PROBLEMA UMAT DAN SOLUSINYA
Oleh :
YUSUP, S.Pd, MM.
Khutbah Pertama
Bismillaahirrahmaanirrahiim.Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ
سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ
الْقِيَامَةِ.
قَالَ تَعَالَى
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا
اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ
مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا
رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا
وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ
تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
لاَيُقَاتِلُونَكُمْ
جَمِيعًا إِلاَّ فِي قُرًى مُّحَصَّنَةٍ أَوْ مِن وَرَآءِ جُدُرٍ بَأْسَهُم
بَيْنَهُمْ شَدِيدٌ تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًا وَقُلُوبُهُمْ شَتَّى ذَلِكَ
بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لاَّيَعْقِلُونَ {14}
Hadirin sidang sholat
jum’at rokhimakumullah……..
Marilah kita panjatkan puji dan syukur
kehadirat Illahi Robi yang mana telah memberikan kita nikmat,diantaranya nikmat
iman, nikmat islam, dan nikmat yang tidak kalah pentingnya ialah nikmat
sehat,sholawat dan salam marilah kita sampaikan pada junjungan kita Nabi
Muhammad SAW ,selaku khotib saya berpesan pada diri saya dan hadirin sekalian
marilah kita tingkatkan ketakwaan pada Allah SWT
Hadirin sidang sholat
jum’at rokhimakumullah……..
Marilah kita
perhatikan Surat Al-Hashr ayat 14
لاَيُقَاتِلُونَكُمْ جَمِيعًا إِلاَّ فِي قُرًى
مُّحَصَّنَةٍ أَوْ مِن وَرَآءِ جُدُرٍ بَأْسَهُم بَيْنَهُمْ شَدِيدٌ تَحْسَبُهُمْ
جَمِيعًا وَقُلُوبُهُمْ شَتَّى ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لاَّيَعْقِلُونَ {14}
Mereka tiada akan
memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang
berbenteng atau di balik tembok.Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat
hebat.Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati mereka berpecah belah.Yang
demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti. (QS.
59:14)
Hadirin sidang sholat
jum’at rokhimakumullah
Ayat tersebut dengan
jelas menceritakan umat lain sangat takut jika umat islam bersatu padu,problema
umat islam yang tertinggal sekarang ini digambarkan bersatu di dalam
simbol-simbol tetapi hati kita berpecah belah.hati yang berpecah belah seperti
itu dahulu dimiliki oleh musuh islam tetapi sekarang malah terjadi pada umat
islam
Selayaknya umat islam
sekarang ini memperhatikan posisinya,keadaannya di tengah umat lain,di tengah
pergaulannya dengan manusia,sesama muslim,sesama saudara,dalam bertetangga,dan
dalam kehidupan berjamaah pada umumnya, sebaiknya umat islam mulai
mengidentifikasi problema umat yang sedang dihadapi dan dirasakan sekarang ini
bagaimana kemauan umat ?,kemana arah pergerakan umat ?, Bagaimana kekuatan atau
potensi umat?, apa kelemahan umat?,apakah tantangan umat Islam ?, serta siapa
teman dan lawan umat islam ?. Khotib mengajak marilah kita mencoba membaca
pemetaan umat islam dan mencari solusinya untuk kemajuan umat islam agar tidak
tergilas oleh roda zaman
Marilah kita lihat
problema umat islam dan solusinya :
Pertama persoalan yang sangat mendasar sekarang ini pada
umat islam adalah masalah persatuan internal umat,ekonomi umat Islam dan
ketertinggalan umat Islam dari pergaulan dunia,andai saja umat Islam punya
kalender tersendiri yang disepakati secara bersama-sama dan dilaksanakan secara
komitmen,maka persatuan umat islam akan terjalin mesra,umat Islam memang punya
kalender hijriah namun pada tahap pelaksanaan banyak umat islam yang tidak
komitmen khususnya dalam menentukan bulan baru.Maka langkah pertama yang harus
dilakukan umat islam di masing-masing kelompok adalah mendata jamaah secara
detail.Mengapa mulai dari data ? karena sekarang ini kita buta potensi dan kekuatan
umat islam,sehingga kita cenderung hidup individual,padahal menyembah Allah
secara berjamaah,tetapi ketika masuk intraksi sosial kita individualistis. Bukankah
ajaran Islam memerintahkan kita mencatat segala kegiatan hidup ? seperti anak
kita yang menikah Islam mengajarkan kita untuk mengumumkan pada halayak
ramai,disakasikan orang lain dan dicatat dalam buku nikah dan kependudukan ,bukankah
ajaran Islam juga mengajarkan kita bahwa anak yang baru lahir harus dicatat dan
di aqiqohkan?,bukankah Nabi juga mengabsen jamaahnya yang sholat berjamaah,dan
yang hadir dalam majlis? Ketika ada jama’ah yang tidak hadir Nabi mengayomi,menanyakan
dan memperhatikannya, Kesemuanya itu agar jamaah bisa dipastikan kekuatan dan
diperhatikan kekurangannya.
Hadirin sidang sholat
jum’at rokhimakumullah
Kedua membangun komunikasi
antar umat islam yang sudah terdata tadi. Jadi kelompok-kelompok Islam yang
telah tumbuh biarkanlah mereka tumbuh ini sebuah sunatullah yang tak bisa
dibendung,ada perbedaan masalah hilafiyah diantara kelompok jangan
diperdebatkan. maka tugas kita adalah membangun komunikasi secara intens baik
internal kelompok maupun eksternal sesama kelompok dan bila perlu membangun
komunikasi dengan kelompok lain di luar Islam bila itu bermanfaat why not ?
(mengapa tidak). Kalau Nabi Muhammad tadi mengabsen peserta sholat berjamaah
mereka yang hadir,dan mereka yang tidak hadir diperhatikan oleh Nabi Muhammad
SAW,mereka yang tidak hadir Nabi tidak serta merta su’udzon, mungkin mereka
sakit,mungkin ada kesulitan hidup.hal seperti itu mestinya ada perhatian dari
pemimpin-pemimpin kelompok. Tetapi ternyata Sepertinya umat islam banyak yang
belum terbiasa membahas hal ini yaitu setelah sholat berjamaah berdialog
membahas individual umat,membahas masalah keluarganya,ekonominya,membahas
pekerjaannya, kondisi keluarga umat islam,kehidupan pribadi individu-individu
jamaah,disamping itu jamaah sendiri belum terbuka membicarakan hal tersebut
pada orang lain padahal disinilah kelemahan kita yang menjadi kendala di dalam
membangun kekuatan umat islam.
Hadirin sidang sholat
jum’at rokhimakumullah
Ketiga membangun ekonomi umat
Islam,ekonomi umat Islam sangat tertinggal jauh dengan umat lain dan
terbelakang dalam bisnis global,dan kita cenderung menjadi pengguna produk umat
lain ketimbang kita memproduksi sendiri,kita menjadi obyek perdagangan bebas
kaum kafitalis borjuis,contoh produk danone aqua, air minum /air putih yang
diekplorasi dari bumi Indonesia dan dijual di Indonesia sementara pemiliknya
adalah orang yahudi,bagaikan ia mengambil air di sumur belakang rumah kita dan
menjual di depan rumah kita,itulah perumpaan perusahaan air minum di Indonesia coba bayangkan hampir tak ada negara yang tak
terdapat KFC Perusahaan perdagangan ayam goreng yang menjamur di masyarakat
kita,dan juga hampir di seluruh negara terdapat perusahaan retail MD, Coca cola dll, belum lagi Perushaan Preefot di Papua yang telah mengeruk emas Indonesia demikian besarnya mengapa Indonesia tak mengelola Sendiri.dimanakah produk
umat Islam ? Khotib mengajak sebaiknya umat Islam mulai merapatkan diri
membentuk Jaringan ekonomi umat,Selanjutnya setelah kita mendata umat,kemudian
membangun komunikasi lalu yang ketiga kita membangun ekonomi umat,para
pedagang,pengusaha kecil dan menengah,semestinya ada komunikasi,walaupun
berbeda-beda jenis usaha dan tempat bekerja,semestinya diantara kita ada
jaringan kerja (net work) yang dibangun secara intensif,usaha-usaha apapun
jenisnya sebaiknya umat Islam ada komunikasi,ada persatuan yang kuat dalam berekonomi,Khotib mengajak marilah kita mencoba memperkuat ekonomi kita dengan mengendalikan perputaran uang pada komunitas umat islam oleh karenanya marilah kita berpihak pada produk-produk khas daerah di Indonesia membudayakan makan gado-gado pengganti KFC,combro,dodol pengganti MD dll. Kemudian para
pegawai,para karyawan punya hubungan yang erat di Instansi manapun ia berada, sejatinya
ia terhubung dan terjalin silaturahmi islami,andaikan pegawai tersebut adalah
anggota koperasi selayaknya mereka terjalin hubungan yang akrab dalam bisnis
islam dan mampu menopang ekonomi teman-temannya di tempat lain,apabila ada
kesulitan hendaknya mereka saling substitusi,dan saling memberi dan menerima,apabila
ada surplus,maka saling investasi,inilah yang belum terjadi pada umat Islam
dewasa ini,dan umat lain telah lama terjalin hubungan bisnis sesama mereka, sehingga
khotib menyatakan umat islam individualistis,ekonomi kita tak kuat.Padahal bila
masing-masing kita mampu membangun sinergi maka tak akan ada lagi yang dapat
menghalangi kemajuan dan keunggulan eknomi umat islam.Allah berfirman dalam
Surat Al Imron ayat 110
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ
لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ
بِاللهِ وَلَوْءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ مِّنْهُمُ
الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرَهُمُ الْفَاسِقُونَ {110}
Kamu adalah umat yang
terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan
mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab
beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman
dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. 3:110)
Hadirin sidang sholat
jum’at rokhimakumullah
Keempat membangun kekuatan
politik,mengapa umat islam harus membangun kekuatan politik ? karena dengan
kekuatan politik umat islam dapat berda’wah secara intensif,contoh bagaimana
sulitnya memberantas minuman keras,perjudian dan pelacuran di kota Tangerang
bahkan para da’i mulutnya sampai berbusa berceramah tentang minuman keras,perjudian dan pelacuran tidak
bisa dibersihkan di muka bumi kota Tangerang tetapi dengan kebijakan politik
pemimpin Kota Tangerang melalui Perda yang dibuatnya Miras,perjudian,dan
pelacuran dengan mudah dihentikan maka
khotib mengajak sekecil apapun sebaiknya umat islam memiliki kekuasaan
sekalipun harus menjadi ketua RT sekalipun, karena dengan kekuasaan itulah umat
islam mampu berda’wah secara intensif,oleh karena itu orang islam bila
mendapatkan kesempatan memilki kekuasaan seharusnya diambil dan berusaha untuk
meraih tampil dan menjadi tauladan mempengaruhi serta mewarnai kehidupan dengan
ajaran islam,bila ada teman kita atau jama’ah kita mendapatkan kesempatan tampil
menjadi pemimpin harus kita dukung,kita kaderisasi kearah itu bila perlu kita
perjuangkan dan kita biayai bila memerlukan biaya perjuangan.coba kita kalkulasikan
apa saja dapat kita bentuk dengan potensi yang kita miliki itu bila kita
menginginkan yang menjadi anggota dewan dari kalangan kita. kita hanya
mengkomunikasikannya kepada semua RT di kota ini karena RT di kota ini adalah
orang-orang yang sudah kita kader tadi
dengan jaringan yang sudah kita bentuk dengan rapih, begitu juga bila kita
menginginkan sang wali kota yang benar-benar membela islam dari kalangan umat
islam dengan mudah dapat kita pilih,karena
kita hanya mengkomunikasikannya kepada
semua ketua RT di seluruh kota,yang Networknya sudah kita bentuk tadi,bahkan
bila perlu kita persiapkan sampai kita memilih presiden dari kalangan umat
islam,Inilah pemikiran sederhana agar kita dapat memilki Pemimpin Negara juga
Pemimpin umat
Hadirin sidang sholat
jum’at rokhimakumullah
Kelima membangun peradaban
umat Islam,dan hal yang sangat mendesak bagi umat Islam sekarang ini adalah
umat islam selayaknya memlilki kalender hijriah internasional.coba kita
bayangkan komunitas kecil saja memiliki peradaban yang jelas sepeti peradaban
bangsa maya,suku inca,china kuno,maupun Mesir purba mempunyai sistem kalender
yang pasti,dan peradaban Nasrani sekarang ini melahirkan kalender gregorian
yang mempunyai sistem yang pasti sehingga nyaris dipakai hampir diseluruh umat
manusia.kita mengenal kalender ini sebagai kalender masehi.bagaimana dengan
umat islam? Umat islam memang sudah sepakat memulai perhitungan tahun pertama
dan urutan bulan setiap tahun,namanya kalender hijriah, namun umat islam masih
berselisih tentang cara menentukan tanggal satu setiap bulan oleh sebab itu
umat islam sering berbeda memulai ramadhan,dan tanggal 1 syawal serta hari raya
idul fitri dan idul adha.maka menyamakan persepsi ini secara internasional ini
menjadi penting dalam pemetaan umat islam dan membangun peradaban dan ekonomi.Hal
yang harus disepakati adalah menentukan kriteria dan metode sehingga muncul
kalender hijriah dan waktu-waktu yang sama.dan khotib mengajak kita harus
sama-sama melepaskan ego kelompok dan egoisme beragama.
Hadirin sidang sholat
jum’at rokhimakumullah
Pada
masa Nabi jumlah umat Islam tidak banyak secara kuantitas namun mereka (umat
Islam) pada waktu itu amat berkualitas. Pencapaian (achieved performance)
sebagai "khairu ummah" (the best people) dimasa Nabi dikarenakan umat
Islam benar-benar memeluk Islam secara kaffah. Al Quran yang merupakan wahyu
Allah menjadi petunjuk umat Islam dalam beraktivitas, contoh dan hadist Nabi
membimbing umat dalam menjalankan kehidupan. Apabila terjadi persoalan maka
penyelesaiannya selalu merujuk pada al Quran dan Hadist Nabi. Allah sendiri
berjanji akan menolong umat Islam dan menegakkan kedudukan atau kejayaannya
jika menolong agama Allah dengan menyebarkan berdakwah menegakkan kalimat
tauhid. "Intanshurullah yan shurkum wa yutsabbit aqdamakum"
Para
sahabat sungguh-sungguh "samina wa atona". Mereka tidak banyak macam.
Jika terjadi persoalan mereka kembali pada apa yang diajarkan dalam al Quran.
Sekiranya mereka belum merasa paham maka mereka segera bertanya kepada Nabi.
Apabila Nabi telah memutuskan tentang hal dan perkara yang diajukan dengan
sertamerta mereka pun taat mematuhinya. Demikianlah kondisi umat Islam di masa
Nabi, tidak neko-neko dan tidak membuat sesuatu yang mudah menjadi sulit.
Demikian tertib dan patuhnya mereka sehingga kejayaan Islam mudah diraih.
Apakah umat Islam (khususnya di Indonesia) yang secara kuantitas demikian
banyak itu telah benar-benar mencontoh perilaku para sahabat itu? Kita bisa
lihat sendiri kualitas mereka baik melalui teknologi media maupun melihat
langsung dengan mata kepala sendiri.
Sesungguhnya
umat Islam di Indonesia sekarang ini tidak perlu aneh-aneh dan selalu
"nyinyir" dengan logika, akal pikiran semata dalam menyikapi
persoalan kehidupan di dunia baik sosial, politik, ekonomi ataupun budaya.
Islam telah sangat sempurna memberikan arah tentang mengapa, bagaimana dan
seperti apa menjalani kehidupan di dunia ini. Untuk itulah sejatinya umat Islam
dimana pun berada mesti mengikuti ajaran Islam yang telah lengkap tersebut.
Dalam konteks inilah kita cermati apa yang di sabdakan Nabi Muhammad berikut
ini:
"Aku
tinggalkan kepada kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selamanya
selama berpegang teguh dengan keduanya, Kitabullah dan Sunnah" (HR.
Malik).
Memang
dimungkinkan seumpama ada sesuatu persoalan yang tidak diungkap secara rinci
maka dibolehkan menggunakan ijtihad dengan memanfaatkan dalil
"aqliyyah" yang bersandarkan logika berpikir. Tetapi penggunaan dalil
ini tidak boleh melenceng substansi al Quran. Atas dasar kebebasan berpikir,
prinsip liberalisme kemudian sejumlah umat Islam secara berani
"nyeleneh" dari nilai Islami yang amat jelas terang benderang
termaktub didalam kedua sumber itu. Biasanya mereka yang hatinya
"berontak", ada penyakit didalam hatinya oleh karena terbiasa melahap
buku karya manusia "bebas", berani mengungkapkan pikiran nyeleneh
bertentangan nilai-nilai luhur yang dijlentrehkan secara terang benderang
dibanyak ayat-ayat Allah.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ
وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ
الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.
Khutbah kedua:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ
شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ
عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا
كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ
حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ
تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ
اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}. ثُمَّ اعْلَمُوْا
فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ:
{إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ
الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ،
وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،
إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا
اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا
آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ
أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ
الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar