Khutbah idul adha (lapangan
Kec.Cipondoh Kota Tangerang oktober 2014)
KESUKSESAN
DAN KETAATAN
Oleh : Yusup. S.Pd.MM
اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (×3)اللهُ اَكبَرْ (×3
اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ
اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ
تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ.
وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ
سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
بِسْــــــــمِ اللَّــــــــهِ الرَّحْمَــــــــنِ الرَّحِيــــــــم
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ
يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى
قَالَ يَاأَبَتِ افْعَلْ مَاتُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَآءَ اللهُ مِنَ
الصَّابِرِينَ {102}
اللهُ اَكْبَر (3×) وَللهِ اْلحَمْدُ ْ
Hadirin Jama’ah
Idul Adha yang dimuliakan Allah,
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Illahi
Robi yang mana telah memberikan kita nikmat,diantaranya nikmat iman, nikmat
islam, dan nikmat yang tidak kalah pentingnya ialah nikmat sehat,sholawat dan
salam marilah kita sampaikan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW ,selaku
khotib saya berpesan pada diri saya dan hadirin sekalian marilah kita
tingkatkan ketakwaan pada Allah SWT
Hadirin Jama’ah
Idul Adha yang dimuliakan Allah,
Di hari idul adha ini tanggal 10 zulhijah 1435 H jamaah
haji dari seluruh pelosok dunia terhampar
di padang Arofah ,menunaikan ibadah haji,inilah hari besar kemanusiaan dan
keimanan ,pencerminan spritual dan sosial,untuk mengenang peristiwa perintah
Allah kepada Nabi Ibrahim as ,yang
menurut manusia biasa perintah tersebut tidak logis dan tidak masuk akal yaitu Nabi
ibrahim diperintahkan menyembelih putranya bernama Ismail. Seorang Ayah yang
berusia lanjut,yang telah lama merindukan sang anak,datanglah perintah
tersebut. Sungguh ini suatu ujian yang amat sukar untuk dilaksanakan ,tetapi
Nabi Ibrahim tetap teguh melaksanakan perintah Allah,sebagaimana Allah mensinyalir
dalam Al Qur’an Surat Ash shaaffat ayat 102 :
} فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى
فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَاأَبَتِ افْعَلْ
مَاتُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَآءَ اللهُ مِنَ الصَّابِرِينَ {102}
Maka tatkala anak itu
sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim
berkata:"Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku
menyembelihmu.Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab:"Hai
bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan
mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". (QS. 37:102)
Setelah lulus ujian Allah menggantikannya dengan seekor
domba besar ,demikianlah Nabi Ibrahim dapat mengalahkan rasa sayangnya pada
anaknya sebagai nafsu dunia dengan ketaatan pada Allah SWT, apakah ketaatan
kita pada Allah dapat mengalahkan nafsu kita pada dunia ? nafsu serakah ? nafsu
jabatan ? dan nafsu harta,tahta dan wanita. Pelajaran penting yang harus kita
contoh adalah bahwa kemenangan dan kesuksesan hanya didapatkan dengan menegakan
kepatuhan kepada Allah SWT, Pengorbanan yang diminta Allah adalah bukan darah
dan daging - daging yang akan sampai kepadaNya tetapi ketakwaanlah yang akan
diterima Allah,dalam pengertian jika kita berqurban berupa seekor domba
,kambing atau sapi maka niat dan kepedulian kita pada orang lainlah sebagai
pencerminan takwa dan sikap tidak serakah yang akan sampai kepada Allah,
Seberapa besar orang dapat mengalahkan nafsu-nafsu dunia? seperti nafsu
terhadap jabatan dan kekuasaan ,jabatan yang ia miliki bukan dia gunakan untuk
menolong orang lain tetapi sebaliknya merusak kemaslahatan umat,harta jabatan
dan bunga-bunga kehidupan yang akan
memenjarakan kita dari kemerdekaan kita menyembah Allah
Hadirin
Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah, اللهُ اَكْبَر (3×)ْ
Ada tiga Pelajaran yang dapat kita
ambil dari Firman Allah Surat Ash shaafat ayat 102 tersebut yaitu :
Pertama : Sikap
bijak dalam mengajarkan ajaran islam yaitu dengan menyiapkan waktu dan
keputusan yang tepat,hal ini tersirat didalam ayat tersebut “maka tatkala anak
itu sampai pada umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim ,kemudian Nabi
Ibrahim tidak serta merta menyembelih Ismail tetapi menanyakan terlebih dahulu
apa pendapat Ismail ? Ismail menjawab kerjakanlah apa yang diperintahkan Tuhan
padamu Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar, Inilah prinsip ajaran islam yang harus kita
pahami dan kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari,dimana kita sering tidak
memperhatikan kondisi jamaah atau kondisi umat di dalam menegakan
kebenaran,kita sering melanggar aturan dan tidak bijak,sehingga umat menjadi
korban-korban kemunafikan,Nabi Ibrahim telah mencontohkan kita supaya
menggunakan prosedur dalam berda’wah ,Allahpun menggunakan malaikat didalam
mengangkat khalifah-khalifah. Allah menggunakan malaikat dalam berhubungan dengan
manusia , Nabi saw
menjelaskan dalam sebuahhaditsnya,
يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلَائِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلَائِكَةٌ بِالنَّهَارِ وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ وَصَلَاةِ الْعَصْرِ ثُمَّ يَعْرُجُ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكُمْ فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي فَيَقُولُونَ تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَأَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ
“Malaikat saling bergantian dalam mengawasi kalian semua pada waktu malam, dan juga malaikat pengawas di waktu siang, mereka berkumpul pada waktu shalat Shubuh dan shalat Ashar. Kemudian malaikat yang berjaga malam hari naik, lalu Allah bertanya kepada mereka tentang hamba-hamba-Nya sedangkan Allah lebih tahu keadaan mereka, Kata Allah“Bagaimana keadaan hamba-hamba-Ku ketika kalian tinggalkan? Maka para malaikat menjawab, “Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat, dan ketika kami datang mereka pun juga sedang dalam keadaan shalat.”(HRal-BukharidanMuslim)
يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلَائِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلَائِكَةٌ بِالنَّهَارِ وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ وَصَلَاةِ الْعَصْرِ ثُمَّ يَعْرُجُ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكُمْ فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي فَيَقُولُونَ تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَأَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ
“Malaikat saling bergantian dalam mengawasi kalian semua pada waktu malam, dan juga malaikat pengawas di waktu siang, mereka berkumpul pada waktu shalat Shubuh dan shalat Ashar. Kemudian malaikat yang berjaga malam hari naik, lalu Allah bertanya kepada mereka tentang hamba-hamba-Nya sedangkan Allah lebih tahu keadaan mereka, Kata Allah“Bagaimana keadaan hamba-hamba-Ku ketika kalian tinggalkan? Maka para malaikat menjawab, “Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat, dan ketika kami datang mereka pun juga sedang dalam keadaan shalat.”(HRal-BukharidanMuslim)
Demikianlah Allah bertitah,walaupun
punya otoritas yang maha kuasa dia lebih tahu,tetapi Allah menggunakan
mekanisme malaikat untuk berkomunikasi dengan manusia,Kita terkadang bersikap
melebihi Tuhan; sombongnya bukan main, jangankan masalah yang dia sudah tahu,
masalah yang dia tidak tahu saja dengan egoisnya dia mengambil keputusan
sendiri tanpa melibatkan orang-orang yang ada dibawahnya
Seorang kepala daerah sejatinya di
dalam mengangkat pemimpin menggunakan unsur-unsur dibawahnya contoh kalau seorang
guru akan diangkat menjadi kepala sekolah dia menggunakan instansi dibawahnya seperti Dinas
dan cabang Dinas di kecamatan karena orang yang berada dibawahnyalah yang
paling tahu kondisi guru,seorang pemimpin lembaga seharusnya menggunakan aturan
dan mekanisme yang ada dibawahnya sehingga tidak terjadi ada calon kepala
sekolah yang tidak berkualitas,sehingga tidak terjadi ada pegawai yang
bermasalah dilantik menjadi pimpinan, padahal banyak sekali pegawai-pegawai
yang bersih jujur dan profesional. Lihatlah peimimpin karbitan,kehadirannya
hasil pencitraan,pengiklanan yang luar biasa secara masif,sehingga orang
seketika bisa jadi pemimpin tanpa proses panjang pengalaman dan kerja yang
sudah teruji ,lihatlah orang yang sudah begitu lama menduduki posisi strategis
tanpa ada yang berani merombaknya, akhirnya rusaklah system,karena seringkali
dia memerintah dan mengerjakan sesuatu yang bukan pekerjaannya, Kenaikan
pangkat dan promosi pegawai ke jenjang
yang lebih tinggi hanya menjadi ladang kemunafikan, siapa yang dekat ? siapa
yang penurut ? walaupun tidak punya prestasi dan profesionalisme dialah yang diangkat,
Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah tetapi dengan
cara menempuh prosedur manusiawi ,Beliau bermusyawarah dulu dengan
anaknya ismail ,Beliau juga mnyertakan Istrinya siti Hajar untuk menudukungnya
dalam melaksanakan Perintah Allah tersebut. Kita sering melakukan sesuatu tanpa
sikap yang bijak tanpa musyawarah,melakukan sesuatu secara instan,suka potong
kompas,suka terburu-buru ,suka curang,dan ada yang menggunakan musyawarah
tetapi musyawarah direkayasa untuk memenangkan kelompoknya, tidak menggunakan
aturan,tidak menghargai prestasi orang,suka berpikir linier ,tidak mau berpikir
kompleks,berpikir sederhana bukan visioner( yaiitu berpikir jauh kedepan dengan
memperhitungkan akibat-akibat yang akan terjadi) bandingkan dengan ajaran
Qurban melalui peristiwa Nabi Ibrahim beliau memikirkan bagaimana persaan
Ismail ?,perasaan istrinya dan perasaan umat islam sebagai pengikutnya, Kita
seringkali menyederhanakan urusan sehingga merugikan orang lain,tidak pamilier,
menghargai kerja orang seperti menghargai tukang cangkul di kebun padahal dia
adalah sang pemikir yang unggul dan designer kebijakan, Nabi Ibrahim dalam
bermusyawarah dengan Ismail dan siti Hajar menggunakan Firman Allah sebagai acuan didalam
memutuskan persoalan dan tindakan, Sebaiknya kita berpikir jauh ke depan demi
kepentingan orang banyak,kalau kita punya perusahaan siapa yang harus
bertanggung jawab ? , siapa yang professional ?,siapa yang mengurus mentalnya ?
siapa dainya ? siapa yang mengurus urusan logistic ?,sejatinya semua itu seharusnya
ada regulasi dan semua itu dihargai,tidak hanya digunakan tenaga dan pikirannya
sementara kebutuhan prestasi dan karirnya kita tidak perhatikan ! Nabi Muhammad
SAW berpikir jauh ke depan demi umatnya contoh strategi perang dengan
menerapkan konsep perang handak dengan menggali parit untuk bertahan menghadapi
musuh,sehingga menyelamatkan pasukan,sudahkah kita memikirkan jauh ke depan
masa depan lembaga pendidikan kita,perusahaan kita, jamaah kita, generasi muda
kita,dan masa depan umat islam pada umumnya
Hadirin
Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah, اللهُ اَكْبَر (3×)ْ
Kedua anak yang sholeh hanya lahir dari
keluarga yang shaleh.Inilah pelajaran penting yang harus kita perhatikan dimana
sekarang ini masyarakat tidak punya pigur pemimpin teladan,banyak pemimpin
menyuruh bawahannya bekerja dengan baik dia sendiri bermasalah. Begitu yakinnya
Nabi Ibrahim dengan jawaban Ismail: “ wahai bapaku kerjakanlah apa yang diperintahkan
Tuhan padamu Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”,
hal ini tidak akan terjadi kalau bukan sang Ayah dapat menjadi contoh sehingga bermakhkota di
hati anak-anak ,karakter seperti itu tentunya tidak sembarangan terbentuk kalau
bukan ditempa oleh pendidikan yang utuh dan berkwalitas,oleh karena itu
pendidikan berkualitas hanya didapatkan dari pemimpin berkualitas,sekarang masyarakat
kehilangan sipat tauladan,siapa yang harus di contoh ? dia yang berkata : katakan
tidak pada korupsi dia yang mendalangi korupsi, orang tua tidak bisa menjadi
contoh, oleh karenanya dia sulit menjadikan anak-anaknya dan istrinya anak yang
sholeh dan sholeha, guru sebagai orang
tua di sekolah dia tidak akan bisa menjadikan murid-muridnya generasi yang baik
karena dia sendiri tidak baik,pemimpin – pemimpin di kantor, di lembaga kerja
lainnya rata-rata dipimpin oleh umat islam tetapi mereka tidak menggunakan rukh
keislaman untuk bekerja sering tidak jujur,menyuap,culas,dan menindas ,Para dai
sampai berbusa mulutnya berda’wah dia tidak bisa menghentikan kemunkaran,karena
hidupnya tidak menjadi tauladan,Para ustaj yang tampil dilayar Televisi bahkan
ada yang menjadi bahan komoditi perdagangan sehingga sering kali menyebarkan
syirik bermain mendekati hantu semua itu semata-mata demi uang ,tidak menjadi
tuntunan tetapi menjadi tontonan belaka yang cenderung melucu dan menyesatkan, orang
pergi Haji di Indonesia semakin banyak tetapi manifestasi kontribusi orang
–orang yang berhaji setelah pulang ke tanah air tidak bisa merubah tatanan
social ,Nabi Musa berceloteh ontanya ikut naik haji pulangnya tetap saja
menjadi seekor onta . Di Indonesia untuk berangkat haji sekarang ini harus
menunggu 10 - 13 tahun,demikian
banyaknya orang Indonesia yang ingin pergi haji tetapi yang korupsi makin
menjadi-jadi,bahkan Alqur’an, dana haji dikorupsi,tidak puas dengan itu orang
bisa menipu rakyat dengan pergi ke tanah suci untuk mendapatkan suara rakyat
untuk memilih dirinya,berlaga umroh mirif seperti orang alim yang baru saja
dibaiat,tetapi setelah terpilih dia malah menyakiti rakyat.Khotib mengajak
marilah dimanapun kita berada, bekerja dan berislam dengan keikhlasan,menyusun
kekuatan untuk kemenangan ajaran islam
Hadirin
Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah, اللهُ اَكْبَر (3×)
Ketiga kesuksesan hanya didapatkan dengan
ketaatan pada Allah SWT,walaupun Nabi Ibrahim harus mengorbankan Nyawa,menghadapi
tantangan yang luar biasa hingga dijuluki keluarga majnun (gila),sebagaimana
Nabi Muhammad yang hadir menegakan islam ,oleh masyarakatnya dianggap sebagai
orang yang aneh dan majnun(tidak waras),tetapi mereka tetap istiqomah
melaksanakan perintah Allah. Ketaatan pada Allah diatas segala kepatuhan apapun
di dunia inilah kunci kesuksesan umat islam terdahulu mengapa kita tak mau
belajar akan hal tersebut ? Diantara kita sering lebih patuh pada pimpinan
dibandingkan dengan Allah,dipanggil Allah dengan azan kita tak mau bersegera
mendatangi masjid,diperintahkan Allah untuk taat pada Allah tetapi kita lebih
takut pada pimpinan , sebaiknya kalaupun
kita harus patuh pada pimpinan maka patuh kita itu karena Allah SWT karena pimpinan tersebut menegakan
kebenaran dan mengajak kepada kebenaran . “ Dalam
sebuah Hadits Dari Thariq bin Shihab Rosululullah bersabda ; Ada seorang laki-laki masuk surga karena
gara-gara lalat dan ada seorang laki-laki masuk Neraka karena gara-gara lalat
,Mengapa ? ada dua lelaki yang melewati suatu kaum yang memiliki berhala ,tidak seorangpun yang boleh melewati
daerah itu kecuali dia berkorban (memberi sesaji) untuk berhala tersebut.
Merekapun mengatakan kepada dua lelaki itu ,berkorbanlah ? dia menjawab; saya
tak punya apa-apa ! untuk dikorbankan,lalu diperintahkan kembali berkorbanlah
walaupun hanya dengan seekor lalat,sehingga mereka pun memperbolehkan salah
satu lelaki itu untuk meneruskan perjalanan karena itulah dia masuk neraka,
merekapun memerintahkan kepada salah seorang lelaki sesudahnya ; berkorbanlah ?
ia menjawab ; tidak pantas bagiku berkorban untuk sesuatu selain Allah Azza wa
jala,akhirnya merekapun memenggal leher lelaki itu,karena itulah ia masuk surge”.
Bandingkan dengan kejadian yang dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, bagaimana orang yang ketakutan
hidup dan kinerjanya kalau tidak berkorban upeti untuk pimpinannya ? Uang BOS (
Bantuan operasional Sekolah ) yang diperuntukan untuk membiayai operasional di
sekolah milik siswa sebagai anggota masyarakat banyak yang menyunatnya dan dia setorkan pada pimpinanya, dia tidak akan naik pangkat dan jabatan jika
tidak menyetorkan atau mengorbankan uang BOS kepada pimpinannya padahal uang
itu adalah amanat yang harus digunakan untuk pendidikan dan ternyata orang tak
berani melewati jalan yang lurus,begitu banyak orang yang selalu menghianati
teman-temannya,merusak system kerja,menjadi orang yang oportunis,pemuja kepentingan
dia bekerja ,ber islam hanya mau berkorban pikiran dan tenaga kalau ada
kepentingan sehingga tidak lagi ada kerjasama yang baik. Dalam sebuah hadits
Nabi mengatakan :
Dari Abu Hurairah, rasulullah SAW
bersabda : ” Sesungguhnya Allah SWT berfirman : ’ Aku pihak ketiga dari dua
orang yang bersyarikat selama salah satunya tidak menghianati temannya,” (H.R.
Abu Dawud No. 2936, dalam kitab Al Buyu dan Hakim).
Dari Hadits tersebut jelas sekali
bahwa perusak system kehidupan adalah adanya orang-orang yang menjadi pemuja
kepentingan karena dia selalu berada di atas kepentingannya bukan aturan dan
etika kerja,karena Allah ada pada orang berikut diantara orang-orang yang
bersyarikat artinya jika jika ada orang yang cari muka,jika orang bekerja hanya
ingin mendapatkan perhatian dari atasannya dengan harapan dia dapat jabatan
tertentu atau jabatannya tetap aman,bukan niat yang tulus bekerja dengan jujur
karena perintah Allah ,dan jika ada orang yang tidak mengikuti prosedur serta
aturan maka Allah tidak akan ada di situ karena itu kehancuran pasti akan datang
pada sebuah keluarga ,kelembagaan atau sebuah sistem
Khotib
mengajak Marilah kita mengikuti aturan Allah,marilah kita ingat kembali tentang
Pengorbanan Nabi Ibrahim ketika diperintahkan
oleh Allah SWT untuk menempatkan istrinya Hajar bersama Nabi Ismail putranya disuatu lembah yang tandus, gersang,sunyi,
tidak tumbuh sebatang pohon pun.Tapi baik Nabi Ibrahim, maupun istrinya Siti
Hajar, menerima perintah itu dengan ikhlas dan penuh tawakkal.
Ketika
Siti Hajar tidak bisa menyusui Ismail karena kehabisan air minum, beliau
mencari air sambil lari-lari kecil antara bukit Sofa dan Marwah sebanyak 7 kali
peristiwa inilah yang diabadikan dengan proses ibadah Haji yang disebut dengan
Sai. Tiba-tiba Allah mengutus malaikat jibril membuat mata air Zam Zam. Siti
Hajar dan Nabi Ismail memperoleh sumber kehidupan.
Sekarang
ini lembah yang dulunya gersang itu, mempunyai persediaan air yang
melimpah-limpah.Datanglah rejeki dari berbagai penjuru, dan makmurlah tempat
sekitarnya. hingga saat ini tempat tersebut terkenal dengan kota mekkah, yang
aman dan makmur,terwujudnya kota tersebut karena ketaatan dan keteguhan Nabi Ibrahim dan keluarganya. Allah
melukiskan dalam Al-Qur’an Surat Al
baqoroh ayat 126 :
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَـَذَا بَلَداً آمِناً وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ
الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdo’a: “Ya
Tuhanku, jadikanlah negeri ini, sebagai negeri yang aman sentosa dan berikanlah
rizki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada
Allah dan hari kiamat.” (QS Al-Baqarah: 126)
Mampukah kita mewujudkan masyarakat
islam ? Benarkah kita beriman dan berislam secara totalitas ? ternyata kita
lebih banyak mementingkan diri sendiri,jangankan untuk membentuk masyarakat
seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim membentuk kekuatan Islam pada lini-lini kehidupan
yang kecil saja, kita belum mampu.
Hadirin
Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah, اللهُ اَكْبَر (3×)
Khotib mengajak marilah kita hidup
bersama, menghadapi ujian-ujian hidup secara bersama-sama sebab ujian-ujian dan
kelemahan umat islam itu harus kita hadapi dengan langkah-langkah konkrit
berupa penataan dan peran umat islam lebih dioptimalkan , sekecil apapun
sebaiknya umat islam memiliki kekuasaan
Pertama
kekuasaan dalam bidang ekonomi, mengapa kita harus menguasai bidang ekonomi ? karena
umat islam hanya mampu mendapatkan harga diri jika tidak menjadi penerima
bantuan tapi menjadi pemberi bantuan, lihatlah ekonomi dan brand kapitalis,
pedagang retail sampai ke gang-gang kecil menguasai umat islam,karena mereka
kompak,mereka memiliki kekuasaan ekonomi yang terpusat dalam skala dunia,
saling substitusi saling memberi dan menerima dalam perdagangan,kita dalam
berdagang ada teman kita yang mendirikan usaha ekonomi malah kita saling
menyerang dan bertikai, Khotib mengajak marilah ita perkuat ekonomi kita, ajaklah
teman-teman kita yang belum dan sudah memiliki usaha untuk saling mendukung dan
saling kerjasama bukan saling usik, marilah kita budayakan makanan –makanan
khas local untuk kita produksi dan konsumsi dan sedapat mungkin kita
menghentikan makanan pakaian dan produk-produk brand luar negeri,warung-warung
dan kios-kios milik umat islam diberdayakan,Marilah kita bentuk koperasi agar kita memiliki jaringan kerja yang
nyambung antara yang satu dengan yang lainnya saling mendukung dan koperasi
sebagai pengendalinya,Marilah kita mendukung dan membentuk ekonomi syariah,agar
terhindar dari riba
Kedua
kekuasaan dalam bidang pendidikan, lembaga-lembaga pendidikan harusnya dipimpin
oleh orang islam yang istiqomah, karena melalui lembaga-lembaga pendidikanlah
kita dapat mencetak kader-kader islam yang militant yang dapat menegakan islam
oleh sebab itu kita harus memiliki pemimpin atau kepala sekolah di lembaga pendidikan adalah
pemimpin yang kuat,yang mempunyai visi yang jelas,yang menguasai medan wilayah,dan
lembaga pendidikan apapun statusnya harusnya orang islamlah yang tampil
memimpin menjadi tauladan,dan menegakan panji-panji islam
Ketiga sekecil apapun sebaiknya kita memiliki kekuasaan
dalam bidang politik dan pemerintahan,sekalipun kita punya kekuasaan di wilayah
yang kecil se level RT sekalipun sebaiknya umat islam tampil,menerapkan
peraturan yang mengacu pada aturan Allah,umat islam sejatinya harus punya
perwakilan di Dewan Perwakilan Rakyat karena di situlah peraturan dapat dibuat
dan ditegakkan oleh sebab itu umat islam harus kompak menyiapkan hal tersebut
,janganlah mau dijadikan obyek,diberikan uang untuk memilih pemimpin yang tidak
islami maka sang tokohpun harusnya dikondisikan oleh umat islam dibuatkan
kontrak politik dan ketika sudah terpilih dia harus mau membela kepentingan
umat islam Bila hal-hal tersebut tadi umat islam tidak memilikinya jangan mimpi
akan menjadi umat yang tinggi derajatnya, karena Rosulullah memiliki ketiga hal
tersebut dalam bidang ekonomi dia adalah seorang Pedagang yang ulung,dalam
bidang pendidikan dia adalah seorang Guru/penda’wah yang bijak dan dalam bidang
politik Rosulullah adalah seorang negarawan karismatik sehingga ajaran islam
mampu menembus lini-lini kehidupan dunia
yang sejahtera,hidup dalam lindunganAllah,SWT.Allah berfirmandalamSuratAl-Arraaf96:
} وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ
الْقُرَى ءَامَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَآءِ
وَاْلأَرْضِ وَلَكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ {96}
Jikalau sekiranya
penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan
kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat
Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. 7:96)
Akhirnya marilah kita berdoa kepada Allah semoga Allah membimbing kia semua dan berada di jalan yang lurus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar