Abbasiyyah (750 – 1258 M)
a. Pendirian Dinasti Abbasiyyah
b. Pola Pemerintahan Dinasti Abbasiyyah
c. Ekspansi Wilayah Dinasti Abbasiyyah
d. Peradaban Islam Pada Masa Dinasti Abbasiyyah
7. Islam di Andalusia (Spanyol)
a. Sejarah Penguasaan Islam di Spanyol
b. Kemajuan Peradaban Islam Spanyol
c. Kemunduran Peradaban Islam Spanyol
8. Tiga Kerajaan Besar
a. Turki Usmani hingga Mustafa Kemal (1300 – 1922 M)
b. Dinasti Safawi Persia hingga Khumaini (1501 – 1732 M)
c. Dinasti Mugal India hingga Terbentuknya Bangladesh
9. Peradaban Islam Asia Tenggara
a. Sejarah Islam di Asia Tenggara
b. Kemajuan Agama Islam Asia Tenggara
c. Moderenisasi Islam Asia Tenggara
10. Peran Walisongo dalam Peradaban Islam Indonesia
a. Walisongo dan Dakwah Islam
b. Model Penyebaran Islam Walisongo
c. Kemajuan Islam Periode Walisongo
11. Peradaban Islam Indonesia Pra Kemerdekaan
a. Teori Kedatangan Islam di Indonesia
b. Sejarah Awal Masuknya Islam Indonesia
c. Agama dan Kekuatan Politik Masa Kolonialisme
12. Peradaban Islam Indonesia Pasca Kemerdekaan
a. Islam Indonesia dalam Masa Revolusi
b. Peran Islam dalam Kemerdekaan
c. Peradaban Islam dan Negara Pancasila
MATERI SEJARAH PERADABAN ISLAM
PENGERTIAN
SEJARAH
ETIMOLOGIS
• Sejarah. kata sejarah
diambil dari bahasa Arab, yaitu dari kata syajarah yang berarti
pohon, yang melambangkan silsilah orang-orang besar. Dikatakan demikian, karena
dulunya sejarah merupakan ceritera yang mengisahkan silsilah orang-orang besar.
Kata syajarah atau syajaratun ini masuk bahasa Melayu tidak lama
sesudah abad ke-13 dan kemudian mengambil bentuk syajarah yang mirip
sekali dengan ucapan bahasa Indonesia modern.
• Tarikh. Kata tarikh (Arab) diambil
dari kata kerja bentuk lampau (fi’il madli’) arrakha yang
masdarnya menjadi ta’rikhan dan arrakhan yang bacaannya menjadi tarikh
sebagaimana telah kita maklumi bersama. Adapun arti kata tersebut adalah
mengetahui waktu. Akan tetapi di samping itu ada yang berpendapat bahwa arti
tarikh adalah: “Rentetan ceritera-ceritera atau kejadian-kejadian yang terjadi
di masa lampau.”
Ada juga pandangan bahwa Kata tarikh
berasal dari bahasa semit yang mempunyai arti bulan. Kata bulan tersebut
bisa menunjuk pada bulan sebagai benda langit dan juga bisa menunjuk pada
hitungan atau ketentuan masa, zaman, periode atau waktu. Dalam
perkembangan kemudian kata tarikh bermakna sejarah karena dalam kajian sejarah
tidak dapat dilepaskan dari faktor temporal atau waktu. Kata tarikh
inilah yang sering digunakan dalam literature kajian sejarah.
• Kisah. Secara etimologis kata kisah
berarti menceritakan khabar kepadanya. Kata kisah sesungguhnya berasal dari
Bahasa Arab, yaitu dari kata qashshu yang arti dasarnya adalah
mengikuti atau mencari jejak. Selain mempunyai arti dasar mencari jejak
atau mengikuti, kata al-qashshu yang kemudian membentuk kata
al-qashshashu juga bisa berarti berita yang kronologis atau berurutan, al-amr
(urusan), khabar (berita) dan juga hal (keadaan). Kisah
biasanya berisi gambaran satu keadaan tertentu di mana sebagian peristiwa
terkadang didahulukan dan sebagian lagi diakhirkan, sebagian disebutkan dan
sebagian lagi dihilangkan. Dibandingkan dengan kata sebelumnya, kata kisah
adalah kata yang sering digunakan al-Qur’an untuk menunjuk pada cerita-cerita
ummat terdahulu.
• Sirah. Kata sirah secara bahasa
mempunyai banyak makna, antara lain reputasi, tingkah laku (as-suluk),
cerita/kisah (at-taariih), jalan atau cara (ath-thariq/al-mahzhab),
bentuk rupa, (al-baiah) dan biografi (siratun rajulun).
Dari berbagai makna di atas, kata sirah seringkali dipahami sebagai biografi
atau riwayat hidup seseorang. Kata sirah ini merupakan kata yang popular
digunakan dalam kajian riwayat hidup Nabi Muhammad saw. dan para
sahabatnya yang dikenal dengan istilah sirah Nabawiyah dan sirah
shahabiyah.
• Histori/Stori. kata Inggris history, berasal
langsung dari bahasa Yunani kuno istoria yang kurang lebih berarti
belajar dengan cara bertanya-tanya.
Istoria,
selain berarti belajar dengan cara
bertanya-tanya, juga berarti ilmu. Menurut filosof Yunani Aristoteltes, istoria
berarti suatu pertelaan sistematis mengenai seperangkat gejala alam, entah
susunan kronologi merupakan faktor atau tidak di dalam pertelaan itu.
Penggunaan tersebut – meskipun jarang – masih tetap hidup di dalam bahasa
Inggris dan di dalam sebutan natural history. Karena perkembangan zaman,
kata Latin yang sama artinya Scientea, lebih sering dipergunakan untuk
menyebutkan pertelaan sistematis non kronologis tentang gejala alam; sedangkan
kata istoria biasanya dipergunakan bagi pertelaan mengenai gejala-gejala
(terutama hal ihwal manusia) dalam urutan kronologis.
I
Kelahiran Peradaban Islam
M DISKURSUS KEBUDAYAAN DAN PERADABAN
1.
Pengertian Peradaban
Kata Peradaban
seringkali diberi arti yang sama dengan kebudayaan. Tetapi dalam B. Inggris
terdapat perbedaan pengertian antara kedua istilah tersebut. Istilah
Civilization untuk peradaban dan Culture untuk kebudayaan. Demikian pula dalam
B. Arab dibedakan antara kata Tsaqafah (kebudayaan), kata Hadharah (kemajuan),
dan Tamaddun (peradaban).
Menurut A.A. Fyzee,
peradaban (civilization) dapat diartikan dalam hubungannya dengan
kewarganegaraan karena berasal dari kata civies (Latin) atau civil (Inggris)
yang berarti seorang warganegara yang berkemajuan. Dalam hal ini peradaban
diartikan dalam dua cara:
1)
Proses menjadi berkeadaban, dan
2)
Suatu masyarakat manusia yang sudah berkembang
atau maju.
Suatu peradaban
ditunjukkan dalam gejala-gejala lahir, mis. Memiliki kota-kota besar,
masyarakat telah memiliki keahlian di dalam industri (pertanian, pertambangan,
pembangunan, pengangkutan dsb), memiliki tertib politik dan kekuasaan, dan
terdidik dalam kesenian yang indah-indah. Adapun kebudayaan diartikan bersifat
sosiologis di satu sisi dan antropologis di sisi lain. Istilah kebudayan
(culture) pada dasarnya diartikan sebagai cara mengerjakan tanah, memelihara
tumbuh2an, diartikan pula melatih jiwa dan raga manusia. Dalam latihan ini
memerlukan proses dan mengembangkan cipta, karsa, dan rasa manusia. Maka
culture adalah civilization dalam arti perkembangan jiwa.
Peradaban Islam
memiliki tiga pengertian yang berbeda. Pertama, kemajuan dan tingkat kecerdasan
akal yang dihasilkan dalam suatu periode kekuasaan Islam mulai dari periode
Nabi Muhammad Saw. sampai perkembangan kekuasaan sekarang; kedua, hasil-hasil
yang dicapai oleh umat Islam dalam lapangan kesusasteraan, ilmu pengetahuan dan
kesenian; ketiga, kemajuan politik atau kekuasaan Islam yang berperan melindungi
pandangan hidup Islam terutama dalam hubungannya dengan ibadah-ibadah,
penggunaan bahasa, dan kebiasaan hidup kemasyarakatan.
2. Meraih Kejayaan Islam dengan Iptek
Berdasarkan penjelasan
Ibnu Khaldun tentang kebangkitan suatu peradaban, jika umat Islam ingin
membangun kembali peradabannya, mereka harus menguasai ilmu pengetahuan dan
teknologi. Tanpa ini, kebangkitan Islam hanya akan
menjadi utopia belaka[1][2].
Menurut Ibnu Khaldun, wujud suatu peradaban merupakan produk dari
akumulasi tiga elemen penting yaitu, kemampuan manusia untuk berfikir yang
menghasilkan sains dan teknologi, kemampuan berorganisasi dalam bentuk kekuatan
politik dan militer, dan kesanggupan berjuang untuk hidup. Jadi kemampuan
berfikir merupakan elemen asas suatu peradaban. Suatu bangsa akan beradab
(berbudaya) hanya jika bangsa itu telah mencapai tingkat kemapuan intelektual
tertentu. Sebab kesempurnaan manusia ditentukan oleh ketinggian pemikirannya.
Suatu peradaban hanya akan wujud jika manusia di dalamnya memiliki pemikiran
yang tinggi sehingga mampu meningkatkan taraf kehidupannya. Suatu pemikiran tidak dapat tumbuh begitu saja
tanpa sarana dan prasarana ataupun supra-struktur dan infra-struktur yang
tersedia. Dalam hal ini pendidikan merupakan sarana penting bagi tumbuhnya
pemikiran, namun yang lebih mendasar lagi dari pemikiran adalah struktur ilmu
pengetahuan yang berasal dari pandangan hidup.
Maka dari itu,
pembangunan kembali peradaban Islam harus dimulai dari pembangunan ilmu
pengetahuan Islam. Orang mungkin memprioritaskan pembangunan ekonomi dari pada
ilmu, dan hal itu tidak sepenuhnya salah, sebab ekonomi akan berperan
meningkatkan taraf kehidupan. Namun, sejatinya faktor materi dan ekonomi
menentukan setting kehidupan manusia, sedangkan yang mengarahkan seseorang untuk
memberi respon seseorang terhadap situasi yang sedang dihadapinya adalah faktor
ilmu pengetahuan. Dari sini, kita melihat peran vital pendidikan sebagai jalan
kebangkitan peradaban Islam. Menurut satu versi, peradaban adalah
kebudayaan yang sudah berkembang dan maju. Disisi lain, Effat Sharqawi
menjelaskan bahwa kebudayaan adalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam
suatu masyarakat.
C. HUBUNGAN
AL-QURAN DAN HADITS DENGAN PERADABAN
Dalam keyakinan ummat islam bahwa
Al-Quran adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad S.A.W. yang
membacanya bernilai ibadah. Disamping Al-Quran, Hadits adalah sabda (perkataan,
Qawl), perbuatan (Fi’li), ketetapan ( taqri), dan sifat yang disandarkan kepada
Nabi Muhammad S.A.W. Dalam proses sejarah, ulama dalam berbagai
generasi berusaha menangkapkan maksud Allah yang terdapat dalam kitab-Nya. Oleh
karena itu, ulama menentukan berbagai cara dalam memahami maksud-maksud Allah.
Karena banyaknya cara yang digunakan oleh ulama dalam emahami Al-Quran, ulama
kemudian dikelompokkan kedalam berbagai aliran sesuai dengan kecenderungan.
Dalam memahami Al-Quran, sebagian ulama cenderung pada pendekatan kualitas
keutamaan struktural.
Prosedur penafsiran Al-Quran
merupakan produk pemikiran ulama dalam rangka memahami kandungan makna
Al-Quran. Oleh keran itu, ia dapat disebut sebagai “kebudayaan” karena produk
pemikiran ulama (manusia). Disamping itu, ia pun dapat disebut sebagai
peradaban karena prosedur tersebut termasuk maju (terutama dari segi semangat
memahami dan menjalankan kitab suci) dan
dilakukan oleh ulama pada jamannya. Akan tetapi, sebagian umat islam tidak sreg (keberatan) apabila ilmu quran
(ulum quran) disebut sebagai kebudayaan atau peradaban.
Menurut Nuchcolis Madjid, agama dan
budaya adalah dua bidang yang dapat dibedakan tapi tidak dapat dipisahkan.
Agama bernilai mutlak, tidak berubah menurut perubahan waktu dan tempat. Tetapi
budaya, sekalipun berdasarkan agama, dapat berubah dari waktu ke waktu dan dari
tempat ke tempat. Sementara kebanyakan budaya berdasarkan agama, namun tidak
pernah terjadi sebaliknya, agama berdasarkan budaya. Oleh karena itu, agam
adalh primer, dan budaya adalah sekunder. Budaya dapat berupa ekspresi hidup
keagamaan.
Dalam pandangan Harun Nasution,
agama pada hakikatnya mengandung dua kelompak ajaran. Pertama, ajaran dasar yang diwahyukan Tuhan melalui para Rasul-Nya
kepada masyarakat manusia. Ajaran dasar yang demikian terdapat dalam kitab-
kitab suci. Ajaran – ajaran yang terdapat dalam kitab- kitab suci itu,
memerlukan pennjelasan tentang arti dan cara pelaksanaannya.
Penjelasan-penjelasan ini diberikan oleh [emuka-pemuka atau ahli-ahli agama.
Penjelasan-penjelasan mereka terhadap ajaran dasar agam adalah kelompok kedua
dari ajaran agama. Kelompok pertama, karena merupakan wahyu,dari Tuhan,
bersifat absolut, mutlak benar, kekal, tidak berubah dan tidak bisa diubah.
Kelompok kedua, karena merupakan penjelasan dan dengan demikkian hasil
pemikiran pemuka atau ahli agama, pada hakikatnya tidaklah absolut tidak mutlak
benar, dan tidak kekal. Kelompok kedua ini bersifat relatif, nisbi, berubah,
dan dapat diubah sesuai dengan perkembangan zaman[2][3].
D. METODOLOGI
PENULISAN SEJARAH
1)
Sejarah
Lisan
Merupakan upaya mengetahui kejadian
masa lalu yang dilakukan dengan teknik wawancara pada
tokoh atau pelaku sejarah yang
berkaitan dengan kejadian
atau tema tertentu.
Sejarah lisan dengan
demikian memiliki dua
fungsi, pertama ia
sebagai metode ( cara penulisan sejarah) dan kedua sebagai sumber
sejarah.
2)
Sejarah
Sosial
Merupakan penulisan sejarah yang
berkaitan dengan tema - tema sosial
seperti kemiskinan, perbanditan,
kekerasan, kriminalitas, pelacuran,
perlawanan terhadap kolonial, pertumbuhan penduduk, migrasi,
urbanisasi dan sebagainya.
3) Sejarah Kota
Sebagaimana sejarah sosial,
permasalahan yang menjadi bidang kajian sejarah kota juga sangat luas. Diantara
bidang kajian yang termasuk dalam sejarah kota antara lain, perkembangan
ekologi (lingkungan) kota; transformasi atau perubahan sosial ekonomi
masyarakat kota (termasuk di dalamnya adalah industrialisasi dan urbanisasi);
sistem sosial dalam masyarakat kota; problem-problem sosial seperti masalah
kepadatan dan heterogenitas; dan mobilitas sosial masyarakat perkotaan. Sejarawan
banyak yang memasukkan sejarah kota juga dalam sejarah sosial atau sejarah
lokal.
4) Sejarah
Pedesaan
Sejarah pedesaan adalah sejarah yang
secara khusus meneliti tentang desa atau pedesaan, masyarakat petani, dan
ekonomi petanian.
5) Sejarah Ekonomi
Sejarah ekonomi merupakan salah satu
unit penulisan sejarah yang mempelajari berbagai faktor yang menentukan
jalannya perkembangan perekonomian (produksi, distribusi dan konsumsi) suatu
masyarakat.
6) Sejarah
Kebudayaan
Merupakan kajian historis yang
membahas tentang pola-pola kehidupan (morfologi budaya) dan kesenian.
7) Sejarah
Lokal
Beberapa tema yang merupakan objek
penulisan sejarah lokal adalah dinamika masyarakat pedesaan, interaksi antar
suku bangsa dalam masyarakat majemuk, revolusi nasional di tingkat lokal, dan
biografi tokoh-tokoh lokal.
8) Sejarah
Wanita
Bidang kajian dari sejarah wanita
ini antara lain meliputi: tentang peranan wanita dalam berbagai sektor
sosial-ekonomi, biografi tokoh wanita, gerakan-gerakan wanita, sejarah keluarga
dimana peran wanita disini sangat dominan, tentang budaya wanita, dan tema
tentang kelompok-kelompok wanita. Sebagai spesialisasi dalam kajian sejarah,
sejarah wanita dapat dimasukkan dalam sejarah sosial.
9) Sejarah
Agama
Kajian dalam sejarah agama antara
lain meliputi, sejarah awal lahirnya agama-agama dunia, aliran-aliran keagamaan
pada agama-agama tertentu, gerakan-gerakan keagamaan, pemberontakan ulama dan
lain sebaginya.
10) Sejarah
Politik
Sejarah politik merupakan sejarah
yang mengkaji tentang masalah-masalah pemerintahan, kenegaraan (termasuk
partai-partai politik) dan power (kekuasaan).
11) Sejarah
Pemikiran
Sejarah pemikiran dapat
didefinisikan sebagai the study of the role of ideas in historical events and
process. Secara lebih kongkrit sejarah pemikiran mencakup studi tentang
pemikiran-pemikiran besar, yang berpengaruh pada kejadian bersejarah, serta
pengaruh pemikiran tersebut pada masyarakat bawah.
12) Sejarah
Kuantitatif
Sejarah kuantitatif adalah
penggunaan metode kuantitatif (teknik matematika) dalam penulisan sejarah.
Perbedaannya dengan penulisan sejarah lain (sejarah kualitatif) dengan demikian
terletak pada penggunaan data sejarah. Kalau sejarah kualitatif datanya berupa
deskripsi (berita), peninggalan (bangunan, foto), pikiran, perbuatan, dan
perkataan (sejarah lisan), maka sejarah kuantitatif datanya berupa angka-angka
(misalnya: angka kejahatan, jumlah murid), statistik (misalnya: harga sembako,
perpajakan) dan sensus (misalnya: penduduk, ternak).
13) Sejarah Mentalitas
Tema-tema yang menjadi objek studi
sejarah mentalitas antara lain meliputi mentalitas revolusioner,
kontrarevolusioner, orang-orang militan, kaum anarkis, perbanditan, pelacuran,
petualangan, pembunuhan, kriminalitas, konflik desa-kota, fenomena bunuh diri,
ketidakwarasan (gila), budaya populer (budaya pop), penindasan perempuan,
pertenungan, aborsi, homoseksualitas, dan kematian.
14) Biografi
Merupakan sejarah tentang perjalanan
hidup seseorang. Misalnya biografi Ki Hajar Dewantoro, Soeharto dan lain
sebagainya[3][4].
- asyarakat Arab Jahiliyah
— Objek dakwah Rasulullah SAW
pada awal kenabian adalah masyarakat Arab Jahiliyah, atau masyarakat yang masih
berada dalam kebodohan. Dalam bidang agama, umumnya masyarakat Arab waktu itu
sudah menyimpang jauh dari ajaran agama tauhid, yang telah diajarkan oleh para
rasul terdahulu, seperti Nabi Adam A.S. Mereka umumnya beragama watsani
atau agama penyembah berhala. Berhala-berhala yang mereka puja itu mereka
letakkan di Ka’bah (Baitullah = rumah Allah SWT). Di antara
berhala-berhala yang termahsyur bernama: Ma’abi, Hubai, Khuza’ah, Lata, Uzza
dan Manar.
2. Pengangkatan Nabi Muhammad SAW
sebagai Rasul
Pengangkatan Muhammad sebagai nabi atau rasul Allah SWT, terjadi pada tanggal 17 Ramadan, 13 tahun sebelum hijrah (610 M) tatkala beliau sedang bertahannus di Gua Hira, waktu itu beliau genap berusia 40 tahun. Gua Hira terletak di Jabal Nur, beberapa kilo meter sebelah utara kota Mekah.
Pengangkatan Muhammad sebagai nabi atau rasul Allah SWT, terjadi pada tanggal 17 Ramadan, 13 tahun sebelum hijrah (610 M) tatkala beliau sedang bertahannus di Gua Hira, waktu itu beliau genap berusia 40 tahun. Gua Hira terletak di Jabal Nur, beberapa kilo meter sebelah utara kota Mekah.
Versi lain menyatakan bahwa
peristiwa bi’tsah itu terjadi tanggal 27 Rajab.
Muhamad diangkat Allah SWT, sebagai nabi atau rasul-Nya ditandai dengan turunnya Malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu yang pertama kali yakni Al-Qur’an Surah Al-‘Alaq, 96: 1-5.
Muhamad diangkat Allah SWT, sebagai nabi atau rasul-Nya ditandai dengan turunnya Malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu yang pertama kali yakni Al-Qur’an Surah Al-‘Alaq, 96: 1-5.
— Iqra’ atau perintah membaca,
adalah kata pertama dari wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad Saww.
Kata ini sedemikian pentingnya sehingga diulang dua kali dalam rangkaian wahyu
pertama.
— Ketiadaan objek dalam
redaksi wahyu menandakan bahwa objeknya bersifat umum. Objek membaca mencakup
segala yang dapat terjangkau, baik bacaan suci yang bersumber dari Tuhan maupun
yang bukan. Menyangkut ayat2 tertulis maupun yang tidak, sehingga mencakup
telaah terhadap alam-raya, masyarakat, diri sendiri, ayat Alquran, majalah,
koran, dsb.
— Kata Iqra juga menunjukkan
bahwa peradaban Islam adalah peradaban literer, yang sangat mengagungkan
baca-tulis. Dalam konteks Islam, orang yang paling beradab adalah yang paling
tinggi ilmunya.
Setelah itu, pada periode Mekah)
selama 13 tahun (610-622 M), secara berangsur-angsur diturunkan kepada beliau
wahyu Al-Qur’an sebanyak 4.726 ayat, yang meliputi 89 surah. Surah-surah yang
diturunkan pada periode Mekah dinamakan Surah Makkiyyah.
Ajaran Islam Periode Mekah
Islam lahir di Kota Mekah dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Saat itu Mekah dalam kondisi gelap gulita, budaya jahiliyah berkembang pesat, kesyirikan merajalela. Allah Swt. Mengutus Nabi Muihammad saw. Untuk mengadakan perubahan baik dalam hal akidah maupun tatanan kemasyarakatan. Bagiamana perjalanan Nabi Muhammad saw. Dalam menyiarkan agama Islam di Mekah? Adakah tantangan yang dihadapinya?
A. Sejarah Nabi Muhammad saw. Periode mekah
Kejahiliyahan (kebodohan) masyarakat arab waktu itu terdapat dalam bidang :
1. AgamaMasyarakat Arab adalah penyembah berhala. berhala-berhala itu diletakan di Ka’bah
jumlahnya mencapai 300 lebih. diantara berhala-berhala yang termasyur benama Maabi, Khuzaah, Hubal, Latta, Uzza, dan Manat.
2. Moral masyarakat Arab menjadikan kabilah yang kalah perang menjadi budak,menempatkan perempuan di tempat yang rendah, suka berjudi, dan minum-minumankeras.
3. HukumMasyarakat Arab menganggap bahwa judi, mabuk-mabukkan, bezina, mencuri,merampok, membunuh bukan merupakan perbuatan yang salah.Melihat kondisi masyarakat Mekah dalam kejahiliahan, rasulullah saw. kuranglebih lima tahun terakhir sebelum kenabian selalu berkhalwat mendekatkan dirikepada Allah Swt. di Gua Hira. tujuannya agar Allah Swt. berkenan member petunjuk dalam menghadapi umat. dalam usia 40 Tahun, bertepatan tanggal 17 Ramadhan 610M, Rasulullah Saw. didatangi malaikat Jibril. dan saat itulah turun wahyu yangpertama Surah Al-‘Alaq, 96:1-5 sebagai berikut.
[96:1] Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
[96:2] Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
[96:3] Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
[96:4] Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
[96:5] Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
[96:6] Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,
[96:7] karena dia melihat dirinya serba cukup.
(Q.S. Al-‘Alaq, 96: 1-5)
Peristiwa turunnya wahyu pertama tersebut kemudian diperingati sebagai Nuzulul Qur’an. Setelah menerima wahyu Rasulullah saw. mengalami kegelisahan dan kebingungan kemudian dihibur Khadijah dan diyakinkan bahwa beliau akan dijadikannabi dan akan mengangkat derajat kaumnya dari kehinaan menuju kebahagiaan abadi.kurang lebih dua setengah tahunsetelah wahyu pertama turun barulah turun wahyu kedua Surah Al-Muddassir, 74:1-7 yang berbunyi :
[74:1] Hai orang yang berkemul (berselimut),
[74:2] bangunlah, lalu berilah peringatan!
[74:3] dan Tuhanmu agungkanlah!
[74:4] dan pakaianmu bersihkanlah,
[74:5] dan perbuatan dosa tinggalkanlah,
[74:6] dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebihbanyak.
[74:7] Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah. (Q.S. Al-Muddassir, 74:1-7)setelah turun wahyu yang kedua ini kemudian Rasulullah saw. diawal kenabian periode Makkah adalah sebagai berikut :
1. Mengajarkan keesaan Allah Swt.
2. Mengajarkan adanya hari kiamat sebagai hari pembalasan
3. Mengajarkan kesucian jiwa.
4. mengajarkan persaudaraan dan persatuan.
Melihat dakwah Rasulullah saw, orang-orang Quraiys berusaha menghentikan dengan berbagai cara, beberapa tindakan (reaksi) orang kafir Quraisy untuk menghentikan dakwah Rasulullah saw. adalah sebagai berikut :
1.Ejekan, hinaan, dan memperolok-olok. perhatikan firman Allah Swt. dalam Q.S. Al-Hijr, 15:6 berikut:
[15:6] Mereka berkata: "Hai orang yang diturunkan Al Qur'an kepadanya, sesungguhnya kamubenar-benar orang yang gila. (Q.S. Al-Hijr, 15:6)
2. Menjelek-jelek ajaran Nabi Muhammad saw. Perhatikan firman allah Swt. dalam Q.S. Al-Furqan, 25:4 berikut: Dan orang-orang kafir berkata: "Al Qur'an ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad dan dia dibantu oleh kaum yang lain maka sesungguhnya merekatelah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar. “(Q.S. Al-Furqaan, 25:4)
3. Menyodorkan beberapa bentuk penawaran.
4. Melakukan tekanan fisik.
B. Cara Dakwah Rasulullah saw.
1. Dakwah Sembunyi-sembunyi.
lebih kurang selama tiga tahun dimulai dari mengajak anggota keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekat. Perhatikan Firman Alla swt. Berikut:
[74:1] Hai orang yang berkemul (berselimut),
[74:2] bangunlah, lalu berilah peringatan!
[74:3] dan Tuhanmu agungkanlah!
[74:4] dan pakaianmu bersihkanlah,
[74:5] dan perbuatan dosa tinggalkanlah,
[74:6] dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak
[74:7] Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah (Q.S. Al-Muddassir, 74:1-7)
Dari ayat diatas, Allah Swt. Memberikan petunjuk tentang cara menyampaikan agama islam kepada umat manusia, yaitu :
a. Dengan cara sembunyi-sembunyi, sebab orang kafir Quraisy tidak akan senang terhadapagama yang dibawa oleh nabi Muhammad saw.
b. Lemah lembut jangan sampai menyakiti orang.
2. Dakwah Terang-Terangan
Perhatikan firman Allah Swt. Berikut:
[15:94] Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. (Q.S. Al-Hijr, 15:94)
Nabi Muhammad saw. Termenung sejenak memikirkan reaksi keras dari kaumnya, terutama pamannya sendiri Abu Lahab. Kemudian turun wahyu yang menerangkan bahwa yang celaka Abu Lahab sendiri. Perhatikan Firman Allah Swt. Berikut!
1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa
2. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.
3. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
4. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar
5. Yang di lehernya ada tali dari sabut.
Rasulullah saw. Menyampaikan dak’wah mengajak kepada tauhid, iman kepada Allah Swt, iman kepada hari kiamat, menantang kurafat dan kemusyrikan, menjelaskan kedudukan berhalayang tidak dapat memberi manfaat atau mudarat. Menyadarkan mereka untuk tunduk dan pasrah total Kepada Allah Swt. Dakwah Rasulullah saw. Yang terang-terangan ini mendapat tentanganyang sangat hebat.
3. Reaksi Kaum Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah SAW
Prof. Dr. A. Shalaby dalam bukunya Sejarah Kebudayaan Islam, telah menjelaskan sebab-sebab kaum Quraisy menentang dakwah Rasulullah SAW, yakni:
1. Kaum kafir Quraisy, terutama para bangsawannya sangat keberatan dengan ajaran persamaan hak dan kedudukan antara semua orang. Mereka mempertahankan tradisi hidup berkasta-kasta dalam masyarakat. Mereka juga ingin mempertahankan perbudakan, sedangkan ajaran Rasulullah SAW (Islam) melarangnya.
2. Kaum kafir Quraisy menolak dengan keras ajaran Islam yang adanya kehidupan sesudah mati yakni hidup di alam kubur dan alam akhirat, karena mereka merasa ngeri dengan siksa kubur dan azab neraka.
3. Kaum kafir Quraisy menilak ajaran Islam karena mereka merasa berat meninggalkan agama dan tradisi hidupa bermasyarakat warisan leluhur mereka.
4. Dan, kaum kafir Quraisy menentang keras dan berusaha menghentikan dakwah Rasulullah SAW karena Islam melarang menyembah berhala.
Usaha-usaha kaum kafir Quraisy untuk menolak dan menghentikan dakwah Rasulullah SAW bermacam-macam antara lain:
- Para budak yang telah masuk Islam, seperti: Bilal, Amr bin Fuhairah, Ummu Ubais an-Nahdiyah, dan anaknya al-Muammil dan Az-Zanirah, disiksa oleh para pemiliknya (kaum kafir Quraisy) di luar batas perik emanusiaan.
- Kaum kafir Quraisy mengusulkan pada Nabi Muhammad SAW agar permusuhan di antara mereka dihentikan. Caranya suatu saat kaum kafir Quraisy menganut Islam dan melaksanakan ajarannya. Di saat lain umat Islam menganut agama kamu kafir Quraisy dan melakukan penyembahan terhadap berhala.
Dalam menghadapi tantangan dari kaum kafir Quraisy, salah satunya Nabi Muhammad SAW menyuruh 16 orang sahabatnya, termasuk ke dalamnya Utsman bin Affan dan 4 orang wanita untuk berhijrah ke Habasyah (Ethiopia), karena Raja Negus di negeri itu memberikan jaminan keamanan. Peristiwa hijrah yang pertama ke Habasyah terjadi pada tahun 615 M.
Suatu saat keenam belas orang tersebut kembali ke Mekah, karena menduga keadaan di Mekah sudah normal dengan masuk Islamnya salah satu kaum kafir Quraisy, yaitu Umar bin Khattab. Namun, dugaan mereka meleset, karena ternyata Abu Jahal labih kejam lagi.
Akhirnya, Rasulullah SAW menyuruh sahabatnya kembali ke Habasyah yang kedua kalinya. Saat itu, dipimpin oleh Ja’far bin Abu Thalib.
Pada tahun ke-10 dari kenabian (619 M) Abu Thalib, paman Rasulullah SAW dan pelindungnya wafat. Empat hari setelah itu istri Nabi Muhammad SAW juga telah wafat. Dalam sejarah Islam tahun wafatnya Abu Thalib dan Khadijah disebut ‘amul huzni (tahun duka cita).
C. Orang-Orang yang Pertama Kali Masuk Islam
Dakwar Rasulullah saw yang sembunyi-sembunyi berhasil membuat beberapa orangmasuk Islam yang disebut As-Sabiqunal Awwalun (yang pertama dan terdahulu) masuk Islam. Mereka itu adalah : Khadijah binti Kuwailid (istri Rasulullah saw.) Ali bin Abi Talib,Zaid bin Harisah, dan Abu Bakar As-Sidiq.
Kemudian menyusul Umar bin Affan, Zubair bin Awwan, Abdul Rahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqas, dan Thalhah bin Ubaidillah yang kesemuanya hasil dakwah Abu Bakar as-Sidiq. Kemudian menyusul Bilal bin Rabah, Abu Ubaidillah, Amir bin Jarrah, Abu Salamahbin Abdul Asad, Al Arqam bin Abil Arqam, dan lain-lain. Rumah Al Arqam bin Abil Arqamdijadikan pusat pengajaran Al-Qur’an.
D. Misi Dakwah Nabi Muhammad saw.
Dengan kesabarannya, Rasulullah saw. Mendapat pengiku walau baru beberapa orangyang masuk agama Islam. Perjuangan dakwah ini membutuhkan waktu yang lama untuk membentuk manusia yang beriman kepada Allah Swt.Setelah diperjuangkan oleh Rasulullah saw. Selama lebih kurang 13 tahun di Mekah, islam menjadi agama pilihan orang-orang di Jazirah Arab. Kedatangan islam di Jazirah Arab benar-benar menjadi rahmat bagi Bangsa Arab. Mereka yang tadinya bercerai-berai salingbermusuhan berhasil diastukan oleh satu tujuan mulia, yaitu Dinul Islam. Selama lebihkurang 23 tahun agama Islam disebarkan oleh Nabi Muhammad saw. Dengan pengorbananyang luar biasa. Rasulullah saw. Berjuang dengan jiwa, tenaga dan hartanya demi keyakinanIslam. Islam menjadi Agama yang sempurna sebagaimana yang dinyatakan oleh Allah Swt.Dalam Firman-Nya :
Artinya: Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkankepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (Q.S. Al-Maidah, 5:3)
Islam adalah agama yang sempurna karena sebagai berikut.
1. Agama Islam merupakan agama untuk seluruh manusia,. Berbeda halnya denganagama samawi sebelumnya, terbatas hanya untuk satu kaum saja.
2. Ajaran Islam meliputi semua aspek kehidupan.
3. Agama Islam berfungsi sebagai Rahmatan lil alamin.
Dengan ayat tersebut, misi atau dakwah Nabi Muhammad saw. Untuk menyampaikanIslam telah selesai. Nabi Muhammad saw. Menerima wahyu terakhir itu satu tahun sebelumbeliau melakukan haji wada’ (haji perpisahan) yang diikuti oleh lebih kurang 100.000 kaum muslimin. Dihadapan ratusan ribu jamaah itu Rasulullah saw. Mengucapkan pidato penting dan mempunyai nilai-nilai bagi kaum muslimin. Menurut ahli sejarah, ayat tersebut merupakan wahyu terakhirnya yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Setelah ayat itu dibacakan oleh Nabi Muhammad saw. Abu Bakar as-Sidiq menangis. Lalu Nabi Muhammad saw. Bertanya tentang apa yang menyebabkannya menangis. Abu Bakar As-Sidiq menjawab bahwa sesuatu yang telah sempurna tidak ada lagi.
Jawaban Abu Bakar As-Sidiq itu dibenarkan olehRasulullah saw. Setelah turunya ayat tersebut, tidak lama kemudian beliau wafat. Selama lebih kurang 23 tahun beliau menunaikan tugas sebagai Rasul. Menyampaikan berita gembira dan membawa peringatan untuk semua mahluk di dunia ini. Perhatikan firman Allah Swt. Sebagai berikut!
[34:28] Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagaipembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiadamengetahui. (Q.S. Saba, 34:28)
Demikianlah Nabi Muhammad saw. Diutus bukanlah untuk satu golongan bangsa Arab saja, melainkan untuk semua bangsa dengan tidak mengenal warna kulit, suku atau keturunan. Semua umat Nabi Muhammad saw. Sama, yaitu mereka harus taat dan patuh terhadap ajarannya. Bagi yang patuh akan memperoleh balasan baik dan bagi yang tidak patuh akan memperoleh ganjaran di akhirat, berupa siksa.
E. Manfaat dari Dakwah Rasulullah saw. Di Makkah.
Beberapa manfaat yang dapat kita ambil dari dakwah Rasulullah saw. Adalah sebagai berikut.
1. Iman kepada Allah Swt. Yang kuat dan beramal kebaikan.
2. Tanggung jawab dan cita-cita yang mulia untuk berdakwah.
3. Ketabahan dan keteguhan hati (bersabar).
Ajaran Islam periode Mekah, yang harus didakwahkan Rasulullah SAW di awal kenabiannya adalah sebagai berikut:
Islam lahir di Kota Mekah dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Saat itu Mekah dalam kondisi gelap gulita, budaya jahiliyah berkembang pesat, kesyirikan merajalela. Allah Swt. Mengutus Nabi Muihammad saw. Untuk mengadakan perubahan baik dalam hal akidah maupun tatanan kemasyarakatan. Bagiamana perjalanan Nabi Muhammad saw. Dalam menyiarkan agama Islam di Mekah? Adakah tantangan yang dihadapinya?
A. Sejarah Nabi Muhammad saw. Periode mekah
Kejahiliyahan (kebodohan) masyarakat arab waktu itu terdapat dalam bidang :
1. AgamaMasyarakat Arab adalah penyembah berhala. berhala-berhala itu diletakan di Ka’bah
jumlahnya mencapai 300 lebih. diantara berhala-berhala yang termasyur benama Maabi, Khuzaah, Hubal, Latta, Uzza, dan Manat.
2. Moral masyarakat Arab menjadikan kabilah yang kalah perang menjadi budak,menempatkan perempuan di tempat yang rendah, suka berjudi, dan minum-minumankeras.
3. HukumMasyarakat Arab menganggap bahwa judi, mabuk-mabukkan, bezina, mencuri,merampok, membunuh bukan merupakan perbuatan yang salah.Melihat kondisi masyarakat Mekah dalam kejahiliahan, rasulullah saw. kuranglebih lima tahun terakhir sebelum kenabian selalu berkhalwat mendekatkan dirikepada Allah Swt. di Gua Hira. tujuannya agar Allah Swt. berkenan member petunjuk dalam menghadapi umat. dalam usia 40 Tahun, bertepatan tanggal 17 Ramadhan 610M, Rasulullah Saw. didatangi malaikat Jibril. dan saat itulah turun wahyu yangpertama Surah Al-‘Alaq, 96:1-5 sebagai berikut.
[96:1] Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
[96:2] Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
[96:3] Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
[96:4] Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
[96:5] Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
[96:6] Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,
[96:7] karena dia melihat dirinya serba cukup.
(Q.S. Al-‘Alaq, 96: 1-5)
Peristiwa turunnya wahyu pertama tersebut kemudian diperingati sebagai Nuzulul Qur’an. Setelah menerima wahyu Rasulullah saw. mengalami kegelisahan dan kebingungan kemudian dihibur Khadijah dan diyakinkan bahwa beliau akan dijadikannabi dan akan mengangkat derajat kaumnya dari kehinaan menuju kebahagiaan abadi.kurang lebih dua setengah tahunsetelah wahyu pertama turun barulah turun wahyu kedua Surah Al-Muddassir, 74:1-7 yang berbunyi :
[74:1] Hai orang yang berkemul (berselimut),
[74:2] bangunlah, lalu berilah peringatan!
[74:3] dan Tuhanmu agungkanlah!
[74:4] dan pakaianmu bersihkanlah,
[74:5] dan perbuatan dosa tinggalkanlah,
[74:6] dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebihbanyak.
[74:7] Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah. (Q.S. Al-Muddassir, 74:1-7)setelah turun wahyu yang kedua ini kemudian Rasulullah saw. diawal kenabian periode Makkah adalah sebagai berikut :
1. Mengajarkan keesaan Allah Swt.
2. Mengajarkan adanya hari kiamat sebagai hari pembalasan
3. Mengajarkan kesucian jiwa.
4. mengajarkan persaudaraan dan persatuan.
Melihat dakwah Rasulullah saw, orang-orang Quraiys berusaha menghentikan dengan berbagai cara, beberapa tindakan (reaksi) orang kafir Quraisy untuk menghentikan dakwah Rasulullah saw. adalah sebagai berikut :
1.Ejekan, hinaan, dan memperolok-olok. perhatikan firman Allah Swt. dalam Q.S. Al-Hijr, 15:6 berikut:
[15:6] Mereka berkata: "Hai orang yang diturunkan Al Qur'an kepadanya, sesungguhnya kamubenar-benar orang yang gila. (Q.S. Al-Hijr, 15:6)
2. Menjelek-jelek ajaran Nabi Muhammad saw. Perhatikan firman allah Swt. dalam Q.S. Al-Furqan, 25:4 berikut: Dan orang-orang kafir berkata: "Al Qur'an ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad dan dia dibantu oleh kaum yang lain maka sesungguhnya merekatelah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar. “(Q.S. Al-Furqaan, 25:4)
3. Menyodorkan beberapa bentuk penawaran.
4. Melakukan tekanan fisik.
B. Cara Dakwah Rasulullah saw.
1. Dakwah Sembunyi-sembunyi.
lebih kurang selama tiga tahun dimulai dari mengajak anggota keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekat. Perhatikan Firman Alla swt. Berikut:
[74:1] Hai orang yang berkemul (berselimut),
[74:2] bangunlah, lalu berilah peringatan!
[74:3] dan Tuhanmu agungkanlah!
[74:4] dan pakaianmu bersihkanlah,
[74:5] dan perbuatan dosa tinggalkanlah,
[74:6] dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak
[74:7] Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah (Q.S. Al-Muddassir, 74:1-7)
Dari ayat diatas, Allah Swt. Memberikan petunjuk tentang cara menyampaikan agama islam kepada umat manusia, yaitu :
a. Dengan cara sembunyi-sembunyi, sebab orang kafir Quraisy tidak akan senang terhadapagama yang dibawa oleh nabi Muhammad saw.
b. Lemah lembut jangan sampai menyakiti orang.
2. Dakwah Terang-Terangan
Perhatikan firman Allah Swt. Berikut:
[15:94] Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. (Q.S. Al-Hijr, 15:94)
Nabi Muhammad saw. Termenung sejenak memikirkan reaksi keras dari kaumnya, terutama pamannya sendiri Abu Lahab. Kemudian turun wahyu yang menerangkan bahwa yang celaka Abu Lahab sendiri. Perhatikan Firman Allah Swt. Berikut!
1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa
2. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.
3. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
4. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar
5. Yang di lehernya ada tali dari sabut.
Rasulullah saw. Menyampaikan dak’wah mengajak kepada tauhid, iman kepada Allah Swt, iman kepada hari kiamat, menantang kurafat dan kemusyrikan, menjelaskan kedudukan berhalayang tidak dapat memberi manfaat atau mudarat. Menyadarkan mereka untuk tunduk dan pasrah total Kepada Allah Swt. Dakwah Rasulullah saw. Yang terang-terangan ini mendapat tentanganyang sangat hebat.
3. Reaksi Kaum Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah SAW
Prof. Dr. A. Shalaby dalam bukunya Sejarah Kebudayaan Islam, telah menjelaskan sebab-sebab kaum Quraisy menentang dakwah Rasulullah SAW, yakni:
1. Kaum kafir Quraisy, terutama para bangsawannya sangat keberatan dengan ajaran persamaan hak dan kedudukan antara semua orang. Mereka mempertahankan tradisi hidup berkasta-kasta dalam masyarakat. Mereka juga ingin mempertahankan perbudakan, sedangkan ajaran Rasulullah SAW (Islam) melarangnya.
2. Kaum kafir Quraisy menolak dengan keras ajaran Islam yang adanya kehidupan sesudah mati yakni hidup di alam kubur dan alam akhirat, karena mereka merasa ngeri dengan siksa kubur dan azab neraka.
3. Kaum kafir Quraisy menilak ajaran Islam karena mereka merasa berat meninggalkan agama dan tradisi hidupa bermasyarakat warisan leluhur mereka.
4. Dan, kaum kafir Quraisy menentang keras dan berusaha menghentikan dakwah Rasulullah SAW karena Islam melarang menyembah berhala.
Usaha-usaha kaum kafir Quraisy untuk menolak dan menghentikan dakwah Rasulullah SAW bermacam-macam antara lain:
- Para budak yang telah masuk Islam, seperti: Bilal, Amr bin Fuhairah, Ummu Ubais an-Nahdiyah, dan anaknya al-Muammil dan Az-Zanirah, disiksa oleh para pemiliknya (kaum kafir Quraisy) di luar batas perik emanusiaan.
- Kaum kafir Quraisy mengusulkan pada Nabi Muhammad SAW agar permusuhan di antara mereka dihentikan. Caranya suatu saat kaum kafir Quraisy menganut Islam dan melaksanakan ajarannya. Di saat lain umat Islam menganut agama kamu kafir Quraisy dan melakukan penyembahan terhadap berhala.
Dalam menghadapi tantangan dari kaum kafir Quraisy, salah satunya Nabi Muhammad SAW menyuruh 16 orang sahabatnya, termasuk ke dalamnya Utsman bin Affan dan 4 orang wanita untuk berhijrah ke Habasyah (Ethiopia), karena Raja Negus di negeri itu memberikan jaminan keamanan. Peristiwa hijrah yang pertama ke Habasyah terjadi pada tahun 615 M.
Suatu saat keenam belas orang tersebut kembali ke Mekah, karena menduga keadaan di Mekah sudah normal dengan masuk Islamnya salah satu kaum kafir Quraisy, yaitu Umar bin Khattab. Namun, dugaan mereka meleset, karena ternyata Abu Jahal labih kejam lagi.
Akhirnya, Rasulullah SAW menyuruh sahabatnya kembali ke Habasyah yang kedua kalinya. Saat itu, dipimpin oleh Ja’far bin Abu Thalib.
Pada tahun ke-10 dari kenabian (619 M) Abu Thalib, paman Rasulullah SAW dan pelindungnya wafat. Empat hari setelah itu istri Nabi Muhammad SAW juga telah wafat. Dalam sejarah Islam tahun wafatnya Abu Thalib dan Khadijah disebut ‘amul huzni (tahun duka cita).
C. Orang-Orang yang Pertama Kali Masuk Islam
Dakwar Rasulullah saw yang sembunyi-sembunyi berhasil membuat beberapa orangmasuk Islam yang disebut As-Sabiqunal Awwalun (yang pertama dan terdahulu) masuk Islam. Mereka itu adalah : Khadijah binti Kuwailid (istri Rasulullah saw.) Ali bin Abi Talib,Zaid bin Harisah, dan Abu Bakar As-Sidiq.
Kemudian menyusul Umar bin Affan, Zubair bin Awwan, Abdul Rahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqas, dan Thalhah bin Ubaidillah yang kesemuanya hasil dakwah Abu Bakar as-Sidiq. Kemudian menyusul Bilal bin Rabah, Abu Ubaidillah, Amir bin Jarrah, Abu Salamahbin Abdul Asad, Al Arqam bin Abil Arqam, dan lain-lain. Rumah Al Arqam bin Abil Arqamdijadikan pusat pengajaran Al-Qur’an.
D. Misi Dakwah Nabi Muhammad saw.
Dengan kesabarannya, Rasulullah saw. Mendapat pengiku walau baru beberapa orangyang masuk agama Islam. Perjuangan dakwah ini membutuhkan waktu yang lama untuk membentuk manusia yang beriman kepada Allah Swt.Setelah diperjuangkan oleh Rasulullah saw. Selama lebih kurang 13 tahun di Mekah, islam menjadi agama pilihan orang-orang di Jazirah Arab. Kedatangan islam di Jazirah Arab benar-benar menjadi rahmat bagi Bangsa Arab. Mereka yang tadinya bercerai-berai salingbermusuhan berhasil diastukan oleh satu tujuan mulia, yaitu Dinul Islam. Selama lebihkurang 23 tahun agama Islam disebarkan oleh Nabi Muhammad saw. Dengan pengorbananyang luar biasa. Rasulullah saw. Berjuang dengan jiwa, tenaga dan hartanya demi keyakinanIslam. Islam menjadi Agama yang sempurna sebagaimana yang dinyatakan oleh Allah Swt.Dalam Firman-Nya :
Artinya: Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkankepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (Q.S. Al-Maidah, 5:3)
Islam adalah agama yang sempurna karena sebagai berikut.
1. Agama Islam merupakan agama untuk seluruh manusia,. Berbeda halnya denganagama samawi sebelumnya, terbatas hanya untuk satu kaum saja.
2. Ajaran Islam meliputi semua aspek kehidupan.
3. Agama Islam berfungsi sebagai Rahmatan lil alamin.
Dengan ayat tersebut, misi atau dakwah Nabi Muhammad saw. Untuk menyampaikanIslam telah selesai. Nabi Muhammad saw. Menerima wahyu terakhir itu satu tahun sebelumbeliau melakukan haji wada’ (haji perpisahan) yang diikuti oleh lebih kurang 100.000 kaum muslimin. Dihadapan ratusan ribu jamaah itu Rasulullah saw. Mengucapkan pidato penting dan mempunyai nilai-nilai bagi kaum muslimin. Menurut ahli sejarah, ayat tersebut merupakan wahyu terakhirnya yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Setelah ayat itu dibacakan oleh Nabi Muhammad saw. Abu Bakar as-Sidiq menangis. Lalu Nabi Muhammad saw. Bertanya tentang apa yang menyebabkannya menangis. Abu Bakar As-Sidiq menjawab bahwa sesuatu yang telah sempurna tidak ada lagi.
Jawaban Abu Bakar As-Sidiq itu dibenarkan olehRasulullah saw. Setelah turunya ayat tersebut, tidak lama kemudian beliau wafat. Selama lebih kurang 23 tahun beliau menunaikan tugas sebagai Rasul. Menyampaikan berita gembira dan membawa peringatan untuk semua mahluk di dunia ini. Perhatikan firman Allah Swt. Sebagai berikut!
[34:28] Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagaipembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiadamengetahui. (Q.S. Saba, 34:28)
Demikianlah Nabi Muhammad saw. Diutus bukanlah untuk satu golongan bangsa Arab saja, melainkan untuk semua bangsa dengan tidak mengenal warna kulit, suku atau keturunan. Semua umat Nabi Muhammad saw. Sama, yaitu mereka harus taat dan patuh terhadap ajarannya. Bagi yang patuh akan memperoleh balasan baik dan bagi yang tidak patuh akan memperoleh ganjaran di akhirat, berupa siksa.
E. Manfaat dari Dakwah Rasulullah saw. Di Makkah.
Beberapa manfaat yang dapat kita ambil dari dakwah Rasulullah saw. Adalah sebagai berikut.
1. Iman kepada Allah Swt. Yang kuat dan beramal kebaikan.
2. Tanggung jawab dan cita-cita yang mulia untuk berdakwah.
3. Ketabahan dan keteguhan hati (bersabar).
Ajaran Islam periode Mekah, yang harus didakwahkan Rasulullah SAW di awal kenabiannya adalah sebagai berikut:
a. Tauhid
b. Hari Kiamat sebagai hari
pembalasan
c. Kesucian jiwa
d. Seruan untuk melawan kezaliman karena syirik dan kezaliman adalah dua hal yang berkorelasi secara kuat.
c. Kesucian jiwa
d. Seruan untuk melawan kezaliman karena syirik dan kezaliman adalah dua hal yang berkorelasi secara kuat.
.
Langkah tahapan dakwah nabi adalah:
a.
Tahapan dakwah secara rahasia selama 3 tahun Orang-orang yang masuk islam
pada masa ini adalah orang-orang yang terdekat dengan rasulullah, dan
orang-orang yang di anggap mampu memegangrahasia. Orang yang pertama kali masuk
islam adalah istrinya sendiri yaitu khadijah, selanjutnya zaid bin haritsah,
ali bin abi thalib, dan teman dekat rasulullah yaitu abu bakar as-siddiq.Di
antara pendahulu kaum muslimin yang masuk islam pada masa ini adalah bilal bin
rabah, abu ubaidah bin abil arqam, utsman bin madz’un dan dua saudaranya,
qudamah dan lain-lain. Mereka masuk islam secara rahasia dan rasulullah
membimbing mereka pun dengan rahasia pula.
b.
Tahapan dakwah secara terang-terangan terhadap penduduk Makkah (mulai tahun
ke-4 kenabian sampai ahir tahun kenabian)
c.
Tahapan dakwah di luar Makkah, berlangsung dari ahir tahun ke-10 kenabian
sampai hijrah ke madinah.
Strategi yang dilakukan rasulullah dalam
menjalankan dakwahnya adalah: hijrah ke habsyi yang pertama, hijrah ke habsyi
yang kedua, misi ke tha’if, perjanjian aqobah 1 dan perjanjian aqobah 2.
Ciri pokok
pembinaan pendidikan Periode kota Makkah:
Pokok pembinaan pendidikan islam di
kota Makkah adalah pendidikan tauhid, titik beratnya adalah menanamkan
nilai-nilai tauhid ke dalam jiwa setiap individu muslim, agar jiwa mereka
terpancar sinar tauhid dan tercermin dalam perbuatan dan tingkah laku dalam
kehidupan sehari-hari.
Ciri pokok pembinaan pendidikan
pendidikan Periode kota Madinah:
Pokok pembinaan pendidikan islam di kota Madinah dapat dikatakan sebagai
pendidikan sosial dan politik. Yang merupakan kelanjutan dari pendidikan tauhid
di Makkah, yaitu pembinaan di bidang pendidikan sosial dan politik agar dijiwai
oleh ajaran , merupakan cermin dan pantulan sinar tauhid tersebut.
4. Faktor yang menentang masyarakat mekkah
menentang dakwah nabi adalah: persaingan merebut kekuasaan, Penyamaan
antara hak antara kasta bangsawan dan kasta hamba sahaya, Takut dibangkitkan
dari alam kubur , Taklid kepada nenek moyang,memperniagakan patung.
5. Ada ciri umum yang dapat di definisikan
dalam dakwah rasulullah pada periode makkah, yaitu:
a. Perhatian dakwah terfokus pada upaya
untuk menyampaikan dakwah dan meyebarkannya dengan cara sirriyah maupun
jahriyah.
b. Memperhatikan aspek terbiyah (pengkaderan
terpadu) bagi orang yang menerima dakwah dengan upaya untuk mensucikan hati
orang yang di didik dan menumbuhkan mereka dalam suasana hidayah.
c. Berusaha agar tidak terjadi
kontak fisik dengan musuh dan mencukupkan diri dengan melakukan melakukan jihad
dakwah meskipun gangguan dari pihak musuh sukup menyakitkan hati.
d. Selalu aktif melakukan dakwah dan
tidak terpaku hanya di tempat mulai tumbuhnya rasulullah (di makkah). Melakukan
kegiatan dan menentukan strategi yang berkesinambungan untuk dakwah kedepan.
Kutipan artikel tentang korelasi
antara kezaliman dan syirik
Kuil Amun sudah berkuasa di Mesir
selama tiga ribu tahun. Mereka sangat kaya raya. Di dalam kuil, ada ruangan
khusus tempat penyimpanan berpeti-peti uang emas. Mereka punya berhektar-hektar
ladang gandum, kebun papyrus, pertambangan batu, peternakan, industri gerabah,
dan lain-lain. Dengan kekayaan berlimpah itu, mereka mampu membentuk
satuan-satuan tentara Kuil. Para pendetanya memiliki rumah yang bagus dan
istri-istri simpanan yang cantik. Dari manakah kekayaan tersebut mereka
peroleh?
Modal awalnya hanyalah dari
persembahan-persembahan yang diberikan oleh rakyat Mesir yang sebagian besarnya
memang menganut ajaran Amun. Dari persembahan-persembahan yang tak pernah
berhenti mereka terima itu, merekapun melakukan berbagai macam usaha di bidang
peratanian, perkebunan, peternakan, dan industri tersebut. Hebatnya, ketika
usaha mereka menghasilkan keuntungan, modal yang mereka peroleh dari
persembahan juga tidak pernah berhenti. Maka, Kuil pun menjadi kekuatan ekonomi
yang hampir-hampir menyamai kekuatan raja.
Jadi, selain memang ada sistem yang
berhasil dibangun, keberhasilan Kuil Amun tersebut betul-betul mengandalkan
kepada pemasukan dari persembahan-persembahan. Di sinilah terjadi rekayasa
kepercayaan yang dilakukan oleh para pendeta kuil.
Di Kuil Pusat, ada patung Amun yang
terbuat dari emas. Setiap pagi, patung itu dimandikan di sungai Nil, didandani,
diberi wewangian, serta bersemayam di muka umum. Warga yang datang pada ritual
peribadatan di pagi hari, akan mendengar “suara” Amun yang menggelegar dan
mistis.
Suara tersebut memberikan perintah
harian kepada para pengikut. Perintah harian tersebut diawali dan diakhiri
dengan perintah agar para pengikut setia Amun untuk selalu memberikan
persembahan kepada Kuil, supaya Amun terus-menerus menurunkan berkahnya kepada
warga. Belakangan terungkap bahwa suara Amun tersebut sebenarnya adalah suara
Pendeta Kepala bernama Anikhmahu. Ia bicara di sebuah ruangan menara yang
didesain sedemikian rupa hingga suara Anikhmahu berubah menjadi keras dan
mistis.
Di sinilah letak rekayasa
kepercayaannya. Patung Amun, benda mati yang sebenarnya tak mampu melakukan
apapun, dikesankan sedemikian rupa agar terlihat sakti, perkasa, memiliki
kemampuan mengontrol kehidupan, serta terus-menerus memberikan bimbingan
harian. Keajaiban yang ditunjukkan patung Amun itu membuat pengikutnya tunduk
secara sepenuhnya terhadap apapun yang ‘dikatakan’ Amun. Padahal, yang
memberikan bimbingan dan perintah itu adalah para pendeta. Amun menjadi
‘tuhan-boneka’ yang digerakkan oleh para pendeta.
Ribuan tahun lamanya para pendeta
berkuasa, memberikan perintah, serta menerima persembahan. Semuanya dilakukan
atas nama Amun dan dewa-dewa lainnya. Otoritas tersebut terkadang digunakan
untuk kebaikan, jika tidak bertentangan dengan kepentingan Kuil. Akan tetapi,
jika sedikit saja bertentangan dengan kepentingan Kuil dan para pendetanya,
otoritas tersebut berubah menjadi instrumen kezaliman. Inilah yang menyebabkan
rezim Kuil semakin kaya dan tamak. Kekayaan tersebut diperas dari darah dan
keringat rakyat kecil yang kian hari kian susah. Maka, terciptalah disparitas
kesejahteraan yang menganga lebar.
Demikianlah kurang lebih potret
rezim-rezim syirik sepanjang sejarah yang diperangi oleh para nabi. Ternyata,
bendera perang dikibarkan oleh para nabi bukanlah hanya karena rezim-rezim
tersebut mengembangkan ajaran kemusyrikan. Lebih dari segalanya, kemusyrikan
diperangi karena berkorelasi kuat dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.
Proses Dakwah Rasulullah di Makkah
1. Dakwah secara Sembunyi-sembunyi
Selama 3-4 Tahun
Pada masa dakwah secara sembunyi-sembunyi ini, Rasulullah SAW menyeru untuk masuk Islam, orang-orang yang berada di lingkungan rumah tangganya sendiri dan kerabat serta sahabat dekatnya.
Pada masa dakwah secara sembunyi-sembunyi ini, Rasulullah SAW menyeru untuk masuk Islam, orang-orang yang berada di lingkungan rumah tangganya sendiri dan kerabat serta sahabat dekatnya.
2. Dakwah secara terang-terangan
Dakwah secara terang-terangan ini dimulai sejak tahun ke-4 dari kenabian, yakni setelah turunnya wahyu yang berisi perintah Allah SWT agar dakwah itu dilaksanakan secara terang-terangan. Wahyu tersebut berupa ayat Al-Qur’an Surah Asy-Syuara: 214-216.
Dakwah secara terang-terangan ini dimulai sejak tahun ke-4 dari kenabian, yakni setelah turunnya wahyu yang berisi perintah Allah SWT agar dakwah itu dilaksanakan secara terang-terangan. Wahyu tersebut berupa ayat Al-Qur’an Surah Asy-Syuara: 214-216.
وَأَنذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ
وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
فَإِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ إِنِّي بَرِيءٌ مِّمَّا تَعْمَلُونَ
Tahap-tahap dakwah Rasulullah SAW
secara terang-terangan ini antara lain sebaga berikut:
Mengundang kaum kerabat
keturunan dari Bani Hasyim, untuk menghadiri jamuan makan dan mengajak agar
masuk Islam.
— Rasulullah SAW mengumpulkan
para penduduk kota Mekah, terutama yang berada dan bertempat tinggal di sekitar
Ka’bah untuk berkumpul di Bukit Shafa.
Reaksi Kaum Kafir Quraisy terhadap
Dakwah Rasulullah SAW
— Kaum kafir Quraisy, terutama
para bangsawannya sangat keberatan dengan ajaran persamaan hak dan kedudukan
antara semua orang. Mereka mempertahankan tradisi hidup berkasta-kasta dalam
masyarakat. Mereka juga ingin mempertahankan perbudakan, sedangkan ajaran
Rasulullah SAW (Islam) melarangnya.
— Kaum kafir Quraisy menolak
dengan keras ajaran Islam yang adanya kehidupan sesudah mati yakni hidup di
alam kubur dan alam akhirat, karena mereka merasa ngeri dengan siksa kubur dan
azab neraka.
— Kaum kafir Quraisy merasa
berat meninggalkan agama dan tradisi hidup bermasyarakat warisan leluhur
mereka.
— Dan, kaum kafir Quraisy
menentang keras dan berusaha menghentikan dakwah Rasulullah SAW karena Islam
melarang menyembah berhala.
Hijrah ke Madinah
1. Alasan nabi memilih kota madinah adalah:
a. Madinah
adalah tempat yang paling dekat dengan Makkah.
b. Sebelum jadi
Nabi, Muhammad telah mempunyai hubungan yang baik dengan penduduk madinah karena
kakek nabi, Abdul Mutholib, mempunyai istri orang Madinah
c. Penduduk
Madinah sudah dikenal Nabi bahwa mereka memiiki sifat yang lemah lembut
d. Nabi
Muhammad SAW mempunyai kerabat di madinah yaitu bani Nadjar
e. Bagi diri
Nabi sendiri, hijrah ke Madinah karena perintah Allah SWT.
Hikmah yang dihasilkan dari hijrah ke madinah adalah:
a. Kemenangan
dakwah Rasulullah dan kaum Muslimin terhadap kaum Quraisy
- Terbentuknya agama Islam yang beribukota di Madinah dengan nabi Muhammad SAW sebagai kepala Negara dan kepala pemerintahannya
- Tersebarnya agama Islam kepelosok penjuru dunia
1. Langkah yang dilakukan nabi dalam
memperkokohnya adalah dengan cara meletakkan dasar-dasar kehidupan
bermasyarakat yaitu:
a.
Dasar pertama , pembangunan Masjid, selain untuk tempat
shalat, juga sebagai sarana penting untuk mempersatukan kaum Muslimin dan
mempertalikan jiwa mereka. Masjid pada masa Nabi juga berfungsi sebagai pussat
pemerintahan.
b.
Dasar kedua , Ukhuwah Islamiah , persaudaraan sesama
musllim. Nabi mempersaudarakan golongan Muhajirin dengan Anshor. Ini berarti
menciptakan suatu bentuk persaudaraan yang baru yaitu persaudaraan berdasarkan
agama, menggantikan persaudaraan beersasarjan darah.
c.
Dasar ketiga , hubungan persahabatan sengan pihak-pihak lain yang
tidak beragama islam.
2. Untuk lebih memperluas dakwah nabi,dan
masyarakat madinah juga sangat mengharapkan kehadiran nabi ke madinah,selain
itu juga karena factor rencana-rencana jahat kafir Quraisy terhadap diri Nabi Muhammad
dan kaum Muslimin,Fitnah tentang Nabi Muhammad dituduh juru penerang yang
memecah belah masyarakat,Abu Jahal sangat memusuhi Nabi Muhammad sehingga dia
ingin membunuhnya,Kaum Muslimin yang di Makkah dikucilkan oleh masyarakat
Makkah selama tiga tahun.
3.
kaum anshor terhadap kaum muhajirin disambut baik oleh penduduknya atau
kaum Anshar. Setiba disana rasul langsung diangkat menjadi kepala agama dan
sekaligus kepala negara karena beliau adalah seorang Rasul. Kemudian Rasulullah
saw mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan Kaum Anshar dengan
mempersilakannya tinggal di rumahnya dan memanfaatkan segala fasilitas yang
ada.
aPada tahun ke-12 kenabian, bertepatan dengan tahun 621 M, Nabi Muhammad Saw. menemui rombongan haji dari Yatsrib. Rombongan haji tersebut berjumlah sekitar 12 orang. Nabi Muhammad Saw. menyampaikan dakwahnya. Dakwah Nabi Saw mendapat sambutan yang baik sehingga mereka menyatakan keislamannya di hadapan Nabi Muhammad Saw. Mereka melakukan baiat kepada Nabi di salah satu bukit di kota Mekkah, yaitu bukit Aqabah. Maka baiat ini disebut dengan Bait ‘aqabah pertama, Bai'at Aqabah I Adapun isi baiat adalah sebagai berikut:
aPada tahun ke-12 kenabian, bertepatan dengan tahun 621 M, Nabi Muhammad Saw. menemui rombongan haji dari Yatsrib. Rombongan haji tersebut berjumlah sekitar 12 orang. Nabi Muhammad Saw. menyampaikan dakwahnya. Dakwah Nabi Saw mendapat sambutan yang baik sehingga mereka menyatakan keislamannya di hadapan Nabi Muhammad Saw. Mereka melakukan baiat kepada Nabi di salah satu bukit di kota Mekkah, yaitu bukit Aqabah. Maka baiat ini disebut dengan Bait ‘aqabah pertama, Bai'at Aqabah I Adapun isi baiat adalah sebagai berikut:
1.
Mereka menyatakan setia kepada Nabi
Muhammad saw.
2.
Mereka menyatakan rela berkurban
harta dan jiwa.
3.
Mereka bersedia ikut menyebarkan ajaran
Islam yang dianutnya.
4.
Mereka menyatakan tidak akan
menyekutukan Allah swt.
5.
Mereka menyatakan tidak akan
membunuh.
6.
Mereka menyatakan tidak akan melakukan
kecurangan dan kedustaan. Baiat pertama disebut bai’at wanita karena tidak
meliputi perang dan perang tidak terjadi, kecuali setelah pembinaan pikiran dan
akidah pada tiap orang. Strategi pengembangan Islam di Yastrib, Nabi Muhammad
mengirim Mus’ab bin umair bergabung dengan rombongan yang pulang ke Yasrib.
Tugas Mus’ab adalah untuk membantu penduduk Yatsrib yang telah menyatakan
keislamannya dalam menyebarkan ajaran Islam di kota tersebut. Dia membacakan
Al-Qur’an menjelaskan tentang Islam kepada mereka. Selanjutnya Mus’ab menjadi
guru mengaji di Madinah dan imam dalam shalat, karena golongan Aus dan Khazraj
membenci kalau salkh satu dari mereka rnenjadi imam. Pada tahun ke-13 kenabian
bertepatan dengan tahun 622 M, jamaah Yatsrib datang kembali ke kota Mekkah
untuk melaksanakan ibadah haji. Jamaah tersebut berjumlah sekitar 73 orang.
Setibanya di kota Mekkah mereka menemui Nabi Muhammad Saw. dan atas nama
penduduk Yatsrib mereka menyampaikan pesan untuk disampaikan kepada Nabi
Muhammad Saw. Pesan itu adalah berupa permintaan masyarakat Yatsrib agar Nabi
Muhammad Saw. bersedia datang ke kota mereka, memberikan penerangan tentang
ajaran Islam dan sebagainya. Permohonan itu dikabulkan Nabi Muhammad Saw. dan
beliau menyatakan kesediaannya untuk datang dan berdakwah di sana. Untuk
memperkuat kesepakatan itu, mereka mengadakan perjanjian kembali di bukit
Aqabah. Karenanya, perjanjian ini di dalam sejarah Islam dikenal dengan sebutan
Perjanjian Aqabah II. Perjanjian
Aqabah II. Adapun Isi Perjanjian Aqabah kedua ini adalah:
1.
Penduduk Yatsrib siap dan bersedia melindungi
Nabi Muhammad Saw.
2.
Penduduk Yatsrib ikut berjuang dalam membela Islam
dengan harta dan jiwa.
3.
Penduduk Yatsrib ikut berusaha
memajukan agama Islam dan menyiarkan kepada sanak saudara mereka.
4.
Penduduk Yatsrib siap menerima
segala resiko dan tantangan. Setelah pelaksanaan Baiat, Nabi Muhammad Saw.
meminta 12 pemimpin sebagai naqib kepada kaum mereka, dalam rangka
merealisasikan baiat. Komposisi 12 itu terdiri 9 orang dari Kabilah Khazraj,
dan 3 dari kabilah Aus, mereka itu adalah: Naqib-nabib kepada al-Khazraj. 1.
As’ad bin Zurarah bin Ads 2. Sa’d bin al-Rabi’ bin Amru 3. Abdullah bin Rawahah
bin Tha’labah. 4. Rafi bin Malik bin al-Ajlan 5. Al-Bara’ bin Marur bin Sakhr
6. Abdullah bin Amru bin Hiram 7. Ubadah bin al-Samit bin Qais 8. Sa’d bin
Ubbadah bin Dulaim 9. Al-Munzir bin Amru bin Khanis. Naqib-naqib kepada al-Aws
1. Usaid bin Hudhair bin Simak 2. Sa’d bin Khaithamah bin al-Harith 3. Rifa’ah
bin Abd al-Munzir bin Zubair. Dengan itu Rasulullah Saw menegaskan kepada
mereka dengan sabdanya: “Kamu semua adalah penjamin sebagaimana golongan
al-Hawariyun adalah penjamin kepada Isa bin Mariam dan aku adalah penjamin
kepada umat ku” Jawab mereka sebulat suara dengan lafaz; “Ya”. Dengan keputusan
ini terbukalah di hadapan Nabi Muhammad Saw. harapan baru untuk memperoleh
kemenangan karena telah mendapat jaminan bantuan dan perlindungan dari
masyarakat Yatsrib. Sebab itu pula, kemudian Nabi Muhammad Saw. memerintahkan
kepada sahabat-sahabatnya untuk hijrah ke Yatsrib, karena di kota Mekkah mereka
tidak dapat hidup tenang dan bebas dari gangguan, ancaman dan penyiksaan dari
orang-orang kafir Quraisy. Selain itu, ada beberapa faktor yang mendorong Nabi
Muhammad Saw. memilih Yatsrib sebagai tempat hijrah umat Islam.
Faktor-faktornya antara lain: 1. Yatsrib adalah tempat yang paling dekat. 2.
Sebelum diangkat menjadi nabi, beliau telah mempunyai hubungan baik dengan
penduduk kota tersebut. Hubungan itu berupa ikatan persaudaraan karena kakek
Nabi, Abdul Mutholib beristerikan orang Yatsrib. Di samping itu, ayahnya dimakamkan
di sana. 3. Penduduk Yatsrib sudah dikenal Nabi karena kelembutan budi pekerti
dan sifat-sifatnya yang baik. 4. Bagi diri Nabi sendiri, hijrah merupakan
keharusan selain karena perintah Allah Swt. Dengan demikian, langkah-langkah
strategis yang sangat menguntungkan bagi dakwah Islam telah dicanangkan. Beliau
telah memiliki kesiapan yang sangat matang, selain karena telah mendapat
dukungan dari penduduk Yatsrib, juga karena secara fisik dan mental beliau
telah siap meninggalkan kota kelahirannya untuk meneruskan perjuangan dalam
menegakkan kalimah tauhid.
Faktor yang mendorong hijrahnya Nabi
SAW
1. Ada tanda-tanda baik pada
perkembangan Islam di Yatsrib, karena:
— pada tahun 621 M
telah datang 13 orang penduduk Yatsrib menemui Nabi Muhammad SAW di bukit
Akabah.
— pada tahun
berikutnya, 622 M datang lagi sebanyak 73 orang Yatsrib ke Mekkah yang terdiri
dari suku Aus dan Khazraj. Saat itu mereka tampaknya datang untuk melakukan
haji, tetapi sesungguhnya kedatangan mereka adalah untuk menjumpai Rasulullah
SAW dan mengundang mereka agar pindah ke Yatsrib. Mereka berjanji akan membela
dan mempertahankan serta melindungi Rasulullah besert para pengikut dan
keluarganya seperti melindungi keluarga mereka sendiri. Perjanjian ini disebut
Perjanjian Aqabah II. Akhirnya, Rasululah SAW menyuruhlah sahabat-sahabat Nabi
pindah bersama.
2. Rencana pembunuhan Nabi saw oleh
kaum Quraisy yang hasil kesepakatannya diputuskan oleh pemuka-pemuka Quraisy di
Darun Nadwah. Mereka menyatakan bahwa :
— Mereka sangat khawatir jika
Muhammad dan pengikutnya telah berkuasa di Yatsrib, psti Muhammad akan
menyerang kafilah-kafilah dagang Quraisy yang pulang pergi ke Syam. Hal itu
akan mengakibatkan kerugian bagi perniagaan mereka.
— Membunuh Nabi saw sebelum
beliau ikut pindah ke Yatsrib. Dengan cara setiap suku Quraisy mengirimkan
seorang pemuda tangguh sehingga apabila Rasulullah SAWW terbunuh, keluarganya
tidak akan mampu membela diri di hadapan seluruh suku Quraisy, kemudian
mengepung rumah Nabi SAWW dan akan membunuhnya di saat fajar, yakni ketika
Rasulullah SAWW akan melaksanakan sholat Subuh. Rencana-rencana tersebut
diketaui oleh Nabi SAWW dan para pemuda Qurasy terkecoh. Karena yang tidur
adalah Imam Ali as.
Periode Madinah
Fungsi utama dibuatnya “Piagam
Madinah” untuk menjamin keamanan dan kedamaian antara kaum muslimin dan
golongan quraisy. Piagam madinah merupakan perjanjian yang member kebebasan
beragama, anggota masyarakat memiliki hak dalam bidang poloitik, berkewajiban
mempertahankan keamanan dari serangan luar. Dalam bidang sosial adanya dasar
persamaan antar manusia.
Empat Pilar Penting Pembangunan
Peradaban:
- Legislasi konstitusi (Piagam Madinah)
- Aplikasi konstitusi (pembangunan masyarakat).
- Pertahanan (berbagai peperangan)
- Kaderisasi (penunjukan pemegang tongkat estafet kepemimpinan)
Pokok-pokok pikiran yang terkandung
di dalam Piagam Madinah yaitu :
— Masyarakat pendukung piagam
ini adalah masyarakat majemuk, baik ditinjau dari asal keturunan, budaya,
maupun agama yang dianutnya. Tapi, semuanya dipersatukan dengan cita-cita
bersama.
— Masyarakat yang sangat
majemuk itu dapat dikelompokkan kedalam dua kategori: muslim dan non-muslim.
Bagi kaum Muslimin mereka diikat oleh ikatan lain, yaitu ukhuwah Islamiyah.
— Negara mengakui dan
melindungi kebebasan menjalankan ibadah bagi orang-orang yang bukan muslim ,
termasuk kaum Yahudi.
— Semua warga Negara mempunyai
kedudukan sosial yang sama sebagai anggota masyarakat. Semuanya wajib saling
membantu, dan tidak boleh seorang pun diperlakukan secara buruk. Kaum lemah
bahkan harus dilindungi dan dibantu.
— Semua warga Negara mempunyai
hak dan kewajiban yang sama terhadap Negara.
— Semua warga negara mempunyai
kedudukan yang sama dihadapan hukum. Siapapun tidak boleh melindungi kejahatan,
apalagi berpihak kepada orang-orang yang melakukan kejahatan. Demi tegaknya
keadilan dan kebenaran siapapun perilaku kejahatan tanpa pandang bulu harus
dihukum.
— Segala macam tradisi lama
yang tidak melanggar keadilan dan kebenaran tetap diberlakukan.
— Perdamaian adalah tujuan
penting. Namun, keadilan dan kebenaran tetap harus diprioritaskan. Artinya,
keadilan dan kebenaran tidak boleh dikorbankan demi perdamaian.
— Hak milik individu semua
orang harus dihormati.
Pada saat Festival tersebut ada 6
orang, kemudian setelah mereka kembali ke Yatsrib mereka kembali mengajak
kaumnya yang berjumlah 12 orang,yang salah satu di antara mereka adalah seorang
perempuan yang bernama Arfa binti Abid ibnu Tsa’labah dari Yatsrib menemui
Rasulullah, dan menyatakan masuk agama islam, yang juga bertempat di Aqabah,
sehingga pertemuan itu disebut Kesepakatan Aqabah II.
1)
Perjanjian Aqobah pertama, yakni 12 orang penduduk Madinah ke Makkah bertemu
Rasulullah SAW, berjanji meninggalkan perkara syirik, mencuri, berzina,
membunuh anak, serta taat perintah Rasulullah SAW.
2)
Penerimaam masyarakat yathrib terhadap agama islam, yakni Mus’ab bin
Umair diutus ke Yathrib mengajar al-Quran oleh Rasulullah SAW, Dakwah Mus’ab
diterima baik penduduk Aus dan Khazraj.
3)
Perjanjian Aqobah kedua, yakni Tahun berikutnya, Mus’ab membawa 73 orang
lelaki dan 2 orang wanita Madinah, Mereka berbai’ah akan memelihara dan
mempertahankan Rasulullah SAW, berikrar taat setia ketika susah dan senang.
4.Perjanjian
Hudaibiyah
1. Perjanjian
Hudaibiyyah adalah sebuah perjanjian yang di adakan di sebuah tempat di antara Madinah dan Mekkah pada bulan Maret 628 M atau pada bulan Dzul Qa’dah tahun ke-6 hijriyah. Hudaibiyah itu sendiri adalah nama sebuah tempat yang berjarak 22 km sebelah barat daya Makkah,
sisi-sisinya termasuk perbatasan tanah haram Makkah dan sebagian besar tidak
termasuk.
2. Pada tahun 628 M/ 6 H. Ketika ibadah
haji telah disyari’atkan, nabi beserta sekitar
1400 Muslim berangkat ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji bukan untuk berperang. Karena itu mereka tidak membawa senjata. Rasulullah menyeru orang-orang
Arab para penduduk desa yang berada di sekitar Madinah untuk keluar bersamanya,
sehingga mereka menuju Makkah dalam jumlah yang banyak. Sebab beliau khawatir jika orang-orang Quraisy akan
menghalangi dan memerangi mereka sebelum tiba di Baitullah. Tetapi banyak juga dari penduduk desa ini yang merespon panggilan ini
dengan lambat bahkan menolaknya. Lalu beliau keluar bersama kaum Muhajirin,
Anshor dan kabilah-kabilah Arab lainnya.
3. Kesediaan
orang-orang Makkah untuk berunding dan membuat perjanjian dengan kaum muslimin
itu benar-benar merupakan kemenangan diplomatik yang besar bagi umat islam.
Dengan perjanjian, harapan untuk mengambil alih Ka’bah dan Makkah sudah makin
terbuka untuk merebut dan menguasai Makkah agar dapat menyiarkan Islam
kedaerah-daerah lain, ini merupakan target utama beliau.
4. Dua faktor
tersebut adalah:
a. Makkah adalah pusat keagamaan bangsa
Arab dan melalui konsolidasi ini, Islam bisa tersebar keluar.
b. Apabila suku nabi sendiri dapat
diislamkan, Islam akan mendapat dukungan yang kuat karena orang-orang Quraisy
mempunyai kekuasaan dan pengaruh yang besar
5.
Tidak
diragukan lagi bahwa Perjanjian Hudaibiyah adalah suatu kemenangan yang nyata.
Sejarah pun mencatat bahwa isi perjanjian ini adalah suatu hasil politik yang
bijaksana dan pandangan yang jauh, yang besar sekali pengaruhnya terhadap masa
depan Islam dan masa depan orang-orang Arab itu semua. Ini adalah yang pertama
kali pihak Quraisy mengakui Muhammad, bukan sebagai pemberontak terhadap
mereka, melainkan sebagai orang yang tegak sama tinggi duduk sama rendah. Dan sekaligus mengakui pula berdirinya dan adanya kedaulatan Islam itu.
Kemudian juga suatu pengakuan bahwa Muslimin pun berhak berziarah ke Ka’bah
serta melakukan ibadah haji, bahwa Islam adalah agama yang sah diakui sebagai
salah satu agama di jazirah itu. Selanjutnya gencatan senjata yang selama
sepuluh tahun membuat pihak Muslimin merasa lebih aman dari jurusan selatan
tidak kuatir akan mendapat serangan Quraisy, yang juga berarti membuka
kesempatan bagi Negara Islam Madinah untuk berkonsentrasi menyebarkan dakwah
Islam ke arah utara Jazirah Arab.
5.Fathul
Makkah
1.
Fathul Mekkah (penaklukan kota Mekkah), yaitu peristiwa jatuhnya kota Mekkah
kepada kaum muslimin dan pengampunan Rasulullah SAW terhadap kaum Quraisy.
2.
Fathul Mekkah terjadi akibat dari penghianatan kaum Quraisy yakni melanggar
perjanjian Hudaibiyah. Sebab terjadinya adalah orang-orang Bani Bakar meminta
bantuan senjata pada para tokoh Quraisy untuk menyerang orang-orang Khuza'ah
yang telah menyatakan diri untuk bergabung dengan kaum Muslimin. Padahal
dalam perjanjian Hudaibiyah, kaum manapun mendapat perlindungan untuk memilih
keyakinan dalam menentukan jalan hidupnya.
Orang-orang Khuza'ah dikepung sehari semalam oleh orang-orang Bani Bakar dan akhirnya 20 orang suku Khuza'ah terbunuh. Peristiwa ini disampaikan oleh Amr bin Salim Al-Khuzai kepada Rasulullah. Setelah mendengar berita duka tersebut Rasulullah menyiapkan pasukan untuk melakukan pembebasan terhadap kota Mekkah yang di kenal dengan peristiwa Fathul Mekkah.
Orang-orang Khuza'ah dikepung sehari semalam oleh orang-orang Bani Bakar dan akhirnya 20 orang suku Khuza'ah terbunuh. Peristiwa ini disampaikan oleh Amr bin Salim Al-Khuzai kepada Rasulullah. Setelah mendengar berita duka tersebut Rasulullah menyiapkan pasukan untuk melakukan pembebasan terhadap kota Mekkah yang di kenal dengan peristiwa Fathul Mekkah.
3.
Tujuan diadakannya fathul makkah adalah:
a. Memberikan
pelajaran terhadap kaum Quraisy tentang pentingnya sebuah perjanjian.
b. Membersihkan
kota Mekkah dari kemusyrikan
c. Membebaskan
umat manusia dari kemusyrikan dan kembali dengan menyembah Allah.
4.
Rasulullah berangkat ke Mekkah disertai kaum muslimin yang terdiri dari kaum
Anshor, Muhajirin, Bani Aslam, Bani Mazinah, Bani Ghifar, Bani Jahinah dan
berjumlah 10.000 orang. Jumlah tersebut ditambah dengan kaum-kaum yang ikut
bergabung selama melakukan perjalanan ke kota Mekkah.
5.
Adapun pesan rasulullah adalah:
a.
Tidak boleh melakukan pertengkaran atau peperangan di kota Mekkah. Karena
kota Mekkah adalah tanah Haram.
Kecuali untuk mempertahankan diri.
b.
Ketika memasuki kota Mekkah, hendaknya meneriakkan takbir sebagai simbol
kemenangan dan keselamatan
Aplikasi
Dengan cara menerapkan berbagai
ketentuan yang termaktub dalam Al Quran dan piagam Madinah
Peperangan pada Zaman Rasulullah
- Seluruh perang yang dilakukan di zaman Rasulullah dilakukan dalam rangka mempertahankan diri, atau setelah ada bukti yang sangat kuat yang menunjukkan bahwa musuh telah mengingkari perjanjian atau bersiap untuk melakukan penyerangan.
- Imam Ali selalu menjadi pahlawan penentu dalam setiap perang mayor yang diikutinya. Tapi, ini berakibat kepada munculnya benih kedengkian di pihak musuh yang kemudian secara terpaksa masuk agama Islam
Kaderisasi Imamah atas Ummat
(Peristiwa Al Ghadir)
(Peristiwa Al Ghadir)
— Tak ada satupun peradaban
yang terbangun tanpa adanya proses kaderisasi. Ini karena pembangunan peradaban
tidak mungkin dilaksanakan dalam satu periode generasi.
— Rasulullah juga menunjuk
penggantinya, yaitu Imam Ali, dalam peristiwa Al Ghadir.
Pasca Wafatnya Rasul
Terjadi peristiwa Saqifah Bani
Saidah. Dalam peristiwa itu, sebagian dari orang-orang yang berkumpul membaiat
Abu Bakar sebagai khalifah.
Masa Khulafaur Rasyidin (Empat
Khalifah)
Abu Bakar
Abu Bakar menjadi khalifah selama
dua tahun. Pada masa yang singkat itu, Abu Bakar disibukkan dengan upaya menyelesaikan
persoalan dalam negeri terutama tantangan yang disebabkan oleh suku-suku bangsa
Arab yang enggan mengakui pemerintahannya. Abu Bakar menyelesaikan persoalan
ini dengan apa yang disebut Perang Riddah (perang melawan kemurtadan). Khalid
ibn Al-Walid adalah orang yang paling sering diberi tugas memimpin sejumlah
Perang Riddah.
Setelah menyelesaikan urusan perang
dalam negeri, barulah Abu Bakar mengirim kekuatan ke luar Jazirah Arab. Khalid
ibn Walid dikirim ke Iraq dan dapat menguasai wilayah al-Hirah di tahun 634 M.
Ke Syria dikirim ekspedisi di bawah pimpinan empat panglima yaitu Abu Ubaidah
Bin Jarrah, Amr bin ‘Ash, Yazid bin Abi Sufyan, dan Syurahbil. Sebelumnya,
pasukan ini dipimpin oleh Usamah ibn Zaid yang masih berusia 18 tahun. Untuk
memperkuat tentara ini, Khalid ibn Walid diperintahkan meninggalkan Irak
menuju Syria.
Abu Bakar meninggal saat berusia 61
tahun pada tahun 634 M akibat sakit yang dialaminya.
1.
Karena empat orang khalifah pertama
agama Islam, yang
dipercaya oleh umat Islam sebagai penerus kepemimpinan Nabi Muhammad setelah ia
wafat. Empat orang tersebut adalah para sahabat dekat Muhammad yang
tercatat paling dekat dan paling dikenal dalam membela ajaran yang dibawanya di
saat masa kerasulan Muhammad. Keempat khalifah tersebut dipilih bukan
berdasarkan keturunannya, melainkan berdasarkan konsensus bersama umat Islam.
2.
Keberhasilan yang dicapai Abu Bakar adalah Pada saat itu kondisi sosial
mayarakat menjadi stabil dan dapat mengamankan tanah Arab dari pembangkang dan
penyelewengan seperti orang murtad, para nabi palsu dan orang-orang yang enggan
membayar zakat.Selain itu keadaan kaum muslimin menjadi tenteram, tidak
khawatir lagi beribadah kepada Allah. Perkembangan dagang dan hubungan
bersama kaum muslim yang berada di luar Madinah keadaannya terkendali dan
terjalin dengan baik. Selain itu juga kemajuan yang dicapai adalah Pembukuan
Al-Qur’an.
3.
Diantara perkembangan yang ada pada masa Khalifah Umar adalah :
a.
Pemberlakuan Ijtihad
b.
Menghapuskan zakat bagi para muallaf
c.
Mengahpuskan hukum mut’ahLahirnya ilmu Qira’at
d.
Penyebaran Ilmu Hadits
e.
Menempa mata uang danmenciptakan tahun Hijriah
4.
Diantara perkembangan yang ada pada masa Khalifah Ustman adalah :
§
Penaskahan Al-Qur’an
§
Perluasan Masjid Nabawi dan Masjidil Haram
§
Didirikannya masjid Al-Atiq di utara benteng babylon
§
Membangun Pengadilan
§
Membnetuk Angkatan Laut
- Membentuk Departemen: Dewan kemiliteran ,Baitrul Mall, Jawatan Pajak , Jawatan Pengadilan.
5.
Konflik politik antara Ali Bin Abi Thalib dan Muawiyyah ibn Sufyan di akhiri
dengan tahkim, dalam tahkim tersebut pihak ali bin abi thalib dirugikan oleh
pihak muawiyyah,karena kecerdikan amr bin ash yang dapat mengalahkan abu musa
al asy’ari. Pendukung ali lalu terpecah menjadi dua yaitu kelompok yang secara
terpaksa menghadapi hasil tahkim,dan mereka tetap setia mendukung ali,sedangkan
kelompok yang kedua adalah kelompok yang menolak hasil tahkim dan kecewa
terhadap kepemimpian ali,mereka menyatakan keluar dari kepimpinan ali.
Umar bin Khattab (586-590 – 644 M, menjadi khalifah 634 – 644 M)
Umar adalah khalifah ke-2 dalam
sejarah Islam. Pengangkatan Umar bukan berdasarkan konsensus, melainkan surat
wasiat yang ditinggalkan oleh Abu Bakar. Umar memerintah selama sepuluh tahun
dari tahun 634 hingga 644.
Di zaman Umar, terjadilah gelombang
ekspansi (perluasan daerah kekuasaan). Damaskus, ibu kota Syria, jatuh tahun
635 M. Setahun kemudian, setelah tentara Bizantium kalah di pertempuran Yarmuk,
seluruh daerah Syria jatuh ke bawah kekuasaan Islam. Dengan memakai Syria
sebagai basis, ekspansi diteruskan ke Mesir di bawah pimpinan ‘Amr ibn ‘Ash dan
ke Irak di bawah pimpinan Sa’ad ibn Abi Waqqash. Iskandariah, ibu kota Mesir
waktu itu, ditaklukkan tahun 641 M. Dengan demikian, Mesir jatuh ke bawah
kekuasaan Islam. Al-Qadisiyah, sebuah kota dekat Hirah di Iraq, jatuh pada
tahun 637 M. Dari sana, serangan dilanjutkan ke ibu kota Persia, al-Madain yang
jatuh pada tahun itu juga. Pada tahun 641 M, Moshul dapat dikuasai. Dengan
demikian, pada masa kepemimpinan Umar, wilayah kekuasaan Islam sudah meliputi
Jazirah Arabia, Palestina, Syria, sebagian besar wilayah Persia, dan Mesir.
Luasnya daerah kekuasaan yang
berlangsung dengan sangat cepat, membuat Umar segera mengatur administrasi
negara dengan mencontoh administrasi yang sudah berkembang terutama di Persia.
Administrasi pemerintahan diatur menjadi delapan wilayah propinsi: Makkah,
Madinah, Syria, Jazirah Basrah, Kufah, Palestina, dan Mesir. Beberapa
departemen yang dipandang perlu didirikan. Pada masanya, mulai diatur dan
ditertibkan sistem pembayaran gaji dan pajak tanah. Pengadilan didirikan dalam
rangka memisahkan lembaga yudikatif dengan lembaga eksekutif. Untuk menjaga
keamanan dan ketertiban, jawatan kepolisian dibentuk. Demikian pula jawatan
pekerjaan umum. Umar juga mendirikan Bait al-Mal, menempa mata uang, dan
membuat tahun hijiah.
Masa jabatannya berakhir dengan
kematian. Dia mendapat luka parah setelah terkena sabetan pedang Abu Lu’lu’.
Dalam keadaan sakit dan sadar bahwa kematiannya sudah dekat, Umar mencoba
menentukan penggantinya. Akan tetapi, ia tidak menempuh cara sebagaimana yang
dilakukan Abu Bakar. Dia menunjuk enam orang dan meminta kepada mereka untuk
memilih salah seorang di antaranya menjadi khalifah, dengan aturan pemilihan
yang ditetapkan ole Umar sendiri. Enam orang tersebut adalah Usman, Ali,
Thalhah, Zubair, Sa’ad ibn Abi Waqqash, Abdurrahman ibn ‘Auf. Melalui proses
pemilihan tersebut, terpilihlah Ustman sebagai khalifah ketiga.
Utsman bin Affan (573-655 M; menjadi khalifah 644-655 M).
Di masa pemerintahan Utsman,
Armenia, Tunisia, Cyprus, Rhodes, dan bagian yang tersisa dari Persia,
Transoxania, dan Tabaristan berhasil direbut. Ekspansi Islam pertama berhenti
sampai di sini. Pada masa Utsman ini pulalah dilakukan kodifikasi Al Quran.
Pemerintahan Utsman berlangsung
selama 12 tahun. Pada paruh terakhir masa kekhalifahannya muncul perasaan tidak
puas dan kecewa di kalangan umat Islam terhadapnya. Kebijaksanaannya yang sangat
nepotis menimbulkan luka di hati rakyat. Di antara kebijakannya adalah
mengangkat Marwan ibn Hakam sebagai pelaksana utama atau yang menjalankan
pemerintahan. Utsman dalam hal ini hanya menyandang gelar Khalifah. Setelah
banyak anggota keluarganya yang duduk dalam jabatan-jabatan penting, Usman
laksana boneka di hadapan kerabatnya itu. Dia tidak dapat berbuat banyak dan
terlalu lemah terhadap keluarganya. Dia juga tidak tegas terhadap kesalahan
bawahan. Harta kekayaan negara, oleh kerabatnya dibagi-bagikan, tanpa
terkontrol oleh Utsman sendiri.
Puncak dari kemarahan kaum Muslimin
saat itu diekspreskan dalam bentuk pengepungan yang dilakukan terhadap rumah
Utsman. Ali memerintahkan ketiga puteranya, Hasan, Husain dan Muhammad bin Ali
al-Hanafiyah mengawal Utsman dan mencegah para pemberontak memasuki rumah.
Namun kekuatan yang sangat besar dari pemberontak akhirnya berhasil menerobos
masuk dan membunuh Utsman.
Ali bin Abi Thalib
Setelah Utsman wafat, masyarakat
beramai-ramai membaiat Ali ibn Abi Thalib sebagai khalifah. Ali memerintah
hanya enam tahun. Selama masa pemerintahannya, ia menghadapi berbagai
pergolakan. Tidak ada masa sedikit pun dalam pemerintahannya yang dapat
dikatakan stabil. Setelah menduduki jabatan khalifah, Ali menon-aktifkan para
gubernur yang diangkat oleh Utsman. Dia yakin bahwa pemberontakan-pemberontakan
terjadi karena keteledoran mereka. Dia juga menarik kembali tanah yang
dihadiahkan Utsman kepada beberapa orang kerabatnya dengan menyerahkan hasil
pendapatannya kepada negara, dan memakai kembali sistem distribusi pajak
tahunan di antara orang-orang Islam sebagaimana pernah diterapkan Umar.
Tidak lama setelah itu, Ali ibn Abi
Thalib menghadapi pemberontakan Thalhah, Zubair dan Aisyah. Alasan mereka, Ali
tidak mau menghukum para pembunuh Utsman, dan mereka menuntut bela terhadap
darah Utsman yang telah ditumpahkan secara zhalim.
Ali sebenarnya ingin sekali
menghindari perang. Dia mengirim surat kepada Thalhah dan Zubair agar keduanya
mau berunding untuk menyelesaikan perkara itu secara damai. Namun ajakan
tersebut ditolak. Akhirnya, pertempuran yang dahsyat pun berkobar. Perang ini
dikenal dengan nama Perang Jamal (Unta), karena Aisyah dalam pertempuran itu
menunggang unta. Zubair dan Thalhah terbunuh, sedangkan Aisyah ditawan dan dikirim
kembali ke Madinah.
Setelah kondisi perlahan-lahan
tenang, Ali. dan pasukannya bergerak menuju Kufah untuk dijadikan sebagai
ibukota negara. Sebelum itu, ia mengirim utusan ke sana untuk menjelaskan duduk
persoalan yang sebenarnya telah terjadi.
Alasan Ali memilih Kufah sebagai
ibukota baru negara Islam dapat diurai sebagai berikut:
1. Perluasan wilayah negeri Islam
yang harus diimbangi dengan sebuah ibukota yang terpusat secara administratif
dan politis. Untuk itu, ibukota harus berada di wilayah yang strategis sehingga
dapat bergerak cepat mencapai semua titik di negeri Islam.
2. Sebelum ditaklukkan oleh pasukan
Umar, Kufah adalah salah satu kota ilmu dan peradaban, karena Kufah cukup dekat
dengan kota-kota di kawasan Persia. Dengan memindahkan pusat pemerintahan ke
Kufah, Ali berharap sistem pemerintahannya menjadi lebih rapi, sistematis, dan
modern.
3. Pertimbangan utama lainnya adalah
orang-orang yang turut membantu Ali bin Abi Thalib dalam menumpas pasukan
Jamal. Mereka adalah tokoh-tokoh dan warga Irak. Dan bantuan perang yang paling
banyak adalah dari Kufah.
4. Perang Jamal telah membuat
Madinah menjadi kawasan yang “panas” dan selalu siap bergolak. Tentu saja sulit
menjalankan roda pemerintahan di sebuah tempat yang penuh ketegangan.
Akhir Masa Khulafaur Rasyidin
Dari Syam, Mu’awiyah, yang didukung
oleh sejumlah bekas pejabat tinggi yang merasa kehilangan kedudukan dan
kejayaan, mengobarkan perlawanan. Maka, pecahlah Perang Shiffin. Setelah itu
pecah pula Perang Nahrawan. Pada tanggal 19 ramadhan 40 H (660 M), Ali terbunuh
oleh salah seorang khawarij yaitu Abdurrahman bin Muljam.
Kedudukan sebagai khalifah kemudian
dijabat oleh putra Ali yaitu Hasan selama beberapa bulan. Namun, karena
tekanan-tekanan politis, Imam Hasan menyerahkan jabaran kekhalifahan kepada
Muawiyah bin Abu Sufyan.
Isi Perjanjian Damai
Ini adalah pernyataan damai dari
Hasan bin ‘Alî kepada Mu’âwiyah bin Abî Sufyân:
— Hasan menyerahkan kepada
Mu’âwiyah wilayah Muslimîn, dan Mu’âwiyah akan menjalankan Kitâb Allâh SWT dan
Sunnah Rasûl Allâh saw. dan tata cara Khulafâ’ ur-Râsyidîn yang tertuntun,
— Mu’âwiyah bin Abî Sufyân
tidak boleh mengangkat seseorang jadi khalîfah sesudahnya, tetapi akan diadakan
lembaga syura di antara kaum Muslimîn.
— Masyarakat akan berada dalam
keadaan aman di daerah Allâh SWT di Syam, Iraq, Hijaz dan Yaman.
— Sahabat-sahabat ‘Alî dan
Syî’ah-nya terpelihara dalam keadaan aman, bagi diri, harta, para wanita dan
anak-anak mereka.
— Mu’âwiyah tidak akan
mengganggu atau menganiaya secara tersembunyi atau terbuka terhadap Hasan bin
‘Alî atau saudaranya Husain bin ‘Alî atau salah seorang ahlu’l-bait Rasûl Allâh
saw. dan tidak akan mengganggu mereka di manapun mereka berada.
— Mu’âwiyah akan menghentikan
pelaknatan terhadap ‘Alî.”
1. Nama daulah Umayyah berasal dari nama
Umayyah Ibn ‘Abdi Syams Ibn ‘Abdi Manaf, yaitu salah seorang dari pemimpin
kabilah Quraisy pada zaman jahiliyah. Bani Umayyah baru masuk agama Islam
setelah mereka tidak menemukan jalan lain selain memasukinya, yaitu ketika Nabi
Muhammad bersama beribu-ribu pengikutnya yang benar-benar percaya terhadap
kerasulan dan kepemimpinan beliau menyerbu masuk ke dalam kota Makkah.
Memasuki tahun ke 40 H/660 M, banyak sekali pertikaian politik dikalangan ummat Islam, puncaknya adalah ketika terbunuhnya Khalifah Ali bin Abi Thalib oleh Ibnu Muljam. Pembunuh tersebut disinyalir dari golongan Khawarij yang merasa bahwa perpecahan ummat Islam adalah disebabkan oleh tiga orang, yaitu: Ali bin Abi Thalib, Mu’awiyah, dan ‘Amr bin al ‘Ash.
Setelah khalifah terbunuh, kaum muslimin diwilayah Irak mengangkat al-Hasan putra tertua Ali sebagai khalifah yang sah. Sementara itu Muawiyah sebagi gubernur propinsi Suriah (Damaskus) juga menobatkan dirinya sebagai Khalifah.
Memasuki tahun ke 40 H/660 M, banyak sekali pertikaian politik dikalangan ummat Islam, puncaknya adalah ketika terbunuhnya Khalifah Ali bin Abi Thalib oleh Ibnu Muljam. Pembunuh tersebut disinyalir dari golongan Khawarij yang merasa bahwa perpecahan ummat Islam adalah disebabkan oleh tiga orang, yaitu: Ali bin Abi Thalib, Mu’awiyah, dan ‘Amr bin al ‘Ash.
Setelah khalifah terbunuh, kaum muslimin diwilayah Irak mengangkat al-Hasan putra tertua Ali sebagai khalifah yang sah. Sementara itu Muawiyah sebagi gubernur propinsi Suriah (Damaskus) juga menobatkan dirinya sebagai Khalifah.
2. Nama-nama khalifah Bani umayyah adalah:
1. Muawiyah I bin Abu Sufyan,
41-61H/661-680M
2. Yazid I bin Muawiyah ,61-64H/680-683M
3. Muawiyah II bin Yazid,64-65H/683-684M
4. Marwan I bin al-Hakam, 65-66 H / 684-685 M
5. Abdul-Malik bin Marwan, 66-86 H / 685-705
M.
6. Al-Walid I bin Abdul-Malik, 86-97 H /
705-715 M
7. Sulaiman bin Abdul-Malik, 97-99 H /
715-717 M
8. Umar II bin Abdul-Aziz, 99-102 H / 717-720
M
9. Yazid II bin Abdul-Malik, 102-106 H /
720-724 M
10. Hisyam bin Abdul-Malik, 106-126 H / 724-743 M
11. Al-Walid II bin Yazid II, 126-127 H / 743-744 M
12. Yazid III bin al-Walid, 127 H / 744 M
13. Ibrahim bin al-Walid, 127 H / 744 M
14. Marwan II bin Muhammad (memerintah di Harran, Jazira),
127-133 H / 744-750M
3. Pada masa kekuasannya yang hampir satu
abad, dinasti ini mencapai banyak kemajuan. Dintaranya adalah: kekuasaan
territorial yang mencapai wilayah Afrika Utara, India, dan benua Eropa,
pemisahan kekuasaan, pembagian wilayah kedalam 10 provinsi, kemajuan bidang
administrasi pemerintahan dengan pembentukan dewan-dewan, organisasi keuangan
dan percetakan uang, kemajuan militer yang terdiri dari angkatan darat dan
angkatan laut, organisasi kehakiman, bidang sosial dan budaya, bidang seni dan
sastra, bidang seni rupa, bidang arsitektur, dan dalam bidang pendidikan.
4.
. Kemunduran dan kehancuran Dinasti Bani Umayyah disebabkan oleh banyak faktor,
dinataranya adalah: perebutan kekuasaan antara keluarga kerajaan, konflik
berkepanjagan dengan golongan oposisi Syi’ah dan Khawarij, pertentangan etnis
suku Arab Utara dan suku Arab Selatan, ketidak cakapan para khalifah dalam
memimpin pemerintahan dan kecenderungan mereka yang hidup mewah, penggulingan
oleh Bani Abbas yang didukung penuh oleh Bani Hasyim, kaum Syi’ah, dan golongan
Mawali.
5.
Sistem pemerintahan Dinasti Bani Umayyah diadopsi dari kerangka pemerintahan
Bizantium, dimana ia menghapus sistem tradisional yang cenderung pada kesukuan.
Pemilihan khalifah dilakukan dengan sistem turun temurun atau kerajaan, hal ini
dimulai oleh Umayyah ketika menunjuk anaknya Yazid untuk meneruskan
pemerintahan yang dipimpinnya pada tahun 679 M.
9.Pola dan
Pengembangan Wilayah Pada masa Khulafa’ al-Rayidin
1.
Apakah faktor-faktor yang melatarbelakangi timbulnya konflik antara umat Islam
dengan bangsa Romawi?
Jawabannya: factor-faktor tersebut
adalah karena: pertama, bangsa Romawi dan Persia tidak menaruh hormat terhadap
maksud baik islam; kedua, semenjak Islam masih lemah, Romawi dan Persia selalu
berusaha menghancurkan Islam; ketiga, bangsa Romawi dan Persia bersikap ceroboh
menghasut suku-suku badui untuk menentang pemerintahan Islam dan mendukung
musuh-musuh Islam; dan kelima,letak geografis kekuasaan Romawi dan Persia
sangat strategis untuk kepentingan keamanan dan pertahanan islam.
2.
Bagaimanakah system pemerintahan ketika Usman Bin affan menjabat sebagai
Khalifah?
Jawabannya:
Masa pemerintahan Utsman bin Affan termasuk yang paling lama dibandingkan
dengan khalifah lainnya, yaitu selama 12 tahun, Pemerintah khalifah Ustman Ibn
Affan mengalami masa kemakmuran dan berhasil dalam beberapa tahun pertama
pemerintahannya. Ia melanjutkan kebijakan-kebijakan Khalifah Umar. Pada separuh
terakhir masa pemerintahannya, muncul kekecewaaan dan ketidakpuasaan dikalangan
masyarakat karena ia mulai mengambil kebijakan yang berbeda dari sebelumnya.
3.
Apakah yang menyebabkan terjadinya pemberontakan Thalhah pada masa kepemimpinan
Ali ibn Abi Thalib?
Jawabannya: penyebab terjadinya
pemberontakan tersebut adalah karena Ali Ibn Abi Thalib tidak mau menghukum
para pembunuh Usman dan mereka menuntut bela’ terhadap daerah Usman yang telah
ditumpahkan secara dhalim. Perang ini dikenal dengan nama perang jamal.
Bersamaan dengan itu, kebijaksanaan-kebijaksanaan Ali Ibn Abi Thalib juga
mengakibatkan timbulnya perlawanan dari gubernur di Damaskus, Muawiyah.
4.
Sejak kapankah pengembangan kekuasaan Islam berkembang pesat di masa Khulafa
Al-Rasyidin?
Jawabannya: pengembangan kekuasaan
islam berkembang pesat dimulai dari timbulnya konflik antara umat Islam dengan
Persia yang pada akhirnya mendorong umat Islam mengadakan penakhlukan
negeri romawi dan persia, serta negeri-negeri jajahannya.
11.Dinasti
Umayyah Di Andalusia
1. Pada awal abad ke-8 Masehi, para pendatang
baru berdatangan baru berdatangan ke daratan Erofa (spanyol). Pendatang
tersebut adalah bangsa arab, yang membawa agama islam, sejak Ekspansi Bani
Umayyah Spanyol pada tahun 711 M. Yang di pimpin oleh Thariq bin Ziyad. Spanyol
menjadi bagian wilayah kekuasaan islam, umat islam berkuasa di Spanyol hampir
delapan abad, yaitu dari tahun 711-1492 M.
2. Perkembangan islam masuk ke Spanyol
melalui beberapa periode yaitu:
a. Periode Pertama (711-755)Pada periode
ini, spanyol berada dibawah pemerintahan paraq wali yang diangkat oleh khalifah
bani umayyah yang berpusat di Damaskus.
b. Periode Kedua (755-912 M )Pada periode
ini, Spanyol berada dibawah pemerintahan seorang yang bergelar amir
(panglima atau gubernur) tetapi tidak tunduk kepada pusat pemerintahan islam
yang ketika itu dipegang oleh khalifah Abbasiyah di Bagdad. Amir
pertama adalah Abdurrahman 1, yang memasuki Spanyol tahun 138H/755
M dan diberi gelar Al-Dakhil (yang masuk ke Spanyol).
c. Periode Ketiga (912-1013 M)Periode ini
berlangsung mulai dari pemerintahan Abd Al-Rahman III yang bergelar “An-Nasir”
sampai munculnya “raja-raja kelompok” yang dikenal dengan sebutan Muluk
al-Thawaif. Pada periode ini, Spanyol diperintah oleh penguasa dengan
gelar khalifah.
d. Periode
keempatPada periode ini, spanyol terpecah menjadi lebih dari tiga puluh
negara kecil dibawah pemerintahan raja-raja golongan atau Al-Mulukuth-Thawaif,
yang berpusat disuatu kota seperti Seville,Cordova, Toledo, dan sebagainya.
e. Periode kelima (1086-1248 M) Pada periode
ini, Spanyol islam meskipun masih terpecah dalam beberapa negara, tetapi
terdapat satu kekuatan yang dominan, yaitu kekuasaan dinasti Murabithun
(1086-1143 M) dan dinasti Muwahhidun (1146-1235).
f. Periode Keenam (1248-1492 M)Pada periode
ini, islam hanya berkuasa di daerah Granada, di bawah dinasti bani Ahmar
(1232-1492). Peradaban kembali mengalami kemajuan seperti di zaman
Abdurrahman An-Nasir.
3.
Kemajuan-kemajuan yang dicapai adalah dalam bidang:
a.
Filsafat
b.
Sains
c.
Bahasa
d.
Sastra dan Musik
e.
Sejarah dan Geografi
f.
Fiqh
g.
Kemajuan Pembangunan Fisik
4.
Ada beberapa faktor penyebab kemunduran yang akhirnya membawa kehancuran islam
di spanyol:
Ø
Munculnya Khalifah-Khalifah yang lemah
Ø
Konflik antara Islam dan kristen
Ø
Munculnya Muluk Ath-Thawaif
Ø
Kemerosotan Ekonomi
Ø
Sistem Peralihan Kekuasaan yang tidak Jelas
5.
Faktor yang mendukung islam atas penguasaan spanyol adalah:
a.
sikap penguasa Ghotic yang tidak toleran terhadap aliran agama yang
berkembang pada saat itu
b.
Perselisihan antara Raja Roderick dengan Witiza
c.
Tentara Roderick tidak mempunyai semangat perang.
12.KEHIDUPAN
BERAGAMA PADA MASADINASTI UMAYYYAH
-
Pada masa Dinasti Umayyah pendidikan berpusat di Damaskus, Kufah, Mekkah,
Madinah, Mesir, Cordova dan beberapa kota lainnya, seperti: Basrah dan Kuffah
(Irak), Damsyik dan Palestina (Syam), Fistat (Mesir).
-
Ilmu-ilmu yang berkembang pada masa dinasti Umayyah, yaitu:
a.
Kedokteran
b.
Filsafat
c.
Astronomi atau perbintangan
d.
Ilmu pasti
e.
Sastra
f.
Seni baik itu seni bangunan, seni rupa, amuoun seni suara.
-
Madrasah-madrasah yang ada pada masa Bani Umayyah adalah sebagai berikut:
1.
Madrasah Mekkah
2.
Madrasah Madinah
3.
Madrasah Basrah
4.
Madrasah Kufah
5.
Madrasah Damsyik (Syam)
6.
Madrasah Fistat (Mesir)
4.
Tokoh-tokoh pendidikan pada masa Bani Umayyah itu adalah:
-
Ulama-ulama tabi’in ahli tafsir, yaitu: Mujahid, ‘Athak bin Abu Rabah,
‘Ikrimah, Sa’id bin Jubair, Masruq bin Al-Ajda’, Qatadah.
-
Ulama-ulama Hadist: Ulama-ulama sahabat yang banyak meriwayatkan hadis-hadis
ialah: Abu Hurairah (5374 hadist), ‘Aisyah (2210 hadist), Abdullah bin Umar (±
2210 hadist), Abdullah bin Abbas (± 1500 hadist), Jabir bin Abdullah (±1500
hadist), Anas bin Malik (±2210 hadist)
-
Ulama-ulama ahli Fiqh: Ulama-ulama tabi’in Fiqih pada masa bani Umayyah
diantaranya adalah:, Syuriah bin Al-Harits, ‘alqamah bin Qais, Masuruq
Al-Ajda’,Al-Aswad bin Yazid
-
Ahli bahasa/sastra: Seorang ahli bahasa seperti Sibawaih yang karya tulisnya
Al-Kitab, menjadi pegangan dalam soal berbahasa arab.
5.
Hadits-hadits diriwayatkan dari mulut ke mulut. Dari mulut guru ke mulut
muridnya, yaitu dari hafalan guru diberikannya kepada murid, sehingga menjadi
hafalan murid pula dan begitulah seterusnya. Setengah sahabat dan
pelajar-pelajar ada yang mencatat hadist-hadist itu dalam buku catatannya,
tetapi belumlah berupa buku menurut istillah kita sekarang.
13.KEMAJUAN
AGAMA ISLAM PADA MASA DINASTI ABBASIYAH DI TIMUR
1.
Daulah abbasiyah memiliki kesamaan dan perbedaan dengan daulah umayyah. Seperti
yang terjadi pada masa daulah umayyah, misalnya, para bangsawan daulah
abbasiyah cenderung hidup mewah dan bergelimang harta. Mereka gemar memelihara
budak belian serta istri pemeliharaan (harem). Kehidupan lebih cenderung pada
kehidupan duniawi ketimbang mengembangkan nilai-nilai agam islam. Namun tidak
dapat disangkal khalifah memiliki selera seni yang tinggi serta taat beragama.
Tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa daulah abbasiyah mengalami pergeseran
dalam mengembangkan pemerintahan. Sehingga dapat dikelompokkan masa daulah
abbasiyah menjadi lima periode sehubungan dengan corak pemerintahan.
2.
Dalam bidang hadits, pada masa ini hanya merupakan penyempurnaan, pembukuan
dari catatan dan hafalan para sahabat. Pada masa ini pula dimulainya
pengklasifikasian hadits, sehingga muncul yang namanya hadits dhaif, maudlu’,
shahih serta yang lainnya.
3.
Dalam masa ini ilmu metode tafsir mulai berkembang, terutama dua metode
penafsiran, yaitu tafsir bir ra’i dan tafsir bil ma’tsur .
4.
Tokoh perumus pemikiran Mu'tazilah yang terbesar adalah Abu al-Huzail al-Allaf
(135-235 H/752-849M) dan al-Nazzam (185-221 H/801-835M).
5.
Sebanyak 5.000 orang Kristen Banu Tanukh didekat Alleppo mengikuti perintah
khalifah Al-Mahdi untuk masuk Islam. Proses konversi secara normal berjalan
lebih gradual, damai, dan bersifat pasti.
14.MASA
DINASTI UMAYYAH DI ANDALUSIA
Berdirinya Bani
Umayyah di Andalusia?
Karena adanya ekspansi pasukan kaum
muslimin kesemenanjung Lberia (Andalusia), gerbang barat daya Eropa, dan
serangan ini merupakan puncak -ekspansi muslim kewilayah Afrika-Eropa. Berhasil
memukul mundur pasukan Bizantium selamanya dari wilayah barat kartago dan
perlahan-lahan meluaskan penaklukannya sampai ke Atlantik, sehingga memberikan
batu loncatan kepada islam untuk menyerang Eropa. Terdorong olrh keberhasilan
Tharif, dan melihat adanya konflik penguasa dikerajaan Spanyol Gotik Barat,
juga didorong oleh hasrat untuk memperoleh barang rampasan, bukan hasrat untuk
menaklukkan, Musa mengutus seorang budak, badar yang sudah dibebaskan, Thariq
bin Ziyad pada tahun 711M, ke Spanyol memimpin 7000 pasukan, yang sebagian
besar terdiri dari orang-orang Barbar. Thariq bin Ziyad berhasil menguasai
hampir seluruh kota yang ada di semenanjung Lberia atas bantuan Musa bin
Nusyair. Tujuannya untuk menyebarkan islam di Eropa, dan memasukkannya menjadi
bagian pemerintahan islam.
Akhirnya Musa bin Nusyair
mendekralasikan semenanjung Lberia sebagai dari kekuasaan Bani Umayyah yang
berpusat di Damaskus. Beliau diberi gelar Ad-dakhil, karena ia adalah pangeran
Dinasti Umayyah pertama yang menginjakkan kakiknya disemenanjung Lberia.
2.
Sebutkan dan jelaskan kemajuan apa saja yang terjadi di Andalusia pada masa Dinasti
Umayyah!
Dalam rentang waktu selama kurang
lebih tujuh setengah abad, umat islam di Spanyol telah mencapai kemajuan yang
pesat. Baik dibidang ilmu pengetahuan maupun kebudayaan. Berabagai disiplin
ilmu berkembang pesat pada masa itu. Hal ini ditandai dengan banyaknya
bermunculan figur-figur ilmuwan yang cemerlang dibidangnya masing-masing, dan
sampai sekarang buah pikiran mereka menjadi bahan rujukan para akademisi, baik
dibarat maupun ditimur. Adapun kemajuan dibidanng ilmu pengetahuan adalah:
1.
Filsafat
2.
Sains
3.
Bahasa sastra dan musik
4.
Sejarah dan geografi
5.
Fiqh
Penyebab terjadinya
kemunduran dan kehancuran islam di Andalusia
a.
Munculnya khalifah –khalifah yang lemah .
Setelah Hakam II wafat digantikan
oleh Hisyam II yang berusia 11 tahun. Karena tidak mampu mengendalikan roda
pemerintahan, jalannya pemerintahan dikendalikan oleh ibunya, dengan dibantu
oleh Muhammad Ibn Abi umar yang bergelar Hajib Almansur yang haus kekuasaan dan
ambisius. Sejak saat itu khalifah hanya dijadikan sebagai boneka oleh Almansur
dan penggantinya.
b.
Konflik islam dan Kristen.
Pertentangan islam dan Kristen tak
pernah berhenti sampai jatuhnya kekuasaan islam. Orang –orang slalu merasa
bahwa kehadiran umat islam merupakan ancaman bagi mereka. Setelah kekuasaan
islam satu per satu kota-kota yang dikuasai umat islam jatuh ke tangan umat
Kristen.
c.
Munculnya Muluk Ath-Thawaif.
Secara politis telah menjadi
indikasi akan kemunduran islam di Spanyol, karena dengan terpecahnya kekuasaan
khalifah menjadi dinasti-dinasti kecil, kekuatan pun terpecah –pecah dan lemah,
keadaan ini mambuka peluang bagi penguasa provinsi pusat untuk mempertahankan
eksistensinya.
d.
Kemerosotan ekonomi.
Diparuh kedua masa islam Spanyol,
para penguasa mementingkan perkembangan fisik dengan mendirikan
bangunan-bangunan megah dan monumental. Selain itu, banyak anggaran Negara yang
terserap untuk membiayai tentara bayaran demi keamanan Negara.
e.
Sistem peralihan kekuasaan yang tidak jelas.
Adanya perebutan kekuasaan antara
elit penguasaan maupun antar putra mahkota. Terjadinya perebutan kekuasaan ini
menyebabkan perang antar elit atau keluarga yang pada akhirnya dapat
menggorogoti kekuatan dan stabilitas Negara.
15.DINASTI FATHIMIYAH
1.
Dinasti Fathimiyyah berpusat di lembah Nil, Kairo.
2.
Kekhalifahan ini berkuasa selama lebih kurang 203 tahun yaitu sejak tahun 909
sampai tahun 1171 M.
3.
Persiapan awal yang dijalankan pertama sekali olehnya adalah:
a.
merangkul kelompok yang ingin memberontak
b.
mempersiapkan tentera untuk melakukan penyerangan
c.
membangun jalan raya menuju ke Mesir
d.
menggali sumur-sumur di pinggiran jalan raya menuju ke Mesir
e.
membangun rumah tempat peristirahatan (tentera)
f.
mempersiapkan dana (keuangan guna perbekalan bagi pasukan Fathimiyah.4 Sebagai
Panglima yang dipercayakan memimpin tentera pada penaklukan Mesir itu, Jauhar
menjalankan aksi politik Fathimiyah bagi penduduk Mesir yaitu dengan :
g.
memberikan keyakinan kepada penduduk tentang kebebasan mereka menjalankan
ibadah menurut agama dan mazhab mereka.
4.
Pola pemerintahan yang dijalankan Fathimiyyah mengikuti pola pemerintahan bani
Abbasiah di Bahgdad. Kepemimpinan dikonsentrasikan kepada Khalifah dan dibai'ah
lewat seremoni yang megah.
5. Dinasti Fathimiyyah terdiri atas 5 Dewan, yaitu:
a.
Dewan Insya', bertanggung jawab pada pembangunan.
b.
Dewan Iradah al-Maliah, bertanggung jawab pada bagian keuangan negara.
c.
Dewan Iradah al-Mahalliyah, urusan pemerintahan Daerah.
d.
Dewan al-Jihad, pada urusan pembangunan angkatan bersenjata
e.
Dewan Rasail, pelayanan Pos.
17.MASA
DAULAH BANI SALJUK
Awal terbentuknya
bani saljuk
Bani Saljuk berasal dari
beberapa kabilah kecil rumpun suku Ghuz di wilayah Turkistan. Pada abad kedua, ketiga, dan keempat Hijrah mereka pergi ke arah barat
menuju Transoxiana dan Khurasan. Ketika itu mereka belum bersatu. Mereka dipersatukan oleh Saljuk ibn Tuqaq. Karena itu, mereka
disebut orang-orang Saljuk. Pada mulanya Saljuk ibn Tuqaq Rahimahullah
mengabdi kepada Bequ, raja daerah Turkoman yang meliputi wilayah
sekitar laut Arab dan laut Kaspia.
Kesultanan bani saljuk sepeninggal Thugril Bek Rahimahullah!
Daulah Saljuk
berturut-turut diperintah oleh :
1. Alib Arselan Rahimahullah
(455-465 H/1063-1072),
2. Maliksyah
(465-485 H/1072-1092),
3. Mahmud al- Ghozi
(485-487 H/1092-1094 M),
4. Barkiyaruq (487
-498 H/1 094-1103),
5. MalikSyah II
(498 H/ 1103 M),
6. Abu Syuja’
Muhammad (498-511 H/11 03-1117 M),dan
7. Abu Haris Sanjar
(511-522H/1117-1128 M).
Kejayaan
yang bisa dilakukan oleh daulah bani saljuk
Kesultanan Saljuk telah
ikut membangkitkan semangat ilmiyah di wilayah yang menjadi kekuasaannya.
Mereka juga telah mampu menyebarkan rasa aman diwilayah itu.Mereka mampu
menghadang gerakan salibisme yang di pimpin Imperium Byzantium,sebagaimana
mereka juga telah berusaha untuk menghadang gelombang sebuah Mongolia. Mereka
mampu mengangkat tinggi-tinggi panji-panji Madzhab Sunni di wilayah wilayah
kekuasaanya.
Maksud bani saljuk membangunn makam yang megah yang terkenal dengan makam
model bani saljuk
Bangunan makam yang
megah dibangun pada era Saljuk tak hanya ditujukan untuk menghormati para
penguasa yang sudah meninggal. Namun, para ulama dan sarjana atau ilmuwan
terkemuka pun mendapatkan tempat yang sama.
Factor penyebab mundurnya daulah bani saljuk
Faktor – fator itu
antara lain:
1. Perselisihan yang terjadi di dalam
keluarga Saljuk antara saudara mereka, paman, keponakan dan cucu.
2. Masuknya pengaruh kaum wanita dalam
pemerintahan.
3. Dimunculkan api fitnah oleh para pejabat
dan menteri.
4. Lemahnya para Khalifah Bani Abbas dalam
menghadapi kekuatan militer Saljuk. Sehingga pemerintahan Bani Abbas tidak
mampu menolak siapapun yang duduk di kursi kesultanan Saljuk dan mendengungkan
khutbah untuk semua pemenang yang kuat.
5. Ketidak mampuan pemerintahan Saljuk dalam
menyatukan wilayah Syam, Mesir dan Irak di bawah panji kekuasaan Bani Abbas.
6. Terjadinya friksi di dalam kekuasaan
Saljuk sehingga menimbulkan bentrokan militer yang terus menerus. Inilah yang
menghancurkan kekuatan Saljuk hingga dia harus kehilangan kesultanannya di
Irak.
7. Konspirasi orang – orang aliran Bathiniyah
terhadap kesultanan Saljuk yang mereka lakukan dengan cara membunuh dan
menghabisi para sultan dan pemimpin – pemimpin mereka.
8. Perang Salib yang datang dari belakang
samudera serta pertempuran kesultanan Saljuk dengan pasukan Barbarik yang
berasal dari Eropa.
Asyura dalam Perspektif Peradaban
Islam
Peristiwa Asyura terjadi pada
tanggal 10 Muharram tahun 61 Hijriah. Saat itu, Imam Husein beserta
sejumlah sahabat dan kerabatnya gugur syahid di Padang Karbala. Sebelum
gugur syahid, rombongan tersebut disiksa dengan cara tidak diberi air minum
selama 3 hari. Setelah dibunuh, kepala Imam Husein dan rombongannya yang juga
terbunuh dipenggal dan ditancapkan di atas tombak Kepala-kepala yang
tertancap di atas tombak itu, beserta dengan rombongan sisa yang masih hidup,
digiring dari Karbala menuju Kufah, lalu ke Syam.
Situasi yang Melatarbelakangi
Kebangkitan Asyura
Muawiyah melanggar seluruh butir perjanjian,
damai, terutama point yang terkait dengan penyerahan khilafah kepada ummat
pasca meninggalnya Muawiyah. Muawiyah malah menunjuk anaknya, Yazid, sebagai
khalifah pengganti. Muawiyah bahkan membunuh Imam Hasan, melalui istri
Imam Hasan sendiri, yaitu Ja’dah bin As’ats Al Kindi.
Akan tetapi, secara lahiriah, selama
20 tahun masa pemerintahannya, Muawiyah masih mempraktekkan ajaran-ajaran
Islam. Ia menjadi imam shalat di masjid, mengelola zakat, membaca
Alquran, memfasilitasi ibadah haji, berkonsultasi dengan para sahabat dalam
urusan pemerintahan, mengutip ayat dan hadits ketika berbicara tentang urusan
ummat, dll. Hal-hal tadi membuat Islam masih terjaga, meskipun hanya sebatas
lahiriah, itupun dengan motivasi pencitraan semata.
Ketika Yazid naik takhta, situasinya
betul-betul berubah. Kehidupan sehari-hari Yazid sama sekali tidak
mencerminkan perilaku seorang mukmin. Sebagian besar waktunya dalam keadaan
mabuk. Ia sering secara terang-terangan meninggalkan shalat. Ia juga gemar
berpesta, serta bermain-main dengan monyet dan anjing.
Lebih jauh lagi, ketika ia takhta,
langkah politik yang dilakukan Yazid adalah memerintahkan Imam Husein agar
berbaiat kepadanya. Jika enggan berbaiat, Yazid akan membunuhnya.
Islam berada dalam bahaya besar.
Negeri Muslim yang terbentang dari Persia hingga Mesir ternyata dipimpin
(dipersonifikasikan) oleh seorang Yazid dengan segala kepribadiannya seperti
itu. Islam terancam hanya tinggal nama. Esensinya sudah lama terkoyak. Kini,
wujudnya pun terancam punah, lalu berganti dengan wujud jahiliah dengan nama
Islam.
Imam Husein yakin, dalam kondisi
seperti itu, hanya ada satu pilihan, yaitu bangkit melawan. Resiko
terbunuh harus ditempuh. Karena dengan demikian, kedok Yazid dan Bani Umayyah
secara keseluruhan, akan terungkap.
Nilai-Nilai Asyura
1. Menjaga Islam dari kepunahan
secara esensial dan eksistensial.
2. Memberi contoh kepada generasi
ummat Islam berikutnya, bagaimana cara berjuang menegakkan ajaran agama Islam.
3. Mengajarkan sejumlah nilai
perjuangan seperti kesabaran, keteguhan, pengorbanan, solidaritas, dlsb.
4. Menjadi penebus bagi dosa-dosa
ummat manusia.
Peradaban Islam Nusantara
Definisi: Nusantara merupakan
istilah yang dipakai untuk menggambarkan wilayah kepulauan
yang membentang dari Sumatera sampai Papua.
Teori masuknya Islam ke Nusantara
- Teori Gujarat: agama Islam baru masuk ke Nusantara pada abad ke-13 Masehi yang dibawa oleh para pedagang dari Kambay (Gujarat), India.
- Teori Persia: agama Islam dibawa oleh para pedagang dari Persia (sekarang Iran) sekitar abad 13
- Teori Mekkah (Arab): Islam masuk ke Indonesia langsung dari Arab sebagai pusat agama Islam sejak abad ke-7.
Proses Islamisasi (Penerimaan dan
Perkembangan Agama Islam) di Nusantara
1. Melalui perdagangan
2. Melalui pernikahan
3. Melalui Tasawuf
4. Melalui pendidikan
5. Melalui kesenian
6. Melalui politik
2. Melalui pernikahan
3. Melalui Tasawuf
4. Melalui pendidikan
5. Melalui kesenian
6. Melalui politik
Kerajaan-Kerajaan Islam Nusantara
1. Perlak
Kesultanan ini terletak di wilayah
Perlak, Aceh Timur, Negeri Aceh. Masa pemerintahan Islam Perlak berlangsung
selam 467 tahun dari tahun 225-692 H (839-1293) dengan 13 orang sultan.
2. Kerajaan Samudra Pasai
Kerajaan Samudra Pasai terletak di sebelah utara Perlak di daerah Lhokseumawe (sekarang pantai timur Aceh). Kerajaan Samudra Pasai berdiri pada abad ke- 13 M (1260). Samudera Pasai hancur setelah ditaklukkan Portugis tahun 1521. Sisa-sisa kerajaan bergabung ke Kerajaan Aceh.
Kerajaan Samudra Pasai terletak di sebelah utara Perlak di daerah Lhokseumawe (sekarang pantai timur Aceh). Kerajaan Samudra Pasai berdiri pada abad ke- 13 M (1260). Samudera Pasai hancur setelah ditaklukkan Portugis tahun 1521. Sisa-sisa kerajaan bergabung ke Kerajaan Aceh.
3. Kerajaan Aceh
Pendiri kerajaan ini ialah Ali Mughayat Syah (1513-1528 M). Kerajaan Aceh mencapai kejayaannya dibawah Pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636 M). Pada masa kekuasaanya, wilayah Aceh semakin luas yaitu dari pesisir barat samudra sampai Bengkulu, pesisir timur Sumatera sampai Siale, Johar, Pahang dan Pattani.
Pendiri kerajaan ini ialah Ali Mughayat Syah (1513-1528 M). Kerajaan Aceh mencapai kejayaannya dibawah Pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636 M). Pada masa kekuasaanya, wilayah Aceh semakin luas yaitu dari pesisir barat samudra sampai Bengkulu, pesisir timur Sumatera sampai Siale, Johar, Pahang dan Pattani.
4. Kerajaan Demak
Kerajaan Demak merupakan Kerajaan Islam pertama di Jawa. Pendirinya ialah Raden Fatah (1478 – 1518 M). Kerajaan ini memiliki wilayah yang luas dan membentang di pesisir utara Jawa, bekas Kerajaan Majapahit.
Kerajaan Demak merupakan Kerajaan Islam pertama di Jawa. Pendirinya ialah Raden Fatah (1478 – 1518 M). Kerajaan ini memiliki wilayah yang luas dan membentang di pesisir utara Jawa, bekas Kerajaan Majapahit.
5. Kerajaaan Mataram Islam
Pendiri Kerajaan Mataram ialah Kyai Ageng Pamanahan.
Pada tahun 1628 M dan 1629 M Mataram menyerang Batavia, namun tidak berhasil karena kurangnya persiapan logistik. Sultan Agung adalah seorang organisator, ahli politik, ahli filsafat dan ahli sastra. Berikut ini adalah hasil karya Sultan Agung, yaitu :
a. Tahun 1833 M, Sultan Agung menciptakan Tarikh Jawa Islam yang dimulai 1 Muharam 1043 H.
b. Mengarang buku ”sastra gending” yang berisi ajaran filsafat mengenai kesucian jiwa.
c. Membuat buku undang-undang hukum pidana dan perdata yang diberi nama ”surya alam”.
Pendiri Kerajaan Mataram ialah Kyai Ageng Pamanahan.
Pada tahun 1628 M dan 1629 M Mataram menyerang Batavia, namun tidak berhasil karena kurangnya persiapan logistik. Sultan Agung adalah seorang organisator, ahli politik, ahli filsafat dan ahli sastra. Berikut ini adalah hasil karya Sultan Agung, yaitu :
a. Tahun 1833 M, Sultan Agung menciptakan Tarikh Jawa Islam yang dimulai 1 Muharam 1043 H.
b. Mengarang buku ”sastra gending” yang berisi ajaran filsafat mengenai kesucian jiwa.
c. Membuat buku undang-undang hukum pidana dan perdata yang diberi nama ”surya alam”.
6. Kerajaan Cirebon
Awalnya Cirebon merupakan bagian dari kerajaan Pajajaran. Pada abad ke- 16, Cirebon berkembang menjadi pelabuhan yang ramai dan pusat perdagangan di pantai Jawa Barat bagian utara. Setelah jumlah pedagang semakin banyak dan proses Islamisasi berkembang terus, Sunan Gunung Jati segera membentuk pemerintahan kerajaan Islam Cirebon.
Awalnya Cirebon merupakan bagian dari kerajaan Pajajaran. Pada abad ke- 16, Cirebon berkembang menjadi pelabuhan yang ramai dan pusat perdagangan di pantai Jawa Barat bagian utara. Setelah jumlah pedagang semakin banyak dan proses Islamisasi berkembang terus, Sunan Gunung Jati segera membentuk pemerintahan kerajaan Islam Cirebon.
7. Kerajaan Banten
Hasanuddin sebagai anak dari Sunan Gunung Jati dianggap sebagai raja dari Kerajaan/Kesultanan Banten yang pertama. Adapun Sunan Gunung Jati dianggap sebagai pendiri kerajaan Banten.
Hasanuddin sebagai anak dari Sunan Gunung Jati dianggap sebagai raja dari Kerajaan/Kesultanan Banten yang pertama. Adapun Sunan Gunung Jati dianggap sebagai pendiri kerajaan Banten.
8. Kerajaan Makassar
Pada abad ke- 16 di pulau Sulawesi berkembang banyak kerajaan diantaranya kerajaan Luwu,Gowa, Wajo, Soppeng, Tallo dan Bone. Diantara kerajaan-kerajaan tersebut terdapat persaingan perebutan hegemoni di Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia bagian Timur. Dua kerajaan berhasil memenangkan persaingan tersebut, yaitu Gowa dan Tallo yang kemudian lebih dikenal sebagai Kerajaan Makassar. Kerajaan Makassar mencapai puncak kejayaannya pada masa Sultan Hasanuddin (1653-1669 M).
Pada abad ke- 16 di pulau Sulawesi berkembang banyak kerajaan diantaranya kerajaan Luwu,Gowa, Wajo, Soppeng, Tallo dan Bone. Diantara kerajaan-kerajaan tersebut terdapat persaingan perebutan hegemoni di Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia bagian Timur. Dua kerajaan berhasil memenangkan persaingan tersebut, yaitu Gowa dan Tallo yang kemudian lebih dikenal sebagai Kerajaan Makassar. Kerajaan Makassar mencapai puncak kejayaannya pada masa Sultan Hasanuddin (1653-1669 M).
9. Kerajaan Ternate dan Tidore
Kerajaan Ternate dan Tidore merupakan dua kerajaan di kepulauan Maluku. Kedua kerajaan ini bersaing. Persaingan antara kerajaan Ternate dan Tidore diperburuk dengan ikut campurnya bangsa Portugis yang membantu Ternate dan bangsa Spanyol yang membantu Tidore. Setelah memperoleh keuntungan, kedua bangsa barat tersebut bersepakat untuk menyelesaikan persaingan mereka dalam Perjanjian Saragosa ( 22 April 1529). Hasil perjanjian tersebut, Spanyol harus meninggalkan Maluku dan menguasai Philipina, sedangkan Portugis tetap melakukan perdagangan di kepulauan Maluku.
Kerajaan Ternate dan Tidore merupakan dua kerajaan di kepulauan Maluku. Kedua kerajaan ini bersaing. Persaingan antara kerajaan Ternate dan Tidore diperburuk dengan ikut campurnya bangsa Portugis yang membantu Ternate dan bangsa Spanyol yang membantu Tidore. Setelah memperoleh keuntungan, kedua bangsa barat tersebut bersepakat untuk menyelesaikan persaingan mereka dalam Perjanjian Saragosa ( 22 April 1529). Hasil perjanjian tersebut, Spanyol harus meninggalkan Maluku dan menguasai Philipina, sedangkan Portugis tetap melakukan perdagangan di kepulauan Maluku.
Mengenal Walisongo
Walisongo Periode Pertama
Pada waktu Mehmed I
Celeby memerintah kerajaan Turki, Sang
Sultan kemudian mengirim surat kepada pembesar Islam di Afrika Utara
dan Timur Tengah. Isinya meminta para ulama dikirim ke pulau Jawa. Maka
terkumpullah sembilan ulama yang secara umum dinamakan Walisongo.
Hal yang sangat khas dari walisongo
adalah sangat intensnya pertemuan di antara mereka saat bersama-sama
menjalankan tugas dakwah Islam. Mereka berkali-kali melakukan pertemuan khusus
di antara sesama mereka. Dalam pertemuan itu, mereka melakukan sharing
strategi. Dan juga yang sangat penting, dalam pertemuan-pertemuan itu, para
wali tersebut menetapkan atau menerima anggota walisongo yang baru. Dalam satu
kasus, mereka bahkan bersidang dalam rangka memecat keanggotaan wali.
Para wali itu sebenarnya terdiri
dari beberapa angkatan. Para Walisongo tidak hidup pada saat yang persis
bersamaan, namun satu sama lain mempunyai keterkaitan erat, baik dalam ikatan
darah atau karena pernikahan, maupun dalam hubungan guru-murid. Bila ada
seorang anggota majelis yang wafat, maka posisinya digantikan oleh tokoh
lainnya.
Dari nama para Walisongo tersebut,
pada umumnya terdapat sembilan nama yang dikenal sebagai anggota Walisongo yang
paling terkenal, yaitu:
|
|
|
Hasil Peradaban
1. Pengukuhan konsep hubungan
antar-bangsa yang ideal menurut ajaran Islam.
2. Terjadi revolusi budaya literasi
dalam skala yang sangat luas.
3. Perubahan pandangan hidup secara
revolutif.
PELAPISAN SOSIAL MENURUT AJARAN ISLAM
1. yang dimaksud dengan pelapisan social
Pelapisan sosial adalah
tingkatan-tingkatan kedudukan manusia dalam suatu lingkungannya. Dalam agama
hindu ada dinamakannya kasta yang terdiri dari brahmana, priyayi, dan kesatria.
2. Pelapisan
masyarakat dalam ajaran islam
Manusia sebagai makhluk sosial,
posisi atau kedudukan di antara manusia yang lain, dalam pandangan Islam di
butuhkan oleh hal-hal yang di perolehnya sebagai hasil proses belajar yaitu
keimanan dan amalnya. Sataus sosial yang di perolehnya berdasar status yang di
upayakan ikhtiar atau achieved status. Islam lebih menghargai
hal-hal yang diperoleh dengan ikhtiar. Bahwa iman perlu di manifestasikan dalam
bentuk takwa. Dan Allah SWT memandang ketakwaan merupakan hal yang menetukan
derajat manusia sebagai makhlik sosial.
3.
Bagaimana stratifikasi masyarakat dalam islam
Stratifikasi umat Islam berdasarkan
ketaqwaan digambarkan Allah sebagai berikut:
a. Golongan Nabi
b. Golongan Orang yang Shidiq.
a. Golongan Nabi
b. Golongan Orang yang Shidiq.
Contoh
sahabat Nabi yang dapat gelar Ash-Shiddiq: Abu Bakar.
c. Golongan Orang yang Mati Syahid
d. Golongan Orang yang Sholih.
c. Golongan Orang yang Mati Syahid
d. Golongan Orang yang Sholih.
4.
Bagaimana keadaan masyarakat arab dalam pelapisan masyarakat pra islam
Pada zaman pra-Islam --sering disebut masa
Jahiliyyah-- terdapat dua stratifikasi sosial yang timpang, yaitu masyarakat
kelas atas (elit) yang hegemonik --baik secara sosial, politik maupun ekonomi--
dan masyarakat kelas bawah (subordinate) yang tak berdaya. Demikianlah setting
sosial-politik yang terjadi pada masyarakat Arab (Makkah-Madinah)
pra-Islam.
Kedudukan
Wanita Dalam Rumah Tangga
1. kodrat
seorang wanita
Wanita memiliki kesamaan dalam
berbagai hak dengan pria, namun sebagai wanita ia memiliki kodrat dan berbagai
keterbatasan dibanding laki-laki. Menurut Yusuf Qardhawy, wanita telah disiapkan Allah memiliki perasaan yang
sensitif untuk mendukung tugas-tugas keibuannya. Rumah tangga sebagai kerajaan
kecil dari suatu keluarga, memang sudah selayaknya dipimpin oleh seorang pria.
2. yang
menjadi fungsi dan tugas wanita yang sesuai dengan kodratnya
-Sebagai Kepala Rumah Tangga
Kepemimpinan dan tugas-tugas
keluarga itu lebih banyak dilakukan oleh pihak wanita. Dengan
kelemah-lembutannya, seorang wanita sebagai ibu rumah tangga dapat berperan
sebagai faktor penyeimbang kaum pria dalam kehidupan keluarga. Wanita dapat
mengerjakan apa yang tidak dapat (sempat) dikerjakan oleh pria, seperti
mengatur urusan rumah tangga, memasak, mengasuh, mendidik anak-anak menyiapkan
keperluan suami maupun anak-anaknya, dan sebagainya.
-Sebagai ibu dari anak-anaknya
Sebagai seorang wanita, belum sempurna
statusnya sebagai seorang istri, bila belum memiliki anak. Hamil dan melahirkan
anak-anak adalah anjuran agama. Wanita juga ikut bertanggung jawab untuk
mendidik anaknya dengan baik, agar ia cerdasdan berakhlak baik, sehingga
menjadi manusia yang berkualitas. Anak yang cerdas dan berbudi pekerti
baik (berkualitas) tidak mungkin akan hidup terlantar dan menjadi beban bagi
orang lain di kemudian hari.
3.
Menurut islam bagaimanakah wanita ideal utuk di peristri?
Dalam islam lebih menekankan dalam mencari
calon istri yang solehah dan cerdas, agar kelak bisa menjadi istri yang paham
akan perannya sebagai istri dan ibu yang baik dalam mendidik
anak-anaknya, sehingga tercipta generasi yang baik dan melahirkan keluarga yang
sakinah mawaddah wa rahmah.
4.
Bagaiman menurut anda potret wanita kontemporer seperti sekarang ini, apakah
mereka telah melaksanakan perannya dengan baik?
Kebanyakan sekarang kaum wanita lupa
akan perannya sebagai seorang istri, wanita sekarang lebih mengagungkan
kesuksesaannya diluar dari pada kesuksesaannya dalam berumah tangga. Dalam
islam, wanita dibolekan bekerja dan berkarier atas izin suami, tetapi harus
bisa menyeimbangkan kegiatan diluar dan melaksanakan tugas sebagai istri yaitu
mengurus rumah tangga dan mendidik
anak.
5.
Bagaimanakah kedudukan wanita dalam rumah tangga dalam pandangan islam?
Kedudukan wanita dalam rumah tangga
menurut islam begitu sangat dimuliakan, karena dalam islam wanita juga memiliki
peran yang penting dalam rumah tangga yang sama seperti kaum laki-laki yang
memiliki tangung jawab pada keluarganya. Rumah tangga sebagai kerajaan kecil
dari suatu keluarga, memang sudah selayaknya di pimpin oleh seorang pria.
Pusat-pusat
Perdagangan atau perekonomian pada masa Dinasti Abbasyiah
1. rute-rute perjalanan dagang yang dilalui saudagar
dalam kegiatan dagang pada masa dinasti abbasiyah
2. Bidang industri apa saja kah yang sangat terkenal
dan berkembang pada masa dinasti abbasiyah
3. Usaha apa yang dilakukan untuk memajukan
perdagangan pada masa abbasiyah?
4. Barang-barang dagangan apa saja yang
diimpor pada saat itu?
5. Bagaimana gambaran perkembangan ekonomi
pada masa dinasti abbasiyah?
1. rute-rute perjalanan dagang yang dilalui
pada saat itu adalah
a. Dari barat ke timur via Mesir,
memakai rute ini Kebanyakan para pedagang Yahudi yang menjadi mitra usaha
saudagar muslim dan Irak. Di istahan mereka mempunyai perkampungan dagang yang
disebut Havi Yahudi (lorong Yahudi)
b. Dari Eropa ke Timur Via Antiokh terus ke
Baghdad melalui sungai efrat, kemudian teluk Persi, Yaman, India dan China
c. Dari utara Rusia ke timur melalui
laut Kaspia kemudian ke Marx, Balk, Bukhara, Samarkhand, Transoxiana, dan China
d. Jalur darat dari Eropa ke timur dimulai
dari Andalusia, melalui Jabal Tarik ke Maroko, Tunisia, Mesir, Damaskus, Irak
(Baghdad, Basrah, dan Kuffah) lalu ke Iran, Kirman, India dan berakhir di
China. Para saudagar muslim yang berniaga lewat jalur ini sekarang disebut silk
road (jalur sutra). Disebut demikian karena salah satu barang dagangan yang
diangkut berupa sutra.
e. Jalur laut dan Teluk Persi, Gujarat,
Selat Malaka, Jawa, Laut China ke Kanton (China)
2. Bidang industri yang berkembang saat itu
adalah:
a. Industri gelas dan tembikar
b. Industri tekstil dan tenun terdapat di Myat, Kabul,
Transoxiana, Maroko Andalus, Merx dan Mesir mosul sejak awal terkenal dengan
pembuatan permadani yang khas, sedangkan kain kepala dari sutra yang hingga
kini dikenal dengan sebutan kufiah, Damaskus terkenal dengan pembuatan kain
Dumas yang disulami dengan benang emas dan kain-kain tirai yang dibuat dari
pintalan sutra.
c. Kertas telah lama dikenal orang di Cina. Ketika
Samarkhand ditaklukkan kaum muslimin (704 M), di kota ini terdapat pabrik
kertas tulis yang diproduksinya sangat halus dan bagus, pada akhir ke 8 M.
Baghdad telah memiliki pabrik kertas tersendiri. Dari kaum muslimin di Spanyol
bangsa Eropa mengenal kertas abad ke 12 dan 13 M
d. Industri pertimbangan, penggalian perak, kuningan,
timah, dan besi terdapat di daerah Afrika dan Andalus.
e. Penggilingan gula tebu menyebar di sebelah barat daya
Persia, Basrah, dan Tusthat, begitu juga pengolahan minyak jaitun yang menjadi
pelezat makanan terdapat di Andalus Maroko dan Mesir.
f. Selain jenis industri yang tercantum di muka
dinasti Abbasiyah menggalakan industri pembuatan lilin, sabun kerajinan kulit,
galangan kapal perang dan lain-lain
3.
Untuk memajukan usaha perdagangan nasional maupun Internasional, para khalifah
Menempuh beberapa usaha antara lain: memperbanyak jumlah sumur-sumur dan tempat
peristirahatan para khalifah dagang yang Menempuh rute daratan dan kemudian
mendirikan menara-menara, pengontrol armada laut dan membentuk pasukan pengamanan
untuk kebutuhan perdagangan jalur laut.Para saudagar, terutama yang berniaga
melalui jalur darat dan Asia barat dan tengah hingga ke daratan Cina dan India
sangat besar jasanya dalam menyebarkan agama Islam di wilayah-wilayah yang
dikunjunginya.
4. Pada masa dinasti abbasiyah barang
dagangan yang mampu diimpor adalah: rempah-rempah, kapur barus,dan sutra,
gading, kayu eboni, dll.
5. Gambaran keadaan perkembangan ekonomi pada saat itu
adalah yang mana Ekonomi imperium Abbasiyah digerakkan oleh perdagangan. Sudah
terdapat berbagai macamindustri sepertikain linen di mesir, sutra darisyiria
dan irak, kertas dari samarkand, serta berbagai produk pertanian
sepertigandum dari mesir dan kurma dari iraq. Hasil-hasil industri dan
pertanian ini diperdagangkan ke berbagai wilayah kekuasaan Abbasiyahdan Negara
lain.Karena industralisasi yang muncul di perkotaan ini, urbanisasi tak dapat
dibendung lagi. Selain itu, perdagangan barang tambang juga semarak. Emas yang
ditambang dari Nubia dan Sudan Barat melambungkan perekonomian
Abbasiyah.Perdagangan dengan wilayah-wilayah lain merupakan hal yang sangat
penting. Secara bersamaan dengan kemajuan Daulah Abbasiyah, Dinasti Tang di
Cina juga mengalami masa puncak kejayaan sehingga hubungan erdagangan antara
keduanya menambah semaraknya kegiatan perdagangan dunia.
.PUSAT-PUSAT ILMU PENGETAHUAN PADA MASA DINASTI
ABBASIYAH
1.
Pusat- pusat keilmuan yang terpenting pada masa Dinasti Abbasiyah adalah
Hijjaz, Irak ,Mesir, Syam, Isfahan, Bukhara, Thabristan, Ghazanah, Halab,
Istana Ibnu Thulun dan Andalusia
2.
Pada masa pemerintahan Khalifah Harun al-Rasyid (786-809M) dan anaknya
al-Ma’mun (813-833M) disebut sebagai masa keemasan kota Baghdad karena ketika
itu Baghdad menjadi pusat peradaban dan kebudayaan tertinggi didunia. Ilmu
pengetahuan dan sastra berkembang secara pesat.Khalifah al-Ma’mun memiliki
perpustakan yang dipenuhi dengan beribu-ribu buku ilmu pengetahuan .
Perustakaan itu bernama al –Hikmah. Dari kota inilah memancar sinar kebudayaan
dan peradaban islam keseluruh dunia.
3.
Di kota Baghdad ini lahir dan muncul para sintis, ulama, filosof, dan sastrawan
Islam terkenal, seperti al-Khawarizm (ahli astronomi dan matematika, penemu
ilmu aljabar), al- Kindi (filosof arab pertama), al-Razi (filosof, ahli fisika
dan kedokteran), al-farabi(filosof besar yang dijuluki dengan al-Mu’allim
al-Tsani, guru kedua setelah Aristoteles), tiga pendiri manjahab hukum
islam (Abu Hanifah, Syafi’I dan Ahmad ibn Hambal), Al-Ghazali (filosof, teolog
dan sufi besar dalam islam yang dijuluki dengan Hujjah al-islam), Abd al-Qodir
al-Jailani (pendiri tarekat qadiriyah), Ibn Muqaffa’ (sastrawan besar), dan
lain-lain.
4.
Pada masa Harun al-Rasyid dan al-Ma’mun perdagangan dan industri berkembang
pesat hal ini ditandai dengan meningkatnya kehidupan ekonomi kota ini yang
didukung oleh adanya tiga buah pelabuhan yang ramai dikunjungi para kafilah
dagang internasional (Cina, India, Asia Tengah, Syiria, Persia, Mesir, dan
negeri Afrika lainnya), yaitu dua pelabuhan di Basrah dan pelabuhan Sirat di
teluk Persia.
5.
Pada masa dinasti Abbasiyah banyak berdiri akademi, sekolah tinggi dan sekolah
biasa yang memenuhi kota itu. Dua diantaranya yang terpenting adalah perguruan
Nizhamiyyah, didirikan oleh Nizham al- Mulk, wazir Sultan Seljuk, pada
abad ke-5 H dan perguruan Muntanshiriyah, didirikan dua abad kemudian oleh
khalifah al-Muntanshir Billah.
SISTEM
PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN PADA MASA DINASTI ABBASIYAH
1.
Secara umum perkembangan ilmu pengetahuan dan filsafat dalam sejarah islam
ditempuh dengan beberapa tahap.
-
Pertama tahap penerjemah dari bahasa asing ke dalam bahasa arab. Tahap ini
memang berlangsung lebih lama (750-850 M). Kegiatan penerjemah dilakukan oleh
kaum muslimin secara terbuka dan bekerja sama dengan penterjemah dari agama
yahudi dan nasrani.
-
Tahap kedua, karya-karya ilmiah yang telah diterjemahkan, kemudian diberi
syarah atau komentar oleh kaum muslimin dan diberikan persesuaian dengan agama.
Oleh sebab itu pada periode tersebut lahir beberapa komentator muslim terhadap
karya-karya ilmiah orang-orang yunani dan persia seperti yang telah dilakukan
filosof persia.
2.
Cabang ilmu pengetahuan yang berkembang ada dua bidang ilmu yakni ilmu-ilmu
naqli dan ‘aqli.
I.
Perkembangan Ilmu Naqli (ilmu yang bersumber dari al qur’an dan hadist)
a.
Ilmu tafsir
b.
Ilmu hadis
c.
Ilmu kalam
d.
Ilmu hukum (fiqh)
e.
Ilmu tasawuf
f.
Ilmu bahasa
II.
Perkembangan Ilmu Aqli (ilmu yang didasarkan kepada pemikiran (rasio))
a.
Filsafat
b.
Al-Thib (kedokteran)
c.
Farmasi dan Kimia
d.
Ilmu falak (astronomi)
e.
Ilmu hitung (matematika)
f.
Ilmu tarikh (sejarah)
g.
Ilmu jughrafia (geografi)
3.
Para filosof islam itu seperti:
-
Al-Kindi (801-873 M/ 185-260 H)
-
Ar-Razy (864-926M/ 250-313 H)
-
Al-Farabi (872-950 M/ 259-339 H)
-
Ibnu Sina (980-1036 M/ 370-428H)
4.
Ilmu geografi terjadi karena hubungan kota Baghdad sebagai ibukota negara
dengan kota-kota lain, baik hubungan darat maupun laut, pesat sekali. Hal ini
menimbulkan kegiatan rihlah ilmiah yang kemudian ditulis dengan diterangkan
secara jelas tempat-tempatnya serta hal ihwalnya. Cerita yang berasal dari
kisah perjalanan itu akhirnya berkembang menjadi ilmu sehingga menjurus kepada
pembuatan peta. Disinilah awal mula munculnya ilmu Geografi.
5.
Di antara para sarjana ilmu falak dan ilmu bintang yang termansyur adalah : Abu
Ma’syar al-falaky, Jabir Batany, Abu Hasan, al-Biruny, Al-Farghani, Al-Battani.
23.LEMBAGA-LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA DINASTI ABBASIYAH
Soal
1. Apa lembaga pendidikan Islam yang pertama?
Jelaskan?
2. Apa saja lembaga pendidikan Islam pada
permulaan Daulah Dinasti Abbasiyah?
3. Pada awal kebangkitan Islam pendidikan
Islam terbagi atas dua tingkatan, sebutkan dan jelaskan?
4. Apa yang melatarbelakangi kemajuan dalam
bidang keilmuan pada masa Dinasti Abbasiyah?
5. Pada masa Abbasiyah bidang pendidikan
mengalami masa keemasan. Popularitasnya mencapai puncaknya pada masa khalifah
al-Rasyid dan putranya, khalifah al-Makmun. Kemajuan itu ditandai dengan
dengan? Jelaskan?
Jawab
1. Lembaga pendidikan Islam yang pertama
adalah mesjid. Di samping sebagai pusat pelaksanaan ibadah shalat maka mesjid
berfungsi pula sebagai penyebar ilmu pengetahuan. Di setiap mesjid para ulama
mengajar berbagai macam ilmu dan di mesjid telah disiapkan pula ruangan baca
atau perpustakaan khusus.
2. Pada permulaan daulah Abbasiyah ada
beberapa lembaga pendidikan Islam antara lain, yaitu :
a.
Kuttab
b.
Halaqah
c.
Masjid
d.
Majelis Munadharah
e.
Baitul
Hikmah
f.
Madrasah Nidhamul muluk
3.
Dua tingkatan pendidikan Islam itu adalah:
a.
Maktab/ kuttab dan masjid, yaitu lembaga pendidikan terendah, tempat
anak-anak mengenal dasar-dasar bacaan, hitungan dan tulisan; dan tempat para
remaja belajar dasar-dasar ilmu agama, seperti tafsir, hadis, fiqih, dan
bahasa.
b.
Tingkat pendalaman, para pelajar yang ingin memperdalam ilmunya pergi
keluar daerah menuntut ilmu kepada seorang atau beberapa orang ahli dalam
agama. Pengajarannya berlangsung di masjid-masjid atau di ulama bersangkutan.
Bagi anak penguasa, pendidikan biasanya berlangsung di istana atau di rumah
penguasa tersebut dengan mendatangkan ulama ahli.
4.
Yang melatarbelakangi kemajuan dalam bidang keilmuan tersebut adalah:
-
Keterbukaan budaya umat Islam untuk menerima unsur-unsur budaya dan peradaban
dari luar, sebagai konsekuensi logis dari perluasan wilayah yang mereka
lakukan.
-
Terjadinya asimilasi antara bangsa Arab dengan bangsa-bangsa lain yang lebih
dahulu mengalami perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan.
-
Gerakan penterjemahan guna menciptakan tradisi keilmuan yang kondusif.
5.
Kemajuan tersebut ditentukan oleh dua hal:
a.
Terjadinya asimilasi antara bangsa Arab dengan bangsa lain yang telah dahulu
mengalami perkembangan dalam ilmu pengetahuan.
b. Gerakan penterjemahan guna
menciptakan tradisi keilmuan yang kondusif
24.PENGARUH
ISLAM TERHADAP DUNIA BARAT
Soal
1.
Bagaimana kondisi Eropa sebelum kedatangan Islam?
2.
Bagaimana proses penerjemahan yang dilakukan
ilmuwan muslim dalam menerjemahkan karya-karya Yunani?
3.
Apa kontribusi terpenting yang telah diberikan Islam terhadap dunia pada masa-masa permulaan perkembangan kekuasaan Islam?
4.
Sebutkan para ilmuwan muslim yang masyhur dan
berkaliber internasional?
5.
Apa yang melatarbelakangi Uskup Agung Raymond di
Spanyol mendirikan Badan Penterjemah di Todelo?
Jawab
1.
Sebelum Islam datang, menurut Gustav Le Bon, Eropa
berada dalam kondisi kegelapan, tak satu pun bidang ilmu yang maju bahkan lebih
percaya pada tahayul. Kondisi kegelapan Eropa pada zaman pertengahan (Abad 9 M)
bukan hanya pada aspek mental-dimana cenderung bersifat takhayul, demikian pula
halnya dalam aspek fisik material.
2. proses penterjemahan
yang dilakukan ilmuwan muslim tidak hanya menterjemahkan karya-karya Yunani
secara ansich, tetapi juga mengkaji teks-teks itu, memberi komentar,
memodifikasi dan mengasimilasikannya dengan ajaran Islam. Sains, filsafat dan
kedoketeran Yunani diadapsi sehingga masuk kedalam lingkungan pandangan hidup
Islam. Proses ini menggambarkan betapa tingginya tingkat kreativitas ilmuwan
muslim sehingga dari proses tersebut telah melahirkan pemikiran baru yang
berbeda sama sekali dari pemikiran Yunani dan bahkan boleh jadi asing bagi
pemikiran Yunani.
3. Pada masa-masa
permulaan perkembangan kekuasaan, Islam telah memberikan kontribusi kepada
dunia berupa tiga jenis alat penting yaitu paper (kertas), compass (kompas) and
gunpowder (mesin).
4. Para ilmuwan muslim yang mashur dan
berkaliber internasional seperti :
-
Al-Biruni (fisika, kedokteran);
-
Jabir bin Hayyan (Geber) pada ilmu kimia;
-
Al-Khawarizmi (Algorism) pada ilmu matematika;
-
Al-Kindi (filsafat);
-
Al-Farazi, Al-Fargani,
-
Al-Bitruji (astronomi);
-
Abu Ali Al-Hasan bin Haythami pada bidang teknik dan optik;
-
Ibnu Sina (Avicenna) yang dikenal dengan Bapak Ilmu Kedokteran Modern;
-
Ibnu Rusyd (Averroes) pada bidang filsafat;
-
Ibnu Khaldun (sejarah, sosiologi). Mereka telah meletakkan dasar pada berbagai
bidang ilmu pengetahuan.
5. Uskup Agung Raymond
di Spanyol mendirikan Badan Penterjemah di Todelo adalah sebagai tempat
menterjemahkan sebagian besar karangan sarjana-sarjana Muslim tentang ilmu
pasti, astronomi, kimia, kedokteran, filsafat, dll, dimana waktu yang
dibutuhkan untuk menterjemahkannya yaitu lebih dari satu setengah abad
(1135-1284 M).
Organisasi
–Organisasi Islam di Indonesia Sebelum Kemerdekaan
1.
Apa yang melatar belakangi berdirinya organisasi- organisasi islam Indonesia?
Pada tahun 1803 tiga orang tokoh
haji, yaitu haji miskin, haji sumanik, haji sumanik, dan haji piobang pulang
serbuan dari ajakan gerakan Wahabi (gerakan modern pemurni aqidah islam,
pimpinan Muhammad bin Abd. Wahab). Pengaruh gerakan gerakan Wahabi sangat besar
terhadap ketiga tokoh yang baru pulang dari tanah suci ini, setibanya di
kampong halaman dan menyaksikan sejumlah perilaku amoral dari tetua adat
seperti menyabung ayam, berjudi dan minum arak.
2. latar
belakang berdirinya Muhammadiyah
Muhammadiyah yang didirikan pada
tahun 18 november 1912 M. organisai ini mempunyai karakter tersendiri sebagai
gerakan social keagamaan. Titik tekan perjuangannya mula-mula adalah pemurnian
ajaran islam dan bidang pendidikan. Muhammadiyah memounyai pengaruh yang
berakar dalam upaya pemberantasan Bid’ah Khurafat dan Tahayyul.inti gerakan
pemurnian ajaran islam seperti pendahulunya, Ibnu Tamiyah dan Muhammad bin
Abdul Wahab cukup bergema. Ahmad Dahlan dan pengikutny akendati mempunyai
pendekatan psikologis dalam menerapkan ide-ide pembaruan, namun mereka cukup
teguh pendirian dalam upaya menegakkan ajaran islam yang murni sesuai al-quran
dan hadis, mengagungkan ijtihad intelektual bila sumber-sumber hokum yang lebih
tinggi tidak bisa digunakan lagi, termasuk juga menghilangkan taklid dalam
praktik fiqh dan menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar.
3. latar
belakang berdirinya Sarekat Islam
SI merupakan organisasi politik
islam modern yang muncul di awal abad ke-20. Titik perjuangannya sangat
populis, berbeda dengan budi utomo yang keanggotannya banyak dari kalangan
priai Jawa dan Madura, maka SI merekrut keanggotaannya dari kalangan awam dan
para petani di pedesaan. Dari sisi ini, tentu saja banyak mendapat sokongan baik
moral maupun financial.
4. aliran
apa yang dianut oleh Nahdatul Ulama dan kapan berdirinya
Nahdatul Ulama (NU) sebagai
organisasi keagamaan (jam’iyah Islamiyahh) besar, malah mungkin terbesar dalam
jumlah aggotanya di Indonesia, sejak berdirinya pada tanggal 31 Januari 1926 M.
telah menyatakan diri sebagai organisaiss islam berhaluan ahlusunnah
waljama’ah”, yang dalam aqidah mengikuti aliran Asy’ariyah-Maturidiya, dalam syari’ah
/ fiqih mengikuti salah satu madjhab empat hanafi-maliki-syafi’i dan
Hambali, dan dalam tashawwuf mengikuti Al-Junaidi dan Al-Ghozali.
5. pendiri
Muhammadiyah! Dan kapan Muhammaadiyah didirikan
Gerakan Muhammadiyah yang didirikan
oleh K.H Ahmad Dahlan pada tahun 18 november 1912 M.
26.Mazhab dan Firqoh dalam Islam Pada Masa Dinasti
Umawiyah
1.
Apakah Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kehancuran Daulah Umayyah - faktor
Jawabannya: factor – factor tersebut
·
Ketidakjelasan dalam pergantian kepemimpinan menyebabkan terjadinya persaingan
yagn tidak sehat dalam di kalangan keluarga Istana.
·
Latar belakang ternbentuknya dinasti Umayyah tidak bisa dipisahkan dari
konflik-konflik politik. Penumpasan terhadap gerakan-gerakan oposisi banyak
menyedot kekuatan pemerintah.
·
Hidup mewah dilingkungan istana, sehingga anak-anak khlaifah tidakk sanggup
memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka diwarisi kekuasaan.
Munculnya kekuatan baru yagn dipelopori oleh keturunan
al-Abbas ibn Abd Al Muthalib. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari bani
Hasyim dan golongan Syi’ah, dan kaum mawalli merasa dikelasduakan oleh
pemerintah bani Umayyah
2. Defenisi
dari Bani Umayyah
Umaayyah adalah daulah yang pertama kali
memperkenalkan system administrasi barat dalam dunia pemerintahan Islam
3. 4
departemen pada masa pemerintahan Abdul Malik
Jawabannya: Empat departemen pokok tersebut
·
Kementrian pakjak tanah, tugasnya mengawasi departemen keuangan.
·
Kementrian Khatam, yang bertugas merancang dan mengesahkan ordonansi
pemerintah.
·
Kementrian surat-menyurat, dipercayakn untuk mengontrol pemasalahn di
daerah-daerah dan semkua komunikasi dari Gubernur-gubernur.
·
Kementrian urusan perpajakan.
4
system pemerintahan Dinasti Umayyah
Jawabannya: Pergantian pemerintahan pada Muawiyyah mengakhiri system
pemerintahan Demokrasi Syoro, pemerintahan menjadi monarki Heridetis/monarki
Absolut. Penggantian khalifah seperti ini dimulai dari sikap Muawiyyah yang
mengangkat anaknya, Yazid sebagai putra mahkota.
5. Kapankah
terjadinya masa kejayaan Umayyah ?
Jawabannya: Kaejayaan Umayyah dimulai pada masa pemerintahn Abdul Malik. Ia
dianggap sebagai pendiri daulah Umayyah kedua, karena dapat mencegah
disintegrasi yang telah terjadi sejak masa Marawan.
PERANG SALIB
1.
Apa itu perang salib? Dan apa ide dari
perang salib itu ?
Perang salib adalah perang yang di
gencarkan orang-orang kristiani dibarat untuk membahaskan tanah tempat yesus
hidup dan wafat dari kekuasaan islam.
Ide perang salib adalah perkembangan
yang terjadi di Eropa Barat sebelumnya pada abad pertengahan, selain itu juga
menurunya pengaruh kekaisaran Byzantium di timur yang disebabkan oleh gelombang
baru serangan muslim Turki.
2.
factor terjadinya perang salib
a.
Faktor agama.
b.
Faktor politik.
c.
Faktor Sosial ekonomi.
3. Perang
salib periode pertama
Perang salib pertama pada musim semi
tahun 1095M, 1500 orang eropa, sebagian besar bangsa perancis dan norman,
berangkat menuju konstantinopel, kemudian ke Palestina. Tentara salib saat itu
dipimpin oleh Godfrey,Bohemond, dan Raymond ini memperoleh kemenangan besar.
Pada tahun yang sama mereka dapat menguasai bahasa Turki=iznk adalah sebuah
kota yang sekarang terletak di Negara Turki. Mereka juga berhasil menduduki
bait Al-Maqdis (15 Juli 1095 M).
4. Perang
salib periode kedua
Perang salib kedua dipimpin oleh
Paus Eungenius III, dan merupakan perang salib pertama yang dipimpin oleh
raja-raja Eropa, seperti Louis VII dari Perancis dan Condrad III dari Jerman,
dengan bantuan dari bangsawan-bangsawan Eropa penting lainnya. Louis, Condrad,
dan pasukannya berhasil mencapai Yerussalem dan melancarkan serangan yang
“keliru” ke Damaskus pada tahun 1148. Perang salib di timur mencapai
kemenangan. Tentara salib yang mampu menggapai kemenangan adalah gabungan
tentara salib Flandria, Frisia,Normandia, Inggris,Skotlandia,dab Jerman. Mereka
berlayar ke tanah suci. Ditengah perjalanan, tentara tersebut berhenti dan
membantu bangsa Portugis merebut Lisboa tahun 1147. Sementara itu, perang salib
utara dikobarkan sebagai upaya untuk mengubah orang-orang yang manganut
paganism menjadi beriman Kristen, dan mereka harus berjuang selama berabad-
abad.
5. Perang
salib periode ketiga
Perang salib periode ketiga di
pimpin oleh Frederick II (26 des 1194-13 des 1250), adalah salah satu yang
paling kuat kaisar Romawi suci pada abad pertengahan dan kepala rumah
Hohenstaufen. Ambisi politikdan budaya, yang berbasis di sisilia dan peregangan
melalui italia ke jerman, dan bahkan ke Yerussalem. Namun, musuh-musuhnya
terutama para pemenang, dan dinastinya runtuh segera setelah kematiannya. Pada
tahun 1213M, mereka berhasil melalui dimyat. Raja Mesir pada waktu itu adalah
Malik Al kamil membuat perjanjian dengan Federick, isinya antara lain: Federick
bersedia melepaskan Dimyat, sementara kerajaan Mesir melepaskan Palestina. Pada
perkembangannya Palestina berhasil direbut oleh kaum muslimin pada tahun 1247M.
PENYERBUAN
KRISTEN DI SPANYOL (ANDALUSIA)
1. yang
menyebabkan penyerbuan Kristen dispanyol
Awal mula penyebab terjadinya
penyerbuan umat Kristen ke spanyol karena mereka ingin membebaskan kota-kota
suci dari tangan –tangan islam, yang terjadi pada perang salib, yang pada masa
itu kurang lebih 8 abad kejayaan di spanyol sehingga umat Kristen ingin
mengusir umat islam dari spanyol dengan memerangi umat islam.
2. Pengaruh
islam di spanyol
Spanyol merupakan tempat yang paling
utama bagi eropa dalam menyerap peradaban islam, baik dalam bentuk hubungan
politik, sosial maupun perekonomian dan peradaban abtar Negara. Eksistentsi
perkembangan ilmu yang dikembangkan oleh peradaban spanyol islam, mereka dapat
melakukan ijtihad keilmuan.
3.
faktor penyebab kemunduran islam di
spanyol
a.
Adanya konflik islam dengan Kristen.
b.
Tidak adanya ideologi pemersatu.
c.
Kesulitan ekonomi.
d.
Tidak jelasnya sistem peralihan kekuasaan.
e.
Keterpencilan.
4. Masuk
dan berkembangnya islam di spanyol
Berawal dari Abdur Rahman I yang
berhasil melakukan perjalanan menuju Palestina, Mesir, Afrika Utara, dan
akhirnya masuk ke Andalusia( Spanyol) yang kemudian tahun 138H/755M
didirikanlah kerajaan baru di negeri itu. Abdur Rahman I merupakan anggota
keluarga Bani Umayyah yang berhasil lolos dari penyerbuan Bani Abbasiyah. Sejak
kepemimpinan beliau, rakyat spanyol hidup tentram sampai kepemerintahan
Khalifah Abdur Rahman III bahkan umat islam Spanyol pada masa ini mencapai
punjak kemajuan dan kejayaan menyaingi kejayaan daulat Abbasiyah di Baghdad.
5.
Setelah umat islam Kristen berhasil memerangi bagaimana keadaan umat islam di
Spanyol
Setelah terjadi perang salib atas
reaksi Kristen terhadap umat islam, selanjutnya perpecahan pemerintahan islam
di Spanyol pada tahun 1492 seluruh spanyol resmi jatuh ke tangan Kristen. Dan
akhirnya pada thun1556 penguasa Kristen melarang pakaian Arab dan bahkan
bahasa Arab dan orang islam berada dan dipergunakan di seluruh wilayah Spanyol.
29.Penyerbuan
Bangsa Mongol di Baghdad
1.
Apakah dampak negative yang terjadi pada kota Baghdad setelah jatuh ketangan
bangsa mongol pada tahun 1258 M?
Jawabannya:
dampak negatifnya yakni bangsa mongol bukan saja mengakhiri khilafah Abbasiyah
disana, tetapi juga merupakan awal dari kemunduran politik dan peradaban islam
karena Baghdad sebagai pusat kebudayaan dan peradaban islam yang sangat kaya
dengan khazanah ilmu pengetahuan.
2. Terjadinya
masa keemasan kota Baghdad
Jawabannya: Masa keemasan kota
Baghdad terjadi pada zaman pemerintahan khalifah Harun Ar Rasyid (786
-809 M) dan anaknya Al Ma’mun (813-833 M) Baghdad ketika itu menjadi pusat
peradaban dan kebudayaan yang tertinggi di dunia dalam bidang ilmu pengetahuan
dan sastra berkembang pesat.
3. Asal
usul Bangsa Mongol?
Jawabannya: Bangsa Mongol berasal
dari daerah pegunungan Mongolia yang membentang dai Asia Tengah sampai ke
Siberia utara, Tibet selatan dan Manchuria Barat serta Turkistan Timur. Nenek
moyang mereka bernama Alanja Khan yang mempunyai 2 putera kembar Tartar dan
Mongol.Kedua putera itu melahirkan 2 suku bangsa besar Mongol dan Tartar.
Organisasi-Organisasi
Islam di Indonesia
1.
Nama-nama organisasi islam yang berkembang di Indonesia antara lain:
a.
Serikat Dagang Islam (SDI)
b.
Serikat Islam (SI)
c.
Partai Serikat Islam (PSI)
d.
Muhammadiyah
e.
Persatuan Islam (PI)
f.
Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA)
g.
Persatuan Muslim Indonesia (PERMI)
h.
Partai Islam Indonesia (PII)
2.
Penyebab lahirnya organisasi-organisasi islam lebih banyak karena didorong oleh
tumbuhnya sikap patriotisme,dan rasa nasionalisme serta sebagai respon terhadap
kepincangan-kepincangan dikemunduran total sebagai akibat ekploitasi politik
pemerintah colonial belanda. Langkah pertama diwujudkan dala bentuk kesadaran
berorganisasi
Meskipun banyak cara yang ditempuh oleh pemerintah colonial belanda untuk membendung pergolakan rakyat Indonesia melalui dunia pendidikan, namun tidak banyak membawa hasil, bahkan berakibat sebaliknya, yaitu semakin menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan rasa nasionalisme dikalangan rakyat dengan malalui pendidikan. Dengan sendirinya kesadaran berorganisasi yang dijiwai oleh perasaan nasionalisme yang tinggi, menimbulkan perkembangan dan era baru dilapangan pendidikan dan pengajaran.
Meskipun banyak cara yang ditempuh oleh pemerintah colonial belanda untuk membendung pergolakan rakyat Indonesia melalui dunia pendidikan, namun tidak banyak membawa hasil, bahkan berakibat sebaliknya, yaitu semakin menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan rasa nasionalisme dikalangan rakyat dengan malalui pendidikan. Dengan sendirinya kesadaran berorganisasi yang dijiwai oleh perasaan nasionalisme yang tinggi, menimbulkan perkembangan dan era baru dilapangan pendidikan dan pengajaran.
3.
Nahdatul
ulama didirikan pada tanggal 16 Rajab 1344 H (33 januari 1926 M) di Surabaya,
pembangunannya ialah Alim Ulama dari Tiap-tiap daerah di jawa timur.
Diantaranya:
·
KH. Hasyim Asy’ari Tebuireng
·
KH. Abdul wahab Abdullah
·
KH Bisri jombang
·
KH Ridwan semarang
·
KH. Nawawi Pasuruan
·
KH. R. Asnawi kudusKH. R. Hambali kudus
·
K. Nakhrawi Malang
·
KH. Doromuntaha Bangkalan
·
KH. M. Alwi Abdul Aziz, dan lain-lain
Langkah
yang diambil Muhammadiyah antara lain,
·
memperteguh iman, menggembirakan dan memperkuat ibadah, serta mempertinggi
akhlak;
·
mempergiat dan memperdalam penyelidikan ilmu agama Islam untuk
mendapatkan kemurniannya;
·
memajukan dan memperbarui pendidikan, pengajaran dan kebudayaan serta
memperluas ilmu pengetahuan menurut tuntunan Islam;
·
menggiatkan dan menggembirakan dakwah Islam serta amar ma’ruf nahi munkar;
·
mendirikan, menggembirakan dan memelihara tempat ibadah dan wakaf;
·
membimbing kaum wanita ke arah kesadaran beragama dan berorganisasi;
·
membimbing para pemuda agar menjadi orang Islam berarti;
·
membimbing ke arah kehidupan dan penghidupan sesuai dengan ajaran Islam;
·
menggerakkan dan menumbuhkan rasa tolong menolong dalam kebajikan takwa;
·
menanam kesadaran agar tuntunan dan peraturan Islam berlaku dalam masyarakat
5.
tujuannya
didirikan serikat dagang islam adalah;
a.
MamajukanPerdagangan,Pendidikan dan Kesejahteraan.
b.
Mengusahakan hidup menurut perintah Agama Islam
c.
Mempertebal rasa persaudaraan dikalangan anggota
d.
bekerja sama dengan perkumpulan-perkumpulan Islam yang sepaham
ISTRI-ISTRI RASULULLAH
kemukakan
alasan rasulullah dalam berpoligami
v Agar
mereka masuk islam
v Agar
para istrinya menerangkan permasalahan beliau kepada orang lain
v
Karena Rasulullah SAW ingin melindungi dan mengurangi beban para istrinya
v
Karena Rasulullah ingin menghibur para istri istri sahabatnya yang ditinggal
mati oleh suami mereka.
Nama istrinya serta latarbelakangnya
yaitu Khadijah binti khuwalid, latar belakangnya berasal dari lingkungan
keluarga suku Quraisy yang terhormat. Lahir 15 tahun sebelum tahun gajah. Ia
menikah pertama kali dengan Abu Halah Al-Tamimi, pedagang kaya, kemudian wafat
dengan meninggalkan warisan cukup banyak. Kemudian ia menikah lagi dengan Atik
bi Aiz suami keduanya ini juga wafat dengan meninggalkan harta yang banyak,
sehingga khadijah menjadi orang yang terkaya dan terpandang dikalangan suku
Quraisy.
yang melatarbelakangi rasulullah
menikah dengan mayoritas janda?Rasulullah menikahi wanita yang mayoritas janda
untuk menangkat martabat wanita, dan menjaga kehormatannya.
Nama-nama istri rasulullah adalah:
1. Khadijah binti Khawalid, 2. Saudah binti Juma’ah Ra, 3. Aisyah Binti Abu
Bakar, 4. Hafsah binti Umar bin Khattab, 5. Zainab Binti Khuzaimah, 6. Ummu
Salamah, 7. Zainab Binti Zahsy ra, 8. Juwairiyah Binti Al-Harits ra 9. Ummu
Habibah Ra, 10. Shofiyah Binti Huyay Al- Ahkhob Ra, 11. Maimunah binti Al-
Harits Ra.
Rasulullah menikahi wanita yang masih belia
adalah Aisyah binti Abu Bakar.
Kerajaan-Kerajaan
Besar Islam Di Nusantara
1. Kerajaan islam di Indonesia:
a. Kerajaan Samudra Pasai
b. Kerajaan Aceh Kerajaan
c. Demak Kerajaaan Mataram
Islam
d. Kerajaan Cirebon
e. Kerajaan Banten
f. Kerajaan Makassar
g. Kerajaan
Ternate dan Tidore
2.
Kerajaan Samudra Pasai terletak di sebelah utara Perlak di daerah
Lhokseumawe (sekarang pantai timur Aceh). Kerajaan Samudra Pasai merupakan
kerajaan Islam pertama di Nusantara dan berdiri pada abad ke- 13 M. Wilayahnya
strategis karena menghadap Selat Malaka. Awal berdirinya kerajaan Samudra
Pasai diketahui dari batu nisan makam raja Malik al-Saleh yang wafat tahun 1297
M. Diperkirakan bahwa Sultan Malik al-Saleh (1290-1297) merupakan pendiri dan
raja pertama kerajaan Samudra Pasai. Setelah Malik al-Saleh wafat, kerajaan
Samudra Pasai dilanjutkan oleh Sultan Muhammad Malik al-Taher (1297 – 1326 M),
Sultan Ahmad dan Sultan Zainal Abidin. Menurut beberapa sumber
sejarah, banyak pedagang dari berbagai negara berlabuh di Pelabuhan Pasai
3. Dengan adanya kerajaan-kerajaan yang
timbul membuat masyarakat menjadi terpecah belah, karena masing-masing dari
kerajaan memiliki misi yang berbeda untuk setiap kerajaannya,akan tetapi selain
itu dengan adanya kerajaan ini mempermudah pengembangan perdagangan.
4. Adapun hasil karya sultan agung adalah:
a. Tahun 1833 M, Sultan Agung menciptakan Tarikh Jawa Islam
yang dimulai 1 Muharam 1043 H.
b. Mengarang buku ”sastra gending” yang berisi ajaran
filsafat mengenai kesucian jiwa.
c.
Membuat buku undang-undang hukum pidana dan perdata yang diberi nama ”surya
alam”.
5.
Raja-raja yang perna memerintah pada masa samudra pasai adalah: a.
a.
Sultan Malik Al-saleh berusaha meletakkan dasar-dasar kekuasaan Islam dan
berusaha mengembangkan kerajaannya antara lain melalui perdagangan dan
memperkuat angkatan perang. Samudra Pasai berkembang menjadi negara maritim
yang kuat di Selat Malaka
b.
.Sultan Muhammad (Sultan Malik al Tahir( I) yang memerintah sejak 1297-1326.
Pada masa pemerintahannya Kerajaan Perlak kemudian disatukan dengan Kerajaan
Samudra Pasai.
c.
Sultan Malik al Tahir II (1326– 1348 M). Raja yang bernama asli Ahmad ini
sangat teguh memegang ajaran Islam dan aktif menyiarkan Islam ke negeri-negeri
sekitarnya. Akibatnya, Samudra Pasai berkembang sebagai pusat penyebaran Islam.
Pada masa pemerintahannya, Samudra Pasai memiliki armada laut yang kuat
sehingga para pedagang merasa aman singgah dan berdagang di sekitar Samudra
Pasai.
Haji wada’ dikenal juga dengan nama
haji perpisahan.
Isi utama
khutbah Rasulluah Saw. pada haji wada’
Pesan pokok dari Rasulluah Saw yaitu
mendirikan dan memelihara shalat juga berpedoman hidup pada Al-qur’an dan
As-Sunnah. Dalam khutbahbya Rasulluah juga menetapkan Mekkah dan Madinah
sebagai tanah suci. Menurut beliau, dengan sucinya tempat ini, maka orang-orang
yang berada diwilayah ini harus senantiasa dalam keadaan suci dari segala
perbuatan.
Manfaat haji
Manfaat yang tidak hanya terbatas
pada manfaat keagamaan dan keimanan tetapi juga manfaat keduniaan dan materi.
dalam haji Allah membolehkan jemaah haji dalam menggabungkan tujuan
akhirat dan kepentingan duniawi.
Bagian 2
Ciri
pokok pembinaan pendidikan Periode kota Makkah:
Pokok pembinaan pendidikan islam di kota Makkah adalah
pendidikan tauhid, titik beratnya adalah menanamkan nilai-nilai tauhid ke dalam
jiwa setiap individu muslim, agar jiwa mereka terpancar sinar tauhid dan
tercermin dalam perbuatan dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri pokok pembinaan pendidikan pendidikan Periode kota Madinah:
Pokok pembinaan pendidikan islam di kota
Madinah dapat dikatakan sebagai pendidikan sosial dan politik. Yang merupakan
kelanjutan dari pendidikan tauhid di Makkah, yaitu pembinaan di bidang
pendidikan sosial dan politik agar dijiwai oleh ajaran , merupakan cermin dan
pantulan sinar tauhid tersebut.
Alasan dipilihnya khulafaur rasyidin sebagai pengganti rasulullah
Karena empat orang khalifah pertama agama Islam, yang dipercaya oleh umat Islam sebagai
penerus kepemimpinan Nabi
Muhammad setelah ia
wafat. Empat orang tersebut adalah para sahabat dekat Muhammad yang tercatat paling dekat dan paling
dikenal dalam membela ajaran yang dibawanya di saat masa kerasulan Muhammad.
Keempat khalifah tersebut dipilih bukan berdasarkan keturunannya, melainkan
berdasarkan konsensus bersama umat Islam.
Sistem pemerintahan Dinasti Bani Umayyah diadopsi dari kerangka
pemerintahan Bizantium, dimana ia menghapus sistem tradisional yang cenderung
pada kesukuan. Pemilihan khalifah dilakukan dengan sistem turun temurun atau
kerajaan, hal ini dimulai oleh Umayyah ketika menunjuk anaknya Yazid untuk
meneruskan pemerintahan yang dipimpinnya pada tahun 679 M.
faktor-faktor yang melatarbelakangi timbulnya konflik antara umat
Islam dengan bangsa Romawi
factor-faktor tersebut adalah karena: pertama, bangsa Romawi dan
Persia tidak menaruh hormat terhadap maksud baik islam; kedua, semenjak Islam
masih lemah, Romawi dan Persia selalu berusaha menghancurkan Islam; ketiga,
bangsa Romawi dan Persia bersikap ceroboh menghasut suku-suku badui untuk
menentang pemerintahan Islam dan mendukung musuh-musuh Islam; dan kelima,letak
geografis kekuasaan Romawi dan Persia sangat strategis untuk kepentingan
keamanan dan pertahanan islam.
Faktor yang mendukung islam atas penguasaan spanyol adalah:
a. sikap penguasa Ghotic
yang tidak toleran terhadap aliran agama yang berkembang pada saat
itu
b. Perselisihan
antara Raja Roderick dengan Witiza
c. Tentara Roderick tidak
mempunyai semangat perang.
Pada masa pemerintahan
dinasti Abbasiyah terjadi Islamisasi Masyarakat secara besaran Sebanyak
5.000 orang Kristen Banu Tanukh didekat Alleppo mengikuti perintah khalifah
Al-Mahdi untuk masuk Islam. Proses konversi secara normal berjalan lebih
gradual, damai, dan bersifat pasti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar