Khutbah Jum’at
JALAN YANG
LURUS
Oleh : YUSUP,
S.Pd, MM.
Khutbah Pertama
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
إِنَّ
الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ
بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ
اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ
إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. قَالَ تَعَالَى
يَا
أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ
إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا
أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا
وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ
اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
} وَأَنِ اعْبُدُونِي هَذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ
{61}
Hadirin sidang
sholat jum’at rokhimakumullah……..
Marilah kita panjatkan puji dan syukur
kehadirat Illahi Robi yang mana telah memberikan kita nikmat,diantaranya nikmat
iman, nikmat islam, dan nikmat yang tidak kalah pentingnya ialah nikmat
sehat,sholawat dan salam marilah kita sampaikan pada junjungan kita Nabi
Muhammad SAW ,selaku khotib saya berpesan pada diri saya dan hadirin sekalian
marilah kita tingkatkan ketaqwaan pada Allah SWT
اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ
تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
Hadirin Sidang
sholat jum’at rokhimakumullah
Marilah kita
perhatikan QS Yasin ayat 60
}
وَأَنِ اعْبُدُونِي هَذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ {61}
dan hendaklah kamu
menyembah-Ku.Inilah jalan yang lurus. (QS. 36:61)
Hadirin Sidang
sholat jum’at rokhimakumullah
Ayat tersebut
berpesan pada kita agar memerdekakan diri dari menyembah selain menyembah
Allah,agar berada di jalan yang lurus. yaitu jalan syarit jalan Allah,jalan
Tuhan yaitu ajaran Islam yang hanya menyembah Allah,yang hanya berislam,yang
hanya berpedoman pada Alquran dan Hadits,jalan yang lurus adalah jalan petunjuk
Allah yaitu kitabullah}
ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ ِفيهِ هُدَى لِلْمُتَّقِينَ {2} Kitab (al-Qur'an) ini tidak ada keraguan
padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (QS. 2:2)
Jalan yang lurus adalah jalan yang Allah telah berikan
anugrah nikmat }
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ {6} صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ
غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّآلِّينَ {7}
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
(QS. 1:6)
(yaitu) jalan orang-orang yang telah
Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan
bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
(QS. 1:7)
Hadirin Sidang
sholat jum’at rokhimakumullah
Agama Islam itu
kaaffah (totalitas)semua elemen/bagian kehidupan harus berada di jalan yang
lurus jadi bukan hanya persoalan ibadah tetapi juga
muamalah,sosial,ekonomi,politik,budaya di darat,di hutan,di perairan,lautan,dan
di udara semuanya harus tersentuh syariat islam
Hadirin Sidang
sholat jum’at rokhimakumullah
Maka janganlah menyalahkan
orang lain ketika umat islam tidak memiliki kekuasaan karena umat islam tidak
mau berupaya meraihnya tidak peduli terhadap politik,janganlah sedih kecewa dan
bersikap anarkis jika kemudian orang-orang kafir atau orng islam berkarakter
kafir mendominasi kehidupan umat islam ,mendominasi dalam bidang ekonomi
politik perdagangan dan budaya.Allah berfirman:
} لاَيَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ
كَفَرُوا فِي الْبِلاَدِ {196}
Janganlah sekali-kali kamu terpedaya
oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. (QS. 3:196)
Munculnya pilkada
melawan kotak kosong membuktikan bahwa umat islam tidak memiliki kepercayaan
diri,tidak memiliki potensi,krisis kader pemimpin-pemimpin muslim.Umat islam
tidak satu perintah sehingga sering terpecah belah dan terkotak-kotak baik
aspirasi dan potensinya.kalau saja kotak-kotak itu dipersatukan atau
perintah-perintah yang banyak itu ada jaringan yang merekrut maka umat islam
akan kuat
Janganlah bersikap
anarkis marah yang disertai dengan emosi membabi buta jika organisasi islam
dibubarkan bukan begitu cara kita melawan,tetapi khotib mengajak marilah kita
lawan dengan ilmu dengan meraih kekuasaan dengan cara mengisi Undang-undang
dengan syariat Islam,janganlah bersikap anarkis melawan penguasa yang melanggar
hukum dan melawannya dengan cara melanggar hukum juga,semua itu karena umat
Islam tidak memiliki kepercayaan diri dan tidak berani melahirkan pemimpin
muslim,kitasering bertepuk sebelah tangan mau mendukung pemimpin muslim
pemimpin muslimnya tak ada yang mau tampil tak punya modal perjuangan untuk
memimpin,maka akhirnya kita bisa lihat kasus sang Kiyai ustazt dianiaya dibunuh
oleh orang Gila dan yang menyuruh orang Gila menganiaya Ustazt lebih gila lagi,
karena itu maka tanah air kita dieksploitasi secara masif sumber daya alamnya
tanpa HPH,hanya kekuatan politik/kekuasaan pemimpin yang mampu memebendung
dominasi asing di Indonesia,Siapakah yang membendung reklamasi Jakarta yang
menguntungkan orang non pribumi secara masif ? Siapakah yang dapat membendung
hunian Meikarta yang akan banyak diisi oleh orang-orang berduit? Siapakah yang
menebar Narkoba menghancurkan generasi muda karena mudahnya akses masuk orang
asing ke Indonesia dan sulitnya orang Indonesia untuk masuk ke luar negeri
untuk membawa budaya dan produk barang Indonesia.Siapakah yang mengkerdilkan dan
meminggirkan tokoh-tokoh politik muslim ?,Siapakah yang memecah belah umat
Islam? Siapakah yang mengadu domba kita? Marilah kita merenung
Hadirin Sidang
sholat jum’at rokhimakumullah
Bagaimanakah cara melawan
dominasi orang-orang kafir yang membelokan jalan yang lurus yang mana jalan
tersebut adalah jalan menuju Surga ? yaitu :
1.
Membangun masjid sebagai sumber peradaban
Hadirin Sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Ketika Rasulullah Saw. hijrah ke Madinah, langkah pertama yang
beliau lakukan adalah membangun masjid.Rasulullah SAW tidak menjadikan masjid
hanya tempat shalat semata, namun dijadikan juga sebagai sarana melakukan
pemberdayaan umat, seperti tempat pembinaan dan penyebaran dakwah Islam,
sebagai tempat untuk mengobati orang sakit, sebagai tempat untuk mendamaikan
orang yang sedang bertikai, sebagai tempat untuk konsultasi dan komunikasi
masalah ekonomi, sosial dan budaya, demikian pula digunakan untuk menerima
duta-duta asing, sebagai tempat pertemuan pemimpin-pemimpin Islam, sebagai
tempat bersidang, tempat mengurus baitul maal, menyusun taktik dan strategi
perang, serta mengurus prajurit yang terluka.
Demikian pula masjid
sebagai sarana tempat pendidikan, dan Rasulullah SAW mengajar langsung dan memberi
berkhutbah, dalam bentuk halaqah, di mana para sahabat duduk mengelilingi
beliau untuk mendengar dan melakukan tanya jawab berkaitan urusan agama dan
kehidupan sehari-hari.
Masjid menjadi symbol
persatuan umat Islam. Selama sekitar 700 tahun sejak Nabi mendirikan masjid
pertama, fungsi masjid masih kokoh dan original sebagai pusat peribadatan dan
peradaban yang mencerdaskan dan mensejahterakan umat manusia.
Lewat masjid Rasulullah
SAW membangun kultur masyarakat baru yang lebih dinamis dan progressif. Pada
masa keemasan Islam, universitas berada di dalam masjid, seperti masjid Al
Azhar, Kairo, Mesir, dari masjid inilah melahirkan universitas terkemuka
di dunia, yakni Universitas Al Azhar yang hingga kini dikenal dunia. Masjid
Al-Azhar juga dikenal luas oleh kaum muslimin di Indonesia.tetapi mengapa di
Indonesia Masjid hanya digunakan untuk beribadah saja ?
- Membangun Solidaritas Internal (mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar)
Persaudaraan antara kaum
Muhajirin dan kaum Anshar yang dideklarasikan Rasulullah SAW
memiliki konsekuensi lebih khusus bila dibandingkan dengan persaudaraan yang bersifat umum. Sebagaimana diketahui, saat kaum Muhajirin berhijrah ke Madinah tidak membawa seluruh harta. Sebagian besar harta mereka ditinggal di Makkah, padahal mereka akan menetap di Madinah. Terlebih lagi, kondisi Madinah yang subur sangat berbeda dengan kondisi Makkah yang gersang.tetapimereka bisa hidup bersama sesungguhnya itu semua sudajh ada ekspedisi yang mengatur pemetaan da’wah Islam kader-kader sudah dipersiapkan.Lalu bandingkan bagaiman dengan kondisi kita ?
memiliki konsekuensi lebih khusus bila dibandingkan dengan persaudaraan yang bersifat umum. Sebagaimana diketahui, saat kaum Muhajirin berhijrah ke Madinah tidak membawa seluruh harta. Sebagian besar harta mereka ditinggal di Makkah, padahal mereka akan menetap di Madinah. Terlebih lagi, kondisi Madinah yang subur sangat berbeda dengan kondisi Makkah yang gersang.tetapimereka bisa hidup bersama sesungguhnya itu semua sudajh ada ekspedisi yang mengatur pemetaan da’wah Islam kader-kader sudah dipersiapkan.Lalu bandingkan bagaiman dengan kondisi kita ?
Keahlian mereka
berdagang di Makkah berbeda dengan mayoritas penduduk Madinah yang bertani.
Melihat kondisi kaum Muhajirin, dengan landasan kekuatan persaudaraan, maka
kaum Anshar tak membiarkan saudaranya dalam kesusahan. Kaum Anshar dengan
pengorbanannya secara total dan sepenuh hati membantu mengentaskan kesusahan
yang dihadapi kaum Muhajirin. Pengorbanan kaum Anshar yang mengagumkan ini
diabadikan di dalam Al-Qur’an, surat Al-Hasyr/59 ayat 9.
- Membangun Solidaritas Eksternal (ukhuwah Insaniyah/ Piagam Madinah)
Banyak orang yang pergi
haji bahkan menunggu antrian haji sampai dengan 10 – 20 tahun tetapi maka pergi
haji membangun peradaban Islam se dunia membangun persatuan umat tidak
dilaksnakan maka zaman Nabi Piagam Madinah (Bahasa Arab: صحیفة المدینه,
shahifatul madinah) juga dikenal dengan sebutan Konstitusi Madinah, ialah
sebuah dokumen yang disusun oleh Nabi Muhammad SAW, yang merupakan suatu
perjanjian formal antara dirinya dengan semua suku-suku dan kaum-kaum penting
di Yathrib (kemudian bernama Madinah) di tahun 622.
Dokumen tersebut disusun
sejelas-jelasnya dengan tujuan utama untuk menghentikan pertentangan sengit
antara Bani ‘Aus dan Bani Khazraj di Madinah. Untuk itu dokumen tersebut
menetapkan sejumlah hak-hak dan kewajiban-kewajiban bagi kaum Muslim, kaum
Yahudi, dan komunitas-komunitas pagan Madinah; sehingga membuat mereka menjadi
suatu kesatuan komunitas, yang dalam bahasa Arab disebut ummah.
Sebagaimana sudah
diketahui, Islam tidak dapat dipisahkan dari politik. Batas antara ajaran Islam
dengan persoalan politik sangat tipis. Sebab ajaran Islam mengatur berbagai
aspek kehidupan manusia, termasuk persoalan politik dan masalah ketatanegaraan.
Peristiwa hijrah Nabi ke Yatsrib merupakan permulaan berdirinya pranata sosial
politik dalam sejarah perkembangan Islam.
Kedudukan Nabi di
Yatsrib bukan saja sebagai pemimpin agama, tetapi juga kepala negara dan
pemimpin pemerintahan. Kota Yatsrib dihuni oleh masyarakat yang multi etnis
dengan keyakinan agama yang beragam. Peta sosiologis masyarakat Madinah itu
secara garis besarnya terdiri atas :
- Orang-orang muhajirin, kaum muslimin yang hijrah dari Makkah ke Madinah.
- Kaum Anshar, yaitu orang-orang Islam pribumi Madinah.
- Orang-orang Yahudi yang secara garis besarnya terdiri atas beberapa kelompok suku seperti : Bani Qainuna, Bani Nadhir, dan Bani Quraizhah.
- Pemeluk “tradisi nenek moyang”, yaitu penganut paganisme atau penyembah berhala.
Pluralitas masyarakat
Madinah tersebut tidak luput dari pengamatan Nabi. Beliau menyadari, tanpa
adanya acuan bersama yang mengatur pola hidup masyarakat yang majemuk itu,
konflik-konflik di antara berbagai golongan itu akan menjadi konflik terbuka
dan pada suatu saat akan mengancam persatuan dan kesatuan kota Madinah.
Piagam Madinah ternyata
mampu mengubah eksistensi orang-orang mukmin dan yang lainnya dari sekedar
kumpulan manusia menjadi masyarakat politik, yaitu suatu masyarakat yang
memiliki kedaulatan dan otoritas politik dalam wilayah Madinah sebagai tempat
mereka hidup bersama, bekerjasama dalam kebaikan atas dasar kesadaran sosial
mereka, yang bebas dari pengaruh dan penguasaan masyarakat lain dan mampu
mewujudkan kehendak mereka sendiri.
Mengapa kita tak
mencontoh pergerakan Nabi ? khotib mengajak marilah kita bagun
peradaban.melalaui institusi organisasi dan amal usaha,Marilah kita berda’wah
secara totalitas yang menyelamtakan kader-kader Islam dan menyelamatkan
aqidah,keimanan, peradaban,hukum, kekuasaan ekonomi dan politik
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ
الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ
الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ
وَلَكُمْ.
Khutbah kedua:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ
شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ
عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا
كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ
حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ
تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ
اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}. ثُمَّ اعْلَمُوْا
فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ:
{إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ
الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ،
وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،
إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا
اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا
آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ
أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ
الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar