Pemuja
Kepentingan (Oportunisme)
Oleh : Yusup. S.Pd. MM
} قُلْ أَتُحَآجُّونَنَا فِي اللهِ
وَهُوَ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ وَلَنَآ أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ
وَنَحْنُ لَهُ مُخْلِصُونَ {139}
Katakanlah:"Apakah
kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Rabb Kami dan
Rabb Kamu;bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya
mengikhlaskan hati, (QS. 2:139)
} لَوْ أَرَدْنَآ أَن نَّتَّخِذَ
لَهْوًا لاتَّخَذْنَاهُ مِن لَّدُنَّآ إِن كُنَّا فَاعِلِينَ {17} بَلْ نَقْذِفُ
بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهُ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌ وَلَكُمُ
الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُونَ {18}
Sekiranya Kami hendak
membuat sesuatu permainan(isteri dan anak), tentulah Kami membuatnya dari sisi
Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian,(tentulah Kami telah melakukannya).
(QS. 21:17)
Sebenarnya Kami
melontarkan yang hak kepada yang bathil lalu yang hak itu menghancurkannya,
maka dengan serta merta yang bathil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu
disebabkan kamu mensipati (Allah dengan sifat-sifat yang tak layak bagi-Nya).
(QS. 21:18)
Hadrin
sidang sholat jum’at Rokhimakumullah
Marilah kita panjatkan
puji dan syukur kehadirat Illahi Robi yang mana telah memberikan kita
nikmat,diantaranya nikmat iman nikmat islam dan nikmat yang tidak kalah
pentingnya ialah nikmat sehat,sholawat dan salam marilah kita sampaikan pada
junjungan kita Nabi Muhammad SAW ,selaku khotib saya berpesan pada diri saya
dan hadirin sekalian marilah kita tingkatkan ketakwaan pada Allah SWT
Hadirin sidang sholat
Jumat Rokhimakumullah
Banyak diantara
umat islam terjebak pada konflik kepentingan yang seharusnya itu tidak perlu
terjadi karena seharusnya kepentingan umat islam itu sama,dan kepentingan umat
islam itu semestinya satu yaitu mencapai ridho Allah secara bersama sama atau
secara berjamaah ingatlah dalam surat Al fatiha iya ka na bu du wa iya ka na
sta’in hanya kepadaMu kami menyembah dan
hanya kepadaMu kami memohon pertolongan akan tetapi setelah beranjak dari
sholat seolah-olah umat islam telah selesai ber Tuhan. Allah tak dibawa lagi
dalam keseharian bekerja berkomunikasi dan berinteraksi social. umat islam
tidak lagi membawa ruh ketuhanan yang seharusnya mempunyai kepentingan yang
sama kalau kita sedang bekerja berarti kita sedang berkomunikasi dan bekerja
yang diridhoi Allah sehingga kita bekerja dan berkomunikasi tidak menyakiti
orang,dan bekerja sesuai aturan,dan sesuai etika islam namun yang terjadi umat
islam punya kepentingan sendiri-sendiri umat islam punya kepentingan yang
berbeda-beda dan dasar yang mereka gunakan mengikuti gaya para politisi yaitu”
tak ada kawan abadi yang ada kepentingan abadi “ maka akhirnya aqidah islam
dilanggar seperti serakah, egois,berburuk sangka,tidak istiqomah tidak ikhlas
karena Allah, menjadi pecundang penjilat,culas ,tidak jujur, baik tidak jujur
curang korup atau tidak jujur dalam berkata. Meminjam istilah bahasa italia orang yang
menjadi pemuja kepentingan seperti itu disebut oportunis. Oportunisme adalah suatu aliran pemikiran yang
menghendaki pemakaian kesempatan
menguntungkan dengan sebaik-baiknya, hanya demi diri sendiri,dan kelompok, atau demi suatu tujuan
tertentu.oportunis adalah pemuja kepentingan yang mengambil keuntungan dari
keadaan yang berlaku, orang yang oportunis menggunakan alat ukur keuntungan
berupa materi,dan untung rugi secara financial,mereka beorientasi pada ekonomi
kapitalis dan menggunakan prisip-prinsip kebenaran bukan kebenaran Islam akan
tetapi kebenaran menurut akal pikiran dan prinsip liberalis, contoh dalam
memilih pemimpin yang terpenting bagi orang oportunis bagaimana ia bisa dapat
jabatan apa? atau keuntungan apa? Dari orang yang ia ingin dekati atau dia
hubungi yaitu keuntungan yang ia inginkan secara materil , bila berhubungan dengan pemimpin : pemuja
kepentingan menginginkan dari calon pemimpin itu bukan karena calon pemimpin
itu bisa menjaga aqidah islam ! Bukan
karena pemimpin itu dapat menciptakan ketenangan,keharmonisan,kesejahteraan
dalam memajukan masyarakat.tetapi yang dia inginkan ia dapat jabatan apa atau
materi apa dari pimpinan itu , mereka tidak ikhlas dalam berteman bekerja dan
berorganisasi,mereka tidak ikhlas dalam memilih pemimpin
Marilah kita perhatikan
Firman Allah dalam Surat Al Baqoroh ayat 139
} قُلْ أَتُحَآجُّونَنَا فِي اللهِ
وَهُوَ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ وَلَنَآ أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ وَنَحْنُ
لَهُ مُخْلِصُونَ {139}
Katakanlah:"Apakah
kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Rabb Kami dan
Rabb Kamu;bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya
mengikhlaskan hati, (QS. 2:139)
Marilah kita perhatikan
sikap Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad merupakan seorang yang
amat sopan bertutur kata, jujur, tidak pernah berdusta, serta luhur budi
pekertinya. Hal inilah yang membuat kita mengagumi Nabi Muhammad. Dia adalah
figur pembangun peradaban dunia. Dia tidak memuja kepentingannya sendiri dia
ikhlas semata-mata untuk kepentingan Allah semata- mata Rasulullah mempunyai
perilaku dan akhlak yang sangat mulia terhadap sesama manusia, khususnya
terhadap umatnya tanpa membedakan atau memandang seseorang dari status sosial,
jabatan atau pangkat, warna kulit, suku bangsa, atau golongan.
Beliau selalu berbuat baik kepada siapa saja, bahkan kepada orang jahat Dalam Alquran, beliau disebut sebagai manusia yang memiliki akhlak yang paling agung
Beliau selalu berbuat baik kepada siapa saja, bahkan kepada orang jahat Dalam Alquran, beliau disebut sebagai manusia yang memiliki akhlak yang paling agung
Jika satu urusan diserahkan
kepadanya, niscaya orang percaya bahwa urusan itu akan dilaksanakan dengan
sebaik-baiknya. Penduduk Makkah memberi gelaran kepada Nabi Muhammad dengan
gelaran “Al-Amin” yang dimaksud “tepercaya”, jauh sebelum beliau diangkat jadi
seorang Rasul. Apa pun yang beliau ucapkan, dipercayai dan diyakini
pendudukMakkah.
Hadirin siding sholat jum’at
Rokhimakumullah…..
Coalah kita perhatikan bagaimana umat
islam terjebak pada konflik kepentingan? orang-orang yang menjadi pemuja
kepentingan pada politisi tingkat Nasional karena mereka beranggapan mereka
akan beruntung berkoalisi dengan partai lain mereka tak peduli dengan umat
islam dan rakyat. apakah partai lain itu terjerat system kapitalis yang
menguasai ekonomi Indonesia? yang menyengsarakan rakyat dia tidak peduli,yang
dia tau dia akan mendapatkan jabatan dari kerjasamanya itu dia tidak peduli
aqidah islam tergadaikan,alam Indonesia terjual,tergadaikan dia tidak peduli
dia adalah pemuja kepentingan (oportunis) dia tidak tau kalau Allah maha
berkehendak,maha pemberi balasan yang setimpal.
Hadirin siding sholat jum’at
Rokhimakumullah
Dalam kehidupan yang dekat dengan
kehidupan kita ilustrasi para pemuja
kepentingan contoh : Seorang kepala sekolah dalam bekerja dia melepaskan Tuhannya,ia
melepaskan visinya memajukan sekolahnya,yang ia pakai kepentingan-kepentingan apakah
kepentingan individu atau kepentingan para kroninya misalkan : seorang guru ia tak
lagi memikirkan bagaimana muridnya di dalam kelas bisa cerdas,dan
berakhlaq,tidak lagi memikirkan bagaimana dia mengajar berkwalitas,atau tidak
yang penting dia sudah absen,yang penting pimpinannya sudah melihatnya karena
sang guru tersebut sudah hadir,ia adalah pemuja kepentingan ( oportunisme),
seorang guru yang bermental oportunis tak peduli lagi muridnya mengerjakan
sholat dengan memenuhi kafiat atau tidak dia tidak peduli,memang ia sholat tapi
ia sholat untuk dirinya dia tidak pernah memikirkan sholat muridnya karena
tanggung jawab itu yang lihat hanya Allah sedangkan pimpinannya tidak
melihatnya. Bagi orang oportunis “No problem” tidak masalah mau murid cerdas
atau tidak, jadi sang guru tadi memperbaiki akhlaq siswa,memperbaiki sholat
siswa karena manusia atau karena kepentingan bukankah bisa disimpulkan guru
tersebut Tuhannya adalah kepentingan atau hawa nafsu atau Bisa dikatakan sang
Guru tadi Tuhannya adalah pimpinannya bukan Allah. Dan yang menyedihkan ada
pimpinanya salah dia tutupi pimpinannya salah ia benarkan,ia tak berani
mengkritisi karena ia takut kehilangan jabatannya, bahkan tugas-tugas
da’wahnyapun sedikit demi sedikit mulai ditinggalkannya karena ia sudah dapat jabatan
itu ! inilah sang pemuja kepentingan(oportunis), kemudian dengan temanpun ia
tinggalkan tak mau lagi berkomunikasi dengan akrab,bahasanya pun mulai kasar
cenderung merendahkan tidak menghargai ,bahasanyapun tak terdengar manis dan
tak ramah lagi,dia juga tak ingin lagi bekerja sama bahkan jika perlu dia
kucilkan temannya tadi karena dia perkirakan temannya itu tidak menguntungkan
dia.Kemudian bisa jadi temannyapun dia fitnah karena dia tau temannya itu tak
akan menguntungkannya secara jabatan atau materi dialah sang pemuja kepentingan(oportunis)
Hadirin sidang sholat jum’at
Rokhimakumullah….
Berdasarkan hemat khotib inilah kelemahan umat islam di setiap lini kehidupan
sehingga umat islam tidak punya kemandirian umat islam tidak punya kekompakan
tidak seiring sejalan ,kalau sudah terjadi konflik kepentingan pasti tak akan ada
lagi suasana kondusif yang menentramkan tak akan ada lagi kekompakan untuk
memajukan sekolah atau umat. Inilah kelemahan umat islam baik
yang berada di dekat dengan kehidupan kita apalagi umat islam di tingkat
Nasional, Para pemuja kepentingan,pemuja kepentingan individu atau pemuja kepentingan kelompok berkata : kita tak perlu
calon pemimpin yang cerdas dan professional,yang penting mereka mau bekerja,dan
bekerja sama dengan kita ,inilah konsep sang pemuja kepentingan.
Hadirin sidang sholat jum’at
Rokhimakumullah.
Marilah kita tengok pemilihan
presiden tahun 2009 pada 5 tahun yang lalu aspirasi umat islam yaitu rakyat
Indonesia yang berkemajukan di gilas habis oleh dominasi neoliberalisme kapitalis,calon
presiden yang sudah tumbuh mengakar,,membela rakyat nasionalis,dan islamis tak
dipilih rakyat seseorang yang jadi pemimpin berasal dari komunitas mayoritas
adalah sunatullah. Dalam konteks Negara Indonesia adalah seseorang yang
beragama islamlah yang sangat berhak menjadi pemimpin bangsa ini dalam tanda
kutif tokoh tersebut yang dalam pengertian bersystem islam atau tokoh yang
berpihak pada islam bukanlah tokoh yang berpredikat sebagi orang islam tetapi
prilakunya mendukung kapitalis,mendukung kedzoliman demi kepentingan Negara
asing, akan tetapi tokoh islam atau sang tokoh yang sudah lama membela
masyarakat konsen membela kebenaran tokoh islam inilah yang harusnya jadi
pemimpin yang menjadi dominasi,tetapi tahun 2009 dia menggunakan analogi siapa
yang berkeringat ? dialah yang harus mendapatkan kekuasaan lalu team suksesnyalah
yang dia rekrut semuanya menjadi pejabat padahal orang yang professional,yang komitmen,istiqomah,yang
mengakar yang sudah lama tumbuh menjadi ahli dibidangnya banyak sekali apakah Indonesia Cuma miliknya?
padahal umat islam ini bukan hanya
berkeringat tapi berdarah-darah untuk Indonesia,para Kiai ulama para dai juru
da’wah dia banting tulang membuat konsep tanpa pamrih,dia diterima banyak
kalangan tetapi orang2 oportunis menggilas habis untuk kelompokya yang
diutamakan.
Hadirin sidang sholat
Jum’at Rokhimakumullah
Asfirasi umat islam
yang selama ini terabaikan memang karena kesalahan umat islam itu sendiri,dalam
demokrasi yang berlalu di Indonesia umat islam yang menjadi mayoritas mestinya
menyalurkan aspirasinya pada partai(kelompok) islam, pada kenyataannya justru
sebaliknya karena partai-partai islamnyapun belum bersipat substansif tapi
simbolik bahkan yang sudah berjaya lupa diri dan korupsi mereka tak jauh
berbeda dengan politikus sekuler,umat kecewa,sehingga terjadi siapa yang kuat
dialah yang menang tepat sekali dengan teori darwinisme yang merupakan
defrensiasi (turunan) dari oportunisme tadi(pemuja kepentingan).Jika begini
umat islam tak akan pernah maju mengapa ? karena dominasi itu hanya bisa
dilawan dengan dominasi.Jika kapitalis liberalis mendominasi umat islam di
Indonesia dan umat islam malah menjadi obyek penderita,hanya menjadi pengikut
yang global,bahkan cenderung terpecah belah maka kita tak akan bisa bersatu
mensejahterakan umat dan bangsa Indonesia sendiri.ironi sekali mayoritas yang
termarginalkan,Ironi sekali yang buruk yang berkuasa,ironi sekali ada perubahan
tetapi lebih buruk inilah korban-korban kemunafikan,inilah korban-korban pemuja
kepentingan
Hadirin sidang sholat
jum’at rokhimakumullah
Dalam berorganisasi
baik organisasi masa,organisasi profesional,organisasi islam akan terdapat
orang –orang oportunis .calon-calon pengurus yang diinginkan bisa
dibentuk,model pemilihan bisa direkayasa agar konstituen para pemuja
kepentingan bisa terpilih,dan orang-orang yang tak diinginkan bisa dicar-cari
kesalahan dan kekurangannya, para pemuja kepentingan sangat menuhankan tokoh
jika sang tokoh tidak hadir dalam sebuah kegiatan maka sang anak buahnya tak
akan membiayai teman-temannya yang akan berjuang di jalan Alllah dan tak akan
memperdulikan pegawai atau anggotanya karena bagi dirinya yang penting
pimpinanya melihatnya atau tidak sedangkan temannya yang se level atau dibawah
levelnya dia tak pedulikan orang- orang oportunis tidak tau kalau ada Allah
yang melihat dan akan memperhitungkannya
Hadirin sidang sholat
jum’at rokhimakumullah
Jika terjadi konflik
kepentingan orang2 oportunis berkata saya kan cuma mengikuti pimpinan sama
sekali tidak ada niat untuk bertikai, inilah yang tidak benar harusnya orang
bekerja dan bersikap itu bukan karena pimpinan ,yang benar kita sedang
mengikuti peraturan yang sudah disepakati atau peraturan yang berlaku dengan
demikian kalau kemauan pimpinan tidak sesuai dengan peraturan kita wajib tidak
mengikuti apalagi kemauan pimpinan merugikan orang banyak ingatlah Surat Al
Qur’an yang mengatakan a ti u allaha wa a ti u rosuul wa u lil amri mienkuum ....Taati Allah ,taati
Rosul dan ulil amri kata a ti u tidak disertai untuk kata ulil amri artinya
taat pada pimpinan tidak bersipat mutlak
Hadirin sidang sholat
jum’at rokhimakumullah
Solusinya agar umat
islam tidak berada pada kondisi oportunis pemuja kepentingan yang mengakibatkan
konflik kepentingan dikalangan umat islam secara terus menerus yaitu :
1.Hidup tulus ikhlas ; orang yang ikhlas bukan karena
kepentingan dia berani mengatakan yang benar itu benar walaupun itu keluar dari
mulut orang yang menjadi musuhnya sekalipun (u njur man ko la wa la tan jur man
ko la)
2.berakhlaq : orang yang
bertuhankan Allah dia tidak akan memuja kepentingan oleh sebab itu hidupnya
selaluu berakhlaq baik dengan orang tidak menyakiti tidak menjilat karena dia
berprilaku baik atas dasar perintah Allah bukan cari muka
3.melahirkan tokoh yang kuat
: hendaklah umat islam satu perintah satu arah satu kepentingan,satu
visi oleh sebab itu harus ada orang yang dapat mengendalikan ini dalam sebuah
komunitas islam maka kita membutuhkan pemimpin yang kuat
4.bersatu : bersatu bekerja sama
bukan atas dasar kepentingan-kepentingan tetapi atas dasar tujuan-tujuan yang
sudah disepakati atau tujuan-tujuan berdasarkan Alquran dan Hadits dengan
demikian kita bersatu bekerja sama ada keikhlasan bukan paksaan dan tekanan
5.berpikir lurus bukan pragmatis : setiap amal/perbuatan atas dasar niat yang
lurus karena Allah
Barokallahu li wa
lakum..........................
Khutnah ke 2
Hadirin sidang sholat jumat rokhimakumullah
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Illahi
Robi yang mana telah memberikan kita nikmat,diantaranya nikmat iman nikmat
islam dan nikmat yang tidak kalah pentingnya ialah nikmat sehat,sholawat dan
salam marilah kita sampaikan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada
Allah SWT
Menghadapi kehidupan yang penuh tantangan ini marilah kita mempersiapkan diri untuk menghadapinya dengan terlebih dahulu
membersihkan diri kita dari sifat-sifat buruk,menahan nafsu,egois,memuja kepentingan (oportunis) dan hal-hal yang bersipat buruk lainnya ,selanjutnya marilah kita berdoa kepada Allah SWT semoga Kita berada di jalan yang lurus..........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar