Senin, 12 Februari 2018

khutbah jum'at : Jalan Yang Lurus



Khutbah Jum’at
JALAN YANG LURUS
Oleh : YUSUP, S.Pd, MM.
Khutbah Pertama
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. قَالَ تَعَالَى
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
} وَأَنِ اعْبُدُونِي هَذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ {61}

Hadirin sidang sholat jum’at rokhimakumullah……..
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Illahi Robi yang mana telah memberikan kita nikmat,diantaranya nikmat iman, nikmat islam, dan nikmat yang tidak kalah pentingnya ialah nikmat sehat,sholawat dan salam marilah kita sampaikan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW ,selaku khotib saya berpesan pada diri saya dan hadirin sekalian marilah kita tingkatkan ketaqwaan pada Allah SWT
اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
Hadirin Sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Marilah kita perhatikan QS Yasin ayat 60
} وَأَنِ اعْبُدُونِي هَذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ {61}
dan hendaklah kamu menyembah-Ku.Inilah jalan yang lurus. (QS. 36:61)

Hadirin Sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Ayat tersebut berpesan pada kita agar memerdekakan diri dari menyembah selain menyembah Allah,agar berada di jalan yang lurus. yaitu jalan syarit jalan Allah,jalan Tuhan yaitu ajaran Islam yang hanya menyembah Allah,yang hanya berislam,yang hanya berpedoman pada Alquran dan Hadits,jalan yang lurus adalah jalan petunjuk Allah yaitu kitabullah} ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ ِفيهِ هُدَى لِلْمُتَّقِينَ {2} Kitab (al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (QS. 2:2)
Jalan yang lurus adalah jalan yang Allah telah berikan anugrah nikmat } اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ {6} صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّآلِّينَ {7}
Tunjukilah kami jalan yang lurus, (QS. 1:6)
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
(QS. 1:7)
Hadirin Sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Agama Islam itu kaaffah (totalitas)semua elemen/bagian kehidupan harus berada di jalan yang lurus jadi bukan hanya persoalan ibadah tetapi juga muamalah,sosial,ekonomi,politik,budaya di darat,di hutan,di perairan,lautan,dan di udara semuanya harus tersentuh syariat islam
Hadirin Sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Maka janganlah menyalahkan orang lain ketika umat islam tidak memiliki kekuasaan karena umat islam tidak mau berupaya meraihnya tidak peduli terhadap politik,janganlah sedih kecewa dan bersikap anarkis jika kemudian orang-orang kafir atau orng islam berkarakter kafir mendominasi kehidupan umat islam ,mendominasi dalam bidang ekonomi politik perdagangan dan budaya.Allah berfirman:
} لاَيَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلاَدِ {196}
Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. (QS. 3:196)

Munculnya pilkada melawan kotak kosong membuktikan bahwa umat islam tidak memiliki kepercayaan diri,tidak memiliki potensi,krisis kader pemimpin-pemimpin muslim.Umat islam tidak satu perintah sehingga sering terpecah belah dan terkotak-kotak baik aspirasi dan potensinya.kalau saja kotak-kotak itu dipersatukan atau perintah-perintah yang banyak itu ada jaringan yang merekrut maka umat islam akan kuat
Janganlah bersikap anarkis marah yang disertai dengan emosi membabi buta jika organisasi islam dibubarkan bukan begitu cara kita melawan,tetapi khotib mengajak marilah kita lawan dengan ilmu dengan meraih kekuasaan dengan cara mengisi Undang-undang dengan syariat Islam,janganlah bersikap anarkis melawan penguasa yang melanggar hukum dan melawannya dengan cara melanggar hukum juga,semua itu karena umat Islam tidak memiliki kepercayaan diri dan tidak berani melahirkan pemimpin muslim,kitasering bertepuk sebelah tangan mau mendukung pemimpin muslim pemimpin muslimnya tak ada yang mau tampil tak punya modal perjuangan untuk memimpin,maka akhirnya kita bisa lihat kasus sang Kiyai ustazt dianiaya dibunuh oleh orang Gila dan yang menyuruh orang Gila menganiaya Ustazt lebih gila lagi, karena itu maka tanah air kita dieksploitasi secara masif sumber daya alamnya tanpa HPH,hanya kekuatan politik/kekuasaan pemimpin yang mampu memebendung dominasi asing di Indonesia,Siapakah yang membendung reklamasi Jakarta yang menguntungkan orang non pribumi secara masif ? Siapakah yang dapat membendung hunian Meikarta yang akan banyak diisi oleh orang-orang berduit? Siapakah yang menebar Narkoba menghancurkan generasi muda karena mudahnya akses masuk orang asing ke Indonesia dan sulitnya orang Indonesia untuk masuk ke luar negeri untuk membawa budaya dan produk barang Indonesia.Siapakah yang mengkerdilkan dan meminggirkan tokoh-tokoh politik muslim ?,Siapakah yang memecah belah umat Islam? Siapakah yang mengadu domba kita? Marilah kita merenung
Hadirin Sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Bagaimanakah cara melawan dominasi orang-orang kafir yang membelokan jalan yang lurus yang mana jalan tersebut adalah jalan menuju Surga ? yaitu :
1.    Membangun masjid sebagai sumber peradaban
Hadirin Sidang sholat jum’at rokhimakumullah
Ketika Rasulullah Saw. hijrah ke Madinah, langkah pertama yang beliau lakukan adalah membangun masjid.Rasulullah SAW tidak menjadikan masjid hanya tempat shalat semata, namun dijadikan juga sebagai sarana melakukan pemberdayaan umat, seperti tempat pembinaan dan penyebaran dakwah Islam, sebagai tempat untuk mengobati orang sakit, sebagai tempat untuk mendamaikan orang yang sedang bertikai, sebagai tempat untuk konsultasi dan komunikasi masalah ekonomi, sosial dan budaya, demikian pula digunakan untuk menerima duta-duta asing, sebagai tempat pertemuan pemimpin-pemimpin Islam, sebagai tempat bersidang, tempat mengurus baitul maal, menyusun taktik dan strategi perang, serta mengurus prajurit yang terluka.
Demikian pula masjid sebagai sarana tempat pendidikan, dan Rasulullah SAW mengajar langsung dan memberi berkhutbah, dalam bentuk halaqah, di mana para sahabat duduk mengelilingi beliau untuk mendengar dan melakukan tanya jawab berkaitan urusan agama dan kehidupan sehari-hari.
Masjid menjadi symbol persatuan umat Islam. Selama sekitar 700 tahun sejak Nabi mendirikan masjid pertama, fungsi masjid masih kokoh dan original sebagai pusat peribadatan dan peradaban yang mencerdaskan dan mensejahterakan umat manusia.
Lewat masjid Rasulullah SAW membangun kultur masyarakat baru yang lebih dinamis dan progressif. Pada masa keemasan Islam, universitas berada di dalam masjid, seperti masjid Al Azhar, Kairo, Mesir, dari masjid inilah melahirkan universitas terkemuka di dunia, yakni Universitas Al Azhar yang hingga kini dikenal dunia. Masjid Al-Azhar juga dikenal luas oleh kaum muslimin di Indonesia.tetapi mengapa di Indonesia Masjid hanya digunakan untuk beribadah saja ?
  1. Membangun Solidaritas Internal (mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar)
Kaum muslimin yang hijrah Makkah ke Madinah tidak disebut sebagai pengungsi. Dan kaum muslimin yang menerima muslimin makkah tidak disebut sebagai penampung pengungsi. Rasulullah memuliakan keduanya dengan menyebut Muhajirin (orang-orang yang berhijrah) dan Anshar (para penolong).
Persaudaraan antara kaum Muhajirin dan kaum Anshar yang dideklarasikan Rasulullah SAW
memiliki konsekuensi lebih khusus bila dibandingkan dengan persaudaraan yang bersifat umum. Sebagaimana diketahui, saat kaum Muhajirin berhijrah ke Madinah tidak membawa seluruh harta. Sebagian besar harta mereka ditinggal di Makkah, padahal mereka akan menetap di Madinah. Terlebih lagi, kondisi Madinah yang subur sangat berbeda dengan kondisi Makkah yang gersang.tetapimereka bisa hidup bersama sesungguhnya itu semua sudajh ada ekspedisi yang mengatur pemetaan da’wah Islam kader-kader sudah dipersiapkan.Lalu bandingkan bagaiman dengan kondisi kita ?
Keahlian mereka berdagang di Makkah berbeda dengan mayoritas penduduk Madinah yang bertani. Melihat kondisi kaum Muhajirin, dengan landasan kekuatan persaudaraan, maka kaum Anshar tak membiarkan saudaranya dalam kesusahan. Kaum Anshar dengan pengorbanannya secara total dan sepenuh hati membantu mengentaskan kesusahan yang dihadapi kaum Muhajirin. Pengorbanan kaum Anshar yang mengagumkan ini diabadikan di dalam Al-Qur’an, surat Al-Hasyr/59 ayat 9.
  1. Membangun Solidaritas Eksternal (ukhuwah Insaniyah/ Piagam Madinah)
Banyak orang yang pergi haji bahkan menunggu antrian haji sampai dengan 10 – 20 tahun tetapi maka pergi haji membangun peradaban Islam se dunia membangun persatuan umat tidak dilaksnakan maka zaman Nabi Piagam Madinah (Bahasa Arab: صحیفة المدینه, shahifatul madinah) juga dikenal dengan sebutan Konstitusi Madinah, ialah sebuah dokumen yang disusun oleh Nabi Muhammad SAW, yang merupakan suatu perjanjian formal antara dirinya dengan semua suku-suku dan kaum-kaum penting di Yathrib (kemudian bernama Madinah) di tahun 622.
Dokumen tersebut disusun sejelas-jelasnya dengan tujuan utama untuk menghentikan pertentangan sengit antara Bani ‘Aus dan Bani Khazraj di Madinah. Untuk itu dokumen tersebut menetapkan sejumlah hak-hak dan kewajiban-kewajiban bagi kaum Muslim, kaum Yahudi, dan komunitas-komunitas pagan Madinah; sehingga membuat mereka menjadi suatu kesatuan komunitas, yang dalam bahasa Arab disebut ummah.
Sebagaimana sudah diketahui, Islam tidak dapat dipisahkan dari politik. Batas antara ajaran Islam dengan persoalan politik sangat tipis. Sebab ajaran Islam mengatur berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk persoalan politik dan masalah ketatanegaraan. Peristiwa hijrah Nabi ke Yatsrib merupakan permulaan berdirinya pranata sosial politik dalam sejarah perkembangan Islam.
Kedudukan Nabi di Yatsrib bukan saja sebagai pemimpin agama, tetapi juga kepala negara dan pemimpin pemerintahan. Kota Yatsrib dihuni oleh masyarakat yang multi etnis dengan keyakinan agama yang beragam. Peta sosiologis masyarakat Madinah itu secara garis besarnya terdiri atas :
  1. Orang-orang muhajirin, kaum muslimin yang hijrah dari Makkah ke Madinah.
  2. Kaum Anshar, yaitu orang-orang Islam pribumi Madinah.
  3. Orang-orang Yahudi yang secara garis besarnya terdiri atas beberapa kelompok suku seperti : Bani Qainuna, Bani Nadhir, dan Bani Quraizhah.
  4. Pemeluk “tradisi nenek moyang”, yaitu penganut paganisme atau penyembah berhala.
Pluralitas masyarakat Madinah tersebut tidak luput dari pengamatan Nabi. Beliau menyadari, tanpa adanya acuan bersama yang mengatur pola hidup masyarakat yang majemuk itu, konflik-konflik di antara berbagai golongan itu akan menjadi konflik terbuka dan pada suatu saat akan mengancam persatuan dan kesatuan kota Madinah.
Piagam Madinah ternyata mampu mengubah eksistensi orang-orang mukmin dan yang lainnya dari sekedar kumpulan manusia menjadi masyarakat politik, yaitu suatu masyarakat yang memiliki kedaulatan dan otoritas politik dalam wilayah Madinah sebagai tempat mereka hidup bersama, bekerjasama dalam kebaikan atas dasar kesadaran sosial mereka, yang bebas dari pengaruh dan penguasaan masyarakat lain dan mampu mewujudkan kehendak mereka sendiri.
Mengapa kita tak mencontoh pergerakan Nabi ? khotib mengajak marilah kita bagun peradaban.melalaui institusi organisasi dan amal usaha,Marilah kita berda’wah secara totalitas yang menyelamtakan kader-kader Islam dan menyelamatkan aqidah,keimanan, peradaban,hukum, kekuasaan ekonomi dan politik

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.


Khutbah kedua:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}. ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar