UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH TANGERANG (UMT)
FAKULTAS AGAMA ISLAM
(FAI)
MATA
KULIAH : STUDI KELAYAKAN BISNIS
SEMESTER : 2
NAMA
DOSEN : YUSUP,S.Pd.MM
NBM :81677
NO.KONTAK :082112379471/085920008661
BLOG :http://yussupebiet/blogsopt.com//
E
mail :
yusup_nani@yahoo.co.id
Studi Kelayakan Bisnis (SKB) adalah Suatu aktifitas yang mempelajari secara fokus mendalami suatu usaha atau bisnis yang akan dijalankan, untuk menentukan layak atau tidaknya usaha tersebut akan dijalankan.
Mempelajari secara fokus artinya menganalisa secara mendalam data dan informasi yang tersedia, kemudian dicarikan parameternya,diukur, dihitung, dan
dianalisis dengan metode tertentu.
Kelayakan artinya penelitian yang dilakukan untuk menentukan
apakah usaha yang akan dijalankan dapat memberikan manfaat yang lebih besar
dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan.
Bisnis artinya usaha yang dijalankan dengan tujuan
memperoleh keuntungan.
Studi kelayakan bisnis atau yang biasa disingkat dengan SKB
adalah kegiatan terencana yang dilakukan untuk mempelajari secara lebih
mendalam mengenai suatu usaha ataupun bisnis yang akan dijalankan, usaha
tersebut pada akhirnya akan memberikan kesimpulan mengenai layak atau tidaknya
sebuah usaha bisnis tersebut dijalankan. Mengapa studi kelayakan tersebut
diperlukan? Hal terpenting adalah untuk kebaikan kelangsungan kehidupan
perusahaan di masa yang akan datang, dan agar tidak ada pihak-pihak yang merasa
dirugikan dari terlaksananya sebuah usaha bisnis.
Studi kelayakan bisnis sangat penting bagi dunia usaha .eksistensi lembaga usaha/bisnis sangat tergantung pada studi kelayakan bisnis diibaratkan bermain sepak bola tanpa warning up maka kemunkinan permainan buruk atau gagal akan mendera si pelaku bisnis. Beberapa proyek gagal di tengah jalan, bisnis yang
berhenti beroperasi dan kredit yang macet di dunia perbankan, serta kegagalan
investasi lainnya merupakan akibat dari
tidak diterapkannya studi kelayakan secara konsisten. Studi kelayakan yang
diterapkan secara benar dan konsisten akan menghasilkan laporan yang
komprehensif tentang kelayakan suatu proyek atau bisnis yang akan didirikan,
dikembangkan, didanai dan kemungkinan-kemungkinan risiko yang akan terjadi.
Studi kelayakan bisnis dilakukan untuk menilai kelayakan
investasi pada suatu proyek maupun bisnis yang baru atau bisnis yang sudah
berjalan. Studi kelayakan yang dilakukan untuk menilai kelayakan sebuah proyek
yang akan dijalankan disebut studi kelayakan proyek, sedangkan studi kelayakan
yang dilakukan untuk menilai kelayakan dalam pengembangan sebuah usaha disebut
studi kelayakan bisnis. Maksud layak atau tidak layak disini adalah perkiraan
bahwa proyek yang akan dilakukan dapat atau tidak dapat menghasilkan keuntungan
yang layak bila telah dioperasionalkan.
Menurut Ahmad Subagyo : ”Studi kelayakan adalah penelitian
yang mendalam terhadap suatu ide bisnis tentang layak atau tidaknya ide
tersebut untuk dilaksanakan”. Sedangkan menurut Suad Husnan dan Suwarsono
(2002,4) Studi kelayakan proyek adalah “Penelitian tentang dapat atau tidaknya
suatu proyek investasi dilaksanakan dengan berhasil. Pengertian ini bisa
diartikan agak berbeda-beda. Ada yang menafsirkan dalam artian yang terbatas,
terutama dipergunakan oleh pihak swasta yang lebih berminat tentang manfaat
ekonomis suatu investasi.
faktor -faktor penyebab pelaku bisnis melakukan studi kelayakan bisnis diantara bertujuan untuk :
1. Menghindari kerugian
2. Memudahkan pelaksanaan kerja
3. Memudahkan perencanaan perusahaan
4. Memudahkan dalam hal pengawasan
5. Memudahkan proses pengendalian
Berikut adalah materi-materi perkuliahan Studi Kelayakan
Bisnis, bagi anda-anda yang ingin menjadi analis manajemen, lengkap dengan
framework yang membantu anda untuk menentukan apakah sebuah bisnis/proyek/usaha
layak untuk dijalankan atau tidak
MATERI PERKULIAHAN STUDI KELAYAKAN BISNIS:
1.
Ruang Lingkup Studi Kelayakan Bisnis
2. Analisa pangsa Pasar, Pemasaran & Pasar
3.
Penilaian Investasi
4.
Aspek Organisasi
5.
Pemanfaatan
Sumber Daya Manusia
6.
Perilaku Konsumen
7.
Manajemen Operasional
8.
Aspek Akuntansi dan keuangan
9.
Aspek Hukum
10.
Aspek Politik Sosial Ekonomi
Faktor-faktor yang Menyebabkan Kegagalan Usaha
-Data dan informasi yang tidak lengkap
-Tidak teliti
-Salah perhitungan
-Pelaksanaan pekerjaan salah
-Kondisi lingkungan unsur
sengaja
Hal yang perlu diperhatikan oleh tim studi kelayakan bisnis
Kelengkapan dan keakuratan data dan informasi yang diperoleh
Tenaga ahli dalam tim studi kelayakan bisnis harus tangguh
Penentuan metode dan alat ukur yang tepat
Manfaat Bisnis
-Memperoleh keuntungan
-Non Materi (prestise)
-Materi (uang)
-Membuka peluang pekerjaan
Manfaat ekonomi
-Menambah jumlah barang dan jasa
-Meningkatkan Mutu produk
-Meningkatkan devisa / menghemat deviisa
-Tersedia sarana dan prasarana
-Membuka isolasi wilayah
-Meningkatkan dan membantu pemerataan pembangunan
-Loyalitas tim studi kelayakan bisnis
Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rinci tentang
bagaimana menyusun suatu laporan studi kelayakan bisnis (SKB) perlu pembahasan
yang lebih lanjut. Sebelumnya terdapat beberapa pertanyaan yang perlu dijawab,
yaitu :
1. Apa yang
dimaksud dengan SKB?
2. Mengapa SKB
penting?
3. Siapa yang
memerlukan SKB?
4. Bagaimana
melakukan SKB?
Setelah mengetahui jawaban dari pertanyaan di atas,
selanjutnya melakukan penyusunan Laporan Studi Kelayakan Bisnis sesuai dengan
bidang usaha yang diinginkan.
1. Apa yang
dimaksud dengan SKB?
Studi Kelayakan Bisnis adalah suatu penelitian tentang layak
atau tidaknya suatu proyek bisnis yang biasanya merupakan proyek investasi
dilaksanakan. Maksud layak (atau tidak
layak) disini adalah prakiraan bahwa proyek akan dapat (atau tidak dapat) menghasilkan keuntungan yang layak bila telah dioperasionalkan.
Proyek bisnis merupakan suatu usaha yang direncanakan
sebelumnya dan memerlukan sejumlah pembiayaan serta penggunaan masukan-masukan
lain, yang ditujukan untuk mencapai tujuan tertentu, dan dilaksanakan dalam
waktu yang tertentu pula. Karena itu, suatu proyek bisnis memperhatikan segala
aspek yang relevan sehingga tujuan dapat tercapai secara efektif dan efisien.
Proyek bisnis ini dapat berupa suatu pendirian usaha baru atau pengembangan
dari usaha yang telah ada.
2. Mengapa SKB
penting?
SKB penting untuk dilaksanakan baik pada usaha yang baru
akan dijalankan maupun kepada perluasan/pengembangan dari usaha yang telah ada.
Hal ini dikarenakan dalam melakukan suatu proyek bisnis digunakan
masukan-masukan berupa sumberdaya maupun sumber dana. Sumberdaya dan sumber
dana yang digunakan ini jumlahnya terbatas. Agar tidak terjadi pemborosan
terhadap penggunaan sumberdaya dan sumber dana yang terbatas tersebut maka
perlu dilakukan penelitian apakah proyek bisnis yang akan dilaksanakan akan
menguntungkan atau tidak. Jika tidak menguntungkan sebaiknya proyek bisnis
tersebut tidak dilaksanakan. Tetapi jika menguntungkan maka dapat
diteruskan/dilanjutkan ke operasional proyek bisnis.
3. Siapa yang
memerlukan SKB?
Laporan SKB yang telah dinyatakan layak untuk
direalisasikan, dibutuhkan oleh banyak pihak yang memerlukannya sebagai bahan
masukan utama dalam rangka pengkajian ulang, untuk turut serta menyetujui atau
sebaliknya menolak kelayakan laporan tadi sesuai dengan kepentingannya. Dapat
saja terjadi suatu proyek bisnis yang telah dinyatakan layak untuk dilaksanakan pada akhirnya tidak dapat
dilaksanakan. Misalnya, pengambil keputusan akhir menolak, bukan saja karena
laporan tadi merupakan hasil rekayasa atau tidak objektif, tetapi dapat saja
karena adanya intervensi pihak lain yang merasa kepentingannya tidak dipenuhi.
Studi kelayakan bisnis dibutuhkan oleh :
a. Pihak
investor
Jika hasil
studi kelayakan bisnis yang telah dibuat ternyata layak untuk direalisasikan,
pendanaannya dapat mulai dicari, misalnya dengan mencari investor atau pemilik
modal yang mau menanamkan modalnya pada proyek yang akan dikerjakan. Sebelum
menanamkan modalnya di perusahaan yang akan dijalankan, investor akan
mempelajari laporan studi kelayakan bisnis yang telah dibuat, karena investor
memiliki kepentingan langsung terhadap keuntungan yang akan diperoleh dan
jaminan modal yang akan ditanamkan.
b. Pihak
kreditor
Pendanaan
proyek dapat juga diperoleh dari bank. Sebelum memberikan kredit, pihak bank
perlu mengkaji secara mendalam tentang studi kelayakan bisnis dan
mempertimbangkan bonafiditas dan agunan yang dimilliki.
c. Pihak
manajemen perusahaan
Pembuatan suatu
studi kelayakan bisnis dapat dilakukan oleh pihak eksternal perusahaan selain
dibuat sendiri oleh pihak internal perusahaan. Terlepas dari siapa yang
membuat, jelas bagi manajemen bahwa pembuatan proposal ini merupakan suatu
upaya dalam rangka merealisasikan ide proyek
yang akhirnya bermuara pada peningkatan usaha dalam rangka meningkatkan
laba perusahaan. Sebagai project leader manajemen perusahaan perlu mempelajari
sebuah studi kelayakan bisnis terutama untuk mengetahui dana yang dibutuhkan,
berapa dana yang dialokasikan dari modal sendiri, rencana pendanaan dari
investor dan kreditor.
d. Pihak
pemerintah dan masyarakat
Studi kelayakan yang disusun perlu memperhatikan
kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah karena bagaimanapun
pemerintah secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi kebijakan
perusahaan. Penghematan devisa negara, penggalakan ekspor non migas dan
pemakaian tenaga kerja massal merupakan contoh-contoh kebijakan pemerintah di
sektor ekonomi. Proyek-proyek bisnis yang membantu kebijakan pemerintah inilah
yang diprioritaskan untuk dibantu, misalnya dengan subsidi ataupun keringan
pajak.
e. Bagi tujuan
pembangunan ekonomi
Dalam
penyusunan studi kelayakan bisnis, perlu dianalisis manfaat yang akan didapat
dan biaya yang ditimbulkan proyek terhadap perekonomian nasional, karena
sedapat mungkin proyek dibuat demi tercapainya tujuan-tujuan nasional.
4. Bagaimana
Melakukan SKB?
Dalam melakukan SKB terdapat beberapa tahap yang dikerjakan.
Tahap-tahap yang disajikan di bawah ini bersifat umum, dan dapat disesuaikan
dengan proyek bisnis yang akan dilaksanakan.
a. Tahap penemuan ide usaha, produk yang akan
dibuat haruslah berpotensi untuk laku dijual dan menguntungkan. Karena itu,
penelitian terhadap kebutuhan pasar dan jenis produk dari proyek harus
dilakukan. Penelitian jenis produk dapat dilakukan dengan kriteria-kriteria
bahwa suatu produk dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar yang masih belum
dipenuhi, memenuhi kebutuhan manusia tetapi produk tersebut belum ada, dan
untuk mengganti produk yang sudah ada dengan produk lain yang mempunyai nilai
lebih. Sedangkan mengenai kebutuhan pasar, hasil penelitian yang diharapkan
adalah bahwa produk yang akan dihasilkan dapat dijual di pasar yang cukup sehat
(permintaan terhadap produk ini cukup baik dalam jangka panjang). Selanjutnya
untuk menghasilkan ide proyek tadi perlu melakukan penelitian yang
terorganisasi dengan baik serta dukungan sumberdaya yang memadai.
Ide proyek yang dipilih oleh pengambil keputusan biasanya
tergantung pada tiga faktor yaitu:
· Pertama, bahwa
ide proyek cocok dengan kata hati-nya;
· Kedua, mampu
melibatkan diri dalam hal-hal teknis;
· Ketiga,
keyakinan akan kemampuan proyek untuk menghasilkan laba.
Pada tahap ini ide proyek dapat saja lebih dari satu buah,
akan tetapi pada gilirannya akan dipilih sesuai dengan prioritasnya.
b. Tahap Penelitian
Setelah ide-ide proyek dipilih, selanjutnya dilakukan
penelitian yang lebih mendalam dengan memakai metode ilmiah. Proses ini dimulai
dengan mengumpulkan data, lalu mengolah data dengan memasukkan teori-teori yang
relevan, menganalisis dan menginterpretasikan hasil pengolahan dengan alat-alat
analisis yang sesuai, menyimpulkan hasil sampai pada pekerjaan membuat laporan
hasil penelitiannya.
c. Tahap
Pengurutan Usulan yang Layak
Jika terdapat lebih dari satu usulan proyek bisnis yang layak,
tetapi terdapat keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki manajemen untuk
merealisasikan semua usulan proyek maka perlu dilakukan pemilihan proyek yang
dianggap paling penting untuk direalisasikan. Sudah tentu usulan proyek yang
diprioritaskan mempunyai skro tertinggi jika dibandingkan dengan usulan proyek
yang lain berdasarkan kriteria-kriteria penilaian yang telah ditentukan.
d. Tahap Rencana
Pelaksanaan Proyek Bisnis
Setelah dipilih usulan proyek yang akan direalisasikan,
perlu dibuat suatu rencana kerja pelaksanaan pembangunan proyek itu sendiri.
Mulai dari menentukan jenis pekerjaan, waktu yang dibutuhkan untuk tiap jenis
pekerjaan, jumlah dan kualifikasi tenaga pelaksana, ketersediaan dana dan
sumberdaya lain, kesiapan manajemen, dan lain-lain.
e. Tahap
pelaksanaan proyek bisnis
Setelah semua persiapan yang harus dikerjakan selesai
disiapkan, tahap pelaksanaan proyek pun dimulai. Semua tenaga pelaksana proyek,
mulai dari pemimpin proyek sampai pada tingkat yang paling bawah, harus bekerja
sama dengan sebaik-baiknya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Memang
pada kenyataannya sulit ditemukan bawah rencana yang dibuat sama persis dengan
realisasinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar