Rabu, 02 Desember 2015

Problema umat dan Solusinya



PROBLEMA UMAT DAN SOLUSINYA
Oleh : YUSUP, S.Pd, MM.
Khutbah Pertama
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. قَالَ تَعَالَى
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
لاَيُقَاتِلُونَكُمْ جَمِيعًا إِلاَّ فِي قُرًى مُّحَصَّنَةٍ أَوْ مِن وَرَآءِ جُدُرٍ بَأْسَهُم بَيْنَهُمْ شَدِيدٌ تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًا وَقُلُوبُهُمْ شَتَّى ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لاَّيَعْقِلُونَ {14}

Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Illahi Robi yang mana telah memberikan kita nikmat,diantaranya nikmat iman, nikmat islam, dan nikmat yang tidak kalah pentingnya ialah nikmat sehat,sholawat dan salam marilah kita sampaikan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW ,selaku khotib saya berpesan pada diri saya dan hadirin sekalian marilah kita tingkatkan ketakwaan pada Allah SWT
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Marilah kita perhatikan Surat Al-Hashr  ayat 14
لاَيُقَاتِلُونَكُمْ جَمِيعًا إِلاَّ فِي قُرًى مُّحَصَّنَةٍ أَوْ مِن وَرَآءِ جُدُرٍ بَأْسَهُم بَيْنَهُمْ شَدِيدٌ تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًا وَقُلُوبُهُمْ شَتَّى ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لاَّيَعْقِلُونَ {14}
Mereka tiada akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok.Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat.Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati mereka berpecah belah.Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti. (QS. 59:14)



Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Ayat tersebut dengan jelas menceritakan umat lain sangat takut jika umat islam bersatu padu,problema umat islam yang tertinggal sekarang ini digambarkan bersatu di dalam simbol-simbol tetapi hati kita berpecah belah.hati yang berpecah belah seperti itu dahulu dimiliki oleh musuh islam tetapi sekarang malah terjadi pada umat islam
Selayaknya umat islam sekarang ini memperhatikan posisinya,keadaannya di tengah umat lain,di tengah pergaulannya dengan manusia,sesama muslim,sesama saudara,dalam bertetangga,dan dalam kehidupan berjamaah pada umumnya, sebaiknya umat islam mulai mengidentifikasi problema umat yang sedang dihadapi dan dirasakan sekarang ini bagaimana kemauan umat ?,kemana arah pergerakan umat ?, Bagaimana kekuatan atau potensi umat?, apa kelemahan umat?,apakah tantangan umat Islam ?, serta siapa teman dan lawan umat islam ?. Khotib mengajak marilah kita mencoba membaca pemetaan umat islam dan mencari solusinya untuk kemajuan umat islam agar tidak tergilas oleh roda zaman
Marilah kita lihat problema umat islam dan solusinya :
Pertama  persoalan yang sangat mendasar sekarang ini pada umat islam adalah masalah persatuan internal umat,ekonomi umat Islam dan ketertinggalan umat Islam dari pergaulan dunia,andai saja umat Islam punya kalender tersendiri yang disepakati secara bersama-sama dan dilaksanakan secara komitmen,maka persatuan umat islam akan terjalin mesra,umat Islam memang punya kalender hijriah namun pada tahap pelaksanaan banyak umat islam yang tidak komitmen khususnya dalam menentukan bulan baru.Maka langkah pertama yang harus dilakukan umat islam di masing-masing kelompok adalah mendata jamaah secara detail.Mengapa mulai dari data ? karena sekarang ini kita buta potensi dan kekuatan umat islam,sehingga kita cenderung hidup individual,padahal menyembah Allah secara berjamaah,tetapi ketika masuk intraksi sosial kita individualistis. Bukankah ajaran Islam memerintahkan kita mencatat segala kegiatan hidup ? seperti anak kita yang menikah Islam mengajarkan kita untuk mengumumkan pada halayak ramai,disakasikan orang lain dan dicatat dalam buku nikah dan kependudukan ,bukankah ajaran Islam juga mengajarkan kita bahwa anak yang baru lahir harus dicatat dan di aqiqohkan?,bukankah Nabi juga mengabsen jamaahnya yang sholat berjamaah,dan yang hadir dalam majlis? Ketika ada jama’ah yang tidak hadir Nabi mengayomi,menanyakan dan memperhatikannya, Kesemuanya itu agar jamaah bisa dipastikan kekuatan dan diperhatikan kekurangannya.
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Kedua membangun komunikasi antar umat islam yang sudah terdata tadi. Jadi kelompok-kelompok Islam yang telah tumbuh biarkanlah mereka tumbuh ini sebuah sunatullah yang tak bisa dibendung,ada perbedaan masalah hilafiyah diantara kelompok jangan diperdebatkan. maka tugas kita adalah membangun komunikasi secara intens baik internal kelompok maupun eksternal sesama kelompok dan bila perlu membangun komunikasi dengan kelompok lain di luar Islam bila itu bermanfaat why not ? (mengapa tidak). Kalau Nabi Muhammad tadi mengabsen peserta sholat berjamaah mereka yang hadir,dan mereka yang tidak hadir diperhatikan oleh Nabi Muhammad SAW,mereka yang tidak hadir Nabi tidak serta merta su’udzon, mungkin mereka sakit,mungkin ada kesulitan hidup.hal seperti itu mestinya ada perhatian dari pemimpin-pemimpin kelompok. Tetapi ternyata Sepertinya umat islam banyak yang belum terbiasa membahas hal ini yaitu setelah sholat berjamaah berdialog membahas individual umat,membahas masalah keluarganya,ekonominya,membahas pekerjaannya, kondisi keluarga umat islam,kehidupan pribadi individu-individu jamaah,disamping itu jamaah sendiri belum terbuka membicarakan hal tersebut pada orang lain padahal disinilah kelemahan kita yang menjadi kendala di dalam membangun kekuatan umat islam.

Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Ketiga membangun ekonomi umat Islam,ekonomi umat Islam sangat tertinggal jauh dengan umat lain dan terbelakang dalam bisnis global,dan kita cenderung menjadi pengguna produk umat lain ketimbang kita memproduksi sendiri,kita menjadi obyek perdagangan bebas kaum kafitalis borjuis,contoh produk danone aqua, air minum /air putih yang diekplorasi dari bumi Indonesia dan dijual di Indonesia sementara pemiliknya adalah orang yahudi,bagaikan ia mengambil air di sumur belakang rumah kita dan menjual di depan rumah kita,itulah perumpaan perusahaan air minum di Indonesia coba bayangkan hampir tak ada negara yang tak terdapat KFC Perusahaan perdagangan ayam goreng yang menjamur di masyarakat kita,dan juga hampir di seluruh negara terdapat perusahaan retail  MD, Coca cola dll, belum lagi Perushaan Preefot di Papua yang telah mengeruk emas Indonesia demikian besarnya mengapa Indonesia tak mengelola Sendiri.dimanakah produk umat Islam ? Khotib mengajak sebaiknya umat Islam mulai merapatkan diri membentuk Jaringan ekonomi umat,Selanjutnya setelah kita mendata umat,kemudian membangun komunikasi lalu yang ketiga kita membangun ekonomi umat,para pedagang,pengusaha kecil dan menengah,semestinya ada komunikasi,walaupun berbeda-beda jenis usaha dan tempat bekerja,semestinya diantara kita ada jaringan kerja (net work) yang dibangun secara intensif,usaha-usaha apapun jenisnya sebaiknya umat Islam ada komunikasi,ada persatuan  yang kuat dalam berekonomi,Khotib mengajak marilah kita mencoba memperkuat ekonomi kita dengan mengendalikan perputaran uang pada komunitas umat islam oleh karenanya marilah kita berpihak pada produk-produk khas daerah di Indonesia membudayakan makan gado-gado pengganti KFC,combro,dodol pengganti MD dll. Kemudian para pegawai,para karyawan punya hubungan yang erat di Instansi manapun ia berada, sejatinya ia terhubung dan terjalin silaturahmi islami,andaikan pegawai tersebut adalah anggota koperasi selayaknya mereka terjalin hubungan yang akrab dalam bisnis islam dan mampu menopang ekonomi teman-temannya di tempat lain,apabila ada kesulitan hendaknya mereka saling substitusi,dan saling memberi dan menerima,apabila ada surplus,maka saling investasi,inilah yang belum terjadi pada umat Islam dewasa ini,dan umat lain telah lama terjalin hubungan bisnis sesama mereka, sehingga khotib menyatakan umat islam individualistis,ekonomi kita tak kuat.Padahal bila masing-masing kita mampu membangun sinergi maka tak akan ada lagi yang dapat menghalangi kemajuan dan keunggulan eknomi umat islam.Allah berfirman dalam Surat Al Imron ayat 110
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَلَوْءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرَهُمُ الْفَاسِقُونَ {110}
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. 3:110)

Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Keempat membangun kekuatan politik,mengapa umat islam harus membangun kekuatan politik ? karena dengan kekuatan politik umat islam dapat berda’wah secara intensif,contoh bagaimana sulitnya memberantas minuman keras,perjudian dan pelacuran di kota Tangerang bahkan para da’i mulutnya sampai berbusa berceramah tentang  minuman keras,perjudian dan pelacuran tidak bisa dibersihkan di muka bumi kota Tangerang tetapi dengan kebijakan politik pemimpin Kota Tangerang melalui Perda yang dibuatnya Miras,perjudian,dan pelacuran dengan mudah dihentikan maka  khotib mengajak sekecil apapun sebaiknya umat islam memiliki kekuasaan sekalipun harus menjadi ketua RT sekalipun, karena dengan kekuasaan itulah umat islam mampu berda’wah secara intensif,oleh karena itu orang islam bila mendapatkan kesempatan memilki kekuasaan seharusnya diambil dan berusaha untuk meraih tampil dan menjadi tauladan mempengaruhi serta mewarnai kehidupan dengan ajaran islam,bila ada teman kita atau jama’ah kita mendapatkan kesempatan tampil menjadi pemimpin harus kita dukung,kita kaderisasi kearah itu bila perlu kita perjuangkan dan kita biayai bila memerlukan biaya perjuangan.coba kita kalkulasikan apa saja dapat kita bentuk dengan potensi yang kita miliki itu bila kita menginginkan yang menjadi anggota dewan dari kalangan kita. kita hanya mengkomunikasikannya kepada semua RT di kota ini karena RT di kota ini adalah orang-orang yang sudah  kita kader tadi dengan jaringan yang sudah kita bentuk dengan rapih, begitu juga bila kita menginginkan sang wali kota yang benar-benar membela islam dari kalangan umat islam dengan mudah dapat kita pilih,karena  kita hanya  mengkomunikasikannya kepada semua ketua RT di seluruh kota,yang Networknya sudah kita bentuk tadi,bahkan bila perlu kita persiapkan sampai kita memilih presiden dari kalangan umat islam,Inilah pemikiran sederhana agar kita dapat memilki Pemimpin Negara juga Pemimpin umat  
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Kelima membangun peradaban umat Islam,dan hal yang sangat mendesak bagi umat Islam sekarang ini adalah umat islam selayaknya memlilki kalender hijriah internasional.coba kita bayangkan komunitas kecil saja memiliki peradaban yang jelas sepeti peradaban bangsa maya,suku inca,china kuno,maupun Mesir purba mempunyai sistem kalender yang pasti,dan peradaban Nasrani sekarang ini melahirkan kalender gregorian yang mempunyai sistem yang pasti sehingga nyaris dipakai hampir diseluruh umat manusia.kita mengenal kalender ini sebagai kalender masehi.bagaimana dengan umat islam? Umat islam memang sudah sepakat memulai perhitungan tahun pertama dan urutan bulan setiap tahun,namanya kalender hijriah, namun umat islam masih berselisih tentang cara menentukan tanggal satu setiap bulan oleh sebab itu umat islam sering berbeda memulai ramadhan,dan tanggal 1 syawal serta hari raya idul fitri dan idul adha.maka menyamakan persepsi ini secara internasional ini menjadi penting dalam pemetaan umat islam dan membangun peradaban dan ekonomi.Hal yang harus disepakati adalah menentukan kriteria dan metode sehingga muncul kalender hijriah dan waktu-waktu yang sama.dan khotib mengajak kita harus sama-sama melepaskan ego kelompok dan egoisme beragama.
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Pada masa Nabi jumlah umat Islam tidak banyak secara kuantitas namun mereka (umat Islam) pada waktu itu amat berkualitas. Pencapaian (achieved performance) sebagai "khairu ummah" (the best people) dimasa Nabi dikarenakan umat Islam benar-benar memeluk Islam secara kaffah. Al Quran yang merupakan wahyu Allah menjadi petunjuk umat Islam dalam beraktivitas, contoh dan hadist Nabi membimbing umat dalam menjalankan kehidupan. Apabila terjadi persoalan maka penyelesaiannya selalu merujuk pada al Quran dan Hadist Nabi. Allah sendiri berjanji akan menolong umat Islam dan menegakkan kedudukan atau kejayaannya jika menolong agama Allah dengan menyebarkan berdakwah menegakkan kalimat tauhid. "Intanshurullah yan shurkum wa yutsabbit aqdamakum"
Para sahabat sungguh-sungguh "samina wa atona". Mereka tidak banyak macam. Jika terjadi persoalan mereka kembali pada apa yang diajarkan dalam al Quran. Sekiranya mereka belum merasa paham maka mereka segera bertanya kepada Nabi. Apabila Nabi telah memutuskan tentang hal dan perkara yang diajukan dengan sertamerta mereka pun taat mematuhinya. Demikianlah kondisi umat Islam di masa Nabi, tidak neko-neko dan tidak membuat sesuatu yang mudah menjadi sulit. Demikian tertib dan patuhnya mereka sehingga kejayaan Islam mudah diraih. Apakah umat Islam (khususnya di Indonesia) yang secara kuantitas demikian banyak itu telah benar-benar mencontoh perilaku para sahabat itu? Kita bisa lihat sendiri kualitas mereka baik melalui teknologi media maupun melihat langsung dengan mata kepala sendiri.
Sesungguhnya umat Islam di Indonesia sekarang ini tidak perlu aneh-aneh dan selalu "nyinyir" dengan logika, akal pikiran semata dalam menyikapi persoalan kehidupan di dunia baik sosial, politik, ekonomi ataupun budaya. Islam telah sangat sempurna memberikan arah tentang mengapa, bagaimana dan seperti apa menjalani kehidupan di dunia ini. Untuk itulah sejatinya umat Islam dimana pun berada mesti mengikuti ajaran Islam yang telah lengkap tersebut. Dalam konteks inilah kita cermati apa yang di sabdakan Nabi Muhammad berikut ini:
"Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selamanya selama berpegang teguh dengan keduanya, Kitabullah dan Sunnah" (HR. Malik).
Memang dimungkinkan seumpama ada sesuatu persoalan yang tidak diungkap secara rinci maka dibolehkan menggunakan ijtihad dengan memanfaatkan dalil "aqliyyah" yang bersandarkan logika berpikir. Tetapi penggunaan dalil ini tidak boleh melenceng substansi al Quran. Atas dasar kebebasan berpikir, prinsip liberalisme kemudian sejumlah umat Islam secara berani "nyeleneh" dari nilai Islami yang amat jelas terang benderang termaktub didalam kedua sumber itu. Biasanya mereka yang hatinya "berontak", ada penyakit didalam hatinya oleh karena terbiasa melahap buku karya manusia "bebas", berani mengungkapkan pikiran nyeleneh bertentangan nilai-nilai luhur yang dijlentrehkan secara terang benderang dibanyak ayat-ayat Allah.


بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.
Khutbah kedua:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}. ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar