Kamis, 04 September 2014

Pemuja Kepentingan(Oportunis)



Pemuja Kepentingan (Oportunisme)
Oleh : Yusup. S.Pd. MM

} قُلْ أَتُحَآجُّونَنَا فِي اللهِ وَهُوَ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ وَلَنَآ أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُخْلِصُونَ {139}
Katakanlah:"Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Rabb Kami dan Rabb Kamu;bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya mengikhlaskan hati, (QS. 2:139)

} لَوْ أَرَدْنَآ أَن نَّتَّخِذَ لَهْوًا لاتَّخَذْنَاهُ مِن لَّدُنَّآ إِن كُنَّا فَاعِلِينَ {17} بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهُ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌ وَلَكُمُ الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُونَ {18}
Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan(isteri dan anak), tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian,(tentulah Kami telah melakukannya). (QS. 21:17)
Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang bathil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang bathil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensipati (Allah dengan sifat-sifat yang tak layak bagi-Nya). (QS. 21:18)


Hadrin sidang sholat jum’at Rokhimakumullah
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Illahi Robi yang mana telah memberikan kita nikmat,diantaranya nikmat iman nikmat islam dan nikmat yang tidak kalah pentingnya ialah nikmat sehat,sholawat dan salam marilah kita sampaikan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW ,selaku khotib saya berpesan pada diri saya dan hadirin sekalian marilah kita tingkatkan ketakwaan pada Allah SWT
Hadirin sidang sholat Jumat Rokhimakumullah
Banyak diantara umat islam terjebak pada konflik kepentingan yang seharusnya itu tidak perlu terjadi karena seharusnya kepentingan umat islam itu sama,dan kepentingan umat islam itu semestinya satu yaitu mencapai ridho Allah secara bersama sama atau secara berjamaah ingatlah dalam surat Al fatiha iya ka na bu du wa iya ka na sta’in  hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan akan tetapi setelah beranjak dari sholat seolah-olah umat islam telah selesai ber Tuhan. Allah tak dibawa lagi dalam keseharian bekerja berkomunikasi dan berinteraksi social. umat islam tidak lagi membawa ruh ketuhanan yang seharusnya mempunyai kepentingan yang sama kalau kita sedang bekerja berarti kita sedang berkomunikasi dan bekerja yang diridhoi Allah sehingga kita bekerja dan berkomunikasi tidak menyakiti orang,dan bekerja sesuai aturan,dan sesuai etika islam namun yang terjadi umat islam punya kepentingan sendiri-sendiri umat islam punya kepentingan yang berbeda-beda dan dasar yang mereka gunakan mengikuti gaya para politisi yaitu” tak ada kawan abadi yang ada kepentingan abadi “ maka akhirnya aqidah islam dilanggar seperti serakah, egois,berburuk sangka,tidak istiqomah tidak ikhlas karena Allah, menjadi pecundang penjilat,culas ,tidak jujur, baik tidak jujur curang korup atau tidak jujur dalam berkata.  Meminjam istilah bahasa italia orang yang menjadi pemuja kepentingan seperti itu disebut oportunis. Oportunisme adalah suatu aliran pemikiran yang menghendaki pemakaian kesempatan menguntungkan dengan sebaik-baiknya, hanya demi diri sendiri,dan kelompok, atau demi suatu tujuan tertentu.oportunis adalah pemuja kepentingan yang mengambil keuntungan dari keadaan yang berlaku, orang yang oportunis menggunakan alat ukur keuntungan berupa materi,dan untung rugi secara financial,mereka beorientasi pada ekonomi kapitalis dan menggunakan prisip-prinsip kebenaran bukan kebenaran Islam akan tetapi kebenaran menurut akal pikiran dan prinsip liberalis, contoh dalam memilih pemimpin yang terpenting bagi orang oportunis bagaimana ia bisa dapat jabatan apa? atau keuntungan apa? Dari orang yang ia ingin dekati atau dia hubungi yaitu keuntungan yang ia inginkan secara materil , bila berhubungan dengan pemimpin : pemuja kepentingan menginginkan dari calon pemimpin itu bukan karena calon pemimpin itu  bisa menjaga aqidah islam ! Bukan karena pemimpin itu dapat menciptakan ketenangan,keharmonisan,kesejahteraan dalam memajukan masyarakat.tetapi yang dia inginkan ia dapat jabatan apa atau materi apa dari pimpinan itu , mereka tidak ikhlas dalam berteman bekerja dan berorganisasi,mereka tidak ikhlas dalam memilih pemimpin

Marilah kita perhatikan Firman Allah dalam Surat Al Baqoroh ayat 139
} قُلْ أَتُحَآجُّونَنَا فِي اللهِ وَهُوَ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ وَلَنَآ أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُخْلِصُونَ {139}
Katakanlah:"Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Rabb Kami dan Rabb Kamu;bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya mengikhlaskan hati, (QS. 2:139)

Marilah kita perhatikan sikap Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad merupakan seorang yang amat sopan bertutur kata, jujur, tidak pernah berdusta, serta luhur budi pekertinya. Hal inilah yang membuat kita mengagumi Nabi Muhammad. Dia adalah figur pembangun peradaban dunia. Dia tidak memuja kepentingannya sendiri dia ikhlas semata-mata untuk kepentingan Allah semata- mata Rasulullah mempunyai perilaku dan akhlak yang sangat mulia terhadap sesama manusia, khususnya terhadap umatnya tanpa membedakan atau memandang seseorang dari status sosial, jabatan atau pangkat, warna kulit, suku bangsa, atau golongan.
Beliau selalu berbuat baik kepada siapa saja, bahkan kepada orang jahat  Dalam Alquran, beliau disebut sebagai manusia yang memiliki akhlak yang paling agung
Jika satu urusan diserahkan kepadanya, niscaya orang percaya bahwa urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Penduduk Makkah memberi gelaran kepada Nabi Muhammad dengan gelaran “Al-Amin” yang dimaksud “tepercaya”, jauh sebelum beliau diangkat jadi seorang Rasul. Apa pun yang beliau ucapkan, dipercayai dan diyakini pendudukMakkah.
 Hadirin siding sholat jum’at Rokhimakumullah…..
Coalah kita perhatikan bagaimana umat islam terjebak pada konflik kepentingan? orang-orang yang menjadi pemuja kepentingan pada politisi tingkat Nasional karena mereka beranggapan mereka akan beruntung berkoalisi dengan partai lain mereka tak peduli dengan umat islam dan rakyat. apakah partai lain itu terjerat system kapitalis yang menguasai ekonomi Indonesia? yang menyengsarakan rakyat dia tidak peduli,yang dia tau dia akan mendapatkan jabatan dari kerjasamanya itu dia tidak peduli aqidah islam tergadaikan,alam Indonesia terjual,tergadaikan dia tidak peduli dia adalah pemuja kepentingan (oportunis) dia tidak tau kalau Allah maha berkehendak,maha pemberi balasan yang setimpal.
Hadirin siding sholat jum’at Rokhimakumullah
Dalam kehidupan yang dekat dengan kehidupan kita  ilustrasi para pemuja kepentingan contoh : Seorang kepala sekolah dalam bekerja dia melepaskan Tuhannya,ia melepaskan visinya memajukan sekolahnya,yang ia pakai kepentingan-kepentingan apakah kepentingan individu atau kepentingan para kroninya misalkan : seorang guru ia tak lagi memikirkan bagaimana muridnya di dalam kelas bisa cerdas,dan berakhlaq,tidak lagi memikirkan bagaimana dia mengajar berkwalitas,atau tidak yang penting dia sudah absen,yang penting pimpinannya sudah melihatnya karena sang guru tersebut sudah hadir,ia adalah pemuja kepentingan ( oportunisme), seorang guru yang bermental oportunis tak peduli lagi muridnya mengerjakan sholat dengan memenuhi kafiat atau tidak dia tidak peduli,memang ia sholat tapi ia sholat untuk dirinya dia tidak pernah memikirkan sholat muridnya karena tanggung jawab itu yang lihat hanya Allah sedangkan pimpinannya tidak melihatnya. Bagi orang oportunis “No problem” tidak masalah mau murid cerdas atau tidak, jadi sang guru tadi memperbaiki akhlaq siswa,memperbaiki sholat siswa karena manusia atau karena kepentingan bukankah bisa disimpulkan guru tersebut Tuhannya adalah kepentingan atau hawa nafsu atau Bisa dikatakan sang Guru tadi Tuhannya adalah pimpinannya bukan Allah. Dan yang menyedihkan ada pimpinanya salah dia tutupi pimpinannya salah ia benarkan,ia tak berani mengkritisi karena ia takut kehilangan jabatannya, bahkan tugas-tugas da’wahnyapun sedikit demi sedikit mulai ditinggalkannya karena ia sudah dapat jabatan itu ! inilah sang pemuja kepentingan(oportunis), kemudian dengan temanpun ia tinggalkan tak mau lagi berkomunikasi dengan akrab,bahasanya pun mulai kasar cenderung merendahkan tidak menghargai ,bahasanyapun tak terdengar manis dan tak ramah lagi,dia juga tak ingin lagi bekerja sama bahkan jika perlu dia kucilkan temannya tadi karena dia perkirakan temannya itu tidak menguntungkan dia.Kemudian bisa jadi temannyapun dia fitnah karena dia tau temannya itu tak akan menguntungkannya secara jabatan atau materi  dialah sang pemuja kepentingan(oportunis)
Hadirin sidang sholat jum’at Rokhimakumullah….
 Berdasarkan hemat khotib inilah  kelemahan umat islam di setiap lini kehidupan sehingga umat islam tidak punya kemandirian umat islam tidak punya kekompakan tidak seiring sejalan ,kalau sudah terjadi konflik kepentingan pasti tak akan ada lagi suasana kondusif yang menentramkan tak akan ada lagi kekompakan untuk memajukan sekolah atau umat. Inilah kelemahan umat islam   baik yang berada di dekat dengan kehidupan kita apalagi umat islam di tingkat Nasional, Para pemuja kepentingan,pemuja kepentingan individu atau pemuja  kepentingan kelompok berkata : kita tak perlu calon pemimpin yang cerdas dan professional,yang penting mereka mau bekerja,dan bekerja sama dengan kita ,inilah konsep sang pemuja kepentingan.
Hadirin sidang sholat jum’at Rokhimakumullah.
Marilah kita tengok pemilihan presiden tahun 2009 pada 5 tahun yang lalu aspirasi umat islam yaitu rakyat Indonesia yang berkemajukan di gilas habis oleh dominasi neoliberalisme kapitalis,calon presiden yang sudah tumbuh mengakar,,membela rakyat nasionalis,dan islamis tak dipilih rakyat seseorang yang jadi pemimpin berasal dari komunitas mayoritas adalah sunatullah. Dalam konteks Negara Indonesia adalah seseorang yang beragama islamlah yang sangat berhak menjadi pemimpin bangsa ini dalam tanda kutif tokoh tersebut yang dalam pengertian bersystem islam atau tokoh yang berpihak pada islam bukanlah tokoh yang berpredikat sebagi orang islam tetapi prilakunya mendukung kapitalis,mendukung kedzoliman demi kepentingan Negara asing, akan tetapi tokoh islam atau sang tokoh yang sudah lama membela masyarakat konsen membela kebenaran tokoh islam inilah yang harusnya jadi pemimpin yang menjadi dominasi,tetapi tahun 2009 dia menggunakan analogi siapa yang berkeringat ? dialah yang harus mendapatkan kekuasaan lalu team suksesnyalah yang dia rekrut semuanya menjadi pejabat padahal orang yang professional,yang komitmen,istiqomah,yang mengakar yang sudah lama tumbuh menjadi ahli dibidangnya  banyak sekali apakah Indonesia Cuma miliknya?  padahal umat islam ini bukan hanya berkeringat tapi berdarah-darah untuk Indonesia,para Kiai ulama para dai juru da’wah dia banting tulang membuat konsep tanpa pamrih,dia diterima banyak kalangan tetapi orang2 oportunis menggilas habis untuk kelompokya yang diutamakan.
Hadirin sidang sholat Jum’at Rokhimakumullah
Asfirasi umat islam yang selama ini terabaikan memang karena kesalahan umat islam itu sendiri,dalam demokrasi yang berlalu di Indonesia umat islam yang menjadi mayoritas mestinya menyalurkan aspirasinya pada partai(kelompok) islam, pada kenyataannya justru sebaliknya karena partai-partai islamnyapun belum bersipat substansif tapi simbolik bahkan yang sudah berjaya lupa diri dan korupsi mereka tak jauh berbeda dengan politikus sekuler,umat kecewa,sehingga terjadi siapa yang kuat dialah yang menang tepat sekali dengan teori darwinisme yang merupakan defrensiasi (turunan) dari oportunisme tadi(pemuja kepentingan).Jika begini umat islam tak akan pernah maju mengapa ? karena dominasi itu hanya bisa dilawan dengan dominasi.Jika kapitalis liberalis mendominasi umat islam di Indonesia dan umat islam malah menjadi obyek penderita,hanya menjadi pengikut yang global,bahkan cenderung terpecah belah maka kita tak akan bisa bersatu mensejahterakan umat dan bangsa Indonesia sendiri.ironi sekali mayoritas yang termarginalkan,Ironi sekali yang buruk yang berkuasa,ironi sekali ada perubahan tetapi lebih buruk inilah korban-korban kemunafikan,inilah korban-korban pemuja kepentingan
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Dalam berorganisasi baik organisasi masa,organisasi profesional,organisasi islam akan terdapat orang –orang oportunis .calon-calon pengurus yang diinginkan bisa dibentuk,model pemilihan bisa direkayasa agar konstituen para pemuja kepentingan bisa terpilih,dan orang-orang yang tak diinginkan bisa dicar-cari kesalahan dan kekurangannya, para pemuja kepentingan sangat menuhankan tokoh jika sang tokoh tidak hadir dalam sebuah kegiatan maka sang anak buahnya tak akan membiayai teman-temannya yang akan berjuang di jalan Alllah dan tak akan memperdulikan pegawai atau anggotanya karena bagi dirinya yang penting pimpinanya melihatnya atau tidak sedangkan temannya yang se level atau dibawah levelnya dia tak pedulikan orang- orang oportunis tidak tau kalau ada Allah yang melihat dan akan memperhitungkannya
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Jika terjadi konflik kepentingan orang2 oportunis berkata saya kan cuma mengikuti pimpinan sama sekali tidak ada niat untuk bertikai, inilah yang tidak benar harusnya orang bekerja dan bersikap itu bukan karena pimpinan ,yang benar kita sedang mengikuti peraturan yang sudah disepakati atau peraturan yang berlaku dengan demikian kalau kemauan pimpinan tidak sesuai dengan peraturan kita wajib tidak mengikuti apalagi kemauan pimpinan merugikan orang banyak ingatlah Surat Al Qur’an yang mengatakan a ti u allaha wa a ti u rosuul  wa u lil amri mienkuum ....Taati Allah ,taati Rosul dan ulil amri kata a ti u tidak disertai untuk kata ulil amri artinya taat pada pimpinan tidak bersipat mutlak
Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Solusinya agar umat islam tidak berada pada kondisi oportunis pemuja kepentingan yang mengakibatkan konflik kepentingan dikalangan umat islam secara terus menerus yaitu :
1.Hidup tulus ikhlas ; orang yang ikhlas bukan karena kepentingan dia berani mengatakan yang benar itu benar walaupun itu keluar dari mulut orang yang menjadi musuhnya sekalipun (u njur man ko la wa la tan jur man ko la)
2.berakhlaq  : orang yang bertuhankan Allah dia tidak akan memuja kepentingan oleh sebab itu hidupnya selaluu berakhlaq baik dengan orang tidak menyakiti tidak menjilat karena dia berprilaku baik atas dasar perintah Allah bukan cari muka
3.melahirkan tokoh yang kuat   : hendaklah umat islam satu perintah satu arah satu kepentingan,satu visi oleh sebab itu harus ada orang yang dapat mengendalikan ini dalam sebuah komunitas islam maka kita membutuhkan pemimpin yang kuat
4.bersatu  : bersatu bekerja sama bukan atas dasar kepentingan-kepentingan tetapi atas dasar tujuan-tujuan yang sudah disepakati atau tujuan-tujuan berdasarkan Alquran dan Hadits dengan demikian kita bersatu bekerja sama ada keikhlasan bukan paksaan dan tekanan
5.berpikir lurus bukan pragmatis  : setiap amal/perbuatan atas dasar niat yang lurus karena Allah

Barokallahu li wa lakum..........................    



Khutnah ke 2
Hadirin sidang sholat jumat rokhimakumullah
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Illahi Robi yang mana telah memberikan kita nikmat,diantaranya nikmat iman nikmat islam dan nikmat yang tidak kalah pentingnya ialah nikmat sehat,sholawat dan salam marilah kita sampaikan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW  marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT
Menghadapi kehidupan yang penuh tantangan ini marilah kita mempersiapkan diri untuk menghadapinya dengan terlebih dahulu membersihkan diri kita dari sifat-sifat buruk,menahan nafsu,egois,memuja kepentingan (oportunis) dan hal-hal yang bersipat buruk lainnya ,selanjutnya marilah kita berdoa kepada Allah SWT semoga Kita berada di jalan yang lurus..........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar