Sabtu, 20 Februari 2016

Terorisme



TEROR DAN TERORISME
YUSUP,S Pd.MM



Khutbah Pertama:
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ خَلَقَ الْخَلْقَ وَقَدَّرَ الأَشْيَاءَ، وَاصْطَفَى مِنْ عِبَادِهِ الرُّسُلَ وَالأَنْبِيَاءَ، بِهِمْ نَقْتَدِي وَبِهُدَاهُمْ نَهْتَدِي، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى بِمَا هُوَ لَهُ أَهْلٌ مِنَ الحَمْدِ وَأُثْنِي عَلَيْهِ، وَنُؤْمِنُ بِهِ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْهِ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ، أَنْزَلَ عَلَيْهِ رَبُّهُ الْقُرْآنَ الْمُبِيْنَ, هُدًى وَنُوْرًا لِلْمُؤْمِنِيْنَ، وَجَعَلَ رِسَالَتَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى سَائِرِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ, وَآلِ كُلٍّ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ,
فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
 بِسْــــــــمِ اللَّــــــــهِ الرَّحْمَــــــــنِ الرَّحِيــــــــمِ
ومآ أرسلناك إلاّ رحمة للعالمين

Hadirin sidang Jum’at rahimakumulllah,
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Illahi Robi yang mana telah memberikan kita nikmat,diantaranya nikmat iman nikmat islam dan nikmat yang tidak kalah pentingnya ialah nikmat sehat,sholawat dan salam marilah kita sampaikan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW ,selaku khotib saya berpesan pada diri saya dan hadirin sekalian marilah kita tingkatkan ketakwaan pada Allah SWT
Hadirin sidang Jum’at rahimakumulllah,
Belakangan ini banyak sekali umat islam disudutkan dengan tindakan teroris padahal mustahil ajaran islam diturunkan untuk merusak dan membunuh apa yang ada disekitarnya Islam itu rahmat bagi seluruh alam artinya islam itu melindungi,menyayangi dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh alam,bukan hanya kepada umat islam,orang-orang kafir bahkan ajaran islam juga melindungi dan mensejahterakan pada makhluk lain yaitu hewan,tumbuhan dan benda-benda matipun terlindungi dan terahmati oleh islam.Perhatikanlah surat Al-Anbiya ayat 107
ومآ أرسلناك إلاّ رحمة للعالمين
 “Tidaklah Aku mengutus engkau (wahai Muhammad) kecuali untuk menebarkan rahmat (kasih sayang) bagi seluruh semesta”. (QS. An-Anbiya: 107).
Ajaran islam juga melarang teror ,radikalisme dan sejenisnya.Lihatlah Q.S.Al Maidah ayat 32

مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا
“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya” (QS. Al Maidah: 32).
Hadirin sidang Jum’at rahimakumulllah,
Mengapa terjadi teror dan mengapa orang mau melakukan bom bunuh diri ? serta bagaimana pandangan islam terhadap terorisme ? pertanyaan inilah yang harus dicermati dan jawaban atas pertanyaan tersebut yang harus dipegang kuat-kuat oleh umat islam, sehingga umat islam tidak tersesat dan terjebak oleh gerakan radikalisme yang merugikan komunitas umat islam itu sendiri. Apakah yang dimaksud dengan teror dan terorisme? Dan bagaimana pandangan islam terhadap hal tersebut ?.  Teror  adalah perbuatan menakut-nakuti orang lain  dengan kata- kata atau dengan kekerasan,yang mana hal tersebut termasuk perbuatan dosa. Pernah di antara sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berjalan bersama beliau, lalu ada seseorang di antara mereka yang tertidur dan sebagian mereka menuju tali yang dimiliki orang tersebut dan mengambilnya. Lalu orang yang punya tali tersebut khawatir (takut). Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا
“Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain.” (HR. Abu Daud no. 5004 dan Ahmad 5: 362. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Hadirin sidang Jum’at rahimakumulllah,
Teror adalah perbuatan menakut-nakuti dengan kata-kata dan dengan tindak kekerasan dan terorisme adalah pandangan atau idiologi yang mengajarkan pada teror  sedangkan radikalisme dalam sebuah buku sederhana berjudul Islam dan Radikalisme (2004), Rahimi Sabirin menjelaskan bahwa radikalisme adalah pemikiran atau sikap keagamaan yang ditandai oleh empat hal, yaitu: (1) sikap tidak toleran, tidak mau menghargai pendapat dan keyakinan orang lain, (2) sikap fanatik, yaitu selalu merasa benar sendiri (paling benar), menganggap orang lain salah, (3) sikap eksklusif, yaitu membedakan (memisahkan) diri dari kebiasaan umat Islam kebanyakan, dan (4) sikap revolusioner, yaitu cenderung menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan.Umumnya radikalisme muncul dari pemahaman agama yang tertutup dan tekstual tidak kontekstual Kaum radikal selalu merasa sebagai kelompok yang paling memahami ajaran Tuhan, karena itu mereka suka mengkafirkan orang lain atau menganggap orang lain sesat. Dalam sejarahnya, terdapat dua wujud radikalisme, yaitu (1) radikalisme dalam pikiran, yang sering disebut sebagai fundamentalisme, dan (2) radikalisme dalam tindakan, yang sering disebut sebagai terorisme.jadi yang harus diluruskan adalah cara pandang kelompok islam tertentu

Hadirin sidang Jum’at rahimakumulllah,
Sejak kapan radikalisme muncul?
Sikap fanatik, intoleran dan eksklusif dalam masyarakat Islam pertama kali ditampakkan oleh Kaum Khawarij sejak abad pertama Hijriyah.  Kaum Khawarij pada mulanya merupakan pengikut Khalifah Ali bin Abu Thalib (sering disebut sebagai kelompok Syi’ah). Sejarah tentang Khawarij berawal dari perang Shiffin. yaitu perang antara pasukan Ali melawan pasukan Muawiyah, pada tahun 37 H/648 H.
Ketika perang berlangsung dan kelompok Ali hampir memenangkan perang, Muawiyah menawarkan perundingan sebagai penyelesaian permusuhan. Ali menerima tawaran Muawiyah. Kesediaan Ali untuk berunding menyebabkan kurang lebih empat ribu pengikut Ali memisahkan diri dan membentuk kelompok baru yang dikenal dengan Khawarij (artinya keluar atau membelot). Kelompok ini menolak perundingan. Bagi mereka, permusuhan hanya bisa diselesaikan dengan Kehendak Tuhan, bukan perundingan.  Karena kelompok Ali melakukan perundingan, maka dianggap sebagai kafir, dan dituduh sebagai pengecut. Kafir dan pengecut dipakai oleh kelompok Khawarij untuk kelompok-kelompok moderat. Kelompok Khawarij pun melalukan teror dan kekerasan terhadap orang-orang Islam yang tidak sependapat dengan mereka. Mereka bahkan memasukan Jihad sebagai  ruku iman.  Dan, Ali bin Abu Thalib pun dibunuh oleh seorang Khawarij –Ibnu Muljam– ketika sedang shalat subuh.
Pemikiran dan sikap keagamaan model Khawarij ternyata diteruskan oleh faham Wahabi di Arab Saudi pada abad ke-12 H/18 M yang dipimpin oleh Muhammad bin Abdul Wahab. Gerakan ini bermaksud memurnikan ajaran Islam, dan menuduh kaum muslim yang tidak sependapat dengan mereka disebut sebagai Islam sesat, tidak asli, atau menyimpang.
Hadirin sidang Jum’at rahimakumulllah,
Sampai sekarang, radikalisme Islam terus berkembang. Radikalisme demikian tidak mudah dihilangkan karena terkait dengan pemahaman teologi dan syariat Islam yang kaku. Kekuasaan Barat yang semakin dominan menguasai Islam, menjadikan kekuatan radikalisme ini semakin menguat. Khotib mengajak marilah kita belajar dari sejarah bahwa orang-orang kafir ingin memperdaya umat islam dengan cara-cara keji menebarkan pencitraan terhadap islam. Bentukan – bentukan gerakan islam yang sengaja diciptakan dan dibiayai untuk merusak citra islam itu sendiri.  jamaah islamiyah suatu gerakan yang dibentuk dan diciptakan dengan tujuan-tujuan tertentu,dengan sebutan jamaah islamiyah mengandung arti bahwa semua umat islam adalah jamaah islamiyah oleh karena itu jika Jamaah Islamiyah melakuan teror pada finalnya citra buruk yang diharapkan semua umat islam adalah teroris,
Hadirin sidang Jum’at rahimakumulllah,
Pemojokan terhadap umat Islam sangat marak dan massif, pencitraan buruk terhadap umat islam seperti kepada tokoh islam,partai islam yang korup,tokoh-tokoh islam yang korup  maka dibuatlah pemberitaan yang gencar untuk mengenalkan bahwa umat islam semuanya korup,padahal banyak tokoh islam yang bersih dan jujur, serta orang-orang yang jujur dimarjinalkan seperti tokoh KPK yang baik tegas dan selalu memberantas kezaliman tak akan terpilih, marilah kita lihat lagi perstiwa yang lain yang mencitrakan islam itu buruk yaitu masih ingatkah kita ? seorang tokoh islam calon presiden yang sangat islami maka dicarilah kesalahan-kesalahan kecil yang bisa dijadikan senjata untuk mencitrakan buruk sang calon presiden tersebut sehingga sang calon tak  terpilih oleh rakyat ,bisa kita lihat pula sejarah kelam tahun 1998-1999 kerusuhan terjadi dimana-mana begitu juga penjarahan terjadi pada toko-toko dan mall non pribumi  maka sejadah menjdi symbol umat islam digantungkan  pada toko-toko dan rumah non pribumi tersebut yang menunjukan bahwa umat islamlah yang menjarah dan mencuri toko-toko karena dengan adanya sajadah para penjarah tak mau melakukan aksinya, lagi – lagi umat islam menjadi tertuduh,padahal mustahil ajaran islam diturunkan Allah untuk membuat kerusakan

Hadirin sidang Jum’at rahimakumulllah,
Ternyata Teror mempunyai tujuan-tujuan tertentu seperti   yang sekarang terjadi mereka yang melakukan teror adalah boneka manusia yang sudah dipersiapkan ,mereka pemuda – pemuda yang gagah berani yang sudah terdokrin jihad yang keliru,mereka para santri yang berasal dari kampus, bisa juga dari pondok pesantren,pemuda aktivis pengajian,mereka yang sudah terdokrin itu siap menjadi pengantin berjihad melakukan terror dengan hadiah masuk surga,tujuan final adalah orang akan berhati-hati mendidik anaknya dengan cara yang keliru seperti jangan ikut-ikutan pengajian di kampus,jangan ikut-ikutan grup majlis ta’lim orang tua hawatir anaknya jadi teroris secara perlahan pemuda dijauhkan dari ajaran islam,majlis ta’lim dijauhkan dari pemuda ,masjidpun dialergikan oleh pemuda dan akhirnya yang meramaikan masjid adalah kakek – kakek yang jompo yang tidak lama lagi siap masuk keliang kubur sementara itu mereka siapkan untuk para pemuda-pemuda muslim tempat-tempat hiburan bermain anak-anak muda mejeng ,main PS, ,bahkan main – main dengan internet melihat video porno dan tempat yang sejuk mereka siapkan untuk nongkrong para pemuda. mereka siapkan tempat –temat olahraga yang menantang, permainan games mereka buat sejanggih mungkin. ajaran islam dan pemuda islam akan hilang dan yang akan terjadi pemuda-pemuda yang siap mengabdi pada sekulerisme,kavitalisme dan borjuis.Inilah target sebenarnya dari radikalisme.
Hadirin sidang Jum’at rahimakumulllah,
Lalu bagaima solusinya ? solusinya adalah pencegahan dalam rangka jangka pendek dan pencegahan dalam rangka jangka panjang,dalam jangka pendek sebaiknya ada piranti hukum yang dapat mencegah memberikan sangsi pemahaman segelintir orang islam yang memvonis mengkafirkan orang lain selama hokum kita belum ada yang mengarah kesana maka walaupun sudah dipenjara tetapi jiwanya dan pengikutnya masih setia mengikuti  dalam jangka panjang kita harus memberikan pencerahan pendidikan pengkajian pembinaan pada generasi muda dan umat islam pada umumnya yaitu dengan cara : (1) menanamkan sikap toleran, mau menghargai pendapat dan keyakinan orang lain, (2) memiliki sikap Humanisme tidak memiliki sikap fanatik, yaitu selalu merasa benar sendiri (paling benar), menganggap orang lain salah, (3) menanmakn sikap Rahmatan lil alamiin bukan sebaliknya memiliki sikap eksklusif, yaitu membedakan (memisahkan) diri dari umat Islam secara umum, Umumnya radikalisme muncul dari pemahaman agama yang tertutup dan tekstual tidak kontekstual Kaum radikal selalu merasa sebagai kelompok yang paling memahami ajaran Tuhan, karena itu mereka suka mengkafirkan orang lain atau menganggap orang lain sesat.dan (4) menyalurkan sikap jihad pada masyarakat muslim artinya yang diciptakan adalah keluarga muslim dan masyarakat muslim yang menjalankan ajaran islam bukan sikap instan yang ingin melakukan revolusi sikap revolusioner, yaitu cenderung menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua:
اَلْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ, وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاََّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنََّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلَى رِضْوَانِهِ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ, وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ, فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوا اللهََ حَقَّ تُقَاتِهِ, وَاعْلَمُوْا أَنََّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ, وَقَالَ تَعَالَى إِنََّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَنْبِيَآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَتِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ, وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ, إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مَجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَِّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ الْمُخْلِِصِيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ ودَمِّرْ أَعْدَآئَنَا وَأَعْدَآءَ الدِّيْنِ وأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلاََءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتْنَةِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا إِنْدُوْنِيْسِيَا خَآصَّةً وَعَنْ سَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ! إِنََّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَآءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar