Sabtu, 04 Oktober 2014

khutbah idul adha Kesuksesan dan ketaatan



Khutbah idul adha  (lapangan Kec.Cipondoh Kota Tangerang oktober 2014)
KESUKSESAN DAN KETAATAN
Oleh : Yusup. S.Pd.MM

اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (×3)اللهُ اَكبَرْ (×3
 
اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ  اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

بِسْــــــــمِ اللَّــــــــهِ الرَّحْمَــــــــنِ الرَّحِيــــــــم
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَاأَبَتِ افْعَلْ مَاتُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَآءَ اللهُ مِنَ الصَّابِرِينَ {102}

اللهُ اَكْبَر (3×) وَللهِ اْلحَمْدُ ْ
Hadirin Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah,
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Illahi Robi yang mana telah memberikan kita nikmat,diantaranya nikmat iman, nikmat islam, dan nikmat yang tidak kalah pentingnya ialah nikmat sehat,sholawat dan salam marilah kita sampaikan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW ,selaku khotib saya berpesan pada diri saya dan hadirin sekalian marilah kita tingkatkan ketakwaan pada Allah SWT
 Hadirin Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah,
Di hari idul adha ini tanggal 10 zulhijah 1435 H jamaah haji dari seluruh pelosok dunia  terhampar di padang Arofah ,menunaikan ibadah haji,inilah hari besar kemanusiaan dan keimanan ,pencerminan spritual dan sosial,untuk mengenang peristiwa perintah Allah kepada Nabi Ibrahim as  ,yang menurut manusia biasa perintah tersebut tidak logis dan tidak masuk akal yaitu Nabi ibrahim diperintahkan menyembelih putranya bernama Ismail. Seorang Ayah yang berusia lanjut,yang telah lama merindukan sang anak,datanglah perintah tersebut. Sungguh ini suatu ujian yang amat sukar untuk dilaksanakan ,tetapi Nabi Ibrahim tetap teguh melaksanakan perintah Allah,sebagaimana Allah mensinyalir dalam Al Qur’an Surat Ash shaaffat ayat 102 : 
} فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَاأَبَتِ افْعَلْ مَاتُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَآءَ اللهُ مِنَ الصَّابِرِينَ {102}
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata:"Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab:"Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". (QS. 37:102)

Setelah lulus ujian Allah menggantikannya dengan seekor domba besar ,demikianlah Nabi Ibrahim dapat mengalahkan rasa sayangnya pada anaknya sebagai nafsu dunia dengan ketaatan pada Allah SWT, apakah ketaatan kita pada Allah dapat mengalahkan nafsu kita pada dunia ? nafsu serakah ? nafsu jabatan ? dan nafsu harta,tahta dan wanita. Pelajaran penting yang harus kita contoh adalah bahwa kemenangan dan kesuksesan hanya didapatkan dengan menegakan kepatuhan kepada Allah SWT, Pengorbanan yang diminta Allah adalah bukan darah dan daging - daging yang akan sampai kepadaNya tetapi ketakwaanlah yang akan diterima Allah,dalam pengertian jika kita berqurban berupa seekor domba ,kambing atau sapi maka niat dan kepedulian kita pada orang lainlah sebagai pencerminan takwa dan sikap tidak serakah yang akan sampai kepada Allah, Seberapa besar orang dapat mengalahkan nafsu-nafsu dunia? seperti nafsu terhadap jabatan dan kekuasaan ,jabatan yang ia miliki bukan dia gunakan untuk menolong orang lain tetapi sebaliknya merusak kemaslahatan umat,harta jabatan dan  bunga-bunga kehidupan yang akan memenjarakan kita dari kemerdekaan kita menyembah Allah
Hadirin Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah, اللهُ اَكْبَر (3×)ْ
Ada tiga Pelajaran yang dapat kita ambil dari Firman Allah Surat Ash shaafat ayat 102 tersebut yaitu :
 Pertama : Sikap bijak dalam mengajarkan ajaran islam yaitu dengan menyiapkan waktu dan keputusan yang tepat,hal ini tersirat didalam ayat tersebut “maka tatkala anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim ,kemudian Nabi Ibrahim tidak serta merta menyembelih Ismail tetapi menanyakan terlebih dahulu apa pendapat Ismail ? Ismail menjawab kerjakanlah apa yang diperintahkan Tuhan padamu Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar,  Inilah prinsip ajaran islam yang harus kita pahami dan kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari,dimana kita sering tidak memperhatikan kondisi jamaah atau kondisi umat di dalam menegakan kebenaran,kita sering melanggar aturan dan tidak bijak,sehingga umat menjadi korban-korban kemunafikan,Nabi Ibrahim telah mencontohkan kita supaya menggunakan prosedur dalam berda’wah ,Allahpun menggunakan malaikat didalam mengangkat khalifah-khalifah. Allah  menggunakan malaikat dalam berhubungan dengan manusia , Nabi saw menjelaskan dalam sebuahhaditsnya,
يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلَائِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلَائِكَةٌ بِالنَّهَارِ وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ وَصَلَاةِ الْعَصْرِ ثُمَّ يَعْرُجُ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكُمْ فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي فَيَقُولُونَ تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَأَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ
“Malaikat saling bergantian dalam mengawasi kalian semua pada waktu malam, dan juga malaikat pengawas di waktu siang, mereka berkumpul pada waktu shalat Shubuh dan shalat Ashar. Kemudian malaikat yang berjaga malam hari naik, lalu Allah bertanya kepada mereka tentang hamba-hamba-Nya sedangkan Allah lebih tahu keadaan mereka, Kata Allah“Bagaimana keadaan hamba-hamba-Ku ketika kalian tinggalkan? Maka para malaikat menjawab, “Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat, dan ketika kami datang mereka pun juga sedang dalam keadaan shalat.”(HRal-BukharidanMuslim)
Demikianlah Allah bertitah,walaupun punya otoritas yang maha kuasa dia lebih tahu,tetapi Allah menggunakan mekanisme malaikat untuk berkomunikasi dengan manusia,Kita terkadang bersikap melebihi Tuhan; sombongnya bukan main, jangankan masalah yang dia sudah tahu, masalah yang dia tidak tahu saja dengan egoisnya dia mengambil keputusan sendiri tanpa melibatkan orang-orang yang ada dibawahnya
Seorang kepala daerah sejatinya di dalam mengangkat pemimpin menggunakan unsur-unsur dibawahnya contoh kalau seorang guru akan diangkat menjadi kepala sekolah  dia menggunakan instansi dibawahnya seperti Dinas dan cabang Dinas di kecamatan karena orang yang berada dibawahnyalah yang paling tahu kondisi guru,seorang pemimpin lembaga seharusnya menggunakan aturan dan mekanisme yang ada dibawahnya sehingga tidak terjadi ada calon kepala sekolah yang tidak berkualitas,sehingga tidak terjadi ada pegawai yang bermasalah dilantik menjadi pimpinan, padahal banyak sekali pegawai-pegawai yang bersih jujur dan profesional. Lihatlah peimimpin karbitan,kehadirannya hasil pencitraan,pengiklanan yang luar biasa secara masif,sehingga orang seketika bisa jadi pemimpin tanpa proses panjang pengalaman dan kerja yang sudah teruji ,lihatlah orang yang sudah begitu lama menduduki posisi strategis tanpa ada yang berani merombaknya, akhirnya rusaklah system,karena seringkali dia memerintah dan mengerjakan sesuatu yang bukan pekerjaannya, Kenaikan pangkat dan promosi  pegawai ke jenjang yang lebih tinggi hanya menjadi ladang kemunafikan, siapa yang dekat ? siapa yang penurut ? walaupun tidak punya prestasi dan profesionalisme dialah yang diangkat, Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah  tetapi dengan  cara menempuh prosedur manusiawi ,Beliau bermusyawarah dulu dengan anaknya ismail ,Beliau juga mnyertakan Istrinya siti Hajar untuk menudukungnya dalam melaksanakan Perintah Allah tersebut. Kita sering melakukan sesuatu tanpa sikap yang bijak tanpa musyawarah,melakukan sesuatu secara instan,suka potong kompas,suka terburu-buru ,suka curang,dan ada yang menggunakan musyawarah tetapi musyawarah direkayasa untuk memenangkan kelompoknya, tidak menggunakan aturan,tidak menghargai prestasi orang,suka berpikir linier ,tidak mau berpikir kompleks,berpikir sederhana bukan visioner( yaiitu berpikir jauh kedepan dengan memperhitungkan akibat-akibat yang akan terjadi) bandingkan dengan ajaran Qurban melalui peristiwa Nabi Ibrahim beliau memikirkan bagaimana persaan Ismail ?,perasaan istrinya dan perasaan umat islam sebagai pengikutnya, Kita seringkali menyederhanakan urusan sehingga merugikan orang lain,tidak pamilier, menghargai kerja orang seperti menghargai tukang cangkul di kebun padahal dia adalah sang pemikir yang unggul dan designer kebijakan, Nabi Ibrahim dalam bermusyawarah dengan Ismail dan siti Hajar  menggunakan Firman Allah sebagai acuan didalam memutuskan persoalan dan tindakan, Sebaiknya kita berpikir jauh ke depan demi kepentingan orang banyak,kalau kita punya perusahaan siapa yang harus bertanggung jawab ? , siapa yang professional ?,siapa yang mengurus mentalnya ? siapa dainya ? siapa yang mengurus urusan logistic ?,sejatinya semua itu seharusnya ada regulasi dan semua itu dihargai,tidak hanya digunakan tenaga dan pikirannya sementara kebutuhan prestasi dan karirnya kita tidak perhatikan ! Nabi Muhammad SAW berpikir jauh ke depan demi umatnya contoh strategi perang dengan menerapkan konsep perang handak dengan menggali parit untuk bertahan menghadapi musuh,sehingga menyelamatkan pasukan,sudahkah kita memikirkan jauh ke depan masa depan lembaga pendidikan kita,perusahaan kita, jamaah kita, generasi muda kita,dan masa depan umat islam pada umumnya


Hadirin Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah, اللهُ اَكْبَر (3×)ْ
Kedua  anak yang sholeh hanya lahir dari keluarga yang shaleh.Inilah pelajaran penting yang harus kita perhatikan dimana sekarang ini masyarakat tidak punya pigur pemimpin teladan,banyak pemimpin menyuruh bawahannya bekerja dengan baik dia sendiri bermasalah. Begitu yakinnya Nabi Ibrahim dengan jawaban Ismail: “ wahai bapaku kerjakanlah apa yang diperintahkan Tuhan padamu Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”, hal ini tidak akan terjadi kalau bukan sang Ayah  dapat menjadi contoh sehingga bermakhkota di hati anak-anak ,karakter seperti itu tentunya tidak sembarangan terbentuk kalau bukan ditempa oleh pendidikan yang utuh dan berkwalitas,oleh karena itu pendidikan berkualitas hanya didapatkan dari pemimpin berkualitas,sekarang masyarakat kehilangan sipat tauladan,siapa yang harus di contoh ? dia yang berkata : katakan tidak pada korupsi dia yang mendalangi korupsi, orang tua tidak bisa menjadi contoh, oleh karenanya dia sulit menjadikan anak-anaknya dan istrinya anak yang sholeh dan sholeha, guru  sebagai orang tua di sekolah dia tidak akan bisa menjadikan murid-muridnya generasi yang baik karena dia sendiri tidak baik,pemimpin – pemimpin di kantor, di lembaga kerja lainnya rata-rata dipimpin oleh umat islam tetapi mereka tidak menggunakan rukh keislaman untuk bekerja sering tidak jujur,menyuap,culas,dan menindas ,Para dai sampai berbusa mulutnya berda’wah dia tidak bisa menghentikan kemunkaran,karena hidupnya tidak menjadi tauladan,Para ustaj yang tampil dilayar Televisi bahkan ada yang menjadi bahan komoditi perdagangan sehingga sering kali menyebarkan syirik bermain mendekati hantu semua itu semata-mata demi uang ,tidak menjadi tuntunan tetapi menjadi tontonan belaka yang cenderung melucu dan menyesatkan, orang pergi Haji di Indonesia semakin banyak tetapi manifestasi kontribusi orang –orang yang berhaji setelah pulang ke tanah air tidak bisa merubah tatanan social ,Nabi Musa berceloteh ontanya ikut naik haji pulangnya tetap saja menjadi seekor onta . Di Indonesia untuk berangkat haji sekarang ini harus menunggu  10 - 13 tahun,demikian banyaknya orang Indonesia yang ingin pergi haji tetapi yang korupsi makin menjadi-jadi,bahkan Alqur’an, dana haji dikorupsi,tidak puas dengan itu orang bisa menipu rakyat dengan pergi ke tanah suci untuk mendapatkan suara rakyat untuk memilih dirinya,berlaga umroh mirif seperti orang alim yang baru saja dibaiat,tetapi setelah terpilih dia malah menyakiti rakyat.Khotib mengajak marilah dimanapun kita berada, bekerja dan berislam dengan keikhlasan,menyusun kekuatan untuk kemenangan ajaran islam
Hadirin Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah, اللهُ اَكْبَر (3×)
Ketiga  kesuksesan hanya didapatkan dengan ketaatan pada Allah SWT,walaupun Nabi Ibrahim harus mengorbankan Nyawa,menghadapi tantangan yang luar biasa hingga dijuluki keluarga majnun (gila),sebagaimana Nabi Muhammad yang hadir menegakan islam ,oleh masyarakatnya dianggap sebagai orang yang aneh dan majnun(tidak waras),tetapi mereka tetap istiqomah melaksanakan perintah Allah. Ketaatan pada Allah diatas segala kepatuhan apapun di dunia inilah kunci kesuksesan umat islam terdahulu mengapa kita tak mau belajar akan hal tersebut ? Diantara kita sering lebih patuh pada pimpinan dibandingkan dengan Allah,dipanggil Allah dengan azan kita tak mau bersegera mendatangi masjid,diperintahkan Allah untuk taat pada Allah tetapi kita lebih takut pada pimpinan , sebaiknya  kalaupun kita harus patuh pada pimpinan maka patuh kita itu karena Allah  SWT karena pimpinan tersebut menegakan kebenaran dan mengajak kepada kebenaran . “ Dalam sebuah Hadits Dari Thariq bin Shihab Rosululullah bersabda  ; Ada seorang laki-laki masuk surga karena gara-gara lalat dan ada seorang laki-laki masuk Neraka karena gara-gara lalat ,Mengapa ? ada dua lelaki yang melewati suatu kaum yang memiliki  berhala ,tidak seorangpun yang boleh melewati daerah itu kecuali dia berkorban (memberi sesaji) untuk berhala tersebut. Merekapun mengatakan kepada dua lelaki itu ,berkorbanlah ? dia menjawab; saya tak punya apa-apa ! untuk dikorbankan,lalu diperintahkan kembali berkorbanlah walaupun hanya dengan seekor lalat,sehingga mereka pun memperbolehkan salah satu lelaki itu untuk meneruskan perjalanan karena itulah dia masuk neraka, merekapun memerintahkan kepada salah seorang lelaki sesudahnya ; berkorbanlah ? ia menjawab ; tidak pantas bagiku berkorban untuk sesuatu selain Allah Azza wa jala,akhirnya merekapun memenggal leher lelaki itu,karena itulah ia masuk surge”.
Bandingkan dengan  kejadian yang dekat dengan kehidupan kita  sehari-hari, bagaimana orang yang ketakutan hidup dan kinerjanya kalau tidak berkorban upeti untuk pimpinannya ? Uang BOS ( Bantuan operasional Sekolah ) yang diperuntukan untuk membiayai operasional di sekolah milik siswa sebagai anggota masyarakat banyak yang menyunatnya  dan dia setorkan pada pimpinanya,  dia tidak akan naik pangkat dan jabatan jika tidak menyetorkan atau mengorbankan uang BOS kepada pimpinannya padahal uang itu adalah amanat yang harus digunakan untuk pendidikan dan ternyata orang tak berani melewati jalan yang lurus,begitu banyak orang yang selalu menghianati teman-temannya,merusak system kerja,menjadi orang yang oportunis,pemuja kepentingan dia bekerja ,ber islam hanya mau berkorban pikiran dan tenaga kalau ada kepentingan sehingga tidak lagi ada kerjasama yang baik. Dalam sebuah hadits Nabi mengatakan :
 Dari Abu Hurairah, rasulullah SAW bersabda : ” Sesungguhnya Allah SWT berfirman : ’ Aku pihak ketiga dari dua orang yang bersyarikat selama salah satunya tidak menghianati temannya,” (H.R. Abu Dawud No. 2936, dalam kitab Al Buyu dan Hakim).
Dari Hadits tersebut jelas sekali bahwa perusak system kehidupan adalah adanya orang-orang yang menjadi pemuja kepentingan karena dia selalu berada di atas kepentingannya bukan aturan dan etika kerja,karena Allah ada pada orang berikut diantara orang-orang yang bersyarikat artinya jika jika ada orang yang cari muka,jika orang bekerja hanya ingin mendapatkan perhatian dari atasannya dengan harapan dia dapat jabatan tertentu atau jabatannya tetap aman,bukan niat yang tulus bekerja dengan jujur karena perintah Allah ,dan jika ada orang yang tidak mengikuti prosedur serta aturan maka Allah tidak akan ada di situ karena itu kehancuran pasti akan datang pada sebuah keluarga ,kelembagaan atau sebuah sistem
Khotib mengajak Marilah kita mengikuti aturan Allah,marilah kita ingat kembali tentang Pengorbanan  Nabi Ibrahim ketika diperintahkan oleh Allah SWT untuk menempatkan istrinya Hajar bersama Nabi Ismail putranya  disuatu lembah yang tandus, gersang,sunyi, tidak tumbuh sebatang pohon pun.Tapi baik Nabi Ibrahim, maupun istrinya Siti Hajar, menerima perintah itu dengan ikhlas dan penuh tawakkal.
Ketika Siti Hajar tidak bisa menyusui Ismail karena kehabisan air minum, beliau mencari air sambil lari-lari kecil  antara bukit Sofa dan Marwah sebanyak 7 kali peristiwa inilah yang diabadikan dengan proses ibadah Haji yang disebut dengan Sai. Tiba-tiba Allah mengutus malaikat jibril membuat mata air Zam Zam. Siti Hajar dan Nabi Ismail memperoleh sumber kehidupan.
Sekarang ini lembah yang dulunya gersang itu, mempunyai persediaan air yang melimpah-limpah.Datanglah rejeki dari berbagai penjuru, dan makmurlah tempat sekitarnya. hingga saat ini tempat tersebut terkenal dengan kota mekkah, yang aman dan makmur,terwujudnya kota tersebut karena ketaatan dan keteguhan Nabi Ibrahim dan keluarganya. Allah melukiskan dalam Al-Qur’an  Surat Al baqoroh ayat 126 :
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَـَذَا بَلَداً آمِناً وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdo’a: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, sebagai negeri yang aman sentosa dan berikanlah rizki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kiamat.” (QS Al-Baqarah: 126)
Mampukah kita mewujudkan masyarakat islam ? Benarkah kita beriman dan berislam secara totalitas ? ternyata kita lebih banyak mementingkan diri sendiri,jangankan untuk membentuk masyarakat seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim membentuk kekuatan Islam pada lini-lini kehidupan yang kecil saja, kita belum mampu.
Hadirin Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah, اللهُ اَكْبَر (3×)
Khotib mengajak marilah kita hidup bersama, menghadapi ujian-ujian hidup secara bersama-sama sebab ujian-ujian dan kelemahan umat islam itu harus kita hadapi dengan langkah-langkah konkrit berupa penataan dan peran umat islam lebih dioptimalkan , sekecil apapun sebaiknya umat islam memiliki kekuasaan
Pertama kekuasaan dalam bidang ekonomi, mengapa kita harus menguasai bidang ekonomi ? karena umat islam hanya mampu mendapatkan harga diri jika tidak menjadi penerima bantuan tapi menjadi pemberi bantuan, lihatlah ekonomi dan brand kapitalis, pedagang retail sampai ke gang-gang kecil menguasai umat islam,karena mereka kompak,mereka memiliki kekuasaan ekonomi yang terpusat dalam skala dunia, saling substitusi saling memberi dan menerima dalam perdagangan,kita dalam berdagang ada teman kita yang mendirikan usaha ekonomi malah kita saling menyerang dan bertikai, Khotib mengajak marilah ita perkuat ekonomi kita, ajaklah teman-teman kita yang belum dan sudah memiliki usaha untuk saling mendukung dan saling kerjasama bukan saling usik, marilah kita budayakan makanan –makanan khas local untuk kita produksi dan konsumsi dan sedapat mungkin kita menghentikan makanan pakaian dan produk-produk brand luar negeri,warung-warung dan kios-kios milik umat islam diberdayakan,Marilah kita bentuk koperasi  agar kita memiliki jaringan kerja yang nyambung antara yang satu dengan yang lainnya saling mendukung dan koperasi sebagai pengendalinya,Marilah kita mendukung dan membentuk ekonomi syariah,agar terhindar dari riba
Kedua kekuasaan dalam bidang pendidikan, lembaga-lembaga pendidikan harusnya dipimpin oleh orang islam yang istiqomah, karena melalui lembaga-lembaga pendidikanlah kita dapat mencetak kader-kader islam yang militant yang dapat menegakan islam oleh sebab itu kita harus memiliki pemimpin atau  kepala sekolah di lembaga pendidikan adalah pemimpin yang kuat,yang mempunyai visi yang jelas,yang menguasai medan wilayah,dan lembaga pendidikan apapun statusnya harusnya orang islamlah yang tampil memimpin menjadi tauladan,dan menegakan panji-panji islam

Ketiga  sekecil apapun sebaiknya kita memiliki kekuasaan dalam bidang politik dan pemerintahan,sekalipun kita punya kekuasaan di wilayah yang kecil se level RT sekalipun sebaiknya umat islam tampil,menerapkan peraturan yang mengacu pada aturan Allah,umat islam sejatinya harus punya perwakilan di Dewan Perwakilan Rakyat karena di situlah peraturan dapat dibuat dan ditegakkan oleh sebab itu umat islam harus kompak menyiapkan hal tersebut ,janganlah mau dijadikan obyek,diberikan uang untuk memilih pemimpin yang tidak islami maka sang tokohpun harusnya dikondisikan oleh umat islam dibuatkan kontrak politik dan ketika sudah terpilih dia harus mau membela kepentingan umat islam Bila hal-hal tersebut tadi umat islam tidak memilikinya jangan mimpi akan menjadi umat yang tinggi derajatnya, karena Rosulullah memiliki ketiga hal tersebut dalam bidang ekonomi dia adalah seorang Pedagang yang ulung,dalam bidang pendidikan dia adalah seorang Guru/penda’wah yang bijak dan dalam bidang politik Rosulullah adalah seorang negarawan karismatik sehingga ajaran islam mampu  menembus lini-lini kehidupan dunia yang sejahtera,hidup dalam lindunganAllah,SWT.Allah berfirmandalamSuratAl-Arraaf96:

} وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى ءَامَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَاْلأَرْضِ وَلَكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ {96}
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. 7:96)


Akhirnya marilah kita berdoa kepada Allah semoga Allah membimbing kia semua dan berada di jalan yang lurus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar